Misykatul Mashabih — Hadis #49666
Hadis #49666
وَعَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: صَلَّى بِنَا عَمَّارُ بْنُ يَاسِرٍ صَلَاةً فَأَوْجَزَ فِيهَا فَقَالَ لَهُ بَعْضُ الْقَوْمِ: لَقَدْ خَفَّفْتَ وَأَوْجَزْتَ الصَّلَاةَ فَقَالَ أَمَا عَلَيَّ ذَلِكَ لَقَدْ دَعَوْتُ فِيهَا بِدَعَوَاتٍ سَمِعْتُهُنَّ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا قَامَ تَبِعَهُ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ هُوَ أَبِي غَيْرَ أَنَّهُ كَنَّى عَنْ نَفْسِهِ فَسَأَلَهُ عَنِ الدُّعَاءِ ثُمَّ جَاءَ فَأَخْبَرَ بِهِ الْقَوْمَ: «اللَّهُمَّ بِعِلْمِكَ الْغَيْبَ وقُدرتِكَ على الخَلقِ أَحْيني مَا عَلِمْتَ الْحَيَاةَ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا عَلِمْتَ الْوَفَاةَ خَيْرًا لِي اللَّهُمَّ وَأَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِي الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ وَأَسْأَلُكَ كَلِمَةَ الْحَقِّ فِي الرِّضَى وَالْغَضَبِ وَأَسْأَلُكَ الْقَصْدَ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى وَأَسْأَلُكَ نَعِيمًا لَا يَنْفَدُ وَأَسْأَلُكَ قُرَّةَ عَيْنٍ لَا تَنْقَطِعُ وَأَسْأَلُكَ الرِّضَى بَعْدَ الْقَضَاءِ وَأَسْأَلُكَ بَرْدَ الْعَيْشِ بَعْدَ الْمَوْتِ وَأَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقِ إِلَى لِقَائِكَ فِي غَيْرِ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ وَلَا فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ اللَّهُمَّ زِيِّنَا بِزِينَةِ الْإِيمَانِ وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مَهْدِيِّينَ» . رَوَاهُ النَّسَائِيُّ
Dari hadis Ata’ bin al-Sa’ib, dari bapaknya, beliau berkata: Ammar bin Yasir memimpin salat bersama kami, dan dia singkat dalam salatnya, dan sebagian orang berkata kepadanya: Kamu telah memperpendeknya. Sholat itu pun diakhiri dan beliau bersabda: “Pada saat itu, aku memanjatkan doa pada saat itu dengan doa yang aku dengar dari Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Ada seorang laki-laki dari suatu kaum, yaitu ayahku, yang mengikutinya, namun dia menyembunyikan dirinya, lalu dia bertanya kepadanya tentang doa tersebut, lalu dia datang dan menceritakannya kepada orang-orang: “Ya Tuhan, dengan sepengetahuanmu.” Yang ghaib dan kekuasaan-Mu atas ciptaan, hidupkanlah aku selama Engkau mengetahui bahwa hidup itu baik bagiku, dan matikan aku ketika Engkau mengetahui bahwa kematian itu baik bagiku ya Allah, dan aku mohon kepada-Mu rasa takut-Mu kepadaku. Yang ghaib dan yang disaksikan, dan aku mohon kepadamu kata-kata kebenaran dalam rasa senang dan marah, dan aku mohon kepadamu tujuan dalam kemiskinan dan kekayaan, dan aku mohon kebahagiaan yang tak berkesudahan. Aku memohon kepadamu kenyamanan mata yang tak henti-hentinya, dan aku mohon keridhaan setelah penghakiman, dan aku mohon keridhaan hidup setelah mati, dan aku mohon keridhaan melihat. Di hadapan-Mu dan kerinduan untuk bertemu dengan-Mu tanpa kesulitan yang merugikan atau godaan yang menyesatkan. Ya Tuhan, hiasi kami dengan perhiasan iman dan jadikan kami benar-benar mendapat petunjuk.” . Diriwayatkan oleh Al-Nasa'i
Diriwayatkan oleh
Ata Bin Al-Saib
Sumber
Misykatul Mashabih # 9/2497
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 9: Bab 9