Muwaththa Malik — Hadis #35642
Hadis #35642
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ، وَسُلَيْمَانَ بْنَ يَسَارٍ، وَابْنَ، شِهَابٍ كَانُوا يَقُولُونَ عِدَّةُ الْمُخْتَلِعَةِ مِثْلُ عِدَّةِ الْمُطَلَّقَةِ ثَلاَثَةُ قُرُوءٍ . قَالَ مَالِكٌ فِي الْمُفْتَدِيَةِ إِنَّهَا لاَ تَرْجِعُ إِلَى زَوْجِهَا إِلاَّ بِنِكَاحٍ جَدِيدٍ فَإِنْ هُوَ نَكَحَهَا فَفَارَقَهَا قَبْلَ أَنْ يَمَسَّهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ عَلَيْهَا عِدَّةٌ مِنَ الطَّلاَقِ الآخَرِ وَتَبْنِي عَلَى عِدَّتِهَا الأُولَى . قَالَ مَالِكٌ وَهَذَا أَحْسَنُ مَا سَمِعْتُ فِي ذَلِكَ . قَالَ مَالِكٌ إِذَا افْتَدَتِ الْمَرْأَةُ مِنْ زَوْجِهَا بِشَىْءٍ عَلَى أَنْ يُطَلِّقَهَا فَطَلَّقَهَا طَلاَقًا مُتَتَابِعًا نَسَقًا فَذَلِكَ ثَابِتٌ عَلَيْهِ فَإِنْ كَانَ بَيْنَ ذَلِكَ صُمَاتٌ فَمَا أَتْبَعَهُ بَعْدَ الصُّمَاتِ فَلَيْسَ بِشَىْءٍ .
Yahya meriwayatkan kepadaku dari Malik bahwa dia pernah mendengar bahwa Said ibn al-Musayyab, Sulaiman ibn Yasar dan Ibnu Shihab semuanya mengatakan bahwa wanita yang menceraikan untuk mendapatkan kompensasi mempunyai idda yang sama dengan wanita yang diceraikan - tiga periode. Malik mengatakan, perempuan yang menebus dirinya tidak bisa kembali kepada suaminya kecuali dengan perkawinan baru. Jika seseorang mengawininya lalu berpisah dengannya sebelum dia menyetubuhinya, maka tidak ada iddah terhadapnya dari pernikahan yang baru saja itu, dan dia beristirahat pada iddah pertamanya. Malik berkata, “Itulah yang terbaik yang pernah saya dengar mengenai masalah ini.” Malik berkata, “Jika seorang wanita menawarkan ganti rugi kepada suaminya, lalu suaminya langsung menceraikannya, maka ganti rugi itu sah baginya. Jika dia tidak memberikan tanggapan, dan kemudian menceraikannya, maka dia tidak berhak atas ganti rugi itu.
Sumber
Muwaththa Malik # 29/1187
Tingkat
Maqtu Daif
Kategori
Bab 29: Talak