Misykatul Mashabih — Hadis #51139
Hadis #51139
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ: إِنِّي وَاقِفٌ فِي الصَّفِّ يَوْمَ بَدْرٍ فَنَظَرْتُ عَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي فَإِذَا بِغُلَامَيْنِ مِنَ الْأَنْصَارِ حَدِيثَة أسنانها فتمنيت أَنْ أَكُونَ بَيْنَ أَضْلَعَ مِنْهُمَا فَغَمَزَنِي أَحَدُهُمَا فَقَالَ: يَا عَمِّ هَلْ تَعْرِفُ أَبَا جَهْلٍ؟ قُلْتُ: نَعَمْ فَمَا حَاجَتُكَ إِلَيْهِ يَا ابْنَ أَخِي؟ قَالَ: أُخْبِرْتُ أَنَّهُ يَسُبُّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَئِنْ رَأَيْتُهُ لَا يُفَارِقُ سَوَادِي سَوَادَهُ حَتَّى يَمُوتَ الْأَعْجَلُ مِنَّا فَتَعَجَّبْتُ لِذَلِكَ قَالَ: وَغَمَزَنِي الْآخَرُ فَقَالَ لِي مِثْلَهَا فَلَمْ أَنْشَبْ أَنْ نَظَرْتُ إِلَى أَبِي جَهْلٍ يَجُولُ فِي النَّاسِ فَقُلْتُ: أَلَا تَرَيَانِ؟ هَذَا صَاحِبُكُمَا الَّذِي تَسْأَلَانِي عَنْهُ قَالَ: فابتدراه بسيفهما فَضَرَبَاهُ حَتَّى قَتَلَاهُ ثُمَّ انْصَرَفَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فأخبراهُ فَقَالَ: «أَيُّكُمَا قَتَلَهُ؟» فَقَالَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا: أَنَا قَتله فَقَالَ: «هلْ مسحتُما سيفَيكما؟» فَقَالَا: لَا فَنَظَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى السَّيْفَيْنِ فَقَالَ: «كِلَاكُمَا قَتَلَهُ» . وَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَلَبِهِ لِمُعَاذِ بن عَمْرِو بن الْجَمُوحِ وَالرَّجُلَانِ: مُعَاذُ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْجَمُوحِ ومعاذ بن عفراء
Dari riwayat Abd al-Rahman bin Awf, dia berkata: Aku sedang mengantri pada hari Badar, dan aku menoleh ke kanan dan ke kiri, dan aku melihat dua anak laki-laki dari kaum Ansar. Giginya masih segar, jadi aku ingin berada di antara tulang rusuk mereka, maka salah satu dari mereka mengedipkan mata ke arahku dan berkata: Paman, apakah kamu kenal Abu Jahal? Saya berkata: Ya, apa kebutuhanmu? Baginya, keponakanku? Dia berkata: Aku diberitahu bahwa dia melaknat Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, jika aku melihatnya, kegelapanku tidak akan meninggalkan kegelapannya sampai dia meninggal. Dia yang tercepat di antara kami, jadi saya kagum dengan hal itu. Dia berkata: Yang lain mengedipkan mata ke arahku dan mengatakan hal yang sama kepadaku, tetapi aku tidak tersipu ketika melihat ke arah Ayahku, Jahl, berkeliling di antara orang-orang, jadi aku berkata: Tidakkah kamu melihat? Ini adalah teman Anda yang Anda tanyakan kepada saya. Dia berkata: Maka mereka menyerangnya dengan pedang mereka dan memukulnya sampai mereka membunuhnya. Kemudian mereka menemui Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan mereka memberitahunya, dan dia berkata: “Siapa di antara kamu yang membunuhnya?” Maka masing-masing dari mereka berkata: Akulah yang membunuhnya. Dia berkata: "Apakah kamu menyeka pedangmu? Mereka berkata: Tidak. Kemudian Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, melihat kedua pedang itu dan berkata: "Kalian berdua membunuhnya." Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memutuskan bahwa dia harus dijarah untuk Muadh bin Amr bin Al-Jamuh dan kedua orang itu: Muadh bin Amr bin Al-Jamuh dan Muadh bin Afra.
Diriwayatkan oleh
Abdar-rahman b. 'Auf (RA)
Sumber
Misykatul Mashabih # 19/4028
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 19: Bab 19