Kurban
Kembali ke Bab
01
Jami at-Tirmidzi # 19/1493
حَدَّثَنَا أَبُو عَمْرٍو، مُسْلِمُ بْنُ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ الْحَذَّاءُ الْمَدَنِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَافِعٍ الصَّائِغُ أَبُو مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِي الْمُثَنَّى، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ " مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا " . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ وَزَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ . وَأَبُو الْمُثَنَّى اسْمُهُ سُلَيْمَانُ بْنُ يَزِيدَ . رَوَى عَنْهُ ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ . - قَالَ أَبُو عِيسَى وَيُرْوَى عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ " فِي الأُضْحِيَةِ لِصَاحِبِهَا بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ " . وَيُرْوَى " بِقُرُونِهَا " .
Abu Amr, Muslim bin Amr bin Muslim, si sepatu Madani, menceritakan kepada kami. Abdullah bin Nafi’ al-Sayegh, Abu Muhammad, menceritakan kepada kami, atas wewenang Abu Al-Muthanna, atas wewenang Hisham bin Urwa, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Aisyah, bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: “Tidak ada manusia yang akan melakukan amal apa pun pada Hari Kurban.” lebih dicintai Allah daripada menumpahkan darah. Sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya, dan darah Allah akan berjatuhan di suatu tempat. Sebelum jatuh dari bumi, berkatilah jiwamu dengan itu.” Katanya, dan atas wewenang Imran bin Husain dan Zaid bin Arqam. Abu Ya Tuhan, ini adalah hadis yang bagus dan aneh. Kita tidak mengetahuinya dari hadis Hisyam bin Urwa kecuali dari sumber ini. Nama Abu Al-Muthanna adalah Sulaiman bin Yazid. Diriwayatkan atas wewenang Ibnu Abi Fudaik. - Abu Issa berkata, dan diriwayatkan atas wewenang Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bahwa dia berkata, “Dalam pengorbanan untuk pemiliknya Dengan semua “Rambut yang indah.” Diriwayatkan juga “dengan tanduknya.”
02
Jami at-Tirmidzi # 19/1494
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَلِيٍّ وَعَائِشَةَ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي أَيُّوبَ وَجَابِرٍ وَأَبِي الدَّرْدَاءِ وَأَبِي رَافِعٍ وَابْنِ عُمَرَ وَأَبِي بَكْرَةَ أَيْضًا . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Abu Awanah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Qatada, atas wewenang Anas bin Malik, yang berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, menyembelih dua ekor domba jantan yang diasinkan. Dua buah tanduk bertanduk dua yang disembelihnya dengan tangannya, lalu dia berseru dan mengucapkan “Allahu Akbar” dan meletakkan kakinya di sisi kedua tanduk tersebut. Katanya, dan pada bab tentang kekuasaan Ali, Aisyah, dan Abu Hurairah Dan Abu Ayyub, Jabir, Abu Al-Darda’, Abu Rafi’, Ibnu Umar, dan Abu Bakar juga. Abu Issa mengatakan ini adalah hadis yang baik dan shahih.
03
Jami at-Tirmidzi # 19/1495
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ الْمُحَارِبِيُّ الْكُوفِيُّ، حَدَّثَنَا شَرِيكٌ، عَنْ أَبِي الْحَسْنَاءِ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ حَنَشٍ، عَنْ عَلِيٍّ، أَنَّهُ كَانَ يُضَحِّي بِكَبْشَيْنِ أَحَدُهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَالآخَرُ عَنْ نَفْسِهِ، فَقِيلَ لَهُ فَقَالَ أَمَرَنِي بِهِ يَعْنِي النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم - فَلاَ أَدَعُهُ أَبَدًا . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ شَرِيكٍ . وَقَدْ رَخَّصَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنْ يُضَحَّى عَنِ الْمَيِّتِ وَلَمْ يَرَ بَعْضُهُمْ أَنْ يُضَحَّى عَنْهُ . وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ أَحَبُّ إِلَىَّ أَنْ يُتَصَدَّقَ عَنْهُ وَلاَ يُضَحَّى عَنْهُ وَإِنْ ضَحَّى فَلاَ يَأْكُلْ مِنْهَا شَيْئًا وَيَتَصَدَّقْ بِهَا كُلِّهَا . قَالَ مُحَمَّدٌ قَالَ عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ وَقَدْ رَوَاهُ غَيْرُ شَرِيكٍ . قُلْتُ لَهُ أَبُو الْحَسْنَاءِ مَا اسْمُهُ فَلَمْ يَعْرِفْهُ . قَالَ مُسْلِمٌ اسْمُهُ الْحَسَنُ .
Muhammad bin Ubaid Al-Muharbi Al-Kufi menceritakan kepada kami, Sharik menceritakan kepada kami, atas otoritas Abu Al-Hasna, atas otoritas Al-Hakam, atas otoritas Hanash, atas otoritas Ali, bahwa dia biasa berkurban Dengan dua ekor domba jantan, satu atas nama Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan yang lainnya atas namanya sendiri. Dia diberitahu, dan dia berkata, “Dia memerintahkanku untuk melakukannya,” artinya Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Jadi aku tidak akan pernah meninggalkannya. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang aneh. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadis Syarik. Sebagian orang yang berilmu telah membolehkan berkurban atas nama orang yang sudah meninggal, dan sebagian lagi tidak berpendapat bahwa hendaknya dilakukan kurban atas nama orang tersebut. Dan Abdullah bin Al-Mubarak berkata: Saya lebih suka bersedekah atas namanya dan tidak berkurban atas namanya. Dan jika dia berkurban, maka dia tidak boleh memakannya sedikitpun dan mensedekahkan semuanya. Muhammad berkata: Ali bin Al-Madini berkata, dan diriwayatkan oleh lebih dari satu mitra. Saya bertanya kepadanya: Abu Al-Hasna, siapa namanya? Dia tidak mengetahuinya. Seorang Muslim berkata, Namanya Al-Hassan.
04
Jami at-Tirmidzi # 19/1496
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الأَشَجُّ، حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِكَبْشٍ أَقْرَنَ فَحِيلٍ يَأْكُلُ فِي سَوَادٍ وَيَمْشِي فِي سَوَادٍ وَيَنْظُرُ فِي سَوَادٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ .
Abu Sa`id al-Ashjaj meriwayatkan kepada kami, Hafs bin Ghayath meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ja`far bin Muhammad, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abu Sa`id al-Khudri, Rasulullah bersabda Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dengan seekor domba jantan bertanduk dan unta yang makan dalam kegelapan, berjalan dalam kegelapan, dan melihat dalam kegelapan. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Sungguh aneh dan kita tidak mengetahuinya kecuali dari hadis Hafs bin Ghayath.
