Misykatul Mashabih — Hadis #50421

Hadis #50421
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ: أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَةً لَهُ وَهِيَ حَائِضٌ فَذَكَرَ عُمَرُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَغَيَّظَ فِيهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ: «ليراجعها ثمَّ يمْسِكهَا حَتَّى تطهر ثمَّ تحيض فَتطهر فَإِن بدا لَهُ أَنْ يُطْلِّقَهَا فَلْيُطْلِّقْهَا طَاهِرًا قَبْلَ أَنْ يَمَسَّهَا فَتِلْكَ الْعِدَّةُ الَّتِي أَمَرَ اللَّهُ أَنْ تُطْلَّقَ لَهَا النِّسَاءُ» . وَفِي رِوَايَةٍ: «مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا ثُمَّ لْيُطَلِّقْهَا طَاهِرًا أَوْ حَامِلًا»
Dari riwayat Abdullah bin Umar: Dia menceraikan isterinya pada waktu isterinya sedang haid, maka Umar menceritakan hal itu kepada Rasulullah SAW, dan Rasulullah menjadi marah terhadapnya. Shalawat dan salam Allah SWT, lalu beliau bersabda: "Biarkan dia mengambilnya kembali, lalu peliharalah dia sampai dia menjadi suci, kemudian dia haid dan menjadi suci. Jika dia merasa harus menceraikannya, maka biarkan dia menceraikannya." Perempuan itu harus suci sebelum laki-laki itu menyentuhnya, dan itulah masa tunggu yang Allah perintahkan agar perempuan diceraikan.” Dan dalam riwayatnya: “Perintahkan dia untuk mengambilnya kembali dan kemudian menceraikannya, baik dia suci atau hamil.”
Sumber
Misykatul Mashabih # 13/3275
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 13: Bab 13
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait