Muwaththa Malik — Hadis #35929
Hadis #35929
حَدَّثَنِي مَالِكٌ، أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ، سُئِلَ عَنِ الرَّقَبَةِ الْوَاجِبَةِ، هَلْ تُشْتَرَى بِشَرْطٍ فَقَالَ لاَ . قَالَ مَالِكٌ وَذَلِكَ أَحْسَنُ مَا سَمِعْتُ فِي الرِّقَابِ الْوَاجِبَةِ أَنَّهُ لاَ يَشْتَرِيهَا الَّذِي يُعْتِقُهَا فِيمَا وَجَبَ عَلَيْهِ بِشَرْطٍ عَلَى أَنْ يُعْتِقَهَا لأَنَّهُ إِذَا فَعَلَ ذَلِكَ فَلَيْسَتْ بِرَقَبَةٍ تَامَّةٍ لأَنَّهُ يَضَعُ مِنْ ثَمَنِهَا لِلَّذِي يَشْتَرِطُ مِنْ عِتْقِهَا . قَالَ مَالِكٌ وَلاَ بَأْسَ أَنْ يَشْتَرِيَ الرَّقَبَةَ فِي التَّطَوُّعِ وَيَشْتَرِطَ أَنْ يُعْتِقَهَا . قَالَ مَالِكٌ إِنَّ أَحْسَنَ مَا سُمِعَ فِي الرِّقَابِ الْوَاجِبَةِ أَنَّهُ لاَ يَجُوزُ أَنْ يُعْتَقَ فِيهَا نَصْرَانِيٌّ وَلاَ يَهُودِيٌّ وَلاَ يُعْتَقُ فِيهَا مُكَاتَبٌ وَلاَ مُدَبَّرٌ وَلاَ أُمُّ وَلَدٍ وَلاَ مُعْتَقٌ إِلَى سِنِينَ وَلاَ أَعْمَى وَلاَ بَأْسَ أَنْ يُعْتَقَ النَّصْرَانِيُّ وَالْيَهُودِيُّ وَالْمَجُوسِيُّ تَطَوُّعًا لأَنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَالَ فِي كِتَابِهِ {فَإِمَّا مَنًّا بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاءً} فَالْمَنُّ الْعَتَاقَةُ . قَالَ مَالِكٌ فَأَمَّا الرِّقَابُ الْوَاجِبَةُ الَّتِي ذَكَرَ اللَّهُ فِي الْكِتَابِ فَإِنَّهُ لاَ يُعْتَقُ فِيهَا إِلاَّ رَقَبَةٌ مُؤْمِنَةٌ . قَالَ مَالِكٌ وَكَذَلِكَ فِي إِطْعَامِ الْمَسَاكِينِ فِي الْكَفَّارَاتِ لاَ يَنْبَغِي أَنْ يُطْعَمَ فِيهَا إِلاَّ الْمُسْلِمُونَ وَلاَ يُطْعَمُ فِيهَا أَحَدٌ عَلَى غَيْرِ دِينِ الإِسْلاَمِ .
Malik meriwayatkan kepadaku bahwa dia pernah mendengar bahwa Abdullah bin Umar ditanya apakah seorang budak dapat dibeli dengan syarat khusus bahwa budak itu akan digunakan untuk memenuhi kewajiban membebaskan seorang budak, dan dia menjawab, "Tidak." Malik berkata, “Itulah yang paling baik yang pernah aku dengar tentang kewajiban memerdekakan budak. Seseorang yang harus memerdekakan seorang budak karena suatu kewajiban padanya, tidak boleh membelinya dengan syarat dia melepaskannya karena jika dia melakukan hal itu, apa pun yang dia beli tidak sepenuhnya budak karena dia telah menurunkan harganya dengan syarat yang dia buat untuk memerdekakannya.” Malik menambahkan, “Tetapi tidak ada salahnya seseorang membeli seseorang dengan sengaja untuk membebaskannya.” Malik berkata, “Yang paling baik yang pernah aku dengar tentang kewajiban memerdekakan budak adalah tidak diperbolehkannya memerdekakan seorang nasrani atau seorang yahudi untuk menunaikannya, dan tidak seorang pun membebaskan seorang mukatab atau seorang mudabbar atau seorang umm walad atau seorang budak yang akan dibebaskan setelah beberapa tahun, atau seorang yang buta. Kitab-Nya, 'baik sebagai nikmat atau sebagai tebusan,' (Sura 47 ayat 4) Nikmat itu adalah pembebasan.” Malik berkata, “Adapun kewajiban memerdekakan budak yang Allah sebutkan di dalam Kitab, seseorang hanya memerdekakan seorang budak mukmin bagi mereka.” Malik berkata, “Demikianlah memberi makan kepada orang-orang miskin karena kaffara. Seseorang hanya boleh memberi makan kepada kaum muslimin dan tidak boleh memberi makan kepada orang lain yang di luar agama Islam.
Sumber
Muwaththa Malik # 38/1474
Tingkat
Maqtu Daif
Kategori
Bab 38: Memerdekakan dan Wala