Bulughul Maram — Hadis #53064
Hadis #53064
وَرَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ مِنْ حَدِيثِ اِبْنِ عَبَّاسٍ - رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- , وَزَادَ فِي آخِرِهِ : { إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اَلْوَرَثَةُ } وَإِسْنَادُهُ حَسَنٌ 1 .1 - منكر . رواه الدارقطني ( 4 /98 و 152 ) بسند ضعيف ، بل أعله الحافظ نفسه في " التلخيص " ( 3 / 62 / رقم 1370 ) . قلت : وسبب النكارة هذه الزيادة : " إلا أن يشاء الورثة " فقد ورد الحديث عن جماعة من الصحابة دون هذه الزيادة فلم ترد إلا بهذا الإسناد الضعيف . بل الحديث جاء عن ابن عباس نفسه بسند حسن . رواه الدارقطني ( 4 / 98 ) بدون هذه الزيادة ، بل وحسن الحافظ نفسه إسناده من الطريق التي ليست فيها الزيادة فقال في " التلخيص " ( 3 / 62 / رقم 1369 ) أثناء تخريجه لحديث : " لا وصية لوارث " . " رواه الدارقطني من حديث ابن عباس بسند حسن " . ومن راجع " التلخيص " عرف صواب صنيع الحافظ هناك ، وأيضا عرف وهمه هنا رحمه الله ".
Ad-Daraqutni meriwayatkannya dari hadits Ibnu Abbas - ra dengan keduanya - dan menambahkan di akhir: {Kecuali ahli waris menghendaki} Rantai penularannya adalah Hasan 1.1 - Munkar. Diriwayatkan oleh Al-Daraqutni (4/98 dan 152) dengan rantai narasi yang lemah. Memang Al-Hafiz sendiri yang mengutipnya dalam “Al-Talkhees” (3/62/No. 1370). Aku berkata: Alasan penambahan ini adalah kemunkaran: “Kecuali jika ahli waris menghendakinya.” Hadits tersebut diriwayatkan dari sekelompok Para sahabat tidak menyebutkan penambahan ini, sehingga tidak disebutkan kecuali dengan rantai penularan yang lemah ini. Sebaliknya, hadis tersebut berasal dari Ibnu Abbas sendiri dengan rantai penularan yang baik. Diriwayatkan oleh Al-Daraqutni (4/98) tanpa penambahan tersebut, dan Al-Hafiz sendiri bahkan menyempurnakan rangkaian narasinya dari jalur yang tidak ada penambahannya, sebagaimana beliau katakan dalam “Al-Talkhees” (3/62/No. 1369) sambil menilai hadits: “Tidak ada wasiat bagi ahli waris.” “Diriwayatkan oleh Al-Daraqutni dari hadis Ibnu Abbas yang risalahnya bagus.” Dan siapa pun yang mengulas “Al-Talkhis” akan mengetahui kebenaran tindakan Al-Hafiz di sana. Dia juga mengetahui khayalannya di sini, semoga Tuhan mengampuni dia.”
Diriwayatkan oleh
al-Daraqutni (RA)
Sumber
Bulughul Maram # 7/962
Kategori
Bab 7: Bab 7