Misykatul Mashabih — Hadis #37753

Hadis #37753
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ: «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخره وعلانيته وسره» . رَوَاهُ مُسلم
An-Nu'man b. Bashir mengatakan bahwa ketika gerhana matahari terjadi pada masa Rasulullah, dia mulai melakukan salat beberapa rakaat, dan berdoa di akhir rakaat hingga matahari menjadi cerah. Abu Dawud menyampaikannya. Dalam versi Nasa’i disebutkan bahwa ketika terjadi gerhana matahari, Nabi melakukan shalat seperti yang biasa dilakukan umat Islam, yaitu ruku’ dan sujud. Versi lain yang dikemukakannya mengatakan bahwa ketika terjadi gerhana matahari, suatu hari Nabi segera keluar ke masjid dan berdoa sampai gerhana matahari reda. Kemudian beliau bersabda, “Orang-orang pada masa sebelum Islam mengatakan bahwa gerhana matahari dan bulan hanya terjadi karena meninggalnya seorang tokoh besar, namun matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang atau karena kelahirannya, namun keduanya adalah makhluk ciptaan Tuhan.
Diriwayatkan oleh
Abdullah bin Malik bin Buhaynah RA
Sumber
Misykatul Mashabih # 4/892
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 4: Bab 4: Shalat
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait