Bulughul Maram — Hadis #53179

Hadis #53179
وَعَنْ سَلَمَةَ بْنِ صَخْرٍ قَالَ: { دَخَلَ رَمَضَانُ, فَخِفْتُ أَنْ أُصِيبَ اِمْرَأَتِي, فَظَاهَرْتُ مِنْهَا, فَانْكَشَفَ لِي مِنْهَا شَيْءٌ لَيْلَةً, فَوَقَعَتْ عَلَيْهَا, فَقَالَ لِي رَسُولُ اَللَّهِ ‏- صلى الله عليه وسلم ‏-"حَرِّرْ رَقَبَةً" قُلْتُ: مَا أَمْلِكُ إِلَّا رَقَبَتِي.‏ قَالَ: "فَصُمْ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ", قُلْتُ: وَهَلْ أَصَبْتُ اَلَّذِي أَصَبْتُ إِلَّا مِنْ اَلصِّيَامِ? قَالَ: "أَطْعِمْ عِرْقًا مِنْ تَمْرٍ بَيْنَ سِتِّينَ مِسْكِينًا".‏ } أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ, وَالْأَرْبَعَةُ إِلَّا النَّسَائِيَّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ, وَابْنُ اَلْجَارُود ِ 1‏ .‏‏1 ‏- صحيح.‏ رواه أحمد (4 /37)‏، وأبو داود (2213)‏، والترمذي (1198 و 3299)‏، وابن ماجه (2062)‏، وابن الجارود (744)‏، من طريق محمد بن إسحاق، عن محمد بن عمرو بن عطاء، عن سليمان بن يسار، عن سلمة بن صخر، به.‏وقال الترمذي: "حديث حسن" ونقل إعلال البخاري له بالانقطاع بين سليمان بن يسار وبين سلمة.‏ قلت: وأيضا ابن إسحاق مدلس.‏ ولكنه جاء من طرق أخرى.‏ رواه الترمذي (1200)‏، من طريق أبي سلمة.‏ ومحمد بن عبد الرحمن بن ثوبان، عن سلمة، به.‏ وقال: "هذا حديث حسن".‏ قلت: وفيه نفس العلة السابقة، وهي الانقطاع.‏ ورواه أبو داود (2217)‏، وابن الجارود (745)‏ بسند مرسل صحيح.‏ والخلاصة أن الحديث بهذه الطرق، وشاهده السابق عن ابن عباس صحيح، خاصة وقد حسن الحافظ في "الفتح" (9 /433)‏ حديث سلمة هذا.‏
Dari riwayat Salamah bin Sakhr beliau berkata: “Ramadhan telah tiba, dan aku takut istriku celaka, maka aku berpisah dengannya, dan suatu malam diwahyukan kepadaku suatu hal, sehingga dia jatuh sakit.” Kemudian Rasulullah – semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian – berkata kepadaku: “Bebaskan seorang budak.” Aku berkata: Aku tidak punya apa-apa selain leherku. Beliau bersabda: “Kemudian berpuasa dua bulan berturut-turut.” Saya berkata: Apakah saya mencapai apa yang saya capai kecuali melalui puasa? Beliau bersabda, “Beri makan segenggam kurma kepada enam puluh orang miskin.” Diriwayatkan oleh Ahmad, dan keempatnya kecuali al-Nasa'i, dan disahkan oleh Ibnu Khuzaymah dan Ibnu Al-Jaroud 1.1 - Sahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (37/4), Abu Dawud (2213), Al-Tirmidzi (1198 dan 3299), Ibnu Majah (2062), dan Ibnu Al-Jaroud (744), dari Atas wewenang Muhammad bin Ishaq, atas wewenang Muhammad bin Amr bin Ata, atas wewenang Sulaiman bin Yasar, atas wewenang Salamah bin Sakhr, dengannya. Al-Tirmidzi berkata: “Hadits Hasan” dan dia menyampaikan penjelasan Al-Bukhari tentang hal itu sebagai perpecahan antara Suleiman ibn Yasar dan Salamah. Saya berkata: Dan juga Ibnu Ishaq adalah orang yang kacau. Tapi itu datang dari jalur lain. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi (1200), atas wewenang Abu Salamah. Dan Muhammad ibn Abd al-Rahman ibn Thawban, atas wewenang Salamah, dengan itu. Dia berkata: “Ini adalah hadis yang bagus.” Saya berkata: Alasannya sama dengan alasan sebelumnya, yaitu Gangguan. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (2217) dan Ibnu al-Jaroud (745) dengan rangkaian transmisi mursal yang shahih. Intinya adalah bahwa hadits seperti ini, dan kesaksian sebelumnya atas otoritas Ibnu Abbas adalah shahih, apalagi Al-Hafiz dalam “Al-Fath” (9/433) menilai hadits Salamah ini hasan.
Diriwayatkan oleh
Salamah Bin Sakhr
Sumber
Bulughul Maram # 8/1093
Kategori
Bab 8: Bab 8
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait