Muwaththa Malik — Hadis #35542
Hadis #35542
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنِ الثِّقَةِ، عِنْدَهُ أَنَّهُ سَمِعَ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ، يَقُولُ أَبَى عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ أَنْ يُوَرِّثَ، أَحَدًا مِنَ الأَعَاجِمِ إِلاَّ أَحَدًا وُلِدَ فِي الْعَرَبِ . قَالَ مَالِكٌ وَإِنْ جَاءَتِ امْرَأَةٌ حَامِلٌ مِنْ أَرْضِ الْعَدُوِّ فَوَضَعَتْهُ فِي أَرْضِ الْعَرَبِ فَهُوَ وَلَدُهَا يَرِثُهَا إِنْ مَاتَتْ وَتَرِثُهُ إِنْ مَاتَ مِيرَاثَهَا فِي كِتَابِ اللَّهِ . قَالَ مَالِكٌ الأَمْرُ الْمُجْتَمَعُ عَلَيْهِ عِنْدَنَا وَالسُّنَّةُ الَّتِي لاَ اخْتِلاَفَ فِيهَا وَالَّذِي أَدْرَكْتُ عَلَيْهِ أَهْلَ الْعِلْمِ بِبَلَدِنَا أَنَّهُ لاَ يَرِثُ الْمُسْلِمُ الْكَافِرَ بِقَرَابَةٍ وَلاَ وَلاَءٍ وَلاَ رَحِمٍ وَلاَ يَحْجُبُ أَحَدًا عَنْ مِيرَاثِهِ . قَالَ مَالِكٌ وَكَذَلِكَ كُلُّ مَنْ لاَ يَرِثُ إِذَا لَمْ يَكُنْ دُونَهُ وَارِثٌ فَإِنَّهُ لاَ يَحْجُبُ أَحَدًا عَنْ مِيرَاثِهِ .
Yahya meriwayatkan kepadaku dari Malik dari sumber terpercaya yang pernah mendengar Said ibn al-Musayyab berkata, ''Umar ibn al-Khattab menolak untuk membiarkan siapa pun mewarisi dari orang non-Arab kecuali orang yang dilahirkan di antara orang-orang Arab. Kitabullah.” Malik berkata, “Cara melakukan sesuatu yang disepakati bersama di antara kita dan sunah yang tidak ada perselisihan, dan apa yang saya lihat dilakukan oleh orang-orang yang berilmu di kota kita, adalah bahwa seorang Muslim tidak mewarisi dari seorang kafir karena kekerabatan, wala’, atau hubungan keibuan, dan dia (seorang Muslim) tidak menaungi salah satu (kafir) dari warisannya. Malik berkata, “Demikian pula, seseorang yang meninggalkan warisannya padahal ia adalah ahli waris utama, maka tidaklah ia menaungi siapa pun dari warisannya.
Sumber
Muwaththa Malik # 27/1087
Tingkat
Mauquf Sahih
Kategori
Bab 27: Faraid (Waris)