Warisan
Kembali ke Bab
01
Jami at-Tirmidzi # 29/2090
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الأُمَوِيُّ، قال حَدَّثَنَا أَبِي، قال حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو، قال حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
" مَنْ تَرَكَ مَالاً فَلأَهْلِهِ وَمَنْ تَرَكَ ضَيَاعًا فَإِلَىَّ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَفِي الْبَابِ عَنْ جَابِرٍ وَأَنَسٍ . وَقَدْ رَوَاهُ الزُّهْرِيُّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَطْوَلَ مِنْ هَذَا وَأَتَمَّ . مَعْنَى ضَيَاعًا ضَائِعًا لَيْسَ لَهُ شَيْءٌ فَأَنَا أَعُولُهُ وَأُنْفِقُ عَلَيْهِ .
" مَنْ تَرَكَ مَالاً فَلأَهْلِهِ وَمَنْ تَرَكَ ضَيَاعًا فَإِلَىَّ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَفِي الْبَابِ عَنْ جَابِرٍ وَأَنَسٍ . وَقَدْ رَوَاهُ الزُّهْرِيُّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَطْوَلَ مِنْ هَذَا وَأَتَمَّ . مَعْنَى ضَيَاعًا ضَائِعًا لَيْسَ لَهُ شَيْءٌ فَأَنَا أَعُولُهُ وَأُنْفِقُ عَلَيْهِ .
Saeed bin Yahya bin Saeed Al-Umayy menceritakan kepada kami, dia berkata: Ayahku menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Amr menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Salamah menceritakan kepada kami, atas wewenang Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, “Barangsiapa meninggalkan harta, maka itu menjadi miliknya, dan barangsiapa meninggalkan kerugian, maka itu bagiku.” Abu Issa mengatakan ini adalah hadis yang baik. Sahih. Dan atas wewenang Jabir dan Anas. Al-Zuhri meriwayatkannya atas wewenang Abu Salamah atas wewenang Abu Hurairah atas wewenang Nabi Muhammad SAW. Ini lebih panjang dari ini. Dan dia menyelesaikannya. Artinya: tersesat, tersesat, yang tidak punya apa-apa, maka aku dukung dan belanjakan untuknya.
02
Jami at-Tirmidzi # 29/2091
حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى بْنُ وَاصِلٍ، قال حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ الأَسَدِيُّ، قال حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ دَلْهَمٍ، قال حَدَّثَنَا عَوْفٌ، عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
" تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ وَالْفَرَائِضَ وَعَلِّمُوا النَّاسَ فَإِنِّي مَقْبُوضٌ ". قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ فِيهِ اضْطِرَابٌ
وَرَوَى أَبُو أُسَامَةَ، هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ عَوْفٍ، عَنْ رَجُلٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ جَابِرٍ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم . حَدَّثَنَا بِذَلِكَ الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ، أَخْبَرَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ عَوْفٍ، بِهَذَا بِمَعْنَاهُ . وَمُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ الأَسَدِيُّ قَدْ ضَعَّفَهُ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ وَغَيْرُهُ .
" تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ وَالْفَرَائِضَ وَعَلِّمُوا النَّاسَ فَإِنِّي مَقْبُوضٌ ". قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ فِيهِ اضْطِرَابٌ
وَرَوَى أَبُو أُسَامَةَ، هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ عَوْفٍ، عَنْ رَجُلٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ جَابِرٍ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم . حَدَّثَنَا بِذَلِكَ الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ، أَخْبَرَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ عَوْفٍ، بِهَذَا بِمَعْنَاهُ . وَمُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ الأَسَدِيُّ قَدْ ضَعَّفَهُ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ وَغَيْرُهُ .
Abdul-Ala bin Wasil meriwayatkan kepada kami, dia berkata Muhammad bin Al-Qasim Al-Asadi meriwayatkan kepada kami, dia berkata Al-Fadl bin Dulham meriwayatkan kepada kami, dia berkata Awf meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Shahr bin Hawshab, atas wewenang Abu Hurairah, bersabda: Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, “Pelajarilah Al-Qur'an dan kewajiban agama dan ajarilah manusia, karena aku "Diterima." Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang mengandung kerancuan.” Abu Usama meriwayatkan hadits ini berdasarkan otoritas Awf, berdasarkan otoritas seorang laki-laki, berdasarkan otoritas Sulaiman bin Jabir, berdasarkan otoritas Ibnu Masoud, berdasarkan otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Al-Hussein bin Harits menceritakan hal itu kepada kami. Abu Usama memberi tahu kami, atas otoritas Awf, dengan maknanya seperti ini. Muhammad ibn al-Qasim al-Asadi dianggap lemah oleh Ahmad ibn Hanbal dan lain-lain.
03
Jami at-Tirmidzi # 29/2092
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، قال حَدَّثَنِي زَكَرِيَّاءُ بْنُ عَدِيٍّ، أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ جَاءَتِ امْرَأَةُ سَعْدِ بْنِ الرَّبِيعِ بِابْنَتَيْهَا مِنْ سَعْدٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَاتَانِ ابْنَتَا سَعْدِ بْنِ الرَّبِيعِ قُتِلَ أَبُوهُمَا مَعَكَ يَوْمَ أُحُدٍ شَهِيدًا وَإِنَّ عَمَّهُمَا أَخَذَ مَالَهُمَا فَلَمْ يَدَعْ لَهُمَا مَالاً وَلاَ تُنْكَحَانِ إِلاَّ وَلَهُمَا مَالٌ . قَالَ " يَقْضِي اللَّهُ فِي ذَلِكَ " . فَنَزَلَتْ آيَةُ الْمِيرَاثِ فَبَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِلَى عَمِّهِمَا فَقَالَ " أَعْطِ ابْنَتَىْ سَعْدٍ الثُّلُثَيْنِ وَأَعْطِ أُمَّهُمَا الثُّمُنَ وَمَا بَقِيَ فَهُوَ لَكَ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ وَقَدْ رَوَاهُ شَرِيكٌ أَيْضًا عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ .
Abdullah bin Humaid menceritakan kepada kami, dia berkata: Zakaria bin Adi menceritakan kepada kami, Ubaid Allah bin Amr menceritakan kepada kami, atas wewenang Abdullah bin Muhammad bin Aqeel, atas wewenang Jabir bin Abdullah berkata: Istri Saad bin Al-Rabi' datang bersama kedua putrinya dari Saad menemui Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan berkata, Ya Rasulullah, inilah putri-putri Saad bin Al-Rabi’. Ayah mereka terbunuh bersamamu sebagai syahid pada hari Uhud, dan paman mereka mengambil uang mereka dan tidak meninggalkan uang sedikit pun untuk mereka. Dan mereka tidak boleh menikah kecuali mereka mempunyai harta. Dia berkata, “Tuhan akan memutuskan hal itu.” Kemudian diturunkanlah ayat tentang warisan, dan diutuslah Rasulullah SAW To their uncle, he said, “Give two-thirds to Sa’d’s daughters and give their mother one-eighth, and whatever remains is yours.” Abu Issa mengatakan ini adalah hadits. It is good and authentic. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Abdullah bin Muhammad bin Aqil, dan ada pula yang meriwayatkannya dari Abdullah bin Muhammad bin Aqil. .
04
Jami at-Tirmidzi # 29/2093
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ, قال حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ، عَنْ أَبِي قَيْسٍ الأَوْدِيِّ، عَنْ هُزَيْلِ بْنِ شُرَحْبِيلَ، قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى أَبِي مُوسَى وَسَلْمَانَ بْنِ رَبِيعَةَ فَسَأَلَهُمَا عَنْ الاِبْنَةِ، وَابْنَةِ الاِبْنِ، وَأُخْتٍ، لأَبٍ وَأُمٍّ فَقَالاَ لِلاِبْنَةِ النِّصْفُ وَلِلأُخْتِ مِنَ الأَبِ وَالأُمِّ مَا بَقِيَ . وَقَالاَ لَهُ انْطَلِقْ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ فَاسْأَلْهُ فَإِنَّهُ سَيُتَابِعُنَا . فَأَتَى عَبْدَ اللَّهِ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ وَأَخْبَرَهُ بِمَا قَالاَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُهْتَدِينَ وَلَكِنْ أَقْضِي فِيهِمَا كَمَا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لِلاِبْنَةِ النِّصْفُ وَلاِبْنَةِ الاِبْنِ السُّدُسُ تَكْمِلَةَ الثُّلُثَيْنِ وَلِلأُخْتِ مَا بَقِيَ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ . وَأَبُو قَيْسٍ الأَوْدِيُّ اسْمُهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَرْوَانَ الْكُوفِيُّ وَقَدْ رَوَاهُ شُعْبَةُ عَنْ أَبِي قَيْسٍ .
Al-Hasan bin Arafa menceritakan kepada kami, katanya, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, atas wewenang Sufyan Al-Thawri, atas wewenang Abu Qays Al-Awdi, atas wewenang Huzail bin Shurahbil, katanya. Seorang laki-laki mendatangi Abu Musa dan Salman bin Rabi’ah dan bertanya kepada mereka tentang anak perempuan, anak perempuan dari anak laki-laki, dan saudara perempuan dari ayah dan ibu. Mereka berkata kepada putrinya. Separuh sisanya menjadi milik saudara perempuan dari ayah dan ibu. Mereka berkata kepadanya, “Temui Abdullah dan tanyakan padanya, karena dia akan mengikuti kita.” Lalu Abdullah datang. Jadi dia menyebutkan hal itu kepadanya dan menceritakan kepadanya apa yang mereka katakan. Abdullah berkata, “Kalau begitu aku sesat, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk, tapi aku akan menilai mereka sesuai dengan keputusan Rasulullah.” Ya Tuhan, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, mendapatkan separuh anak perempuan, anak perempuan anak laki-laki mendapatkan seperenam, penyelesaian dua pertiga, dan saudara perempuan mendapatkan apa yang tersisa. Abu Issa mengatakan ini adalah hadis yang baik. Nama Abu Qais Al-Awdi adalah Abd al-Rahman bin Tharwan al-Kufi, dan Shu'bah meriwayatkannya atas wewenang Abu Qais.
05
Jami at-Tirmidzi # 29/2094
حَدَّثَنَا بُنْدَارٌ، قال حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الْحَارِثِ، عَنْ عَلِيٍّ، أَنَّهُ قَالَ إِنَّكُمْ تَقْرَءُونَ هَذِهِ الآيَةَ : (مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوصُونَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ ) وَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَضَى بِالدَّيْنِ قَبْلَ الْوَصِيَّةِ وَإِنَّ أَعْيَانَ بَنِي الأُمِّ يَتَوَارَثُونَ دُونَ بَنِي الْعَلاَّتِ الرَّجُلُ يَرِثُ أَخَاهُ لأَبِيهِ وَأُمِّهِ دُونَ أَخِيهِ لأَبِيهِ .
حَدَّثَنَا بُنْدَارٌ، قال حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَخْبَرَنَا زَكَرِيَّا بْنُ أَبِي زَائِدَةَ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الْحَارِثِ، عَنْ عَلِيٍّ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم بِمِثْلِهِ .
حَدَّثَنَا بُنْدَارٌ، قال حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَخْبَرَنَا زَكَرِيَّا بْنُ أَبِي زَائِدَةَ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الْحَارِثِ، عَنْ عَلِيٍّ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم بِمِثْلِهِ .
Bundar memberitahu kami, katanya, Yazid bin Harun memberi tahu kami, Sufyan memberi tahu kami, atas otoritas Abu Ishaq, atas otoritas Al-Harits, atas otoritas Ali, bahwa dia mengatakan bahwa Anda Anda membaca ayat ini: (Setelah wasiat yang Anda buat atau hutang) dan bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, melunasi hutang sebelum wasiat. Dan anak laki-laki bangsawan dari pihak ibulah yang mewarisi, bukan anak laki-laki dari kaum. Seorang laki-laki mewarisi dari saudara laki-lakinya kepada ayah dan ibunya, dan bukan dari saudara laki-lakinya kepada ayahnya. Pindar memberi tahu kami, katanya. Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Zakaria bin Abi Zaida menceritakan kepada kami, atas otoritas Abu Ishaq, atas otoritas Al-Harits, atas otoritas Ali, atas otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Dengan hal yang sama...
06
Jami at-Tirmidzi # 29/2095
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، قال حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قال حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ، عَنِ الْحَارِثِ، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَّ أَعْيَانَ بَنِي الأُمِّ يَتَوَارَثُونَ دُونَ بَنِي الْعَلاَّتِ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الْحَارِثِ عَنْ عَلِيٍّ . وَقَدْ تَكَلَّمَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي الْحَارِثِ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ عَامَّةِ أَهْلِ الْعِلْمِ .
