Misykatul Mashabih — Hadis #51255
Hadis #51255
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ يَأْكُلُونَ أَشْيَاءَ وَيَتْرُكُونَ أَشْيَاءَ تَقَذُّرًا فَبَعَثَ اللَّهُ نَبِيَّهُ وَأَنْزَلَ كِتَابَهُ وَأَحَلَّ حَلَالَهُ وَحَرَّمَ حَرَامَهُ فَمَا أَحَلَّ فَهُوَ حَلَالٌ وَمَا حَرَّمَ فَهُوَ حَرَامٌ وَمَا سَكَتَ عَنْهُ فهوَ عفْوٌ وتَلا (قُلْ لَا أَجِدُ فِيمَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَو دَمًا)
رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu keduanya, beliau bersabda: Masyarakat zaman pra Islam biasa makan yang kotor dan meninggalkan yang kotor, maka Allah mengutus Nabi-Nya. Dan Dia turunkan Kitab-Nya, lalu Dia menghalalkan apa yang Dia halalkan, dan menghalalkan apa yang Dia haramkan, maka apa yang Dia halalkan adalah halal, dan apa yang Dia larang adalah haram, dan apa yang Dia diamkan, maka Dia mengampuni, dan Dia membacakan (Katakanlah tidak, aku mendapati dalam apa yang diwahyukan kepadaku, diharamkan bagi siapapun yang memakannya, kecuali jika itu adalah mayat atau darah.) Diriwayatkan oleh Abu Dawud
Sumber
Misykatul Mashabih # 20/4146
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 20: Bab 20