05
Jami at-Tirmidzi # 19/1497
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ، أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عُبَيْدِ بْنِ فَيْرُوزَ، عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ بِمَعْنَاهُ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ عُبَيْدِ بْنِ فَيْرُوزَ عَنِ الْبَرَاءِ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ .
Hanad menceritakan kepada kami, Ibnu Abi Zaida menceritakan kepada kami, Shu’bah menceritakan kepada kami, atas wewenang Sulaiman bin Abdul Rahman, atas wewenang Ubaid bin Fayrouz, atas wewenang Al-Bara’ Ibnu Aazib, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, sesuatu yang serupa maknanya. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang hasan dan shahih. Kita tidak mengetahuinya kecuali dari hadis Ubaid bin Fayrouz, atas otoritas Al-Baraa. Hadits ini diamalkan menurut para ahli ilmu.
06
Jami at-Tirmidzi # 19/1498
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، أَخْبَرَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ شُرَيْحِ بْنِ النُّعْمَانِ، عَنْ عَلِيٍّ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مِثْلَهُ وَزَادَ قَالَ الْمُقَابَلَةُ مَا قُطِعَ طَرَفُ أُذُنِهَا . وَالْمُدَابَرَةُ مَا قُطِعَ مِنْ جَانِبِ الأُذُنِ . وَالشَّرْقَاءُ الْمَشْقُوقَةُ . وَالْخَرْقَاءُ الْمَثْقُوبَةُ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . قَالَ أَبُو عِيسَى وَشُرَيْحُ بْنُ النُّعْمَانِ الصَّائِدِيُّ هُوَ كُوفِيٌّ مِنْ أَصْحَابِ عَلِيٍّ وَشُرَيْحُ بْنُ هَانِئٍ كُوفِيٌّ وَلِوَالِدِهِ صُحْبَةٌ مِنْ أَصْحَابِ عَلِيٍّ وَشُرَيْحُ بْنُ الْحَارِثِ الْكِنْدِيُّ أَبُو أُمَيَّةَ الْقَاضِي قَدْ رَوَى عَنْ عَلِيٍّ وَكُلُّهُمْ مِنْ أَصْحَابِ عَلِيٍّ فِي عَصْرٍ وَاحِدٍ . قَوْلُهُ أَنْ نَسْتَشْرِفَ أَىْ أَنْ نَنْظُرَ صَحِيحًا .
Al-Hasan bin Ali menceritakan kepada kami, Ubayd Allah bin Musa menceritakan kepada kami, Israel menceritakan kepada kami, atas otoritas Abu Ishaq, atas otoritas Shurayh bin Al-Nu’man, atas otoritas Ali, atas otoritas Nabi Muhammad SAW, mengatakan hal yang sama, dan menambahkan, “Yang sebaliknya adalah apa yang ujung telinganya dipotong, dan mudabarah adalah apa yang dipotong bagian samping telinganya.” Dan Sharqa yang retak. Dan lubang berlubang. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Abu Issa dan Syuraih bin al-Nu'man berkata. Al-Sa'idi adalah seorang Kufi dari sahabat Ali dan Shurayh bin Hani, seorang Kufi dan ayahnya adalah sahabat Ali dan Shurayh bin Al-Harits. Al-Kindi Abu Umayyah Al-Qadi meriwayatkan dari kekuasaan Ali, dan semuanya termasuk sahabat Ali pada satu zaman. Pepatahnya “melihat ke depan” berarti Kami melihat ke kanan...
07
Jami at-Tirmidzi # 19/1499
حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ عِيسَى، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ وَاقِدٍ، عَنْ كِدَامِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي كِبَاشٍ، قَالَ جَلَبْتُ غَنَمًا جُذْعَانًا إِلَى الْمَدِينَةِ فَكَسَدَتْ عَلَىَّ فَلَقِيتُ أَبَا هُرَيْرَةَ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ
" نِعْمَ - أَوْ نِعْمَتِ - الأُضْحِيَةُ الْجَذَعُ مِنَ الضَّأْنِ " . قَالَ فَانْتَهَبَهُ النَّاسُ . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَأُمِّ بِلاَلٍ ابْنَةِ هِلاَلٍ عَنْ أَبِيهَا وَجَابِرٍ وَعُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ وَرَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ . وَقَدْ رُوِيَ هَذَا عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ مَوْقُوفًا . وَعُثْمَانُ بْنُ وَاقِدٍ هُوَ ابْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ أَنَّ الْجَذَعَ مِنَ الضَّأْنِ يُجْزِئُ فِي الأُضْحِيَةِ .
" نِعْمَ - أَوْ نِعْمَتِ - الأُضْحِيَةُ الْجَذَعُ مِنَ الضَّأْنِ " . قَالَ فَانْتَهَبَهُ النَّاسُ . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَأُمِّ بِلاَلٍ ابْنَةِ هِلاَلٍ عَنْ أَبِيهَا وَجَابِرٍ وَعُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ وَرَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ . وَقَدْ رُوِيَ هَذَا عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ مَوْقُوفًا . وَعُثْمَانُ بْنُ وَاقِدٍ هُوَ ابْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ أَنَّ الْجَذَعَ مِنَ الضَّأْنِ يُجْزِئُ فِي الأُضْحِيَةِ .
Yusuf bin Issa memberitahu kami, Waki` memberitahu kami, Utsman bin Waqid memberitahu kami, atas wewenang Kadam bin Abdul Rahman, atas wewenang Abu Kabash, dia berkata: Saya membawa domba Kami menuju ke Madinah, dan itu penuh sesak pada saya, dan saya bertemu Abu Hurairah dan bertanya kepadanya, dan dia berkata, Saya mendengar Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berkata, “Ya - atau “Kamu diberkati – pengorbanannya adalah sebatang domba.” Katanya, “Kemudian orang-orang menjarahnya.” Beliau berkata, “Dan atas wewenang Ibnu Abbas dan Ummu Bilal putri Hilal.” Atas wewenang ayahnya, Jabir, Uqba bin Amir, dan seorang laki-laki dari para sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Abu Issa mengatakan hadits Abu Hurairah merupakan hadits yang baik sekaligus ganjil. Hal ini diriwayatkan atas wewenang Abu Hurairah, dengan serangkaian perawi. Otsman bin Waqid adalah putra Muhammad bin Ziyad bin Abdullah bin Umar bin Al-Khattab. Dan amalan ini menurut ahli ilmu di kalangan sahabat Nabi sallallahu alaihi wa sallam dan lain-lain, adalah cukupnya kaki domba untuk kurban. .
08
Jami at-Tirmidzi # 19/1500
وَقَدْ رُوِيَ مِنْ، غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، أَنَّهُ قَالَ قَسَمَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ضَحَايَا فَبَقِيَ جَذَعَةٌ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ
" ضَحِّ بِهَا أَنْتَ " . حَدَّثَنَا بِذَلِكَ مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ وَأَبُو دَاوُدَ قَالاَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ الدَّسْتَوَائِيُّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ بَعْجَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَدْرٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم بِهَذَا الْحَدِيثِ .
" ضَحِّ بِهَا أَنْتَ " . حَدَّثَنَا بِذَلِكَ مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ وَأَبُو دَاوُدَ قَالاَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ الدَّسْتَوَائِيُّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ بَعْجَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَدْرٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم بِهَذَا الْحَدِيثِ .
Diriwayatkan oleh seseorang selain yang ini, atas wewenang Uqba bin Amir, bahwa dia berkata kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, membagikan kurban, tetapi masih ada segumpal, maka saya bertanya kepada Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, Semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Dia berkata, “Korbankan dirimu sendiri.” Muhammad ibn Bashar memberitahu kami tentang hal itu. Yazid bin Harun dan Abu Dawud meriwayatkan kepada kami, mengatakan Hisham Al-Dastawi menceritakan kepada kita, atas wewenang Yahya bin Abi Katsir, atas wewenang Ba’ja bin Abdullah bin Badr, atas wewenang Uqba bin Amir, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Dengan hadis ini...
09
Jami at-Tirmidzi # 19/1501
حَدَّثَنَا أَبُو عَمَّارٍ الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ، حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، عَنِ الْحُسَيْنِ بْنِ وَاقِدٍ، عَنْ عِلْبَاءَ بْنِ أَحْمَرَ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي سَفَرٍ فَحَضَرَ الأَضْحَى فَاشْتَرَكْنَا فِي الْبَقَرَةِ سَبْعَةً وَفِي الْبَعِيرِ عَشَرَةً . قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي الأَسْوَدِ السُّلَمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ وَأَبِي أَيُّوبَ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ عَبَّاسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ الْفَضْلِ بْنِ مُوسَى .
Abu Ammar Al-Hussein bin Harits meriwayatkan kepada kami, Al-Fadl bin Musa meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-Hussein bin Waqid, atas wewenang Alba bin Ahmar, atas wewenang Ikrimah, Atas wewenang Ibnu Abbas, dia berkata: Kami bersama Rasulullah SAW, dalam suatu perjalanan, dan dia menghadiri Idul Adha, maka kami berbagi tujuh ekor sapi dan sepuluh ekor sapi. unta. . Hasan Gharib, kita tidak mengenalnya kecuali dari hadis Al-Fadl bin Musa.
10
Jami at-Tirmidzi # 19/1502
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ نَحَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِالْحُدَيْبِيَةِ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَابْنِ الْمُبَارَكِ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ . وَقَالَ إِسْحَاقُ يُجْزِئُ أَيْضًا الْبَعِيرُ عَنْ عَشَرَةٍ . وَاحْتَجَّ بِحَدِيثِ ابْنِ عَبَّاسٍ .
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Malik bin Anas meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abu Al-Zubayr, atas wewenang Jabir, dia berkata: Kami berkurban bersama Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, di Al-Hudaybiyyah Al-Badanah, atas wewenang Tujuh, dan Al-Baqarah untuk tujuh. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang hasan dan shahih. Hal ini diamalkan menurut para ulama di kalangan ahli ilmu. Para sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan lain-lain. Demikian pandangan Sufyan al-Thawri, Ibnu al-Mubarak, al-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq. Ishaq berkata: Dia juga membagi unta itu menjadi sepuluh. Dia menggunakan hadis Ibnu Abbas sebagai dalilnya.
11
Jami at-Tirmidzi # 19/1503
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، أَخْبَرَنَا شَرِيكٌ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ، عَنْ حُجَيَّةَ بْنِ عَدِيٍّ، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ الْبَقَرَةُ عَنْ سَبْعَةٍ، . قُلْتُ فَإِنْ وَلَدَتْ قَالَ اذْبَحْ وَلَدَهَا مَعَهَا . قُلْتُ فَالْعَرْجَاءُ قَالَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَنْسِكَ . قُلْتُ فَمَكْسُورَةُ الْقَرْنِ قَالَ لاَ بَأْسَ أُمِرْنَا أَوْ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ نَسْتَشْرِفَ الْعَيْنَيْنِ وَالأُذُنَيْنِ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رَوَاهُ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ .
Ali bin Hajar menceritakan kepada kami, Sharik menceritakan kepada kami, atas wewenang Salamah bin Kuhail, atas wewenang Hajiya bin Adi, atas wewenang Ali, dia berkata: Al-Baqarah, atas wewenang tujuh. Saya berkata, “Jika dia melahirkan.” Dia berkata, “Sembelihlah anaknya bersama dia.” Saya berkata, “Wanita Pincang.” Dia berkata, “Saat dia melakukan ritual.” Saya berkata, “Wanita yang bertanduk patah.” Dia berkata, “Tidak.” dasar Kami diperintahkan, atau Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, memerintahkan kami untuk melihat keluar dengan mata dan telinga. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Abu Issa berkata: Isa diriwayatkan oleh Sufyan Al-Thawri atas wewenang Salama bin Kuhail.
12
Jami at-Tirmidzi # 19/1504
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا عَبْدَةُ، عَنْ سَعِيدٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ جُرَىِّ بْنِ كُلَيْبٍ النَّهْدِيِّ، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ يُضَحَّى بِأَعْضَبِ الْقَرْنِ وَالأُذُنِ . قَالَ قَتَادَةُ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِسَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ فَقَالَ الْعَضْبُ مَا بَلَغَ النِّصْفَ فَمَا فَوْقَ ذَلِكَ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
Hanad meriwayatkan kepada kami, Abdah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Sa’id, atas wewenang Qatada, atas wewenang Jarir bin Kulayb al-Nahdi, atas wewenang Ali, yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang anggota tubuh dari tanduk dan telinga dikorbankan. Qatada berkata: Saya telah menyebutkan hal itu kepada Sa`id ibn al-Musayyab, dan dia mengatakan bahwa anggota badan itu tidak berjumlah setengahnya. Selain itu, Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih.
13
Jami at-Tirmidzi # 19/1505
حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ، حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ عُثْمَانَ، حَدَّثَنِي عُمَارَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ سَمِعْتُ عَطَاءَ بْنَ يَسَارٍ، يَقُولُ سَأَلْتُ أَبَا أَيُّوبَ الأَنْصَارِيَّ كَيْفَ كَانَتِ الضَّحَايَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ فَيَأْكُلُونَ وَيُطْعِمُونَ حَتَّى تَبَاهَى النَّاسُ فَصَارَتْ كَمَا تَرَى . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَعُمَارَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ هُوَ مَدَنِيٌّ وَقَدْ رَوَى عَنْهُ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ وَاحْتَجَّا بِحَدِيثِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ ضَحَّى بِكَبْشٍ فَقَالَ
" هَذَا عَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي " . وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ لاَ تُجْزِئُ الشَّاةُ إِلاَّ عَنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَهُوَ قَوْلُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ وَغَيْرِهِ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ .
" هَذَا عَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي " . وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ لاَ تُجْزِئُ الشَّاةُ إِلاَّ عَنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَهُوَ قَوْلُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ وَغَيْرِهِ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ .
Yahya bin Musa meriwayatkan kepadaku, Abu Bakar al-Hanafi meriwayatkan kepada kami, Al-Dahhak bin Utsman meriwayatkan kepada kami, Amara bin Abdullah meriwayatkan kepadaku, dia berkata aku mendengar Ata Ibn Yasar berkata: Aku bertanya kepada Abu Ayyub al-Ansari bagaimana korban-korban pada masa pemerintahan Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan dia menjawab orang itu adalah Dia menyembelih seekor domba untuk dirinya dan keluarganya, lalu mereka makan dan memberi makan mereka sendiri sampai orang-orang bermegah dan hal itu menjadi seperti yang Anda lihat. Abu Issa berkata: Ini adalah hadits. Hassan Sahih. Amara bin Abdullah adalah seorang Madani, dan Malik bin Anas meriwayatkan berdasarkan riwayatnya. Hal ini ditindaklanjuti menurut sebagian orang yang berilmu kan Pernyataan Ahmad dan Ishaq, dan mereka menggunakan hadis Nabi Muhammad SAW sebagai bukti, bahwa dia menyembelih seekor domba jantan, dan dia berkata, “Ini tentang orang-orang dari bangsaku yang tidak berkurban.” Dan dia berkata. Sebagian ahli ilmu mengatakan bahwa seekor domba tidak cukup kecuali untuk satu orang, dan demikianlah pendapat Abdullah bin Al-Mubarak dan ahli ilmu lainnya.
14
Jami at-Tirmidzi # 19/1506
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، أَخْبَرَنَا حَجَّاجُ بْنُ أَرْطَاةَ، عَنْ جَبَلَةَ بْنِ سُحَيْمٍ، أَنَّ رَجُلاً، سَأَلَ ابْنَ عُمَرَ عَنِ الأُضْحِيَةِ، أَوَاجِبَةٌ هِيَ فَقَالَ ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَالْمُسْلِمُونَ . فَأَعَادَهَا عَلَيْهِ فَقَالَ أَتَعْقِلُ ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَالْمُسْلِمُونَ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ الأُضْحِيَةَ لَيْسَتْ بِوَاجِبَةٍ وَلَكِنَّهَا سُنَّةٌ مِنْ سُنَنِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُسْتَحَبُّ أَنْ يُعْمَلَ بِهَا وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَابْنِ الْمُبَارَكِ .
Ahmad bin Mani’ menceritakan kepada kami, Husyaim menceritakan kepada kami, Hajjaj bin Artat menceritakan kepada kami, atas wewenang Jablah bin Suhaim, bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Umar tentang wajibnya kurban. Dia berkata, “Rasulullah, semoga doa dan damai Allah besertanya dan umat Islam, berkorban.” Maka dia mengulanginya kepadanya dan berkata, “Apakah menurutmu Rasulullah SAW berkurban?” Semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian dan umat Islam. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang hasan dan shahih. Amalan ini menurut para ahli ilmu adalah bahwa kurban itu tidak wajib, melainkan sunnah Rasulullah SAW, dan dianjurkan untuk diikuti. Demikian perkataan Sufyan Al-Thawri dan Ibnu Al-Mubarak. .
15
Jami at-Tirmidzi # 19/1507
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، وَهَنَّادٌ، قَالاَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ، عَنْ حَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ أَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِالْمَدِينَةِ عَشْرَ سِنِينَ يُضَحِّي . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ .
Ahmad bin Mani’ dan Hanad meriwayatkan kepada kami, mereka mengatakan Ibnu Abi Zaida meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Hajjaj bin Artat, atas wewenang Nafi’, atas wewenang Ibnu Umar, ia mengatakan bahwa ia mendirikan Rasulullah SAW, berada di Madinah selama sepuluh tahun, berkurban. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang bagus.
16
Jami at-Tirmidzi # 19/1508
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، قَالَ خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي يَوْمِ نَحْرٍ فَقَالَ " لاَ يَذْبَحَنَّ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُصَلِّيَ " . قَالَ فَقَامَ خَالِي فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا يَوْمٌ اللَّحْمُ فِيهِ مَكْرُوهٌ وَإِنِّي عَجَّلْتُ نُسُكِي لأُطْعِمَ أَهْلِي وَأَهْلَ دَارِي أَوْ جِيرَانِي . قَالَ " فَأَعِدْ ذَبْحًا آخَرَ " . فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ عِنْدِي عَنَاقُ لَبَنٍ وَهِيَ خَيْرٌ مِنْ شَاتَىْ لَحْمٍ أَفَأَذْبَحُهَا قَالَ " نَعَمْ وَهِيَ خَيْرُ نَسِيكَتَيْكَ وَلاَ تُجْزِئُ جَذَعَةٌ لأَحَدٍ بَعْدَكَ " . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ جَابِرٍ وَجُنْدَبٍ وَأَنَسٍ وَعُوَيْمِرِ بْنِ أَشْقَرَ وَابْنِ عُمَرَ وَأَبِي زَيْدٍ الأَنْصَارِيِّ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنْ لاَ يُضَحَّى بِالْمِصْرِ حَتَّى يُصَلِّيَ الإِمَامُ وَقَدْ رَخَّصَ قَوْمٌ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ لأَهْلِ الْقُرَى فِي الذَّبْحِ إِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ وَهُوَ قَوْلُ ابْنِ الْمُبَارَكِ . قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ أَجْمَعَ أَهْلُ الْعِلْمِ أَنْ لاَ يُجْزِئَ الْجَذَعُ مِنَ الْمَعْزِ وَقَالُوا إِنَّمَا يُجْزِئُ الْجَذَعُ مِنَ الضَّأْنِ .
Ali bin Hajar menceritakan kepada kami, Ismail bin Ibrahim menceritakan kepada kami, atas wewenang Dawud bin Abi Hind, atas wewenang Al-Sha'bi, atas wewenang Al-Bara' bin Azib, beliau bersabda, Rasulullah SAW, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda kepada kami pada Hari Kurban dan bersabda, “Tidak seorang pun di antara kalian boleh menyembelih sebelum ia selesai shalat.” Kemudian pamanku berdiri dan berkata, “Wahai Rasulullah.” Demi Allah, ini adalah hari dimana daging dibenci, dan aku mempercepat pengorbananku untuk memberi makan keluargaku, rumah tanggaku, atau tetanggaku. Dia berkata, “Siapkan pembantaian lagi.” Ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai seekor unta betina yang susunya, dan itu lebih baik dari pada seekor domba pedaging. Apakah aku harus menyembelihnya?” Beliau menjawab, “Ya, dan itu adalah dagingmu yang paling baik, dan itu tidak cukup.” Sebuah tunggul bagi seseorang yang mengejarmu.” Beliau berkata, “Dan atas wewenang Jabir, Jundub, Anas, Uwaimir bin Ashqar, Ibnu Umar, dan Abu Zaid Al-Ansari.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang hasan dan shahih. Amalannya, menurut sebagian besar ulama, adalah tidak berkurban secuil pun daging sampai imam shalat. Sekelompok ulama telah memberikan izin kepada masyarakat desa untuk menyembelih ketika fajar menyingsing, dan ini adalah pernyataan Ibnu al-Mubarak. Abu Issa berkata: Para ahli sepakat bahwa belalai kambing saja tidak cukup, dan mereka mengatakan bahwa belalai domba saja diperbolehkan.