Ibnu Abi Umar menceritakan kepada kami, katanya, Sufyan menceritakan kepada kami, katanya, Abu Ishaq menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Harits, atas wewenang Ali, katanya, Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, memutuskan bahwa para bangsawan Keturunan ibu mewarisi dari keturunan marga. Abu Issa berkata: Ini adalah hadits yang tidak kami ketahui kecuali dari hadits Abu Ishaq berdasarkan riwayat Al-Harits, atas wewenang Ali. Sebagian ulama telah berbicara tentang Al-Harits, dan hadits ini berdasarkan pendapat umum para ulama.
07
Jami at-Tirmidzi # 29/2096
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، قال حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَعْدٍ، أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ أَبِي قَيْسٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ جَاءَنِي رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَعُودُنِي وَأَنَا مَرِيضٌ فِي بَنِي سَلِمَةَ فَقُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ كَيْفَ أَقْسِمُ مَالِي بَيْنَ وَلَدِي فَلَمْ يَرُدَّ عَلَىَّ شَيْئًا فَنَزَلَتْ : (يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلاَدِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الأُنْثَيَيْنِ ) الآيَةَ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَقَدْ رَوَاهُ شُعْبَةُ وَابْنُ عُيَيْنَةَ وَغَيْرُهُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرٍ.
Abdul bin Humaid menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdul Rahman bin Saad menceritakan kepada kami, Amr bin Abi Qais menceritakan kepada kami, atas wewenang Muhammad bin Al-Munkadir, atas wewenang Jabir bin Abdullah, dia berkata, Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, datang mengunjungi saya ketika saya sakit di Bani Salamah, maka saya berkata, Wahai Nabi Allah, bagaimana saya harus membagi harta saya? di antara anak-anakku, namun dia sama sekali tidak menjawab kepadaku, maka diturunkanlah ayat: (Allah memerintahkan kepadamu mengenai anak-anakmu, bagi laki-laki bagian dari dua perempuan) ayat tersebut. kata Abu Issa. Ini adalah hadis yang hasan dan shahih. Diriwayatkan oleh Syu’bah, Ibnu Uyaynah dan lain-lain, atas wewenang Muhammad bin Al-Munkadir, atas wewenang Jabir.
08
Jami at-Tirmidzi # 29/2097
حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ الصَّبَّاحِ الْبَغْدَادِيُّ، قال أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، قال أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْكَدِرِ، سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، يَقُولُ مَرِضْتُ فَأَتَانِي رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَعُودُنِي فَوَجَدَنِي قَدْ أُغْمِيَ عَلَىَّ فَأَتَى وَمَعَهُ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَهُمَا مَاشِيَانِ فَتَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَصَبَّ عَلَىَّ مِنْ وَضُوئِهِ فَأَفَقْتُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ أَقْضِي فِي مَالِي أَوْ كَيْفَ أَصْنَعُ فِي مَالِي فَلَمْ يُجِبْنِي شَيْئًا وَكَانَ لَهُ تِسْعُ أَخَوَاتٍ حَتَّى نَزَلَتْ آيَةُ الْمِيرَاثِ : (يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلاَلَةِ ) الآيَةَ . قَالَ جَابِرٌ فِيَّ نَزَلَتْ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
Al-Fadl bin Al-Sabbah Al-Baghdadi menceritakan kepada kami, ia berkata, Sufyan bin Uyaynah menceritakan kepada kami, ia berkata, Muhammad bin Al-Munkadir menceritakan kepada kami, Jabir bin Abdullah mendengar, Ia berkata: Aku jatuh sakit, maka Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, datang mengunjungiku dan menemukanku pingsan, maka ia datang bersama Abu Bakr dan Umar. Ketika mereka sedang berjalan, Rasulullah SAW berwudhu dan sebagian wudhunya dicurahkan kepadaku, lalu aku terbangun dan berkata, Wahai Rasulullah, bagaimana aku membelanjakan uangku atau bagaimana aku menggunakannya? Uangku, dia tidak menjawabku sama sekali, dan dia mempunyai sembilan saudara perempuan sampai ayat tentang warisan diturunkan: (Mereka meminta fatwa kepadamu. Katakanlah, “Allah akan memberimu fatwa.”) Dalam Al-Kalaala (ayat). Jabir berkata, “Diwahyukan tentang aku.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang baik dan shahih.”
09
Jami at-Tirmidzi # 29/2098
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، حَدَّثَنَا ابْنُ طَاوُسٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ
" أَلْحِقُوا الْفَرَائِضَ بِأَهْلِهَا فَمَا بَقِيَ فَهُوَ لأَوْلَى رَجُلٍ ذَكَرٍ " .
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَقَدْ رَوَى بَعْضُهُمْ عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مُرْسَلاً .
" أَلْحِقُوا الْفَرَائِضَ بِأَهْلِهَا فَمَا بَقِيَ فَهُوَ لأَوْلَى رَجُلٍ ذَكَرٍ " .
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَقَدْ رَوَى بَعْضُهُمْ عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مُرْسَلاً .
Abdullah bin Abdul Rahman menceritakan kepada kami, Muslim bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Wahib menceritakan kepada kami, Ibnu Tawus menceritakan kepada kami, atas otoritas bapaknya, atas otoritas Ibnu Abbas, atas otoritas Nabi Muhammad SAW, yang bersabda, “Serahkan kewajiban kepada mereka yang berhak, dan sisanya adalah untuk laki-laki yang paling berhak.” Abd ibn memberitahu kami. Humaid, Abdul Razzaq menceritakan kepada kami, atas wewenang Muammar, atas wewenang Ibnu Tawus, atas wewenang bapaknya, atas wewenang Ibnu Abbas, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, dan sejenisnya. Abu berkata: Isa, ini adalah hadis yang baik, dan sebagian dari mereka meriwayatkannya berdasarkan otoritas Ibnu Tawus, berdasarkan otoritas ayahnya, berdasarkan otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, sebagai seorang utusan.
10
Jami at-Tirmidzi # 29/2099
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ، قال حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ يَحْيَى، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ، قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ إِنَّ ابْنِي مَاتَ فَمَا لِي فِي مِيرَاثِهِ قَالَ " لَكَ السُّدُسُ " . فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ " لَكَ سُدُسٌ آخَرُ " . فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ قَالَ " إِنَّ السُّدُسَ الآخَرَ طُعْمَةٌ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَفِي الْبَابِ عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ .
Al-Hasan bin Arafa menceritakan kepada kami, katanya, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, atas wewenang Hammam bin Yahya, atas wewenang Qatada, atas wewenang Al-Hasan, atas wewenang Imran bin Husain, Dia berkata: Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan berkata, “Anakku telah meninggal, lalu warisan apa yang aku miliki?” Dia berkata, “Yang keenam adalah milikmu.” Ketika dia pergi, dia meneleponnya. Dia berkata, “Kamu punya yang keenam lagi.” Ketika dia selesai, dia memanggilnya dan berkata, “Yang keenam adalah makan.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang baik dan shahih.” Dan pada bab tentang Maqil bin Yasar.
11
Jami at-Tirmidzi # 29/2100
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، قال حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قال حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ، قَالَ مَرَّةً قَالَ قَبِيصَةُ وَقَالَ مَرَّةً رَجُلٌ عَنْ قَبِيصَةَ بْنِ ذُؤَيْبٍ قَالَ جَاءَتِ الْجَدَّةُ أُمُّ الأُمِّ أَوْ أُمُّ الأَبِ إِلَى أَبِي بَكْرٍ فَقَالَتْ إِنَّ ابْنَ ابْنِي أَوِ ابْنَ بِنْتِي مَاتَ وَقَدْ أُخْبِرْتُ أَنَّ لِي فِي كِتَابِ اللَّهِ حَقًّا . فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ مَا أَجِدُ لَكِ فِي الْكِتَابِ مِنْ حَقٍّ وَمَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَضَى لَكِ بِشَيْءٍ وَسَأَسْأَلُ النَّاسَ . قَالَ فَسَأَلَ فَشَهِدَ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَعْطَاهَا السُّدُسَ . قَالَ وَمَنْ سَمِعَ ذَلِكَ مَعَكَ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ . قَالَ فَأَعْطَاهَا السُّدُسَ ثُمَّ جَاءَتِ الْجَدَّةُ الأُخْرَى الَّتِي تُخَالِفُهَا إِلَى عُمَرَ . قَالَ سُفْيَانُ وَزَادَنِي فِيهِ مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ وَلَمْ أَحْفَظْهُ عَنِ الزُّهْرِيِّ وَلَكِنْ حَفِظْتُهُ مِنْ مَعْمَرٍ أَنَّ عُمَرَ قَالَ إِنِ اجْتَمَعْتُمَا فَهُوَ لَكُمَا وَأَيَّتُكُمَا انْفَرَدَتْ بِهِ فَهُوَ لَهَا .
Ibnu Abi Umar meriwayatkan kepada kami, katanya, Sufyan meriwayatkan kepada kami, katanya, Al-Zuhri meriwayatkan kepada kami, ia pernah berkata, kata Qubaisa, dan pada suatu kesempatan ada seorang laki-laki yang berkata, atas wewenang Qubaisa bin Dhu'ayb, katanya Nenek, ibu dari ibu, atau ibu dari ayah, mendatangi Abu Bakar dan mengatakan bahwa putra dari putraku atau putra dari putriku telah meninggal, dan aku diberitahu bahwa aku mempunyai surat di Tuhan sungguh. Abu Bakar berkata, “Saya tidak menemukan kebenaran apa pun bagi Anda di dalam kitab tersebut, dan saya belum pernah mendengar Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memutuskan apa pun untuk Anda, tetapi saya akan bertanya kepada orang-orang.” Dia berkata, lalu dia bertanya, dan Al-Mughirah bin Shu'bah bersaksi bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memberinya keenam. Dia berkata, dan siapa pun yang mendengarnya bersamamu berkata Muhammad bin Maslamah. Dia berkata, jadi dia memberinya yang keenam, dan kemudian nenek lain yang tidak setuju dengannya datang ke Omar. kata Sufyan, dan Ma’mar menambahkan lagi padaku tentang hal itu. Berdasarkan hadis al-Zuhri, dan aku tidak menghafalnya dari al-Zuhri, melainkan aku menghafalnya dari Ma`mar, bahwa Umar berkata, “Jika kalian berdua berkumpul, maka itu milik kalian, dan kalian Dia sendirian dengannya dan dia miliknya
12
Jami at-Tirmidzi # 29/2101
حَدَّثَنَا الأَنْصَارِيُّ، حَدَّثَنَا مَعْنٌ، قال حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ إِسْحَاقَ بْنِ خَرَشَةَ، عَنْ قَبِيصَةَ بْنِ ذُؤَيْبٍ، قَالَ جَاءَتِ الْجَدَّةُ إِلَى أَبِي بَكْرٍ تَسْأَلُهُ مِيرَاثَهَا . قَالَ فَقَالَ لَهَا مَا لَكِ فِي كِتَابِ اللَّهِ شَيْءٌ وَمَا لَكِ فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم شَيْءٌ فَارْجِعِي حَتَّى أَسْأَلَ النَّاسَ . فَسَأَلَ النَّاسَ فَقَالَ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ حَضَرْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَأَعْطَاهَا السُّدُسَ . فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ هَلْ مَعَكَ غَيْرُكَ فَقَامَ مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ الأَنْصَارِيُّ فَقَالَ مِثْلَ مَا قَالَ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ فَأَنْفَذَهُ لَهَا أَبُو بَكْرٍ . قَالَ ثُمَّ جَاءَتِ الْجَدَّةُ الأُخْرَى إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ تَسْأَلُهُ مِيرَاثَهَا فَقَالَ مَا لَكِ فِي كِتَابِ اللَّهِ شَيْءٌ وَلَكِنْ هُوَ ذَاكَ السُّدُسُ فَإِنِ اجْتَمَعْتُمَا فِيهِ فَهُوَ بَيْنَكُمَا وَأَيَّتُكُمَا خَلَتْ بِهِ فَهُوَ لَهَا . قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنْ بُرَيْدَةَ . وَهَذَا أَحْسَنُ وَهُوَ أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ عُيَيْنَةَ .
Al-Ansari meriwayatkan kepada kami, Ma’an meriwayatkan kepada kami, katanya Malik meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ibnu Shihab, atas wewenang Utsman bin Ishaq bin Kharsha, atas wewenang Qubaisa bin Dhu’ayb, dia berkata, “Nenek itu datang kepada Abu Bakar menanyakan kepadanya tentang harta warisannya.” Beliau bersabda, “Kamu tidak mempunyai apapun dalam Kitab Allah, dan kamu tidak mempunyai apapun dalam Sunnah Rasulullah.” Tuhan memberkati Semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, jadi kembalilah agar saya bisa bertanya kepada orang-orang. Dia bertanya kepada orang-orang, dan dia berkata: Al-Mughirah bin Shu'bah menghadiri Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia memberinya seperenam. Dia berkata: Abu Bakar, apakah ada orang lain yang bersamamu? Kemudian Muhammad bin Maslamah Al-Ansari berdiri dan mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan Al-Mughirah bin Shu’bah. Jadi Abu Bakar memberikannya padanya. Dia berkata: Kemudian nenek yang lain datang menemui Umar bin Al-Khattab menanyakan kepadanya tentang harta warisannya. Dia berkata: Apa yang kamu miliki di dalam Kitab Tuhan? Tidak ada apa-apa, kecuali yang keenam itu, maka jika kalian berkumpul di dalamnya, maka itu adalah antara kalian, dan siapa di antara kalian yang sendirian dengannya, maka itu miliknya. Kata Abu Issa, dan pada bab tentang kewibawaan Buraidah. Ini lebih baik dan shahih dibandingkan hadis Ibnu Uyaynah.
13
Jami at-Tirmidzi # 29/2102
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ، قال حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سَالِمٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ فِي الْجَدَّةِ مَعَ ابْنِهَا إِنَّهَا أَوَّلُ جَدَّةٍ أَطْعَمَهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم سُدُسًا مَعَ ابْنِهَا وَابْنُهَا حَىٌّ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لاَ نَعْرِفُهُ مَرْفُوعًا إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ . - وَقَدْ وَرَّثَ بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم الْجَدَّةَ مَعَ ابْنِهَا وَلَمْ يُوَرِّثْهَا بَعْضُهُمْ .
Al-Hasan bin Arafa menceritakan kepada kami, katanya, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, atas wewenang Muhammad bin Salem, atas wewenang Al-Sha’bi, atas wewenang Masruq, atas wewenang Abdullah bin Masoud, Beliau bersabda tentang nenek dengan anaknya. Dia adalah nenek pertama yang Rasulullah SAW memberi makan seperenam makanan bersama putranya ketika putranya masih hidup. kata Abu Ya Tuhan, ini adalah sebuah hadits yang kita tidak tahu bahwa hadis ini ditelusuri kembali ke Nabi kecuali melalui rantai transmisi ini. - Sebagian sahabat Nabi Muhammad SAW, mewarisi nenek bersama putranya, namun mereka tidak mewarisinya. Beberapa di antara mereka mewarisinya.
14
Jami at-Tirmidzi # 29/2103
حَدَّثَنَا بُنْدَارٌ، قال: حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ، قال: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ، عَنْ حَكِيمِ بْنِ حَكِيمِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ حُنَيْفٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ، قَالَ كَتَبَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ إِلَى أَبِي عُبَيْدَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ
" اللَّهُ وَرَسُولُهُ مَوْلَى مَنْ لاَ مَوْلَى لَهُ وَالْخَالُ وَارِثُ مَنْ لاَ وَارِثَ لَهُ " . قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنْ عَائِشَةَ وَالْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ . وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
" اللَّهُ وَرَسُولُهُ مَوْلَى مَنْ لاَ مَوْلَى لَهُ وَالْخَالُ وَارِثُ مَنْ لاَ وَارِثَ لَهُ " . قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنْ عَائِشَةَ وَالْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ . وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
Bundar menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Ahmad Al-Zubayri menceritakan kepada kami, dia berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, atas wewenang Abdul Rahman bin Al-Harits, atas wewenang Hakim bin Hakim bin Abbad bin Hunaif, atas wewenang Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, yang berkata: Omar bin Al-Khattab menulis kepada Abu Ubaidah bahwa Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Allah dan Rasul-Nya adalah tuan bagi orang-orang yang tidak mempunyai tuan, dan paman dari pihak ibu adalah ahli waris dari orang-orang yang tidak mempunyai ahli waris.” Abu Issa berkata, dan dalam bab tentang Aisha dan Al-Miqdam bin Maadikarib. Ini adalah hadis yang baik dan shahih.
15
Jami at-Tirmidzi # 29/2104
أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، قال: أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ، عَنْ طَاوُسٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
" الْخَالُ وَارِثُ مَنْ لاَ وَارِثَ لَهُ " . وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَقَدْ أَرْسَلَهُ بَعْضُهُمْ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ عَائِشَةَ . - وَاخْتَلَفَ فِيهِ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَوَرَّثَ بَعْضُهُمُ الْخَالَ وَالْخَالَةَ وَالْعَمَّةَ وَإِلَى هَذَا الْحَدِيثِ ذَهَبَ أَكْثَرُ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي تَوْرِيثِ ذَوِي الأَرْحَامِ وَأَمَّا زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ فَلَمْ يُوَرِّثْهُمْ وَجَعَلَ الْمِيرَاثَ فِي بَيْتِ الْمَالِ .
" الْخَالُ وَارِثُ مَنْ لاَ وَارِثَ لَهُ " . وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَقَدْ أَرْسَلَهُ بَعْضُهُمْ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ عَائِشَةَ . - وَاخْتَلَفَ فِيهِ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَوَرَّثَ بَعْضُهُمُ الْخَالَ وَالْخَالَةَ وَالْعَمَّةَ وَإِلَى هَذَا الْحَدِيثِ ذَهَبَ أَكْثَرُ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي تَوْرِيثِ ذَوِي الأَرْحَامِ وَأَمَّا زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ فَلَمْ يُوَرِّثْهُمْ وَجَعَلَ الْمِيرَاثَ فِي بَيْتِ الْمَالِ .
Ishaq bin Mansour menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Asim menceritakan kepada kami, atas wewenang Ibnu Jurayj, atas wewenang Amr bin Muslim, atas wewenang Tawus, atas wewenang Aisha, dia berkata bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda, “Paman dari pihak ibu adalah ahli waris dari orang yang tidak memiliki ahli waris.” Ini adalah hadis yang bagus dan aneh. Beberapa dari mereka mengirimkannya tetapi tidak menyebutkannya. Tentang Aisyah. - Dan para sahabat Nabi Muhammad SAW berselisih pendapat tentang hal itu, dan sebagian dari mereka mewarisi paman dari pihak ibu, bibi dari pihak ibu, dan bibi dari pihak ayah, dan masih banyak lagi yang mengikuti hadits ini. Orang-orang yang berilmu dalam mewariskan harta warisan kepada kerabatnya, namun adapun Zaid bin Tsabit tidak mewariskannya kepada mereka dan memasukkan harta warisan itu ke dalam kas.
16
Jami at-Tirmidzi # 29/2105
حَدَّثَنَا بُنْدَارٌ، قال: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، قال: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الأَصْبَهَانِيِّ، عَنْ مُجَاهِدٍ، وَهُوَ ابْنُ وَرْدَانَ عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ مَوْلًى، لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَقَعَ مِنْ عِذْقِ نَخْلَةٍ فَمَاتَ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " انْظُرُوا هَلْ لَهُ مِنْ وَارِثٍ " . قَالُوا لاَ . قَالَ " فَادْفَعُوهُ إِلَى بَعْضِ أَهْلِ الْقَرْيَةِ " . وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ .
Bundar menceritakan kepada kami, dia berkata: Yazid bin Harun memberitahu kami, dia berkata: Sufyan memberitahu kami, atas wewenang Abd al-Rahman bin al-Isbahani, atas wewenang Mujahid, dan dia adalah putra Wardan, atas wewenang Urwa, atas wewenang Aisyah, bahwa seorang hamba Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, jatuh dari batang pohon palem dan meninggal, maka Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata, “Lihat apakah dia memiliki ahli waris.” Mereka berkata, “Tidak.” Katanya, “Maka berikanlah dia kepada beberapa penduduk kota.” Ini adalah hadis yang bagus.
17
Jami at-Tirmidzi # 29/2106
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، قال: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عَوْسَجَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَجُلاً، مَاتَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَلَمْ يَدَعْ وَارِثًا إِلاَّ عَبْدًا هُوَ أَعْتَقَهُ فَأَعْطَاهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم مِيرَاثَهُ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ . وَالْعَمَلُ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي هَذَا الْبَابِ إِذَا مَاتَ الرَّجُلُ وَلَمْ يَتْرُكْ عَصَبَةً أَنَّ مِيرَاثَهُ يُجْعَلُ فِي بَيْتِ مَالِ الْمُسْلِمِينَ .
Ibnu Abi Umar menceritakan kepada kami, beliau berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, atas wewenang Amr bin Dinar, atas wewenang Awsaja, atas wewenang Ibnu Abbas, bahwa ada seorang laki-laki yang meninggal pada masa pemerintahan Rasulullah. Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, tidak meninggalkan ahli waris kecuali seorang budak yang dia bebaskan, dan Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memberinya warisannya. Abu Issa mengatakan hadis ini. Bagus. Dan menurut orang-orang yang berilmu dalam hal ini, jika seseorang meninggal dunia dan tidak meninggalkan keturunan, maka harta warisannya dimasukkan ke dalam kas kaum muslimin. .
18
Jami at-Tirmidzi # 29/2107
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَخْزُومِيُّ، وَغَيْرُ، وَاحِدٍ، قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، ح وَحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ عُثْمَانَ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ " لاَ يَرِثُ الْمُسْلِمُ الْكَافِرَ وَلاَ الْكَافِرُ الْمُسْلِمَ " . حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ نَحْوَهُ . قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنْ جَابِرٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو . وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ هَكَذَا رَوَاهُ مَعْمَرٌ وَغَيْرُ وَاحِدٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ نَحْوَ هَذَا . وَرَوَى مَالِكٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ وَحَدِيثُ مَالِكٍ وَهَمٌ وَهِمَ فِيهِ مَالِكٌ وَقَدْ رَوَاهُ بَعْضُهُمْ عَنْ مَالِكٍ فَقَالَ عَنْ عَمْرِو بْنِ عُثْمَانَ وَأَكْثَرُ أَصْحَابِ مَالِكٍ قَالُوا عَنْ مَالِكٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ عُثْمَانَ وَعَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ هُوَ مَشْهُورٌ مِنْ وَلَدِ عُثْمَانَ وَلاَ يُعْرَفُ عُمَرُ بْنُ عُثْمَانَ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ وَاخْتَلَفَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي مِيرَاثِ الْمُرْتَدِّ فَجَعَلَ أَكْثَرُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصَحْابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمُ الْمَالَ لِوَرَثَتِهِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ . وَقَالَ بَعْضُهُمْ لاَ يَرِثُهُ وَرَثَتُهُ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَاحْتَجُّوا بِحَدِيثِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم " لاَ يَرِثُ الْمُسْلِمُ الْكَافِرَ " . وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ .
Saeed bin Abdul-Rahman Al-Makhzoumi, dan lebih dari satu orang, meriwayatkan kepada kami. Mereka berkata, Sufyan meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-Zuhri, H., dan Ali bin Hajar meriwayatkan kepada kami, Husyaym meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Ali bin Husain, atas wewenang Amr bin Utsman, atas wewenang Usama bin Zayd, bahwa Rasulullah SAW, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian. Beliau bersabda, “Orang Islam tidak mendapat warisan dari orang kafir, dan orang kafir tidak mendapat warisan dari orang Islam.” Ibnu Abi Umar menceritakan kepada kita, Sufyan menceritakan kepada kita, Al-Zuhri menceritakan hal serupa. Kata Abu Issa, dan dalam bab ini tentang kekuasaan Jabir dan Abdullah bin Amr. Ini adalah hadis yang hasan dan shahih. Itu diriwayatkan oleh Muammar dan lebih dari satu orang atas otoritasnya Al-Zuhri serupa dengan ini. Malik meriwayatkan atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Ali bin Husain, atas wewenang Umar bin Utsman, atas wewenang Usama bin Zayd, atas wewenang Nabi Muhammad SAW. Demikian pula dengan hadits Malik, “Dan mereka dan mereka,” yang di dalamnya ada Malik, dan sebagian dari mereka meriwayatkan berdasarkan wewenang Malik, dan dia mengatakannya berdasarkan wewenang Amr bin Utsman dan sebagian besar sahabat. Malik Mereka mengatakan atas wewenang Malik atas wewenang Umar bin Utsman dan Amr bin Utsman bin Affan. Ia adalah putra Utsman yang terkenal, namun Omar bin Utsman tidak dikenal. Hadits ini dianut oleh para ahli ilmu, dan sebagian ahli ilmu berbeda pendapat mengenai warisan orang murtad, sehingga sebagian besar ahli ilmu menjadikan Para sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan yang lain memberikan uang kepada ahli waris Muslimnya. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa ahli warisnya yang beragama Islam tidak boleh mewarisinya, dan mereka menggunakan hadis sebagai dalilnya. Nabi SAW, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, “Seorang Muslim tidak mewarisi dari orang kafir.” Demikian pendapat Al-Syafi’i.
