Bulughul Maram — Hadis #52466
Hadis #52466
وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم -{
"لَا تَجُوزُ شَهَادَةُ خَائِنٍ, وَلَا خَائِنَةٍ, وَلَا ذِي غِمْرٍ عَلَى أَخِيهِ, وَلَا تَجُوزُ شَهَادَةُ اَلْقَانِعِ لِأَهْلِ اَلْبَيْتِ" } رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَأَبُو دَاوُدَ . 1 .1 - حسن. رواه أحمد ( 2 / 204 و 225 - 226 )، وأبو داود ( 3600 ) من طريق عمرو بن شعيب، عن أبيه، عن جده. واللفظ لأحمد، وزاد: "وتجوز شهادته لغيرهم" والقانع: الذي ينفع عليه أهل البيت. وفي رواية أبي داود، وأحمد الثانية: "رد شهادة الخائن والخائنة، وذي الغمر على أخيه، ورد شهادة القانع لأهل البيت، وأجازها على غيرهم" . وقال أبو داود: الغمر: الحنة والشحناء ( وفي نسخة: الحق والبغضاء ). والقانع: الأجير التابع مثل الأجير الخاص.
Diriwayatkan dari Abdullah ibn Amr, semoga Allah meridai mereka berdua, yang berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Kesaksian seorang pengkhianat, laki-laki atau perempuan, atau orang yang menyimpan dendam terhadap saudaranya, tidak diperbolehkan, demikian pula kesaksian orang yang menerima nasibnya demi keluarganya.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud. 1.1 - Hasan (baik). Diriwayatkan oleh Ahmad (2/204 dan 225-226) dan Abu Dawud (3600) dari Amr ibn Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya. Redaksi hadits ini dari Ahmad, yang menambahkan: "Dan kesaksiannya diperbolehkan bagi orang lain." Orang yang menerima nasibnya adalah orang yang memberi manfaat kepada keluarganya. Dalam riwayat kedua Abu Dawud dan Ahmad: "Kesaksian pengkhianat, laki-laki dan perempuan, dan orang yang menyimpan dendam terhadap saudaranya ditolak, dan kesaksian orang yang puas ditolak untuk keluarga, tetapi diperbolehkan untuk orang lain." Abu Dawud berkata: "Dendam adalah kebencian dan permusuhan (dan dalam riwayat lain: dendam dan kebencian)." Orang yang puas adalah pelayan bawahan, seperti pelayan pribadi.
Diriwayatkan oleh
Abdullah Ibin Amr (RA)
Sumber
Bulughul Maram # 14/1416
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 14: Bab 14
Topik:
#Mother