Bulughul Maram — Hadis #37897
Hadis #37897
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - قَالَ: { لَعَنَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -اَلرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ فِي اَلْحُكْمِ } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, وَحَسَّنَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ 1 .1 - ضعيف بهذا اللفظ. رواه الترمذي ( 1336 )، وأحمد ( 2 / 387 - 388 )، وابن حبان ( 1196 ) من طريق عمر بن أبي سلمة، عن أبيه، عن أبي هريرة، به. وقال الترمذي: "حديث أبي هريرة حديث حسن صحيح، وقد روى هذا الحديث عن أبي سلمة بن عبد الرحمن، عن عبد الله بن عمرو، عن النبي صلى الله عليه وسلم. وروي. عن أبي سلمة، عن أبيه، عن النبي صلى الله عليه وسلم، ولا يصح. وقال: وسمعت عبد الله بن عبد الرحمن - أي: الدارمي - يقول: حديث أبي سلمة، عن عبد الله بن عمرو، عن النبي صلى الله عليه وسلم أحسن شيء في هذا الباب وأصح" . قلت: وسبب ضعفه عمر بن أبي سلمة فهو متكلم فيه من قبل حفظه هذا أولا. وثانيا: وهم الحافظ رحمه الله في العزو إذ لم يروه من أصحاب السنن إلا الترمذي. وأما حديث ابن عمرو فهو التالي.
Diriwayatkan dari Abu Hurayrah (semoga Allah meridainya), yang berkata: “Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap dalam pengambilan keputusan.” Hadits ini diriwayatkan oleh lima ahli hadits, dan At-Tirmidhi menilainya hasan baik, dan Ibnu Hibban menilainya sahih.<sup>1</sup> Versi ini lemah dengan redaksi seperti ini. Diriwayatkan oleh At-Tirmidhi (1336), Ahmad (2/387-388), dan Ibnu Hibban (1196) melalui sanad Umar bin Abi Salamah, dari ayahnya, dari Abu Hurayrah. At-Tirmidhi berkata: “Hadits Abu Hurayrah adalah hadits yang baik dan sahih. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Salamah ibn Abdur-Rahman, dari Abdullah ibn Amr, dari Nabi (shalawat dan salam kepadanya).” Hadits ini diriwayatkan dari Abu Salamah, dari ayahnya, dari Nabi, shalawat dan salam kepadanya, tetapi tidak sahih. Beliau berkata: Saya mendengar Abdullah ibn Abdur-Rahman—yaitu, Ad-Darimi—berkata: “Hadits Abu Salamah, dari Abdullah ibn Amr, dari Nabi, shalawat dan salam kepadanya, adalah hadits terbaik dan paling sahih tentang topik ini.” Saya berkata: Alasan kelemahannya adalah Umar ibn Abi Salamah, karena ia dikritik karena daya ingatnya, pertama-tama. Kedua, ulama tersebut, semoga Allah merahmatinya, keliru dalam menyebutkan hadits itu, karena hadits tersebut tidak diriwayatkan oleh penyusun Sunan mana pun kecuali At-Tirmidhi. Adapun hadits Ibnu Amr, berikut ini penjelasannya.
Diriwayatkan oleh
আবূ উমামাহ হারিসী
Sumber
Bulughul Maram # 14/1411
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 14: Bab 14