64 Hadis
01
Jami at-Tirmidzi # 15/1322
[ibn Buraidah
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ بِشْرٍ، حَدَّثَنَا شَرِيكٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ، عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ الْقُضَاةُ ثَلاَثَةٌ قَاضِيَانِ فِي النَّارِ وَقَاضٍ فِي الْجَنَّةِ رَجُلٌ قَضَى بِغَيْرِ الْحَقِّ فَعَلِمَ ذَاكَ فَذَاكَ فِي النَّارِ وَقَاضٍ لاَ يَعْلَمُ فَأَهْلَكَ حُقُوقَ النَّاسِ فَهُوَ فِي النَّارِ وَقَاضٍ قَضَى بِالْحَقِّ فَذَلِكَ فِي الْجَنَّةِ ‏"‏ ‏.‏
Muhammad bin Ismail menceritakan kepada kami, Al-Hasan bin Bishr menceritakan kepada kami, Sharik menceritakan kepada kami, atas otoritas Al-Amash, atas otoritas Saad bin Ubaidah, atas otoritas Ibnu Buraidah, atas otoritas ayah-Nya, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ada tiga hakim: dua hakim di Neraka dan satu hakim di Surga, seorang laki-laki yang mengadili dengan tidak adil dan mengetahui Yang itu, dia yang masuk Neraka, dan hakim yang tidak mengetahui, maka dia merusak hak-hak manusia, maka dia masuk Neraka, dan hakim yang memerintah dengan adil, maka dia masuk surga.”
02
Jami at-Tirmidzi # 15/1323
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ إِسْرَائِيلَ، عَنْ عَبْدِ الأَعْلَى، عَنْ بِلاَلِ بْنِ أَبِي مُوسَى، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ مَنْ سَأَلَ الْقَضَاءَ وُكِلَ إِلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أُجْبِرَ عَلَيْهِ يُنْزِلُ اللَّهُ عَلَيْهِ مَلَكًا فَيُسَدِّدُهُ ‏"‏ ‏.‏
Hanad meriwayatkan kepada kami, Waki’ meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Israel, atas wewenang Abd al-A’la, atas wewenang Bilal bin Abi Musa, atas wewenang Anas bin Malik, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: Semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian. “Barangsiapa yang meminta keputusan, maka hal itu dipercayakan kepadanya, dan barangsiapa yang terpaksa melakukannya, maka Allah akan menurunkan kepadanya sebuah kerajaan dan memulihkannya.”
03
Jami at-Tirmidzi # 15/1324
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ، عَنْ أَبِي عَوَانَةَ، عَنْ عَبْدِ الأَعْلَى الثَّعْلَبِيِّ، عَنْ بِلاَلِ بْنِ مِرْدَاسٍ الْفَزَارِيِّ، عَنْ خَيْثَمَةَ، وَهُوَ الْبَصْرِيُّ عَنْ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ مَنِ ابْتَغَى الْقَضَاءَ وَسَأَلَ فِيهِ شُفَعَاءَ وُكِلَ إِلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أُكْرِهَ عَلَيْهِ أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْهِ مَلَكًا يُسَدِّدُهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَهُوَ أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ إِسْرَائِيلَ عَنْ عَبْدِ الأَعْلَى ‏.‏
Abdullah bin Abdul Rahman menceritakan kepada kami, Yahya bin Hammad menceritakan kepada kami, atas otoritas Abu Awanah, atas otoritas Abd al-A'la al-Thaalabi, atas otoritas Bilal bin Mirdas Al-Fazari, atas otoritas Khaythamah, dan dia adalah Al-Basri, atas otoritas Anas, atas otoritas Nabi, semoga shalawat dan salam Allah besertanya, yang bersabda: “Barangsiapa berusaha untuk menebus keadilan dan meminta perantara untuk itu Dan hal itu dipercayakan kepada dirinya sendiri, dan siapa pun yang terpaksa melakukannya, maka Allah telah menurunkan kepadanya sebuah kerajaan untuk memulihkannya.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang baik dan aneh, dan lebih shahih dari hadis Israel berdasarkan otoritas Abd al-Ala.
04
Jami at-Tirmidzi # 15/1325
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ، حَدَّثَنَا الْفُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ مَنْ وَلِيَ الْقَضَاءَ أَوْ جُعِلَ قَاضِيًا بَيْنَ النَّاسِ فَقَدْ ذُبِحَ بِغَيْرِ سِكِّينٍ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏ وَقَدْ رُوِيَ أَيْضًا مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏
Nasr bin Ali Al-Jahdhami menceritakan kepada kami, Al-Fudayl bin Sulaiman menceritakan kepada kami, atas wewenang Amr bin Abi Amr, atas wewenang Saeed Al-Maqbari, atas wewenang Abu Hurairah, Rasulullah SAW, bersabda, “Barangsiapa diangkat menjadi hakim atau diangkat menjadi hakim di antara manusia, maka ia disembelih tanpa pisau.” Abu Ya Tuhan, ini adalah hadis yang bagus dan aneh dari sudut pandang ini. Diriwayatkan juga dari cara lain, atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian.
05
Jami at-Tirmidzi # 15/1326
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مَهْدِيٍّ الْبَصْرِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِذَا حَكَمَ الْحَاكِمُ فَاجْتَهَدَ فَأَصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِ وَإِذَا حَكَمَ فَأَخْطَأَ فَلَهُ أَجْرٌ وَاحِدٌ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِي وَعُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏ لاَ نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ ‏.‏
Kami berbicara dengan orang - orang baik di antara Mahdi al - Basra, kami berbicara dengan Abdul Razzaq, dia memberi tahu kami tentang Muammar, tentang Safyan al - Thawri, tentang Yahya bin Sa'id, tentang Abu Bakar bin Muhammad bin Umar bin Hazm, tentang Abu Salamah, tentang Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda: Penguasa berjuang, jadi dia dipukul, jadi dia mendapat dua upah, dan ketika dia menghakimi, dia berdosa, jadi dia mendapat satu upah ."Dia berkata di pintu gerbang tentang 'Umar, putra' Asi, dan 'Uqbah, putra' Amir. Abu 'Isa berkata, "Hadis ayahku adalah hadis bagus yang aneh dari wajah ini ."Kita tidak mengetahuinya dari kisah kapal - kapal revolusi Yahya bin Saeed, kecuali hadits Abd al-Razzaq, atas wewenang Muammar, atas wewenang Sufyan al-Thawri.
06
Jami at-Tirmidzi # 15/1327
Some Men Who Were Companions Of Muadh
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ أَبِي عَوْنٍ الثَّقَفِيِّ، عَنِ الْحَارِثِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ رِجَالٍ، مِنْ أَصْحَابِ مُعَاذٍ عَنْ مُعَاذٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بَعَثَ مُعَاذًا إِلَى الْيَمَنِ فَقَالَ ‏"‏ كَيْفَ تَقْضِي ‏"‏ ‏.‏ فَقَالَ أَقْضِي بِمَا فِي كِتَابِ اللَّهِ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِي كِتَابِ اللَّهِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ فَبِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ قَالَ ‏"‏ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَجْتَهِدُ رَأْيِي ‏.‏ قَالَ ‏"‏ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَفَّقَ رَسُولَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ ‏.‏
Hanad meriwayatkan kepada kami, Waki’ meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Syu’bah, atas wewenang Abu Awn Al-Thaqafi, atas wewenang Al-Harits bin Amr, atas wewenang manusia, dari para sahabat Mu’adh, atas wewenang Muadh, bahwa Rasulullah SAW mengutus Muadh ke Yaman dan berkata, “Bagaimana caramu menilai?” Maka beliau bersabda, “Hakimilah menurut apa yang ada di dalam Kitab Allah.” Dia berkata, “Dan jika itu tidak ada dalam Kitab Allah,” katanya, “maka dalam Sunnah Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian.” Beliau bersabda, “Jika hal itu tidak ada dalam Sunnah Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian.” Dia berkata, “Saya akan mencoba yang terbaik untuk memberikan pendapat saya.” Beliau bersabda, “Alhamdulillah, yang memberikan kesuksesan kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian.”
07
Jami at-Tirmidzi # 15/1328
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، قَالاَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي عَوْنٍ، عَنِ الْحَارِثِ بْنِ عَمْرٍو ابْنُ أَخٍ، لِلْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ أُنَاسٍ، مِنْ أَهْلِ حِمْصٍ عَنْ مُعَاذٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَلَيْسَ إِسْنَادُهُ عِنْدِي بِمُتَّصِلٍ ‏.‏ وَأَبُو عَوْنٍ الثَّقَفِيُّ اسْمُهُ مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ ‏.‏
Muhammad bin Bashar meriwayatkan kepada kami, Muhammad bin Ja’far meriwayatkan kepada kami, dan Abd al-Rahman bin Mahdi meriwayatkan kepada kami, mereka berkata, Syu’bah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abu Aoun, atas wewenang Al-Harith Ibn Amr Ibn Akh, oleh Al-Mughirah Ibn Shu’bah, atas wewenang manusia, dari kaum Homs, atas wewenang Muadh, atas wewenang Nabi, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan sejenisnya. kata Abu Ya Tuhan, ini adalah hadits yang tidak kami ketahui kecuali dari arah ini, dan saya tidak memiliki rantai transmisi yang terhubung. Nama Abu Aoun al-Thaqafi adalah Muhammad bin Ubayd Allah. .
08
Jami at-Tirmidzi # 15/1329
Abu Sa'eed
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُنْذِرِ الْكُوفِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ فُضَيْلِ بْنِ مَرْزُوقٍ، عَنْ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ وَأَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ وَأَبْعَدَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ جَائِرٌ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي سَعِيدٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏
Ali bin Al-Mundhir Al-Kufi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Fudayl menceritakan kepada kami, atas otoritas Fudayl bin Marzuq, atas otoritas Atiya, atas otoritas Abu Saeed, beliau bersabda: Rasulullah bersabda: Allah SWT, semoga Allah sallallahu alaihi wasallam, bersabda: “Orang yang paling dicintai Allah pada hari kiamat dan yang paling dekat dengan-Nya dalam duduknya adalah seorang imam yang adil, dan orang yang paling dibenci oleh orang-orang yang Semoga Tuhan menjauhkan mereka dari hal itu karena mereka adalah seorang imam yang tidak adil.” Beliau menjawab: Dan atas wewenang Abdullah bin Abi Awfa. Abu Issa mengatakan hadis Abi Sebuah hadis bahagia, indah, aneh yang hanya kita ketahui dari sudut pandang ini.
09
Jami at-Tirmidzi # 15/1330
Ibn Abi al-Awfa (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْقُدُّوسِ بْنُ مُحَمَّدٍ أَبُو بَكْرٍ الْعَطَّارُ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ، حَدَّثَنَا عِمْرَانُ الْقَطَّانُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ الشَّيْبَانِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الْقَاضِي مَا لَمْ يَجُرْ فَإِذَا جَارَ تَخَلَّى عَنْهُ وَلَزِمَهُ الشَّيْطَانُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ عِمْرَانَ الْقَطَّانِ ‏.‏
Kami berbicara tentang Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Ishaq al - Shaibani, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Ishaq al - Shaibani, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra Umar, putra 'Umar, putra “Atas otoritasnya, dan Setan terus bersamanya.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang aneh. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadis Imran al-Qattan.”
10
Jami at-Tirmidzi # 15/1331
Ali bin Abi Thalib (RA)
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ الْجُعْفِيُّ، عَنْ زَائِدَةَ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، عَنْ حَنَشٍ، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِذَا تَقَاضَى إِلَيْكَ رَجُلاَنِ فَلاَ تَقْضِ لِلأَوَّلِ حَتَّى تَسْمَعَ كَلاَمَ الآخَرِ فَسَوْفَ تَدْرِي كَيْفَ تَقْضِي ‏"‏ ‏.‏ قَالَ عَلِيٌّ فَمَا زِلْتُ قَاضِيًا بَعْدُ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏
Kami berbicara dengan Hanad, kami berbicara dengan Husain al - Ja'fi ', tentang kelebihan, tentang ikanmu, tentang perang, tentang Hana, tentang Ali, Rasulullah berkata kepadaku, "Jika orang - orangmu menuntutmu, jangan menghakimi untuk yang pertama sampai kamu mendengar kata - kata yang terakhir, sehingga kamu akan tahu bagaimana menghakimi ."Ali berkata, dan aku tergelincir. Belum menjadi hakim. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang bagus.
11
Jami at-Tirmidzi # 15/1332
Abul-hasan (RA)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ الْحَكَمِ، حَدَّثَنِي أَبُو الْحَسَنِ، قَالَ قَالَ عَمْرُو بْنُ مُرَّةَ لِمُعَاوِيَةَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏
"‏ مَا مِنْ إِمَامٍ يُغْلِقُ بَابَهُ دُونَ ذَوِي الْحَاجَةِ وَالْخَلَّةِ وَالْمَسْكَنَةِ إِلاَّ أَغْلَقَ اللَّهُ أَبْوَابَ السَّمَاءِ دُونَ خَلَّتِهِ وَحَاجَتِهِ وَمَسْكَنَتِهِ ‏"‏ ‏.‏ فَجَعَلَ مُعَاوِيَةُ رَجُلاً عَلَى حَوَائِجِ النَّاسِ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ حَدِيثٌ غَرِيبٌ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏ وَعَمْرُو بْنُ مُرَّةَ الْجُهَنِيُّ يُكْنَى أَبَا مَرْيَمَ ‏.‏
Ahmad bin Mani’ menceritakan kepada kami, Ismail bin Ibrahim menceritakan kepada kami, Ali bin Al-Hakam menceritakan kepadaku, Abu Al-Hasan menceritakan kepadaku, katanya Amr bin Murrah berkata Menurut Muawiyah, aku mendengar Rasulullah SAW, bersabda, “Tidak ada imam yang menutup pintunya kecuali orang yang membutuhkan dan kerabatnya.” Dan orang-orang fakir, kecuali Allah yang menutup pintu-pintu surga tanpa privasinya, kebutuhannya, dan kebutuhannya.” Maka beliau mengangkat Mu’awiyah sebagai orang yang mengurus kebutuhan masyarakat. Katanya, dan pada bab tentang kekuasaan Ibnu Umar. Abu Issa berkata: Hadits Amr bin Murrah adalah hadits yang aneh, dan hadits ini diriwayatkan dari orang lain. Wajah. Amr bin Murrah al-Juhani dijuluki Abu Maryam.
12
Jami at-Tirmidzi # 15/1333
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُخَيْمِرَةَ، عَنْ أَبِي مَرْيَمَ، صَاحِبِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَ هَذَا الْحَدِيثِ بِمَعْنَاهُ ‏.‏ وَيَزِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ شَامِيٌّ وَبُرَيْدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ كُوفِيٌّ وَأَبُو مَرْيَمَ هُوَ عَمْرُو بْنُ مُرَّةَ الْجُهَنِيُّ ‏.‏
Ali bin Hajar menceritakan kepada kami, Yahya bin Hamzah menceritakan kepada kami, atas otoritas Yazid bin Abi Maryam, atas otoritas Al-Qasim bin Mukhaymrah, atas otoritas Abu Maryam, sahabat Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, atas otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, mirip dengan hadits ini dalam maknanya. Yazid bin Abi Maryam adalah Syami dan Burayd bin Abi Maryam adalah Kufi dan ayah Maryam adalah Amr ibn Murrah al-Juhani.
13
Jami at-Tirmidzi # 15/1334
Abd al-Rahman bin Abi Bakrah (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ، قَالَ كَتَبَ أَبِي إِلَى عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ وَهُوَ قَاضٍ أَنْ لاَ، تَحْكُمْ بَيْنَ اثْنَيْنِ وَأَنْتَ غَضْبَانُ ‏.‏ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏
"‏ لاَ يَحْكُمُ الْحَاكِمُ بَيْنَ اثْنَيْنِ وَهُوَ غَضْبَانُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَأَبُو بَكْرَةَ اسْمُهُ نُفَيْعٌ ‏.‏
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Abu Awanah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abd al-Malik bin Umair, atas wewenang Abd al-Rahman bin Abi Bakra, dia berkata: Ayahku menulis kepada Ubayd Allah bin Abi Bakra, yang menjadi hakim, bersabda: Tidak, kamu memutuskan antara dua orang sambil kamu marah. Karena aku mendengar Rasulullah SAW berkata, “Tidak.” “Penguasa mengadili antara dua orang dalam keadaan marah.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Dan nama Abu Bakra adalah Nufa’i.”
14
Jami at-Tirmidzi # 15/1335
Mu'adh bin Jabal (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ يَزِيدَ الأَوْدِيِّ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُبَيْلٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، قَالَ بَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِلَى الْيَمَنِ فَلَمَّا سِرْتُ أَرْسَلَ فِي أَثَرِي فَرُدِدْتُ فَقَالَ ‏
"‏ أَتَدْرِي لِمَ بَعَثْتُ إِلَيْكَ لاَ تُصِيبَنَّ شَيْئًا بِغَيْرِ إِذْنِي فَإِنَّهُ غُلُولٌ وَمَنْ يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِهَذَا دَعَوْتُكَ فَامْضِ لِعَمَلِكَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَدِيِّ بْنِ عَمِيرَةَ وَبُرَيْدَةَ وَالْمُسْتَوْرِدِ بْنِ شَدَّادٍ وَأَبِي حُمَيْدٍ وَابْنِ عُمَرَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ مُعَاذٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ أَبِي أُسَامَةَ عَنْ دَاوُدَ الأَوْدِيِّ ‏.‏
Abu Kurayb menceritakan kepada kami, Abu Usama menceritakan kepada kami, atas wewenang Dawud bin Yazid Al-Awdi, atas wewenang Al-Mughirah bin Shubail, atas wewenang Qays bin Abi Hazim, atas wewenang Muadh bin Jabal berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, mengirimku ke Yaman. Ketika aku pergi, dia memanggilku, dan aku dipulangkan dan dia berkata, “Tahukah kamu mengapa aku diutus?” Bagimu, janganlah berbuat sesuatu pun tanpa seizinku, karena itu adalah tipu daya, dan barangsiapa menipu, maka apa yang ditipunya akan ia bawa pada hari kiamat. Untuk itulah Aku memanggilmu, jadi pergilah ke tempat kerjamu.” Beliau berkata: Atas wewenang Adi bin Amira, Buraydah, Al-Mustarid bin Shaddad, Abi Humayd, dan Ibnu Umar. Abu Issa berkata hadits Muadh. Itu adalah sebuah hadits yang bagus dan aneh yang hanya kita ketahui dari sumber ini, dari hadits Abu Usama atas otoritas Dawud al-Awdi.
15
Jami at-Tirmidzi # 15/1336
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الرَّاشِي وَالْمُرْتَشِي فِي الْحُكْمِ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَعَائِشَةَ وَابْنِ حَدِيدَةَ وَأُمِّ سَلَمَةَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَرُوِيَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَلاَ يَصِحُّ ‏.‏ قَالَ وَسَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ يَقُولُ حَدِيثُ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَحْسَنُ شَيْءٍ فِي هَذَا الْبَابِ وَأَصَحُّ ‏.‏
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Abu Awanah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Umar bin Abi Salamah, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abu Hurairah, beliau bersabda, “Rasulullah SAW, melaknat orang yang menyuap.” Dan orang yang menerima suap dalam penghakiman. Katanya, dan atas wewenang Abdullah bin Amr, Aisyah, Ibnu Hadidah, dan Ummu Salamah. kata Abu Issa. Hadits Abu Hurairah adalah hadits yang baik. Hadits ini diriwayatkan atas wewenang Abu Salama bin Abdul Rahman, atas wewenang Abdullah bin Amr, atas wewenang Nabi Muhammad SAW. Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Diriwayatkan atas wewenang Abu Salama, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, namun tidak shahih. Dia berkata, “Saya mendengar Abdullah bin Abdul Yang Maha Pemurah mengatakan hadits Abu Salamah dari Abdullah bin Amr dari Nabi Muhammad SAW adalah yang terbaik dan paling benar di bagian ini.
16
Jami at-Tirmidzi # 15/1337
Abdullah Ibin Amr (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى، مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ خَالِهِ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الرَّاشِي وَالْمُرْتَشِي ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Abu Musa menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al-Muthanna menceritakan kepada kami, Abu Amir Al-Aqdi menceritakan kepada kami, Ibnu Abi Dhib menceritakan kepada kami, atas wewenang pamannya Al-Harits bin Abdul Rahman, Atas wewenang Abu Salamah, atas wewenang Abdullah bin Amr, beliau bersabda: Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, melaknat orang yang menyuap dan penerima suap. Abu Issa berkata: Ini adalah hadits. Baik dan benar...
17
Jami at-Tirmidzi # 15/1338
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ، مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَزِيعٍ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ لَوْ أُهْدِيَ إِلَىَّ كُرَاعٌ لَقَبِلْتُ وَلَوْ دُعِيتُ عَلَيْهِ لأَجَبْتُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَلِيٍّ وَعَائِشَةَ وَالْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ وَسَلْمَانَ وَمُعَاوِيَةَ بْنِ حَيْدَةَ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَلْقَمَةَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَنَسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Abu Bakar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdullah bin Bazi’ menceritakan kepada kami, Bishr bin Al-Mufaddal menceritakan kepada kami, Sa’id menceritakan kepada kami, atas wewenang Qatada, atas wewenang Anas bin Malik, Dia berkata: Rasulullah SAW, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda: “Jika sebidang tanah diberikan kepadaku, aku akan menerimanya, dan jika aku didoakan, aku akan mengabulkannya.” Katanya, dan di bab tentang kekuasaan Ali Dan Aisyah dan Al - Mughirah, putra Syu'bah dan Salman, dan Ma'awiya, putra Haida dan hamba Yang Maha Pemurah, putra Alakma. Abu 'Isa berkata, "Ini adalah Hadis yang baik dan benar ."
18
Jami at-Tirmidzi # 15/1339
Umm Salamah (RA)
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ الْهَمْدَانِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أُمِّ سَلَمَةَ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِنَّكُمْ تَخْتَصِمُونَ إِلَىَّ وَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ وَلَعَلَّ بَعْضَكُمْ أَنْ يَكُونَ أَلْحَنَ بِحُجَّتِهِ مِنْ بَعْضٍ فَإِنْ قَضَيْتُ لأَحَدٍ مِنْكُمْ بِشَيْءٍ مِنْ حَقِّ أَخِيهِ فَإِنَّمَا أَقْطَعُ لَهُ قِطْعَةً مِنَ النَّارِ فَلاَ يَأْخُذْ مِنْهُ شَيْئًا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَعَائِشَةَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أُمِّ سَلَمَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Harun, putra Ishaq al - Hamadani, berbicara kepada kami tentang Hisyam, putra Urwah, tentang ayahnya, tentang Zainab, putri Umm Salamah, tentang Umm Salamah. Nabi saw bersabda: Dia telah menusuk argumennya dari beberapa dari kalian. Jika aku menilai salah satu dari kalian sesuatu dari kebenaran saudaranya, maka aku akan memotong sepotong api untuknya, jadi dia tidak akan mengambil apa pun darinya ."Dia berkata di pintu tentang ayahku, Hurayrah dan 'Aisyah. Ayah Yesus berkata, "Hadis ibu Salamah adalah hadis yang baik yang benar ."
19
Jami at-Tirmidzi # 15/1340
Alqamah bin Wa'il (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ جَاءَ رَجُلٌ مِنْ حَضْرَمَوْتَ وَرَجُلٌ مِنْ كِنْدَةَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ الْحَضْرَمِيُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ هَذَا غَلَبَنِي عَلَى أَرْضٍ لِي ‏.‏ فَقَالَ الْكِنْدِيُّ هِيَ أَرْضِي وَفِي يَدِي لَيْسَ لَهُ فِيهَا حَقٌّ ‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم لِلْحَضْرَمِيِّ ‏"‏ أَلَكَ بَيِّنَةٌ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ لاَ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ فَلَكَ يَمِينُهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الرَّجُلَ فَاجِرٌ لاَ يُبَالِي عَلَى مَا حَلَفَ عَلَيْهِ وَلَيْسَ يَتَوَرَّعُ مِنْ شَيْءٍ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ لَيْسَ لَكَ مِنْهُ إِلاَّ ذَلِكَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ فَانْطَلَقَ الرَّجُلُ لِيَحْلِفَ لَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَمَّا أَدْبَرَ ‏"‏ لَئِنْ حَلَفَ عَلَى مَالِكَ لِيَأْكُلَهُ ظُلْمًا لَيَلْقَيَنَّ اللَّهَ وَهُوَ عَنْهُ مُعْرِضٌ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عُمَرَ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَالأَشْعَثِ بْنِ قَيْسٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Abu Al-Ahwas meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Samak bin Harb, atas wewenang Alqamah bin Wa’il bin Hajar, atas wewenang ayahnya, ia berkata: Seorang lelaki datang dari Hadhramaut dan seorang lelaki dari Kinda pergi menemui Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Hadhrami berkata, Ya Rasulullah, orang ini telah mengalahkanku di tanah milikku. Demikian kata Al-Kindi Tanahku ada di tanganku, di mana tidak ada hak.Nabi (saw) berkata kepada Hadhrami, "Apakah kamu tidak punya bukti ?" Dia bilang tidak.Dia berkata," Kemudian kepadamu adalah tangan kanannya ."Rasul Allah berkata, "Seorang pria adalah orang fasik yang tidak tahu berterima kasih yang tidak peduli dengan apa yang telah dia sumpah dan yang tidak berkomitmen pada apa pun ."Dia berkata," Kamu tidak memilikinya. “Kecuali itu.” Katanya, maka laki-laki itu pergi untuk bersumpah kepadanya, dan Rasulullah SAW bersabda ketika dia selesai, “Jika dia bersumpah atas hartamu, dia akan melahapnya secara tidak adil.” Dia akan bertemu Tuhan ketika Dia berpaling dari-Nya.” Beliau berkata, “Dan atas wewenang Umar, Ibnu Abbas, Abdullah Ibnu Amr, dan Al-Ash’ath Ibnu Qais.” Abu Issa berkata: Hadits Wael bin Hajr adalah hadits yang hasan dan shahih.
20
Jami at-Tirmidzi # 15/1341
Amr Ibn Shuayb
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، أَنْبَأَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، وَغَيْرُهُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ فِي خُطْبَتِهِ ‏
"‏ الْبَيِّنَةُ عَلَى الْمُدَّعِي وَالْيَمِينُ عَلَى الْمُدَّعَى عَلَيْهِ ‏"‏ ‏.‏ هَذَا حَدِيثٌ فِي إِسْنَادِهِ مَقَالٌ ‏.‏ وَمُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْعَرْزَمِيُّ يُضَعَّفُ فِي الْحَدِيثِ مِنْ قِبَلِ حِفْظِهِ ضَعَّفَهُ ابْنُ الْمُبَارَكِ وَغَيْرُهُ ‏.‏
Ali bin Hajar menceritakan kepada kami, Ali bin Mushar dan yang lain menceritakan kepada kami, atas otoritas Muhammad bin Ubaid Allah, atas otoritas Amr bin Shuaib, atas otoritas ayahnya, atas otoritas kakeknya, Nabi Muhammad SAW, dalam khotbahnya bersabda: “Pembuktiannya ada pada penggugat dan sumpah ada pada tergugat.” Ini adalah hadis di dalamnya Rantai penularannya dibuat-buat. Muhammad bin Ubayd Allah al-Arzmi lemah dalam hadits karena hafalannya. Hal ini dianggap lemah oleh Ibn al-Mubarak dan lain-lain.
21
Jami at-Tirmidzi # 15/1342
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَهْلِ بْنِ عَسْكَرٍ الْبَغْدَادِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا نَافِعُ بْنُ عُمَرَ الْجُمَحِيُّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَضَى أَنَّ الْيَمِينَ عَلَى الْمُدَّعَى عَلَيْهِ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ أَنَّ الْبَيِّنَةَ عَلَى الْمُدَّعِي وَالْيَمِينَ عَلَى الْمُدَّعَى عَلَيْهِ ‏.‏
Muhammad ibn Sahl ibn Askar al-Baghdadi meriwayatkan kepada kami, Muhammad ibn Yusuf meriwayatkan kepada kami, Nafi’ ibn Omar al-Jumahi meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abdullah bin Abi Malika, atas wewenang Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW, memerintahkan bahwa sumpah ada pada terdakwa. Abu Issa mengatakan hadis ini Hassan Sahih. Adapun amalan tersebut menurut para ahli ilmu di kalangan sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam, dan lain-lain, yaitu pembuktian ada pada penggugat dan sumpah ada pada tergugat...
22
Jami at-Tirmidzi # 15/1343
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ حَدَّثَنِي رَبِيعَةُ بْنُ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِالْيَمِينِ مَعَ الشَّاهِدِ الْوَاحِدِ ‏.‏ قَالَ رَبِيعَةُ وَأَخْبَرَنِي ابْنٌ لِسَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ قَالَ وَجَدْنَا فِي كِتَابِ سَعْدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَضَى بِالْيَمِينِ مَعَ الشَّاهِدِ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَلِيٍّ وَجَابِرٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَسُرَّقَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَضَى بِالْيَمِينِ مَعَ الشَّاهِدِ الْوَاحِدِ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏
Yaqoub bin Ibrahim Al-Dawraqi menceritakan kepada kami, Abd al-Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami, Rabi’ah bin Abi Abd al-Rahman menceritakan kepadaku, atas wewenang Suhail bin Abu Shalih, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abu Hurairah, beliau bersabda: Rasulullah SAW, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, diadili dengan sumpah dengan satu orang saksi. Dia berkata: Rabia dan Ibnu Saad bin Ubadah memberitahuku, dia berkata: Kami menemukan dalam kitab Saad bahwa Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, membuat keputusan melalui sumpah dengan saksi. Dia berkata: Dan dalam bab tentang kekuasaan Ali, Jabir, Ibnu Abbas, dan pencurian. Abu Issa menuturkan hadits Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW telah bersumpah. Dengan satu saksi ada hadis yang baik dan yang aneh.
23
Jami at-Tirmidzi # 15/1344
Jabir (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ أَبَانَ، قَالاَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَابِرٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَضَى بِالْيَمِينِ مَعَ الشَّاهِدِ ‏.‏
Muhammad ibn Bashar dan Muhammad ibn Aban meriwayatkan kepada kami, dengan mengatakan: Abd al-Wahhab al-Thaqafi meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ja`far ibn Muhammad, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Jabir, bahwa Nabi Muhammad SAW, diadili dengan sumpah dan saksi.
24
Jami at-Tirmidzi # 15/1345
Ja'far bin Muhammad (RA)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَضَى بِالْيَمِينِ مَعَ الشَّاهِدِ الْوَاحِدِ ‏.‏ قَالَ وَقَضَى بِهَا عَلِيٌّ فِيكُمْ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا أَصَحُّ وَهَكَذَا رَوَى سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مُرْسَلاً ‏.‏ وَرَوَى عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ وَيَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَلِيٍّ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ رَأَوْا أَنَّ الْيَمِينَ مَعَ الشَّاهِدِ الْوَاحِدِ جَائِزٌ فِي الْحُقُوقِ وَالأَمْوَالِ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ وَقَالُوا لاَ يُقْضَى بِالْيَمِينِ مَعَ الشَّاهِدِ الْوَاحِدِ إِلاَّ فِي الْحُقُوقِ وَالأَمْوَالِ ‏.‏ وَلَمْ يَرَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَهْلِ الْكُوفَةِ وَغَيْرِهِمْ أَنْ يُقْضَى بِالْيَمِينِ مَعَ الشَّاهِدِ الْوَاحِدِ ‏.‏
Ali bin Hajar menceritakan kepada kami, Ismail bin Ja’far menceritakan kepada kami, Ja’far bin Muhammad menceritakan kepada kami, atas wewenang ayahnya, bahwa Nabi Muhammad SAW bersumpah dengan Saksi Yang Satu. Dia berkata, “Ali memutuskannya di antara kamu.” Abu Issa berkata, “Ini lebih tepat.” Dan demikianlah meriwayatkan Sufyan Al-Thawri berdasarkan riwayat Ja'far, putra Muhammad, atas nama ayahnya, atas nama Nabi, semoga Allah melimpahkan salam dan berkah kepadanya, sebagai utusan.'Abd al -' Aziz bin Abi Salamah dan Yahya bin Salim meriwayatkan hadis ini tentang Ja'far bin Muhammad bin Abi' Ali. Dan mengerjakan ini dengan beberapa orang ilmu pengetahuan dari para sahabat Nabi Muhammad SAW dan yang lainnya melihat bahwa bersumpah dengan satu saksi diperbolehkan dalam hal hak dan harta benda. Demikian pendapat Malik bin Anas dan Al-Syafi’i. Dan Ahmad dan Ishaq mengatakan bahwa pengambilan keputusan tidak dapat dilakukan dengan sumpah dengan satu orang saksi kecuali dalam hal hak dan harta benda. Beberapa tidak melihat Orang-orang yang berilmu dari masyarakat Kufah dan lain-lain wajib mengucapkan sumpah dengan satu orang saksi.
25
Jami at-Tirmidzi # 15/1346
Abdullah bin Umar (RA)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ مَنْ أَعْتَقَ نَصِيبًا - أَوْ قَالَ شِقْصًا أَوْ قَالَ شِرْكًا لَهُ فِي عَبْدٍ فَكَانَ لَهُ مِنَ الْمَالِ مَا يَبْلُغُ ثَمَنَهُ بِقِيمَةِ الْعَدْلِ فَهُوَ عَتِيقٌ وَإِلاَّ فَقَدْ عَتَقَ مِنْهُ مَا عَتَقَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَيُّوبُ وَرُبَّمَا قَالَ نَافِعٌ فِي هَذَا الْحَدِيثِ يَعْنِي فَقَدْ عَتَقَ مِنْهُ مَا عَتَقَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ عُمَرَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رَوَاهُ سَالِمٌ عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ ‏.‏
Ahmad bin Mani’ menceritakan kepada kami, Ismail bin Ibrahim menceritakan kepada kami, atas otoritas Ayyub, atas otoritas Nafi’, atas otoritas Ibnu Umar, atas otoritas Nabi, sallallahu ‘alaihi wasallam, yang bersabda: “Siapa yang Dia bebaskan suatu bagian – atau dia mengatakan suatu bagian, atau dia mengatakan bahwa dia berbagi suatu bagian dengan seorang budak, dan dia mempunyai uang yang setara dengan harganya dengan nilai wajar, maka dia dibebaskan. Jika tidak, dia akan melepaskan apa yang telah dibebaskan darinya.” Ayoub berkata, dan mungkin Nafi’ berkata dalam hadis ini, artinya, “Dia akan memerdekakan apa yang dimerdekakan.” kata Abu. Yesus, hadits Ibnu Umar, adalah hadits yang baik dan shahih, dan Salem meriwayatkannya atas wewenang ayahnya, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan serupa dengan itu.
26
Jami at-Tirmidzi # 15/1347
Salim (RA)
حَدَّثَنَا بِذَلِكَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلاَّلُ الْحُلْوَانِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ مَنْ أَعْتَقَ نَصِيبًا لَهُ فِي عَبْدٍ فَكَانَ لَهُ مِنَ الْمَالِ مَا يَبْلُغُ ثَمَنَهُ فَهُوَ عَتِيقٌ مِنْ مَالِهِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Al-Hasan bin Ali Al-Khalal Al-Halwani menceritakan kepada kami tentang hal itu, Abdul Razzaq menceritakan kepada kami, Muammar menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Salim, atas wewenang ayahnya, Atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Barang siapa yang memerdekakan sebagian dari hambanya dan mempunyai harta yang setara dengan harganya, maka dia telah membebaskan sebagian dari hartanya.” “Abu Issa berkata, ‘Ini adalah hadis shahih.’”
27
Jami at-Tirmidzi # 15/1348
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ، أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي عَرُوبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ النَّضْرِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ بَشِيرِ بْنِ نَهِيكٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ مَنْ أَعْتَقَ نَصِيبًا - أَوْ قَالَ شِقْصًا فِي مَمْلُوكٍ فَخَلاَصُهُ فِي مَالِهِ إِنْ كَانَ لَهُ مَالٌ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ قُوِّمَ قِيمَةَ عَدْلٍ ثُمَّ يُسْتَسْعَى فِي نَصِيبِ الَّذِي لَمْ يُعْتِقْ غَيْرَ مَشْقُوقٍ عَلَيْهِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو ‏.‏
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي عَرُوبَةَ، نَحْوَهُ وَقَالَ ‏"‏ شَقِيصًا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَهَكَذَا رَوَى أَبَانُ بْنُ يَزِيدَ، عَنْ قَتَادَةَ، مِثْلَ رِوَايَةِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي عَرُوبَةَ ‏.‏ وَرَوَى شُعْبَةُ، هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ قَتَادَةَ، وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ أَمْرَ السِّعَايَةِ ‏.‏ وَاخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي السِّعَايَةِ فَرَأَى بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ السِّعَايَةَ فِي هَذَا ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَأَهْلِ الْكُوفَةِ وَبِهِ يَقُولُ إِسْحَاقُ ‏.‏ وَقَدْ قَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ إِذَا كَانَ الْعَبْدُ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ فَأَعْتَقَ أَحَدُهُمَا نَصِيبَهُ فَإِنْ كَانَ لَهُ مَالٌ غَرِمَ نَصِيبَ صَاحِبِهِ وَعَتَقَ الْعَبْدَ مِنْ مَالِهِ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ عَتَقَ مِنَ الْعَبْدِ مَا عَتَقَ وَلاَ يُسْتَسْعَى ‏.‏ وَقَالُوا بِمَا رُوِيَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَهَذَا قَوْلُ أَهْلِ الْمَدِينَةِ وَبِهِ يَقُولُ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ ‏.‏
Ali bin Khashram menceritakan kepada kami, Issa bin Yunus menceritakan kepada kami, atas otoritas Saeed bin Abi Orouba, atas otoritas Qatada, atas otoritas Al-Nadr bin Anas, atas otoritas Bashir bin Terlarang, atas otoritas Abu Hurairah, Rasulullah SAW, bersabda: “Barangsiapa yang membebaskan suatu bagian – atau dia mengatakan bagian dalam suatu perbudakan, maka keselamatannya ada pada hartanya, jika itu Ia mempunyai harta, dan jika ia tidak mempunyai harta, dinilai nilai wajarnya, maka bagian orang yang tidak dibebaskan itu diselesaikan tanpa ada pembayaran apa pun. Katanya, dan di bagian Tentang wewenang Abdullah bin Amr. Muhammad bin Bashar meriwayatkan kepada kami, Yahya bin Saeed meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Saeed bin Abi Arouba, serupa dengan dia, dan dia berkata “ Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang hasan dan shahih. Maka Aban bin Yazid meriwayatkan berdasarkan otoritas Qatada, mirip dengan narasi Sa'id. Ibnu Abi Arouba. Syu'bah meriwayatkan hadits ini berdasarkan otoritas Qatada, tetapi dia tidak menyebutkan soal lari. Para ahli berselisih pendapat tentang lari. Ada yang melihatnya Para ahli ilmu berselisih mengenai hal ini. Demikian pendapat Sufyan al-Thawri dan penduduk Kufah, demikian pula pendapat Ishaq. Beberapa orang yang berilmu: Jika seorang hamba berada di antara dua orang laki-laki dan salah satu dari keduanya membebaskan bagiannya, maka jika ia mempunyai harta, maka ia akan mendenda bagian pemiliknya dan membebaskan budak tersebut dari kekayaannya, meskipun ia Dia tidak mempunyai harta apapun yang dibebaskan dari seorang budak yang telah dibebaskan dan tidak dapat ditebus. Dan mereka berkata, sesuai dengan apa yang diriwayatkan dari Ibnu Umar pada wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Dan inilah ucapan penduduk Madinah, dan inilah yang diucapkan oleh Malik bin Anas, Al-Syafi’i dan Ahmad.
28
Jami at-Tirmidzi # 15/1349
Samurah (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنْ سَعِيدٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ سَمُرَةَ، أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ الْعُمْرَى جَائِزَةٌ لأَهْلِهَا أَوْ مِيرَاثٌ لأَهْلِهَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ وَجَابِرٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَعَائِشَةَ وَابْنِ الزُّبَيْرِ وَمُعَاوِيَةَ ‏.‏
Muhammad bin Al-Muthanna menceritakan kepada kami, Ibnu Abi Adi menceritakan kepada kami, atas otoritas Saeed, atas otoritas Qatada, atas otoritas Al-Hasan, atas otoritas Samurah, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Umri dibolehkan bagi keluarganya atau warisan bagi keluarganya.” Katanya, dan atas wewenang Zayd bin Tsabit, Jabir, Abu Hurairah, dan Aisha. Dan Ibnu Al-Zubayr dan Muawiyah
29
Jami at-Tirmidzi # 15/1350
Jabir (RA)
حَدَّثَنَا الأَنْصَارِيُّ، حَدَّثَنَا مَعْنٌ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ جَابِرٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ أَيُّمَا رَجُلٍ أُعْمِرَ عُمْرَى لَهُ وَلِعَقِبِهِ فَإِنَّهَا لِلَّذِي يُعْطَاهَا لاَ تَرْجِعُ إِلَى الَّذِي أَعْطَاهَا لأَنَّهُ أَعْطَى عَطَاءً وَقَعَتْ فِيهِ الْمَوَارِيثُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَهَكَذَا رَوَى مَعْمَرٌ وَغَيْرُ وَاحِدٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ مِثْلَ رِوَايَةِ مَالِكٍ ‏.‏ وَرَوَى بَعْضُهُمْ عَنِ الزُّهْرِيِّ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ ‏"‏ وَلِعَقِبِهِ ‏"‏ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ قَالُوا إِذَا قَالَ هِيَ لَكَ حَيَاتَكَ وَلِعَقِبِكَ ‏.‏ فَإِنَّهَا لِمَنْ أُعْمِرَهَا لاَ تَرْجِعُ إِلَى الأَوَّلِ ‏.‏ وَإِذَا لَمْ يَقُلْ لِعَقِبِكَ فَهِيَ رَاجِعَةٌ إِلَى الأَوَّلِ إِذَا مَاتَ الْمُعْمَرُ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ وَالشَّافِعِيِّ ‏.‏ وَرُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ الْعُمْرَى جَائِزَةٌ لأَهْلِهَا ‏"‏ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ قَالُوا إِذَا مَاتَ الْمُعْمَرُ فَهِيَ لِوَرَثَتِهِ وَإِنْ لَمْ تُجْعَلْ لِعَقِبِهِ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ ‏.‏
Al-Anshari meriwayatkan kepada kami, Ma'an meriwayatkan kepada kami, Malik meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ibnu Shihab, atas wewenang Abu Salamah, atas wewenang Jabir, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Siapapun manusia yang kuberikan nyawaku kepadanya dan keturunannya, maka itu milik orang yang memberi, dan tidak kembali kepada orang yang memberi, karena dia yang memberi, dan itu sesuai dengan itu. “Warisan.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang hasan dan shahih.” Maka Ma’mar dan lebih dari satu orang meriwayatkan berdasarkan riwayat Al-Zuhri, misalnya riwayat Malik. Beberapa dari mereka meriwayatkan berdasarkan otoritas al-Zuhri, namun dia tidak menyebutkan “dan akibat yang ditimbulkannya”. Dan hal ini diamalkan menurut sebagian orang yang berilmu. Mereka berkata, Jika dia berkata, “Itu milikmu.” Hidupmu dan keturunanmu. Itu milik orang yang menciptakannya. Itu tidak akan kembali ke awal. Dan jika dia tidak mengucapkan “Untuk keturunanmu”, maka hal itu akan kembali ke yang pertama ketika dia meninggal. Al-Mu'mar. Demikian pendapat Malik bin Anas dan Al-Syafi’i. Hal itu diriwayatkan melalui lebih dari satu sumber atas wewenang Nabi Muhammad SAW yang bersabda, “Umrah diperbolehkan.” “Untuk masyarakatnya.” Dan hal ini diamalkan menurut sebagian orang yang berilmu. Mereka berkata, “Jika seseorang yang berumur panjang meninggal, maka itu menjadi milik ahli warisnya, meskipun itu tidak dijadikan untuk keturunannya.” Demikian ucapan Sufyan Al-Thawri, Ahmad, dan Ishaq.
30
Jami at-Tirmidzi # 15/1351
Jabir (RA)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ الْعُمْرَى جَائِزَةٌ لأَهْلِهَا وَالرُّقْبَى جَائِزَةٌ لأَهْلِهَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏ وَقَدْ رَوَاهُ بَعْضُهُمْ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ بِهَذَا الإِسْنَادِ عَنْ جَابِرٍ مَوْقُوفًا وَلَمْ يَرْفَعْهُ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ أَنَّ الرُّقْبَى جَائِزَةٌ مِثْلَ الْعُمْرَى ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ ‏.‏ وَفَرَّقَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَهْلِ الْكُوفَةِ وَغَيْرِهِمْ بَيْنَ الْعُمْرَى وَالرُّقْبَى فَأَجَازُوا الْعُمْرَى وَلَمْ يُجِيزُوا الرُّقْبَى ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَتَفْسِيرُ الرُّقْبَى أَنْ يَقُولَ هَذَا الشَّىْءُ لَكَ مَا عِشْتَ فَإِنْ مِتَّ قَبْلِي فَهِيَ رَاجِعَةٌ إِلَىَّ ‏.‏ وَقَالَ أَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ الرُّقْبَى مِثْلُ الْعُمْرَى وَهِيَ لِمَنْ أُعْطِيَهَا وَلاَ تَرْجِعُ إِلَى الأَوَّلِ ‏.‏
Ahmad bin Mani` menceritakan kepada kami, Husyaim menceritakan kepada kami, atas wewenang Dawud bin Abi Hind, atas wewenang Abu al-Zubayr, atas wewenang Jabir, beliau bersabda: Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda. Al-Umri dibolehkan bagi umatnya, dan Al-Raqi dibolehkan bagi umatnya.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis hasan.” Beberapa dari mereka meriwayatkannya atas wewenang ayahku Al-Zubayr memiliki rantai narasi ini berdasarkan otoritas Jabir, dan dia tidak meriwayatkannya. Hal ini dilakukan menurut sebagian orang yang berilmu di kalangan sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Dan ada pula yang mengatakan bahwa ruqabi itu boleh, seperti halnya umrah. Inilah pandangan Ahmad dan Ishaq. Sebagian ulama berbeda pendapat dengan kalangan masyarakat Kufah dan yang lainnya, antara Al-Umri dan Al-Ruqi, sehingga mereka membolehkan Al-Umri namun tidak mengizinkan Al-Ruqi. Abu Issa berkata, dan tafsir Al-Ruqi adalah dia mengatakan demikian. Benda itu milikmu selama kamu hidup, dan jika kamu mati sebelum aku, benda itu akan kembali kepadaku. Ahmad dan Ishaq Al-Ruqi berkata, ibarat seorang wanita tua, dan itu akan menjadi milik orang yang aku berikan. Dan jangan kembali ke awal...
31
Jami at-Tirmidzi # 15/1352
Katsir bin Amr bin Awf al-Muzani (RA)
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلاَّلُ، حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ، حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ الْمُزَنِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ الصُّلْحُ جَائِزٌ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ إِلاَّ صُلْحًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا وَالْمُسْلِمُونَ عَلَى شُرُوطِهِمْ إِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Al-Hasan bin Ali Al-Khallal meriwayatkan kepada kami, Abu Amir Al-Aqdi meriwayatkan kepada kami, Katsir bin Abdullah bin Amr bin Awf Al-Muzani meriwayatkan kepada kami, atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya, bersabda bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Perdamaian dibolehkan di antara umat Islam, kecuali perdamaian yang mengharamkan apa yang boleh dan membolehkan.” haram, dan kaum muslimin mentaati syarat-syaratnya, kecuali syarat yang mengharamkan apa yang boleh atau yang menghalalkan yang haram.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih.
32
Jami at-Tirmidzi # 15/1353
al-A'raj (RA)
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَخْزُومِيُّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِذَا اسْتَأْذَنَ أَحَدَكُمْ جَارُهُ أَنْ يَغْرِزَ خَشَبَةً فِي جِدَارِهِ فَلاَ يَمْنَعْهُ ‏"‏ ‏.‏ فَلَمَّا حَدَّثَ أَبُو هُرَيْرَةَ طَأْطَئُوا رُءُوسَهُمْ فَقَالَ مَا لِي أَرَاكُمْ عَنْهَا مُعْرِضِينَ وَاللَّهِ لأَرْمِيَنَّ بِهَا بَيْنَ أَكْتَافِكُمْ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَمُجَمِّعِ بْنِ جَارِيَةَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَبِهِ يَقُولُ الشَّافِعِيُّ ‏.‏ وَرُوِيَ عَنْ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْهُمْ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ قَالُوا لَهُ أَنْ يَمْنَعَ جَارَهُ أَنْ يَضَعَ خَشَبَهُ فِي جِدَارِهِ ‏.‏ وَالْقَوْلُ الأَوَّلُ أَصَحُّ ‏.‏
Saeed bin Abdul Rahman Al Makhzoumi menceritakan kepada kami, Sufyan bin Uyaynah menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Al-Araj, atas wewenang Abu Hurairah, dia berkata, aku mendengarnya. Dia mengatakan bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda, “Jika salah satu dari kalian meminta izin kepada tetangganya untuk menanam balok di temboknya, janganlah dia menghalanginya.” Ketika Abu Hurairah meriwayatkan, mereka menundukkan kepala, dan dia berkata, "Mengapa saya harus melihat Anda berpaling darinya? Demi Allah, saya akan melemparkannya ke pundak Anda." Beliau bersabda, “Dan dalam bab tentang kewibawaan Ibnu Abbas dan Mujma’ bin Jariyah, Abu Issa berkata: Hadits Abu Hurairah adalah hadits yang baik dan shahih. Dan hendaknya hal ini ditindaklanjuti ketika Beberapa orang yang berilmu, dan inilah yang dikatakan Al-Syafi’i. Diriwayatkan dari sebagian ulama, termasuk Malik bin Anas, bahwa mereka menyuruhnya untuk mencegah tetangganya agar tidak meletakkan kayunya di temboknya. Pepatah pertama lebih tepat.
33
Jami at-Tirmidzi # 15/1354
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، وَأَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، - الْمَعْنَى وَاحِدٌ - قَالاَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ الْيَمِينُ عَلَى مَا يُصَدِّقُكَ بِهِ صَاحِبُكَ ‏"‏ ‏.‏ وَقَالَ قُتَيْبَةُ ‏"‏ عَلَى مَا صَدَّقَكَ عَلَيْهِ صَاحِبُكَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ هُشَيْمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ ‏.‏ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي صَالِحٍ هُوَ أَخُو سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَبِهِ يَقُولُ أَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ ‏.‏ وَرُوِيَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ النَّخَعِيِّ أَنَّهُ قَالَ إِذَا كَانَ الْمُسْتَحْلِفُ ظَالِمًا فَالنِّيَّةُ نِيَّةُ الْحَالِفِ وَإِذَا كَانَ الْمُسْتَحْلِفُ مَظْلُومًا فَالنِّيَّةُ نِيَّةُ الَّذِي اسْتَحْلَفَ ‏.‏
Qutaibah dan Ahmad bin Mani’ menceritakan kepada kami – maksudnya sama – mereka berkata bahwa Husyaym menceritakan kepada kami, atas wewenang Abdullah bin Abi Saleh, atas wewenang ayahnya, atas wewenang ayahku Hurairah, Rasulullah SAW, bersabda, “Sumpah itu didasarkan pada apa yang ditegaskan oleh temanmu kepadamu.” Dan Qutayba berkata, “Tentang apa yang dia tegaskan kepadamu.” “Temanmu.” Abu Issa berkata, "Ini adalah hadits yang baik, yang aneh. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Husyaym dari Abdullah bin Abi Saleh. Dan Abdul Allah bin Abi Salih adalah saudara Suhail bin Abi Salih. Ini diamalkan menurut sebagian ahli ilmu, dan Ahmad dan Ishaq mengatakan demikian. Diriwayatkan Dari hadis Ibrahim Al-Nakha’i beliau bersabda: Jika yang mengucapkan sumpah itu zalim, maka niatnya adalah niat orang yang bersumpah, dan jika yang mengucapkan sumpah itu zalim, maka niatnya. Niat orang yang mengambil sumpah...
34
Jami at-Tirmidzi # 15/1355
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنِ الْمُثَنَّى بْنِ سَعِيدٍ الضُّبَعِيِّ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ بَشِيرِ بْنِ نَهِيكٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ اجْعَلُوا الطَّرِيقَ سَبْعَةَ أَذْرُعٍ ‏"‏ ‏.‏
Abu Kuraib meriwayatkan kepada kami, Waki’ meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-Muthanna bin Saeed Al-Dhabi’i, atas wewenang Qatada, atas wewenang Bashir bin Nahik, atas wewenang Abu Hurairah, katanya, katanya Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian “Buatlah jalan itu panjangnya tujuh hasta.”
35
Jami at-Tirmidzi # 15/1356
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا الْمُثَنَّى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ بُشَيْرِ بْنِ كَعْبٍ الْعَدَوِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِذَا تَشَاجَرْتُمْ فِي الطَّرِيقِ فَاجْعَلُوهُ سَبْعَةَ أَذْرُعٍ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ وَكِيعٍ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ بُشَيْرِ بْنِ كَعْبٍ الْعَدَوِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَرَوَى بَعْضُهُمْ هَذَا عَنْ قَتَادَةَ عَنْ بَشِيرِ بْنِ نَهِيكٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏.‏ وَهُوَ غَيْرُ مَحْفُوظٍ ‏.‏
Muhammad bin Bashar meriwayatkan kepada kami, Yahya bin Saeed meriwayatkan kepada kami, Al-Muthanna bin Saeed meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Qatada, atas wewenang Bashir bin Ka’b Al-Adawi, atas wewenang Abu Hurairah, Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda, “Jika kalian bertengkar di jalan, buatlah panjangnya tujuh hasta.” kata Abu Issa. Ini lebih benar dari hadis Waki’. Katanya, dan atas wewenang Ibnu Abbas. Abu Issa mengatakan, hadits Bashir bin Ka’b al-Adawi pada riwayat Abu Hurairah merupakan hadits yang hasan dan shahih. Sebagian dari mereka meriwayatkan hal ini berdasarkan wewenang Qatada, berdasarkan wewenang Bashir bin Nahik, dan berdasarkan wewenang Abu Hurairah. Itu tidak dilestarikan.
36
Jami at-Tirmidzi # 15/1357
Abu Maimunah (RA)
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ زِيَادِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ هِلاَلِ بْنِ أَبِي مَيْمُونَةَ الثَّعْلَبِيِّ، عَنْ أَبِي مَيْمُونَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم خَيَّرَ غُلاَمًا بَيْنَ أَبِيهِ وَأُمِّهِ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَجَدِّ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جَعْفَرٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَأَبُو مَيْمُونَةَ اسْمُهُ سُلَيْمٌ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ قَالُوا يُخَيَّرُ الْغُلاَمُ بَيْنَ أَبَوَيْهِ إِذَا وَقَعَتْ بَيْنَهُمَا الْمُنَازَعَةُ فِي الْوَلَدِ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ وَقَالاَ مَا كَانَ الْوَلَدُ صَغِيرًا فَالأُمُّ أَحَقُّ فَإِذَا بَلَغَ الْغُلاَمُ سَبْعَ سِنِينَ خُيِّرَ بَيْنَ أَبَوَيْهِ ‏.‏ هِلاَلُ بْنُ أَبِي مَيْمُونَةَ هُوَ هِلاَلُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ أُسَامَةَ وَهُوَ مَدَنِيٌّ وَقَدْ رَوَى عَنْهُ يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ وَمَالِكُ بْنُ أَنَسٍ وَفُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ ‏.‏
Nasr bin Ali menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, atas wewenang Ziyad bin Saad, atas wewenang Hilal bin Abi Maymunah Al-Thaalabi, atas wewenang Abu Maymunah, atas wewenang Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan kepada seorang anak laki-laki pilihan antara ayah dan ibunya. Katanya, dan pada bab tentang kekuasaan Abdullah bin Amr, kakek Abdul Al-Hamid bin Jaafar. Abu Issa berkata: Hadits Abu Hurairah adalah hadits yang hasan dan shahih. Dan nama Abu Maimunah adalah Sulaim. Dan kerjakan ini. Menurut sebagian orang yang berilmu, di kalangan sahabat Nabi sallallahu alaihi wa sallam, dan sebagian lagi berkata: Anak laki-laki diberi pilihan di antara kedua orang tuanya jika jatuh di antara mereka. Perselisihan tentang anak. Demikianlah perkataan Ahmad dan Ishaq, mereka berkata, “Ketika anak masih kecil, hak ibu lebih besar. Jika anak mencapai usia tujuh tahun, itu lebih baik.” Antara orang tuanya. Hilal bin Abi Maimunah adalah Hilal bin Ali bin Usamah, dan beliau adalah warga sipil. Yahya bin Abi Katsir meriwayatkan darinya. Malik bin Anas dan Fulayh bin Sulaiman.
37
Jami at-Tirmidzi # 15/1358
Aisyah (RA)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ أَبِي زَائِدَةَ، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ عَمَّتِهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلْتُمْ مِنْ كَسْبِكُمْ وَإِنَّ أَوْلاَدَكُمْ مِنْ كَسْبِكُمْ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ جَابِرٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏ وَقَدْ رَوَى بَعْضُهُمْ هَذَا عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ أُمِّهِ عَنْ عَائِشَةَ ‏.‏ وَأَكْثَرُهُمْ قَالُوا عَنْ عَمَّتِهِ عَنْ عَائِشَةَ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ قَالُوا إِنَّ يَدَ الْوَالِدِ مَبْسُوطَةٌ فِي مَالِ وَلَدِهِ يَأْخُذُ مَا شَاءَ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لاَ يَأْخُذُ مِنْ مَالِهِ إِلاَّ عِنْدَ الْحَاجَةِ إِلَيْهِ ‏.‏
Ahmad bin Mani’ menceritakan kepada kami, Yahya bin Zakaria bin Abi Zaida menceritakan kepada kami, Al-A’mash menceritakan kepada kami, atas wewenang Amara bin Umair, atas wewenang bibi dari pihak ayah, atas wewenang Aisyah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya yang terbaik dari apa yang kamu makan adalah dari penghasilanmu, dan anak-anakmu berasal dari penghasilanmu.” Dia berkata, “Dan masuk Bab tentang kekuasaan Jabir dan Abdullah bin Amr. Abu Issa mengatakan ini adalah hadis hasan. Sebagian dari mereka meriwayatkan hal ini berdasarkan wewenang Amara bin Umair, atas wewenang ibunya, dan atas wewenang Aisyah. Kebanyakan dari mereka berkata, atas wewenang bibi dari pihak ayah, atas wewenang Aisyah. Hal ini ditindaklanjuti menurut sebagian ulama dari Sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam dan sebagian lainnya mengatakan bahwa tangan seorang ayah terbentang atas harta anaknya dan dia mengambil apapun yang diinginkannya. Ada pula yang mengatakan bahwa ia tidak mengambil dari hartanya sendiri kecuali pada saat dibutuhkan...
38
Jami at-Tirmidzi # 15/1359
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الْحَفَرِيُّ، عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ أَهْدَتْ بَعْضُ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم طَعَامًا فِي قَصْعَةٍ فَضَرَبَتْ عَائِشَةُ الْقَصْعَةَ بِيَدِهَا فَأَلْقَتْ مَا فِيهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ طَعَامٌ بِطَعَامٍ وَإِنَاءٌ بِإِنَاءٍ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Mahmoud bin Ghaylan meriwayatkan kepada kami, Abu Dawud Al-Hafari meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Sufyan Al-Thawri, atas wewenang Humaid, atas wewenang Anas, yang mengatakan: Beberapa istri Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, membawakan makanan dalam mangkuk untuk Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan Aisyah memukul mangkuk itu dengan tangannya dan membuang apa yang ada di dalamnya, dan dia berkata Nabi Muhammad SAW, “Makanan ganti makanan dan bejana ganti bejana.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih.
39
Jami at-Tirmidzi # 15/1360
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم اسْتَعَارَ قَصْعَةً فَضَاعَتْ فَضَمِنَهَا لَهُمْ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا حَدِيثٌ غَيْرُ مَحْفُوظٍ ‏.‏ وَإِنَّمَا أَرَادَ عِنْدِي سُوَيْدٌ الْحَدِيثَ الَّذِي رَوَاهُ الثَّوْرِيُّ وَحَدِيثُ الثَّوْرِيِّ أَصَحُّ ‏.‏ اسْمُ أَبِي دَاوُدَ عُمَرُ بْنُ سَعْدٍ ‏.‏
Ali bin Hajar menceritakan kepada kami, Suwayd bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, atas wewenang Humaid, atas wewenang Anas, bahwa Nabi Muhammad SAW meminjam mangkuk yang hilang, maka beliau membawanya ke mereka. Abu Issa berkata, dan hadits ini tidak disimpan. Sebaliknya, yang dimaksud Suwayd bagi saya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Al-Thawri. Hadits Al-Thawri lebih benar. Nama Abu Dawud adalah Omar bin Saad.
40
Jami at-Tirmidzi # 15/1361
Nafi' bin Umar (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَزِيرٍ الْوَاسِطِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ الأَزْرَقُ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ عُرِضْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي جَيْشٍ وَأَنَا ابْنُ أَرْبَعَ عَشْرَةَ فَلَمْ يَقْبَلْنِي فَعُرِضْتُ عَلَيْهِ مِنْ قَابِلٍ فِي جَيْشٍ وَأَنَا ابْنُ خَمْسَ عَشْرَةَ فَقَبِلَنِي ‏.‏ قَالَ نَافِعٌ وَحَدَّثْتُ بِهَذَا الْحَدِيثِ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَقَالَ هَذَا حَدُّ مَا بَيْنَ الصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ ‏.‏ ثُمَّ كَتَبَ أَنْ يُفْرَضَ لِمَنْ يَبْلُغُ الْخَمْسَ عَشْرَةَ ‏.‏
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَ هَذَا وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ أَنَّ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ كَتَبَ أَنَّ هَذَا حَدُّ مَا بَيْنَ الصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ ‏.‏ وَذَكَرَ ابْنُ عُيَيْنَةَ فِي حَدِيثِهِ ‏.‏ قَالَ نَافِعٌ فَحَدَّثْنَا بِهِ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَقَالَ هَذَا حَدُّ مَا بَيْنَ الذُّرِّيَّةِ وَالْمُقَاتِلَةِ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ وَبِهِ يَقُولُ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَابْنُ الْمُبَارَكِ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ يَرَوْنَ أَنَّ الْغُلاَمَ إِذَا اسْتَكْمَلَ خَمْسَ عَشْرَةَ سَنَةً فَحُكْمُهُ حُكْمُ الرِّجَالِ وَإِنِ احْتَلَمَ قَبْلَ خَمْسَ عَشْرَةَ فَحُكْمُهُ حُكْمُ الرِّجَالِ ‏.‏ وَقَالَ أَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ الْبُلُوغُ ثَلاَثَةُ مَنَازِلَ بُلُوغُ خَمْسَ عَشْرَةَ أَوْ الاِحْتِلاَمُ فَإِنْ لَمْ يُعْرَفْ سِنُّهُ وَلاَ احْتِلاَمُهُ فَالإِنْبَاتُ يَعْنِي الْعَانَةَ ‏.‏
Muhammad ibn Wazir al-Wasiti meriwayatkan kepada kami, Ishaq ibn Yusuf al-Azraq meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Sufyan, atas wewenang Ubayd Allah ibn Umar, atas wewenang Nafi', atas wewenang Ibnu Omar, dia berkata, Aku ditawari kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, di tentara ketika aku berumur empat belas tahun, tapi dia tidak menerimaku, jadi aku ditawarkan kepadanya oleh seseorang yang menerimanya. tentara, dan saya berumur lima belas tahun, jadi dia menerima saya. Nafi’ berkata: Aku meriwayatkan hadits ini kepada Umar bin Abdul Aziz, dan dia berkata, “Ini adalah azab di antara anak-anak muda.” Dan yang besar. Kemudian ada tertulis bahwa wajib dikenakan kepada siapa saja yang telah mencapai umur lima belas tahun. Ibnu Abi Umar menceritakan kepada kami, Sufyan bin Uyaynah menceritakan kepada kami, atas wewenang Ubayd Allah bin Umar atas wewenang Nafi’, atas wewenang Ibnu Umar, atas wewenang Rasulullah SAW, kira-kira seperti ini, namun di dalamnya tidak disebutkan bahwa Umar bin Abdul Aziz menulis bahwa ini adalah batas antara kecil dan besar. Ibnu Uyaynah menyebutkannya dalam hadisnya. Nafi’ berkata, lalu Omar bin Abdul Aziz menceritakan hal itu kepada kami. Beliau bersabda, “Inilah batas antara keturunan dan pejuang.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadits yang baik dan shahih. Yang diamalkan menurut Ahli Ilmu adalah apa yang dikatakan Sufyan Al-Thawri, Ibnu Al-Mubarak, Al-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq, dan mereka berpendapat bahwa ketika seorang anak laki-laki mencapai usia lima belas tahun, Maka hukumnya adalah laki-laki, dan jika dia mengalami mimpi basah sebelum lima belas hari, maka hukumnya adalah laki-laki. Ahmad dan Ishaq mengatakan, pubertas adalah tiga tahap pubertas. Limabelas atau terjadinya mimpi basah. Jika tidak diketahui umur atau terjadinya mimpi basah, maka pubertas artinya pubertas.
41
Jami at-Tirmidzi # 15/1362
Bara (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الأَشَجُّ، حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ، عَنْ أَشْعَثَ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ، عَنِ الْبَرَاءِ، قَالَ مَرَّ بِي خَالِي أَبُو بُرْدَةَ بْنُ نِيَارٍ وَمَعَهُ لِوَاءٌ فَقُلْتُ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ بَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِلَى رَجُلٍ تَزَوَّجَ امْرَأَةَ أَبِيهِ أَنْ آتِيَهُ بِرَأْسِهِ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ قُرَّةَ الْمُزَنِيِّ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ الْبَرَاءِ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏ وَقَدْ رَوَى مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ عَنِ الْبَرَاءِ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ أَشْعَثَ عَنْ عَدِيٍّ عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْبَرَاءِ عَنْ أَبِيهِ وَرُوِيَ عَنْ أَشْعَثَ عَنْ عَدِيٍّ عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْبَرَاءِ عَنْ خَالِهِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏
Abu Sa`id al-Ashjaj meriwayatkan kepada kami, Hafs bin Ghayath meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Asy`ath, atas wewenang Adi bin Tsabit, atas wewenang al-Baraa', beliau berkata, “Pamanku Abu Burdah melewatiku.” Ibnu Nayyar dan bersamanya adalah seorang jenderal. Saya berkata, “Mau kemana?” Dia berkata, “Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengutus saya kepada seorang pria yang telah menikahi istri ayahnya, untuk membawakan kepalanya.” Katanya, dan dalam bab tentang otoritas Qurrah al-Muzani. Abu Issa mengatakan hadits Al-Baraa merupakan hadits yang baik sekaligus ganjil. Muhammad bin Ishaq meriwayatkan ini Hadits tersebut diriwayatkan atas wewenang Uday bin Tsabit, atas wewenang Abdullah bin Yazid, atas wewenang Al-Bara’. Hadits ini diriwayatkan dari Asy’ath, dari Uday, dari Yazid bin Al-Baraa. Atas wewenang ayahnya, dan diriwayatkan atas wewenang Asy'ath, atas wewenang Adi, atas wewenang Yazid bin Al-Baraa, atas wewenang pamannya, atas wewenang Nabi Muhammad SAW.
42
Jami at-Tirmidzi # 15/1363
Abdullah ibn Az-Zubayr (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ، أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ حَدَّثَهُ أَنَّ رَجُلاً مِنَ الأَنْصَارِ خَاصَمَ الزُّبَيْرَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي شِرَاجِ الْحَرَّةِ الَّتِي يَسْقُونَ بِهَا النَّخْلَ فَقَالَ الأَنْصَارِيُّ سَرِّحِ الْمَاءَ يَمُرُّ ‏.‏ فَأَبَى عَلَيْهِ فَاخْتَصَمُوا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لِلزُّبَيْرِ ‏"‏ اسْقِ يَا زُبَيْرُ ثُمَّ أَرْسِلِ الْمَاءَ إِلَى جَارِكَ ‏"‏ ‏.‏ فَغَضِبَ الأَنْصَارِيُّ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْ كَانَ ابْنَ عَمَّتِكَ فَتَلَوَّنَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ قَالَ ‏"‏ يَا زُبَيْرُ اسْقِ ثُمَّ احْبِسِ الْمَاءَ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى الْجَدْرِ ‏"‏ ‏.‏ فَقَالَ الزُّبَيْرُ وَاللَّهِ إِنِّي لأَحْسِبُ نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ فِي ذَلِكَ ‏:‏ ‏(‏فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ‏)‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَرَوَى شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنِ الزُّبَيْرِ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ ‏.‏ وَرَوَاهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ عَنِ اللَّيْثِ وَيُونُسَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ نَحْوَ الْحَدِيثِ الأَوَّلِ ‏.‏
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Al-Layth meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ibnu Shihab, atas wewenang Urwa, bahwa dia meriwayatkan kepadanya bahwa Abdullah bin Al-Zubayr meriwayatkan kepadanya bahwa ada seorang laki-laki dari kaum Ansar yang berselisih dengan Al-Zubayr di hadapan Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, atas pohon-pohon di tanah bebas yang dengannya mereka mengairi pohon-pohon palem. Orang Ansari itu berkata, “Biarkan dia pergi.” Airnya mengalir, namun dia menolaknya, sehingga mereka berselisih dengan Rasulullah SAW, dan Rasulullah SAW berkata kepada Zubair, “Air, wahai Zubair, kirimkanlah air itu.” “Kepada tetanggamu.” Kemudian orang Ansari itu marah dan berkata, “Wahai Rasulullah, seandainya dia adalah sepupumu.” Kemudian wajah Rasulullah SAW berubah warna. Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Lalu beliau bersabda, “Wahai Zubair, siramlah, lalu tahan airnya sampai kembali ke tembok.” Lalu Zubair berkata, Demi Allah, saya kira hal ini diturunkan. Ayat dalam hal ini adalah: (Tetapi tidak, demi Tuhanmu, mereka tidak akan beriman sampai mereka menjadikanmu hakim dalam perselisihan di antara mereka.) Abu Issa mengatakan ini adalah hadis yang baik dan shahih. Shuaib bin Abi Hamzah meriwayatkan dari riwayat Al-Zuhri, dari riwayat Urwa bin Al-Zubayr, dari riwayat Al-Zubayr, namun beliau tidak menyebutkannya dari riwayat Abdullah bin Al-Zubayr. Diriwayatkan oleh Abdullah bin Wahb atas wewenang Al-Layth dan Yunus atas wewenang Al-Zuhri atas wewenang Urwa atas wewenang Abdullah bin Al-Zubayr, serupa dengan hadis pertama.
