73 Hadis
01
Bulughul Maram # 6/708
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { اَلْعُمْرَةُ إِلَى اَلْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا, وَالْحَجُّ اَلْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا اَلْجَنَّةَ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1773 )‏، ومسلم ( 1349 )‏، وأصح ما قيل في معنى " المبرور " هو: الذي لا يخالطه إثم.‏ قلت: وفي الحديث دلالة على استحباب تكرار العمرة خلافا لمن قال بكراهية ذلك.‏ والله أعلم.‏
Dari Abu Hurairah (semoga Allah meridainya), Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Umrah yang diulang-ulang adalah penebusan dosa di antara keduanya, dan tidak ada pahala haji yang diterima kecuali surga.” Diriwayatkan. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1773) dan Muslim (1349). Penafsiran yang paling tepat dari “diterima” adalah bahwa itu adalah haji yang bebas dari dosa. Saya katakan: Hadits ini menunjukkan anjuran untuk mengulang umrah, bertentangan dengan pendapat orang-orang yang mengatakan bahwa umrah tidak disukai. Dan Allah Maha Mengetahui.
02
Bulughul Maram # 6/709
Aisyah (RA)
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: { قُلْتُ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! عَلَى اَلنِّسَاءِ جِهَادٌ ? قَالَ:
" نَعَمْ, عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لَا قِتَالَ فِيهِ: اَلْحَجُّ, وَالْعُمْرَةُ " } رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَابْنُ مَاجَهْ وَاللَّفْظُ لَهُ, وَإِسْنَادُهُ صَحِيحٌ 1‏ وَأَصْلُهُ فِي اَلصَّحِيحِ 2‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أحمد ( 6 / 165 )‏، وابن ماجه ( 2901 )‏، وقول الحافظ أن اللفظ لابن ماجه لا فائدة فيه إذ هو عند أحمد بنفس اللفظ، نعم.‏ هو عند أحمد في مواطن آخر بألفاظ أخر.‏
‏2 ‏- البخاري رقم ( 1520 )‏، عن عائشة أم المؤمنين رضي الله عنها؛ أنها قالت: يا رسول الله! نرى الجهاد أفضل العمل، أفلا نجاهد؟ قال: " لا.‏ ولكن أفضل الجهاد حج مبرور ".‏ وفي رواية أخرى ( 1761 )‏: " لكن أحسن الجهاد وأجمله: الحج، حج مبرور ".‏ وله ألفاظ أخر عنده وعند أحمد وغيرهما، وقد فصلت ذلك في " الأصل ".‏
Dari Aisyah, semoga Allah meridainya, beliau berkata: {Aku berkata: Wahai Rasulullah! Apakah jihad wajib bagi wanita?} Beliau menjawab: "Ya, mereka mempunyai bentuk jihad yang tidak melibatkan pertempuran: Haji dan Umrah." Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah, dan redaksinya adalah milik Ahmad. Rantai periwayatannya sahih, dan asalnya ada di Sahih al-Bukhari. 1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (6/165) dan Ibnu Majah (2901). Pernyataan al-Hafiz bahwa redaksinya adalah milik Ibnu Majah tidak ada gunanya, karena redaksi yang sama ditemukan dalam Ahmad. Ya, redaksi tersebut ditemukan dalam Ahmad di tempat lain dengan redaksi yang berbeda. 2 - Al-Bukhari, no. (1520), dari Aisyah, Umrah, yang berkata: "Wahai Rasulullah! Kami menganggap jihad sebagai amalan terbaik, jadi bukankah seharusnya kami ikut serta dalam jihad?" Dia berkata: “Tidak. Tetapi bentuk jihad terbaik adalah haji yang benar.” Dalam riwayat lain (1761): “Tetapi bentuk jihad terbaik dan terindah adalah haji, haji yang benar.” Dia memiliki redaksi lain bersamanya, Ahmad, dan yang lainnya, dan saya telah merincinya dalam “Al-Asl.”
03
Bulughul Maram # 6/710
وَأَخْرَجَهُ اِبْنُ عَدِيٍّ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ ضَعِيفٍ 1‏ عَنْ جَابِرٍ مَرْفُوعًا: { اَلْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ فَرِيضَتَانِ } 2‏.‏‏1 ‏- ضعيف جدا.‏ رواه ابن عدي ( 7 / 2507 )‏ وفي سنده متروك.‏
‏2 ‏- ضعيف.‏ رواه ابن عدي في " الكامل " ( 4 / 1468 )‏ وضعفه.‏
Ibnu 'Adi juga meriwayatkannya dari sanad lemah lainnya atas otoritas Jabir, yang dinisbahkan kepada Nabi: "Haji dan Umrah adalah dua amalan wajib." Sanad ini: 1- Sangat lemah. Diriwayatkan oleh Ibnu 'Adi (7/2507), dan sanadnya mencakup seorang perawi yang riwayatnya ditolak. 2- Lemah. Diriwayatkan oleh Ibnu 'Adi dalam "Al-Kamil" (4/1468), dan beliau menganggapnya lemah.
04
Bulughul Maram # 6/712
وَعَنْ أَنَسٍ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: { قِيلَ يَا رَسُولَ اَللَّهِ, مَا اَلسَّبِيلُ? قَالَ:
" اَلزَّادُ وَالرَّاحِلَةُ " } رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ, وَالرَّاجِحُ إِرْسَالُهُ 1‏ .‏‏1 ‏- ضعيف.‏ رواه الدارقطني ( 2 / 216 )‏، والحاكم ( 1 / 442 )‏ من طريق قتادة، عن أنس مرفوعا، وهذا وهم، إذا الصواب كما قال ابن عبد الهادي في " التنقيح " نقلا عن " الإرواء " ( 4 / 161 )‏: " الصواب عن قتادة، عن الحسن، عن النبي صلى الله عليه وسلم مرسلا، وأما رفعه عن أنس فهو وهم ".‏
Diriwayatkan dari Anas - semoga Allah meridainya - yang berkata: {Dikatakan, Wahai Rasulullah, apakah jalannya?} Beliau menjawab: "Bahan makanan dan kendaraan"} Diriwayatkan oleh Ad-Daraqutni dan disahihkan oleh Al-Hakim, dan pandangan yang lebih mungkin adalah bahwa hadits ini mursal (hadits dengan mata rantai periwayatan yang hilang). 1.1 - Lemah. Diriwayatkan oleh Ad-Daraqutni (2/216) dan Al-Hakim (1/442) dari Qatadah, dari Anas, dinisbahkan kepada Nabi (shalawat dan salam kepadanya), dan ini adalah kesalahan. Versi yang benar adalah sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abd Al-Hadi dalam “At-Tanqih,” mengutip dari “Al-Irwa’” (4/161): “Versi yang benar adalah berdasarkan riwayat Qatadah, berdasarkan riwayat Al-Hasan, berdasarkan riwayat Nabi (shalawat dan salam kepadanya) sebagai mursal, dan adapun yang mengaitkannya kepada Nabi (shalawat dan salam kepadanya) berdasarkan riwayat Anas, itu adalah sebuah kesalahan.”
05
Bulughul Maram # 6/713
وَأَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ مِنْ حَدِيثِ اِبْنِ عُمَرَ أَيْضًا, وَفِي إِسْنَادِهِ ضَعْفٌ 1‏ .‏‏1 ‏- ضعيف جدا.‏ رواه الترمذي ( 813 )‏ في سنده متروك، وقد روي الحديث عن جماعة آخرين من الصحابة رضي الله عنهم، وكلها واهية لا تصلح للاعتبار، وبيان ذلك في " الأصل ".‏
Al-Tirmidhi juga memasukkannya dalam koleksinya dari hadits Ibnu Umar, dan sanadnya lemah. 1.1 - sangat lemah. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidhi (813) dan sanadnya mencakup perawi yang ditolak. Hadits ini juga diriwayatkan dari sekelompok Sahabat lainnya, semoga Allah meridai mereka, dan semuanya lemah dan tidak layak dipertimbangkan. Hal ini dijelaskan dalam teks aslinya.
06
Bulughul Maram # 6/714
وَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; { أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-لَقِيَ رَكْبًا بِالرَّوْحَاءِ فَقَالَ: " مَنِ اَلْقَوْمُ? " قَالُوا: اَلْمُسْلِمُونَ.‏ فَقَالُوا: مَنْ أَنْتَ? قَالَ: " رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-" فَرَفَعَتْ إِلَيْهِ اِمْرَأَةٌ صَبِيًّا.‏ فَقَالَتْ: أَلِهَذَا حَجٌّ? قَالَ: " نَعَمْ: وَلَكِ أَجْرٌ " } رَوَاهُ مُسْلِمٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 1336 )‏، والروحاء: مكان على ستة وثلاثين ميلا من المدينة.‏
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, semoga Allah meridai mereka berdua: {Nabi Muhammad shalla Allahu alaihi wa sallam bertemu dengan sekelompok penunggang kuda di Ar-Rawha' dan bertanya, "Siapakah kalian?" Mereka menjawab, "Kami adalah Muslim." Kemudian mereka bertanya, "Siapakah engkau?" Beliau menjawab, "Aku adalah Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam." Kemudian seorang wanita mengangkat seorang anak kepadanya dan bertanya, "Apakah anak ini sedang menunaikan ibadah haji?"} Beliau bersabda, "Ya, dan kalian akan mendapat pahala." [Diriwayatkan oleh Muslim 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Muslim (1336). Ar-Rawha' adalah tempat yang berjarak tiga puluh enam mil dari Madinah.]
07
Bulughul Maram # 6/715
وَعَنْهُ قَالَ: { كَانَ اَلْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ رَدِيفَ رَسُولِ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-.‏ فَجَاءَتِ اِمْرَأَةٌ مَنْ خَثْعَمَ، فَجَعَلَ اَلْفَضْلُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا وَتَنْظُرُ إِلَيْهِ، وَجَعَلَ اَلنَّبِيُّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-يَصْرِفُ وَجْهَ اَلْفَضْلِ إِلَى اَلشِّقِّ اَلْآخَرِ.‏ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ, إِنَّ فَرِيضَةَ اَللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ فِي اَلْحَجِّ أَدْرَكَتْ أَبِي شَيْخًا كَبِيرًا, لَا يَثْبُتُ عَلَى اَلرَّاحِلَةِ, أَفَأَحُجُّ عَنْهُ? قَالَ:
" نَعَمْ " وَذَلِكَ فِي حَجَّةِ اَلْوَدَاعِ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَفْظُ لِلْبُخَارِيِّ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1513 )‏، ومسلم ( 1334 )‏.‏
Dan berdasarkan riwayatnya, beliau berkata: “Al-Fadl bin Abbas sedang menunggang kuda di belakang Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam. Kemudian seorang wanita dari Khatham datang, dan Al-Fadl mulai memandanginya dan wanita itu memandanginya, dan Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam terus memalingkan wajah Al-Fadl ke sisi lain. Maka wanita itu berkata: ‘Wahai Rasulullah, kewajiban haji, yang telah Allah tetapkan bagi hamba-hamba-Nya, telah datang kepada ayahku ketika ia sudah tua.’ Ia sudah tua dan tidak dapat tetap berada di atas tunggangannya. Haruskah aku melaksanakan haji untuknya? Beliau menjawab: “Ya.” Ini terjadi pada Haji Perpisahan. Diriwayatkan, dan redaksinya dari Al-Bukhari. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1513) dan Muslim (1334).
08
Bulughul Maram # 6/716
Ibnu Abbas (RA)
وَعَنْهُ: { أَنَّ اِمْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ جَاءَتْ إِلَى اَلنَّبِيِّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-فَقَالَتْ: إِنَّ أُمِّي نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ, فَلَمْ تَحُجَّ حَتَّى مَاتَتْ, أَفَأَحُجُّ عَنْهَا? قَالَ:
" نَعَمْ ", حُجِّي عَنْهَا, أَرَأَيْتِ لَوْ 1‏ كَانَ عَلَى أُمِّكِ دَيْنٌ, أَكُنْتِ قَاضِيَتَهُ? اِقْضُوا اَللَّهَ, فَاَللَّهُ أَحَقُّ بِالْوَفَاءِ } رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ 2‏ .‏‏1 ‏- كذا هو في الأصل، وفي " الصحيح " والمطبوع، والشرح.‏ وتحرف في " أ " إلى: " إن ".‏‏2 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1852 )‏.‏
Dan berdasarkan riwayat beliau: {Seorang wanita dari Juhaynah datang kepada Nabi (shalawat dan salam kepadanya) dan berkata: Ibuku bernazar untuk melaksanakan haji, tetapi ia tidak melaksanakannya sebelum meninggal. Haruskah aku melaksanakan haji untuknya? Beliau menjawab: “Ya, laksanakan haji untuknya. Katakanlah kepadaku, jika ibumu mempunyai hutang, maukah kamu melunasinya?”} Penuhilah kewajibanmu kepada Allah, karena Allah adalah yang paling berhak untuk dipenuhi. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari 2.1) - Beginilah penampakannya dalam teks asli, dalam "Al-Sahih," edisi cetak, dan tafsirnya. Dalam manuskrip "A," tertulis "In." (2) - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1852).
09
Bulughul Maram # 6/717
Lbn 'Abbas (RA)
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ أَيُّمَا صَبِيٍّ حَجَّ, ثُمَّ بَلَغَ اَلْحِنْثَ, فَعَلَيْهِ [ أَنْ يَحُجَّ ] حَجَّةً أُخْرَى, وَأَيُّمَا عَبْدٍ حَجَّ, ثُمَّ أُعْتِقَ, فَعَلَيْهِ [ أَنْ يَحُجَّ ] حَجَّةً أُخْرَى } رَوَاهُ اِبْنُ أَبِي شَيْبَةَ, وَالْبَيْهَقِيُّ وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ, إِلَّا أَنَّهُ اِخْتُلِفَ فِي رَفْعِهِ, وَالْمَحْفُوظُ أَنَّهُ مَوْقُوفٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح مرفوعا ‏-كما ذهب إلى ذلك الحافظ نفسه في " التلخيص " ( 2 / 220 )‏ ‏- وموقوفا.‏ رواه البيهقي ( 4 / 325 )‏ وزاد: " وأيما أعرابي حج ثم هاجر فعليه حجة أخرى ".‏ ولم أجد الحديث في " المطبوع " من المصنف.‏
Berdasarkan riwayatnya, beliau berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Setiap anak laki-laki yang menunaikan haji dan kemudian mencapai usia baligh wajib menunaikan haji lagi. Dan setiap budak yang menunaikan haji dan kemudian dibebaskan wajib menunaikan haji lagi.” Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Shaybah dan al-Bayhaqi, dan perawinya dapat dipercaya. Namun, terdapat perbedaan pendapat mengenai kesaksiannya kepada Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam. Pandangan yang diterima adalah bahwa hadits ini merupakan pernyataan seorang Sahabat (tidak secara langsung dinisbahkan kepada Nabi).<sup>1</sup> - Sebagaimana dinyatakan sendiri oleh Al-Hafiz dalam “Al-Talkhis” (2/220) - dan merupakan pernyataan yang dinisbahkan kepada seorang Sahabat. Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi (4/325) yang menambahkan: “Dan setiap orang Badui yang menunaikan haji dan kemudian berhijrah wajib menunaikan haji lagi.” Saya tidak menemukan hadits ini dalam edisi cetak karya tersebut.
10
Bulughul Maram # 6/718
وَعَنْهُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-يَخْطُبُ يَقُولُ: { " لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِاِمْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ, وَلَا تُسَافِرُ اَلْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ " فَقَامَ رَجُلٌ, فَقَالَ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ, إِنَّ اِمْرَأَتِي خَرَجَتْ حَاجَّةً, وَإِنِّي اِكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا, قَالَ: " اِنْطَلِقْ, فَحُجَّ مَعَ اِمْرَأَتِكَ " } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1862 )‏، ومسلم ( 1341 )‏، وانظر الدليل الأول من رسالتي: " أوضح البيان في حكم سفر النسوان ".‏
Berdasarkan riwayat beliau: Saya mendengar Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam memberikan khutbah, beliau bersabda: {“Tidak seorang laki-laki boleh berduaan dengan seorang wanita kecuali jika ada kerabat laki-laki bersamanya, dan tidak seorang wanita boleh bepergian kecuali dengan kerabat laki-laki.” Kemudian seorang laki-laki berdiri dan berkata: “Wahai Rasulullah, istri saya telah berangkat haji, dan saya telah terdaftar dalam suatu kampanye tertentu.” Beliau bersabda: “Pergilah dan laksanakan haji bersama istrimu.”} Diriwayatkan, dan redaksinya dari Muslim 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1862) dan Muslim (1341). Lihat bukti pertama dari risalah saya: “Penjelasan Paling Jelas Mengenai Hukum Wanita Bepergian.”
11
Bulughul Maram # 6/719
وَعَنْهُ: { أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ: لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَةَ, قَالَ: " مَنْ شُبْرُمَةُ? " قَالَ: أَخٌ [ لِي ], أَوْ قَرِيبٌ لِي, قَالَ: " حَجَجْتَ عَنْ نَفْسِكَ? " قَالَ: لَا.‏ قَالَ: "حُجَّ عَنْ نَفْسِكَ, ثُمَّ حُجَّ عَنْ شُبْرُمَةَ " } رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَابْنُ مَاجَهْ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ, وَالرَّاجِحُ عِنْدَ أَحْمَدَ وَقْفُهُ 1‏ .‏‏1 ‏- ضعيف.‏ رواه أبو داود ( 1811 )‏، وابن ماجه ( 2903 )‏، وابن حبان ( 962 )‏، وهذا الحديث اختلف فيه كثيرا، لكن أعله أئمة كبار كأحمد، والطحاوي، والدارقطني، وابن دقيق العيد، وغيرهم، فالقول إن شاء الله قولهم.‏
Dan berdasarkan riwayat beliau: {Bahwa Nabi - semoga Allah memberinya rahmat dan keselamatan - mendengar seorang laki-laki berkata: “Labbayk untuk Shubrumah.” Beliau bertanya: “Siapa Shubrumah?” Laki-laki itu menjawab: “Saudaraku, atau kerabatku.” Beliau bertanya: “Apakah kamu telah melaksanakan haji untuk dirimu sendiri?” Laki-laki itu menjawab: “Belum.” Beliau berkata: “Laksanakan haji untuk dirimu sendiri, kemudian laksanakan haji untuk Shubrumah.”} Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibn Majah, dan disahihkan oleh Ibn Hibban. Pendapat yang lebih mungkin menurut Ahmad adalah bahwa itu adalah pernyataan seorang Sahabat (tidak secara langsung dinisbahkan kepada Nabi). 1.1 - Lemah. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1811), Ibn Majah (2903), dan Ibn Hibban (962). Terdapat banyak perbedaan pendapat mengenai hadits ini, tetapi telah dianggap lemah oleh ulama terkemuka seperti Ahmad, al-Tahawi, al-Daraqutni, Ibn Daqiq al-Eid, dan lainnya. Oleh karena itu, jika Allah mengizinkan, pendapat mereka akan menjadi pendapat yang benar.
12
Bulughul Maram # 6/720
Ibnu Abbas meriwayatkanbahwa Rasulullah pernah bersabda kepada kami dan
وَعَنْهُ قَالَ: خَطَبَنَا رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-فَقَالَ: { " إِنَّ اَللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ اَلْحَجَّ " فَقَامَ اَلْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ فَقَالَ: أَفِي كَلِّ عَامٍ يَا رَسُولَ اَللَّهِ? قَالَ: " لَوْ قُلْتُهَا لَوَجَبَتْ, اَلْحَجُّ مَرَّةٌ, فَمَا زَادَ فَهُوَ تَطَوُّعٌ " } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, غَيْرَ اَلتِّرْمِذِيِّ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود (1721 )‏، والنسائي ( 5 / 111 )‏، وابن ماجه ( 2886 )‏، وأحمد ( 3303 )‏ و ( 3510 )‏ والحديث ساقه الحافظ بمعناه.‏ وزاد أحمد فر رواية: " ولو وجبت لم تسمعوا، ولم تطيعوا ".‏ وهي عند النسائي بلفظ: " ثم إذا لا تسمعوني ولا تطيعون ".‏
Atas izinnya, beliau berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam berpidato kepada kami dan berkata: “Allah telah mewajibkan haji bagi kalian.” Kemudian Al-Aqra’ bin Habis berdiri dan berkata: “Apakah haji dilaksanakan setiap tahun, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Jika aku yang mengatakannya, maka haji akan menjadi wajib. Haji dilaksanakan sekali setahun, dan yang lainnya adalah sunnah.” Diriwayatkan oleh lima penyusun Hadits, kecuali al-Tirmidzi. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1721), al-Nasa’i (5/111), Ibn Majah (2886), dan Ahmad (3303) dan (3510). Al-Hafiz mengutip Hadits tersebut beserta maknanya. Ahmad menambahkan dalam riwayat lain: “Dan jika haji itu wajib, maka kalian tidak akan mendengarkan dan tidak akan taat.” Riwayat ini terdapat dalam hadits al-Nasa’i dengan redaksi: “Maka kalian tidak akan mendengarkan dan tidak akan taat kepadaku.”
13
Bulughul Maram # 6/721
وَأَصْلُهُ فِي مُسْلِمٍ مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 1337 )‏، عن أبي هريرة، قال: خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم، فقال: " أيها الناس! قد فرض الله عليكم الحج فحجوا " فقال رجل: أكل عام يا رسول الله؟ فسكت حتى قالها ثلاثا.‏ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " لو قلت: نعم.‏ لوجبت.‏ ولما استطعتم " ثم قال: " ذروني ما تركتكم.‏ فإنما هلك من كان قبلكم بكثرة سؤالهم واختلافهم على أنبيائهم.‏ فإذا أمرتكم بشيء فأتوا منه ما استطعتم.‏ وإذا نهيتكم عن شيء فدعوه ".‏
Asal usulnya ada di Muslim, dari hadits Abu Hurairah - semoga Allah meridainya - 1.1 - sahih. Diriwayatkan oleh Muslim (1337), dari Abu Hurairah, yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda kepada kami, “Wahai manusia! Allah telah mewajibkan haji kepada kalian, maka laksanakanlah haji.” Seorang laki-laki bertanya: “Setiap tahun, wahai Rasulullah?” Beliau diam sampai laki-laki itu bertanya tiga kali. Kemudian Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Seandainya aku berkata: Ya, maka haji akan menjadi wajib, dan kalian tidak akan mampu melaksanakannya.” Kemudian beliau bersabda: “Biarkan aku sendiri selama aku membiarkan kalian sendiri. Orang-orang sebelum kalian binasa karena terlalu banyak bertanya dan berselisih dengan para nabi mereka. Maka, jika aku memerintahkan kalian untuk melakukan sesuatu, lakukanlah sebisa mungkin. Dan jika aku melarang kalian melakukan sesuatu, maka tinggalkanlah.”
14
Bulughul Maram # 6/722
عَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; { أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-وَقَّتَ لِأَهْلِ اَلْمَدِينَةِ: ذَا الْحُلَيْفَةِ, وَلِأَهْلِ اَلشَّامِ: اَلْجُحْفَةَ, وَلِأَهْلِ نَجْدٍ: قَرْنَ اَلْمَنَازِلِ, وَلِأَهْلِ اَلْيَمَنِ: يَلَمْلَمَ, هُنَّ لَهُنَّ وَلِمَنْ أَتَى عَلَيْهِنَّ مِنْ غَيْرِهِنَّ مِمَّنْ أَرَادَ اَلْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ, وَمَنْ كَانَ دُونَ ذَلِكَ فَمِنْ حَيْثُ أَنْشَأَ, حَتَّى أَهْلُ مَكَّةَ مِنْ مَكَّةَ } مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1524 )‏، ومسلم ( 1181 )‏.‏
Dari Ibnu Abbas, semoga Allah meridai mereka berdua; Nabi (shalawat dan salam kepadanya) menetapkan Dzul-Hulayfah sebagai miqat bagi penduduk Madinah, Al-Juhfah bagi penduduk Suriah, Qarn al-Manazil bagi penduduk Najd, dan Yalamlam bagi penduduk Yaman. Ini adalah miqat bagi mereka dan bagi siapa pun yang melewatinya dengan maksud haji atau umrah. Dan siapa pun yang lebih dekat dari itu, maka dari tempatnya berada, bahkan penduduk Mekah pun dapat datang dari Mekah. (Disepakati) 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1524) dan Muslim (1181).
15
Bulughul Maram # 6/723
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا: { أَنَّ أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-وَقَّتَ لِأَهْلِ اَلْعِرَاقِ ذَاتَ عِرْقٍ } رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَالنَّسَائِيّ ُ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود ( 1739 )‏، والنسائي ( 5 / 125 )‏، واللفظ لأبي داود، وأما لفظ النسائي فهو: " وقت رسول الله صلى الله عليه وسلم لأهل المدينة ذا الحليفة، ولأهل الشام ومصر: الجحفة، ولأهل العراق: ذات عرق، ولأهل نجد: قرنا، ولأهل اليمن: يلملم ".‏ قلت: والحديث وإن أعل إلا أن له شواهد يصح بها كالحديث التالي.‏
Dari Aisyah, semoga Allah meridainya: “Nabi, صلى الله عليه وسلم, menetapkan Dhat Irq sebagai miqat bagi penduduk Irak.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An-Nasa’i. 1.1 - Otentik. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1739) dan An-Nasa’i (5/125). Redaksi hadits ini adalah milik Abu Dawud, sedangkan redaksi An-Nasa’i adalah: “Rasulullah, صلى الله عليه وسلم, menetapkan Dhul-Hulayfah sebagai miqat bagi penduduk Madinah, Al-Juhfah bagi penduduk Suriah dan Mesir, Dhat Irq bagi penduduk Irak, Qarn bagi penduduk Najd, dan Yalamlam bagi penduduk Yaman.” Saya katakan: Meskipun hadits ini dianggap lemah, ia memiliki riwayat pendukung yang memperkuatnya, seperti hadits berikut ini.
16
Bulughul Maram # 6/724
وَأَصْلُهُ عِنْدَ مُسْلِمٍ مِنْ حَدِيثِ جَابِرٍ إِلَّا أَنَّ رَاوِيَهُ شَكَّ فِي رَفْعِه ِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ وهو في مسلم ( 1183 )‏، وهو من طريق أبي الزبير؛ أنه سمع جابر بن عبد الله يسأل عن المهل؟ فقال: سمعت ( أحسبه رفع إلى النبي صلى الله عليه وسلم )‏ فقال: مهل أهل المدينة من ذي الحليفة، والطريق الآخر: الجحفة، ومهل أهل العراق من ذات عرق، ومهل أهل نجد من قرن، ومهل أهل اليمن من يلملم ".‏ قلت: لكن للحديث طرق جديدة بغير هذا الشك الواقع في رواية مسلم، كما عند البيهقي ( 5 / 27 )‏ بسند صحيح، ولذلك قال الحافظ في " الفتح " ( 3 / 390 )‏: " الحديث بمجموع الطرق يقوى ".‏
Asal usulnya ada pada Muslim dari hadits Jabir, hanya saja perawinya meragukan sanadnya kepada Nabi (shalawat dan salam kepadanya). 1.1 - Sahih. Hadits ini ada di Muslim (1183), dan melalui sanad Abu al-Zubayr, yang mendengar Jabir bin Abdullah ditanya tentang tempat ihram. Dia berkata: Aku mendengar (aku kira dia menisbatkannya kepada Nabi, shalawat dan salam kepadanya) dia berkata: Tempat ihram bagi penduduk Madinah adalah dari Dhu al-Hulayfah, dan sanad lainnya adalah: al-Juhfah, dan tempat ihram bagi penduduk Irak adalah dari Dhat Irq, dan tempat ihram bagi penduduk Najd adalah dari Qarn, dan tempat ihram bagi penduduk Yaman adalah dari Yalamlam. Saya berkata: Tetapi hadits ini mempunyai sanad baru tanpa keraguan yang terjadi dalam riwayat Muslim, seperti dalam al-Bayhaqi (5/27) dengan sanad yang sahih, dan itulah sebabnya al-Hafiz berkata dalam “al-Fath” (3/390): “Hadits ini diperkuat oleh jumlah sanad-sanadnya.”
17
Bulughul Maram # 6/725
وَفِي اَلْبُخَارِيِّ: { أَنَّ عُمَرَ هُوَ اَلَّذِي وَقَّتَ ذَاتَ عِرْقٍ } 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1531 )‏، عن ابن عمر رضي الله عنهما، قال: لما فتح هذان المصران أتوا عمر، فقالوا: يا أمير المؤمنين إن رسول الله صلى الله عليه وسلم حد لأهل نجد قرنا وهو جور عن طريقنا، وإنا إن أردنا قرنا شق علينا.‏ قال: فانظروا حذوها من طريقكم.‏ فحد لهم ذات عرق.‏ قلت: المراد بالمصرين: الكوفة والبصرة، و " ذات عرق " سميت بذلك لأن فيه عرقا، وهو الجبل الصغير.‏
Dan dalam al-Bukhari: {Bahwa Umar adalah orang yang menetapkan Dhat Irq} 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (1531), dari Ibnu Umar, semoga Allah meridai mereka berdua, yang berkata: Ketika kedua kota ini ditaklukkan, mereka datang kepada Umar dan berkata: Wahai Amirul Mukminin, Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam menetapkan Qarn untuk penduduk Najd, dan itu di luar jalur kami, dan jika kami ingin pergi ke Qarn, akan sulit bagi kami. Beliau berkata: Kalau begitu carilah tempat yang sejajar dengannya di jalur kalian. Maka beliau menetapkan Dhat Irq untuk mereka. Saya katakan: Kedua kota yang dimaksud adalah Kufa dan Basra, dan “Dhat Irq” dinamai demikian karena mengandung Irq, yang merupakan gunung kecil.
18
Bulughul Maram # 6/726
وَعِنْدَ أَحْمَدَ, وَأَبِي دَاوُدَ, وَاَلتِّرْمِذِيِّ: عَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ: { أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-وَقَّتَ لِأَهْلِ اَلْمَشْرِقِ: اَلْعَقِيقَ } 1‏ .‏‏1 ‏- ضعيف.‏ رواه أحمد ( 3205 )‏، وأبو داود ( 1740 )‏، والترمذي ( 832 )‏ من طريق يزيد بن أبي زياد، عن محمد بن علي بن عبد الله بن عباس، عن جده به.‏ وقال الترمذي: " هذا حديث حسن ".‏ قلت: كلا.‏ فيزيد ضعيف، وفي الحديث انقطاع إذ لم يسمع محمد بن علي من جده كما قال مسلم وابن القطان.‏ هذا ولقد صحح الحديث الشيخ شاكر رحمه الله وأجاب عن هاتتين العلتين بما لا يقنع.‏
Dan dalam koleksi Ahmad, Abu Dawud, dan al-Tirmidhi, berdasarkan riwayat Ibnu Abbas: “Nabi (shalawat dan salam kepadanya) menetapkan al-‘Aqiq sebagai miqat bagi penduduk Timur.”<sup>1</sup> Hadits ini lemah. Diriwayatkan oleh Ahmad (3205), Abu Dawud (1740), dan al-Tirmidhi (832) melalui sanad Yazid ibn Abi Ziyad, berdasarkan riwayat Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn Abbas, berdasarkan riwayat kakeknya. Al-Tirmidhi berkata: “Ini adalah hadits hasan.” Saya katakan: Tidak. Yazid lemah, dan hadits tersebut memiliki rantai periwayatan yang terputus, karena Muhammad ibn Ali tidak mendengarnya dari kakeknya, sebagaimana dinyatakan oleh Muslim dan Ibnu al-Qattan. Selanjutnya, Syekh Shakir (semoga Allah merahmatinya) mengesahkan hadits ini dan memberikan penjelasan yang kurang meyakinkan untuk kedua kekurangan tersebut.
19
Bulughul Maram # 6/727
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: { خَرَجْنَا مَعَ اَلنَّبِيِّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-عَامَ حَجَّةِ اَلْوَدَاعِ, فَمِنَّا مَنْ أَهَلَّ بِعُمْرَةٍ, وَمِنَّا مَنْ أَهَلَّ بِحَجٍّ وَعُمْرَةٍ, وَمِنَّا مَنْ أَهَلَّ بِحَجٍّ, وَأَهَلَّ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-بِالْحَجِّ, فَأَمَّا مَنْ أَهَلَّ بِعُمْرَةٍ فَحَلَّ, وَأَمَّا مَنْ أَهَلَّ بِحَجٍّ, أَوْ جَمَعَ اَلْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ فَلَمْ يَحِلُّوا حَتَّى كَانَ يَوْمَ اَلنَّحْرِ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1562 )‏، ومسلم ( 1211 )‏ ( 118 )‏ واللفظ لمسلم.‏
Diriwayatkan oleh Aisyah (semoga Allah meridainya): “Kami pergi bersama Nabi (shalawat dan salam kepadanya) pada Haji Perpisahan. Sebagian dari kami memasuki keadaan ihram untuk Umrah, sebagian untuk Haji dan Umrah, sebagian hanya untuk Haji, dan Rasulullah (shalawat dan salam kepadanya) memasuki keadaan ihram untuk Haji. Mereka yang memasuki keadaan ihram untuk Umrah keluar dari ihram, tetapi mereka yang memasuki keadaan ihram untuk Haji, atau gabungan Haji dan Umrah, tidak keluar dari ihram sampai hari…” Penyembelihan (hewan) disepakati. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1562) dan Muslim (1211) (118), dan redaksinya dari Muslim.
20
Bulughul Maram # 6/728
عَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: { مَا أَهَلَّ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-إِلَّا مِنْ عِنْدِ اَلْمَسْجِدِ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1541 )‏، ومسلم ( 1186 )‏، وزادا: " يعني: مسجد ذي الحليفة ".‏
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, semoga Allah meridai mereka berdua, yang berkata: “Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam tidak memasuki keadaan ihram kecuali di masjid.” Disepakati. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1541) dan Muslim (1186), dan mereka menambahkan: “Artinya: masjid Dzul Hulayfah.”
21
Bulughul Maram # 6/729
Khallad bin al-Sa'ib (RA)
وَعَنْ خَلَّادِ بْنِ اَلسَّائِبِ عَنْ أَبِيهِ ‏- رضى الله عنه ‏- أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { أَتَانِي جِبْرِيلُ, فَأَمَرَنِي أَنْ آمُرَ أَصْحَابِي أَنْ يَرْفَعُوا أَصْوَاتَهُمْ بِالْإِهْلَالِ } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ، وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَابْنُ حِبَّانَ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود ( 1814 )‏، والنسائي ( 5 / 162 )‏، والترمذي ( 829 )‏، وابن ماجه ( 2922 )‏، وأحمد ( 4 / 55 )‏، وابن حبان ( 3791 )‏ وقال الترمذي: " حسن صحيح ".‏
Dari Khallad ibn al-Sa’ib, dari ayahnya (semoga Allah meridainya), bahwa Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Jibril datang kepadaku dan memerintahkanku untuk menyuruh para sahabatku meninggikan suara mereka dalam menyatakan keimanan.” Hadits ini diriwayatkan oleh lima penyusun Hadits, dan disahihkan oleh al-Tirmidhi dan Ibnu Hibban. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1814), al-Nasa’i (5/162), al-Tirmidhi (829), Ibnu Majah (2922), Ahmad (4/55), dan Ibnu Hibban. 3791) Al-Tirmidhi berkata: “Hadits ini baik dan sahih.”
22
Bulughul Maram # 6/730
وَعَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ ‏- رضى الله عنه ‏- { أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-تَجَرَّدَ لِإِهْلَالِهِ وَاغْتَسَلَ } رَوَاهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَحَسَّنَهُ 1‏ .‏‏1 ‏- حسن.‏ رواه الترمذي ( 830 )‏، وقال: حسن غريب.‏ قلت: وله شاهدان عن عائشة، وابن عباس خرجتهما في " الأصل ".‏
Dari Zayd ibn Thabit (semoga Allah meridainya), bahwa Nabi (shalawat dan salam kepadanya) melepas pakaiannya untuk Ihram dan melakukan Ghusl (mandi ritual). Hal ini diriwayatkan oleh al-Tirmidhi, yang menilainya sebagai Hasan (baik). Al-Tirmidhi (830) meriwayatkannya dan berkata: Ini adalah Hasan Gharib (baik dan langka). Saya katakan: Ada dua riwayat pendukung dari Aisyah dan Ibnu Abbas, yang telah saya sertakan dalam al-Asl.
23
Bulughul Maram # 6/731
وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا: { أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-سُئِلَ: مَا يَلْبَسُ اَلْمُحْرِمُ مِنْ اَلثِّيَابِ? فَقَالَ:
" لَا تَلْبَسُوا الْقُمُصَ, وَلَا اَلْعَمَائِمَ, وَلَا السَّرَاوِيلَاتِ, وَلَا اَلْبَرَانِسَ, وَلَا اَلْخِفَافَ, إِلَّا أَحَدٌ لَا يَجِدُ اَلنَّعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسْ اَلْخُفَّيْنِ وَلْيَقْطَعْهُمَا أَسْفَلَ مِنَ اَلْكَعْبَيْنِ, وَلَا تَلْبَسُوا شَيْئًا مِنْ اَلثِّيَابِ مَسَّهُ اَلزَّعْفَرَانُ وَلَا اَلْوَرْسُ" } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1542 )‏، ومسلم ( 1177 )‏.‏
Dari Ibnu Umar, semoga Allah meridai mereka berdua: {Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam ditanya: Pakaian apa yang harus dikenakan oleh seorang jamaah haji yang sedang ihram?} Beliau bersabda: “Jangan mengenakan kemeja, sorban, celana panjang, jubah, atau sepatu, kecuali jika seseorang tidak dapat menemukan sandal, dalam hal ini ia boleh mengenakan sepatu, tetapi harus dipotong di bawah mata kaki. Dan jangan mengenakan pakaian apa pun yang telah terkena kunyit atau bunga safflower.” Diriwayatkan oleh kedua orang, dan redaksinya adalah milik Muslim. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1542), dan Muslim (1177).
24
Bulughul Maram # 6/732
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: { كُنْتُ أُطَيِّبُ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-لِإِحْرَامِهِ قَبْلَ أَنْ يُحْرِمَ, وَلِحِلِّهِ قَبْلَ أَنْ يَطُوفَ بِالْبَيْتِ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1539 )‏، ومسلم ( 1189 )‏ ( 33 )‏.‏
Dari Aisyah, semoga Allah meridainya, beliau berkata: “Aku biasa memakaikan parfum kepada Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam sebelum beliau memasuki ihram, dan sebelum beliau berbuka ihram sebelum melakukan tawaf di Ka'bah.” Diriwayatkan. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1539) dan Muslim (1189) (33).
25
Bulughul Maram # 6/733
Utsman bin Affan (RA)
وَعَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ ‏- رضى الله عنه ‏- أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { لَا يَنْكِحُ اَلْمُحْرِمُ, وَلَا يُنْكِحُ, وَلَا يَخْطُبُ } رَوَاهُ مُسْلِمٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 1409 )‏.‏
Dari Utsman bin Affan (semoga Allah meridainya), Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Orang yang sedang dalam keadaan ihram tidak boleh menikah, tidak boleh menikahkan, dan tidak boleh melamar.” Diriwayatkan oleh Muslim (1409). [Sahih - sahih]
26
Bulughul Maram # 6/734
وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ اَلْأَنْصَارِيِّ ‏- رضى الله عنه ‏- { فِي قِصَّةِ صَيْدِهِ اَلْحِمَارَ اَلْوَحْشِيَّ, وَهُوَ غَيْرُ مُحْرِمٍ, قَالَ: فَقَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-لِأَصْحَابِهِ, وَكَانُوا مُحْرِمِينَ: " هَلْ مِنْكُمْ أَحَدٌ أَمَرَهُ أَوْ أَشَارَ إِلَيْهِ بِشَيْءٍ ? " قَالُوا: لَا.‏ قَالَ: " فَكُلُوا مَا بَقِيَ مِنْ لَحْمِهِ " } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1824 )‏، ومسلم ( 1196 )‏.‏
Dari Abu Qatadah al-Ansari (semoga Allah meridainya), mengenai kisah beliau berburu keledai liar ketika tidak dalam keadaan ihram, beliau berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabatnya yang sedang dalam keadaan ihram: “Apakah ada di antara kalian yang memberi perintah atau menunjukkan sesuatu kepadanya?” Mereka menjawab: “Tidak.” Beliau bersabda: “Maka makanlah sisa dagingnya.” Diriwayatkan. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (1824) dan Muslim (1196).
27
Bulughul Maram # 6/735
وَعَنْ اَلصَّعْبِ بْنِ جَثَّامَةَ اَللَّيْثِيِّ ‏- رضى الله عنه ‏- { أَنَّهُ أَهْدَى لِرَسُولِ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-حِمَارًا وَحْشِيًّا, وَهُوَ بِالْأَبْوَاءِ, أَوْ بِوَدَّانَ، فَرَدَّهُ عَلَيْهِ, وَقَالَ:
" إِنَّا لَمْ نَرُدَّهُ عَلَيْكَ إِلَّا أَنَّا حُرُمٌ " } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1825 )‏، ومسلم ( 1193 )‏.‏ والصعب: بفتح الصاد وسكون العين المهملتين وتحرف في " أ " إلى: " الثعب ".‏ وجثامة: بفتح الجيم، وتشديد المثلثة.‏ والأبواء، وبودان هما مكانان بين مكة والمدينة.‏
Dari As-Sa'b ibn Jaththama Al-Laythi (semoga Allah meridainya), beliau menghadiahkan seekor keledai liar kepada Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam ketika beliau berada di Al-Abwa' atau Waddan. Nabi mengembalikannya kepadanya, seraya berkata, "Kami mengembalikannya kepadamu hanya karena kami sedang dalam keadaan ihram." (Diriwayatkan oleh Nabi Muhammad shalla Allahu alaihi wa sallam). 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1825) dan Muslim (1193). As-Sa'b: dengan fatha pada huruf Sad dan sukun pada huruf Ayn, dan kadang-kadang huruf "A" diubah menjadi "Ath-Tha'b." Jaththama: dengan fatha pada huruf Jim dan shadda pada huruf Tha. Al-Abwa' dan Budan adalah dua tempat antara Mekah dan Madinah.
28
Bulughul Maram # 6/736
Aisyah (RA)
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ خَمْسٌ مِنَ اَلدَّوَابِّ كُلُّهُنَّ فَاسِقٌ, يُقْتَلْنَ فِي [ اَلْحِلِّ وَ ] اَلْحَرَمِ: اَلْغُرَابُ, وَالْحِدَأَةُ, وَالْعَقْرَبُ, وَالْفَأْرَةُ، وَالْكَلْبُ اَلْعَقُورُ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1829 )‏، ومسلم ( 1198 )‏، واللفظ للبخاري إلا أنه ليس عنده لفظ " الحل ".‏
Dari Aisyah, semoga Allah meridainya, beliau berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Ada lima jenis hewan, semuanya berbahaya, yang boleh dibunuh baik di dalam maupun di luar area suci: burung gagak, burung layang-layang, kalajengking, tikus, dan anjing gila.” Diriwayatkan oleh kedua belah pihak. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1829) dan Muslim (1198). Redaksi kalimatnya adalah milik Al-Bukhari, kecuali beliau tidak menyertakan kata “di dalam area suci.”
29
Bulughul Maram # 6/737
وَعَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ اِحْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1835 )‏، ومسلم ( 1202 )‏.‏
Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas, semoga Allah meridai keduanya, bahwa Nabi, صلى الله عليه وسلم, melakukan bekam ketika dalam keadaan ihram. Disepakati. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1835) dan Muslim (1202).
30
Bulughul Maram # 6/738
وَعَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: { حُمِلْتُ إِلَى رَسُولِ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-وَالْقَمْلُ يَتَنَاثَرُ عَلَى وَجْهِي, فَقَالَ: " مَا كُنْتُ أَرَى اَلْوَجَعَ بَلَغَ بِكَ مَا أَرَى, تَجِدُ شَاةً ? قُلْتُ: لَا.‏ قَالَ: " فَصُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ, أَوْ أَطْعِمْ سِتَّةَ مَسَاكِينَ, لِكُلِّ مِسْكِينٍ نِصْفُ صَاعٍ " } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- رواه البخاري ( 1816 )‏، ومسلم ( 1201 )‏، من طريق عبد الله بن معقل قال: جلست إلى كعب بن عجرة رضي الله عنه، فسألته عن الفدية، فقال: نزلت في خاصة، وهي لكم عامة… الحديث.‏ قلت: واللفظ للبخاري.‏
Diriwayatkan dari Ka'b bin Ujrah (semoga Allah meridainya), beliau berkata: {Aku dibawa kepada Rasulullah (shalawat dan salam kepadanya) dengan kutu yang hinggap di wajahku. Beliau berkata: "Aku tidak menyangka penderitaanmu telah mencapai titik ini. Mampukah kamu membeli seekor domba?" Aku berkata: "Tidak." Beliau berkata: "Kalau begitu, berpuasalah selama tiga hari, atau berilah makan enam orang miskin, berikan masing-masing orang miskin setengah sa' (satuan ukuran kering)."} Disepakati. 1.1 - Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1816) dan Muslim (1201), dari Abdullah bin Maqal, yang berkata: Aku duduk bersama Ka'b bin Ujrah, semoga Allah meridainya, dan aku bertanya kepadanya tentang tebusan, dan beliau berkata: Itu diturunkan secara khusus untukku, tetapi bersifat umum untukmu… hadits itu. Aku berkata: Redaksi hadits itu dari Al-Bukhari.
31
Bulughul Maram # 6/739
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: { لَمَّا فَتَحَ اَللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-مَكَّةَ, قَامَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-فِي اَلنَّاسِ، فَحَمِدَ اَللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ, ثُمَّ قَالَ: " إِنَّ اَللَّهَ حَبَسَ عَنْ مَكَّةَ اَلْفِيلَ, وَسَلَّطَ عَلَيْهَا رَسُولَهُ وَالْمُؤْمِنِينَ, وَإِنَّهَا لَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ كَانَ قَبْلِي, وَإِنَّمَا أُحِلَّتْ لِي سَاعَةٌ مِنْ نَهَارٍ, وَإِنَّهَا لَنْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ بَعْدِي, فَلَا يُنَفَّرُ صَيْدُهَا, وَلَا يُخْتَلَى شَوْكُهَا, وَلَا تَحِلُّ سَاقِطَتُهَا إِلَّا لِمُنْشِدٍ, وَمَنْ قُتِلَ لَهُ قَتِيلٌ فَهُوَ بِخَيْرِ اَلنَّظَرَيْنِ " فَقَالَ اَلْعَبَّاسُ: إِلَّا اَلْإِذْخِرَ, يَا رَسُولَ اَللَّهِ, فَإِنَّا نَجْعَلُهُ فِي قُبُورِنَا وَبُيُوتِنَا, فَقَالَ: " إِلَّا اَلْإِذْخِرَ " } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 3433 )‏، ومسلم ( 1355 )‏، وزادا: " فقام أبو شاة ‏-رجل من أهل اليمن‏- فقال: اكتبوا لي يا رسول الله.‏ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " اكتبوا لأبي شاة " قال الوليد بن مسلم: فقلت للأوزاعي: ما قوله: اكتبوا لي يا رسول الله؟ قال: هذه الخطبة التي سمعها من رسول الله صلى الله عليه وسلم.‏
Dari Abu Hurairah (semoga Allah meridainya), beliau berkata: “Ketika Allah memberikan kemenangan kepada Rasul-Nya (shalawat dan salam kepadanya) atas Mekah, Rasulullah (shalawat dan salam kepadanya) berdiri di hadapan orang-orang, memuji dan mengagungkan Allah, kemudian berkata: ‘Sesungguhnya Allah mencegah gajah memasuki Mekah dan memberikan kekuasaan kepada Rasul-Nya dan orang-orang beriman atasnya. Gajah tidak dihalalkan bagi siapa pun sebelumku, tetapi dihalalkan bagiku untuk waktu singkat di siang hari, dan tidak akan dihalalkan lagi.’ Gajah diperbolehkan bagi siapa pun setelahku, maka buruannya tidak boleh diganggu, durinya tidak boleh dipotong, dan buahnya yang jatuh tidak boleh diambil kecuali oleh orang yang mengumumkannya. Dan barangsiapa yang kerabatnya terbunuh, ada dua pilihan yang dapat dipilih.” Al-Abbas berkata: “Kecuali rumput idzkhir, wahai Rasulullah, karena kami meletakkannya di kuburan dan rumah kami.” Beliau bersabda: “Kecuali rumput idzkhir.” Disepakati. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3433) dan Muslim (1355), dan mereka menambahkan: “Kemudian Abu Shah - seorang pria dari kaum Yaman - berdiri dan berkata: Tuliskan untukku, wahai Rasulullah. Maka Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Tuliskan untuk Abu Shah.” Al-Walid bin Muslim berkata: Maka aku bertanya kepada Al-Awza’i: Apa ucapannya: Tuliskan untukku, wahai Rasulullah? Dia menjawab: Ini adalah khutbah yang dia dengar dari Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam.”
32
Bulughul Maram # 6/740
وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ ‏- رضى الله عنه ‏- أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ: { إِنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ وَدَعَا لِأَهْلِهَا, وَإِنِّي حَرَّمْتُ اَلْمَدِينَةَ كَمَا حَرَّمَ إِبْرَاهِيمُ مَكَّةَ، وَإِنِّي دَعَوْتُ فِي صَاعِهَا وَمُدِّهَا بِمِثْلَيْ 1‏ مَا دَعَا 2‏ إِبْرَاهِيمُ لِأَهْلِ مَكَّةَ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 3‏ .‏‏1 ‏- هذه رواية مسلم، وفي رواية البخاري وأخرى لمسلم " مثل ".‏‏2 ‏- زاد مسلم: " به ".‏‏3 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 2129 )‏، ومسلم ( 1360 )‏ واللفظ لمسلم.‏
Dari Abdullah ibn Zayd ibn Asim (semoga Allah meridainya), Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Ibrahim mensucikan Mekah dan mendoakan penduduknya, dan aku mensucikan Madinah sebagaimana Ibrahim mensucikan Mekah, dan aku mendoakan agar Sa’ dan Mudd (ukuran biji-bijian) di Madinah menjadi dua kali lipat dari yang didoakan Ibrahim untuk penduduk Mekah.” (Diriwayatkan oleh beberapa orang). 1- Ini adalah riwayat Muslim, dan dalam riwayat Bukhari dan riwayat Muslim lainnya, disebutkan “seperti 2. Muslim menambahkan: “dengannya.” 3. Sah. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (2129) dan Muslim (1360), dan redaksinya adalah milik Muslim.
33
Bulughul Maram # 6/741
Ali bin Abi Thalib (RA)
وَعَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ اَلْمَدِينَةُ حَرَمٌ مَا بَيْنَ عَيْرٍ إِلَى ثَوْرٍ } رَوَاهُ مُسْلِمٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 6755 )‏، ومسلم ( 1370 )‏، ولا أدري سبب اقتصار الحافظ في عزوه للحديث على صحيح مسلم إلا أن يكون من باب السهو.‏ وقد أثير حول هذا الحديث بعض الإشكالات، فأحسن الحافظ ‏-رحمه الله‏- في الجواب عنها، انظر " الفتح " ( 4 / 82 ‏- 83 )‏.‏
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Talib (semoga Allah meridainya), yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Madinah adalah tempat suci di antara Ayr dan Thawr.” Diriwayatkan oleh Muslim 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (6755) dan Muslim (1370). Saya tidak tahu mengapa al-Hafiz membatasi atribusi hadits ini pada Sahih Muslim kecuali karena kelalaian. Beberapa masalah telah diangkat mengenai hadits ini, dan al-Hafiz (semoga Allah merahmatinya) menjawabnya dengan baik. Lihat “al-Fath” (4/82-83).
34
Bulughul Maram # 6/742
Jabir bin 'Abdullah (RAA) narrated, ‘The Messenger of Allah (ﷺ) performed Hajj (on the 10th year of Hijrah), and we set out with him (to perform Hajj). When we reached Dhul-Hulaifah, Asma' bint 'Umais gave birth to Muhammad Ibn Abi Bakr. She sent a messag
وَعَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا: { أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-حَجَّ, فَخَرَجْنَا مَعَهُ, حَتَّى أَتَيْنَا ذَا الْحُلَيْفَةِ, فَوَلَدَتْ أَسْمَاءُ بِنْتُ عُمَيْسٍ, فَقَالَ: " اِغْتَسِلِي وَاسْتَثْفِرِي بِثَوْبٍ, وَأَحْرِمِي " وَصَلَّى رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-فِي اَلْمَسْجِدِ, ثُمَّ رَكِبَ اَلْقَصْوَاءَ 1‏ حَتَّى إِذَا اِسْتَوَتْ بِهِ عَلَى اَلْبَيْدَاءِ أَهَلَّ بِالتَّوْحِيدِ: " لَبَّيْكَ اَللَّهُمَّ لَبَّيْكَ, لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ, إِنَّ اَلْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ, لَا شَرِيكَ لَكَ ".‏
حَتَّى إِذَا أَتَيْنَا اَلْبَيْتَ اِسْتَلَمَ اَلرُّكْنَ, فَرَمَلَ ثَلَاثًا وَمَشَى أَرْبَعًا, ثُمَّ أَتَى مَقَامَ إِبْرَاهِيمَ فَصَلَّى, ثُمَّ رَجَعَ إِلَى اَلرُّكْنِ فَاسْتَلَمَهُ.‏
ثُمَّ خَرَجَ مِنَ اَلْبَابِ إِلَى اَلصَّفَا, فَلَمَّا دَنَا مِنَ اَلصَّفَا قَرَأَ: " إِنَّ اَلصَّفَا وَاَلْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اَللَّهِ " " أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اَللَّهُ بِهِ " فَرَقِيَ اَلصَّفَا, حَتَّى رَأَى اَلْبَيْتَ, فَاسْتَقْبَلَ اَلْقِبْلَةَ 2‏ فَوَحَّدَ اَللَّهَ وَكَبَّرَهُ وَقَالَ: " لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, لَهُ اَلْمُلْكُ, وَلَهُ اَلْحَمْدُ, وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ [ وَحْدَهُ ] 3‏ أَنْجَزَ وَعْدَهُ, وَنَصَرَ عَبْدَهُ, وَهَزَمَ اَلْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ".‏ ثُمَّ دَعَا بَيْنَ ذَلِكَ 4‏ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ, ثُمَّ نَزَلَ إِلَى اَلْمَرْوَةِ, حَتَّى 5‏ اِنْصَبَّتْ قَدَمَاهُ فِي بَطْنِ اَلْوَادِي [ سَعَى ] 6‏ حَتَّى إِذَا صَعَدَتَا 7‏ مَشَى إِلَى اَلْمَرْوَةِ 8‏ فَفَعَلَ عَلَى اَلْمَرْوَةِ, كَمَا فَعَلَ عَلَى اَلصَّفَا … ‏- فَذَكَرَ اَلْحَدِيثَ.‏ وَفِيهِ:
فَلَمَّا كَانَ يَوْمَ اَلتَّرْوِيَةِ تَوَجَّهُوا إِلَى مِنَى, وَرَكِبَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-فَصَلَّى بِهَا اَلظُّهْرَ, وَالْعَصْرَ, وَالْمَغْرِبَ, وَالْعِشَاءَ, وَالْفَجْرَ, ثُمَّ مَكَثَ قَلِيلاً حَتَّى طَلَعَتْ اَلشَّمْسُ، فَأَجَازَ حَتَّى أَتَى عَرَفَةَ, فَوَجَدَ اَلْقُبَّةَ قَدْ ضُرِبَتْ لَهُ بِنَمِرَةَ 9‏ فَنَزَلَ بِهَا.‏
حَتَّى إِذَا زَاغَتْ اَلشَّمْسُ أَمَرَ بِالْقَصْوَاءِ, فَرُحِلَتْ لَهُ, فَأَتَى بَطْنَ اَلْوَادِي, فَخَطَبَ اَلنَّاسَ.‏
ثُمَّ أَذَّنَ ثُمَّ أَقَامَ, فَصَلَّى اَلظُّهْرَ, ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى اَلْعَصْرَ, وَلَمْ يُصَلِّ بَيْنَهُمَا شَيْئًا.‏
ثُمَّ رَكِبَ حَتَّى أَتَى اَلْمَوْقِفَ فَجَعَلَ بَطْنَ نَاقَتِهِ اَلْقَصْوَاءِ إِلَى الصَّخَرَاتِ, وَجَعَلَ حَبْلَ اَلْمُشَاةِ 10‏ بَيْنَ يَدَيْهِ وَاسْتَقْبَلَ اَلْقِبْلَةَ, فَلَمْ يَزَلْ وَاقِفاً حَتَّى غَرَبَتِ اَلشَّمْسُ, وَذَهَبَتْ اَلصُّفْرَةُ قَلِيلاً, حَتَّى غَابَ اَلْقُرْصُ, وَدَفَعَ, وَقَدْ شَنَقَ لِلْقَصْوَاءِ اَلزِّمَامَ حَتَّى إِنَّ رَأْسَهَا لَيُصِيبُ مَوْرِكَ رَحْلِهِ, وَيَقُولُ بِيَدِهِ اَلْيُمْنَى: " أَيُّهَا اَلنَّاسُ, اَلسَّكِينَةَ, اَلسَّكِينَةَ ", كُلَّمَا أَتَى حَبْلاً 11‏ أَرْخَى لَهَا قَلِيلاً حَتَّى تَصْعَدَ.‏
حَتَّى أَتَى اَلْمُزْدَلِفَةَ, فَصَلَّى بِهَا اَلْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ, بِأَذَانٍ وَاحِدٍ وَإِقَامَتَيْنِ, وَلَمْ يُسَبِّحْ 12‏ بَيْنَهُمَا شَيْئًا, ثُمَّ اِضْطَجَعَ حَتَّى طَلَعَ اَلْفَجْرُ, فَصَلَّى 13‏ اَلْفَجْرَ, حِينَ 14‏ تَبَيَّنَ لَهُ اَلصُّبْحُ بِأَذَانٍ وَإِقَامَةٍ ثُمَّ رَكِبَ حَتَّى أَتَى اَلْمَشْعَرَ اَلْحَرَامَ, فَاسْتَقْبَلَ اَلْقِبْلَةَ, فَدَعَاهُ, وَكَبَّرَهُ, وَهَلَّلَهُ 15‏ فَلَمْ يَزَلْ وَاقِفًا حَتَّى أَسْفَرَ جِدًّا.‏
فَدَفَعَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ اَلشَّمْسُ, حَتَّى أَتَى بَطْنَ مُحَسِّرَ فَحَرَّكَ قَلِيلاً، ثُمَّ سَلَكَ اَلطَّرِيقَ اَلْوُسْطَى اَلَّتِي تَخْرُجُ عَلَى اَلْجَمْرَةِ اَلْكُبْرَى, حَتَّى أَتَى اَلْجَمْرَةَ اَلَّتِي عِنْدَ اَلشَّجَرَةِ, فَرَمَاهَا بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ, يُكَبِّرُ مَعَ كُلِّ حَصَاةٍ مِنْهَا, مِثْلَ حَصَى اَلْخَذْفِ, رَمَى مِنْ بَطْنِ اَلْوَادِي، ثُمَّ اِنْصَرَفَ إِلَى اَلْمَنْحَرِ, فَنَحَرَ، ثُمَّ رَكِبَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-فَأَفَاضَ إِلَى اَلْبَيْتِ, فَصَلَّى بِمَكَّةَ اَلظُّهْرَ } رَوَاهُ مُسْلِمٌ مُطَوَّلاً 16‏ .‏‏1 ‏- وهي ناقته صلى الله عليه وسلم.‏
‏2 ‏- تحرف في " أ " إلى: " فاستقبله واستقبل القبلة ".‏‏3 ‏- سقطت من الأصلين، واستدركتها من مسلم.‏‏4 ‏- زاد مسلم: " قال مثل هذا ".‏

5 ‏- زاد مسلم: " إذا ".

‏6 ‏- سقطت من الأصلين، واستدركتها من مسلم.‏‏7 ‏- في الأصلين: " صعد "، والتصويب من مسلم.‏‏8 ‏- كذا بالأصلين، وفي مسلم: " مشى حتى أتى المروة ".‏
‏9 ‏- موضع بجنب عرفات، وليس من عرفات.‏
‏10 ‏- أي: طريقهم الذي يسلكونه.‏‏11 ‏- زاد مسلم: " من الحبال ".‏
‏12 ‏- أي: لم يصل نافلة.‏‏13 ‏- كذا في الأصلين، وفي مسلم: " وصلى ".‏‏14 ‏- تحرف في " أ " إلى: " حتى ".‏‏15 ‏- كذا هو في مسلم، وفي الأصلين: " فدعا، وكبر، وهلل ".‏
‏16 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 1218 )‏ ولشيخنا العلامة محمد ناصر الدين الألباني ‏-حفظه الله‏- كتاب: " حجة النبي صلى الله عليه وسلم " ساق فيها حديث جابر هذا وزياداته من كتب السنة ونسقها أحسن تنسيق، والكتاب مطبوع عدة طبعات.‏
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, semoga Allah meridai mereka berdua: {Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam menunaikan ibadah haji, dan kami mengikutinya hingga sampai di Dzul-Hulayfah. Asma binti Umayyah melahirkan, lalu beliau bersabda: “Mandilah dan bungkus dirimu dengan kain, lalu masuklah ke dalam keadaan ihram.” Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam kemudian shalat di masjid, lalu beliau menaiki Al-Qaswa’ hingga sejajar dengannya di padang pasir.} Beliau memulai dengan menyatakan keesaan Allah: “Ya Allah, aku di sini, aku di sini. Aku di sini, Engkau tidak mempunyai sekutu, aku di sini. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan hanya milik-Mu. Engkau tidak mempunyai sekutu.” Ketika kami sampai di Ka'bah, beliau menyentuh Batu Hitam, kemudian melaksanakan tiga rakaat dengan cepat dan empat rakaat dengan kecepatan normal. Kemudian beliau pergi ke Makam Ibrahim dan shalat. Kemudian ia kembali ke Batu Hitam dan menyentuhnya. Lalu ia keluar melalui pintu menuju Safa. Ketika ia mendekati As-Safa, ia membaca: “Sesungguhnya As-Safa dan Al-Marwa adalah di antara simbol-simbol Allah.” “Aku memulai dengan apa yang telah Allah mulai.” Maka ia naik ke As-Safa hingga ia melihat Ka'bah, kemudian ia menghadap kiblat. Ia menyatakan keesaan Allah dan memuji-Nya, seraya berkata: “Tidak ada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tanpa sekutu. Milik-Nya kekuasaan, milik-Nya pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada tuhan selain Allah [Yang Maha Esa].” Ia telah menyempurnakan janji-Nya, dan Ia telah menolong hamba-Nya, dan Ia telah mengalahkan sekutu-sekutu itu seorang diri.” Kemudian beliau shalat tiga kali di antara itu, lalu beliau turun ke al-Marwa, hingga kakinya tenggelam ke dasar lembah. [Beliau berlari] hingga kakinya naik. Kemudian beliau berjalan ke al-Marwa dan melakukan di al-Marwa seperti yang telah beliau lakukan di al-Safa… - dan beliau menyebutkan hadits. Dan di dalamnya: Ketika hari itu tiba, pada Hari Tarwiyah, mereka pergi ke Mina, dan Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam menunggang kuda ke sana dan melaksanakan shalat Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh. Kemudian beliau tinggal sebentar hingga matahari terbit, dan beliau melanjutkan perjalanan hingga sampai di Arafat. Beliau mendapati tenda telah didirikan untuknya di Namirah 9, maka beliau tinggal di sana. Ketika matahari telah melewati puncaknya, beliau memerintahkan Al-Qaswa’ untuk dipasangi pelana. Beliau pergi ke dasar lembah dan berpidato kepada orang-orang. Kemudian beliau mengumandangkan azan, kemudian iqamah, dan melaksanakan shalat Zuhur. Kemudian beliau mengumandangkan iqamah lagi dan melaksanakan shalat. Ia melaksanakan salat Ashar, dan tidak melakukan salat apa pun di antara keduanya. Kemudian ia menunggang untanya hingga sampai di tempat berdiri (di Arafat), dan ia memposisikan perut untanya, Al-Qaswa, menghadap ke bebatuan, dan ia meletakkan tali para pengawal di depannya dan menghadap kiblat. Ia tetap berdiri hingga matahari terbenam. Warna kuning memudar sedikit, hingga matahari menghilang. Ia terus maju, setelah mengencangkan kendali untanya, Al-Qaswa, sehingga kepalanya hampir menyentuh pelana. Ia memberi isyarat dengan tangan kanannya, berkata, "Wahai manusia, tenanglah, tenanglah!" Setiap kali ia sampai di tali, ia sedikit melonggarkannya agar untanya bisa naik. Ia melanjutkan perjalanan hingga sampai di Muzdalifah, di mana ia melaksanakan salat Maghrib. Dan salat Maghrib, dengan satu azan dan dua azan untuk memulai salat, dan ia tidak membaca doa apa pun di antara keduanya. Kemudian ia berbaring hingga fajar, dan ia melaksanakan salat Subuh ketika pagi sudah terang baginya, dengan satu azan dan satu azan untuk memulai salat. Seruan untuk memulai salat. Kemudian beliau menunggang unta hingga sampai di Monumen Suci, lalu menghadap kiblat, menyeru Allah, memuji-Nya, dan menyatakan keesaan-Nya. Beliau berdiri hingga hari sangat terang. Kemudian sebelum matahari terbit, beliau pergi ke lembah Muhassar dan bergerak sedikit, lalu mengambil jalan tengah yang menuju Jamrah besar, hingga sampai di Jamrah yang dekat dengan pohon, dan melemparkan tujuh kerikil ke arahnya, mengucapkan “Allahu Akbar” setiap kali melempar kerikil, seperti kerikil yang digunakan untuk melempar. Beliau melempar dari lembah, lalu pergi ke tempat penyembelihan. Kemudian beliau menyembelih hewan kurban, dan Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam menaiki untanya dan menuju Ka'bah. Kemudian beliau melaksanakan salat Zuhur di Mekah. (Diriwayatkan oleh Muslim secara panjang lebar, hlm. 16). 1 - Ini merujuk pada untanya (shalawat dan salam Allahu alaihi wa sallam). 2 - Dalam manuskrip "A" tertulis secara tidak benar. sebagai: "Maka dia menghadapinya dan menghadap kiblat." 3 - Ini dihilangkan dari kedua manuskrip asli dan ditambahkan dari Muslim. 4 - Muslim menambahkan: "Dia mengatakan sesuatu yang serupa." 5 - Muslim menambahkan: "Jika." 6 - Ini dihilangkan dari dua sumber asli, dan saya menambahkannya dari Muslim. 7 - Dalam dua sumber asli: "naik," dan koreksinya dari Muslim. 8 - Jadi dalam dua sumber asli, dan dalam Muslim: "berjalan sampai dia sampai di al-Marwa." 9 - Sebuah tempat di sebelah Arafat, tetapi bukan bagian dari Arafat. 10 - Yaitu, jalan yang mereka lalui. 11 - Muslim menambahkan: "dari tali." 12 - Yaitu, dia tidak melakukan salat sunnah. 13 - Jadi dalam dua sumber asli, dan dalam Muslim: "dan salat." 14 - Itu rusak dalam manuskrip "A" menjadi: "sampai." 15 - Jadi dalam Muslim, dan dalam dua sumber asli: "lalu dia berdoa, dan memuliakan Allah, dan menyatakan keesaan-Nya." 16 - Otentik. Diriwayatkan oleh Muslim (1218). Ulama terhormat kita, Muhammad Nasir al-Din al-Albani (semoga Allah melindunginya), memiliki sebuah buku berjudul "Haji Nabi (shalawat dan salam kepadanya)," di mana beliau memasukkan hadits Jabir ini dan tambahannya dari kitab-kitab Sunnah, dan beliau menyusunnya dengan cara terbaik. Formatnya bagus, dan buku tersebut telah dicetak dalam beberapa edisi.
35
Bulughul Maram # 6/743
وَعَنْ خُزَيْمَةَ بْنِ ثَابِتٍ ‏- رضى الله عنه ‏- { أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-كَانَ إِذَا فَرَغَ مِنْ تَلْبِيَتِهِ فِي حَجٍّ أَوْ عُمْرَةٍ سَأَلَ اَللَّهَ رِضْوَانَهُ وَالْجَنَّةَ وَاسْتَعَاذَ 1‏ بِرَحْمَتِهِ مِنَ اَلنَّارِ } رَوَاهُ اَلشَّافِعِيُّ بِإِسْنَادٍ ضَعِيفٍ 2‏ .‏‏1 ‏- كذا بالأصلين، وفي " مسند الشافعي ": واستعفاه.‏‏2 ‏- ضعيف.‏ رواه الشافعي في " المسند " ( 1 / 307 / 797 )‏ في سنده صالح بن محمد بن أبي زائدة وهو ضعيف، وأما شيخ الشافعي إبراهيم بن محمد فهو وإن كان كذابا، إلا أنه توبع عليه، فبقيت علة الحديث في صالح.‏
Diriwayatkan dari Khuzaymah ibn Thabit (semoga Allah meridainya), bahwa Nabi (shalawat dan salam kepadanya) biasa memohon keridhaan Allah dan surga setelah menyelesaikan Talbiyahnya selama Haji atau Umrah, dan beliau memohon perlindungan kepada rahmat-Nya dari api neraka. Hadits ini diriwayatkan oleh al-Shafi'i dengan sanad yang lemah. [1 - Beginilah penampakannya dalam teks asli. Dalam "Musnad al-Shafi'i," tertulis: "dan beliau memohon ampunan." 2 - Lemah. Diriwayatkan oleh al-Shafi'i dalam "al-Musnad" (1/307/797). Sanadnya mencakup Salih ibn Muhammad ibn Abi Za'idah, yang lemah. Adapun guru al-Shafi'i, Ibrahim ibn Muhammad...] Meskipun ia seorang pendusta, ia didukung oleh orang lain, sehingga kekurangan dalam hadits tetap ada pada Salih.
36
Bulughul Maram # 6/744
Jabir (RA)
وَعَنْ جَابِرٍ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ نَحَرْتُ هَاهُنَا, وَمِنًى كُلُّهَا مَنْحَرٌ, فَانْحَرُوا فِي رِحَالِكُمْ, وَوَقَفْتُ هَاهُنَا وَعَرَفَةُ كُلُّهَا مَوْقِفٌ, وَوَقَفْتُ هَاهُنَا وَجَمْعٌ كُلُّهَا مَوْقِفٌ } رَوَاهُ مُسْلِمٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 2 / 893 / 145 )‏.‏
Diriwayatkan dari Jabir (semoga Allah meridainya), yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Aku menyembelih di sini, dan seluruh Mina adalah tempat penyembelihan, maka sembelihlah di perkemahan kalian. Aku berdiri di sini, dan seluruh Arafah adalah tempat berdiri. Aku berdiri di sini, dan seluruh Muzdalifah adalah tempat berdiri.” Diriwayatkan oleh Muslim 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Muslim (2/893/145).
37
Bulughul Maram # 6/745
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا: { أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-لَمَّا جَاءَ إِلَى مَكَّةَ دَخَلَهَا مِنْ أَعْلَاهَا, وَخَرَجَ مِنْ أَسْفَلِهَا } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1577 )‏، ومسلم ( 1258 )‏.‏ وأعلاها: طريق الحجون، وأسفلها: طريق باب الشبيكة مرورا بجرول.‏
Dari Aisyah, semoga Allah meridainya: “Ketika Nabi, صلى الله عليه وسلم, datang ke Mekah, beliau memasukinya dari titik tertinggi dan keluar dari titik terendahnya.” Disepakati. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1577) dan Muslim (1258). Titik tertingginya adalah jalan Al-Hajun, dan titik terendahnya adalah jalan Bab Al-Shabika, yang melewati Jarwal.
38
Bulughul Maram # 6/746
وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا: { أَنَّهُ كَانَ لَا يَقْدُمُ مَكَّةَ إِلَّا بَاتَ بِذِي طُوَى حَتَّى يُصْبِحَ وَيَغْتَسِلَ, وَيَذْكُرُ ذَلِكَ عِنْدَ اَلنَّبِيِّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-} مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- رواه البخاري ( 1553 )‏، ومسلم ( 1259 )‏، واللفظ لمسلم.‏ و " ذو طوى ": موضع معروف بقرب مكة، وهو المعروف بآبار الزاهر.‏
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, semoga Allah meridai mereka berdua: {Dia tidak akan tiba di Mekah tanpa bermalam di Dhu Tuwa hingga pagi hari, kemudian dia akan melakukan ghusl (mandi ritual) dan menceritakan hal ini kepada Nabi, shalawat dan salam kepadanya.} Disepakati. 1.1 - Diriwayatkan oleh al-Bukhari (1553) dan Muslim (1259), dan redaksinya adalah milik Muslim. Dhu Tuwa adalah tempat terkenal di dekat Mekah, juga dikenal sebagai sumur al-Zahir.
39
Bulughul Maram # 6/747
وَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا: { أَنَّهُ كَانَ يُقَبِّلُ اَلْحَجَرَ اَلْأَسْوَدَ وَيَسْجُدُ عَلَيْهِ } رَوَاهُ اَلْحَاكِمُ مَرْفُوعًا, وَالْبَيْهَقِيُّ مَوْقُوفًا 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح مرفوعا وموقوفا.‏
Dari Ibnu Abbas, semoga Allah meridai mereka berdua: {Beliau biasa mencium Batu Hitam dan bersujud di atasnya.} Diriwayatkan oleh Al-Hakim sebagai hadits yang ditelusuri kembali kepada Nabi, dan oleh Al-Bayhaqi sebagai pernyataan Ibnu Abbas. 1.1 - Sah sebagai hadits yang ditelusuri kembali kepada Nabi dan sebagai pernyataan Ibnu Abbas.
40
Bulughul Maram # 6/748
وَعَنْهُ قَالَ: أَمَرَهُمْ اَلنَّبِيُّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ أَنْ يَرْمُلُوا ثَلَاثَةَ أَشْوَاطٍ وَيَمْشُوا أَرْبَعًا, مَا بَيْنَ اَلرُّكْنَيْنِ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1602 )‏، ومسلم ( 1264 )‏ ضمن حديث ولفظ البخاري: أمرهم أن يرملوا الأشواط الثلاثة، وأن يمشوا بين الركنين.‏ ولفظ مسلم: أمرهم أن يرملوا ثلاثا، ويمشوا أربعا.‏
Berdasarkan riwayatnya, beliau berkata: Nabi (shalawat dan salam kepadanya) memerintahkan mereka untuk melakukan tiga putaran pertama dengan langkah cepat dan berjalan kaki empat putaran sisanya di antara dua sudut (Ka'bah). Hal ini disepakati (oleh Bukhari dan Muslim). 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Bukhari (1602) dan Muslim (1264) dalam sebuah hadits. Redaksi Bukhari adalah: Beliau memerintahkan mereka untuk melakukan tiga putaran pertama dengan langkah cepat dan berjalan kaki di antara dua sudut. Redaksi Muslim adalah: Beliau memerintahkan mereka untuk melakukan tiga putaran pertama dengan langkah cepat dan berjalan kaki empat putaran sisanya.
41
Bulughul Maram # 6/749
Ibn ’Abbas (RAA) narrated, ‘l never saw the Prophet (ﷺ) touch (place his hands on) any other part of the Ka'bah except the two corners
وَعَنْهُ قَالَ: { لَمْ أَرَ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-يَسْتَلِمُ مِنْ اَلْبَيْتِ غَيْرَ اَلرُّكْنَيْنِ اَلْيَمَانِيَيْنِ } رَوَاهُ مُسْلِمٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 1269 )‏ إلا أنه ليس فيه لفظ: " من البيت ".‏
Dan berdasarkan riwayatnya, beliau berkata: {Aku tidak melihat Rasulullah - semoga Allah memberinya rahmat dan keselamatan - menyentuh bagian mana pun dari Ka'bah selain dua sudut Yaman.} Diriwayatkan oleh Muslim 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Muslim (1269), kecuali bahwa tidak terdapat frasa: “dari Ka'bah”.
42
Bulughul Maram # 6/750
وَعَنْ عُمَرَ ‏- رضى الله عنه ‏- { أَنَّهُ قَبَّلَ اَلْحَجَرَ [ اَلْأَسْوَدَ ] فَقَالَ: إِنِّي أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ, وَلَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1597 )‏، ومسلم ( 1270 )‏، واللفظ للبخاري.‏
Dari Umar (semoga Allah meridainya), beliau mencium Batu Hitam dan berkata: “Aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak dapat memberi manfaat maupun bahaya. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.” Diriwayatkan. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1597) dan Muslim (1270), dan redaksinya adalah redaksi Al-Bukhari.
43
Bulughul Maram # 6/751
وَعَنْ أَبِي اَلطُّفَيْلِ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: { رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-يَطُوفُ بِالْبَيْتِ وَيَسْتَلِمُ اَلرُّكْنَ بِمِحْجَنٍ مَعَهُ, وَيُقْبِّلُ اَلْمِحْجَنَ } رَوَاهُ مُسْلِمٌ 1‏ .‏‏1 ‏- حسن.‏ رواه مسلم ( 1275 )‏، والمحجن: عصا محنية الرأس.‏
Diriwayatkan dari Abu al-Tufayl (semoga Allah meridainya), yang berkata: “Aku melihat Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam melakukan tawaf di Ka'bah dan menyentuh Batu Hitam dengan tongkat yang dibawanya, lalu mencium tongkat itu.” Diriwayatkan oleh Muslim (1275). Tongkat itu adalah tongkat melengkung.
44
Bulughul Maram # 6/752
وَعَنْ يَعْلَى بْنَ أُمَيَّةَ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: { طَافَ اَلنَّبِيُّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-مُضْطَبِعًا بِبُرْدٍ أَخْضَرَ } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ إِلَّا النَّسَائِيَّ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود ( 1883 )‏، والترمذي ( 859 )‏، وابن ماجه ( 2954 )‏، وأحمد ( 4 / 223 و 224 )‏.‏ وقال الترمذي: حسن صحيح.‏ قلت: وله شاهد، وقد خرجته في " الأصل " مع بيان لطرق وألفاظ حديث الباب.‏
Dari Ya'la ibn Umayyah (semoga Allah meridainya), beliau berkata: “Nabi (shalawat dan salam kepadanya) melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah dengan mengenakan jubah hijau.” Hadits ini diriwayatkan oleh lima penyusun Hadits kecuali An-Nasa'i, dan disahihkan oleh At-Tirmidhi. Hadits ini sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1883), At-Tirmidhi (859), Ibn Majah (2954), dan Ahmad (4/223 dan 224). At-Tirmidhi berkata: Hadits ini baik dan sahih. Saya katakan: Hadits ini memiliki bukti pendukung, dan saya telah memasukkannya dalam “Al-Asl” dengan penjelasan tentang sanad dan redaksi hadits dalam bab ini.
45
Bulughul Maram # 6/753
وَعَنْ أَنَسٍ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: { كَانَ يُهِلُّ مِنَّا اَلْمُهِلُّ فَلَا يُنْكِرُ عَلَيْهِ, وَيُكَبِّرُ [ مِنَّا ] 1‏ اَلْمُكَبِّرُ فَلَا يُنْكِرُ عَلَيْهِ } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 2‏ .‏‏1 ‏- غير موجودة " بالأصلين "، وهي في " الصحيحين ".‏‏2 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1659 )‏، ومسلم ( 1285 )‏، من طريق محمد بن أبي بكر الثقفي؛ أنه سأل أنس بن مالك، وهما غاديان من منى إلى عرفة: كيف كنتم تصنعون في هذا اليوم مع رسول الله صلى الله عليه وسلم؟ فقال: كان يهل.‏.‏.‏ الحديث.‏
Dari Anas (semoga Allah meridainya), beliau berkata: “Sebagian dari kami membaca Talbiyah dan tidak ada yang keberatan, dan sebagian dari kami membaca Takbir dan tidak ada yang keberatan.” (Diriwayatkan). 1. Tidak ditemukan dalam sumber asli, tetapi terdapat dalam dua kitab Sahih. 2. Sahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (1659) dan Muslim (1285), dari Muhammad ibn Abi Bakr al-Thaqafi, yang bertanya kepada Anas ibn Malik, ketika mereka sedang dalam perjalanan dari Mina ke Arafat: “Apa yang kamu lakukan pada hari ini bersama Rasulullah (shalawat dan salam kepadanya)?” Beliau menjawab: “Beliau membaca Talbiyah…” (hadits).
46
Bulughul Maram # 6/754
وَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: { بَعَثَنِي رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-فِي اَلثَّقَلِ, أَوْ قَالَ فِي اَلضَّعَفَةِ مِنْ جَمْعٍ 1‏ بِلَيْلٍ } 2‏ .‏‏1 ‏- أي: من مزدلفة.‏‏2 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1856 )‏، ومسلم ( 1293 )‏ واللفظ لمسلم.‏
Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas, semoga Allah meridai mereka berdua, yang berkata: “Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam mengutusku dengan barang bawaan, atau beliau berkata, dengan orang-orang lemah, dari Muzdalifah pada malam hari.”<sup>1</sup> <sup>2</sup> <sup>1</sup> Artinya: dari Muzdalifah. <sup>2</sup> Sah. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1856) dan Muslim (1293), dan redaksinya dari Muslim.
47
Bulughul Maram # 6/755
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: { اِسْتَأْذَنَتْ سَوْدَةُ رَسُولَ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-لَيْلَةَ اَلْمُزْدَلِفَةِ: أَنْ تَدْفَعَ قَبْلَهُ, وَكَانَتْ ثَبِطَةً ‏-تَعْنِي: ثَقِيلَةً‏- فَأَذِنَ لَهَا } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِمَا 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه البخاري ( 1680 )‏، ومسلم ( 1290 )‏.‏
Dari Aisyah, semoga Allah meridainya, beliau berkata: “Sawda meminta izin kepada Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam pada malam Muzdalifah untuk berangkat mendahului beliau, dan ia berjalan lambat (maksudnya: berat), maka beliau mengizinkannya.” Diriwayatkan. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1680) dan Muslim (1290).
48
Bulughul Maram # 6/756
وَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ لَا تَرْمُوا اَلْجَمْرَةَ حَتَّى تَطْلُعَ اَلشَّمْسُ } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ إِلَّا النَّسَائِيَّ, وَفِيهِ اِنْقِطَاعٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود ( 1940 )‏، والنسائي ( 5 / 270 ‏- 272 )‏، وابن ماجه ( 3025 )‏، وأحمد ( 1 / 234 و 311 و 343 )‏، من طريق الحسن العرني، عن ابن عباس، به، إلا أن الحسن لم يسمع من ابن عباس، ومن أجل ذلك قال الحافظ هنا: " فيه انقطاع ".‏ قلت: وبهذا التخريج تعلم وهم الحافظ في عزوه لهم إلا النسائي فإنه عنده.‏ ورواه الترمذي ( 893 )‏ بسند صحيح متصل من طريق مقسم عن ابن عباس.‏ وقال: " حديث حسن صحيح ".‏ وبهذا يتبين لك أن قول الحافظ: " وفيه انقطاع " لا ينطبق على طريق الترمذي.‏ قلت: وللحديث طرق أخرى، وهي مخرجة " بالأصل " مما يجعل الواقف على الحديث لا يشك في صحته.‏ فائدة: سلم كلام الحافظ في " الفتح " ( 3 / 528 )‏ من المؤاخذات التي أوردتها هنا فقد أشار إلى طرقه وأيضا عزاه للنسائي، وقال: " هو حديث حسن.‏.‏.‏ وهذه الطرق يقوى بعضها بعضا، ومن ثم صححه الترمذي وابن حبان ".‏
Dari Ibnu Abbas, semoga Allah meridai mereka berdua, yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda kepada kami: “Janganlah kalian melempar batu ke Jamarat sampai matahari terbit.” Diriwayatkan oleh lima penyusun Hadits kecuali An-Nasa’i, dan terdapat rantai periwayatan yang terputus. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1940), An-Nasa’i (5/270-272), Ibnu Majah (3025), dan Ahmad (1/234, 311, dan 343), melalui rantai periwayatan Al-Hasan Al-Arani, dari Ibnu Abbas, kecuali bahwa Al-Hasan tidak mendengar dari Ibnu Abbas, dan karena alasan ini, Al-Hafiz berkata di sini: Terdapat rantai periwayatan yang terputus. Saya berkata: Dengan penjelasan ini, Anda akan memahami kesalahan al-Hafiz dalam menghubungkannya kepada mereka, kecuali al-Nasa'i, karena dialah yang memilikinya. Al-Tirmidhi (893) meriwayatkannya dengan sanad yang sahih dan berkesinambungan dari jalur Miqsam atas otoritas Ibnu Abbas. Beliau berkata: "Ini adalah hadits yang baik dan sahih." Dengan demikian, menjadi jelas bagi Anda bahwa pernyataan al-Hafiz, "Ada putusnya sanad," tidak berlaku untuk jalur al-Tirmidhi. Saya berkata: Hadits ini memiliki jalur lain, dan jalur-jalur tersebut termasuk dalam sumber aslinya, yang membuat orang yang memeriksa hadits tersebut tidak ragu akan keasliannya. Manfaat: Pernyataan Al-Hafiz dalam "al-Fath" (3/528) bebas dari kritik yang telah saya sebutkan di sini, karena beliau merujuk pada sumber-sumbernya dan juga menisbatkannya kepada al-Nasa'i, dan berkata: "Ini adalah hadits yang baik... dan sumber-sumber ini saling memperkuat, dan karena itu al-Tirmidhi dan Ibn Hibban mengesahkannya."
49
Bulughul Maram # 6/757
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: { أَرْسَلَ اَلنَّبِيُّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-بِأُمِّ سَلَمَةَ لَيْلَةَ اَلنَّحْرِ, فَرَمَتِ اَلْجَمْرَةَ قَبْلَ اَلْفَجْرِ, ثُمَّ مَضَتْ فَأَفَاضَتْ } رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَإِسْنَادُهُ عَلَى شَرْطِ مُسْلِمٍ 1‏ .‏‏1 ‏- منكر.‏ رواه أبو داود ( 1942 )‏ أنكره الإمام أحمد وغيره، وهو مقتضى القواعد العلمية الحديثة كما تجد مفصلا " بالأصل ".‏
Dari Aisyah, semoga Allah meridainya, beliau berkata: “Nabi, صلى الله عليه وسلم, mengutus Umm Salamah pada malam Idul Adha. Ia melempar Jamrah sebelum fajar, kemudian melanjutkan dan melaksanakan Tawaf al-Ifadah.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dan sanadnya memenuhi syarat Muslim. 1.1 - Ditolak. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1942). Hadits ini ditolak oleh Imam Ahmad dan lainnya, dan ini sesuai dengan prinsip-prinsip ilmiah modern, sebagaimana akan Anda temukan secara rinci dalam sumber aslinya.
50
Bulughul Maram # 6/758
Urwah bin Mudarras (RA)
وَعَنْ عُرْوَةَ بْنِ مُضَرِّسٍ ‏- رضى الله عنه ‏- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-{ مَنْ شَهِدَ صَلَاتَنَا هَذِهِ ‏-يَعْنِي: بِالْمُزْدَلِفَةِ‏- فَوَقَفَ مَعَنَا حَتَّى نَدْفَعَ, وَقَدْ وَقَفَ بِعَرَفَةَ قَبْلَ ذَلِكَ لَيْلاً أَوْ نَهَارًا, فَقَدْ تَمَّ حَجُّهُ وَقَضَى تَفَثَهُ } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَابْنُ خُزَيْمَةَ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أبو داود ( 1950 )‏، والنسائي ( 5 / 263 )‏، والترمذي ( 891 )‏، وابن ماجه ( 3016 )‏، وأحمد ( 4 / 15 و 261 و 262 )‏، وابن خزيمة ( 2820 و 2821 )‏.‏ وقال الترمذي: " هذا حديث حسن صحيح ".‏
Diriwayatkan dari Urwah ibn Mudarris (semoga Allah meridainya), yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menyaksikan shalat kita ini—maksudnya di Muzdalifah—dan berdiri bersama kami hingga kami berangkat, dan telah berdiri di Arafat sebelumnya, baik siang maupun malam, maka hajinya telah sempurna dan ia telah memenuhi kewajibannya.” Diriwayatkan oleh lima Imam, dan disahihkan oleh al-Tirmidhi dan Ibnu Khuzaymah. 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (1950), Al-Nasa'i (5/263), Al-Tirmidhi (891), Ibnu Majah (3016), Ahmad (4/15, 261, dan 262), dan Ibnu Khuzaymah (2820 dan 2821). Al-Tirmidhi berkata: "Ini adalah hadits yang baik dan sahih."