51 Hadis
01
Jami at-Tirmidzi # 38/2523
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ ‏
"‏ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ لَشَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ‏"‏ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَنَسٍ وَأَبِي سَعِيدٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Qutayba bin Saeed meriwayatkan kepada kami, Al-Layth meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Saeed bin Abi Saeed Al-Maqbari, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Rasulullah SAW. Beliau mengakui bahwa beliau bersabda, “Sesungguhnya di surga ada sebatang pohon yang naungannya dapat dilalui oleh seorang pengendara selama seratus tahun.” Dan atas wewenang Anas dan Abu Sa’id. Abu Issa mengatakan ini adalah hadis shahih.
02
Jami at-Tirmidzi # 38/2524
Abu Sa'eed Al Khudri (RA)
حَدَّثَنَا عَبَّاسٌ الدُّورِيُّ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، عَنْ شَيْبَانَ، عَنْ فِرَاسٍ، عَنْ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةٌ يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ لاَ يَقْطَعُهَا وَقَالَ ذَلِكَ الظِّلُّ الْمَمْدُودُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ حَدِيثِ أَبِي سَعِيدٍ ‏.‏
Abbas Al-Duri menceritakan kepada kita, Ubaid Allah bin Musa menceritakan kepada kita, atas wewenang Syayban, atas wewenang Firas, atas wewenang Atiya, atas wewenang Abu Saeed Al-Khudri, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, “Di surga ada sebuah pohon yang naungannya dapat dilalui oleh pengendara selama seratus tahun tanpa menebangnya. Dan itulah bayangan yang memanjang.” Dia berkata. Abu Issa Ini adalah hadis hasan gharieb dari hadis Abu Saeed.
03
Jami at-Tirmidzi # 38/2525
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الأَشَجُّ، حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ الْفُرَاتِ الْقَزَّازُ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ مَا فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةٌ إِلاَّ وَسَاقُهَا مِنْ ذَهَبٍ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ حَدِيثِ أَبِي سَعِيدٍ ‏.‏
Abu Sa`id al-Ashjaj meriwayatkan kepada kami, Ziyad bin al-Hasan bin al-Furat al-Qazzaz meriwayatkan kepada kami, atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya, atas wewenang Abu Hazim, atas wewenang Abu Hurairah, Beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada pohon di surga melainkan batang-batangnya terbuat dari emas.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan aneh. Dari hadis Abu Saeed.
04
Jami at-Tirmidzi # 38/2526
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ حَمْزَةَ الزَّيَّاتِ، عَنْ زِيَادٍ الطَّائِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَنَا إِذَا كُنَّا عِنْدَكَ رَقَّتْ قُلُوبُنَا وَزَهِدْنَا فِي الدُّنْيَا وَكُنَّا مِنْ أَهْلِ الآخِرَةِ فَإِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِكَ فَآنَسْنَا أَهَالِيَنَا وَشَمَمْنَا أَوْلاَدَنَا أَنْكَرْنَا أَنْفُسَنَا ‏.‏ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ لَوْ أَنَّكُمْ تَكُونُونَ إِذَا خَرَجْتُمْ مِنْ عِنْدِي كُنْتُمْ عَلَى حَالِكُمْ ذَلِكَ لَزَارَتْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ فِي بُيُوتِكُمْ وَلَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَجَاءَ اللَّهُ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ كَىْ يُذْنِبُوا فَيَغْفِرَ لَهُمْ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مِمَّ خُلِقَ الْخَلْقُ قَالَ ‏"‏ مِنَ الْمَاءِ ‏"‏ ‏.‏ قُلْنَا الْجَنَّةُ مَا بِنَاؤُهَا قَالَ ‏"‏ لَبِنَةٌ مِنْ فِضَّةٍ وَلَبِنَةٌ مِنْ ذَهَبٍ وَمِلاَطُهَا الْمِسْكُ الأَذْفَرُ وَحَصْبَاؤُهَا اللُّؤْلُؤُ وَالْيَاقُوتُ وَتُرْبَتُهَا الزَّعْفَرَانُ مَنْ يَدْخُلْهَا يَنْعَمْ وَلاَ يَبْأَسْ وَيُخَلَّدْ وَلاَ يَمُوتْ لاَ تَبْلَى ثِيَابُهُمْ وَلاَ يَفْنَى شَبَابُهُمْ ‏"‏ ‏.‏ ثُمَّ قَالَ ‏"‏ ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لَيْسَ إِسْنَادُهُ بِذَاكَ الْقَوِيِّ وَلَيْسَ هُوَ عِنْدِي بِمُتَّصِلٍ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ بِإِسْنَادٍ آخَرَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏
Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Muhammad bin Fudayl menceritakan kepada kami, atas wewenang Hamzah al-Zayat, atas wewenang Ziyad al-Tai, atas wewenang Abu Hurairah, dia berkata: Kami berkata, ya Rasulullah, apa yang terjadi pada kami, ketika kami bersamamu, hati kami lembut dan kami meninggalkan dunia ini dan termasuk orang-orang akhirat, jadi ketika kami meninggalkanmu, maka berbaik hatilah kepada kami. Kami menolak keluarga kami dan mempermalukan anak-anak kami. Kami menyangkal diri kami sendiri. Rasulullah SAW bersabda, "Kalau saja kamu berada dalam keadaan ini, pasti para malaikat akan mengunjungimu di rumahmu. Dan jika kamu tidak berbuat dosa, pasti Allah akan mendatangkan ciptaan baru agar mereka bisa berbuat dosa dan diampuni." Untuk mereka. Beliau menjawab: Aku berkata, wahai Rasulullah, dari manakah makhluk itu diciptakan. Dia berkata: Dari air. Kami berkata: Surga tidak dibangun. Beliau bersabda: Satu batu bata terbuat dari perak dan satu batu bata terbuat dari emas, dan campurannya adalah musk kuning, kerikilnya adalah mutiara dan rubi, dan tanahnya adalah kunyit. Siapa pun yang memasukinya akan diberkati atau tidak. Dia akan sengsara dan abadi serta tidak akan mati. Pakaian mereka tidak akan rusak dan keremajaan mereka tidak akan pudar.” Lalu beliau berkata, “Ada tiga orang yang doanya tidak terkabul, yaitu Imam yang Adil.” Dan ketika orang yang berpuasa berbuka, dan do’a orang-orang yang tertindas ditinggikan di atas awan, dan pintu surga dibukakan baginya, dan Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Agung berfirman, “Dan kemuliaan-Ku adalah Kami pasti akan membantumu bahkan setelah beberapa saat.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang rantai narasinya tidak begitu kuat, dan menurut saya tidak nyambung. Hal ini diriwayatkan. Hadits dengan rantai transmisi lain pada otoritas Abu Hurairah, pada otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian.
05
Jami at-Tirmidzi # 38/2527
Ali bin Abi Thalib (RA)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ لَغُرَفًا يُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا ‏"‏ ‏.‏ فَقَامَ إِلَيْهِ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ‏"‏ هِيَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ ‏.‏ وَقَدْ تَكَلَّمَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ إِسْحَاقَ هَذَا مِنْ قِبَلِ حِفْظِهِ وَهُوَ كُوفِيٌّ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِسْحَاقَ الْقُرَشِيُّ مَدَنِيٌّ وَهُوَ أَثْبَتُ مِنْ هَذَا ‏.‏
Ali bin Hajar meriwayatkan kepada kami, Ali bin Mushar meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abd al-Rahman bin Ishaq, atas wewenang al-Nu'man bin Sa'd, atas wewenang Ali, beliau bersabda, Rasulullah SAW bersabda Allah SWT, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, “Sesungguhnya di surga ada bilik-bilik yang punggungnya terlihat dari perutnya, dan perutnya dari punggungnya.” Kemudian seorang Badui bangkit menghampirinya. Beliau bertanya: Untuk siapa ya Rasulullah? Beliau bersabda: “Bagi orang yang ramah-tamah berbicara, memberi makan pada dirinya sendiri, melanggengkan puasa, dan berdoa kepada Allah di malam hari ketika manusia sedang tidur.” “Abu Issa berkata, ‘Ini adalah hadis yang aneh.’ Beberapa orang yang berilmu telah berbicara tentang Abd al-Rahman ibn Ishaq berdasarkan hafalannya.” Dia adalah seorang Kufi, dan Abd al-Rahman bin Ishaq al-Qurashi adalah seorang Madani, dan dia lebih tabah dari ini.
06
Jami at-Tirmidzi # 38/2528
Abu Bakar bin Abdullah bin Qais (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ أَبُو عَبْدِ الصَّمَدِ الْعَمِّيُّ، عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ جَنَّتَيْنِ آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا مِنْ فِضَّةٍ وَجَنَّتَيْنِ آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا مِنْ ذَهَبٍ وَمَا بَيْنَ الْقَوْمِ وَبَيْنَ أَنْ يَنْظُرُوا إِلَى رَبِّهِمْ إِلاَّ رِدَاءُ الْكِبْرِيَاءِ عَلَى وَجْهِهِ فِي جَنَّةِ عَدْنٍ ‏"‏ ‏.‏

وَبِهَذَا الإِسْنَادِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ لَخَيْمَةً مِنْ دُرَّةٍ مُجَوَّفَةٍ عَرْضُهَا سِتُّونَ مِيلاً فِي كُلِّ زَاوِيَةٍ مِنْهَا أَهْلٌ مَا يَرَوْنَ الآخَرِينَ يَطُوفُ عَلَيْهِمُ الْمُؤْمِنُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَأَبُو عِمْرَانَ الْجَوْنِيُّ اسْمُهُ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ حَبِيبٍ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي مُوسَى قَالَ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ لاَ يُعْرَفُ اسْمُهُ ‏.‏ وَأَبُو مُوسَى الأَشْعَرِيُّ اسْمُهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ قَيْسٍ وَأَبُو مَالِكٍ الأَشْعَرِيُّ اسْمُهُ سَعْدُ بْنُ طَارِقِ بْنِ أَشْيَمَ ‏.‏
Muhammad bin Bashar menceritakan kepada kami, Abd al-Aziz bin Abd al-Samad Abu Abd al-Samad al-Ammi menceritakan kepada kami, atas otoritas Abu Imran al-Juni, atas otoritas Abu Bakr Ibn Abdullah Ibn Qais, atas otoritas ayahnya, atas otoritas Nabi Muhammad SAW, yang bersabda: “Sesungguhnya di surga ada dua taman, bejana-bejananya dan apa yang ada di dalamnya. Perak, dua kebun perkakas mereka, dan segala isinya dari emas, dan tidak ada apa pun antara manusia dan mereka yang memandang Tuhannya kecuali tabir kesombongan yang menutupi wajah-Nya. Di Taman Eden. Dan dengan rantai transmisi ini atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dia berkata, “Sesungguhnya di surga ada tenda yang terbuat dari mutiara berongga selebar Enam puluh mil, di setiap sudutnya ada orang-orang yang melihat orang lain dilewati oleh orang mukmin.” Abu Issa mengatakan ini adalah hadis shahih. Dan Abu Imran Al-Juni, namanya Abd al-Malik ibn Habib, dan Abu Bakar ibn Abi Musa berkata, Ahmad ibn Hanbal, yang namanya tidak diketahui. Dan Abu Musa. Nama Al-Ash'ari adalah Abdullah bin Qais, dan Abu Malik Al-Ash'ari bernama Sa'd bin Tariq bin Ashim.
07
Jami at-Tirmidzi # 38/2529
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا عَبَّاسٌ الْعَنْبَرِيُّ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَخْبَرَنَا شَرِيكٌ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُحَادَةَ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ فِي الْجَنَّةِ مِائَةُ دَرَجَةٍ مَا بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ مِائَةُ عَامٍ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Abbas Al-Anbari menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Sharik menceritakan kepada kami, atas wewenang Muhammad bin Jahadah, atas wewenang Ata', atas wewenang Abu Hurairah, beliau bersabda Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda, “Di surga ada seratus tingkat, dan di antara setiap dua tingkat ada seratus tahun.” Abu Issa mengatakan ini adalah hadis yang baik. BENAR.
08
Jami at-Tirmidzi # 38/2530
Mu'adh bin Jabal (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ الْبَصْرِيُّ، قَالاَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَصَلَّى الصَّلَوَاتِ وَحَجَّ الْبَيْتَ لاَ أَدْرِي أَذَكَرَ الزَّكَاةَ أَمْ لاَ إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يَغْفِرَ لَهُ إِنْ هَاجَرَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ مَكَثَ بِأَرْضِهِ الَّتِي وُلِدَ بِهَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ مُعَاذٌ أَلاَ أُخْبِرُ بِهَذَا النَّاسَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ ذَرِ النَّاسَ يَعْمَلُونَ فَإِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ مَا بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَالْفِرْدَوْسُ أَعْلَى الْجَنَّةِ وَأَوْسَطُهَا وَفَوْقَ ذَلِكَ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهَا تُفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَسَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَكَذَا رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ هِشَامِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ وَهَذَا عِنْدِي أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ هَمَّامٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ ‏.‏ وَعَطَاءٌ لَمْ يُدْرِكْ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ وَمُعَاذٌ قَدِيمُ الْمَوْتِ مَاتَ فِي خِلاَفَةِ عُمَرَ ‏.‏
Qutaibah menceritakan kepada kami, dan Ahmad bin Abdah al-Dhabi al-Basri menceritakan kepada kami, dengan mengatakan: Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami, atas wewenang Zayd bin Aslam, atas wewenang Ata’ Ibnu Yasar, atas wewenang Muadh Ibnu Jabal, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, menunaikan shalat, dan menunaikan haji ke Baitullah, maka aku tidak mengetahuinya. Entah dia membayar zakat atau tidak, Allah wajib mengampuninya jika dia berhijrah di jalan Tuhan atau tetap tinggal di tanah kelahirannya.” Dia berkata. Saya melarang saya tidak memberi tahu orang-orang ini. Rasulullah SAW bersabda, “Biarkan manusia melakukan apa yang mereka kerjakan, karena di surga ada seratus tingkatan antara Setiap dua derajat itu seperti antara langit dan bumi dan surga, yang tertinggi dan tengah surga, dan di atasnya ada singgasana Yang Maha Pemurah, dan dari sana mengalir sungai-sungai. “Surga, maka jika kamu meminta kepada Allah, mintalah surga kepada-Nya.” Abu Issa berkata: Beginilah hadits ini diriwayatkan berdasarkan otoritas Hisyam bin Saad, atas otoritas Zaid. Membangun Aslam, atas wewenang Ata’ bin Yassar, atas wewenang Muadh bin Jabal, dan ini menurut saya lebih shahih dari hadis Hammam, atas wewenang Zayd bin Aslam, atas wewenang Ata’ bin Yassar, atas wewenang Ubadah bin al-Samit. Dan Ata’ tidak bertemu dengan Mu’adh bin Jabal. Mu’adh sudah sangat tua dan meninggal pada masa kekhalifahan Umar.
09
Jami at-Tirmidzi # 38/2531
Ubada bin al-Samit (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ، حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ فِي الْجَنَّةِ مِائَةُ دَرَجَةٍ مَا بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَالْفِرْدَوْسُ أَعْلاَهَا دَرَجَةً وَمِنْهَا تُفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ الأَرْبَعَةُ وَمِنْ فَوْقِهَا يَكُونُ الْعَرْشُ فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَسَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ ‏"‏ ‏.‏

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، نَحْوَهُ ‏.‏
Abdullah bin Abdul Rahman menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Hammam menceritakan kepada kami, Zaid bin Aslam menceritakan kepada kami, atas wewenang Ata’ bin Kiri, atas wewenang Ubadah bin al-Samit, bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, “Di surga ada seratus tingkat, dan di antara setiap dua tingkat ada di antara Langit, bumi, dan surga adalah yang paling tinggi derajatnya, dan darinya mengalir empat sungai surga, dan diatasnya terdapat Arsy. Jika kamu meminta kepada Allah, maka mintalah surga kepada-Nya. “Ahmad ibn Mani’ meriwayatkan kepada kami, Yazid ibn Harun meriwayatkan kepada kami, Hammam meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Zayd ibn Aslam, Suka itu...
10
Jami at-Tirmidzi # 38/2532
Abu Sa'eed
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ، عَنْ دَرَّاجٍ أَبِي السَّمْحِ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ لَوْ أَنَّ الْعَالَمِينَ اجْتَمَعُوا فِي إِحْدَاهُنَّ لَوَسِعَتْهُمْ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ ‏.‏
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Ibnu Lahi’ah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Darraj Abu Al-Samh, atas wewenang Abu Al-Haytham, atas wewenang Abu Sa’id, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, katanya “Sesungguhnya di surga itu ada seratus tingkatan, jika dua alam itu dihimpun dalam salah satunya, niscaya akan memperbesarnya.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang aneh.
11
Jami at-Tirmidzi # 38/2533
Abdullah Bin Mas'ud
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، حَدَّثَنَا فَرْوَةُ بْنُ أَبِي الْمَغْرَاءِ، أَخْبَرَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِنَّ الْمَرْأَةَ مِنْ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ لَيُرَى بَيَاضُ سَاقِهَا مِنْ وَرَاءِ سَبْعِينَ حُلَّةً حَتَّى يُرَى مُخُّهَا وَذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ يَقُولُ‏:‏ ‏(‏كَأََنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ ‏)‏ فَأَمَّا الْيَاقُوتُ فَإِنَّهُ حَجَرٌ لَوْ أَدْخَلْتَ فِيهِ سِلْكًا ثُمَّ اسْتَصْفَيْتَهُ لأُرِيتَهُ مِنْ وَرَائِهِ ‏"‏ ‏.‏

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ ‏.‏
Abdullah bin Abdul Rahman menceritakan kepada kami, Farwa bin Abi Al-Mughra menceritakan kepada kami, Ubaidah bin Humaid menceritakan kepada kami, atas otoritas Ata bin Al-Sa'ib, Atas otoritas Amr ibn Maimun, atas otoritas Abdullah ibn Masoud, atas otoritas Nabi Muhammad SAW, yang bersabda: “Wanita itu adalah salah satu wanita penghuni surga yang dapat dilihat.” Putihnya kakinya dari balik tujuh puluh lapis hingga otaknya terlihat. Hal ini karena Allah berfirman: (Seolah-olah batu mirah dan koral) Adapun “Safir itu batu, dan jika kamu memasukkan kawat ke dalamnya lalu diluruskan, kamu akan memperlihatkan bagian belakangnya.” Hunaad meriwayatkan kepada kami, Ubaidah bin Humaid, atas wewenang Ata’ bin Al-Sa’ib, atas wewenang Amr bin Maymun, atas wewenang Abdullah bin Masoud, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, dan sejenisnya.
12
Jami at-Tirmidzi # 38/2534
(another Chain
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، نَحْوَهُ بِمَعْنَاهُ وَلَمْ يَرْفَعْهُ ‏.‏ وَهَذَا أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ عَبِيدَةَ بْنِ حُمَيْدٍ وَهَكَذَا رَوَى جَرِيرٌ وَغَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ وَلَمْ يَرْفَعُوهُ ‏.‏

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، نَحْوَ حَدِيثِ أَبِي الأَحْوَصِ وَلَمْ يَرْفَعْهُ أَصْحَابُ عَطَاءٍ وَهَذَا أَصَحُّ ‏.‏

Hanad meriwayatkan kepada kami, Abu Al-Ahwas meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ata’ bin Al-Sa’ib, atas wewenang Amr bin Maymun, atas wewenang Abdullah bin Masoud, dan sejenisnya. Artinya, dan dia tidak meriwayatkannya. Hal ini lebih shahih dibandingkan hadis Ubaidah bin Humayd. Demikian pula Jarir dan lebih dari satu orang meriwayatkannya atas wewenang Ata’ bin Al-Sa’ib, dan mereka tidak mengangkatnya… Qutaibah menceritakan kepada kami, Jarir menceritakan kepada kami, atas wewenang Ata’ bin Al-Sa’ib, serupa dengan hadits Abu Al-Ahwas, namun para sahabat Ata’ tidak meriwayatkannya, dan ini lebih tepat.
13
Jami at-Tirmidzi # 38/2535
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ فُضَيْلِ بْنِ مَرْزُوقٍ، عَنْ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْءُ وُجُوهِهِمْ عَلَى مِثْلِ ضَوْءِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَالزُّمْرَةُ الثَّانِيَةُ عَلَى مِثْلِ أَحْسَنِ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ لِكُلِّ رَجُلٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ عَلَى كُلِّ زَوْجَةٍ سَبْعُونَ حُلَّةً يُرَى مُخُّ سَاقِهَا مِنْ وَرَائِهَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏. حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدُّورِيُّ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، أَخْبَرَنَا شَيْبَانُ، عَنْ فِرَاسٍ، عَنْ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَالثَّانِيَةُ عَلَى لَوْنِ أَحْسَنِ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ لِكُلِّ رَجُلٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ عَلَى كُلِّ زَوْجَةٍ سَبْعُونَ حُلَّةً يَبْدُو مُخُّ سَاقِهَا مِنْ وَرَائِهَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Sufyan bin Wakee’ menceritakan kepada kami, ayah saya menceritakan kepada kami, atas wewenang Fudayl bin Marzuq, atas wewenang Atiya, atas wewenang Abu Sa’id, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, yang bersabda, “Kelompok pertama akan masuk surga pada hari kiamat, cahaya wajahnya seperti cahaya bulan pada malam bulan purnama, dan kelompok kedua akan masuk surga. Seperti bintang bersinar terindah di langit. Setiap laki-laki di antara mereka mempunyai dua isteri, dan pada masing-masing isteri terdapat tujuh puluh jubah, yang di belakangnya dapat terlihat sumsum kakinya.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang bagus. Al-Abbas bin Muhammad al-Duri memberitahu kami, Ubayd Allah bin Musa memberitahu kami, Shayban memberitahu kami, atas wewenang Firas, atas wewenang Atiya, atas wewenang Abu Sa`id al-Khudri, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, yang mengatakan: “Kelompok pertama yang masuk surga akan berbentuk bulan pada malam bulan purnama.” Yang kedua adalah warna bintang bersinar terindah di langit. Setiap laki-laki di antara mereka mempunyai dua isteri, dan setiap isteri mempunyai tujuh puluh jas. Sumsum kakinya terlihat dari belakangnya.” Dia berkata, “Ini adalah hadis shahih.”
14
Jami at-Tirmidzi # 38/2536
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، وَمَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ، عَنْ عِمْرَانَ الْقَطَّانِ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ يُعْطَى الْمُؤْمِنُ فِي الْجَنَّةِ قُوَّةَ كَذَا وَكَذَا مِنَ الْجِمَاعِ ‏"‏ ‏.‏ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوَيُطِيقُ ذَلِكَ قَالَ ‏"‏ يُعْطَى قُوَّةَ مِائَةٍ ‏"‏ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ عِمْرَانَ الْقَطَّانِ ‏.‏
Muhammad bin Bashar dan Mahmoud bin Ghaylan meriwayatkan kepada kami, mengatakan: Abu Dawud al-Tayalisi meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Imran al-Qattan, atas wewenang Qatada, atas wewenang Anas, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, “Di surga, orang beriman akan diberikan kekuatan ini dan itu dari persetubuhan.” Dikatakan, “Wahai Rasulullah, mampukah dia Dia berkata, “Dia akan diberi kekuatan seratus.” Dan atas wewenang Zaid bin Arqam. Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang shahih dan aneh yang tidak kami ketahui.” Dari hadits Qatada pada riwayat Anas, kecuali hadits Imran al-Qattan.
15
Jami at-Tirmidzi # 38/2537
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَلِجُ الْجَنَّةَ صُورَتُهُمْ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ لاَ يَبْصُقُونَ فِيهَا وَلاَ يَمْتَخِطُونَ وَلاَ يَتَغَوَّطُونَ آنِيَتُهُمْ فِيهَا الذَّهَبُ وَأَمْشَاطُهُمْ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَمَجَامِرُهُمْ مِنَ الأَلُوَّةِ وَرَشْحُهُمُ الْمِسْكُ وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ يُرَى مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنَ الْحُسْنِ لاَ اخْتِلاَفَ بَيْنَهُمْ وَلاَ تَبَاغُضَ قُلُوبُهُمْ قَلْبُ رَجُلٍ وَاحِدٍ يُسَبِّحُونَ اللَّهَ بُكْرَةً وَعَشِيًّا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَالأَلُوَّةُ هُوَ الْعُودُ ‏.‏
Suwayd bin Nasr menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al-Mubarak menceritakan kepada kami, Muammar menceritakan kepada kami, atas otoritas Hammam bin Munabbih, atas otoritas Abu Hurairah, dia berkata, dia berkata Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, “Kelompok pertama yang masuk surga akan memiliki gambar mereka seperti gambar bulan pada malam bulan purnama. Mereka tidak akan meludah dan tidak akan meludah. Mereka membuang ingus dan tidak buang air besar; bejana-bejananya terbuat dari emas, sisirnya terbuat dari emas dan perak, perapinya terbuat dari gaharu, dan wanginya musk. Dan masing-masing dari mereka mempunyai dua isteri, dan sumsum batangnya terlihat dari balik dagingnya yang indah. Tidak ada perbedaan di antara mereka, dan hati mereka tidak saling membenci. Seorang pria memuliakan Tuhan pagi dan sore.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis shahih. Dan lidah buayanya adalah oud.”
16
Jami at-Tirmidzi # 38/2538
Dawud bin Amir bin Sa'd bin Abi Waqqas (RA)
حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ لَوْ أَنَّ مَا يُقِلُّ ظُفُرٌ مِمَّا فِي الْجَنَّةِ بَدَا لَتَزَخْرَفَتْ لَهُ مَا بَيْنَ خَوَافِقِ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَلَوْ أَنَّ رَجُلاً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ اطَّلَعَ فَبَدَا أَسَاوِرُهُ لَطَمَسَ ضَوْءَ الشَّمْسِ كَمَا تَطْمِسُ الشَّمْسُ ضَوْءَ النُّجُومِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ بِهَذَا الإِسْنَادِ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ لَهِيعَةَ ‏.‏ وَقَدْ رَوَى يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ وَقَالَ عَنْ عُمَرَ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏
Suwayd bin Nasr menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al-Mubarak menceritakan kepada kami, Ibnu Lahi’ah menceritakan kepada kami, atas otoritas Yazid bin Abi Habib, atas otoritas Dawud bin Amer bin Saad bin Abi Waqqas, atas otoritas ayahnya, atas otoritas kakeknya, atas otoritas Nabi Muhammad SAW, yang bersabda: “Andai saja seujung jari dari apa yang ada di surga tampak Segala sesuatu yang ada di antara langit dan bumi akan dihias untuknya, meskipun ada seorang penghuni surga yang bangun dan gelangnya tampak menutupi cahaya matahari sebagaimana matahari mengaburkan cahaya bintang.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang aneh. Kita tidak mengetahuinya dengan rantai penularan ini kecuali dari hadis Ibnu Lahi’ah. Yahya bin Ayyub meriwayatkan hadits ini atas wewenang Yazid bin Abi Habib, dan beliau berkata atas wewenang Omar bin Saad bin Abi Waqqas, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian.
