8 Hadis
01
Jami at-Tirmidzi # 35/2295
Zaid bin Khalid al-Juhani (RA)
حَدَّثَنَا الأَنْصَارِيُّ، حَدَّثَنَا مَعْنٌ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عُثْمَانَ، عَنْ أَبِي عَمْرَةَ الأَنْصَارِيِّ، عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ الشُّهَدَاءِ الَّذِي يَأْتِي بِالشَّهَادَةِ قَبْلَ أَنْ يُسْأَلَهَا ‏"‏ ‏.‏
Al-Anshari menceritakan kepada kami, Maan menceritakan kepada kami, Malik menceritakan kepada kami, atas wewenang Abdullah bin Abi Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm, atas wewenang ayahnya, atas wewenang bapaknya, atas wewenang Abdullah bin Amr bin Utsman, atas wewenang Abu Amra Al-Ansari, atas wewenang Zaid bin Khaled Al-Juhani, bahwa Rasulullah SAW, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda “ Apakah tidak akan kuberitahukan kepadamu tentang orang-orang syuhada terbaik yang memberikan kesaksian sebelum dimintai kesaksiannya?
02
Jami at-Tirmidzi # 35/2296
From Malik In Which He
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، نَحْوَهُ وَقَالَ ابْنُ أَبِي عَمْرَةَ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏ وَأَكْثَرُ النَّاسِ يَقُولُونَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي عَمْرَةَ وَاخْتَلَفُوا عَلَى مَالِكٍ فِي رِوَايَةِ هَذَا الْحَدِيثِ فَرَوَى بَعْضُهُمْ عَنْ أَبِي عَمْرَةَ وَرَوَى بَعْضُهُمْ عَنِ ابْنِ أَبِي عَمْرَةَ وَهُوَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي عَمْرَةَ الأَنْصَارِيُّ وَهَذَا أَصَحُّ لأَنَّهُ قَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ حَدِيثِ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ وَقَدْ رُوِيَ عَنِ ابْنِ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ غَيْرُ هَذَا الْحَدِيثِ وَهُوَ حَدِيثٌ صَحِيحٌ أَيْضًا وَأَبُو عَمْرَةَ مَوْلَى زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ وَلَهُ حَدِيثُ الْغُلُولِ وَأَكْثَرُ النَّاسِ يَقُولُونَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي عَمْرَةَ ‏.‏
Ahmad ibn al-Hasan meriwayatkan kepada kami, Abdullah ibn Maslamah meriwayatkan kepada kami, atas dasar Malik, dan sejenisnya, dan Ibnu Abi Amra berkata: Dia mengatakan ini adalah hadits hasan. Kebanyakan orang mengatakan bahwa itu adalah Abd al-Rahman bin Abi Amra, dan mereka berbeda pendapat mengenai Malik mengenai riwayat hadits ini. Ada pula yang meriwayatkan dari riwayat Abu Umrah Ada pula yang meriwayatkan dari Ibnu Abi Amra, yaitu Abd al-Rahman bin Abi Amra al-Ansari, dan ini lebih benar karena meriwayatkan tanpa hadits. Malik, atas wewenang Abd al-Rahman bin Abi Amra, atas wewenang Zaid bin Khalid, dan diriwayatkan atas wewenang Ibnu Abi Amra, atas wewenang Zaid bin Khalid, selain hadits ini. Dan dia memang benar Itu juga merupakan hadits shahih, dan Abu Amra adalah hamba Zayd bin Khaled Al-Juhani, dan dia memiliki hadits penipuan, dan kebanyakan orang mengatakan bahwa itu adalah Abd al-Rahman bin Abi Umrah.
03
Jami at-Tirmidzi # 35/2297
Zaid bin Khalid al-Juhani (RA)
حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ آدَمَ ابْنُ بِنْتِ أَزْهَرَ السَّمَّانِ، حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، حَدَّثَنَا أُبَىُّ بْنُ عَبَّاسِ بْنِ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ عُثْمَانَ، حَدَّثَنِي خَارِجَةُ بْنُ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي عَمْرَةَ، حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ خَالِدٍ الْجُهَنِيُّ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏
"‏ خَيْرُ الشُّهَدَاءِ مَنْ أَدَّى شَهَادَتَهُ قَبْلَ أَنْ يُسْأَلَهَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏
Bishr ibn Adam ibn binti Azhar al-Samman meriwayatkan kepada kami, Zayd ibn al-Hubab meriwayatkan kepada kami, Ubayy ibn Abbas ibn Sahl ibn Saad meriwayatkan kepada kami, meriwayatkan kepada saya Abu Bakr bin Muhammad bin Amr bin Hazm, Abdullah bin Amr bin Utsman menceritakan kepadaku, Kharijah bin Zayd bin Thabit memberitahuku, Bicaralah padaku Abdul Rahman bin Abi Amra, Zaid bin Khaled Al-Juhani menceritakan kepada saya bahwa dia mendengar Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengatakan, “Sebaik-baik syuhada adalah mereka yang melakukan kesaksiannya sebelum dia ditanya tentang hal itu.” Dia berkata, “Ini adalah hadis yang baik dan aneh dari sudut pandang ini.”
04
Jami at-Tirmidzi # 35/2299
Ayman bin Khuraim (RA)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ، عَنْ سُفْيَانَ بْنِ زِيَادٍ الأَسَدِيِّ، عَنْ فَاتِكِ بْنِ فَضَالَةَ، عَنْ أَيْمَنَ بْنِ خُرَيْمٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَامَ خَطِيبًا فَقَالَ ‏
"‏ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُدِلَتْ شَهَادَةُ الزُّورِ إِشْرَاكًا بِاللَّهِ ‏"‏ ‏.‏ ثُمَّ قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏:‏ ‏(‏وَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الأَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ ‏)‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ إِنَّمَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ سُفْيَانَ بْنِ زِيَادٍ وَاخْتَلَفُوا فِي رِوَايَةِ هَذَا الْحَدِيثِ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ زِيَادٍ ‏.‏ وَلاَ نَعْرِفُ لأَيْمَنَ بْنِ خُرَيْمٍ سَمَاعًا مِنَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏
Ahmad bin Mani’ menceritakan kepada kami, Marwan bin Muawiyah menceritakan kepada kami, atas wewenang Sufyan bin Ziyad Al-Asadi, atas wewenang Fatik bin Fadalah, atas wewenang Ayman bin Khuraym, bahwa Nabi Muhammad SAW berdiri sebagai khatib seraya bersabda, “Wahai manusia, saksi dusta disamakan dengan mempersekutukan orang lain dengan Tuhan.” Kemudian Rasulullah membacakan Ya Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian: (Dan hindari kenajisan dari berhala dan hindari ucapan palsu.) Abu Issa berkata, dan ini adalah hadits yang aneh, tapi kami mengetahuinya. Dari hadits Sufyan bin Ziyad. Mereka berbeda pendapat dalam meriwayatkan hadits ini atas wewenang Sufyan bin Ziyad. Kita tidak tahu tentang Ayman bin Khuraim. Mendengar dari Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian
05
Jami at-Tirmidzi # 35/2300
Khuraim bin Fatik al-Asadi (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، وَهُوَ ابْنُ زِيَادٍ الْعُصْفُرِيُّ عَنْ أَبِيهِ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ النُّعْمَانِ الأَسَدِيِّ، عَنْ خُرَيْمِ بْنِ فَاتِكٍ الأَسَدِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم صَلَّى صَلاَةَ الصُّبْحِ فَلَمَّا انْصَرَفَ قَامَ قَائِمًا فَقَالَ ‏"‏ عُدِلَتْ شَهَادَةُ الزُّورِ بِالشِّرْكِ بِاللَّهِ ‏"‏ ‏.‏ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ تَلاَ هَذِهِ الآيَةَ ‏(‏وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ ‏)‏ إِلَى آخِرِ الآيَةِ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا عِنْدِي أَصَحُّ ‏.‏ وَخُرَيْمُ بْنُ فَاتِكٍ لَهُ صُحْبَةٌ وَقَدْ رَوَى عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَحَادِيثَ وَهُوَ مَشْهُورٌ ‏.‏
Abdul bin Humaid menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ubaid menceritakan kepada kami, Sufyan yang merupakan Ibnu Ziyad Al-Asfari menceritakan kepada kami, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Habib bin Al-Numan. Al-Asadi, atas wewenang Khuraim bin Fatik Al-Asadi, bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, melakukan shalat subuh, dan ketika dia pergi, dia berdiri dan berkata “Kesaksian palsu disamakan dengan mempersekutukan orang lain dengan Tuhan.” Tiga kali, lalu dia membaca ayat ini (Dan menghindari ucapan bohong) sampai akhir ayat tersebut. Abu Issa berkata, “Ini menurutku lebih tepat.” Khurraym bin Fatik mempunyai seorang sahabat dan dia meriwayatkan hadits-hadits dari Nabi Muhammad SAW, dan dia terkenal.
