Misykatul Mashabih — Hadis #37569

Hadis #37569
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَنُّ وَعِنْدَهُ رَجُلَانِ أَحَدُهُمَا أَكْبَرُ مِنَ الْآخَرِ فَأُوحِيَ إِلَيْهِ فِي فَضْلِ السِّوَاكِ أَنْ كَبِّرْ أَعْطِ السِّوَاك أكبرهما. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Abu Huraira menceritakan tentang para muhajirin miskin yang datang menemui Rasulullah dan berkata, “Pemilik kekayaan yang besar telah memperoleh semua nilai tertinggi dan kebahagiaan abadi.” Ketika beliau bertanya apa maksudnya, mereka menjawab, “Mereka shalat seperti kami, mereka berpuasa seperti kami, mereka bersedekah tetapi kami tidak, dan mereka membebaskan budak tetapi kami tidak.” Maka Rasulullah bersabda, “Maukah aku mengajarimu sesuatu yang dengannya kamu bisa mengejar orang-orang yang telah mendahuluimu dan mendahului orang-orang yang datang setelahmu, hanya orang-orang yang berbuat seperti kamu yang lebih baik dari kamu?” Saat mereka menjawab, “Tentu saja, Rasulullah,” dia berkata, “Pujilah Tuhan, nyatakan kebesaran-Nya, dan pujilah Dia tiga puluh tiga kali setelah setiap salat.” Abu Salih berkata bahwa para muhajirin yang malang itu kembali kepada Rasulullah sambil berkata, “Saudara-saudara kami, para pemilik harta, telah mendengar apa yang telah kami lakukan, dan mereka juga melakukan hal yang sama,” lalu beliau menjawab, “Itulah karunia Allah, yang Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki.” (Al-Qur'an; 5:54; 57:21; 62:4.) (Bukhari dan Muslim) Apa yang disampaikan Abu Shalih diserahkan sampai akhir hanya oleh Muslim. Ada versi yang berbunyi, “Pujalah Tuhan sepuluh kali setelah setiap shalat, pujilah Dia sepuluh kali, dan nyatakan kebesaran-Nya sepuluh kali,” bukannya tiga puluh tiga kali yang diberikan oleh Bukhari.
Diriwayatkan oleh
Anas bin Malik (RA)
Sumber
Misykatul Mashabih # 3/388
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 3: Bab 3: Shalat
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait