Misykatul Mashabih — Hadis #39212
Hadis #39212
عَن مَرْوَان الْأَصْفَر قَالَ: «رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ أَنَاخَ رَاحِلَتَهُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ثُمَّ جَلَسَ يَبُولُ إِلَيْهَا فَقُلْتُ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَلَيْسَ قَدْ نُهِيَ عَنْ هَذَا قَالَ بلَى إِنَّمَا نُهِيَ عَنْ ذَلِكَ فِي الْفَضَاءِ فَإِذَا كَانَ بَيْنَكَ وَبَيْنَ الْقِبْلَةِ شَيْءٌ يَسْتُرُكَ فَلَا بَأْس» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Mu'adz b. Jabal berkata bahwa Utusan Tuhan menggandeng tangannya dan berkata, “Aku mencintaimu, Mu'adh,” dan dia menjawab, “Dan aku mencintaimu, Utusan Tuhan.” Beliau kemudian menyuruhnya untuk tidak lupa mengucapkan di akhir setiap doa, “Ya Tuhanku, bantulah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan ridha.”
Ahmad, Abu Dawud dan Nasa’i menyampaikannya, namun Abu Dawud tidak menyebutkan bahwa Mu’adh berkata, “Dan aku mencintaimu.”
Diriwayatkan oleh
Imam Nasa'i (RA)
Sumber
Misykatul Mashabih # 3/373
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 3: Bab 3: Shalat