17
Jami at-Tirmidzi # 19/1509
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ
" لاَ يَأْكُلُ أَحَدُكُمْ مِنْ لَحْمِ أُضْحِيَتِهِ فَوْقَ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ " . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَائِشَةَ وَأَنَسٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ عُمَرَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . - وَإِنَّمَا كَانَ النَّهْىُ مِنَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مُتَقَدِّمًا ثُمَّ رَخَّصَ بَعْدَ ذَلِكَ .
" لاَ يَأْكُلُ أَحَدُكُمْ مِنْ لَحْمِ أُضْحِيَتِهِ فَوْقَ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ " . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَائِشَةَ وَأَنَسٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ عُمَرَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . - وَإِنَّمَا كَانَ النَّهْىُ مِنَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مُتَقَدِّمًا ثُمَّ رَخَّصَ بَعْدَ ذَلِكَ .
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Al-Layth meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Nafi', atas wewenang Ibnu Umar, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, yang bersabda: “Tidak seorang pun di antara kalian boleh makan dari daging kurbannya di atas Tiga hari.” Dia berkata, dan atas wewenang Aisha dan Anas. Abu Issa berkata: Hadits Ibnu Umar adalah hadits yang baik dan shahih. Nabi Muhammad SAW dilarang sebelumnya dan kemudian diizinkan setelah itu.
18
Jami at-Tirmidzi # 19/1510
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، وَمَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلاَّلُ، وَغَيْرُ، وَاحِدٍ، قَالُوا أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ النَّبِيلُ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
" كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ لُحُومِ الأَضَاحِي فَوْقَ ثَلاَثٍ لِيَتَّسِعَ ذُو الطَّوْلِ عَلَى مَنْ لاَ طَوْلَ لَهُ فَكُلُوا مَا بَدَا لَكُمْ وَأَطْعِمُوا وَادَّخِرُوا " . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ وَعَائِشَةَ وَنُبَيْشَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ وَقَتَادَةَ بْنِ النُّعْمَانِ وَأَنَسٍ وَأُمِّ سَلَمَةَ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ بُرَيْدَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ .
" كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ لُحُومِ الأَضَاحِي فَوْقَ ثَلاَثٍ لِيَتَّسِعَ ذُو الطَّوْلِ عَلَى مَنْ لاَ طَوْلَ لَهُ فَكُلُوا مَا بَدَا لَكُمْ وَأَطْعِمُوا وَادَّخِرُوا " . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ وَعَائِشَةَ وَنُبَيْشَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ وَقَتَادَةَ بْنِ النُّعْمَانِ وَأَنَسٍ وَأُمِّ سَلَمَةَ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ بُرَيْدَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ .
Muhammad bin Bashar, Mahmoud bin Ghaylan, Al-Hasan bin Ali Al-Khallal, dan lebih dari satu orang memberitahu kami. Mereka berkata: Abu Asim Al-Nabil menceritakan kepada kami. Sufyan Al-Thawri, atas wewenang Alqamah bin Murthad, atas wewenang Sulaiman bin Buraydah, atas wewenang ayahnya, beliau berkata: “Aku melarang kamu makan lebih dari tiga daging kurban agar yang tinggi bisa menampung yang tinggi, maka makanlah sesukamu, beri makan dan simpan.” Dia berkata: Dan atas wewenang Ibnu Masoud, Aisha, Nubaysha, Abu Sa`id, Qatada bin al-Nu`man, Anas, dan Ummu Salamah. kata Abu Issa. Hadits Buraydah merupakan hadits yang baik dan shahih. Hal ini dilakukan menurut para ahli ilmu di kalangan para sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan lain-lain.
19
Jami at-Tirmidzi # 19/1511
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ، قَالَ قُلْتُ لأُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَنْهَى عَنْ لُحُومِ الأَضَاحِي قَالَتْ لاَ وَلَكِنْ قَلَّ مَنْ كَانَ يُضَحِّي مِنَ النَّاسِ فَأَحَبَّ أَنْ يُطْعَمَ مَنْ لَمْ يَكُنْ يُضَحِّي وَلَقَدْ كُنَّا نَرْفَعُ الْكُرَاعَ فَنَأْكُلُهُ بَعْدَ عَشَرَةِ أَيَّامٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَأُمُّ الْمُؤْمِنِينَ هِيَ عَائِشَةُ زَوْجُ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَقَدْ رُوِيَ عَنْهَا هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ .
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Abu Al-Ahwas meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abu Ishaq, atas wewenang Abis bin Rabi'ah, yang berkata: Aku berkata kepada Bunda Orang-orang Mukmin: Apakah itu Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, Dan dia melarang daging hewan kurban. Dia berkata, “Tidak,” tapi hanya ada sedikit orang di antara orang-orang yang biasa melakukan pengorbanan, jadi dia suka diberi makan oleh mereka yang tidak melakukan pengorbanan, dan dia punya Kami biasa membuang daging domba dan memakannya setelah sepuluh hari. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Ibu orang beriman adalah Aisha. Istri Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan hadits ini diriwayatkan darinya melalui lebih dari satu sumber.
20
Jami at-Tirmidzi # 19/1512
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
" لاَ فَرَعَ وَلاَ عَتِيرَةَ " . وَالْفَرَعُ أَوَّلُ النِّتَاجِ كَانَ يُنْتَجُ لَهُمْ فَيَذْبَحُونَهُ . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ نُبَيْشَةَ وَمِخْنَفِ بْنِ سُلَيْمٍ وَأَبِي الْعُشَرَاءِ عَنْ أَبِيهِ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَتِيرَةُ ذَبِيحَةٌ كَانُوا يَذْبَحُونَهَا فِي رَجَبٍ يُعَظِّمُونَ شَهْرَ رَجَبٍ لأَنَّهُ أَوَّلُ شَهْرٍ مِنْ أَشْهُرِ الْحُرُمِ وَأَشْهُرُ الْحُرُمِ رَجَبٌ وَذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَأَشْهُرُ الْحَجِّ شَوَّالٌ وَذُو الْقَعْدَةِ وَعَشْرٌ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ كَذَلِكَ رُوِيَ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ فِي أَشْهُرِ الْحَجِّ.
