Misykatul Mashabih — Hadis #50278
Hadis #50278
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْأَيِّمُ أَحَقُّ بِنَفْسِهَا مِنْ وَلِيِّهَا وَالْبِكْرُ تَسْتَأْذِنُ فِي نَفْسِهَا وَإِذْنُهَا صِمَاتُهَا» . وَفِي رِوَايَةٍ: قَالَ: «الثَّيِّبُ أَحَقُّ بِنَفْسِهَا مِنْ وَلِيِّهَا وَالْبِكْرُ تُسْتَأْمَرُ وَإِذْنُهَا سُكُوتُهَا» . وَفِي رِوَايَةٍ: قَالَ: «الثَّيِّبُ أَحَقُّ بِنَفْسِهَا مِنْ وَلِيِّهَا وَالْبِكْرُ يَسْتَأْذِنُهَا أَبُوهَا فِي نَفْسِهَا وَإِذْنُهَا صِمَاتُهَا» . رَوَاهُ مُسلم
Berdasarkan hadis Ibnu Abbas, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Hak seorang budak wanita lebih besar daripada walinya, dan perawan harus meminta izin untuk dirinya sendiri.” Dan telinganya tuli.” Dan dalam riwayatnya: Beliau bersabda: “Wanita yang sudah menikah lebih berhak atas dirinya daripada walinya, dan hendaknya diangkat seorang perawan, dan izinnya adalah diamnya.” Dan di dalam riwayatnya: Beliau bersabda: “Wanita yang sudah menikah lebih berhak atas dirinya sendiri dari pada walinya, dan seorang perawan wajib ditinggal oleh ayahnya untuk dirinya sendiri, dan izinnya adalah telinganya yang tuli.” Diriwayatkan oleh Muslim
Sumber
Misykatul Mashabih # 13/3127
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 13: Bab 13