17
Jami at-Tirmidzi # 38/2539
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، وَأَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ قَالاَ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَامِرٍ الأَحْوَلِ، عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ أَهْلُ الْجَنَّةِ جُرْدٌ مُرْدٌ كُحْلٌ لاَ يَفْنَى شَبَابُهُمْ وَلاَ تَبْلَى ثِيَابُهُمْ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏
Muhammad bin Bashar dan Abu Hisyam Al-Rifai menceritakan kepada kami, dengan mengatakan: Muadh bin Hisyam menceritakan kepada kami, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Amer Al-Ahwal, atas wewenang Shahr bin Hawshab, atas wewenang Abu Hurairah, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Penghuni surga akan dilucuti, dilucuti, seperti lumpur. Masa muda mereka tidak akan pudar dan tidak akan pernah habis.” Pakaian mereka “Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan aneh.
18
Jami at-Tirmidzi # 38/2540
Abu Sa'eed narrated concerning His (Allah's) statement "And couches, elevated ..." (Al Wa'qiah 56
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ، عَنْ دَرَّاجٍ أَبِي السَّمْحِ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي قَوْلِهِ‏:‏ ‏(‏وَفُرُشٍ مَرْفُوعَةٍ ‏)‏ قَالَ ‏"‏ ارْتِفَاعُهَا لَكَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ مَسِيرَةَ خَمْسِمِائَةِ سَنَةٍ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ رِشْدِينَ بْنِ سَعْدٍ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي تَفْسِيرِ هَذَا الْحَدِيثِ إِنَّ مَعْنَاهُ الْفُرُشَ فِي الدَّرَجَاتِ وَبَيْنَ الدَّرَجَاتِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ ‏.‏
Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Rishdin bin Saad menceritakan kepada kami, atas wewenang Amr bin Al-Harith, atas wewenang Darraj Abi Al-Samh, atas wewenang Abu Al-Haytham, atas wewenang Abu Sa'id, Atas wewenang Nabi Muhammad SAW, dalam sabdanya: (Dan kasur-kasur ditinggikan) Beliau bersabda, “Ketinggiannya bagimu seperti antara langit dan bumi jaraknya lima ratus kilometer.” “Setahun.” Abu Issa berkata, "Ini adalah hadits yang aneh. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Rishdin bin Sa'd. Sebagian ulama mengatakan dalam menafsirkan Makna hadits ini tersebar dalam tingkatan dan antar tingkatan seperti antara langit dan bumi.
19
Jami at-Tirmidzi # 38/2541
Asma binti Abubakr (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ بُكَيْرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ، قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ وَذُكِرَ لَهُ سِدْرَةُ الْمُنْتَهَى قَالَ ‏
"‏ يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّ الْفَنَنِ مِنْهَا مِائَةَ سَنَةٍ أَوْ يَسْتَظِلُّ بِظِلِّهَا مِائَةُ رَاكِبٍ شَكَّ يَحْيَى فِيهَا فَرَاشُ الذَّهَبِ كَأَنَّ ثَمَرَهَا الْقِلاَلُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏
Abu Kurayb menceritakan kepada kami, Yunus bin Bukayr menceritakan kepada kami, atas otoritas Muhammad bin Ishaq, atas otoritas Yahya bin Abbad bin Abdullah bin Al-Zubayr, atas otoritas ayah-Nya, atas otoritas Asma' binti Abi Bakar, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengatakan, dan Sidra al-Muntaha disebutkan kepadanya. Dia berkata: “Pengendara itu masuk Karya seni itu bertahan di sana selama seratus tahun, atau seratus pengendara berteduh di bawah naungannya. Yahya meragukan hamparan emas seolah-olah buahnya sedikit.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan aneh.
20
Jami at-Tirmidzi # 38/2542
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُسْلِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا الْكَوْثَرُ قَالَ ‏"‏ ذَاكَ نَهْرٌ أَعْطَانِيهِ اللَّهُ يَعْنِي فِي الْجَنَّةِ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ وَأَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ فِيهَا طَيْرٌ أَعْنَاقُهَا كَأَعْنَاقِ الْجُزُرِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ عُمَرُ إِنَّ هَذِهِ لَنَاعِمَةٌ ‏.‏ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ أَكَلَتُهَا أَنْعَمُ مِنْهَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُسْلِمٍ هُوَ ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ الزُّهْرِيِّ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُسْلِمٍ قَدْ رَوَى عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ‏.‏
Abdullah bin Humaid menceritakan kepada kami, Abdullah bin Maslamah menceritakan kepada kami, atas wewenang Muhammad bin Abdullah bin Muslim, atas wewenang ayahnya, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Anas bin Malik berkata, “Rasulullah SAW ditanya apa itu Al-Kawthar.” Dia berkata, "Itu adalah sungai yang diberikan Tuhan kepadaku. Maksudku, di surga, sungai itu lebih putih dari susu." Dan lebih manis dari pada madu, di dalamnya ada burung-burung yang lehernya seperti wortel.” Omar berkata, “Ini lembut.” Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berkata. “Aku memakannya lebih lembut dari itu.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang bagus. Muhammad bin Abdullah bin Muslim adalah keponakan Ibnu Shihab.” Al-Zuhri dan Abdullah bin Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar dan Anas bin Malik.
21
Jami at-Tirmidzi # 38/2543
Sulaiman bin Buraidah (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَ أَخْبَرَنَا عَاصِمُ بْنُ عَلِيٍّ، حَدَّثَنَا الْمَسْعُودِيُّ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَجُلاً، سَأَلَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ فِي الْجَنَّةِ مِنْ خَيْلٍ قَالَ ‏"‏ إِنِ اللَّهُ أَدْخَلَكَ الْجَنَّةَ فَلاَ تَشَاءُ أَنْ تُحْمَلَ فِيهَا عَلَى فَرَسٍ مِنْ يَاقُوتَةٍ حَمْرَاءَ يَطِيرُ بِكَ فِي الْجَنَّةِ حَيْثُ شِئْتَ إِلاَّ فَعَلْتَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَسَأَلَهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ فِي الْجَنَّةِ مِنْ إِبِلٍ قَالَ فَلَمْ يَقُلْ لَهُ مِثْلَ مَا قَالَ لِصَاحِبِهِ قَالَ ‏"‏ إِنْ يُدْخِلْكَ اللَّهُ الْجَنَّةَ يَكُنْ لَكَ فِيهَا مَا اشْتَهَتْ نَفْسُكَ وَلَذَّتْ عَيْنُكَ ‏"‏ ‏.‏

حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَابِطٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ بِمَعْنَاهُ وَهَذَا أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ الْمَسْعُودِيِّ ‏.‏
Abdullah bin Abdul Rahman menceritakan kepada kami, dia berkata: Asim bin Ali menceritakan kepada kami, Al-Masoudi menceritakan kepada kami, atas wewenang Alqamah bin Marthad, atas wewenang Sulaiman bin Buraydah, atas wewenang ayahnya, bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan berkata, “Ya Rasulullah, apakah ada kuda di surga?” Dia berkata, “Tentu saja, Tuhan Dia telah memasukkanmu ke dalam surga, dan kamu tidak ingin diangkut ke sana dengan seekor kuda merah delima yang akan menerbangkanmu berkeliling surga kemanapun kamu mau, kecuali kamu melakukannya.” Dia berkata. Seorang laki-laki bertanya kepadanya, dan dia berkata, Wahai Rasulullah, apakah ada unta di surga? Dia berkata, tapi dia tidak mengatakan hal yang sama seperti yang dia katakan kepada temannya. Dia berkata, “Jika Tuhan mau menerimamu “Surga adalah tempat dimana kamu akan mendapatkan apapun yang diinginkan oleh jiwamu dan apa yang disenangi oleh matamu.” Suwayd bin Nasr menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al-Mubarak menceritakan kepada kami, Atas wewenang Sufyan, atas wewenang Alqamah bin Marthad, atas wewenang Abd al-Rahman bin Sabit, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, serupa dengan maknanya, dan ini lebih shahih dari hadits Al-Masoudi...
22
Jami at-Tirmidzi # 38/2544
Abu Ayyub Al-Ansari (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ سَمُرَةَ الأَحْمَسِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنْ وَاصِلٍ، هُوَ ابْنُ السَّائِبِ عَنْ أَبِي سَوْرَةَ، عَنْ أَبِي أَيُّوبَ، قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُحِبُّ الْخَيْلَ أَفِي الْجَنَّةِ خَيْلٌ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِنْ أُدْخِلْتَ الْجَنَّةَ أُتِيتَ بِفَرَسٍ مِنْ يَاقُوتَةٍ لَهُ جَنَاحَانِ فَحُمِلْتَ عَلَيْهِ ثُمَّ طَارَ بِكَ حَيْثُ شِئْتَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لَيْسَ إِسْنَادُهُ بِالْقَوِيِّ وَلاَ نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ أَبِي أَيُّوبَ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏ وَأَبُو سَوْرَةَ هُوَ ابْنُ أَخِي أَبِي أَيُّوبَ يُضَعَّفُ فِي الْحَدِيثِ ضَعَّفَهُ يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ جِدًّا قَالَ وَسَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْمَاعِيلَ يَقُولُ أَبُو سَوْرَةَ هَذَا مُنْكَرُ الْحَدِيثِ يَرْوِي مَنَاكِيرَ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ لاَ يُتَابَعُ عَلَيْهَا ‏.‏
Muhammad bin Ismail bin Samra Al-Ahmasi menceritakan kepada kami, Abu Muawiyah menceritakan kepada kami, atas otoritas Wasil, yaitu Ibnu Al-Sa'ib, atas otoritas Abu Sura, atas otoritas Abu Ayub, dia berkata: Seorang Badui datang kepada Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan berkata, Ya Rasulullah, aku suka kuda. Apakah ada kuda di surga? Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berkata. Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian: “Jika kamu dimasukkan ke surga, kamu akan dibawa dengan seekor kuda rubi bersayap dua, dan kamu akan ditunggangi di atasnya, kemudian dia akan terbang bersamamu kemanapun kamu mau.” Abu Issa mengatakan hal ini. Sebuah hadis yang rantai penularannya tidak kuat, dan kita tidak mengetahuinya dari hadis Abu Ayyub kecuali dari jalur ini. Abu Sura adalah anak dari saudara laki-laki ayahku. Ayoub dilemahkan dalam hadis. Yahya bin Ma’in sangat melemahkannya. Dia berkata, “Dan aku mendengar Muhammad bin Ismail berkata: Abu Surat, ini adalah hadits yang tidak pantas diriwayatkan.” Munakir atas wewenang Abu Ayyub yang tidak dapat ditindaklanjuti.
23
Jami at-Tirmidzi # 38/2545
Mu'adh bin Jabal (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ، مُحَمَّدُ بْنُ فِرَاسٍ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، حَدَّثَنَا عِمْرَانُ أَبُو الْعَوَّامِ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ غَنْمٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلاَثِينَ أَوْ ثَلاَثٍ وَثَلاَثِينَ سَنَةً ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَبَعْضُ أَصْحَابِ قَتَادَةَ رَوَوْا هَذَا عَنْ قَتَادَةَ مُرْسَلاً وَلَمْ يُسْنِدُوهُ ‏.‏
Abu Hurairah meriwayatkan kepada kami, Muhammad bin Firas Al-Basri meriwayatkan kepada kami, Abu Dawud meriwayatkan kepada kami, Imran Abu Al-Awwam meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Qatada, atas wewenang Shahr bin Hawshab, atas wewenang Abd al-Rahman bin Ghanam, atas wewenang Muadh bin Jabal, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: penghuni surga akan masuk surga dalam keadaan telanjang bulat.” Marada, mengenakan kohl, berusia tiga puluh atau tiga puluh tiga tahun.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang bagus dan aneh.” Beberapa sahabat Qatada Mereka meriwayatkan hal ini atas wewenang Qatadah berdasarkan riwayat mursal, namun mereka tidak mendukungnya.
24
Jami at-Tirmidzi # 38/2546
Ibn Buraidah (RA)
حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ يَزِيدَ الطَّحَّانُ الْكُوفِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ ضِرَارِ بْنِ مُرَّةَ، عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ، عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ أَهْلُ الْجَنَّةِ عِشْرُونَ وَمِائَةُ صَفٍّ ثَمَانُونَ مِنْهَا مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ وَأَرْبَعُونَ مِنْ سَائِرِ الأُمَمِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مُرْسَلاً وَمِنْهُمْ مَنْ قَالَ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ وَحَدِيثُ أَبِي سِنَانٍ عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ حَسَنٌ ‏.‏ وَأَبُو سِنَانٍ اسْمُهُ ضِرَارُ بْنُ مُرَّةَ وَأَبُو سِنَانٍ الشَّيْبَانِيُّ اسْمُهُ سَعِيدُ بْنُ سِنَانٍ وَهُوَ بَصْرِيٌّ وَأَبُو سِنَانٍ الشَّامِيُّ اسْمُهُ عِيسَى بْنُ سِنَانٍ هُوَ الْقَسْمَلِيُّ ‏.‏
Husain ibn Yazid al-Tahan al-Kufi meriwayatkan kepada kami, Muhammad ibn Fudayl meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Dirar ibn Murrah, atas wewenang Muharib ibn Dathar, atas wewenang Ibnu Buraydah, Atas wewenang ayahnya, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: “Penghuni surga akan berjumlah seratus dua puluh baris, delapan puluh di antaranya akan menjadi dari bangsa ini.” Dan empat puluh orang dari segala bangsa.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang bagus. Hadits ini diriwayatkan dari Alqamah bin Marthad, atas wewenang Suleiman bin Buraidah, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, dan di antara mereka ada yang mengatakan atas wewenang Suleiman bin Buraidah, atas wewenang bapaknya, dan hadits Abu Sinan atas wewenang Muharib. Ibnu Datar Hassan. Dan nama Abu Sinan adalah Dirar bin Murrah. Nama Abu Sinan al-Shaybani adalah Sa'id ibn Sinan. Dialah Basri dan Abu Sinan. Nama orang Syam itu adalah Issa bin Sinan, beliau adalah Al-Qasmali.