19
Jami at-Tirmidzi # 29/2108
حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ، قال: حَدَّثَنَا حُصَيْنُ بْنُ نُمَيْرٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ
" لاَ يَتَوَارَثُ أَهْلُ مِلَّتَيْنِ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لاَ نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ جَابِرٍ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى .
" لاَ يَتَوَارَثُ أَهْلُ مِلَّتَيْنِ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لاَ نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ جَابِرٍ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى .
Humayd bin Masada meriwayatkan kepada kami, dia berkata: Husain bin Numayr meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ibnu Abi Laila, atas wewenang Abu Al-Zubair, atas wewenang Jabir, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, yang bersabda, “Orang-orang yang berbeda agama tidak akan mewarisi satu sama lain.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadits yang tidak kami ketahui sebagai hadits Jabir kecuali dari hadits Ibnu Abi Laila. .
20
Jami at-Tirmidzi # 29/2109
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، قال: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ
" الْقَاتِلُ لاَ يَرِثُ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لاَ يَصِحُّ وَلاَ يُعْرَفُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ . وَإِسْحَاقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي فَرْوَةَ قَدْ تَرَكَهُ بَعْضُ أَهْلِ الْحَدِيثِ مِنْهُمْ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ الْقَاتِلَ لاَ يَرِثُ كَانَ الْقَتْلُ عَمْدًا أَوْ خَطَأً . وَقَالَ بَعْضُهُمْ إِذَا كَانَ الْقَتْلُ خَطَأً فَإِنَّهُ يَرِثُ وَهُوَ قَوْلُ مَالِكٍ .
" الْقَاتِلُ لاَ يَرِثُ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لاَ يَصِحُّ وَلاَ يُعْرَفُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ . وَإِسْحَاقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي فَرْوَةَ قَدْ تَرَكَهُ بَعْضُ أَهْلِ الْحَدِيثِ مِنْهُمْ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ الْقَاتِلَ لاَ يَرِثُ كَانَ الْقَتْلُ عَمْدًا أَوْ خَطَأً . وَقَالَ بَعْضُهُمْ إِذَا كَانَ الْقَتْلُ خَطَأً فَإِنَّهُ يَرِثُ وَهُوَ قَوْلُ مَالِكٍ .
Qutaibah menceritakan kepada kami, beliau berkata: Al-Layth menceritakan kepada kami, atas wewenang Ishaq bin Abdullah, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Humaid bin Abdul Rahman, atas wewenang Abu Hurairah, Atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Pembunuh tidak mendapat warisan.” Abu Issa berkata: Hadits ini tidak shahih dan tidak diketahui kecuali dari sumber ini. Ishaq bin Abdullah bin Abi Farwa ditinggalkan oleh sebagian ulama hadis, termasuk Ahmad bin Hanbal. Hal ini harus ditindaklanjuti ketika... Para ahli ilmu mengatakan bahwa si pembunuh tidak mendapat warisan, baik pembunuhan itu disengaja atau tidak. Ada pula yang mengatakan, jika pembunuhan itu karena kesalahan, maka dia mendapat warisan, sedangkan itu adalah perkataan Malik…
21
Jami at-Tirmidzi # 29/2110
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، وَأَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، وَغَيْرُ، وَاحِدٍ، قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، قَالَ قَالَ عُمَرُ الدِّيَةُ عَلَى الْعَاقِلَةِ وَلاَ تَرِثُ الْمَرْأَةُ مِنْ دِيَةِ زَوْجِهَا شَيْئًا . فَأَخْبَرَهُ الضَّحَّاكُ بْنُ سُفْيَانَ الْكِلاَبِيُّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَتَبَ إِلَيْهِ أَنْ وَرِّثِ امْرَأَةَ أَشْيَمَ الضِّبَابِيِّ مِنْ دِيَةِ زَوْجِهَا . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
Qutaybah, Ahmad bin Mani’, dan lebih dari satu orang meriwayatkan kepada kami. Mereka berkata: Sufyan bin Uyaynah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Sa’id bin Al-Musayyab, dia berkata: Umar mengatakan bahwa uang darah itu wajib bagi seorang wanita yang belum menikah, dan wanita itu tidak mewarisi apa pun dari uang darah suaminya. Al-Dahhak ibn Sufyan Al-Kalabi menceritakan hal itu kepadanya Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, menulis kepadanya tentang pewarisan istri Ashim al-Dhababi dari uang darah suaminya. Abu Issa mengatakan ini adalah hadis yang baik dan shahih.
22
Jami at-Tirmidzi # 29/2111
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، قال حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَضَى فِي جَنِينِ امْرَأَةٍ مِنْ بَنِي لَحْيَانَ سَقَطَ مَيِّتًا بِغُرَّةٍ عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ ثُمَّ إِنَّ الْمَرْأَةَ الَّتِي قُضِيَ عَلَيْهَا بِالْغُرَّةِ تُوُفِّيَتْ فَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَّ مِيرَاثَهَا لِبَنِيهَا وَزَوْجِهَا وَأَنَّ عَقْلَهَا عَلَى عَصَبَتِهَا . قَالَ أَبُو عِيسَى وَرَوَى يُونُسُ هَذَا الْحَدِيثَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ وَرَوَاهُ مَالِكٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَمَالِكٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مُرْسَلٌ .
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, katanya, Al-Layth meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ibnu Shihab, atas wewenang Sa'id bin Al-Musayyab, atas wewenang Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW, diadili di Jenin. Seorang perempuan dari Bani Lahyan terjatuh mati sebagai budak laki-laki atau perempuan, kemudian perempuan yang diadili karena terkejut itu meninggal dunia. Maka Rasulullah SAW memutuskan bahwa warisannya adalah untuk anak laki-lakinya dan suaminya, dan warisannya ada pada saudara perempuannya. Abu Issa berkata, dan Yunus meriwayatkan hal ini. Hadits dari Imam Zuhri, dari Sa’id bin Al-Musayyab, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad SAW, serupa dengan hadis tersebut, dan diriwayatkan oleh Malik dari Al-Zuhri, atas wewenang Abu Salamah, atas wewenang Abu Hurairah, dan Malik, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Sa’id bin Al-Musayyab, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, mursal.
