Misykatul Mashabih — Hadis #48353

Hadis #48353
وَعَنْ أَنَسٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكِبَ فَرَسًا فَصُرِعَ عَنْهُ فَجُحِشَ شِقُّهُ الْأَيْمَنُ فَصَلَّى صَلَاةً مِنَ الصَّلَوَاتِ وَهُوَ قَاعِدٌ فَصَلَّيْنَا وَرَاءَهُ قُعُودًا فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ: «إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا صَلَّى قَائِما فصلوا قيَاما فَإِذا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَإِذَا رَفَعَ فَارْفَعُوا وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا رَبنَا وَلَك الْحَمد وَإِذا صلى قَائِما فصلوا قيَاما وَإِذَا صَلَّى جَالِسًا فَصَلُّوا جُلُوسًا أَجْمَعُونَ» قَالَ الْحُمَيْدِيُّ: قَوْلُهُ: «إِذَا صَلَّى جَالِسًا فَصَلُّوا جُلُوسًا» هُوَ فِي مَرَضِهِ الْقَدِيمِ ثُمَّ صَلَّى بَعْدَ ذَلِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسًا وَالنَّاسُ خَلْفَهُ قِيَامٌ لَمْ يَأْمُرْهُمْ بِالْقُعُودِ وَإِنَّمَا يُؤْخَذُ بِالْآخِرِ فَالْآخِرِ مِنْ فِعْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. هَذَا لَفْظُ الْبُخَارِيِّ. وَاتَّفَقَ مُسْلِمٌ إِلَى أَجْمَعُونَ. وَزَادَ فِي رِوَايَةٍ: «فَلَا تختلفوا عَلَيْهِ وَإِذا سجد فاسجدوا»
Dari Anas: Rasulullah SAW sedang menunggang kuda dan kuda itu terjatuh dari sisi kanannya, maka ia mengerjakan salah satu salat sambil duduk. Maka kami shalat di belakangnya sambil duduk, dan ketika dia keluar, dia berkata: “Imam hanya ditunjuk untuk diikuti, jadi ketika dia shalat berdiri, mereka shalat berdiri, begitu pula ketika dia berlutut.” Maka sujudlah, dan ketika dia bangun, maka bangkitlah, dan ketika dia berkata, “Allah mendengar orang-orang yang memuji Dia,” maka katakanlah, “Ya Tuhan kami, dan bagi-Mulah segala puji.” Dan jika dia shalat sambil berdiri, maka shalatnya sambil berdiri, dan jika dia shalat sambil duduk, maka shalatnya. Semua duduk.” Al-Humaydi berkata: Pepatahnya: “Jika dia shalat sambil duduk, shalat sambil duduk” adalah pada masa sakitnya yang lama, kemudian dia shalat setelah itu. Nabi Muhammad SAW sedang duduk sementara orang-orang berdiri di belakangnya. Dia tidak memerintahkan mereka untuk duduk, melainkan yang terakhir yang diperhitungkan. Yang terakhir adalah dari amalan Nabi Muhammad SAW. Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Ini adalah kata-kata Bukhari. Muslim setuju dengan mereka semua. Beliau menambahkan dalam sebuah riwayat: “Maka janganlah kamu membeda-bedakan dia, dan jika Dia sujud, jadi sujud.”
Sumber
Misykatul Mashabih # 4/1139
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 4: Bab 4
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait