Jami At-Tirmizi — Hadis #27508
Hadis #27508
حَدَّثَنَا الأَنْصَارِيُّ، حَدَّثَنَا مَعْنٌ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ جَابِرٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " أَيُّمَا رَجُلٍ أُعْمِرَ عُمْرَى لَهُ وَلِعَقِبِهِ فَإِنَّهَا لِلَّذِي يُعْطَاهَا لاَ تَرْجِعُ إِلَى الَّذِي أَعْطَاهَا لأَنَّهُ أَعْطَى عَطَاءً وَقَعَتْ فِيهِ الْمَوَارِيثُ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَهَكَذَا رَوَى مَعْمَرٌ وَغَيْرُ وَاحِدٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ مِثْلَ رِوَايَةِ مَالِكٍ . وَرَوَى بَعْضُهُمْ عَنِ الزُّهْرِيِّ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ " وَلِعَقِبِهِ " . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ قَالُوا إِذَا قَالَ هِيَ لَكَ حَيَاتَكَ وَلِعَقِبِكَ . فَإِنَّهَا لِمَنْ أُعْمِرَهَا لاَ تَرْجِعُ إِلَى الأَوَّلِ . وَإِذَا لَمْ يَقُلْ لِعَقِبِكَ فَهِيَ رَاجِعَةٌ إِلَى الأَوَّلِ إِذَا مَاتَ الْمُعْمَرُ . وَهُوَ قَوْلُ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ وَالشَّافِعِيِّ . وَرُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " الْعُمْرَى جَائِزَةٌ لأَهْلِهَا " . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ قَالُوا إِذَا مَاتَ الْمُعْمَرُ فَهِيَ لِوَرَثَتِهِ وَإِنْ لَمْ تُجْعَلْ لِعَقِبِهِ . وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ .
Al-Ansari meriwayatkan kepada kami, Ma’an menceritakan kepada kami, Malik menceritakan kepada kami, dari Ibnu Syihab, dari Abu Salamah, dari Jabir, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa saja yang telah Kuberikan nyawa-Ku kepadanya dan keturunannya, sesungguhnya itu adalah milik orang yang memberikannya dan tidak membalasnya, karena dia memberikan nasabnya. ia. “Warisan.” Abu Isa berkata, “Ini adalah hadits hasan dan shahih.” Maka, Ma’mar dan lebih dari seorang meriwayatkan dari Al-Zuhri, seperti riwayat Malik. Sebahagian daripada mereka meriwayatkan daripada al-Zuhri, tetapi dia tidak menyebut "dan selepasnya." Dan ini dilaksanakan menurut sebahagian orang yang berilmu. Mereka berkata Jika dia berkata, "Itu milikmu." Kehidupan anda dan keturunan anda. Ia adalah milik yang menciptanya. Ia tidak akan kembali kepada yang pertama. Dan jika dia tidak berkata "Untuk keturunanmu," maka ia akan kembali kepada yang pertama apabila dia mati. Al-Mu’mar. Ini adalah pendapat Malik bin Anas dan Asy-Syafi’i. Diriwayatkan melalui lebih dari satu hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang bersabda, “Umrah itu diperbolehkan.” “Untuk rakyatnya.” Dan ini dilaksanakan menurut sebahagian orang yang berilmu. Mereka berkata, “Apabila orang yang panjang umurnya meninggal dunia, maka itu adalah milik ahli warisnya, walaupun bukan untuk anak cucunya”. Ini adalah perkataan Sufyan Al-Thawri, Ahmad, dan Ishaq.
Diriwayatkan oleh
Jabir (RA)
Sumber
Jami At-Tirmizi # 15/1350
Gred
Sahih
Kategori
Bab 15: Hukum