Bulughul Maram — Hadis #53033
Hadis #53033
وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ ، وَابْنِ عَبَّاسٍ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمْ- , عَنْ اَلنَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم -قَالَ : { لَا يَحِلُّ لِرَجُلٍ مُسْلِمٍ أَنْ يُعْطِيَ اَلْعَطِيَّةَ , ثُمَّ يَرْجِعَ فِيهَا ; إِلَّا اَلْوَالِدُ فِيمَا يُعْطِي وَلَدَهُ" } رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَالْأَرْبَعَةُ , وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ , وَابْنُ حِبَّانَ , وَالْحَاكِم ُ 1 .1 - صحيح . رواه أحمد ( 2 7 و 78 ) ، وأبو داود ( 3539 ) ، والنسائي ( 6 / 267 - 268 ) ، والترمذي ( 2132 ) ، وابن ماجه ( 2377 ) ، وابن حبان ( 5101 ) ، والحاكم ( 2 / 46 ) وزادوا جميعا إلا ابن ماجه : "ومثل الذي يعطي العطية ، ثم يرجع فيها كمثل الكلب، حتى إذا شبع قاء ، ثم عاد في قيئه". وقال الترمذي : " هذا حديث حسن صحيح ".
Atas wewenang Ibnu Umar dan Ibnu Abbas – radhiyallahu ‘anhu – atas wewenang Nabi – semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian – beliau bersabda: {Tidak boleh bagi seorang muslim memberikan hadiah tersebut, kemudian dia mengambilnya kembali; Kecuali ayah dalam apa yang dia berikan kepada anaknya.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan Empat, dan disahkan oleh Al-Tirmidzi dan Ibnu Hibban. Al-Hakim 1.1 - Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (27 dan 78), Abu Dawud (3539), Al-Nasa’i (6/267 - 268), Al-Tirmidzi (2132), Ibnu Majah (2377), dan Ibnu Hibban (5101). Dan Al-Hakim (2/46) dan mereka semua menambahkan kecuali Ibnu Majah: “Dan perumpamaan orang yang memberi hadiah, lalu mengambilnya kembali, ibarat seekor anjing, hingga ketika ia kenyang ia muntah, lalu kembali lagi ke muntahannya.” Al-Tirmidzi berkata: “Ini adalah hadis yang baik dan shahih.”
Diriwayatkan oleh
Ibnu Umar dan Ibnu Abbas
Sumber
Bulughul Maram # 7/930
Kategori
Bab 7: Bab 7