60 Hadis
01
Bulughul Maram # 14/1397
Buraida Rasulullah (RA)
عَنْ بُرَيْدَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{
"اَلْقُضَاةُ ثَلَاثَةٌ: اِثْنَانِ فِي اَلنَّارِ, وَوَاحِدٌ فِي اَلْجَنَّةِ.‏ رَجُلٌ عَرَفَ اَلْحَقَّ, فَقَضَى بِهِ, فَهُوَ فِي اَلْجَنَّةِ.‏ وَرَجُلٌ عَرَفَ اَلْحَقَّ, فَلَمْ يَقْضِ بِهِ, وَجَارَ فِي اَلْحُكْمِ, فَهُوَ فِي اَلنَّارِ.‏ وَرَجُلٌ لَمْ يَعْرِفِ اَلْحَقَّ, فَقَضَى لِلنَّاسِ عَلَى جَهْلٍ, فَهُوَ فِي اَلنَّارِ" } رَوَاهُ اَلْأَرْبَعَةُ, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود ( 3573 )‏، والنسائي في "الكبرى" ( 3 / 461 ‏- 462 )‏، والترمذي ( 1322 )‏، والحاكم ( 4 / 90 )‏ من طريق عبد الله بن بريدة، عن أبيه، به.‏
Diriwayatkan oleh Buraydah (semoga Allah meridainya), yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Ada tiga jenis hakim: dua di Neraka dan satu di Surga. Orang yang mengetahui kebenaran dan menghakimi sesuai dengan kebenaran itu berada di Surga. Orang yang mengetahui kebenaran tetapi tidak menghakimi sesuai dengan kebenaran dan berbuat zalim dalam penghakimannya berada di Neraka. Dan orang yang tidak mengetahui kebenaran dan menghakimi orang karena ketidaktahuan berada di Neraka.” Hadits ini diriwayatkan oleh empat [Imam], dan disahihkan oleh al-Hakim. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3573), al-Nasa'i dalam al-Kubra (3/461-462), al-Tirmidhi (1322), dan al-Hakim (4/90) melalui sanad Abdullah ibn Buraydah, atas otoritas ayahnya.
02
Bulughul Maram # 14/1398
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-: {
"مَنْ وَلِيَ اَلْقَضَاءَ فَقَدْ ذُبِحَ بِغَيْرِ سِكِّينٍ" } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ 1‏ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ, وَابْنُ حِبَّانَ 2‏ .‏‏1 ‏- كذا بالأصلين، وأشار ناسخ "أ" في الهامش إلى نسخة: "أحمد والأربعة" .‏‏2 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود ( 3571 )‏، (3572)‏، والنسائي في "الكبرى" (3/462)‏، والترمذي (1325)‏، وابن ماجه ( 2308 )‏، وأحمد ( 2 / 230 و 365 )‏، وانظر "أخلاق العلماء" للآجري، فقد فصلت فيه القول هناك.‏
Diriwayatkan dari Abu Hurayrah (semoga Allah meridainya), yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengambil posisi hakim, maka ia telah disembelih tanpa pisau.” Hadits ini diriwayatkan oleh lima [Imam Hadits] dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaymah dan Ibnu Hibban. [1 - Beginilah penampakannya dalam dua manuskrip asli. Penulis manuskrip “A” menunjukkan di margin sebuah versi: “Ahmad dan empat [Imam Hadits].”] [2 - Sah. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3571), (3572), An-Nasa’i dalam “Al-Kubra” (3/462), At-Tirmidhi (1325), Ibnu Majah (2308), dan Ahmad (2/ (230 dan 365), dan lihat “Etika Ulama” oleh al-Ajurri, karena saya telah membahasnya secara rinci di sana.]
03
Bulughul Maram # 14/1399
[Abu Hurairah (RA)]
وَعَنْهُ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{
"إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى اَلْإِمَارَةِ, وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ, فَنِعْمَ اَلْمُرْضِعَةُ, وَبِئْسَتِ اَلْفَاطِمَةُ" } رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 7148 )‏.‏
Atas izin beliau, semoga Allah meridainya, beliau berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Kalian akan sangat menginginkan kepemimpinan, tetapi itu akan menjadi sumber penyesalan di Hari Kiamat. Betapa mulianya seorang ibu menyusui, dan betapa buruknya seorang ibu yang menyapih!” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (7148).
04
Bulughul Maram # 14/1400
Amr ibn al-Aas (RA)
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ ‏- رضى الله عنه ‏- أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-يَقُولُ: {
"إِذَا حَكَمَ اَلْحَاكِمُ, فَاجْتَهَدَ, ثُمَّ أَصَابَ, فَلَهُ أَجْرَانِ.‏ وَإِذَا حَكَمَ, فَاجْتَهَدَ, ثُمَّ أَخْطَأَ, فَلَهُ أَجْرٌ" } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 7352 )‏، ومسلم ( 1716 )‏.‏
Diriwayatkan dari Amr ibn al-As (semoga Allah meridainya), yang berkata: Aku mendengar Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Jika seorang hakim membuat keputusan dengan berusaha mencapai keputusan yang benar, dan keputusannya benar, maka ia akan mendapat dua pahala. Jika ia membuat keputusan dengan berusaha mencapai keputusan yang benar, dan keputusannya salah, maka ia akan mendapat satu pahala.” Diriwayatkan oleh kedua orang percaya. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (7352) dan Muslim (1716).
05
Bulughul Maram # 14/1401
Abu Bakrah (RA)
وَعَنْ أَبِي بَكْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-يَقُولُ: {
" لَا يَحْكُمُ أَحَدٌ بَيْنَ اِثْنَيْنِ, وَهُوَ غَضْبَانُ" } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 7158 )‏، ومسلم ( 1717 )‏ عن عبد الرحمن بن أبي بكرة قال: كتب أبي ‏- وكتبت له ‏- إلى عبيد الله بن أبي بكرة، وهو قاض بسجستان: أن لا تحكم ( بخاري: لا تقضي )‏ بين اثنين وأنت غضبان، فإني سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: فذكره.‏ والسياق لمسلم، وللبخاري: " لا يقضين حكم" والباقي مثله سواء.‏
Diriwayatkan dari Abu Bakrah (semoga Allah meridainya), yang berkata: Aku mendengar Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang pun menghakimi perkara antara dua orang dalam keadaan marah.” Diriwayatkan oleh kedua orang. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (7158) dan Muslim (1717) dari Abdur-Rahman ibn Abi Bakrah, yang berkata: Ayahku menulis surat—dan aku menulis surat kepadanya—kepada Ubaydullah ibn Abi Bakrah, yang merupakan seorang hakim di Sijistan: Janganlah menghakimi (Al-Bukhari: Janganlah menghakimi) perkara antara dua orang dalam keadaan marah, karena aku mendengar Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: dan beliau menyebutkannya. Redaksi kalimatnya dari Muslim, dan dalam Al-Bukhari tertulis: “Janganlah menghakimi,” dan sisanya sama.
06
Bulughul Maram # 14/1403
وَلَهُ شَاهِدٌ عِنْدَ اَلْحَاكِمِ: مِنْ حَدِيثِ اِبْنِ عَبَّاسٍ 1‏ .‏‏1 ‏- وهو ضعيف جدا على أحسن أحواله.‏ رواه الحاكم ( 4 / 89 ‏- 99 )‏.‏ وضعفه الحافظ نفسه، انظر رقم ( 1405 )‏.‏
Hadits ini memiliki riwayat pendukung dari al-Hakim: dari hadits Ibnu Abbas 1.1 - yang sangat lemah. Diriwayatkan oleh al-Hakim (4/89-99). Al-Hafiz sendiri menganggapnya lemah, lihat nomor (1405).
07
Bulughul Maram # 14/1404
Umm Salamah (RA)
وَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-: {
" إِنَّكُمْ تَخْتَصِمُونَ إِلَيَّ, وَلَعَلَّ بَعْضَكُمْ أَنْ يَكُونَ أَلْحَنَ بِحُجَّتِهِ مِنْ بَعْضٍ, فَأَقْضِيَ لَهُ عَلَى نَحْوٍ مِمَّا أَسْمَعُ, مِنْهُ فَمَنْ قَطَعْتُ لَهُ مِنْ حَقِّ أَخِيهِ شَيْئًا, فَإِنَّمَا أَقْطَعُ لَهُ قِطْعَةً مِنَ اَلنَّارِ" } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 7169 )‏، ومسلم ( 1713 )‏، وزاد البخاري في أوله: "إنما أنا بشر" وهي رواية لمسلم وعنده سبب الحديث، وزاد في رواية أخرى: "فليحملها، أو يزرها".‏
Diriwayatkan dari Umm Salamah (semoga Allah meridainya), beliau berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Kalian membawa perselisihan kalian kepadaku, dan mungkin sebagian dari kalian lebih fasih dalam menyampaikan argumen daripada yang lain. Maka aku memutuskan untuk memihak seseorang sesuai dengan apa yang kudengar darinya. Barangsiapa yang kuberikan sesuatu yang menjadi hak saudaranya, maka aku hanya memberinya sepotong api neraka.” Diriwayatkan. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (7169) (Dan Muslim (1713) dan Al-Bukhari menambahkan di awal: “Aku hanyalah manusia biasa.” Ini adalah riwayat Muslim, dan beliau memiliki alasan hadits tersebut. Beliau menambahkan dalam riwayat lain: “Maka biarlah dia memikulnya, atau menanggungnya.”
08
Bulughul Maram # 14/1405
Jabir (RA)
وَعَنْ جَابِرٍ ‏- رضى الله عنه ‏- [ قَالَ ]: سَمِعْتُ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏- 1‏ يَقُولُ: { " كَيْفَ تُقَدَّسُ أُمَّةٌ, لَا يُؤْخَذُ مِنْ شَدِيدِهِمْ لِضَعِيفِهِمْ ?" } رَوَاهُ اِبْنُ حِبَّانَ 2‏ .‏‏1 ‏- وفي "أ" : "رسول الله" وأشار الناسخ في الهامش إلى نسخة: "النبي" .‏‏2 ‏- صحيح.‏ رواه ابن حبان ( 1554 )‏.‏ تنبيه: هذا الحديث وما بعده من شواهد تصححه، وإن كانت أسانيدها لا تخلو من ضعف، وتفصيل ذلك في "الأصل" .‏
Diriwayatkan dari Jabir (semoga Allah meridainya), yang berkata: Aku mendengar Nabi (shalawat dan salam kepadanya) bersabda: “Bagaimana suatu umat dapat dianggap suci jika hak-hak kaum kuatnya tidak dijunjung tinggi demi kaum lemahnya?” Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban. 1 - Dalam manuskrip “A”: “Rasulullah,” dan juru tulis menunjukkan di margin versi: “Nabi.” 2 - Sah. Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (1554). Catatan: Hadits ini dan bukti pendukung yang mengikutinya membuktikan kesahihannya, meskipun rantai periwayatannya tidak sepenuhnya bebas dari kelemahan. Rincian lebih lanjut terdapat dalam teks aslinya.
09
Bulughul Maram # 14/1406
وَلَهُ شَاهِدٌ: مِنْ حَدِيثِ بُرَيْدَةَ, عِنْدَ اَلْبَزَّارِ 1‏ .‏‏1 ‏- كشف الأستار ( 1596 )‏ وانظر ما قبله.‏
Dan ada bukti yang mendukungnya: dari hadits Buraydah, dalam al-Bazzar 1.1 - Kashf al-Astar (1596) dan lihat apa yang mendahuluinya.
10
Bulughul Maram # 14/1408
Aisyah (RA)
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-يَقُولُ: {
" يُدْعَى بِالْقَاضِي اَلْعَادِلِ يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ, فَيَلْقَى مِنْ شِدَّةِ اَلْحِسَابِ مَا يَتَمَنَّى أَنَّهُ لَمْ يَقْضِ بَيْنَ اِثْنَيْنِ فِي عُمْرِهِ" } رَوَاهُ اِبْنُ حِبَّانَ 1‏ وَأَخْرَجَهُ اَلْبَيْهَقِيُّ, وَلَفْظُهُ:  { فِي تَمْرَةٍ } 2‏ .‏‏1 ‏- ضعيف.‏ رواه ابن حبان ( 1563 )‏.‏‏2 ‏- وهو كذلك عند أحمد في "المسند" ( 6 / 75 )‏.‏
Dari Aisyah, semoga Allah meridainya, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Hakim yang adil akan dipanggil pada Hari Kiamat, dan ia akan menghadapi perhitungan yang begitu berat sehingga ia akan menyesal telah menghakimi antara dua orang sepanjang hidupnya.” Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban 1 dan Al-Bayhaqi memasukkannya, dan redaksinya adalah: “Dalam satu kurma” 2. 1 - Lemah. Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (1563). 2 - Juga ditemukan dalam "Al-Musnad" Ahmad (6/75).
11
Bulughul Maram # 14/1409
Abu Bakrah (RA)
وَعَنْ أَبِي بَكْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- عَنِ اَلنَّبِيِّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: {
"لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَّوْا أَمْرَهُمْ اِمْرَأَةً" } رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 4425 )‏ عن أبي بكرة قال: لقد نفعني الله بكلمة سمعتها من رسول الله صلى الله عليه وسلم أيام الجمل بعدما كدت أن ألحق بأصحاب الجمل، فأقاتل معهم.‏ قال: لما بلغ رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أهل فارس قد ملكوا عليهم بنت كسرى.‏ قال: فذكره.‏
Dari Abu Bakrah (semoga Allah meridainya), dari Nabi (shalawat dan salam kepadanya), beliau bersabda: “Suatu kaum yang mempercayakan urusan mereka kepada seorang wanita tidak akan pernah makmur.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari 1.1 - Sahih (otentik)]. Al-Bukhari (4425) juga meriwayatkan dari Abu Bakrah, yang berkata: “Allah memberiku manfaat melalui sebuah ucapan yang kudengar dari Rasulullah (shalawat dan salam kepadanya) pada saat Perang Unta, setelah aku hampir bergabung dengan pasukan Unta dan berperang bersama mereka. Beliau bersabda: Ketika Rasulullah (shalawat dan salam kepadanya) mengetahui bahwa orang Persia telah menjadikan putri Khosrow sebagai penguasa mereka, beliau menyebutkannya.”
12
Bulughul Maram # 14/1410
Abu Maryam al-Azdi (RA)
وَعَنْ أَبِي مَرْيَمَ اَلْأَزْدِيِّ ‏- رضى الله عنه ‏- عَنِ اَلنَّبِيِّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-[ أَنَّهُ ] { قَالَ: "مَنْ وَلَّاهُ اَللَّهُ شَيْئًا مِنْ أَمْرِ اَلْمُسْلِمِينَ, فَاحْتَجَبَ عَنْ حَاجَتِهِمْ وَفَقِيرِهِم, اِحْتَجَبَ اَللَّهُ دُونَ حَاجَتِهِ" } أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ, وَاَلتِّرْمِذِيُّ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود ( 2948 )‏ بنحوه، والترمذي ( 1333 )‏ ولم يسق لفظه، وإنما أحال على معنى لفظ آخر لنفس الحديث.‏
Dari Abu Maryam al-Azdi (semoga Allah meridainya), dari Nabi (shalawat dan salam kepadanya), beliau bersabda: “Barangsiapa yang Allah percayakan suatu urusan kepada kaum Muslimin, kemudian ia mengabaikan kebutuhan mereka dan kaum fakir miskin, maka Allah akan mengabaikan kebutuhannya.” Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan al-Tirmidhi. 1.1 - Sahih. Abu Dawud meriwayatkannya (2948) dengan redaksi yang serupa, dan al-Tirmidhi (1333) tidak mengutip redaksi persisnya, melainkan merujuk pada makna redaksi lain dari hadits yang sama.
13
Bulughul Maram # 14/1412
وَلَهُ شَاهِدٌ: مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ اَللَّهِ بنِ عَمْرٍو.‏ عِنْدَ اَلْأَرْبَعَةِ إِلَّا النَّسَائِيَّ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود ( 3580 )‏، والترمذي ( 1337 )‏، وابن ماجه ( 2313 )‏ بلفظ: " لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم الراشي والمرتشي" .‏ وفي رواية ابن ماجه: " لعنة الله على.‏ .‏.‏" والباقي مثله.‏ وقال الترمذي: "حديث حسن صحيح".‏
Dan hadits ini memiliki riwayat pendukung: dari hadits Abdullah ibn Amr. Hadits ini terdapat dalam empat koleksi Sunan kecuali An-Nasa’i. 1.1 - Sahih (otentik). Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3580), At-Tirmidhi (1337), dan Ibn Majah (2313) dengan redaksi: “Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam melaknat orang yang memberi suap dan orang yang menerima suap.” Dan dalam riwayat Ibn Majah: “Laknat Allah atas…” dan sisanya sama. At-Tirmidhi berkata: “Ini adalah hadits hasan sahih.”
14
Bulughul Maram # 14/1413
Abdullah ibn Az-Zubayr (RA)
وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بنِ اَلزُّبَيْرِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: { قَضَى رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-أَنَّ اَلْخَصْمَيْنِ يَقْعُدَانِ بَيْنَ يَدَيِ اَلْحَاكِمِ } رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ 1‏ .‏‏1 ‏- ضعيف.‏ رواه أبو داود ( 3588 )‏، والحاكم ( 4 / 94 )‏، وفي سنده مصعب بن ثابت كان كثير الغلط، وقال الحافظ في "التقريب" : "لين الحديث".‏
Berdasarkan riwayat Abdullah ibn al-Zubayr, semoga Allah meridai mereka berdua, yang berkata: “Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam menetapkan bahwa kedua pihak yang bersengketa harus duduk di hadapan hakim.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dan disahihkan oleh al-Hakim. 1.1 - Lemah. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3588) dan al-Hakim (4/94). Rantai periwayatannya mencakup Mus’ab ibn Thabit, yang banyak melakukan kesalahan. Al-Hafiz berkata dalam “al-Taqrib”: “Haditsnya lemah.”
15
Bulughul Maram # 14/1414
Zaid bin Khaled al-Juhani (RA)
عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ اَلْجُهَنِيِّ ‏- رضى الله عنه ‏- أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: {
"أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ اَلشُّهَدَاءِ? اَلَّذِي يَأْتِي بِشَهَادَتِهِ قَبْلَ أَنْ يُسْأَلَهَا" } رَوَاهُ مُسْلِم ٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 1719 )‏.‏
Dari Zayd ibn Khalid al-Juhani (semoga Allah meridainya), Nabi (shalawat dan salam kepadanya) bersabda: “Tidakkah aku akan memberitahukan kepadamu tentang saksi yang terbaik? Yaitu orang yang datang dengan kesaksiannya sebelum diminta.” Diriwayatkan oleh Muslim (1719). [Sahih (otentik)]
16
Bulughul Maram # 14/1415
Imran bin Husain (RA)
وَعَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{
"إِنَّ خَيْرَكُمْ قَرْنِي, ثُمَّ اَلَّذِينَ يَلُونَهُمْ, ثُمَّ اَلَّذِينَ يَلُونَهُمْ, ثُمَّ يَكُونُ قَوْمٌ يَشْهَدُونَ وَلَا يُسْتَشْهَدُونَ, وَيَخُونُونَ وَلَا يُؤْتَمَنُونَ, وَيَنْذُرُونَ وَلَا يُوفُونَ, وَيَظْهَرُ فِيهِمْ اَلسِّمَنُ" } مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 2651 )‏، ومسلم ( 2535 )‏.‏
Diriwayatkan dari Imran bin Husayn (semoga Allah meridainya), yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik di antara kalian adalah generasiku, kemudian generasi-generasi setelah mereka, dan generasi-generasi setelah mereka. Kemudian akan datang suatu kaum yang memberi kesaksian tanpa diminta, yang mengkhianati amanah dan tidak dipercaya, yang bernazar dan tidak menepatinya, dan obesitas akan merajalela di antara mereka.” Diriwayatkan oleh kedua orang tua. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (2651) dan Muslim (2535).
17
Bulughul Maram # 14/1416
Abdullah Ibin Amr (RA)
وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{
"لَا تَجُوزُ شَهَادَةُ خَائِنٍ, وَلَا خَائِنَةٍ, وَلَا ذِي غِمْرٍ عَلَى أَخِيهِ, وَلَا تَجُوزُ شَهَادَةُ اَلْقَانِعِ لِأَهْلِ اَلْبَيْتِ" } رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَأَبُو دَاوُدَ .‏ 1‏ .‏‏1 ‏- حسن.‏ رواه أحمد ( 2 / 204 و 225 ‏- 226 )‏، وأبو داود ( 3600 )‏ من طريق عمرو بن شعيب، عن أبيه، عن جده.‏ واللفظ لأحمد، وزاد: "وتجوز شهادته لغيرهم" والقانع: الذي ينفع عليه أهل البيت.‏ وفي رواية أبي داود، وأحمد الثانية: "رد شهادة الخائن والخائنة، وذي الغمر على أخيه، ورد شهادة القانع لأهل البيت، وأجازها على غيرهم" .‏ وقال أبو داود: الغمر: الحنة والشحناء ( وفي نسخة: الحق والبغضاء )‏.‏ والقانع: الأجير التابع مثل الأجير الخاص.‏
Diriwayatkan dari Abdullah ibn Amr, semoga Allah meridai mereka berdua, yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Kesaksian seorang pengkhianat, laki-laki atau perempuan, atau orang yang menyimpan dendam terhadap saudaranya, tidak diperbolehkan, demikian pula kesaksian orang yang menerima nasibnya demi keluarganya.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud. 1.1 - Hasan (baik). Diriwayatkan oleh Ahmad (2/204 dan 225-226) dan Abu Dawud (3600) dari Amr ibn Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya. Redaksi hadits ini dari Ahmad, yang menambahkan: "Dan kesaksiannya diperbolehkan bagi orang lain." Orang yang menerima nasibnya adalah orang yang memberi manfaat kepada keluarganya. Dalam riwayat kedua Abu Dawud dan Ahmad: "Kesaksian pengkhianat, laki-laki dan perempuan, dan orang yang menyimpan dendam terhadap saudaranya ditolak, dan kesaksian orang yang puas ditolak untuk keluarga, tetapi diperbolehkan untuk orang lain." Abu Dawud berkata: "Dendam adalah kebencian dan permusuhan (dan dalam riwayat lain: dendam dan kebencian)." Orang yang puas adalah pelayan bawahan, seperti pelayan pribadi.
