Misykatul Mashabih — Hadis #48257

Hadis #48257
وَعَن عَمْرو بن عبسة قَالَ: قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَقَدِمْتُ الْمَدِينَةَ فَدَخَلْتُ عَلَيْهِ فَقُلْتُ: أَخْبِرْنِي عَنِ الصَّلَاةِ فَقَالَ: «صَلِّ صَلَاةَ الصُّبْحِ ثُمَّ أقصر عَن الصَّلَاة حَتَّى تَطْلُعُ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلَعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ ثُمَّ صَلِّ فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ مَحْضُورَةٌ حَتَّى يَسْتَقِلَّ الظِّلُّ بِالرُّمْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلَاةِ فَإِنَّ حِينَئِذٍ تُسْجَرُ جَهَنَّمُ فَإِذَا أَقْبَلَ الْفَيْءُ فَصَلِّ فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ مَحْضُورَةٌ حَتَّى تُصَلِّيَ الْعَصْرَ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلَاةِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَإِنَّهَا تَغْرُبُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يسْجد لَهَا الْكفَّار» قَالَ فَقلت يَا نَبِيَّ اللَّهِ فَالْوُضُوءُ حَدِّثْنِي عَنْهُ قَالَ: «مَا مِنْكُم رجل يقرب وضوءه فيتمضمض ويستنشق فينتثر إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا وَجْهِهِ وَفِيهِ وَخَيَاشِيمِهِ ثُمَّ إِذَا غَسَلَ وَجْهَهُ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا وَجْهِهِ مِنْ أَطْرَافِ لِحْيَتِهِ مَعَ الْمَاءِ ثُمَّ يَغْسِلُ يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا يَدَيْهِ مِنْ أَنَامِلِهِ مَعَ الْمَاءِ ثُمَّ يَمْسَحُ رَأْسَهُ إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا رَأْسِهِ مِنْ أَطْرَافِ شَعْرِهِ مَعَ الْمَاءِ ثُمَّ يَغْسِلُ قَدَمَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ إِلَّا خَرَّتْ خَطَايَا رِجْلَيِهِ مِنْ أَنَامِلِهِ مَعَ الْمَاءِ فَإِنْ هُوَ قَامَ فَصَلَّى فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَمَجَّدَهُ بِالَّذِي هُوَ لَهُ أَهْلٌ وَفَرَّغَ قَلْبَهُ لِلَّهِ إِلَّا انْصَرَفَ مِنْ خَطِيئَتِهِ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ» . رَوَاهُ مُسلم
Dari wewenang Amr bin Absa, dia berkata: Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, datang ke Madinah, dan aku datang ke Madinah dan masuk ke dia dan berkata: Ceritakan padaku tentang doa, dan dia berkata: “Doalah.” Subuh, lalu diperpendeklah shalatnya hingga terbitnya matahari, karena bila terbit ia terbit di antara kedua tanduk. Setan, dan kemudian orang-orang kafir akan bersujud kepadanya. Kemudian berdoalah, karena doa itu disaksikan dan dihadirkan hingga bayangannya tertuntun oleh tombak. Lalu berhentilah berdoa. Sebab pada saat itu Neraka akan hangus, dan ketika hujan datang maka shalatlah, maka shalat itu akan disaksikan dan dihadiri sampai kamu shalat zuhur, maka Persingkatlah shalat sampai matahari terbenam, karena matahari terbenam di antara tanduk setan, dan pada saat itulah orang-orang kafir akan sujud padanya. Katanya, maka aku berkata, Wahai Nabi Allah, lalu berwudhu. Dia bercerita padaku tentang dia. Beliau bersabda: “Tidak ada seorangpun di antara kamu yang berwudhu, berkumur, menghirupnya, lalu meniupnya, kecuali dosa-dosanya akan tertumpah pada wajahnya, pada mulutnya, dan pada lubang hidungnya. Wajahnya seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, kecuali dosa-dosa wajahnya rontok dari tepi janggutnya bersama air. Kemudian dia membasuh tangannya sampai ke siku, kecuali sampai terjatuh. Dosa-dosa tangannya terhapuskan bersama air dari ujung jarinya, lalu dia membasuh kepalanya. Dosa-dosa kepalanya jatuh dari ujung rambutnya bersama air, lalu dia mandi Kakinya sampai mata kaki sampai dosa-dosa kakinya jatuh dari ujung jarinya ke dalam air. Jika dia berdiri dan berdoa, dia bersyukur kepada Tuhan, memuji-Nya, dan memuliakan-Nya. “Demi orang yang berkeluarga dan telah mengosongkan hatinya karena Allah, maka dia akan berpaling dari dosanya seperti penampakannya pada hari ibunya melahirkannya.” Diriwayatkan oleh Muslim
Diriwayatkan oleh
Amr bin 'Abasa (RA)
Sumber
Misykatul Mashabih # 4/1042
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 4: Bab 4
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait