Bulughul Maram — Hadis #52420

Hadis #52420
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا أَنَّ اَلنَّبِيَّ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-قَالَ لَهَا: { طَوَافُكِ بِالْبَيْتِ وَبَيْنَ اَلصَّفَا وَاَلْمَرْوَةِ يَكْفِيكَ لِحَجِّكِ وَعُمْرَتِكِ } رَوَاهُ مُسْلِمٌ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه مسلم ( 2 / 879 / 132 )‏، ولكن بلفظ: " يسعك طوافك لحجك وعمرتك ".‏ وعنده رواية أخرى تالية لهذه، بلفظ: " يجزئ عنك طوافك بالصفا والمروة عن حجك وعمرتك " وأما اللفظ الذي ذكره الحافظ، فهو لأبي داود ( 1897 )‏ وأعله أبو حاتم في " العلل " ( 1 / 294 / 880 )‏.‏ " فائدة ": قال شيخنا في " الصحيحة " ( 4 / 638 ‏- 639 )‏: " العمرة بعد الحج إنما هي للحائض التي لم تتمكن من الإتيان بعمرة الحج بين يدي الحج، لأنها حاضت، كما علمت من قصة عائشة هذه، فمثلها من النساء إذا أهلت بعمرة الحج كما فعلت هي رضي الله عنها، ثم حال بينها وبين إتمامها الحيض، فهذه يشرع لها العمرة بعد الحج، فما يفعله اليوم جماهير الحجاج من تهافتهم على العمرة بعد الحج، مما لا نراه مشروعا؛ لأن أحدا من الصحابة الذين حجوا معه صلى الله عليه وسلم لم يفعلها، بل إنني أرى أن هذا من تشبه الرجال بالنساء، بل الحيض منهن! ولذلك جريت على تسمية العمرة بـ ( عمرة الحائض )‏ بيانا للحقيقة ".‏
Dari Aisyah, semoga Allah meridainya, bahwa Nabi, صلى الله عليه وسلم, bersabda kepadanya: “Tata caramu mengelilingi Ka'bah dan Sa'i antara Safa dan Marwa sudah cukup untuk haji dan umrahmu.” Diriwayatkan oleh Muslim 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Muslim (2/879/132), tetapi dengan redaksi: “Tata caramu mengelilingi Ka'bah sudah cukup untuk haji dan umrahmu.” Dan ada riwayat lain setelah ini, dengan redaksi: “Tata caramu mengelilingi Safa dan Marwa sudah cukup untuk haji dan umrahmu.” Adapun redaksi yang disebutkan oleh Al-Hafiz, itu dari Abu Dawud (1897), dan Abu Hatim menyatakannya lemah dalam “Al-`Ilal” (1/294/880). “Manfaat”: Syekh kami berkata dalam “Al-Sahihah” (4/638-639): “Umrah setelah Haji hanya untuk wanita yang sedang haid yang tidak dapat melaksanakan Umrah Haji sebelum Haji karena sedang haid, sebagaimana kalian ketahui dari kisah Aisyah. Jadi, jika seorang wanita seperti dia memasuki Ihram untuk Umrah Haji, sebagaimana yang dia lakukan, semoga Allah meridainya, dan kemudian haid menghalanginya untuk menyelesaikannya, maka diperbolehkan baginya untuk melaksanakan Umrah setelah Haji. Apa yang dilakukan oleh sebagian besar jamaah haji saat ini, bergegas melaksanakan Umrah setelah Haji, adalah sesuatu yang tidak kami anggap diperbolehkan, karena tidak seorang pun dari para Sahabat yang melaksanakan Haji bersamanya, semoga Allah memberinya berkah dan keselamatan, melakukannya. Sebaliknya, saya melihat ini sebagai laki-laki yang meniru perempuan, dan haid berasal dari mereka! Karena itu, saya terus menyerukan Umrah (Umrah wanita yang sedang haid) untuk memperjelas kebenaran.”
Sumber
Bulughul Maram # 6/774
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 6: Bab 6
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya
Topik: #Mother #Hajj

Hadis Terkait