06
Jami at-Tirmidzi # 35/2301
Abd al-Rahman bin Abi Bakrah (RA)
حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ، حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ، عَنِ الْجُرَيْرِيِّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ‏"‏ ‏.‏ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ أَوْ قَوْلُ الزُّورِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ فَمَا زَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُهَا حَتَّى قُلْنَا لَيْتَهُ سَكَتَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو ‏.‏
Humayd ibn Masada meriwayatkan kepada kami, Bishr ibn al-Mufaddal meriwayatkan kepada kami, atas wewenang al-Jariri, atas wewenang Abd al-Rahman ibn Abi Bakra, atas wewenang ayahnya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku beritahukan kepadamu tentang dosa-dosa besar yang paling besar?” Mereka berkata, “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Menyekutukan Tuhan.” Dan durhaka kepada orang tua, dan saksi dusta atau ucapan bohong.” Dia berkata, “Dan Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, terus mengucapkannya sampai kami berkata, 'Kalau saja dia diam.'” Katanya Abu Issa, ini adalah hadits yang baik dan shahih. Atas wewenang Abdullah bin Amr.
07
Jami at-Tirmidzi # 35/2302
Imran bin Husain (RA)
حَدَّثَنَا وَاصِلُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ مُدْرِكٍ، عَنْ هِلاَلِ بْنِ يِسَافٍ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنِ، قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏
"‏ خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثَلاَثًا ثُمَّ يَجِيءُ قَوْمٌ مِنْ بَعْدِهِمْ يَتَسَمَّنُونَ وَيُحِبُّونَ السِّمَنَ يُعْطُونَ الشَّهَادَةَ قَبْلَ أَنْ يُسْأَلُوهَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ حَدِيثِ الأَعْمَشِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ مُدْرِكٍ وَأَصْحَابُ الأَعْمَشِ إِنَّمَا رَوَوْا عَنِ الأَعْمَشِ عَنْ هِلاَلِ بْنِ يِسَافٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ ‏.‏
Wasil bin Abdul-Ala menceritakan kepada kami, Muhammad bin Fudayl menceritakan kepada kami, atas otoritas Al-Amash, atas otoritas Ali bin Mudarrak, atas otoritas Hilal bin Yasaf, atas otoritas Imran bin Husain, dia berkata, Saya mendengar Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, “Orang-orang terbaik adalah generasiku, lalu generasi setelah mereka, lalu generasi setelah mereka, lalu Yang mengikuti mereka ada tiga, kemudian setelah mereka akan datang suatu kaum yang menjadi gemuk dan menyukai gemuk. Mereka akan memberikan kesaksian sebelum diminta.” Dia berkata. Abu Issa, dan ini merupakan hadits yang aneh dari hadits Al-A’mash, atas wewenang Ali bin Mudrak, dan para sahabat Al-A’mash hanya meriwayatkan berdasarkan wewenang Al-A’mash, atas wewenang Hilal bin Yasaf, atas wewenang Imran bin Husain.
08
Jami at-Tirmidzi # 35/2303
Clarification of this is in the Hadith of 'Umar bin Al-Khattab, from the Prophet(s.a.w) who said
حَدِيثِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَفْشُو الْكَذِبُ حَتَّى يَشْهَدَ الرَّجُلُ وَلاَ يُسْتَشْهَدُ وَيَحْلِفُ الرَّجُلُ وَلاَ يُسْتَحْلَفُ ‏"‏ ‏.‏ وَمَعْنَى حَدِيثِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ خَيْرُ الشُّهَدَاءِ الَّذِي يَأْتِي بِشَهَادَتِهِ قَبْلَ أَنْ يُسْأَلَهَا ‏"‏ ‏.‏ هُوَ عِنْدَنَا إِذَا أُشْهِدَ الرَّجُلُ عَلَى الشَّىْءِ أَنْ يُؤَدِّيَ شَهَادَتَهُ وَلاَ يَمْتَنِعَ مِنَ الشَّهَادَةِ هَكَذَا وَجْهُ الْحَدِيثِ عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ ‏.‏ كَمُلَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كِتَابُ الشَّهَادَاتِ وَيَلِيهِ كِتَابُ الزُّهْدِ
Hadits Umar bin Khattab dari Rasulullah SAW, bersabda: “Sebaik-baik umat adalah angkatanku, kemudian para pengikutnya, kemudian para pengikutnya, lalu kebohongan tersebar hingga seseorang menjadi saksi namun tidak syahid, dan seseorang bersumpah namun tidak dipanggil untuk bersumpah.” Makna hadis Nabi Muhammad SAW adalah “baik”. “Saksi adalah orang yang memberikan kesaksiannya sebelum diminta.” Menurut kami, jika seseorang memberi kesaksian tentang suatu hal, maka dialah yang harus memberikan kesaksiannya dan tidak boleh pantang memberikan kesaksian. Inilah penampakan hadis menurut sebagian ahli ilmu. Alhamdulillah, Kitab Kesaksian telah selesai disusul dengan Kitab Asketisme.