23
Jami at-Tirmidzi # 29/2112
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، قال: حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، وَابْنُ، نُمَيْرٍ وَوَكِيعٌ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَوْهَبٍ، وَقَالَ، بَعْضُهُمْ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ وَهْبٍ، عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ، قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا السُّنَّةُ فِي الرَّجُلِ مِنْ أَهْلِ الشِّرْكِ يُسْلِمُ عَلَى يَدَىْ رَجُلٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " هُوَ أَوْلَى النَّاسِ بِمَحْيَاهُ وَمَمَاتِهِ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ وَهْبٍ وَيُقَالُ ابْنُ مَوْهَبٍ عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ . وَقَدْ أَدْخَلَ بَعْضُهُمْ بَيْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ وَهْبٍ وَبَيْنَ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ قَبِيصَةَ بْنَ ذُؤَيْبٍ وَلاَ يَصِحُّ رَوَاهُ يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عُمَرَ وَزَادَ فِيهِ قَبِيصَةَ بْنَ ذُؤَيْبٍ وَهُوَ عِنْدِي لَيْسَ بِمُتَّصِلٍ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَقَالَ بَعْضُهُمْ يُجْعَلُ مِيرَاثُهُ فِي بَيْتِ الْمَالِ وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ وَاحْتَجَّ بِحَدِيثِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم " أَنَّ الْوَلاَءَ لِمَنْ أَعْتَقَ " .
Abu Kuraib menceritakan kepada kami, beliau berkata: Abu Usamah, Ibnu, Numayr dan Waki’ menceritakan kepada kami atas wewenang Abdul Aziz bin Umar bin Abdul Aziz, atas wewenang Abdullah bin Mawhib, dan sebagian dari mereka mengatakan, atas wewenang Abdullah bin Wahb, atas wewenang Tamim al-Dari, katanya, aku bertanya kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, apa sunnahnya? Seorang laki-laki dari kalangan musyrik mengucapkan salam di tangan seorang laki-laki dari kalangan Islam, dan Rasulullah SAW bersabda, “Dialah orang yang paling dekat dalam hidup dan matinya.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadits yang tidak kami ketahui kecuali dari hadits Abdullah bin Wahb, dan dikatakan Ibnu Mawhib atas wewenang Tamim al-Dari. Ada pula yang masuk antara Abdullah bin Wahb dan Tamim al-Dari Qabaisa bin Dhu’ayb, dan itu tidak shahih. Diriwayatkan oleh Yahya bin Hamzah dari Abdul Al-Aziz bin Omar, dan ditambahkan oleh Qubaisah bin Dhu’ayb, namun menurut saya tidak ada sangkut pautnya. Hadits ini berdasarkan pendapat sebagian ulama. Ada pula yang berpendapat bahwa harta warisannya harus dimasukkan ke dalam kas, hal ini merupakan pendapat Syafi’i, dan ia menggunakan hadis Nabi Muhammad SAW sebagai dalilnya, “Kesetiaan adalah milik orang yang merdeka.”
24
Jami at-Tirmidzi # 29/2113
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، قال حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ
" أَيُّمَا رَجُلٍ عَاهَرَ بِحُرَّةٍ أَوْ أَمَةٍ فَالْوَلَدُ وَلَدُ زِنَا لاَ يَرِثُ وَلاَ يُورَثُ " . قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رَوَى غَيْرُ ابْنِ لَهِيعَةَ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ وَلَدَ الزِّنَا لاَ يَرِثُ مِنْ أَبِيهِ.
" أَيُّمَا رَجُلٍ عَاهَرَ بِحُرَّةٍ أَوْ أَمَةٍ فَالْوَلَدُ وَلَدُ زِنَا لاَ يَرِثُ وَلاَ يُورَثُ " . قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رَوَى غَيْرُ ابْنِ لَهِيعَةَ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ وَلَدَ الزِّنَا لاَ يَرِثُ مِنْ أَبِيهِ.
Qutaibah menceritakan kepada kami, Ibnu Lahi’ah menceritakan kepada kami, atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya, bahwa Rasulullah SAW, bersabda, “Jika seorang laki-laki melakukan pelacuran dengan perempuan merdeka atau budak perempuan, maka anak yang dilahirkan dari hasil zina itu tidak mendapat warisan dan tidak mewariskan.” Abu Issa berkata, dan lebih dari Ibnu Lahi’ah meriwayatkan hadits ini. Atas wewenang Amr bin Shuaib. Adapun amalan ini menurut ahli ilmu adalah bahwa anak hasil zina tidak mendapat warisan dari bapaknya.
25
Jami at-Tirmidzi # 29/2114
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، قال: حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ
" يَرِثُ الْوَلاَءَ مَنْ يَرِثُ الْمَالَ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لَيْسَ إِسْنَادُهُ بِالْقَوِيِّ .
" يَرِثُ الْوَلاَءَ مَنْ يَرِثُ الْمَالَ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لَيْسَ إِسْنَادُهُ بِالْقَوِيِّ .
Qutaibah menceritakan kepada kami, beliau berkata: Ibnu Lahi’ah menceritakan kepada kami, atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Kesetiaan diwarisi dari siapa pun yang mewarisi kekayaan.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang rantai narasinya tidak kuat.
26
Jami at-Tirmidzi # 29/2115
حَدَّثَنَا هَارُونُ أَبُو مُوسَى الْمُسْتَمْلِيُّ الْبَغْدَادِيُّ، قال: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ، قال: حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ رُؤْبَةَ التَّغْلِبِيُّ، عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَبِي بُسْرٍ النَّصْرِيِّ، عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الأَسْقَعِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
" الْمَرْأَةُ تَحُوزُ ثَلاَثَةَ مَوَارِيثَ عَتِيقَهَا وَلَقِيطَهَا وَوَلَدَهَا الَّذِي لاَعَنَتْ عَلَيْهِ " . هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ يُعْرَفُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ مُحَمَّدِ بْنِ حَرْبٍ .
" الْمَرْأَةُ تَحُوزُ ثَلاَثَةَ مَوَارِيثَ عَتِيقَهَا وَلَقِيطَهَا وَوَلَدَهَا الَّذِي لاَعَنَتْ عَلَيْهِ " . هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ يُعْرَفُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ مُحَمَّدِ بْنِ حَرْبٍ .
Harun Abu Musa Al-Mustamli Al-Baghdadi meriwayatkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Harb meriwayatkan kepada kami, dia berkata: Umar bin Ru’bah Al-Taghlabi meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abd Al-Wahid bin Abdullah Abi Busr Al-Nasri, atas wewenang Wathilah bin Al-Asqa’, berkata: Rasulullah SAW, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, “Seorang wanita memiliki “Tiga warisan: laki-lakinya yang merdeka, anaknya yang terlantar, dan anaknya yang dikutuknya.” Ini adalah hadis yang bagus dan aneh yang hanya diketahui dari sudut pandang ini. Hadits Muhammad bin Harb...