" لاَ فَرَعَ وَلاَ عَتِيرَةَ " . وَالْفَرَعُ أَوَّلُ النِّتَاجِ كَانَ يُنْتَجُ لَهُمْ فَيَذْبَحُونَهُ . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ نُبَيْشَةَ وَمِخْنَفِ بْنِ سُلَيْمٍ وَأَبِي الْعُشَرَاءِ عَنْ أَبِيهِ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَتِيرَةُ ذَبِيحَةٌ كَانُوا يَذْبَحُونَهَا فِي رَجَبٍ يُعَظِّمُونَ شَهْرَ رَجَبٍ لأَنَّهُ أَوَّلُ شَهْرٍ مِنْ أَشْهُرِ الْحُرُمِ وَأَشْهُرُ الْحُرُمِ رَجَبٌ وَذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَأَشْهُرُ الْحَجِّ شَوَّالٌ وَذُو الْقَعْدَةِ وَعَشْرٌ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ كَذَلِكَ رُوِيَ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ فِي أَشْهُرِ الْحَجِّ.
Mahmoud bin Ghaylan memberi tahu kami, Abdul Razzaq memberi tahu kami, Muammar memberi tahu kami, atas otoritas Al-Zuhri, atas otoritas Ibnu Al-Musayyab, atas otoritas Abu Hurairah, dia berkata, dia berkata Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, “tidak satu cabang pun satu generasi.” Dan cabang tersebut adalah produk pertama yang diproduksi untuk mereka, dan mereka akan menyembelihnya. Dia berkata, “Dan masuk Al-Bab pada otoritas Nubaysha, Mikhnaf bin Sulaim, dan Abi Al-Ashra’ pada otoritas ayahnya. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Dan Al-'Aitrah Kurban yang biasa mereka sembelih pada bulan Rajab. Mereka mengagungkan bulan Rajab karena merupakan bulan pertama dari bulan Masjidil Haram, dan bulan Masjidil Haram adalah Rajab. Al-Qa'dah dan Dhu Haji dan Muharram. Bulan-bulan haji adalah Syawal, Dzul Qa’dah, dan sepuluh hari Dzul Hijjah. Hal ini juga diriwayatkan dari beberapa sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Dan lainnya pada bulan haji
21
Jami at-Tirmidzi # 19/1513
حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ، يَحْيَى بْنُ خَلَفٍ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ، عَنْ يُوسُفَ بْنِ مَاهَكَ، أَنَّهُمْ دَخَلُوا عَلَى حَفْصَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ فَسَأَلُوهَا عَنِ الْعَقِيقَةِ، فَأَخْبَرَتْهُمْ أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمَرَهُمْ عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَلِيٍّ وَأُمِّ كُرْزٍ وَبُرَيْدَةَ وَسَمُرَةَ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَأَنَسٍ وَسَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَائِشَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَحَفْصَةُ هِيَ بِنْتُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ .
Abu Salamah memberitahu kami, Yahya bin Khalaf Al-Basri memberitahu kami, Bishr bin Al-Mufaddal memberitahu kami, Abdullah bin Utsman bin Khathim memberitahu kami, atas otoritas Yusuf bin Tidak peduli apa, mereka pergi ke Hafsa binti Abd al-Rahman dan bertanya padanya tentang aqiqah. Dia mengatakan kepada mereka bahwa Aisha telah mengatakan hal itu padanya Rasulullah SAW memerintahkan mereka: Atas nama anak laki-laki, dua ekor domba yang sama besarnya, dan atas nama anak perempuan, satu ekor domba. Katanya, dan dalam bab tentang kekuasaan Ali dan Ummu Kurz dan Buraydah. Dan Samurah, Abu Hurairah, Abdullah bin Amr, Anas, Salman bin Amir, dan Ibnu Abbas. Abu Issa mengatakan hadits Aisyah Sebuah hadits yang baik dan shahih. Hafsa adalah putri Abd al-Rahman bin Abi Bakr al-Siddiq.
22
Jami at-Tirmidzi # 19/1514
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، قَالاَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَذَّنَ فِي أُذُنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ حِينَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلاَةِ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَمَلُ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي الْعَقِيقَةِ عَلَى مَا رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ . - وَرُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَيْضًا أَنَّهُ عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ بِشَاةٍ وَقَدْ ذَهَبَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ إِلَى هَذَا الْحَدِيثِ .
Muhammad bin Bashar menceritakan kepada kami, Yahya bin Saeed dan Abdul Rahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, mereka berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, atas wewenang Asim bin Ubaid Allah, Atas wewenang Ubayd Allah bin Abi Rafi’, atas wewenang ayahnya, dia berkata: Aku melihat Rasulullah SAW, mengumandangkan adzan di telinga Al-Hasan bin Ali ketika Fatima melahirkannya sambil berdoa. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Dan amalan menurut ahli aqiqah adalah sesuai dengan apa yang diriwayatkan. Atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dengan lebih dari satu cara, atas wewenang anak laki-laki, dua ekor domba yang setara, dan atas wewenang anak perempuan, satu ekor domba. - Itu juga diriwayatkan atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Beliau melakukan aqiqah atas nama Al-Hasan dengan seekor domba, dan sebagian ulama sepakat dengan hadits ini.
23
Jami at-Tirmidzi # 19/1515
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ سُلَيْمَانَ الأَحْوَلِ، عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ سِيرِينَ، عَنِ الرَّبَابِ، عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مِثْلَهُ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
Al-Hasan bin Ali menceritakan kepada kami, Abd al-Razzaq menceritakan kepada kami, Ibnu Uyaynah menceritakan kepada kami, atas wewenang Asim bin Sulaiman al-Ahwal, atas wewenang Hafsa binti Sirin, atas wewenang Al-Rabab, atas wewenang Salman bin Amer, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih.
24
Jami at-Tirmidzi # 19/1516
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلاَّلُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي يَزِيدَ، عَنْ سِبَاعِ بْنِ ثَابِتٍ، أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ ثَابِتِ بْنِ سِبَاعٍ، أَخْبَرَهُ أَنَّ أُمَّ كُرْزٍ أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا، سَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الْعَقِيقَةِ فَقَالَ
" عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ وَاحِدَةٌ وَلاَ يَضُرُّكُمْ ذُكْرَانًا كُنَّ أَمْ إِنَاثًا " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
" عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ وَاحِدَةٌ وَلاَ يَضُرُّكُمْ ذُكْرَانًا كُنَّ أَمْ إِنَاثًا " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
Al-Hasan bin Ali Al-Khalal menceritakan kepada kami, Abdul Razzaq menceritakan kepada kami, atas otoritas Ibnu Jurayj, Ubayd Allah bin Abi Yazid memberi tahu kami, atas otoritas Siba’ bin Thabit, Bahwa Muhammad bin Thabit bin Siba’ memberitahunya bahwa Ummu Karaz mengatakan kepadanya bahwa dia bertanya kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, tentang Aqiqah. Beliau bersabda, “Dua ekor domba untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan, dan tidak ada salahnya bagi kamu, baik jantan maupun betina.” Abu Issa mengatakan ini adalah hadis yang baik. BENAR.
25
Jami at-Tirmidzi # 19/1517
حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ، عَنْ عُفَيْرِ بْنِ مَعْدَانَ، عَنْ سُلَيْمِ بْنِ عَامِرٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
" خَيْرُ الأُضْحِيَةِ الْكَبْشُ وَخَيْرُ الْكَفَنِ الْحُلَّةُ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ . وَعُفَيْرُ بْنُ مَعْدَانَ يُضَعَّفُ فِي الْحَدِيثِ .
" خَيْرُ الأُضْحِيَةِ الْكَبْشُ وَخَيْرُ الْكَفَنِ الْحُلَّةُ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ . وَعُفَيْرُ بْنُ مَعْدَانَ يُضَعَّفُ فِي الْحَدِيثِ .
Salama bin Shabib menceritakan kepada kami, Abu Al-Mughirah menceritakan kepada kami, atas wewenang Ufair bin Ma'dan, atas wewenang Sulaim bin Amir, atas wewenang Abu Umamah, Rasulullah bersabda, Semoga doa dan damai sejahtera Allah besertanya, “Sebaik-baik kurban adalah domba jantan, dan kain kafan yang paling baik adalah jubah.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang aneh. Dan Ufair bin Ma'dan Hal ini dilemahkan dalam hadis
26
Jami at-Tirmidzi # 19/1518
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ، حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ، حَدَّثَنَا أَبُو رَمْلَةَ، عَنْ مِخْنَفِ بْنِ سُلَيْمٍ، قَالَ كُنَّا وُقُوفًا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم بِعَرَفَاتٍ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ
" يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَى كُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ فِي كُلِّ عَامٍ أُضْحِيَةٌ وَعَتِيرَةٌ هَلْ تَدْرُونَ مَا الْعَتِيرَةُ هِيَ الَّتِي تُسَمُّونَهَا الرَّجَبِيَّةَ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَلاَ نَعْرِفُ هَذَا الْحَدِيثَ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ عَوْنٍ .
" يَا أَيُّهَا النَّاسُ عَلَى كُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ فِي كُلِّ عَامٍ أُضْحِيَةٌ وَعَتِيرَةٌ هَلْ تَدْرُونَ مَا الْعَتِيرَةُ هِيَ الَّتِي تُسَمُّونَهَا الرَّجَبِيَّةَ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَلاَ نَعْرِفُ هَذَا الْحَدِيثَ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ عَوْنٍ .
Ahmad bin Mani’ memberitahu kami, Ruh bin Ubadah memberitahu kami, Ibnu Aoun memberitahu kami, Abu Ramla memberitahu kami, atas wewenang Mikhnaf bin Sulaym, dia mengatakan kami Berdiri bersama Nabi, semoga shalawat dan salam kepadanya, di Arafat, saya mendengar dia berkata, “Wahai manusia, setiap keluarga harus mempersembahkan kurban setiap tahunnya. Tahukah Anda apa yang disebut Al-Rajabiyah? Abu Issa berkata: Ini adalah hadits yang baik dan aneh, dan kami tidak mengetahui hadits ini kecuali dari aspek ini dari hadits Ibnu Aoun.
27
Jami at-Tirmidzi # 19/1519
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى الْقُطَعِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، قَالَ عَقَّ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ الْحَسَنِ بِشَاةٍ وَقَالَ
" يَا فَاطِمَةُ احْلِقِي رَأْسَهُ وَتَصَدَّقِي بِزِنَةِ شَعْرِهِ فِضَّةً " . قَالَ فَوَزَنَتْهُ فَكَانَ وَزْنُهُ دِرْهَمًا أَوْ بَعْضَ دِرْهَمٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَإِسْنَادُهُ لَيْسَ بِمُتَّصِلٍ . وَأَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ لَمْ يُدْرِكْ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ .
" يَا فَاطِمَةُ احْلِقِي رَأْسَهُ وَتَصَدَّقِي بِزِنَةِ شَعْرِهِ فِضَّةً " . قَالَ فَوَزَنَتْهُ فَكَانَ وَزْنُهُ دِرْهَمًا أَوْ بَعْضَ دِرْهَمٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَإِسْنَادُهُ لَيْسَ بِمُتَّصِلٍ . وَأَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ لَمْ يُدْرِكْ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ .
Muhammad ibn Yahya al-Quti’ meriwayatkan kepada kami, Abd al-A’la ibn Abd al-A’la meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Muhammad bin Ishaq, atas wewenang Abdullah bin Abi Bakr, Atas wewenang Muhammad bin Ali bin Al-Hussein, atas wewenang Ali bin Abi Thalib, beliau bersabda: Rasulullah SAW, mengikat seekor domba atas nama Al-Hasan dan berkata, “Oh Fathimah, cukurlah kepalanya dan sedekahkan seberat rambutnya dengan perak.” Dia berkata, “Saya menimbangnya,” dan beratnya adalah satu dirham atau beberapa dirham. Abu Issa, ini hadis yang baik dan aneh, dan rantai penularannya tidak ada sangkut pautnya. Dan Abu Ja`far Muhammad bin Ali bin Al-Hussein tidak mengenali Murid Ali bin Abi...
28
Jami at-Tirmidzi # 19/1520
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلاَّلُ، حَدَّثَنَا أَزْهَرُ بْنُ سَعْدٍ السَّمَّانُ، عَنِ ابْنِ عَوْنٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم خَطَبَ ثُمَّ نَزَلَ فَدَعَا بِكَبْشَيْنِ فَذَبَحَهُمَا . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
Al-Hasan bin Ali Al-Khallal meriwayatkan kepada kami, Azhar bin Saad Al-Samman meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ibnu Aoun, atas wewenang Muhammad bin Sirin, atas wewenang Abd al-Rahman bin Abu Bakra, atas wewenang ayahnya, bahwa Nabi Muhammad saw, menyampaikan khotbah, lalu beliau turun dan memanggil dua ekor domba jantan dan menyembelihnya. Abu Issa berkata, Ini adalah hadis yang bagus. BENAR.
29
Jami at-Tirmidzi # 19/1521
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو، عَنِ الْمُطَّلِبِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ شَهِدْتُ مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم الأَضْحَى بِالْمُصَلَّى فَلَمَّا قَضَى خُطْبَتَهُ نَزَلَ عَنْ مِنْبَرِهِ فَأُتِيَ بِكَبْشٍ فَذَبَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِيَدِهِ وَقَالَ
" بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّي وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ أَنْ يَقُولَ الرَّجُلُ إِذَا ذَبَحَ بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَهُوَ قَوْلُ ابْنِ الْمُبَارَكِ . وَالْمُطَّلِبُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَنْطَبٍ يُقَالُ إِنَّهُ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ جَابِرٍ .
" بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّي وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِي " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ أَنْ يَقُولَ الرَّجُلُ إِذَا ذَبَحَ بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَهُوَ قَوْلُ ابْنِ الْمُبَارَكِ . وَالْمُطَّلِبُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَنْطَبٍ يُقَالُ إِنَّهُ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ جَابِرٍ .
Qutaibah menceritakan kepada kami, Yaqoub bin Abdul Rahman menceritakan kepada kami, atas wewenang Amr bin Abi Amr, atas wewenang Al-Muttalib, atas wewenang Jabir bin Abdullah, katanya, saya menyaksikan bersama Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, Idul Adha di area sholat. Ketika dia menyelesaikan khotbahnya, dia turun dari mimbarnya dan seekor domba jantan dibawakan dan Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, menyembelihnya. Dia menyambutnya dengan tangannya dan berkata, "Dalam nama Tuhan, dan Tuhan Maha Besar. Ini atas nama saya dan atas nama bangsa saya yang tidak berkorban." Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang aneh dari Inilah pandangan. Dan amalan ini menurut ahli ilmu di kalangan sahabat Nabi shalallahu alaihi wa sallam dan lain-lain, adalah ucapan seorang laki-laki ketika menyembelih dengan racun. Tuhan, dan Tuhan Maha Besar. Ini adalah perkataan Ibnu Al-Mubarak. Al-Muttalib bin Abdullah bin Hantab dikatakan belum mendengar kabar dari Jabir.
30
Jami at-Tirmidzi # 19/1522
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلاَّلُ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ يَسْتَحِبُّونَ أَنْ يُذْبَحَ عَنِ الْغُلاَمِ الْعَقِيقَةُ يَوْمَ السَّابِعِ فَإِنْ لَمْ يَتَهَيَّأْ يَوْمَ السَّابِعِ فَيَوْمَ الرَّابِعِ عَشَرَ فَإِنْ لَمْ يَتَهَيَّأْ عُقَّ عَنْهُ يَوْمَ حَادٍ وَعِشْرِينَ وَقَالُوا لاَ يُجْزِئُ فِي الْعَقِيقَةِ مِنَ الشَّاةِ إِلاَّ مَا يُجْزِئُ فِي الأُضْحِيَةِ .
Al-Hasan bin Ali Al-Khallal menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Saeed bin Abi Orouba menceritakan kepada kami, atas wewenang Qatada, atas wewenang Al-Hasan, atas wewenang Samurah. Ibnu Jundub, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang hasan dan shahih. Hal ini dilakukan menurut orang-orang yang berilmu. Mereka lebih memilih agar aqiqah disembelih bagi anak laki-laki itu pada hari ketujuh, dan jika ia belum siap pada hari ketujuh, maka pada hari keempat belas, dan jika ia belum siap, ia harus melakukan aqiqah. Pada hari kedua puluh satu, mereka mengatakan bahwa tidak cukup aqiqah seekor domba kecuali cukup untuk kurban.
31
Jami at-Tirmidzi # 19/1523
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَكَمِ الْبَصْرِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ عَمْرٍو، أَوْ عُمَرَ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ
" مَنْ رَأَى هِلاَلَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَنْ يُضَحِّيَ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالصَّحِيحُ هُوَ عَمْرُو بْنُ مُسْلِمٍ قَدْ رَوَى عَنْهُ مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عَلْقَمَةَ وَغَيْرُ وَاحِدٍ . وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ نَحْوَ هَذَا . وَهُوَ قَوْلُ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَبِهِ كَانَ يَقُولُ سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ وَإِلَى هَذَا الْحَدِيثِ ذَهَبَ أَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ . وَرَخَّصَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي ذَلِكَ فَقَالُوا لاَ بَأْسَ أَنْ يَأْخُذَ مِنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ . وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ وَاحْتَجَّ بِحَدِيثِ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَبْعَثُ بِالْهَدْىِ مِنَ الْمَدِينَةِ فَلاَ يَجْتَنِبُ شَيْئًا مِمَّا يَجْتَنِبُ مِنْهُ الْمُحْرِمُ .
" مَنْ رَأَى هِلاَلَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَنْ يُضَحِّيَ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالصَّحِيحُ هُوَ عَمْرُو بْنُ مُسْلِمٍ قَدْ رَوَى عَنْهُ مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عَلْقَمَةَ وَغَيْرُ وَاحِدٍ . وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ نَحْوَ هَذَا . وَهُوَ قَوْلُ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَبِهِ كَانَ يَقُولُ سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ وَإِلَى هَذَا الْحَدِيثِ ذَهَبَ أَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ . وَرَخَّصَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي ذَلِكَ فَقَالُوا لاَ بَأْسَ أَنْ يَأْخُذَ مِنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ . وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ وَاحْتَجَّ بِحَدِيثِ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَبْعَثُ بِالْهَدْىِ مِنَ الْمَدِينَةِ فَلاَ يَجْتَنِبُ شَيْئًا مِمَّا يَجْتَنِبُ مِنْهُ الْمُحْرِمُ .
Ahmad bin Al-Hakam Al-Basri meriwayatkan kepada kami, Muhammad bin Jafar meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Syu'bah, atas wewenang Malik bin Anas, atas wewenang Amr, atau Umar bin Muslim Atas wewenang Sa`id bin al-Musayyab, atas wewenang Ummu Salamah, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, yang bersabda: “Barang siapa yang melihat bulan sabit Dzulhijjah dan ingin berkurban, biarkan saja Mereka tidak akan mengambil rambut dan kukunya.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Yang shahih adalah Amr bin Muslim. Muhammad bin Amr bin Alqamah dan lebih dari satu orang meriwayatkan berdasarkan otoritasnya. Hadits ini diriwayatkan atas wewenang Saeed bin Al-Musayyab, atas wewenang Ummu Salamah, atas wewenang Nabi Muhammad SAW. Di atasnya Selain pandangan ini, hal serupa juga diterima. Demikian pendapat sebagian ulama, seperti yang dikatakan oleh Sa`id bin al-Musayyab, dan seterusnya. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ahmad dan Ishaq. Beberapa orang yang berilmu mengijinkan hal itu dan mengatakan bahwa tidak ada salahnya memotong sebagian rambut dan kukunya. Demikian pendapat Al-Syafi’i Ia menggunakan hadits Aisyah sebagai bukti bahwa Nabi Muhammad SAW biasa mengirimkan hadiah dari Madinah, namun beliau tidak akan menghindari apa pun yang dihindari oleh seorang muhrim.