18
Bulughul Maram # 14/1417
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: {
"لَا تَجُوزُ شَهَادَةُ بَدَوِيٍّ عَلَى صَاحِبِ قَرْيَةٍ" } رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَابْنُ مَاجَه ْ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود ( 3602 )‏، وابن ماجه ( 2367 )‏.‏
Diriwayatkan dari Abu Hurairah (semoga Allah meridainya), yang berkata: Aku mendengar Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Kesaksian seorang Badui terhadap seorang penduduk desa tidak diperbolehkan.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3602) dan Ibnu Majah (2367).
19
Bulughul Maram # 14/1418
Umar bin Khattab (RA)
وَعَنْ عُمَرَ بْنِ اَلْخَطَّابِ ‏- رضى الله عنه ‏- { أَنَّهُ خَطَبَ فَقَالَ: إِنَّ أُنَاسً ا 1‏ كَانُوا يُؤْخَذُونَ بِالْوَحْيِ فِي عَهْدِ رَسُولِ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-وَإِنَّ اَلْوَحْيَ قَدْ اِنْقَطَعَ, وَإِنَّمَا نَأْخُذُكُم ْ 2‏ اَلْآنَ بِمَا ظَهَرَ لَنَا مِنْ أَعْمَالِكُمْ } رَوَاهُ اَلْبُخَارِيّ ُ 3‏ .‏‏1 ‏- ووقع في "أ" : "ناسا" وما في "الأصل" هو الموافق لما في "الصحيح".‏‏2 ‏- ووقع في "أ" : "نؤاخذكم" وما في "الأصل" هو الموافق لما في "الصحيح" .‏‏3 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 2641 )‏، وزاد: "فمن أظهر لنا خيرا أمناه وقربناه، وليس إلينا من سريرته شيء؛ الله يحاسب سريرته.‏ ومن أظهر لنا سوءا لم نأمنه ولم نصدقه، وإن قال: إن سريرته حسنة" .‏
Berdasarkan riwayat Umar bin al-Khattab (semoga Allah meridainya), beliau menyampaikan khutbah yang isinya: “Dahulu ada orang-orang yang dihakimi berdasarkan wahyu pada masa Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam, tetapi wahyu telah berhenti, dan sekarang kami menghakimi kalian hanya berdasarkan amal perbuatan kalian yang tampak.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari) “Aslinya” adalah apa yang ada dalam “Sahih”. 3 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2641), dan beliau menambahkan: “Siapa pun yang menunjukkan kebaikan kepada kita, kita mempercayainya dan mendekatkannya, dan kita tidak mengetahui isi hatinya; Allah akan menghakimi isi hatinya. Dan siapa pun yang menunjukkan kejahatan kepada kita, kita tidak mempercayainya dan tidak mempercayainya, meskipun dia berkata: Isi hatinya baik.”
20
Bulughul Maram # 14/1419
Abu Bakrah (RA)
وَعَنْ أَبِي بَكْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- { عَنِ النَّبِيِّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-أَنَّهُ عَدَّ شَهَادَةَ اَلزُّورِ فِ ي 1‏ أَكْبَرِ اَلْكَبَائِرِ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ فِي حَدِيث ٍ 2‏ .‏‏1 ‏- ووقع في "أ" : "من" .‏‏2 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 2654 )‏، ومسلم ( 87 )‏ ولفظه: قال صلى الله عليه وسلم: "ألا أنبئكم بأكبر الكبائر؟ ( ثلاثا )‏ الإشراك بالله.‏ وعقوق الوالدين.‏ وشهادة الزور ( أو قول الزور )‏" وكان رسول الله صلى الله عليه وسلم متكئا فجلس.‏ فما زال يكررها حتى قلنا: ليته سكت.‏ والسياق لمسلم.‏
Berdasarkan riwayat Abu Bakrah (semoga Allah meridainya), dan riwayat Nabi (shalawat dan salam kepadanya), beliau menganggap kesaksian palsu sebagai salah satu dosa terbesar. Hal ini disepakati dalam sebuah hadits. 1 - Dalam manuskrip "A" tertulis: "dari". 2 - Sahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (2654) dan Muslim (87), dan redaksinya adalah: Nabi (shalawat dan salam kepadanya) bersabda: "Tidakkah aku akan memberitahukan kepadamu dosa terbesar? (Beliau mengatakannya tiga kali) Menyekutukan Allah, durhaka kepada orang tua, dan memberikan kesaksian palsu (atau mengucapkan kebohongan)." Rasulullah (shalawat dan salam kepadanya) sedang berbaring, kemudian beliau duduk. Beliau terus mengulanginya hingga kami berkata: Kami berharap beliau berhenti. Konteksnya dari Muslim.
21
Bulughul Maram # 14/1420
Ibnu Abbas (RA)
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; { أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ لِرَجُلٍ: "تَرَى اَلشَّمْسَ ?" قَالَ: نَعَمْ.‏ قَالَ: "عَلَى مِثْلِهَا فَاشْهَدْ, أَوْ دَعْ" } أَخْرَجَهُ اِبْنُ عَدِيٍّ بِإِسْنَادٍ ضَعِيفٍ, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ فَأَخْطَأ َ 1‏ .‏‏1 ‏- الكامل لابن عدى ( 6 / 2213 )‏ وهو على أحسن أحواله ضعيف جدا كما تقدم ( 1389 )‏.‏
Dari Ibnu Abbas, semoga Allah meridai mereka berdua; {bahwa Nabi, shalawat dan salam kepadanya, bersabda kepada seorang laki-laki: “Apakah kamu melihat matahari?” Laki-laki itu menjawab: Ya. Beliau bersabda: “Bersaksilah sesuatu yang menyerupainya, atau tinggalkanlah.”} Diriwayatkan oleh Ibnu Adi dengan sanad yang lemah, dan Al-Hakim membenarkannya, tetapi ia keliru. 1.1 - Al-Kamil oleh Ibnu Adi (6/2213), dan paling banter sana sangat lemah seperti yang telah disebutkan sebelumnya (1389).
22
Bulughul Maram # 14/1421
Ibnu Abbas (RA)
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; { أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَضَى بِيَمِينٍ وَشَاهِدٍ } أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.‏ وَأَبُو دَاوُدَ.‏ وَالنَّسَائِيُّ وَقَالَ: إِسْنَادُ [ هُ ] جَيِّد ٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 1712 )‏، وأبو داود ( 3608 )‏، والنسائي في "الكبرى" ( 3 / 490 )‏ من طريق قيس بن سعد، عن عمرو بن دينار، عن ابن عباس؛ به.‏ وقد أعل الحديث بما لا يقدح كما هو مبين في "الأصل" .‏
Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas, semoga Allah meridai keduanya, bahwa Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam membuat keputusan berdasarkan sumpah dan saksi. Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, dan An-Nasa'i, yang mengatakan: Sanad periwayatannya baik. Hadits ini sahih. Diriwayatkan oleh Muslim (1712), Abu Dawud (3608), dan An-Nasa'i dalam "Al-Kubra" (3/490) melalui sanad Qays ibn Sa'd, berdasarkan riwayat Amr ibn Dinar, berdasarkan riwayat Ibnu Abbas. Hadits ini dikritik karena sesuatu yang tidak membatalkannya, sebagaimana dijelaskan dalam teks aslinya.
23
Bulughul Maram # 14/1422
Aby Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- مِثْلَهُ.‏ أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ, وَاَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّان َ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود ( 3610 و 3611 )‏، والترمذي ( 1343 )‏، وأيضا رواه ابن ماجه ( 2368 )‏، وصححه ابن الجارود ( 1007 )‏ كلهم من طريق سهيل بن أبي صالح، عن أبيه، عن أبي هريرة؛ أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قضى باليمين مع الشاهد الواحد.‏
Dan berdasarkan riwayat Abu Hurayrah - semoga Allah meridainya - sebuah hadits serupa. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidhi, dan disahihkan oleh Ibn Hibban. 1.1 - Sahih (otentik). Diriwayatkan oleh Abu Dawud (3610 dan 3611), At-Tirmidhi (1343), dan juga oleh Ibn Majah (2368), dan disahihkan oleh Ibn Al-Jarud (1007), semuanya melalui rantai periwayatan Suhayl ibn Abi Salih, berdasarkan riwayat ayahnya, berdasarkan riwayat Abu Hurayrah; bahwa Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam menetapkan hukum berdasarkan sumpah dengan satu saksi.
24
Bulughul Maram # 14/1423
Ibnu Abbas (RA)
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { "لَوْ يُعْطَى اَلنَّاسُ بِدَعْوَاهُمْ, لَادَّعَى نَاسٌ دِمَاءَ رِجَالٍ, وَأَمْوَالَهُمْ, وَلَكِنِ اَلْيَمِينُ عَلَى اَلْمُدَّعَى عَلَيْهِ" } مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ 1‏ وَلِلْبَيْهَقِيِّ بِإِسْنَادٍ صَحِيحٍ: { "اَلْبَيِّنَةُ عَلَى اَلْمُدَّعِي, وَالْيَمِينُ عَلَى مَنْ أَنْكَرَ } 2‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 4552 )‏، ومسلم ( 1711 )‏ والسياق لمسلم، وفيه عند البخاري قصة.‏‏2 ‏- صحيح.‏ رواه البيهقي ( 10 / 252 )‏ وهو قطعة من الحديث السابق، وله شواهد عن غير ابن عباس.‏
Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas, semoga Allah meridai keduanya; Nabi (shalawat dan salam kepadanya) bersabda: “Jika manusia diberi apa yang mereka klaim, sebagian akan mengklaim darah dan harta orang lain. Tetapi sumpah itu ada pada pihak yang tertuduh.” (Disepakati). Al-Bayhaqi juga meriwayatkan dengan sanad yang sahih: “Beban pembuktian ada pada pihak yang mengklaim, dan sumpah ada pada pihak yang mengingkari.” (1) Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (4552) dan Muslim (1711). Redaksinya dari Muslim, dan Al-Bukhari menyertakan sebuah kisah. - Benar. Diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi (10/252) dan merupakan bagian dari hadits sebelumnya, dan memiliki riwayat pendukung selain dari Ibnu Abbas.
25
Bulughul Maram # 14/1424
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- { أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-عَرَضَ عَلَى قَوْمٍ اَلْيَمِينَ, فَأَسْرَعُوا, فَأَمَرَ أَنْ يُسْهَمَ بَيْنَهُمْ فِي اَلْيَمِينِ, أَيُّهُمْ يَحْلِفُ } رَوَاهُ اَلْبُخَارِيّ ُ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 2674 )‏.‏
Dari Abu Hurairah (semoga Allah meridainya), bahwa Nabi (shalawat dan salam kepadanya) meminta beberapa orang untuk bersumpah, dan mereka berebut untuk mengucapkan sumpah tersebut. Maka beliau memerintahkan agar dilakukan pengundian di antara mereka untuk menentukan siapa yang akan mengucapkan sumpah. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2674).
26
Bulughul Maram # 14/1425
Abu Umamah al-Harithi (RA)
وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ اَلْحَارِثِيُّ ‏- رضى الله عنه ‏- أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { " مَنْ اِقْتَطَعَ حَقَّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ بِيَمِينِهِ, فَقَدْ أَوْجَبَ اَللَّهُ لَهُ اَلنَّارَ, وَحَرَّمَ عَلَيْهِ اَلْجَنَّةَ" .‏ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَإِنْ كَانَ شَيْئًا يَسِيرًا يَا رَسُولَ اَللَّهِ? قَالَ: "وَإِنْ قَضِيبٌ مِنْ أَرَاكٍ" } رَوَاهُ مُسْلِم ٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 137 )‏، وعنده: "وإن قضيبا" .‏
Dari Abu Umamah al-Harithi (semoga Allah meridainya), Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengambil hak seorang Muslim secara tidak adil dengan bersumpah, maka Allah akan mewajibkan neraka baginya dan mengharamkan surga baginya.” Seorang laki-laki bertanya kepada beliau: “Meskipun itu sesuatu yang sepele, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Bahkan sebatang ranting pohon arak.” Diriwayatkan oleh Muslim 1:1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Muslim (137), dan dalam versinya: “Bahkan sebatang ranting.”
27
Bulughul Maram # 14/1426
al-Ash'ath bin Qais (RA)
وَعَنِ الْأَشْعَثِ بْنِ قَيْسٍ ‏- رضى الله عنه ‏- أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { "مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ, يَقْتَطِعُ بِهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ, هُوَ فِيهَا فَاجِرٌ, لَقِيَ اَللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ } مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 5 / 33 / فتح )‏، ومسلم ( 138 )‏.‏
Dari Al-Ash’ath ibn Qays (semoga Allah meridainya), Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa bersumpah dengan sumpah yang dengannya ia mengambil harta seorang Muslim secara tidak adil, dan dengan demikian ia adalah seorang pelanggar, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan murka-Nya.” Diriwayatkan. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5/33/Fath) dan Muslim (138).
28
Bulughul Maram # 14/1427
Abu Musa Al-Asy'ari (RA)
وَعَنْ أَبَى مُوسَى [ اَلْأَشْعَرِيِّ ] ‏- رضى الله عنه ‏- { أَنَّ رَجُلَيْنِ اِخْتَصَمَا إِلَى رَسُولِ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-فِي دَابَّةٍ, لَيْسَ لِوَاحِدٍ مِنْهُمَا بَيِّنَةٌ, فَقَضَى بِهَا رَسُولُ اَللَّهِ > 1‏ 2‏ .‏ بَيْنَهُمَا نِصْفَيْنِ } رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَأَبُو دَاوُدَ, وَالنَّسَائِيُّ وَهَذَا لَفْظُهُ, وَقَالَ: إِسْنَادُهُ جَيِّد ٌ 3‏ .‏‏1 ‏- سقط قوله: "رسول الله صلى الله عليه وسلم" من "أ" .‏‏2 ‏- سقط قوله: "رسول الله صلى الله عليه وسلم" من "أ" .‏‏3 ‏- ضعيف.‏ رواه أحمد ( 4 / 402 )‏، وأبو داود ( 3613 ‏- 3615 )‏، والنسائي في "الكبرى" ( 3 / 487 )‏، وقد بين الحافظ نفسه علله في "التلخيص" ( 4 / 209 ‏- 210 )‏.‏
Dari Abu Musa al-Ash'ari (semoga Allah meridainya), dua orang berselisih di hadapan Rasulullah (shalawat dan salam kepadanya) mengenai seekor hewan, keduanya tidak memiliki bukti. Rasulullah (shalawat dan salam kepadanya) memutuskan bahwa hewan itu harus dibagi rata di antara mereka. Hal ini diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan al-Nasa'i, dan berikut redaksinya. Beliau berkata: Sanad periwayatannya baik. (1) Frasa "Rasulullah (shalawat dan salam kepadanya)" hilang dari manuskrip "A". (2) Pernyataannya: “Rasulullah, semoga Allah memberinya berkah dan keselamatan” dari “A”. 3 - Lemah. Diriwayatkan oleh Ahmad (4/402), Abu Dawud (3613-3615), dan Al-Nasa’i dalam “Al-Kubra” (3/487). Al-Hafiz sendiri menjelaskan kekurangannya dalam “Al-Talkhis” (4/209-210).
29
Bulughul Maram # 14/1428
Jabir (RA)
وَعَنْ جَابِرٍ ‏- رضى الله عنه ‏- أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: {
"مَنْ حَلَفَ عَلَى مِنْبَرِي هَذَا بِيَمِينٍ آثِمَةٍ, تَبَوَّأَ مَقْعَدَهُ مِنْ اَلنَّارِ" } رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَأَبُو دَاوُدَ, وَالنَّسَائِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّان َ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أحمد ( 3 / 344 )‏، وأبو داود ( 3246 )‏، والنسائي في "الكبرى" ( 3 / 491 )‏، وابن حبان ( 1192 )‏ من طريق هاشم بن هاشم، عن عبد الله بن نسطاس، عن جابر، به.‏ واللفظ للنسائي، وابن حبان، وزاد أبو داود: "ولو على سواك أخضر" بعد قوله: "آثمة" وفي آخره على الشك: "أو وجبت له النار" .‏ قلت: وهذا إسناد فيه ضعف، فابن نسطاس، وإن وثقه النسائي، فقد قال الذهبي في "الميزان" ( 2 / 515 )‏: " لا يعرف.‏ تفرد عنه هاشم بن هاشم".‏ ولكن للحديث شاهد صحيح عن أبي هريرة.‏
Dari Jabir (semoga Allah meridainya), Nabi (shalawat dan salam kepadanya) bersabda: “Barangsiapa bersumpah palsu di mimbar ini, maka ia akan mendapat tempat di Neraka.” Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa’i, dan disahihkan oleh Ibnu Hibban.<sup>1</sup> Hadits ini sahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (3/344), Abu Dawud (3246), An-Nasa’i dalam “Al-Kubra” (3/491), dan Ibnu Hibban (1192) melalui sanad Hashim ibn Hashim, dari Abdullah ibn Nastas, dari Jabir. Redaksi hadits ini sebagai berikut: Diriwayatkan oleh al-Nasa'i dan Ibnu Hibban, dan Abu Dawud menambahkan: “Bahkan jika itu di atas miswak hijau,” setelah kata “berdosa,” dan di akhir, dengan keraguan: “Atau ia pantas mendapat Neraka.” Saya katakan: Rantai periwayatan ini lemah, karena Ibnu Nastas, meskipun al-Nasa'i menganggapnya terpercaya, al-Dhahabi berkata dalam "al-Mizan" (2/515): "Dia tidak dikenal. Hashim ibn Hashim adalah satu-satunya yang meriwayatkan darinya." Namun, hadits ini memiliki riwayat pendukung yang sahih dari Abu Hurayrah.
30
Bulughul Maram # 14/1429
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{
"ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمْ اَللَّهُ يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ, وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ, وَلَا يُزَكِّيهِمْ, وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ: رَجُلٌ عَلَى فَضْلِ مَاءٍ بِالْفَلَاةِ, يَمْنَعُهُ مِنْ اِبْنِ اَلسَّبِيلِ; وَرَجُلٌ بَايَعَ رَجُلاً بِسِلْعَةٍ بَعْدَ اَلْعَصْرِ, فَحَلَفَ لَهُ بِاَللَّهِ: لَأَخَذَهَا بِكَذَا وَكَذَا, فَصَدَّقَهُ, وَهُوَ عَلَى غَيْرِ ذَلِكَ; وَرَجُلٌ بَايَعَ إِمَامًا لَا يُبَايِعُهُ إِلَّا لِلدُّنْيَا, فَإِنْ أَعْطَاهُ مِنْهَا, وَفَى, وَإِنْ لَمْ يُعْطِهِ مِنْهَا, لَمْ يَفِ" } مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 7212 )‏، ومسلم ( 108 )‏ والسياق لمسلم.‏
Diriwayatkan dari Abu Hurairah (semoga Allah meridainya), yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Ada tiga golongan yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat, tidak pula akan memandang mereka, dan tidak pula akan menyucikan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih: seorang laki-laki yang mempunyai air berlebih di padang pasir dan menahannya dari seorang musafir; dan seorang laki-laki yang menjual barang kepada orang lain setelah shalat Ashar dan bersumpah demi Allah bahwa ia akan mengambilnya dengan harga sekian dan sekian.” Dan orang itu pun mempercayainya, meskipun ia tidak sependapat; dan seorang laki-laki yang berbaiat kepada seorang pemimpin, berbaiat hanya untuk keuntungan duniawi, sehingga jika ia diberi sebagian darinya, ia telah memenuhi baiatnya, dan jika ia tidak diberi sedikit pun, ia belum memenuhinya.” Diriwayatkan. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (7212) dan Muslim (108), dan redaksinya dari Muslim.
31
Bulughul Maram # 14/1430
Jabir (RA)
وَعَنْ جَابِرٍ ‏- رضى الله عنه ‏- { أَنَّ رَجُلَيْنِ اِخْتَصَمَا فِي نَاقَةٍ, فَقَالَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَ ا 1‏ نُتِجَتْ عِنْدِي, وَأَقَامَا بَيِّنَةً, فَقَضَى بِهَا رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-لِمَنْ هِيَ فِي يَدِهِ } 2‏ .‏‏1 ‏- وقع في "أ": فقال كل منهما.‏‏2 ‏- ضعيف.‏ رواه الدارقطني ( 4 / 209 )‏ وقال الحافظ في "التلخيص" ( 4 / 210 )‏: "إسناده ضعيف".‏
Dari Jabir (semoga Allah meridainya), dua orang laki-laki berselisih mengenai seekor unta betina. Masing-masing berkata, “Unta itu lahir di tanganku,” dan keduanya memberikan bukti. Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam memutuskan bahwa unta itu menjadi milik siapa pun yang memilikinya. [1 - Dalam manuskrip “A” tertulis: “Masing-masing berkata.” 2 - Lemah. Diriwayatkan oleh Ad-Daraqutni (4/209). Al-Hafiz berkata dalam “At-Talkhis” (4/210): “Rantai periwayatannya lemah.”]
32
Bulughul Maram # 14/1431
Abdullah bin Umar (RA)
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; { أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-رَدَّ اَلْيَمِينَ عَلَى طَالِبِ اَلْحَقِّ } رَوَاهُمَا اَلدَّارَقُطْنِيُّ, وَفِي إِسْنَادِهِمَا ضَعْف ٌ 1‏ .‏‏1 ‏- ضعيف.‏ رواه الدارقطني ( 4 / 213 )‏.‏ وقال الذهبي في "التلخيص" متعقبا الحاكم ( 4 / 100 )‏: "أخشى أن يكون الحديث باطلا" .‏
Berdasarkan riwayat Ibnu Umar, semoga Allah meridai mereka berdua; {bahwa Nabi, shalawat dan salam kepadanya, mengembalikan sumpah kepada orang yang mencari kebenaran}. Hadits ini diriwayatkan oleh al-Daraqutni, dan sanadnya lemah. 1.1 - Lemah. Diriwayatkan oleh al-Daraqutni (4/213). Al-Dhahabi berkata dalam “al-Talkhis,” mengomentari al-Hakim (4/100): “Saya khawatir hadits ini palsu.”
33
Bulughul Maram # 14/1432
Aisyah (RA)
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا { قَالَتْ: دَخَلَ عَلَِيَّ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-ذَاتَ يَوْمٍ مَسْرُورًا, تَبْرُقُ أَسَارِيرُ وَجْهِهِ.‏ فَقَالَ: "أَلَمْ تَرَيْ إِلَى مُجَزِّزٍ اَلْمُدْلِجِيِّ ? نَظَرَ آنِفًا إِلَى زَيْدِ بْنِ حَارِثَةَ, وَأُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ, فَقَالَ: " هَذِهِ أَقْدَامٌ بَعْضُهَا مِنْ بَعْضٍ" } مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 6770 )‏، ومسلم ( 1459 )‏.‏
Diriwayatkan dari Aisyah, semoga Allah meridainya, beliau berkata: Suatu hari Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam mendatangiku dengan wajah berseri-seri dan gembira. Beliau bersabda: “Tidakkah kamu melihat Mujazziz al-Mudliji? Beberapa saat yang lalu beliau melihat Zayd bin Haritha dan Usama bin Zayd, lalu berkata: ‘Ini adalah kaki, satu sama lain.’” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (6770) dan Muslim (1459).
01
Bulughul Maram # 14/1440
Nawas ibn Sam'an (RA)
وَعَنِ النَوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ - رضي الله عنه - قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - عَنِ الْبِرِّ وَالْإِثْمِ، فَقَالَ: «الْبِرُّ: حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالْإِثْمُ: مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ، وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ» أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ
Dia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang kebaikan dan dosa. Beliau bersabda: Kebajikan adalah perbuatan baik, dan dosa adalah sesuatu yang membuatmu marah, dan kamu tidak menyukainya jika orang lain mengetahuinya. [1550]
02
Bulughul Maram # 14/1443
Ibnu Abbas (RA)
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا أكل أحدكم فلا يمسح يديه حتى يلعقه أو يلعقه غيره. [1553]
Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Ketika seseorang makan, hendaklah ia tidak mengusap tangannya sebelum ia menjilat makanannya atau orang lain menjilatnya." [1553]
03
Bulughul Maram # 14/1444
Abu Hurairah (RA)
قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «يسلم الصغير على الكبير، ويسلم السائر على الجالس، ويسلم القليل على الكثير». وفي رواية أخرى عن مسلم: «يسلم الراكب على السائر». [1554]
Beliau berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: Yang lebih muda hendaknya memberi salam kepada yang lebih tua, orang yang berjalan hendaknya memberi salam kepada orang yang duduk, dan orang yang sedikit hendaknya memberi salam kepada orang yang banyak. Riwayat lain dari Muslim menyatakan: Pengendara hendaknya memberi salam kepada pejalan kaki. [1554]
03
Bulughul Maram # 14/1402
Abdullah Ibin Amr (RA)
وَعَنْ عَلِيٍّ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{
" إِذَا تَقَاضَى إِلَيْكَ رَجُلَانِ, فَلَا تَقْضِ لِلْأَوَّلِ, حَتَّى تَسْمَعَ كَلَامَ اَلْآخَرِ, فَسَوْفَ تَدْرِي كَيْفَ تَقْضِي" .‏ قَالَ 1‏ .‏ عَلِيٌّ: فَمَا زِلْتُ قَاضِيًا بَعْدُ } رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَأَبُو دَاوُدَ, وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَحَسَّنَهُ, وَقَوَّاهُ اِبْنُ اَلْمَدِينِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ 2‏ .‏‏1 ‏- في "أ" : "فقال".‏‏2 ‏- حسن.‏ رواه أحمد ( 1 / 90 )‏، وأبو داود ( 3582 )‏، و الترمذي ( 1331 )‏ من طريق سماك بن حرب، عن حنش، عن علي، به.‏ واللفظ للترمذي، وقال: "حديث حسن" .‏ وعند أحمد: "ترى" مكان "تدري" .‏ ولأبي داود: "فإنه أحرى أن يتبين لك القضاء" وزاد في أوله: "إن الله سيهدي قلبك، ويثبت لسانك" .‏ قلت: وللحديث طرق كثيرة، وهي مفصلة بالأصل.‏
Diriwayatkan dari Ali (semoga Allah meridainya), yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Jika dua orang datang kepadamu untuk meminta keputusan, janganlah kamu memihak orang pertama sebelum kamu mendengar pendapat orang lain. Maka kamu akan tahu bagaimana cara memutuskan.” Ali berkata: “Dan sejak saat itu aku terus memutuskan.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan At-Tirmidhi, yang menilai hadits ini baik; diperkuat oleh Ibn Al-Madini; dan disahkan oleh Ibn Hibban) 2.1 - Dalam “A”: “Dia berkata.” 2 - Hasan. Diriwayatkan oleh Ahmad (1/90), Abu Dawud (3582), dan At-Tirmidhi (1331) melalui Simak ibn Harb, dari Hanash, dari Ali, dengan hadits ini. Redaksi hadits ini adalah milik At-Tirmidhi, dan beliau berkata: “Hadits hasan.” Dalam versi Ahmad: “Kamu melihat” sebagai ganti “Kamu tahu.” Dalam versi Abu Dawud: “Karena lebih mungkin ketetapan itu akan menjadi jelas bagimu,” dan dia menambahkan di awal: “Sesungguhnya Allah akan membimbing hatimu dan meneguhkan lidahmu.” Saya katakan: Hadits ini memiliki banyak sanad, dan semuanya dijelaskan secara rinci dalam teks aslinya.
04
Bulughul Maram # 14/1407
Ibnu Abbas (RA)
وَآخَرُ: مِنْ حَدِيثِ أَبِي سَعِيدٍ عِنْدَ اِبْنِ مَاجَه 1‏ .‏‏1 ‏- سنن ابن ماجه ( 4010 )‏ وانظر ما قبله.‏
Dan yang lain: dari hadits Abu Sa'id dalam Ibn Majah 1.1 - Sunan Ibn Majah (4010) dan lihat apa yang mendahuluinya.
04
Bulughul Maram # 14/1447
Ali bin Abi Thalib (RA)
قال النبي صلى الله عليه وسلم: إذا عطس أحدكم فليقل: وليقل أخوه المسلم: وإذا قال: فليقل الذي عطس: (بالعربية) [1557]
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaklah ia mengucapkan: Dan saudara Muslimnya hendaklah mengucapkan: Dan apabila ia mengucapkan: Maka orang yang bersin hendaklah mengucapkan: (Arab) [1557]
05
Bulughul Maram # 14/1450
Ali bin Abi Thalib (RA)
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا لبس أحدكم نعليه فليبدأ من اليمين، وإذا خلعهما فليبدأ من اليسار، بحيث تكون القدم اليمنى أول القدمين عند لبسهما، وتكون آخر القدمين عند خلعهما. [1559]
Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Ketika seseorang memakai sepatu, hendaklah ia mulai dari sisi kanan, dan ketika ia melepasnya, hendaklah ia mulai dari sisi kiri, sehingga ketika memakainya, kaki kanan adalah yang pertama dan ketika melepasnya, kaki kanan adalah yang terakhir." [1559]
05
Bulughul Maram # 14/1411
আবূ উমামাহ হারিসী
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: { لَعَنَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-اَلرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ فِي اَلْحُكْمِ } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَحَسَّنَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ 1‏ .‏‏1 ‏- ضعيف بهذا اللفظ.‏ رواه الترمذي ( 1336 )‏، وأحمد ( 2 / 387 ‏- 388 )‏، وابن حبان ( 1196 )‏ من طريق عمر بن أبي سلمة، عن أبيه، عن أبي هريرة، به.‏ وقال الترمذي: "حديث أبي هريرة حديث حسن صحيح، وقد روى هذا الحديث عن أبي سلمة بن عبد الرحمن، عن عبد الله بن عمرو، عن النبي صلى الله عليه وسلم.‏ وروي.‏ عن أبي سلمة، عن أبيه، عن النبي صلى الله عليه وسلم، ولا يصح.‏ وقال: وسمعت عبد الله بن عبد الرحمن ‏- أي: الدارمي ‏- يقول: حديث أبي سلمة، عن عبد الله بن عمرو، عن النبي صلى الله عليه وسلم أحسن شيء في هذا الباب وأصح" .‏ قلت: وسبب ضعفه عمر بن أبي سلمة فهو متكلم فيه من قبل حفظه هذا أولا.‏ وثانيا: وهم الحافظ رحمه الله في العزو إذ لم يروه من أصحاب السنن إلا الترمذي.‏ وأما حديث ابن عمرو فهو التالي.‏
Diriwayatkan dari Abu Hurayrah (semoga Allah meridainya), yang berkata: “Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap dalam pengambilan keputusan.” Hadits ini diriwayatkan oleh lima ahli hadits, dan At-Tirmidhi menilainya hasan baik, dan Ibnu Hibban menilainya sahih.<sup>1</sup> Versi ini lemah dengan redaksi seperti ini. Diriwayatkan oleh At-Tirmidhi (1336), Ahmad (2/387-388), dan Ibnu Hibban (1196) melalui sanad Umar bin Abi Salamah, dari ayahnya, dari Abu Hurayrah. At-Tirmidhi berkata: “Hadits Abu Hurayrah adalah hadits yang baik dan sahih. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Salamah ibn Abdur-Rahman, dari Abdullah ibn Amr, dari Nabi (shalawat dan salam kepadanya).” Hadits ini diriwayatkan dari Abu Salamah, dari ayahnya, dari Nabi, shalawat dan salam kepadanya, tetapi tidak sahih. Beliau berkata: Saya mendengar Abdullah ibn Abdur-Rahman—yaitu, Ad-Darimi—berkata: “Hadits Abu Salamah, dari Abdullah ibn Amr, dari Nabi, shalawat dan salam kepadanya, adalah hadits terbaik dan paling sahih tentang topik ini.” Saya berkata: Alasan kelemahannya adalah Umar ibn Abi Salamah, karena ia dikritik karena daya ingatnya, pertama-tama. Kedua, ulama tersebut, semoga Allah merahmatinya, keliru dalam menyebutkan hadits itu, karena hadits tersebut tidak diriwayatkan oleh penyusun Sunan mana pun kecuali At-Tirmidhi. Adapun hadits Ibnu Amr, berikut ini penjelasannya.
06
Bulughul Maram # 14/1456
যুবায়ের ইবনু মুতইম
وَعَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -: «لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ» يَعْنِي: قَاطِعَ رَحِمٍ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari hadis Jubayr bin Mutim radhiyallahu 'anhu - dia berkata: Rasulullah - semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian - bersabda: “Orang yang memutuskan tali silaturahmi tidak akan masuk surga,” artinya: orang yang memutuskan tali silaturahmi. sepakat
07
Bulughul Maram # 14/1457
Mughirah bin Saeed (RA)
وَعَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ - رضي الله عنه - عَنْ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ، وَوَأْدَ الْبَنَاتِ، وَمَنْعًا وَهَاتِ، وَكَرِهَ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ، وَإِضَاعَةَ الْمَالِ» مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Atas wewenang Al-Mughirah bin Syu’bah – radhiyallahu ‘anhu – atas wewenang Rasulullah – semoga Allah sholawat dan saw – beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kepadamu kemaksiatan kepada ibu-ibu dan pembunuhan anak-anak perempuan, serta mengharamkan dan memberi, dan kamu membenci gosip, terlalu banyak bertanya, dan menghambur-hamburkan uang.” Disepakati.
08
Bulughul Maram # 14/1458
Abdullah bin 'Amr bin al-As (RA)
قال النبي صلى الله عليه وسلم: «في رضا الوالدين رضا الله، وفي سخطهما سخط الله». [1568]
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Di dalam keridhaan orang tua terdapat keridhaan Allah, dan di dalam kemurkaan mereka terdapat kemurkaan Allah.” [1568]
09
Bulughul Maram # 14/1460
Abdullah (RA)
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ - رضي الله عنه - قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ? قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا، وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ? قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ» قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ? قَالَ: «ثُمَّ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ» مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dia berkata: Aku bertanya kepada Nabi (shalawat dan salam Allah kepadanya) dosa apakah yang terbesar di sisi Allah? Beliau menjawab: Menyekutukan Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu. Aku berkata: Ini memang dosa yang besar. Aku bertanya: Apa dosa selanjutnya? Beliau menjawab: Membunuh anakmu karena takut ia akan makan bersamamu. Aku bertanya: Apa dosa selanjutnya? Beliau menjawab: Berzina dengan istri tetanggamu. [1570]
10
Bulughul Maram # 14/1461
Abdullah Ibin Amr (RA)
قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «أكبر الكبائر سب الوالدين». قيل: يا رسول الله، كيف يسبّ المرء والديه؟ قال: من سبّ أبا غيره فقد سبّ أباه، ومن سبّ أمه فقد سبّ أمه. [1571]
Beliau berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: Dosa terbesar di antara dosa-dosa besar adalah mencaci maki orang tua. Kemudian ditanyakan: Wahai Rasulullah! Bagaimana seseorang dapat mencaci maki orang tuanya? Beliau bersabda: Jika ia mencaci maki ayah orang lain, maka ia mencaci maki ayahnya sendiri, dan jika ia mencaci maki ibu orang lain, maka ia mencaci maki ibunya sendiri. [1571]
11
Bulughul Maram # 14/1464
Abu Jar (RA)
قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا تستخفوا بحسنة ولو كانت لقاءً سعيداً مع أحد إخوانكم (المسلمين). (وهذا أيضاً لا يُعدّ من الحسنات). [1574]
Beliau berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: Janganlah kamu meremehkan amal kebaikan, sekalipun itu adalah pertemuan yang menyenangkan dengan saudara-saudaramu (Muslim). (Hal ini pun tidak boleh dianggap sebagai amal kebaikan.) [1574]
12
Bulughul Maram # 14/1465
Abu Jar (RA)
قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا طبختم طعاماً فزيدوا عليه ماءً وتذكروا جاركم. (أي: تذكروا دائماً وحرصوا على مشاركته مع جاركم). [1575]
Beliau berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: Ketika kalian memasak suatu masakan, tambahkanlah lebih banyak air dan perhatikanlah tetangga kalian. (yaitu, selalu perhatikan dan berhati-hatilah dalam berbagi masakan dengan tetangga kalian.) [1575]
13
Bulughul Maram # 14/1466
Abu Hurairah (RA)
قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من فرج عن مسلم كربة من كرب الدنيا فرج الله عنه كربة من كرب الآخرة، ومن أعان محتاجاً أعانه الله في الدنيا والآخرة، ومن ستر على أخيه المسلم ستر الله عليه في الدنيا والآخرة، والله ينصر عبده ما أعان أخاه المسلم. [1576]
Beliau berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa menghilangkan kesulitan duniawi dari seorang Muslim, maka Allah akan menghilangkan kesulitannya di akhirat. Barang siapa menolong orang yang membutuhkan, maka Allah akan menolongnya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi kesalahan saudara Muslimnya, maka Allah akan menutupi kesalahannya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama ia menolong saudara Muslimnya. [1576]
14
Bulughul Maram # 14/1467
Abu Ma'sud (RA)
قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «من دل على حسنة فله مثل أجر فاعلها». [1577]
Beliau berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang membantu orang lain menemukan amal kebaikan, maka ia akan mendapat pahala yang sama dengan orang yang melakukannya.” [1577]