Bulughul Maram — Hadis #53224
Hadis #53224
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - قَالَ: { جَاءَ رَجُلٌ إِلَى اَلنَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم -فَقَالَ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! عِنْدِي دِينَارٌ? قَالَ: "أَنْفِقْهُ عَلَى نَفْسِكَ". قَالَ: عِنْدِي آخَرُ? قَالَ: "أَنْفِقْهُ عَلَى وَلَدِكَ". قَالَ: عِنْدِي آخَرُ? قَالَ: "أَنْفِقْهُ عَلَى أَهْلِكَ". قَالَ: عِنْدِي آخَرُ, قَالَ: "أَنْفِقُهُ عَلَى خَادِمِكَ". قَالَ عِنْدِي آخَرُ, قَالَ: "أَنْتَ أَعْلَمَ". } أَخْرَجَهُ اَلشَّافِعِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ, وَأَبُو دَاوُدَ, وَأَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ وَالْحَاكِمُ بِتَقْدِيمِ 1 . اَلزَّوْجَةِ عَلَى اَلْوَلَدِ 2 .1 - في "أ": "بتقدم" وجاء في الهامش: هكذا هنا في الأصل، وفي النسخة الصحيحة المقروءة على مشايخ بلفظ الحديث: "بتقديم" فتدبر.2 - حسن. رواه الشافعي (2 /63 - 64/ رقم 209)، وأبو داود (1691)، والنسائي (5 /62)، والحاكم (1 /415) من طريق محمد بن عجلان، عن المقبري، عن أبي هريرة، به. "تنبيه" هذا لفظ الشافعي. وزاد وحده أيضا: قال المقبري: ثم يقول أبو هريرة: إذا حدث بهذا الحديث: يقول ولدك: أنفق علي إلى من تكلني، تقول زوجتك: أنفق علي أو طلقني. يقول خادمك: أنفق علي أو بعني. وأما قول الحافظ في رواية النسائي والحاكم بتقديم الزوجة وعلى الولد فليس كذلك وإنما هذا للنسائي فقط، وأما الحاكم فهو كغيره بتقديم الولد على الزوجة.
Atas wewenang Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu - dia berkata: {Seseorang datang kepada Nabi - semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian - dan dia berkata: Wahai Rasulullah! Apakah saya punya dinar? Dia berkata: “Belanjakanlah untuk dirimu sendiri.” Dia berkata: Apakah saya punya yang lain? Beliau bersabda, “Belanjakanlah untuk anakmu.” Dia berkata: Apakah saya punya yang lain? Dia berkata: “Belanjakanlah untuk keluargamu.” Dia berkata: “Saya punya yang lain.” Dia berkata: “Belanjakanlah Pada pelayanmu.” Dia berkata, “Saya punya yang lain.” Dia berkata, “Kamulah yang paling tahu.” Ini dimasukkan oleh Al-Syafi’i dan kata-katanya adalah miliknya, dan oleh Abu Dawud, dan oleh Al-Nasa’i. Dan penguasa mengutamakan 1. istri di atas anak 2. 1 - dalam "A": "dengan diutamakan" dan di pinggirnya tertulis: Beginilah yang asli, dan dalam versi yang benar dibacakan kepada para syekh dengan kata-kata dalam hadits: "dengan diutamakan" jadi pertimbangkan. 2 - Hasan. Diriwayatkan oleh Al-Syafi’i (2/63 - 64/No. 209), Abu Dawud (1691), Al-Nasa’i (5/62), dan Al-Hakim (1/415) atas wewenang Muhammad bin Ajlan, atas wewenang Al-Maqbari, atas wewenang Abu Hurairah, bersamanya. “Waspada” adalah kata-kata Al-Syafi’i. Ditambahkannya pula: Al-Maqbari berkata: Kemudian Abu Hurairah berkata: Jika dia meriwayatkan hadits ini: Anakmu berkata: Habiskanlah aku kepada orang yang kamu titipkan kepadaku. Istrimu berkata: Habiskanlah aku atau ceraikan aku. Hambamu berkata: Habiskanlah aku atau juallah aku. Adapun pernyataan Al-Hafiz dalam riwayat Al-Nasa’i Penguasa yang mendahulukan isteri dari pada anak tidaklah demikian, melainkan hanya bagi kaum perempuan saja. Adapun penguasa, ia seperti orang lain yang mendahulukan anak dari pada istri.
Diriwayatkan oleh
Abu Hurairah (RA)
Sumber
Bulughul Maram # 8/1149
Kategori
Bab 8: Bab 8