Misykatul Mashabih — Hadis #49197
Hadis #49197
وَعَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى رَجُلًا بِالْبَقِيعِ وَهُوَ يَحْتَجِمُ وَهُوَ آخِذٌ بِيَدِي لِثَمَانِيَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ فَقَالَ: «أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ وَالدَّارِمِيُّ. قَالَ الشَّيْخُ الْإِمَامُ مُحْيِي السُّنَّةِ رَحِمَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ: وَتَأَوَّلَهُ بَعْضُ مَنْ رَخَّصَ فِي الْحِجَامَةِ: أَيْ تَعَرُّضًا لِلْإِفْطَارِ: الْمَحْجُومُ لِلضَّعْفِ وَالْحَاجِمُ لِأَنَّهُ لَا يَأْمَنُ مِنْ أَنْ يَصِلَ شَيْءٌ إِلَى جَوْفِهِ بمص الملازم
Dari riwayat Shaddad bin Aws: Rasulullah SAW mendatangi seorang laki-laki di Al-Baqi’ dan dia sedang bekam sambil memegang tanganku selama delapan belas hari. Ramadhan telah berlalu, dan dia berkata: “Orang yang melakukan bekam dan orang yang berobat telah membatalkan puasanya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Al-Darimi. Syekh Imam Muhyi berkata Sunnah rahimahullah: Sebagian orang yang menganugerahkan kelonggaran bekam menafsirkannya dengan makna terkena berbuka: orang yang dibekam itu lemah, dan yang bekam karena tidak Dia aman dari apa pun yang masuk ke perutnya dengan menghisap letnan.
Sumber
Misykatul Mashabih # 7/2012
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 7: Bab 7