25
Jami at-Tirmidzi # 38/2547
Abdullah Bin Mas'ud
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، قَالَ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ مَيْمُونٍ، يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي قُبَّةٍ نَحْوًا مِنْ أَرْبَعِينَ فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ أَتَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا رُبُعَ أَهْلِ الْجَنَّةِ ‏"‏ ‏.‏ قَالُوا نَعَمْ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ أَتَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا ثُلُثَ أَهْلِ الْجَنَّةِ ‏"‏ ‏.‏ قَالُوا نَعَمْ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ أَتَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا شَطْرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ إِنَّ الْجَنَّةَ لاَ يَدْخُلُهَا إِلاَّ نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ مَا أَنْتُمْ فِي الشِّرْكِ إِلاَّ كَالشَّعْرَةِ الْبَيْضَاءِ فِي جِلْدِ الثَّوْرِ الأَسْوَدِ أَوْ كَالشَّعْرَةِ السَّوْدَاءِ فِي جِلْدِ الثَّوْرِ الأَحْمَرِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ وَأَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ ‏.‏
Mahmoud bin Ghaylan memberi tahu kami, Abu Dawud memberi tahu kami, Shu'bah memberi tahu kami, atas otoritas Abu Ishaq, dia berkata, saya mendengar Amr bin Maymun, berbicara tentang Abdullah bin Masoud, dia berkata, “Kami bersama Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, di tenda yang berisi sekitar empat puluh orang, dan Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata kepada kami.” “Apakah kamu setuju menjadi seperempat penghuni surga?” Mereka berkata, “Ya.” Beliau bertanya, “Apakah kamu setuju menjadi sepertiga penghuni surga?” Mereka berkata, “Ya.” Beliau bersabda, "Apakah kamu bersedia menjadi separuh penghuni surga? Tidak akan masuk surga siapa pun kecuali jiwa yang beragama Islam. Kamu tidak termasuk dalam kemusyrikan." Kecuali Seperti bulu putih pada kulit lembu hitam atau seperti rambut hitam pada kulit lembu merah.” Abu Issa mengatakan ini adalah hadis yang baik. Sahih. Atas wewenang Imran bin Husain dan Abu Saeed Al-Khudri.
26
Jami at-Tirmidzi # 38/2548
Salim bin Abdullah (RA)
حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ الصَّبَّاحِ الْبَغْدَادِيُّ، حَدَّثَنَا مَعْنُ بْنُ عِيسَى الْقَزَّازُ، عَنْ خَالِدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ بَابُ أُمَّتِي الَّذِي يَدْخُلُونَ مِنْهُ الْجَنَّةَ عَرْضُهُ مَسِيرَةُ الرَّاكِبِ الْجَوَادَ ثَلاَثًا ثُمَّ إِنَّهُمْ لَيُضْغَطُونَ عَلَيْهِ حَتَّى تَكَادُ مَنَاكِبُهُمْ تَزُولُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ ‏.‏ قَالَ سَأَلْتُ مُحَمَّدًا عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ فَلَمْ يَعْرِفْهُ وَقَالَ لِخَالِدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ مَنَاكِيرُ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ‏.‏
Al-Fadl bin Al-Sabbah Al-Baghdadi menceritakan kepada kami, Maan bin Issa Al-Qazzaz menceritakan kepada kami, atas wewenang Khaled bin Abi Bakr, atas wewenang Salem bin Abdullah, atas wewenang bapaknya, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda, “Pintu gerbang bangsaku yang melaluinya mereka akan masuk surga selebar perjalanan seorang penunggang kuda.” Kemudian mereka akan menekannya sampai bahu mereka hampir lepas.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang aneh.” Dia berkata, “Saya bertanya kepada Muhammad tentang Dia tidak mengetahui hadits ini, dan dia berkata kepada Khalid bin Abi Bakr: “Itu adalah munkar” berdasarkan otoritas Salem bin Abdullah.
27
Jami at-Tirmidzi # 38/2549
Hasan bin Atiyyah (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ حَبِيبِ بْنِ أَبِي الْعِشْرِينَ، حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، حَدَّثَنَا حَسَّانُ بْنُ عَطِيَّةَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، أَنَّهُ لَقِيَ أَبَا هُرَيْرَةَ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ أَسْأَلُ اللَّهَ أَنْ يَجْمَعَ، بَيْنِي وَبَيْنَكَ فِي سُوقِ الْجَنَّةِ ‏.‏ فَقَالَ سَعِيدٌ أَفِيهَا سُوقٌ قَالَ نَعَمْ أَخْبَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ أَنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ إِذَا دَخَلُوهَا نَزَلُوا فِيهَا بِفَضْلِ أَعْمَالِهِمْ ثُمَّ يُؤْذَنُ فِي مِقْدَارِ يَوْمِ الْجُمُعَةِ مِنْ أَيَّامِ الدُّنْيَا فَيَزُورُونَ رَبَّهُمْ وَيُبْرِزُ لَهُمْ عَرْشَهُ وَيَتَبَدَّى لَهُمْ فِي رَوْضَةٍ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ فَتُوضَعُ لَهُمْ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ وَمَنَابِرُ مِنْ لُؤْلُؤٍ وَمَنَابِرُ مِنْ يَاقُوتٍ وَمَنَابِرُ مِنْ زَبَرْجَدٍ وَمَنَابِرُ مِنْ ذَهَبٍ وَمَنَابِرُ مِنْ فِضَّةٍ وَيَجْلِسُ أَدْنَاهُمْ وَمَا فِيهِمْ مِنْ دَنِيٍّ عَلَى كُثْبَانِ الْمِسْكِ وَالْكَافُورِ وَمَا يُرَوْنَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَرَاسِيِّ بِأَفْضَلَ مِنْهُمْ مَجْلِسًا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَهَلْ نَرَى رَبَّنَا قَالَ ‏"‏ نَعَمْ قَالَ هَلْ تَتَمَارَوْنَ فِي رُؤْيَةِ الشَّمْسِ وَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ‏"‏ ‏.‏ قُلْنَا لاَ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ كَذَلِكَ لاَ تَتَمَارَوْنَ فِي رُؤْيَةِ رَبِّكُمْ وَلاَ يَبْقَى فِي ذَلِكَ الْمَجْلِسِ رَجُلٌ إِلاَّ حَاضَرَهُ اللَّهُ مُحَاضَرَةً حَتَّى يَقُولَ لِلرَّجُلِ مِنْهُمْ يَا فُلاَنُ ابْنَ فُلاَنٍ أَتَذْكُرُ يَوْمَ قُلْتَ كَذَا وَكَذَا فَيُذَكِّرُهُ بِبَعْضِ غَدَرَاتِهِ فِي الدُّنْيَا فَيَقُولُ يَا رَبِّ أَفَلَمْ تَغْفِرْ لِي فَيَقُولُ بَلَى فَبِسِعَةِ مَغْفِرَتِي بَلَغْتَ مَنْزِلَتَكَ هَذِهِ ‏.‏ فَبَيْنَمَا هُمْ عَلَى ذَلِكَ غَشِيَتْهُمْ سَحَابَةٌ مِنْ فَوْقِهِمْ فَأَمْطَرَتْ عَلَيْهِمْ طِيبًا لَمْ يَجِدُوا مِثْلَ رِيحِهِ شَيْئًا قَطُّ وَيَقُولُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى قُومُوا إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لَكُمْ مِنَ الْكَرَامَةِ فَخُذُوا مَا اشْتَهَيْتُمْ ‏.‏ قَالَ فَنَأْتِي سُوقًا قَدْ حَفَّتْ بِهِ الْمَلاَئِكَةُ فِيهِ مَا لَمْ تَنْظُرِ الْعُيُونُ إِلَى مِثْلِهِ وَلَمْ تَسْمَعِ الآذَانُ وَلَمْ يَخْطُرْ عَلَى الْقُلُوبِ فَيُحْمَلُ لَنَا مَا اشْتَهَيْنَا لَيْسَ يُبَاعُ فِيهَا وَلاَ يُشْتَرَى وَفِي ذَلِكَ السُّوقِ يَلْقَى أَهْلُ الْجَنَّةِ بَعْضُهُمْ بَعْضًا قَالَ فَيُقْبِلُ الرَّجُلُ ذُو الْمَنْزِلَةِ الْمُرْتَفِعَةِ فَيَلْقَى مَنْ هُوَ دُونَهُ وَمَا فِيهِمْ دَنِيٌّ فَيَرُوعُهُ مَا يَرَى عَلَيْهِ مِنَ اللِّبَاسِ فَمَا يَنْقَضِي آخِرُ حَدِيثِهِ حَتَّى يَتَخَيَّلَ إِلَيْهِ مَا هُوَ أَحْسَنُ مِنْهُ وَذَلِكَ أَنَّهُ لاَ يَنْبَغِي لأَحَدٍ أَنْ يَحْزَنَ فِيهَا ثُمَّ نَنْصَرِفُ إِلَى مَنَازِلِنَا فَتَتَلَقَّانَا أَزْوَاجُنَا فَيَقُلْنَ مَرْحَبًا وَأَهْلاً لَقَدْ جِئْتَ وَإِنَّ بِكَ مِنَ الْجَمَالِ أَفْضَلَ مِمَّا فَارَقْتَنَا عَلَيْهِ ‏.‏ فَنَقُولُ إِنَّا جَالَسْنَا الْيَوْمَ رَبَّنَا الْجَبَّارَ وَيَحِقُّنَا أَنْ نَنْقَلِبَ بِمِثْلِ مَا انْقَلَبْنَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَقَدْ رَوَى سُوَيْدُ بْنُ عَمْرٍو عَنِ الأَوْزَاعِيِّ شَيْئًا مِنْ هَذَا الْحَدِيثِ ‏.‏
Muhammad bin Ismail meriwayatkan kepada kami, Hisyam bin Ammar meriwayatkan kepada kami, Abd al-Hamid bin Habib bin Abi Al-Ashrine meriwayatkan kepada kami, Al-Awza’i meriwayatkan kepada kami, Hassan bin Attiya menceritakan kepada kami, atas wewenang Saeed bin Al-Musayyab, bahwa ia bertemu dengan Abu Hurairah, dan Abu Hurairah berkata, “Aku memohon kepada Allah untuk mengumpulkan, Antara kau dan aku di pasar surga. Saeed berkata: Apakah ada pasar di dalamnya? Dia berkata: Ya. Rasulullah SAW bersabda kepadaku, “Ketika para penghuni surga masuk, mereka tinggal di sana sebagai ucapan syukur atas amal-amal mereka. Kemudian adzan dikumandangkan pada hari Jumat, salah satu hari di dunia ini, dan mereka mengunjungi Tuhan mereka dan Dia akan menampakkan diri di hadapan mereka. Singgasana-Nya, dan Dia akan menampakkan diri kepada mereka di salah satu taman surga, dan akan ditempatkan bagi mereka mimbar-mimbar cahaya, dan mimbar-mimbar mutiara, dan mimbar-mimbar batu rubi, dan mimbar-mimbar Aquamarine, dan mimbar-mimbar emas, dan mimbar-mimbar perak, dan yang paling rendah di antara mereka dan segala yang ada di dunia ini duduk di atas bukit-bukit pasir kesturi, kapur barus, dan sejenisnya. “Mereka melihat bahwa mereka yang memegang kursi mempunyai tempat duduk yang lebih baik daripada mereka.” Abu Hurairah berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah kami melihat Tuhan kami?’” Beliau menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Apakah kalian berlomba-lomba melihat matahari dan bulan pada malam bulan purnama?” Kami berkata, “Tidak.” Beliau bersabda, “Demikian pula kamu tidak berlomba-lomba dalam melihat Tuhanmu.” Dan tidak Tidak ada seorangpun yang tinggal dalam pertemuan itu kecuali Allah akan memberinya ceramah sampai dia berkata kepada laki-laki di antara mereka: Wahai si fulan, anak fulan, apakah kamu ingat hari ketika kamu berkata ini dan itu? Demikian pula Dia mengingatkannya akan beberapa pengkhianatannya di dunia ini, dan dia berkata, Ya Tuhan, mengapa Engkau tidak mengampuni aku? Dia berkata, “Ya, karena dengan luasnya pengampunanku, aku telah mencapai statusmu.” Ini. Ketika mereka berada di dalam sana, awan menutupi mereka di atas dan menghujani mereka dengan minyak wangi, yang baunya sama sekali tidak mereka cium. Dan Dia bersabda, Tuhan kami Yang Terberkati dan Maha Tinggi, bangkitlah atas apa yang telah Aku persiapkan untukmu, dan ambillah apa yang kamu inginkan. Dia berkata, “Kalau begitu kita akan membuat pasar yang penuh dengan itu.” Para malaikat ada di dalamnya. Yang serupa itu belum terlihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pula masuk ke dalam hati. Sehingga apa yang kita inginkan terkabul. Itu tidak bisa dijual. Di sana, tidak ada pembelian yang dapat dilakukan, dan di pasar itu para penghuni surga akan bertemu satu sama lain. Katanya, dan pria berstatus tinggi akan datang. Kemudian dia bertemu dengan orang-orang yang lebih rendah darinya, dan tidak ada dunia di antara mereka, dan dia merasa ngeri dengan pakaian yang dia lihat pada dirinya. Dan akhir pidatonya tidak berakhir sampai dia membayangkan apa yang dia kenakan. Lebih baik dari itu, karena tidak boleh ada orang yang bersedih di sana. Kemudian kami kembali ke rumah kami, dan istri kami menemui kami dan berkata, Selamat datang. Dan selamat datang, Anda telah datang, dan kecantikan Anda lebih baik dari apa yang Anda tinggalkan untuk kami. Maka kita berkata, “Hari ini kami telah duduk bersama Tuhan kami Yang Maha Perkasa, dan Dia berhak atas kami.” Bahwa kita kembali dengan cara yang sama seperti kita berbalik.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang aneh. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari sudut pandang ini.” Suwayd bin Amr melaporkan sesuatu dari hadis ini berdasarkan otoritas Al-Awza’i.
28
Jami at-Tirmidzi # 38/2550
Ali bin Abi Thalib (RA)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، وَهَنَّادٌ، قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِسْحَاقَ، عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ لَسُوقًا مَا فِيهَا شِرَاءٌ وَلاَ بَيْعٌ إِلاَّ الصُّوَرَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ فَإِذَا اشْتَهَى الرَّجُلُ صُورَةً دَخَلَ فِيهَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ ‏.‏
Ahmad ibn Mani` dan Hanad meriwayatkan kepada kami, mereka berkata: Abu Muawiyah meriwayatkan kepada kami, Abd al-Rahman ibn Ishaq meriwayatkan kepada kami, atas wewenang al-Nu`man ibn Sa`d, atas wewenang Ali, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di surga ada pasar yang di dalamnya tidak ada jual beli kecuali salinan laki-laki dan perempuan.” Jadi jika seseorang menginginkan suatu bentuk, dia masuk ke dalamnya.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang aneh.”
29
Jami at-Tirmidzi # 38/2551
Jarir bin Abdullah al-Bajali (RA)
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيِّ، قَالَ كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَنَظَرَ إِلَى الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ فَقَالَ ‏"‏ إِنَّكُمْ سَتُعْرَضُونَ عَلَى رَبِّكُمْ فَتَرَوْنَهُ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لاَ تُضَامُونَ فِي رُؤْيَتِهِ فَإِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ لاَ تُغْلَبُوا عَلَى صَلاَةٍ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَصَلاَةٍ قَبْلَ غُرُوبِهَا فَافْعَلُوا ‏"‏ ‏.‏ ثُمَّ قَرَأََ‏:‏ ‏(‏سَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ ‏)‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Hanad meriwayatkan kepada kami, Waki’ meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ismail bin Abi Khaled, atas wewenang Qais bin Abi Hazim, atas wewenang Jarir bin Abdullah Al-Bajli, dia berkata, Kami sedang duduk bersama Nabi Muhammad SAW, dan dia memandang bulan pada malam bulan purnama dan berkata, “Sesungguhnya kamu akan dihadirkan kepada Tuhanmu dan kamu akan melihatnya sebagai Kamu melihat bulan ini dan kamu tidak ragu-ragu melihatnya, maka jika kamu tidak mampu mengabaikan shalat sebelum terbitnya matahari dan shalat sebelum terbenamnya, maka kerjakanlah.” Kemudian dia membacakan: (Maha Suci Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam.) Abu Issa mengatakan ini adalah hadits yang baik. Benar.
30
Jami at-Tirmidzi # 38/2552
Suhaib Diriwayatkan Mengenai Pernyataannya
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ صُهَيْبٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي قَوْلِه‏:‏ ‏(‏لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ ‏)‏ قَالَ ‏"‏ إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ نَادَى مُنَادٍ إِنَّ لَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ مَوْعِدًا ‏.‏ قَالُوا أَلَمْ يُبَيِّضْ وُجُوهَنَا وَيُنَجِّنَا مِنَ النَّارِ وَيُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ قَالُوا بَلَى ‏.‏ قَالَ فَيُكْشَفُ الْحِجَابُ قَالَ فَوَاللَّهِ مَا أَعْطَاهُمْ شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَيْهِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ إِنَّمَا أَسْنَدَهُ حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ وَرَفَعَهُ ‏.‏ وَرَوَى سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ وَحَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَوْلَهُ ‏.‏
Muhammad bin Bashar meriwayatkan kepada kami, Abd al-Rahman bin Mahdi meriwayatkan kepada kami, Hammad bin Salama meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Tsabit al-Bunani, atas wewenang Abd al-Rahman bin Abu Laila, atas wewenang Suhaib, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, dalam sabdanya: (Bagi orang-orang yang berbuat baik maka kebaikan dan yang lebih lagi) Beliau bersabda, “Ketika dia masuk Penduduk Surga, Surga. Seorang pembawa berita berseru, “Sungguh, kamu punya janji dengan Tuhan.” Mereka bertanya, “Bukankah Dia mencerahkan wajah kami, menyelamatkan kami dari api neraka dan memasukkan kami ke surga?” Mereka berkata, “Ya.” Beliau bersabda, “Kemudian tabir itu akan dibuka.” Beliau bersabda, “Demi Allah, tidaklah Dia memberikan kepada mereka sesuatu yang lebih mereka cintai selain memandang kepada-Nya.” kata Abu Issa. Ini adalah sebuah hadits, namun Hammad bin Salamah mengaitkannya dan meriwayatkannya. Sulaiman bin Al-Mughirah dan Hammad bin Zaid meriwayatkan hadits ini dari Thabit. Al-Bunani, atas wewenang Abd al-Rahman bin Abi Laila, sabdanya.
31
Jami at-Tirmidzi # 38/2553
Thuwair (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، أَخْبَرَنِي شَبَابَةُ، عَنْ إِسْرَائِيلَ، عَنْ ثُوَيْرٍ، قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ، يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ إِنَّ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً لَمَنْ يَنْظُرُ إِلَى جِنَانِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَنَعِيمِهِ وَخَدَمِهِ وَسُرُرِهِ مَسِيرَةَ أَلْفِ سَنَةٍ وَأَكْرَمَهُمْ عَلَى اللَّهِ مَنْ يَنْظُرُ إِلَى وَجْهِهِ غُدْوَةً وَعَشِيَّةً ‏"‏ ‏.‏ ثُمَّ قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم‏:‏ ‏(‏وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ * إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ‏)‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ ثُوَيْرٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ مَرْفُوعٌ ‏.‏ وَرَوَاهُ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَبْجَرَ عَنْ ثُوَيْرٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ مَوْقُوفٌ ‏.‏

وَرَوَى عُبَيْدُ اللَّهِ الأَشْجَعِيُّ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ ثُوَيْرٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَوْلَهُ وَلَمْ يَرْفَعْهُ حَدَّثَنَا بِذَلِكَ أَبُو كُرَيْبٍ، مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ الأَشْجَعِيُّ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ ثُوَيْرٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، نَحْوَهُ وَلَمْ يَرْفَعْهُ ‏.‏
Abd bin Humaid menceritakan kepada kami, Shababah memberitahuku, atas otoritas Israel, atas otoritas Thuwayr, dia berkata, Aku mendengar Ibnu Umar berkata, “Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, ‘Yang paling rendah statusnya bagi penghuni surga adalah orang yang memandang surganya, istri-istrinya, kebahagiaannya, hamba-hambanya, dan kesenangannya, selama seribu tahun. Dan yang paling mulia di antara mereka di hadapan Allah adalah orang yang memandang wajahnya pada pagi dan sore hari. Kemudian Rasulullah SAW membacakan: (Wajah hari itu Dia selalu menantikan Tuhannya. Abu Issa berkata: Hadits ini diriwayatkan lebih dari satu arah, atas otoritas Israel, atas otoritas Thuwair, atas otoritas Ibnu Omar dalam kasus nominatif Diriwayatkan oleh Abd al-Malik bin Abjar, atas wewenang Thuwair, atas wewenang Ibnu Umar, dengan mawqoof. Ubayd Allah al-Ashja’i meriwayatkan, atas wewenang Sufyan, atas wewenang Thuwair, atas wewenang Mujahid, atas wewenang Ibnu Umar, perkataannya, namun beliau tidak meriwayatkannya. Abu Kuraib meriwayatkan bahwa kepada kami, Muhammad bin Al-Ala meriwayatkan kepada kami Ubayd Allah Al-Ashja'i, atas wewenang Sufyan, atas wewenang Thuwayr, atas wewenang Mujahid, atas wewenang Ibnu Umar, dan sejenisnya, namun ia tidak meriwayatkannya.
32
Jami at-Tirmidzi # 38/2554
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ طَرِيفٍ الْكُوفِيُّ، حَدَّثَنَا جَابِرُ بْنُ نُوحٍ الْحِمَّانِيُّ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ تُضَامُّونَ فِي رُؤْيَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَتُضَامُّونَ فِي رُؤْيَةِ الشَّمْسِ ‏"‏ ‏.‏ قَالُوا لاَ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ فَإِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ الْقَمَرَ لَيْلَةَ الْبَدْرِ لاَ تُضَامُّونَ فِي رُؤْيَتِهِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ ‏.‏ وَهَكَذَا رَوَى يَحْيَى بْنُ عِيسَى الرَّمْلِيُّ وَغَيْرُ وَاحِدٍ عَنِ الأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَرَوَى عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ عَنِ الأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَحَدِيثُ ابْنِ إِدْرِيسَ عَنِ الأَعْمَشِ غَيْرُ مَحْفُوظٍ وَحَدِيثُ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَصَحُّ وَهَكَذَا رَوَاهُ سُهَيْلُ بْنُ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ مِثْلُ هَذَا الْحَدِيثِ وَهُوَ حَدِيثٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Muhammad bin Tarif al-Kufi menceritakan kepada kami, Jabir bin Nuh al-Hamani menceritakan kepada kami, atas otoritas al-A'mash, atas otoritas Abu Salih, atas otoritas Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, Semoga doa dan salam Allah besertanya: “Kamu kesulitan melihat bulan pada malam bulan purnama, dan kamu kesulitan melihat matahari.” Mereka berkata, “Tidak.” Dia berkata. Sebab kamu akan melihat Tuhanmu sebagaimana kamu melihat bulan pada malam bulan purnama, dan kamu tidak akan kesusahan melihatnya.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Aneh. Demikianlah Yahya bin Issa Al-Ramli dan lebih dari satu orang meriwayatkan, atas wewenang Al-A’mash, atas wewenang Abu Shalih, atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Abdullah bin Idris meriwayatkan dari otoritas Al-A’mash, dari otoritas Abu Shalih, dari otoritas Abu Sa’id, dari otoritas Nabi Muhammad SAW. Dan hadits Ibnu Idris dari Al-A’mash tidak terpelihara, dan hadis Abu Saleh dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW lebih shahih, dan demikianlah Suhail bin Abi Saleh meriwayatkannya dari Ayahnya atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Rasulullah SAW. Dan diriwayatkan dari Abu Sa’id atas wewenang Nabi sallallahu alaihi wasallam, dari sumber lain seperti hadits ini. Itu adalah hadis shahih
33
Jami at-Tirmidzi # 38/2555
Abu Sa'eed Al Khudri (RA)
حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، أَخْبَرَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ لأَهْلِ الْجَنَّةِ يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ ‏.‏ فَيَقُولُونَ لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ ‏.‏ فَيَقُولُ هَلْ رَضِيتُمْ فَيَقُولُونَ مَا لَنَا لاَ نَرْضَى وَقَدْ أَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعْطِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ ‏.‏ فَيَقُولُ أَنَا أُعْطِيكُمْ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ ‏.‏ قَالُوا وَأَىُّ شَيْءٍ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ قَالَ أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي فَلاَ أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ أَبَدًا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Suwayd bin Nasr menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al-Mubarak menceritakan kepada kami, Malik bin Anas menceritakan kepada kami, atas wewenang Zayd bin Aslam, atas wewenang Ata’ bin Kiri, atas wewenang Abu Saeed Al-Khudri, yang berkata: Rasulullah SAW, bersabda, “Sesungguhnya Allah bersabda kepada para penghuni surga, ‘Wahai para penghuni surga.’ Lalu mereka berkata Semoga Tuhan memberkati Anda, Tuhan kami, dan memberi kami kebahagiaan. Kemudian Dia bertanya, “Apakah kamu puas?” Mereka berkata, “Mengapa kami tidak puas ketika Engkau telah memberikan kepada kami apa yang belum pernah Engkau berikan kepada ciptaan-Mu?” Maka Dia berkata, “Aku memberimu sesuatu yang lebih baik dari itu.” Mereka berkata, “Dan ada hal lain yang lebih baik dari itu.” Beliau bersabda, “Aku akan melimpahkan kepadamu keridhaan-Ku, dan Aku tidak akan pernah merasa tidak senang kepadamu.” . Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih.
34
Jami at-Tirmidzi # 38/2556
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، أَخْبَرَنَا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ هِلاَلِ بْنِ عَلِيٍّ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ لَيَتَرَاءَوْنَ فِي الْغُرْفَةِ كَمَا تَتَرَاءَوْنَ الْكَوْكَبَ الشَّرْقِيَّ أَوِ الْكَوْكَبَ الْغَرْبِيَّ الْغَارِبَ فِي الأُفُقِ أَوِ الطَّالِعَ فِي تَفَاضُلِ الدَّرَجَاتِ ‏"‏ ‏.‏ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أُولَئِكَ النَّبِيُّونَ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ بَلَى وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ وَأَقْوَامٌ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَصَدَّقُوا الْمُرْسَلِينَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Suwayd bin Nasr menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al-Mubarak menceritakan kepada kami, Fulayh bin Sulayman menceritakan kepada kami, atas wewenang Hilal bin Ali, atas wewenang Ata bin Yasar, Atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, yang bersabda, “Penghuni surga akan muncul di sebuah ruangan seperti kamu melihat bintang.” “Bintang timur atau barat, terbenam di cakrawala atau terbit dengan perbedaan derajat.” Lalu mereka berkata, “Ya Rasulullah, itulah para nabi.” Beliau menjawab: “Ya, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta beriman kepada para rasul.” Abu Issa mengatakan hadis ini. Baik dan benar...
35
Jami at-Tirmidzi # 38/2557
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنِ الْعَلاَءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ يَجْمَعُ اللَّهُ النَّاسَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ ثُمَّ يَطَّلِعُ عَلَيْهِمْ رَبُّ الْعَالَمِينَ فَيَقُولُ أَلاَ يَتْبَعُ كُلُّ إِنْسَانٍ مَا كَانُوا يَعْبُدُونَهُ ‏.‏ فَيُمَثَّلُ لِصَاحِبِ الصَّلِيبِ صَلِيبُهُ وَلِصَاحِبِ التَّصَاوِيرِ تَصَاوِيرُهُ وَلِصَاحِبِ النَّارِ نَارُهُ فَيَتْبَعُونَ مَا كَانُوا يَعْبُدُونَ وَيَبْقَى الْمُسْلِمُونَ فَيَطَّلِعُ عَلَيْهِمْ رَبُّ الْعَالَمِينَ فَيَقُولُ أَلاَ تَتَّبِعُونَ النَّاسَ فَيَقُولُونَ نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْكَ نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْكَ اللَّهُ رَبُّنَا هَذَا مَكَانُنَا حَتَّى نَرَى رَبَّنَا ‏.‏ وَهُوَ يَأْمُرُهُمْ وَيُثَبِّتُهُمْ ثُمَّ يَتَوَارَى ثُمَّ يَطَّلِعُ فَيَقُولُ أَلاَ تَتَّبِعُونَ النَّاسَ فَيَقُولُونَ نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْكَ نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْكَ اللَّهُ رَبُّنَا وَهَذَا مَكَانُنَا حَتَّى نَرَى رَبَّنَا ‏.‏ وَهُوَ يَأْمُرُهُمْ وَيُثَبِّتُهُمْ ‏"‏ ‏.‏ قَالُوا وَهَلْ نَرَاهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ‏"‏ وَهَلْ تُضَارُّونَ فِي رُؤْيَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ‏"‏ ‏.‏ قَالُوا لاَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ فَإِنَّكُمْ لاَ تُضَارُّونَ فِي رُؤْيَتِهِ تِلْكَ السَّاعَةَ ثُمَّ يَتَوَارَى ثُمَّ يَطَّلِعُ فَيُعَرِّفُهُمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَقُولُ أَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّبِعُونِي ‏.‏ فَيَقُومُ الْمُسْلِمُونَ وَيُوضَعُ الصِّرَاطُ فَيَمُرُّونَ عَلَيْهِ مِثْلَ جِيَادِ الْخَيْلِ وَالرِّكَابِ وَقَوْلُهُمْ عَلَيْهِ سَلِّمْ سَلِّمْ ‏.‏ وَيَبْقَى أَهْلُ النَّارِ فَيُطْرَحُ مِنْهُمْ فِيهَا فَوْجٌ ثُمَّ يُقَالُ هَلِ امْتَلأْتِ فَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ ‏.‏ ثُمَّ يُطْرَحُ فِيهَا فَوْجٌ فَيُقَالُ هَلِ امْتَلأْتِ ‏.‏ فَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ ‏.‏ حَتَّى إِذَا أُوعِبُوا فِيهَا وَضَعَ الرَّحْمَنُ قَدَمَهُ فِيهَا وَأُزْوِيَ بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ ثُمَّ قَالَ قَطْ قَالَتْ قَطْ قَطْ فَإِذَا أَدْخَلَ اللَّهُ أَهْلَ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَأَهْلَ النَّارِ النَّارَ قَالَ أُتِيَ بِالْمَوْتِ مُلَبَّبًا فَيُوقَفُ عَلَى السُّورِ الَّذِي بَيْنَ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَأَهْلِ النَّارِ ثُمَّ يُقَالُ يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ ‏.‏ فَيَطَّلِعُونَ خَائِفِينَ ثُمَّ يُقَالُ يَا أَهْلَ النَّارِ ‏.‏ فَيَطَّلِعُونَ مُسْتَبْشِرِينَ يَرْجُونَ الشَّفَاعَةَ فَيُقَالُ لأَهْلِ الْجَنَّةِ وَأَهْلِ النَّارِ هَلْ تَعْرِفُونَ هَذَا فَيَقُولُونَ هَؤُلاَءِ وَهَؤُلاَءِ قَدْ عَرَفْنَاهُ هُوَ الْمَوْتُ الَّذِي وُكِّلَ بِنَا ‏.‏ فَيُضْجَعُ فَيُذْبَحُ ذَبْحًا عَلَى السُّورِ الَّذِي بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ ثُمَّ يُقَالُ يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ خُلُودٌ لاَ مَوْتَ وَيَا أَهْلَ النَّارِ خُلُودٌ لاَ مَوْتَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ - وَقَدْ رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم رِوَايَاتٌ كَثِيرَةٌ مِثْلُ هَذَا مَا يُذْكَرُ فِيهِ أَمْرُ الرُّؤْيَةِ أَنَّ النَّاسَ يَرَوْنَ رَبَّهُمْ وَذِكْرُ الْقَدَمِ وَمَا أَشْبَهَ هَذِهِ الأَشْيَاءَ وَالْمَذْهَبُ فِي هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنَ الأَئِمَّةِ مِثْلِ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَمَالِكِ بْنِ أَنَسٍ وَابْنِ الْمُبَارَكِ وَابْنِ عُيَيْنَةَ وَوَكِيعٍ وَغَيْرِهِمْ أَنَّهُمْ رَوَوْا هَذِهِ الأَشْيَاءَ ثُمَّ قَالُوا تُرْوَى هَذِهِ الأَحَادِيثُ وَنُؤْمِنُ بِهَا وَلاَ يُقَالُ كَيْفَ وَهَذَا الَّذِي اخْتَارَهُ أَهْلُ الْحَدِيثِ أَنْ تُرْوَى هَذِهِ الأَشْيَاءُ كَمَا جَاءَتْ وَيُؤْمَنُ بِهَا وَلاَ تُفَسَّرُ وَلاَ تُتَوَهَّمُ وَلاَ يُقَالُ كَيْفَ وَهَذَا أَمْرُ أَهْلِ الْعِلْمِ الَّذِي اخْتَارُوهُ وَذَهَبُوا إِلَيْهِ ‏.‏ وَمَعْنَى قَوْلِهِ فِي الْحَدِيثِ ‏"‏ فَيُعَرِّفُهُمْ نَفْسَهُ ‏"‏ ‏.‏ يَعْنِي يَتَجَلَّى لَهُمْ ‏.‏
Qutaibah menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Ala’ bin Abdul Rahman, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Allah akan mengumpulkan manusia pada hari kiamat di satu tempat, kemudian Tuhan semesta alam akan memandang mereka dan berfirman: Setiap orang mengikuti apa yang biasa mereka sembah. Jadi bagi orang yang mempunyai salib, ia dilambangkan dengan salibnya, bagi orang yang bergambar ia dilambangkan dengan gambarnya, dan bagi orang yang mempunyai api, ia dilambangkan dengan apinya. Kemudian mereka akan mengikuti apa yang biasa mereka sembah, dan kaum Muslimin akan tetap tinggal. Kemudian Penguasa Alam Semesta akan memandang mereka dan berkata, “Apakah kamu tidak mengikuti manusia?” dan mereka akan berkata: Kami berlindung kepada Tuhan darimu. Kami berlindung kepada Tuhan darimu. Tuhan, Tuhan kami. Inilah tempat kita sampai kita melihat Tuhan kita. Dan Dia memerintahkan mereka dan menegakkan mereka. Kemudian Dia menghilang, lalu muncul dan berkata, “Apakah kamu tidak mengikuti orang-orang?” Mereka berkata, "Kami berlindung kepada Allah dari kamu. Kami berlindung kepada Allah dari kamu. Allah adalah Tuhan kami, dan di sinilah tempat kami sampai Kami melihat." Tuhan kami. Dan Dia memerintahkan mereka dan menguatkan mereka. Mereka bertanya, “Apakah kami melihatnya wahai Rasulullah?” Beliau bertanya, “Dan apakah kamu menderita karena melihat bulan di malam hari?” Bulan purnama. Mereka menjawab, “Tidak wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Kamu tidak akan dirugikan jika melihatnya pada jam tersebut. Kemudian dia akan menghilang dan kemudian muncul.” Kemudian dia memperkenalkan dirinya kepada mereka, lalu berkata, “Aku adalah Tuhanmu, maka ikutilah aku.” Kemudian kaum Muslimin berdiri, dan jalan itu dibuat, dan mereka melewatinya seperti kuda dan penunggangnya. Dan mereka berkata, "Assalamu'alaikum, Assalamu'alaikum." Dan penghuni Neraka akan tetap tinggal, dan sekelompok dari mereka akan dilemparkan ke dalamnya. Lalu akan ditanya, “Apakah sudah terisi?” dan akan ditanya, “Benarkah?” Lebih dari itu. Kemudian dimasukkan sebagian ke dalamnya, dan dikatakan, “Apakah kamu kenyang?” Kemudian Anda akan berkata, “Apakah masih ada lagi?” Hingga ketika terisi, Yang Maha Pemurah akan menginjakkan kaki-Nya di dalamnya. Disanalah beberapa di antaranya terhubung satu sama lain. Lalu dia berkata, “Tidak pernah.” Dia berkata, “Tidak pernah.” Maka ketika Allah memasukkan penghuni surga ke dalam surga dan penghuni neraka, Dia berfirman, “Dia akan didatangkan.” Dengan kematian di ambang kematian, dia akan terhenti di tembok antara penghuni surga dan penghuni neraka, lalu dikatakan, Wahai penghuni surga. Kemudian mereka memandang dengan ketakutan, kemudian dikatakan, Wahai penghuni Neraka. Kemudian mereka akan muncul, bersukacita dan mengharapkan syafaat. Dikatakan kepada penghuni surga dan penghuni neraka: Tahukah kamu hal ini? Kemudian mereka berkata: Ini dan ini telah kami ketahui. Inilah kematian yang telah ditugaskan kepada kita. Kemudian dia akan berbaring dan disembelih di dinding antara surga. Dan Neraka, maka akan dikatakan, “Wahai penghuni surga, keabadian, bukan kematian,” dan “Wahai penghuni Neraka, keabadian, bukan kematian.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Banyak riwayat seperti ini yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW, yang didalamnya disebutkan tentang penglihatan, agar manusia melihat Tuhannya, dan penyebutan keutamaan, dsb. Hal-hal tersebut serupa, dan doktrin mengenai hal ini dianut oleh para ulama seperti Sufyan al-Thawri, Malik bin Anas, dan Ibnu Al-Mubarak, Ibnu Uyaynah, Waki' dan lain-lain mengatakan bahwa mereka meriwayatkan hal-hal ini dan kemudian berkata, “Hadits-hadits ini diriwayatkan dan kami beriman, tetapi kami tidak beriman.” Dikatakan, “Bagaimana jika ini yang dipilih oleh para ahli hadis, sehingga hal-hal tersebut diriwayatkan sebagaimana mereka datang dan beriman, dan tidak dijelaskan, tidak dibayangkan, dan tidak diucapkan.” Bagaimana hal ini bisa terjadi pada orang-orang berilmu yang memilih dan melakukannya? Arti perkataannya dalam hadis tersebut adalah “demikianlah dia memperkenalkan dirinya kepada mereka.” Artinya, Itu tampak bagi mereka...
36
Jami at-Tirmidzi # 38/2558
Attiyah (RA)
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ فُضَيْلِ بْنِ مَرْزُوقٍ، عَنْ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، يَرْفَعُهُ قَالَ ‏
"‏ إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ أُتِيَ بِالْمَوْتِ كَالْكَبْشِ الأَمْلَحِ فَيُوقَفُ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَيُذْبَحُ وَهُمْ يَنْظُرُونَ فَلَوْ أَنَّ أَحَدًا مَاتَ فَرَحًا لَمَاتَ أَهْلُ الْجَنَّةِ وَلَوْ أَنَّ أَحَدًا مَاتَ حَزَنًا لَمَاتَ أَهْلُ النَّارِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏
Sufyan bin Wakee’ meriwayatkan kepada kami, ayah saya meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Fudayl bin Marzuq, atas wewenang Atiya, atas wewenang Abu Sa’id yang meriwayatkannya. Beliau bersabda: “Seandainya hari kiamat didatangkan dengan kematian seperti seekor domba jantan yang asin, lalu diberhentikan antara surga dan neraka dan disembelih di saat mereka sedang menonton. Seandainya ada yang mati dengan gembira, pastilah dia mati. Penghuni surga, dan jika ada yang meninggal karena kesedihan, maka mati pula penghuni neraka.” Abu Issa mengatakan ini adalah hadis yang baik.
37
Jami at-Tirmidzi # 38/2559
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ، أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ حُمَيْدٍ، وَثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ صَحِيحٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏
Abdullah bin Abdul Rahman menceritakan kepada kami, Amr bin Asim menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, atas wewenang Humaid, dan Tsabit, atas wewenang Anas, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Surga itu dikelilingi kesulitan dan Neraka dikelilingi oleh hawa nafsu.” Abu Issa mengatakan ini adalah hadis yang baik. Aneh dan benar dalam hal ini.
38
Jami at-Tirmidzi # 38/2560
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ أَرْسَلَ جِبْرِيلَ إِلَى الْجَنَّةِ فَقَالَ انْظُرْ إِلَيْهَا وَإِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيهَا قَالَ فَجَاءَهَا وَنَظَرَ إِلَيْهَا وَإِلَى مَا أَعَدَّ اللَّهُ لأَهْلِهَا فِيهَا قَالَ فَرَجَعَ إِلَيْهِ قَالَ فَوَعِزَّتِكَ لاَ يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ إِلاَّ دَخَلَهَا ‏.‏ فَأَمَرَ بِهَا فَحُفَّتْ بِالْمَكَارِهِ فَقَالَ ارْجِعْ إِلَيْهَا فَانْظُرْ إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيهَا قَالَ فَرَجَعَ إِلَيْهَا فَإِذَا هِيَ قَدْ حُفَّتْ بِالْمَكَارِهِ فَرَجَعَ إِلَيْهِ فَقَالَ وَعِزَّتِكَ لَقَدْ خِفْتُ أَنْ لاَ يَدْخُلَهَا أَحَدٌ ‏.‏ قَالَ اذْهَبْ إِلَى النَّارِ فَانْظُرْ إِلَيْهَا وَإِلَى مَا أَعْدَدْتُ لأَهْلِهَا فِيهَا ‏.‏ فَإِذَا هِيَ يَرْكَبُ بَعْضُهَا بَعْضًا فَرَجَعَ إِلَيْهِ فَقَالَ وَعِزَّتِكَ لاَ يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ فَيَدْخُلُهَا ‏.‏ فَأَمَرَ بِهَا فَحُفَّتْ بِالشَّهَوَاتِ فَقَالَ ارْجِعْ إِلَيْهَا ‏.‏ فَرَجَعَ إِلَيْهَا فَقَالَ وَعِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيتُ أَنْ لاَ يَنْجُوَ مِنْهَا أَحَدٌ إِلاَّ دَخَلَهَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Abdah bin Sulaiman menceritakan kepada kami, atas wewenang Muhammad bin Amr, Abu Salamah menceritakan kepada kami, atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Beliau bersabda: “Ketika Allah menciptakan surga dan neraka, Dia mengutus Jibril ke surga dan bersabda, ‘Lihatlah surga dan apa yang telah Aku persiapkan untuk penghuninya.’” Di dalamnya, katanya, maka dia mendatanginya dan melihatnya serta melihat apa yang telah disediakan Tuhan bagi umatnya di dalamnya. Dia berkata, lalu dia kembali ke sana dan berkata, “Dengan keperkasaanmu, tidak ada seorang pun yang akan mendengarnya kecuali kamu.” Dia memasukinya, lalu dia memerintahkan agar kota itu dikelilingi bencana, lalu dia berkata, “Kembalilah ke sana dan lihat apa yang telah Aku persiapkan untuk penduduknya di sana.” Dia berkata, “Maka dia kembali ke sana, dan lihatlah, Dia Tempat itu dikelilingi oleh bencana, jadi dia kembali ke sana dan berkata, “Demi kemuliaan-Mu, aku khawatir tidak ada seorang pun yang akan memasukinya.” Beliau bersabda, "Pergilah ke neraka dan lihatlah api itu dan lihatlah apa yang telah Kusediakan bagi penghuninya. Lalu, tampaklah, mereka saling menunggangi satu sama lain. Kemudian dia kembali kepadanya dan berkata, Demi kemuliaan-Mu, tidak ada seorang pun yang akan mendengarnya dan masuk ke dalamnya. Maka beliau memerintahkannya untuk dikelilingi oleh hawa nafsu, maka beliau berkata, “Kembali ke sana.” Maka dia kembali ke sana dan berkata, “Demi Kemuliaan-Mu, aku khawatir tidak ada seorang pun yang luput darinya kecuali “Dia masuk ke dalamnya.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang baik dan shahih.”
39
Jami at-Tirmidzi # 38/2561
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ احْتَجَّتِ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ فَقَالَتِ الْجَنَّةُ يَدْخُلُنِي الضُّعَفَاءُ وَالْمَسَاكِينُ ‏.‏ وَقَالَتِ النَّارُ يَدْخُلُنِي الْجَبَّارُونَ وَالْمُتَكَبِّرُونَ ‏.‏ فَقَالَ لِلنَّارِ أَنْتِ عَذَابِي أَنْتَقِمُ بِكِ مِمَّنْ شِئْتُ ‏.‏ وَقَالَ لِلْجَنَّةِ أَنْتِ رَحْمَتِي أَرْحَمُ بِكِ مَنْ شِئْتُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Abdah bin Sulaiman menceritakan kepada kami, atas wewenang Muhammad bin Amr, atas wewenang Abu Salamah, atas wewenang Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda: Dia berkata: “Surga dan Neraka tidak setuju, dan Surga berkata, ‘Biarkan orang yang lemah dan membutuhkan masuk ke dalam diriku.’ Dan Neraka berkata, ‘Biarkan aku masuk. Yang tirani dan sombong. Dan dia berkata kepada Neraka, "Kamu adalah siksaanku. Aku akan membalas dendam padamu siapa pun yang aku inginkan." Dan dia berkata kepada Surga, "Engkau adalah rahmatku. Aku akan lebih menyayangimu daripada "Apa pun yang kamu inginkan." Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang baik dan shahih.”
40
Jami at-Tirmidzi # 38/2562
Abu Sa'eed Al Khudri (RA)
حَدَّثَنَا سُوَيْدٌ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ، أَخْبَرَنَا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ، حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ، عَنْ دَرَّاجٍ، عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ الَّذِي لَهُ ثَمَانُونَ أَلْفَ خَادِمٍ وَاثْنَتَانِ وَسَبْعُونَ زَوْجَةً وَتُنْصَبُ لَهُ قُبَّةٌ مِنْ لُؤْلُؤٍ وَزَبَرْجَدٍ وَيَاقُوتٍ كَمَا بَيْنَ الْجَابِيَةِ إِلَى صَنْعَاءَ ‏"‏ ‏.‏

وَبِهَذَا الإِسْنَادِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ مَنْ مَاتَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ مِنْ صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ يُرَدُّونَ بَنِي ثَلاَثِينَ فِي الْجَنَّةِ لاَ يَزِيدُونَ عَلَيْهَا أَبَدًا وَكَذَلِكَ أَهْلُ النَّارِ ‏"‏ ‏.‏ وَبِهَذَا الإِسْنَادِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِنَّ عَلَيْهِمُ التِّيجَانَ إِنَّ أَدْنَى لُؤْلُؤَةٍ مِنْهَا لَتُضِيءُ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ رِشْدِينَ بْنِ سَعْدٍ ‏.‏
Suwayd menceritakan kepada kami, Abdullah menceritakan kepada kami, Rishdin bin Saad menceritakan kepada kami, Amr bin Al-Harith menceritakan kepada saya, atas otoritas Darraj, atas otoritas Abu Al-Haytham, atas otoritas Abu Saeed Al-Khudri, Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berkata, “Penghuni surga yang paling rendah adalah orang yang memiliki delapan puluh ribu pelayan dan tujuh puluh dua pelayan.” Seorang istri, dan sebuah kubah mutiara, aquamarine, dan rubi akan didirikan untuknya, seperti antara Al-Jabiyah dan Sana'a. Dan dengan rantai penularan ini atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang meninggal di antara penghuni surga, baik muda maupun tua, maka dia akan dikembalikan ke surga bersama tiga puluh orang di surga, dan mereka tidak akan menambahnya lagi, dan begitu pula.” Penduduk Neraka. Dan dengan rantai transmisi ini atas otoritas Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, "Sesungguhnya pada mereka ada mahkota. Yang terkecil dari mereka adalah mutiara untuk menerangi apa yang ada di antara Timur." Dan Maroko.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang aneh. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadis Rishdin bin Sa’d.”
41
Jami at-Tirmidzi # 38/2563
Abu Sa'eed Al Khudri (RA)
حَدَّثَنَا بُنْدَارٌ، حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ عَامِرٍ الأَحْوَلِ، عَنْ أَبِي الصِّدِّيقِ النَّاجِيِّ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ الْمُؤْمِنُ إِذَا اشْتَهَى الْوَلَدَ فِي الْجَنَّةِ كَانَ حَمْلُهُ وَوَضْعُهُ وَسِنُّهُ فِي سَاعَةٍ كَمَا يَشْتَهِي ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏ وَقَدِ اخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي هَذَا فَقَالَ بَعْضُهُمْ فِي الْجَنَّةِ جِمَاعٌ وَلاَ يَكُونُ وَلَدٌ ‏.‏ هَكَذَا رُوِيَ عَنْ طَاوُسٍ وَمُجَاهِدٍ وَإِبْرَاهِيمَ النَّخَعِيِّ ‏.‏ وَقَالَ مُحَمَّدٌ قَالَ إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ فِي حَدِيثِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ إِذَا اشْتَهَى الْمُؤْمِنُ الْوَلَدَ فِي الْجَنَّةِ كَانَ فِي سَاعَةٍ وَاحِدَةٍ كَمَا يَشْتَهِي ‏"‏ ‏.‏ وَلَكِنْ لاَ يَشْتَهِي ‏.‏ قَالَ مُحَمَّدٌ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ أَبِي رَزِينٍ الْعُقَيْلِيِّ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ لاَ يَكُونُ لَهُمْ فِيهَا وَلَدٌ ‏"‏ ‏.‏ وَأَبُو الصِّدِّيقِ النَّاجِيُّ اسْمُهُ بَكْرُ بْنُ عَمْرٍو وَيُقَالُ بَكْرُ بْنُ قَيْسٍ أَيْضًا ‏.‏
Bundar menceritakan kepada kami, Muadh bin Hisyam menceritakan kepada kami, ayah saya menceritakan kepada kami, atas wewenang Amir al-Ahwal, atas wewenang Abu al-Siddiq al-Naji, atas wewenang Abu Sa`id al-Khudri, beliau bersabda Rasulullah SAW bersabda: “Jika seorang mukmin menghendaki seorang anak di surga, maka kandungan, kelahiran, dan umurnya akan berada dalam satu jam sesuai keinginannya.” “Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan hadis yang ganjil. Para ahli berbeda pendapat mengenai hal ini, dan sebagian dari mereka mengatakan: Di surga akan ada hubungan intim tetapi tidak ada hubungan seksual.” Seorang putra. Hal ini diriwayatkan atas wewenang Tawus, Mujahid, dan Ibrahim al-Nakha’i. Muhammad berkata: Ishaq bin Ibrahim berkata dalam hadits Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. “Jika seorang mukmin menginginkan seorang anak di surga, maka dia akan mendapatkannya dalam satu jam sesuai keinginannya.” Tapi dia tidak menginginkannya. Muhammad berkata, dan itu diriwayatkan. Atas wewenang Abu Razin Al-Uqaili, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, yang bersabda: “Penghuni surga tidak akan mempunyai anak di dalamnya.” Dan Abu Al-Siddiq Nama orang yang selamat adalah Bakr bin Amr, dan dia juga dipanggil Bakr bin Qais.
42
Jami at-Tirmidzi # 38/2564
Ali bin Abi Thalib (RA)
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، وَأَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِسْحَاقَ، عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ لَمُجْتَمَعًا لِلْحُورِ الْعِينِ يُرَفِّعْنَ بِأَصْوَاتٍ لَمْ يَسْمَعِ الْخَلاَئِقُ مِثْلَهَا قَالَ يَقُلْنَ نَحْنُ الْخَالِدَاتُ فَلاَ نَبِيدُ وَنَحْنُ النَّاعِمَاتُ فَلاَ نَبْأَسُ وَنَحْنُ الرَّاضِيَاتُ فَلاَ نَسْخَطُ طُوبَى لِمَنْ كَانَ لَنَا وَكُنَّا لَهُ ‏"‏ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ وَأَنَسٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَلِيٍّ حَدِيثٌ غَرِيبٌ ‏.‏
Hanad dan Ahmad bin Mani’ meriwayatkan kepada kami, ia berkata: Abu Muawiyah meriwayatkan kepada kami, ia berkata: Abd al-Rahman bin Ishaq meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-Nu’man bin Sa’d, Atas wewenang Ali, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya di surga akan berkumpul orang-orang bermata cerah yang mengeluarkan suara-suara yang belum terdengar.” Makhluk seperti dia. Beliau bersabda, "Mereka berkata, 'Kami adalah orang-orang yang abadi, maka kami tidak akan binasa. Kami adalah orang-orang yang lemah lembut, maka kami tidak akan tertekan. Kami adalah orang-orang yang merasa puas, maka kami tidak akan marah. Berbahagialah orang yang merasa puas.'" "Dia adalah milik kami dan kami adalah miliknya." Dan atas wewenang Abu Hurairah, Abu Sa’id, dan Anas. Abu Issa berkata, “Hadits Ali adalah hadits yang aneh.”
43
Jami at-Tirmidzi # 38/2565
[ From Yahya Bin Abi Kathir, Concerning His , The Mighty And Glorious, Statement
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ، عَنِ الأَوْزَاعِيِّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، فِي قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ‏:‏ ‏(‏فَهُمْ فِي رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ ‏)‏ قَالَ السَّمَّاعُ ‏.‏ وَمَعْنَى السَّمَّاعِ مِثْلَ مَا وَرَدَ فِي الْحَدِيثِ أَنَّ الْحُورَ الْعِينَ يُرَفِّعْنَ بِأَصْوَاتِهِنَّ ‏.‏
Muhammad bin Bashar menceritakan kepada kami, Ruh bin Ubadah menceritakan kepada kami, atas otoritas Al-Awza’i, atas otoritas Yahya bin Abi Kathir, dalam sabda Yang Mahakuasa: (Mereka berada di padang rumput, membuat tinta.) Kata Al-Samma’. Makna Al-Samma’ sebagaimana disebutkan dalam hadis adalah para remaja putri meninggikan suaranya.
44
Jami at-Tirmidzi # 38/2566
Abdullah bin Umar (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ أَبِي الْيَقْظَانِ، عَنْ زَاذَانَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ ثَلاَثَةٌ عَلَى كُثْبَانِ الْمِسْكِ - أُرَاهُ قَالَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَغْبِطُهُمُ الأَوَّلُونَ وَالآخِرُونَ رَجُلٌ يُنَادِي بِالصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ وَرَجُلٌ يَؤُمُّ قَوْمًا وَهُمْ بِهِ رَاضُونَ وَعَبْدٌ أَدَّى حَقَّ اللَّهِ وَحَقَّ مَوَالِيهِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ ‏.‏ وَأَبُو الْيَقْظَانِ اسْمُهُ عُثْمَانُ بْنُ عُمَيْرٍ وَيُقَالُ ابْنُ قَيْسٍ ‏.‏
Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Waki` menceritakan kepada kami, atas wewenang Sufyan, atas wewenang Abu Yaqzan, atas wewenang Zazan, atas wewenang Abdullah bin Umar, Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda Dia, damai dan berkah Allah besertanya, bersabda: “Tiga di bukit kesturi – aku melihat dia berkata: Pada hari kiamat, mereka akan diiri oleh yang pertama dan yang terakhir. Seseorang yang mengumandangkan shalat.” Kelimanya untuk setiap siang dan malam, dan seorang laki-laki yang memimpin suatu kaum dan mereka merasa ridha terhadapnya, dan seorang hamba yang menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak tuannya.” kata Abu Issa. Ini adalah hadis yang bagus dan aneh. Kita hanya mengetahuinya dari hadis Sufyan al-Thawri. Nama Abu al-Yaqzan adalah Utsman bin Umair, dan ia juga dipanggil Ibnu Qais.
45
Jami at-Tirmidzi # 38/2567
Abdullah bin Mas'ud narrated a Marfu' narration
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَيَّاشٍ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ رِبْعِيِّ بْنِ حِرَاشٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، يَرْفَعُهُ قَالَ ‏
"‏ ثَلاَثَةٌ يُحِبُّهُمُ اللَّهُ رَجُلٌ قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَتْلُو كِتَابَ اللَّهِ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ صَدَقَةً بِيَمِينِهِ يُخْفِيهَا أُرَاهُ قَالَ مِنْ شِمَالِهِ وَرَجُلٌ كَانَ فِي سَرِيَّةٍ فَانْهَزَمَ أَصْحَابُهُ فَاسْتَقْبَلَ الْعَدُوَّ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَهُوَ غَيْرُ مَحْفُوظٍ ‏.‏ وَالصَّحِيحُ مَا رَوَى شُعْبَةُ وَغَيْرُهُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ رِبْعِيِّ بْنِ حِرَاشٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ظَبْيَانَ عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ كَثِيرُ الْغَلَطِ ‏.‏
Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Yahya bin Adam menceritakan kepada kami, atas wewenang Abu Bakar bin Ayyash, atas wewenang Al-A’mash, atas wewenang Mansour, atas wewenang Raba’i bin Harash, atas wewenang Abdullah bin Masoud, mengangkatnya, bersabda: “Ada tiga orang yang dicintai Allah: laki-laki yang bangun di malam hari dengan membaca Kitab Allah, dan laki-laki yang bersedekah dengan sumpahnya.” Dia menyembunyikannya. saya melihatnya. Dia berkata dari kirinya, dan seorang pria berada di sebuah kompi, dan teman-temannya dikalahkan, jadi dia menghadapi musuh. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang aneh dari pandangan ini yang tidak terpelihara. Yang benar adalah apa yang diriwayatkan oleh Syu’bah dan yang lain atas wewenang Mansur, atas wewenang Raba’i ibn Harash, dan atas wewenang Zayd ibn Dhabyan. Tentang Abu Dzar atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan Abu Bakar bin Ayyash melakukan banyak kesalahan.
46
Jami at-Tirmidzi # 38/2568
Abu Dzar Al-Ghifari (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ مَنْصُورِ بْنِ الْمُعْتَمِرِ، قَالَ سَمِعْتُ رِبْعِيَّ بْنَ حِرَاشٍ، يُحَدِّثُ عَنْ زَيْدِ بْنِ ظَبْيَانَ، يَرْفَعُهُ إِلَى أَبِي ذَرٍّ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ ثَلاَثَةٌ يُحِبُّهُمُ اللَّهُ وَثَلاَثَةٌ يَبْغَضُهُمُ اللَّهُ فَأَمَّا الَّذِينَ يُحِبُّهُمُ اللَّهُ فَرَجُلٌ أَتَى قَوْمًا فَسَأَلَهُمْ بِاللَّهِ وَلَمْ يَسْأَلْهُمْ بِقَرَابَةٍ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُمْ فَمَنَعُوهُ فَتَخَلَّفَ رَجُلٌ بِأَعْقَابِهِمْ فَأَعْطَاهُ سِرًّا لاَ يَعْلَمُ بِعَطِيَّتِهِ إِلاَّ اللَّهُ وَالَّذِي أَعْطَاهُ وَقَوْمٌ سَارُوا لَيْلَتَهُمْ حَتَّى إِذَا كَانَ النَّوْمُ أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِمَّا يُعْدَلُ بِهِ نَزَلُوا فَوَضَعُوا رُءُوسَهُمْ فَقَامَ أَحَدُهُمْ يَتَمَلَّقُنِي وَيَتْلُو آيَاتِي وَرَجُلٌ كَانَ فِي سَرِيَّةٍ فَلَقِيَ الْعَدُوَّ فَهُزِمُوا وَأَقْبَلَ بِصَدْرِهِ حَتَّى يُقْتَلَ أَوْ يُفْتَحَ لَهُ ‏.‏ وَالثَّلاَثَةُ الَّذِينَ يَبْغَضُهُمُ اللَّهُ الشَّيْخُ الزَّانِي وَالْفَقِيرُ الْمُخْتَالُ وَالْغَنِيُّ الظَّلُومُ ‏"‏ ‏.‏

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ، عَنْ شُعْبَةَ، نَحْوَهُ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَهَكَذَا رَوَى شَيْبَانُ، عَنْ مَنْصُورٍ، نَحْوَ هَذَا وَهَذَا أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَيَّاشٍ ‏.‏
Muhammad bin Bashar dan Muhammad bin Al-Muthanna meriwayatkan kepada kami, mengatakan: Muhammad bin Ja'far meriwayatkan kepada kami, Syu'bah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Mansour bin Al-Mu'tamir, dia berkata bahwa saya mendengar Rabi'i bin Harash, meriwayatkan atas wewenang Zaid bin Dhabyan, menyampaikannya kepada Abu Dzar atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, yang berkata: “Tiga Allah mengasihi mereka, dan ada tiga orang yang dibenci Allah. Adapun orang-orang yang dicintai Allah, ada seorang laki-laki yang mendatangi suatu kaum dan bertanya kepada mereka tentang Allah, namun dia tidak menanyakan kepada mereka tentang hubungan kekerabatan apa pun. Antara dia dan mereka, mereka menghalanginya, maka ada seorang laki-laki yang tertinggal di belakang mereka, maka dia memberinya sebuah rahasia yang karunianya tidak diketahui oleh siapa pun kecuali Allah dan yang memberinya. Dan sebagian orang berjalan sepanjang malam hingga tidur lebih mereka sukai daripada apa pun yang setara dengannya. Mereka turun dan meletakkan kepala mereka, dan salah satu dari mereka berdiri dan menyanjung Aku. Ayat-ayatKu akan dibacakan pada saat seseorang berada dalam pasukan dan bertemu musuh lalu dikalahkan, dan dia menyerangnya hingga terbunuh atau terbuka kemenangan baginya. Dan tiga orang itu Allah membenci mereka: syekh yang berzinah, orang miskin yang suka menipu, dan orang kaya yang tidak adil.” Mahmoud bin Ghaylan memberi tahu kami, Al-Nadr bin Shumail memberi tahu kami, tentang otoritas Shu`bah, dan sejenisnya. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis shahih. Maka Shayban meriwayatkan, berdasarkan Mansour, sesuatu yang serupa dengan ini, dan ini lebih benar daripada Hadits. Abu Bakar bin Ayyash...
47
Jami at-Tirmidzi # 38/2569
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الأَشَجُّ، حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ، عَنْ خُبَيْبِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ جَدِّهِ، حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ يُوشِكُ الْفُرَاتُ يَحْسِرُ عَنْ كَنْزٍ مِنْ ذَهَبٍ فَمَنْ حَضَرَهُ فَلاَ يَأْخُذْ مِنْهُ شَيْئًا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Abu Saeed Al-Ashjaj menceritakan kepada kami, Uqba bin Khalid menceritakan kepada kami, Ubayd Allah bin Omar menceritakan kepada kami, atas wewenang Khubayb bin Abdul Rahman, atas wewenang kakeknya, Hafs Ibn Asim, atas wewenang Abu Hurairah, bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Sungai Eufrat akan datang, dia akan menyesali harta berupa emas, maka siapapun yang hadir disana tidak akan “Dia mengambil sesuatu darinya.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih.
48
Jami at-Tirmidzi # 38/2570
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الأَشَجُّ، حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مِثْلَهُ إِلاَّ أَنَّهُ قَالَ ‏
"‏ يَحْسِرُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Abu Sa`id al-Ashjaj meriwayatkan kepada kami, Uqba bin Khalid meriwayatkan kepada kami, Ubayd Allah bin Umar meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abu al-Zinad, atas wewenang al-Araj, atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, adalah seperti dia, kecuali dia berkata “Dia menyesali segunung emas.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih.
49
Jami at-Tirmidzi # 38/2571
Hakim bin Mu'awiyah (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَخْبَرَنَا الْجُرَيْرِيُّ، عَنْ حَكِيمِ بْنِ مُعَاوِيَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَحْرَ الْمَاءِ وَبَحْرَ الْعَسَلِ وَبَحْرَ اللَّبَنِ وَبَحْرَ الْخَمْرِ ثُمَّ تُشَقَّقُ الأَنْهَارُ بَعْدُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَحَكِيمُ بْنُ مُعَاوِيَةَ هُوَ وَالِدُ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ وَالْجُرَيْرِيُّ يُكْنَى أَبَا مَسْعُودٍ وَاسْمُهُ سَعِيدُ بْنُ إِيَاسٍ ‏.‏
Muhammad bin Bashar menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Al-Jariri menceritakan kepada kami, atas wewenang Hakim bin Muawiyah, atas wewenang bapaknya, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, semoga Allah SWT memberkatinya dan mengaruniainya shalawat, beliau bersabda, “Sesungguhnya di surga ada lautan air, lautan madu, lautan susu, dan lautan anggur. Kemudian sungai-sungai itu akan terbelah sesudahnya.” Dia berkata. Abu Issa, ini hadis yang bagus dan shahih. Hakim bin Muawiyah adalah ayah dari Bahz bin Hakim, dan Al-Jariri dipanggil Abu Masoud, dan namanya Saeed. Ibnu Iyas...
50
Jami at-Tirmidzi # 38/2572
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ بُرَيْدِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الْجَنَّةَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ قَالَتِ الْجَنَّةُ اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ ‏.‏ وَمَنِ اسْتَجَارَ مِنَ النَّارِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ قَالَتِ النَّارُ اللَّهُمَّ أَجِرْهُ مِنَ النَّارِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ هَكَذَا رَوَى يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ بُرَيْدِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ بُرَيْدِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ مَوْقُوفًا أَيْضًا ‏.‏
Hanad meriwayatkan kepada kami, Abu Al-Ahwas meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abu Ishaq, atas wewenang Burayd bin Abi Maryam, atas wewenang Anas bin Malik, Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda Dia, saw, bersabda: “Barangsiapa yang meminta surga kepada Allah sebanyak tiga kali, maka surga akan berkata: Ya Allah, masukkan dia ke dalam surga. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan dari Neraka sebanyak tiga kali Beberapa kali api berkata, “Ya Tuhan, lindungi dia dari api.” Katanya beginilah Yunus bin Abi Ishaq meriwayatkan hadits ini berdasarkan otoritas Abi Ishaq. Ibnu Abi Maryam, atas wewenang Anas, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan diriwayatkan atas wewenang Abu Ishaq, atas wewenang Burayd Ibnu Abi Maryam, atas wewenang Anas Ibnu Malik Juga ditangguhkan...