43
Jami at-Tirmidzi # 15/1364
Imran bin Husain (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ، أَنَّ رَجُلاً، مِنَ الأَنْصَارِ أَعْتَقَ سِتَّةَ أَعْبُدٍ لَهُ عِنْدَ مَوْتِهِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ غَيْرُهُمْ فَبَلغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ لَهُ قَوْلاً شَدِيدًا ثُمَّ دَعَاهُمْ فَجَزَّأَهُمْ ثُمَّ أَقْرَعَ بَيْنَهُمْ فَأَعْتَقَ اثْنَيْنِ وَأَرَقَّ أَرْبَعَةً ‏.‏ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ وَهُوَ قَوْلُ مَالِكٍ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ يَرَوْنَ اسْتِعْمَالَ الْقُرْعَةِ فِي هَذَا وَفِي غَيْرِهِ ‏.‏ وَأَمَّا بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَهْلِ الْكُوفَةِ وَغَيْرِهِمْ فَلَمْ يَرَوُا الْقُرْعَةَ وَقَالُوا يُعْتَقُ مِنْ كُلِّ عَبْدٍ الثُّلُثُ وَيُسْتَسْعَى فِي ثُلُثَىْ قِيمَتِهِ ‏.‏ وَأَبُو الْمُهَلَّبِ اسْمُهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَمْرٍو الْجَرْمِيُّ وَهُوَ غَيْرُ أَبِي قِلاَبَةَ وَيُقَالُ مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو ‏.‏ وَأَبُو قِلاَبَةَ الْجَرْمِيُّ اسْمُهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ ‏.‏
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Hammad bin Zaid meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ayyub, atas wewenang Abu Qilaba, atas wewenang Abu Al-Muhallab, atas wewenang Imran bin Husain, bahwa seorang laki-laki, kaum Ansar membebaskan enam orang hambanya setelah kematiannya, dan dia tidak mempunyai harta selain mereka. Hal ini sampai kepada Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia mengatakan sesuatu kepadanya. Kemudian dia memanggil mereka dan membagikannya, lalu dia membuang undi di antara mereka dan membebaskan dua orang dan memperbudak empat orang. Diriwayatkan lebih dari satu cara berdasarkan wewenang Imran bin Husain. Katanya, dan atas wewenang Abu Hurairah. Abu Issa berkata: Hadits Imran bin Husain adalah hadits yang baik dan shahih. Dan kerjakan ini. Pada Sebagian orang yang berilmu di kalangan sahabat Nabi SAW, dan sebagian lagi, dan ini adalah pandangan Malik, Al-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq, melihat kegunaan lot. Dalam hal ini dan dalam hal lainnya. Adapun sebagian orang yang berilmu dari masyarakat Kufah dan lainnya, mereka tidak melihat undian tersebut dan mengatakan bahwa dia akan terbebas dari segala hal. Abdul-Rahman bin Amr Al-Jurmi, dan dia bukanlah Abu Qilabah. Namanya Muawiyah bin Amr, dan nama Abu Qalabah Al-Jarmi adalah Abdullah bin Zaid.
44
Jami at-Tirmidzi # 15/1365
From Samurah
حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ مُكْرَمٍ الْعَمِّيُّ الْبَصْرِيُّ، وَغَيْرُ، وَاحِدٍ، قَالُوا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ الْبُرْسَانِيُّ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، وَعَاصِمٍ الأَحْوَلِ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ سَمُرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ مَنْ مَلَكَ ذَا رَحِمٍ مَحْرَمٍ فَهُوَ حُرٌّ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَلاَ نَعْلَمُ أَحَدًا ذَكَرَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ عَاصِمًا الأَحْوَلَ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ غَيْرَ مُحَمَّدِ بْنِ بَكْرٍ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ ‏.‏ - وَقَدْ رُوِيَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ مَنْ مَلَكَ ذَا رَحِمٍ مَحْرَمٍ فَهُوَ حُرٌّ ‏"‏ ‏.‏ رَوَاهُ ضَمْرَةُ بْنُ رَبِيعَةَ عَنِ الثَّوْرِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَلَمْ يُتَابَعْ ضَمْرَةُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ وَهُوَ حَدِيثٌ خَطَأٌ عِنْدَ أَهْلِ الْحَدِيثِ ‏.‏
Uqba bin Makram Al-Ammi Al-Basri, dan lebih dari satu orang, meriwayatkan kepada kami. Mereka berkata, Muhammad bin Bakr Al-Barsani meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Hammad bin Salamah, atas wewenang Qatada, dan Asim Al-Ahwal, atas wewenang Al-Hasan, atas wewenang Samurah, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, yang bersabda: “Barangsiapa memiliki kerabat mahram, maka ia bebas.” Abu Issa berkata, “Kami tidak mengetahui siapa pun yang menyebutkan dalam hadits Asim ini yang lebih mengetahui tentang kekuasaan Hammad bin Salamah selain Muhammad bin Bakr. Dan mengerjakannya.” Hadits tersebut menurut sebagian ahli ilmu. - Diriwayatkan dari Ibnu Umar, dari Nabi Muhammad SAW, yang bersabda: “Barangsiapa memiliki kerabat mahram, dialah yang Hur. Berdasarkan hadis tersebut, maka hadis tersebut salah menurut para ahli hadis.
45
Jami at-Tirmidzi # 15/1366
Rafi Bin Khadij
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا شَرِيكُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ النَّخَعِيُّ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ مَنْ زَرَعَ فِي أَرْضِ قَوْمٍ بِغَيْرِ إِذْنِهِمْ فَلَيْسَ لَهُ مِنَ الزَّرْعِ شَيْءٌ وَلَهُ نَفَقَتُهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ أَبِي إِسْحَاقَ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ شَرِيكِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ ‏.‏ وَسَأَلْتُ مُحَمَّدَ بْنَ إِسْمَاعِيلَ عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ فَقَالَ هُوَ حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏ وَقَالَ لاَ أَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ أَبِي إِسْحَاقَ إِلاَّ مِنْ رِوَايَةِ شَرِيكٍ ‏.‏
قَالَ مُحَمَّدٌ حَدَّثَنَا مَعْقِلُ بْنُ مَالِكٍ الْبَصْرِيُّ، حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ الأَصَمِّ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ ‏.‏
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Syarik bin Abdullah Al-Nakha’i meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abu Ishaq, atas wewenang Ata’, atas wewenang Rafi’ bin Khadij, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa menanam di tanah suatu kaum tanpa izinnya, maka ia tidak memperoleh apa pun dari hasil panennya dan ia berhak menafkahinya.” Abu Issa mengatakan ini adalah hadis yang baik. Aneh dan kita tidak mengetahuinya dari hadis Abu Ishaq kecuali dari sudut pandang hadis Syarik bin Abdullah. Dan hadis ini patut ditindaklanjuti ketika sebagian orang yang berilmu mengatakan ini adalah pandangan Ahmad dan Ishaq. Saya bertanya kepada Muhammad bin Ismail tentang hadis ini dan dia menjawab itu adalah hadis hasan. Dan dia bilang tidak Saya mengetahuinya dari hadis Abu Ishaq, kecuali dari riwayat Syarik. Muhammad berkata: Maqil bin Malik Al-Basri meriwayatkan kepada kami, Uqba bin Al-Asam meriwayatkan kepada kami, Atas wewenang Ata’, atas wewenang Rafi’ bin Khadij, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, dan yang serupa.
46
Jami at-Tirmidzi # 15/1367
An-Nu'man ibn Bashir (RA)
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ، وَسَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَخْزُومِيُّ الْمَعْنَى الْوَاحِدُ، قَالاَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، وَعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ، يُحَدِّثَانِ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ، أَنَّ أَبَاهُ، نَحَلَ ابْنًا لَهُ غُلاَمًا فَأَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يُشْهِدُهُ فَقَالَ ‏"‏ أَكُلَّ وَلَدِكَ نَحَلْتَهُ مِثْلَ مَا نَحَلْتَ هَذَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ لاَ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ فَارْدُدْهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ يَسْتَحِبُّونَ التَّسْوِيَةَ بَيْنَ الْوَلَدِ حَتَّى قَالَ بَعْضُهُمْ يُسَوِّي بَيْنَ وَلَدِهِ حَتَّى فِي الْقُبْلَةِ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُهُمْ يُسَوِّي بَيْنَ وَلَدِهِ فِي النُّحْلِ وَالْعَطِيَّةِ الذَّكَرُ وَالأُنْثَى سَوَاءٌ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُهُمُ التَّسْوِيَةُ بَيْنَ الْوَلَدِ أَنْ يُعْطَى الذَّكَرُ مِثْلَ حَظِّ الأُنْثَيَيْنِ مِثْلَ قِسْمَةِ الْمِيرَاثِ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ ‏.‏
Nasr bin Ali dan Saeed bin Abd al-Rahman al-Makhzoumi menceritakan kepada kami, dengan maksud yang sama. Mereka berkata: Sufyan menceritakan kepada kami, berdasarkan riwayat al-Zuhri, berdasarkan riwayat Humaid bin Abd al-Rahman, dan berdasarkan riwayat Muhammad bin al-Nu`man bin Bashir, mereka meriwayatkan berdasarkan riwayat al-Nu`man bin Bashir, bahwa bapaknya mempunyai seorang anak laki-laki sebagai anaknya. Kemudian dia mendatangi Nabi Muhammad SAW untuk memberikan kesaksian. Katanya, “Anakmu memakan madunya sama seperti kamu membuat madu ini.” Dia berkata, “Tidak.” Dia berkata, “Kalau begitu kembalikan.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang hasan dan shahih, dan diriwayatkan melalui lebih dari satu riwayat dari al-Nu’man bin Bashir. Hal ini ditindaklanjuti menurut beberapa ilmuwan Mereka menghendaki kesetaraan di antara anak-anak, sampai-sampai ada di antara mereka yang mengatakan: Hendaknya dia memperlakukan anak-anaknya secara setara, bahkan ke arah kiblat. Dan sebagian dari mereka berkata: Hendaknya dia memperlakukan anak-anaknya secara adil dalam arah shalat. Karunia laki-laki dan perempuan adalah setara. Demikian pendapat Sufyan Al-Thawri. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa kesetaraan antara anak-anak adalah Laki-laki diberi bagian dua perempuan, seperti bagian warisan. Demikianlah ucapan Ahmad dan Ishaq.
47
Jami at-Tirmidzi # 15/1368
Samurah (RA)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنْ سَعِيدٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ سَمُرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ جَارُ الدَّارِ أَحَقُّ بِالدَّارِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنِ الشَّرِيدِ وَأَبِي رَافِعٍ وَأَنَسٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ سَمُرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَرَوَى عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مِثْلَهُ ‏.‏ وَرُوِيَ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ سَمُرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَالصَّحِيحُ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَدِيثُ الْحَسَنِ عَنْ سَمُرَةَ وَلاَ نَعْرِفُ حَدِيثَ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ عِيسَى بْنِ يُونُسَ ‏.‏ وَحَدِيثُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الطَّائِفِيِّ عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيدِ عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي هَذَا الْبَابِ هُوَ حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏ وَرَوَى إِبْرَاهِيمُ بْنُ مَيْسَرَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيدِ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ قَالَ سَمِعْتُ مُحَمَّدًا يَقُولُ كِلاَ الْحَدِيثَيْنِ عِنْدِي صَحِيحٌ ‏.‏
Ali bin Hajar menceritakan kepada kami, Ismail bin Ulayya menceritakan kepada kami, atas wewenang Sa`id, atas wewenang Qatada, atas wewenang Al-Hasan, atas wewenang Samurah, Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: “Tetangga rumah lebih berhak atas rumah itu.” Katanya, dan pada bab tentang kewibawaan al-Sharid, Abu Rafi’ dan Anas. Abu Issa mengatakan hadits Samurah adalah hadits Hassan Sahih. Isa bin Yunus meriwayatkan atas wewenang Sa`id bin Abi Arouba, atas wewenang Qatada, atas wewenang Anas, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Kisah serupa diriwayatkan pada otoritas Saeed, pada otoritas Qatada, pada otoritas Al-Hasan, pada otoritas Samurah, pada otoritas Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Yang shahih menurut ahli ilmu adalah hadis Al-Hasan otoritas Samurah, bukan Kita mengetahui hadits Qatada dari Anas kecuali dari hadits Isa bin Yunus, dan hadits Abdullah bin Abdul Rahman Al-Taifi dari Amr bin Al-Sharid Dari bapaknya, dari Nabi Muhammad SAW, pada bagian ini adalah hadis yang baik. Dan Ibrahim bin Maysarah meriwayatkan atas wewenang Amr bin Al-Sharid, atas wewenang Abu Rafi' atas wewenang Nabi Muhammad SAW. Dia berkata, “Saya mendengar Muhammad berkata, bagi saya, kedua hadis tersebut shahih.”
48
Jami at-Tirmidzi # 15/1369
Jabir (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْوَاسِطِيُّ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ الْجَارُ أَحَقُّ بِشُفْعَتِهِ يُنْتَظَرُ بِهِ وَإِنْ كَانَ غَائِبًا إِذَا كَانَ طَرِيقُهُمَا وَاحِدًا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَلاَ نَعْلَمُ أَحَدًا رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ غَيْرَ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرٍ ‏.‏ وَقَدْ تَكَلَّمَ شُعْبَةُ فِي عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ مِنْ أَجْلِ هَذَا الْحَدِيثِ وَعَبْدُ الْمَلِكِ هُوَ ثِقَةٌ مَأْمُونٌ عِنْدَ أَهْلِ الْحَدِيثِ لاَ نَعْلَمُ أَحَدًا تَكَلَّمَ فِيهِ غَيْرَ شُعْبَةَ مِنْ أَجْلِ هَذَا الْحَدِيثِ ‏.‏ وَقَدْ رَوَى وَكِيعٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ هَذَا الْحَدِيثَ ‏.‏ وَرُوِيَ عَنِ ابْنِ الْمُبَارَكِ عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ قَالَ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ مِيزَانٌ ‏.‏ يَعْنِي فِي الْعِلْمِ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ الرَّجُلَ أَحَقُّ بِشُفْعَتِهِ وَإِنْ كَانَ غَائِبًا فَإِذَا قَدِمَ فَلَهُ الشُّفْعَةُ وَإِنْ تَطَاوَلَ ذَلِكَ ‏.‏
Qutaibah menceritakan kepada kami, Khaled bin Abdullah Al-Wasiti menceritakan kepada kami, atas wewenang Abdul-Malik bin Abi Suleiman, atas wewenang Ata', atas wewenang Jabir, katanya, katanya Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, "Tetangga lebih layak mendapat syafaatnya. Dia bisa diharapkan meskipun dia tidak hadir, jika jalan mereka sama." kata Abu Issa. Ini adalah hadits yang baik dan aneh, dan kami tidak mengetahui siapa pun yang meriwayatkan hadits ini kecuali Abd al-Malik bin Abi Suleiman, dari Ata', dari Jabir. Syu'bah berbicara tentang Abd al-Malik ibn Abi Suleiman demi hadits ini, dan Abd al-Malik adalah orang yang dapat dipercaya dan dipercaya menurut ahli hadits. Kami tahu Tidak ada seorang pun yang membicarakannya selain Syu`bah karena hadis ini. Waki` meriwayatkan ini dari otoritas Syu`bah, dari otoritas Abd al-Malik bin Abi Sulaiman. Hadits: Diriwayatkan dari Ibnu al-Mubarak, dari Sufyan al-Thawri, yang mengatakan: Abd al-Malik bin Abi Suleiman adalah keseimbangan, makna dalam ilmu. Dan bekerja Berdasarkan hadis ini, menurut para ahli ilmu, laki-laki lebih berhak mendapat keutamaan, meskipun ia tidak hadir. Jika dia hadir, dia berhak melakukan pre-emption, meski memakan waktu lama.
49
Jami at-Tirmidzi # 15/1370
Jabir bin Abdullah (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ إِذَا وَقَعَتِ الْحُدُودُ وَصُرِّفَتِ الطُّرُقُ فَلاَ شُفْعَةَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَقَدْ رَوَاهُ بَعْضُهُمْ مُرْسَلاً عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مِنْهُمْ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَعُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ وَبِهِ يَقُولُ بَعْضُ فُقَهَاءِ التَّابِعِينَ مِثْلُ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَغَيْرِهِ وَهُوَ قَوْلُ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مِنْهُمْ يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الأَنْصَارِيُّ وَرَبِيعَةُ بْنُ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَمَالِكُ بْنُ أَنَسٍ وَبِهِ يَقُولُ الشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ لاَ يَرَوْنَ الشُّفْعَةَ إِلاَّ لِلْخَلِيطِ وَلاَ يَرَوْنَ لِلْجَارِ شُفْعَةً إِذَا لَمْ يَكُنْ خَلِيطًا ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمُ الشُّفْعَةُ لِلْجَارِ ‏.‏ وَاحْتَجُّوا بِالْحَدِيثِ الْمَرْفُوعِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ جَارُ الدَّارِ أَحَقُّ بِالدَّارِ ‏"‏ ‏.‏ وَقَالَ ‏"‏ الْجَارُ أَحَقُّ بِسَقَبِهِ ‏"‏ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ الثَّوْرِيِّ وَابْنِ الْمُبَارَكِ وَأَهْلِ الْكُوفَةِ ‏.‏
Abdul bin Humaid menceritakan kepada kami, Abdul Razzaq menceritakan kepada kami, Muammar menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Abu Salamah bin Abdul Rahman, atas wewenang Jabir bin Abdullah, Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda, “Ketika perbatasan ditetapkan dan jalan-jalan dibersihkan, maka tidak ada tindakan pendahuluan.” Abu Issa mengatakan hal ini. Sebuah hadits yang baik dan shahih. Ada pula yang meriwayatkan dari Abu Salamah, dari Nabi Muhammad SAW. Hal ini ditindaklanjuti menurut sebagian orang yang berilmu. Di antara para sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, adalah Umar bin al-Khattab dan Utsman bin Affan, dan beberapa ahli hukum Tabi'in mengatakan tentang dia, seperti Umar bin Abdul Aziz dan lain-lainnya, dan demikianlah yang dikatakan oleh penduduk Madinah, antara lain Yahya bin Saeed Al-Ansari dan Rabia bin Abi Abdul Rahman. Dan Malik bin Anas juga mengatakan bahwa Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq tidak melihat adanya keutamaan kecuali pihak campuran, dan mereka tidak melihat tetangga mempunyai keutamaan jika tidak ada. Campur aduk. Ada yang berilmu di antara para sahabat Nabi, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan yang lain mengatakan bahwa keutamaan adalah untuk tetangga. Mereka menggunakan hadits yang diriwayatkan dari Nabi SAW sebagai bukti. Beliau bersabda, “Tetangga rumah lebih berhak atas rumah tersebut.” Dan dia berkata, “Tetangga lebih berhak atas hartanya.” Demikianlah perkataan Al-Thawri. Ibnu Al-Mubarak dan masyarakat Kufah.
50
Jami at-Tirmidzi # 15/1371
Ibnu Abbas (RA)
حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ عِيسَى، حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، عَنْ أَبِي حَمْزَةَ السُّكَّرِيِّ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ الشَّرِيكُ شَفِيعٌ وَالشُّفْعَةُ فِي كُلِّ شَيْءٍ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لاَ نَعْرِفُهُ مِثْلَ هَذَا إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ أَبِي حَمْزَةَ السُّكَّرِيِّ ‏.‏ وَقَدْ رَوَى غَيْرُ وَاحِدٍ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مُرْسَلاً وَهَذَا أَصَحُّ ‏.‏
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ بِمَعْنَاهُ وَلَيْسَ فِيهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَهَكَذَا رَوَى غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ مِثْلَ هَذَا لَيْسَ فِيهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَهَذَا أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ أَبِي حَمْزَةَ ‏.‏ وَأَبُو حَمْزَةَ ثِقَةٌ يُمْكِنُ أَنْ يَكُونَ الْخَطَأُ مِنْ غَيْرِ أَبِي حَمْزَةَ ‏.‏
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ رُفَيْعٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَ حَدِيثِ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَيَّاشٍ ‏.‏ وَقَالَ أَكْثَرُ أَهْلِ الْعِلْمِ إِنَّمَا تَكُونُ الشُّفْعَةُ فِي الدُّورِ وَالأَرَضِينَ وَلَمْ يَرَوُا الشُّفْعَةَ فِي كُلِّ شَيْءٍ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ الشُّفْعَةُ فِي كُلِّ شَيْءٍ ‏.‏ وَالْقَوْلُ الأَوَّلُ أَصَحُّ ‏.‏
Yusuf bin Issa menceritakan kepada kami, Al-Fadl bin Musa menceritakan kepada kami, atas wewenang Abu Hamzah al-Sukkari, atas wewenang Abd al-Aziz bin Rafi’, atas wewenang Ibnu Abi Mulaika, Atas wewenang Ibnu Abbas, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Sekutu adalah pemberi syafaat dan pemberi syafaat dalam segala hal.” Abu Issa berkata: Hadits ini tidak Kita mengetahuinya seperti ini kecuali dari hadis Abu Hamzah al-Sukkari. Lebih dari satu orang yang meriwayatkan hadits ini atas wewenang Abd al-Aziz bin Rafi’ atas wewenang Ibnu Abi Mulaika, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, sebagai mursal, dan ini lebih benar. Hanad meriwayatkan kepada kami, Abu Bakar bin Ayyash meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abdul Aziz. Ibnu Rafi’, atas wewenang Ibnu Abi Mulaika, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, semoga Allah merahmatinya dan mengaruniainya damai sejahtera, serupa maknanya tetapi tidak dalamnya, atas wewenang Ibnu Abbas, sehingga lebih dari satu orang meriwayatkan atas wewenang Abd Al-Aziz bin Rafi’ seperti ini, tidak ada riwayat atas wewenang Ibnu Abbas, dan ini lebih shahih dari hadis Abu Hamzah. Abu Hamzah adalah orang yang dapat dipercaya dan dapat dipertimbangkan Kesalahan itu datang dari orang lain selain Abu Hamzah. Hanad menceritakan kepada kami, Abu Al-Ahwas menceritakan kepada kami, atas wewenang Abdul Aziz bin Rafi’, atas wewenang Ibnu Abi Malika, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, serupa dengan hadis Abu Bakr bin Ayyash. Sebagian besar ahli mengatakan bahwa pre-emption hanya terjadi pada periode tersebut Dan keduanya mendarat, dan mereka tidak melihat adanya pre-emption dalam segala hal. Beberapa orang yang berilmu berkata bahwa ada keutamaan dalam segala hal. Pepatah pertama lebih tepat.