299 Hadis
01
Mishkatul Mashabih # 0/35
কা‘ব ইবনু আহবার (রহঃ)
قال: لو كان المار أمام الصلاة يعلم عقوبة جريمه لكان أن يغوص تحت الأرض خير له من أن يمر بين يدي المصلي. بدلاً من كلمة "أفضل" في وصف آخر ظهرت كلمة "سهل جدًا". (المالك) [1]
Katanya, jika orang yang lewat di depan salat mengetahui hukuman atas kejahatannya, maka dia menganggap lebih baik dia tenggelam di bawah tanah daripada lewat di depan orang yang salat. Di tempat 'lebih baik' di deskripsi lain, muncul kata 'terlalu mudah'. (Pemilik) [1]
02
Mishkatul Mashabih # 0/1000
‘আদী ইবনু সাবিত (রাঃ)
قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: العطاس، والنعاس، والتثاؤب، والحيض، والقيء، والرعاف في الصلاة من عمل الشيطان. (الترمذي) [1]
Beliau mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: Bersin, mengantuk, menguap, haid, muntah-muntah, dan mimisan di tengah-tengah shalat diatur oleh setan. (Tirmidzi) [1]
03
Mishkatul Mashabih # 0/1001
মুত্বর্রিফ ইবনু ‘আবদুল্লাহ ইবনু শিখখীর (রহঃ)
وَعَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللّهِ بْنِ الشِّخِّيرِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ وَهُوَ يُصَلِّىْ وَلِجَوْفِه أَزِيْزٌ كَأَزِيزِ الْمِرْجَلِ يَعْنِىْ: يَبْكِىْ\nوَعَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللّهِ بْنِ الشِّخِّيرِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ وَهُوَ يُصَلِّىْ وَلِجَوْفِه أَزِيْزٌ كَأَزِيزِ الْمِرْجَلِ يَعْنِىْ: يَبْكِىْ.\nوَفِي رِوَايَةٍ قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ يُصَلِّىْ وَفِىْ صَدْرِه أَزِيزٌ كَأَزِيزِ الرَّحَا مِنَ الْبُكَاءِ. رَوَاهُ أَحْمَدُ وَرَوَى النَّسَائِيُّ الرِّوَايَةَ الْأُولى وَأَبُو دَاوُدَ الثَّانِيَة
Dari hadis Mutarrif bin Abdullah bin Al-Shakheer, dari ayahnya, dia berkata: Aku datang kepada Rasulullah SAW, ketika dia sedang shalat, dan perutnya berdengung seperti dengungan kuali, artinya: Dia menangis Atas wewenang Mutarrif bin Abdullah bin Al-Shakheer, atas wewenang ayahnya, dia berkata: Aku datang kepada Nabi, damai dan berkah Allah besertanya, ketika dia berada berdoa, dan perutnya berdengung seperti dengung kuali. Artinya: menangis.\nDan dalam sebuah riwayat dia berkata: Aku melihat Nabi SAW sedang shalat dan ada dengungan di dadanya seperti gilingan batu karena menangis. Diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Nasa’i meriwayatkan narasi pertama, dan Abu Dawud meriwayatkan narasi kedua.
04
Mishkatul Mashabih # 0/1002
Abu Dzar Al-Ghifari (RA)
قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا قام أحدكم في الصلاة فلا يفرك بيديه الحجر. لأن الرحمة تسبقه. (أحمد، الترمذي، أبو داود، النسائي، ابن ماجه) [1]
Beliau bersabda, Rasulullah (Sallallahu Alayhi Wasallam) bersabda: Apabila salah seorang di antara kalian berdiri shalat, hendaknya ia tidak menggosok batu dengan tangannya. Karena belas kasihan datang di hadapannya. (Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Majah) [1]
05
Mishkatul Mashabih # 0/1003
Umm Salamah (RA)
قال: رأى النبي صلى الله عليه وسلم غلاما لنا يقال له أفلح ينفخ عندما يسجد. فقال (عليه السلام): يا أفلح! أنت غبار وجهك. (الترمذي) [1]
Beliau bersabda, Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) melihat seorang hamba kami bernama Aflah, yang meniup (untuk membersihkan tempat sujud) ketika dia pergi sujud. Dia (saw) berkata, Wahai Aflah! Kamu membersihkan wajahmu. (Tirmidzi) [1]
06
Mishkatul Mashabih # 0/1004
Abdullah bin Umar (RA)
قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: القيام في الصلاة مقيد اليدين راحة لأهل النار. (شرح السنة) [1]
Beliau bersabda, Rasulullah (Sallallahu Alaihi Wasallam) bersabda: Berdiri dengan tangan terikat di pinggang dalam shalat merupakan salah satu bentuk istirahat bagi penghuni Neraka. (Sharhus Sunnah) [1]
07
Mishkatul Mashabih # 0/1006
Aisyah (RA)
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللّهِ ﷺ يُصَلِّي تَطَوُّعًا وَالْبَابُ عَلَيْهِ مُغْلَقٌ فَجِئْتُ فَاسْتَفْتَحْتُ فَمَشى فَفَتَحَ لِي ثُمَّ رَجَعَ إِلى مُصَلَّاهُ وَذَكَرْتُ أَنَّ الْبَابَ كَانَ فِي الْقِبْلَةِ. رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُد وَالتِّرْمِذِيُّ وَرَوَى النَّسَائِيّ نَحْوَه
Atas wewenang Aisha radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, sedang berdoa dengan sukarela dan pintu ditutup untuknya. Saya datang dan membukanya dan dia berjalan dan membukanya untuk saya. Kemudian dia kembali ke tempat shalatnya, dan saya sebutkan bahwa pintunya menghadap kiblat. Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawood, dan Al-Tirmidzi, dan Al-Nasa’i meriwayatkan hal serupa.
08
Mishkatul Mashabih # 0/1007
ত্বালক বিন ‘আলী (রাঃ)
قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا تنفس أحدكم في الصلاة، فليرجع فليتوضأ، وليصل مرة أخرى. (أبو داود؛ كما أن الإمام الترمذي اختصر هذا الحديث وصفه قليلاً.) [1]
Beliau bersabda, Rasulullah (Sallallahu Alaihi Wasallam) bersabda: Jika salah seorang di antara kalian menghembuskan napas dalam diam saat shalat, maka hendaklah dia kembali berwudhu dan mengerjakan shalat lagi. (Abu Dawud; Imam Tirmidzi juga mereduksi narasi ini sedikit demi sedikit.) [1]
09
Mishkatul Mashabih # 0/1008
‘আয়িশাহ্ সিদ্দীক্বা (রাঃ)
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: إِذَا أَحْدَثَ أحَدُكُمْ فِي صَلَاتِه فَلْيَأْخُذْ بِأَنْفِه ثُمَّ لِيَنْصَرِفْ . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
Atas wewenang Aisha radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Nabi Muhammad SAW bersabda: Jika salah satu dari kalian mulai shalat, biarkan dia menutup hidungnya lalu pergi. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
10
Mishkatul Mashabih # 0/1009
Abdullah bin Umar (RA)
قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا وصل أحدكم إلى آخر مجلس، ثم توضأ قبل أن يرد السلام، فقد صحت صلاته. (الترمذي؛ قال: مصدر هذا الحديث ليس بالقوي، ورجاله من المحدثين يرون أن هناك خلطًا بين المصادر).[1]
Beliau bersabda, Rasulullah SAW bersabda: Apabila salah seorang di antara kalian mencapai waktu duduk terakhir, dan membatalkan wudhu sebelum membalas salam, maka shalatnya tetap sah. (Tirmidzi; Katanya, sumber hadis ini tidak kuat dan para ulama hadisnya meyakini adanya kerancuan antar sumber.) [1]
11
Mishkatul Mashabih # 0/1010
Abu Hurairah (RA)
قال: خرج النبي صلى الله عليه وسلم ليصلي. فلما كبر رجع صلى الله عليه وسلم وأشار إلى أصحابه فقال: "كونوا كما أنتم". ثم خرج (عليه السلام). أخذ حماما. ثم جاءت في هذه الحالة قطرات الماء تتساقط من شعره. وكان يصلي مع أصحابه. فلما قضى الصلاة استهدف (عليه السلام) أصحابه فقال: إني نجس. لقد نسيت الاستحمام. (أحمد) [1]
Katanya, Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) keluar untuk menunaikan shalat. Ketika dia memberikan takbir, dia (damai dan berkah Allah besertanya) berbalik dan memberi isyarat kepada para Sahabat dan berkata, “Tetaplah seperti dirimu.” Kemudian dia (SAW) keluar. Dia mandi. Lalu datanglah situasi ini, tetesan air berjatuhan dari rambutnya. Dia berdoa bersama teman-temannya. Kemudian ketika dia selesai shalat, dia (saw) Mengincar para sahabat, dia berkata, Saya najis. Saya lupa mandi. (Ahmad) [1]
12
Mishkatul Mashabih # 0/1011
Imam Malik (RA)
والحديث رواه الإمام مالك عطا بن يسار (رضي الله عنه) مرسلاً. [1]
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Malik 'Attah bin Yasar (RA) sebagai seorang Mursal. [1]
13
Mishkatul Mashabih # 0/1012
Jabir (RA)
وَعَنْ جَابِرِ قَالَ: كُنْتُ أُصَلِّي الظُّهْرَ مَعَ رَسُولِ اللّهِ ﷺ فَآخُذُ قَبْضَةً مِّنَ الْحَصى لِتَبْرُدَ فِىْ كَفِّىْ أَضَعُهَا لِجَبْهَتِي أَسْجُدُ عَلَيْهَا لِشِدَّةِ الْحَرِّ. رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَرَوَى النَّسَائِيّ نَحْوَه
Dari riwayat Jabir beliau berkata: Aku sedang shalat zuhur bersama Rasulullah SAW, dan aku mengambil segenggam kerikil untuk didinginkan di telapak tanganku dan meletakkannya di dahiku untuk sujud di atasnya. Karena panas yang luar biasa. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dan Al-Nasa’i meriwayatkan hal serupa.
14
Mishkatul Mashabih # 0/1013
Abu al-Darda' (RA)
وَعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ: قَامَ رَسُوْلُ اللّهِ ﷺ فَسَمِعْنَاهُ يَقُوْلُ: «أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْكَ» ثُمَّ قَالَ: «أَلْعَنُكَ بِلَعْنَةِ اللّهِ» ثَلَاثًا وَبَسَطَ يَدَه كَأَنَّه يَتَنَاوَلُ شَيْئًا فَلَمَّا فَرَغَ مِنَ الصَّلَاةِ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللّهِ قَدْ سَمِعْنَاكَ تَقُولُ فِي الصَّلَاةِ شَيْئًا لَمْ نَسْمَعْكَ تَقُولُه قَبْلَ ذلِكَ وَرَأَيْنَاكَ بَسَطْتَ يَدَكَ قَالَ: «إِنَّ عَدُوَّ اللّهِ إِبْلِيسَ جَاءَ بِشِهَابٍ مِنْ نَارٍ لِيَجْعَلَه فِي وَجْهِي فَقُلْتُ أَعُوذُ بِاللّهِ مِنْكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ. ثُمَّ قُلْتُ: أَلْعَنُكَ بِلَعْنَةِ اللّهِ التَّامَّةِ فَلَمْ يَسْتَأْخِرْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ أَرَدْتُ أَخْذَه وَاللّهِ لَوْلَا دَعْوَةُ أَخِينَا سُلَيْمَانَ لَأَصْبَحَ مُوثَقًا يَلْعَبُ بِه وِلْدَانُ أَهْلِ الْمَدِينَة». رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari hadis Abu Darda’, dia berkata: Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berdiri dan kami mendengar dia berkata: “Aku berlindung kepada Tuhan darimu,” lalu dia berkata: “Aku mengutukmu dengan laknat Tuhan” sebanyak tiga kali. Dia mengulurkan tangannya seolah-olah sedang memegang sesuatu, dan ketika dia selesai shalat, kami berkata, Wahai Rasulullah, kami mendengar Anda mengatakan sesuatu saat shalat yang tidak kami dengar. Anda mengatakannya sebelumnya, dan kami melihat Anda merentangkan tangan Anda. Beliau bersabda: “Sesungguhnya musuh Allah, yaitu setan, datang dengan membawa bintang jatuh untuk ditaruh di wajahku, maka aku berkata, aku berlindung kepada Allah.” Darimu tiga kali. Lalu aku berkata: Aku mengutukmu dengan laknat Allah seutuhnya. Dia tidak menundanya tiga kali. Lalu aku ingin mengajaknya, demi Tuhan, kalau bukan karena undangan. Saudara kita, Salomo, terikat untuk diajak bermain oleh anak-anak di kota itu.” Diriwayatkan oleh Muslim
15
Mishkatul Mashabih # 0/1014
Nafi' bin Umar (RA)
وَعَنْ نَافِعٍ قَالَ: إِنَّ عَبْدَ اللّهِ بْنَ عُمَرَ مَرَّ عَلى رَجُلٍ وَهُوَ يُصَلِّي فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَرَدَّ الرَّجُلُ كَلَامًا فَرَجَعَ إِلَيْهِ عَبْدُ اللّهِ بْنُ عُمَرَ فَقَالَ لَه: إِذَا سُلِّمَ عَلى أحَدِكُمْ وَهُوَ يُصَلِّي فَلَا يَتَكَلَّمْ وَلْيُشِرْ بِيَدِه. رَوَاهُ مَالك
Dari riwayat Nafi’ beliau berkata: Abdullah bin Omar melewati seorang laki-laki yang sedang salat, lalu ia memberi salam kepadanya. Pria itu menjawab, dan Abdullah bin Omar kembali kepadanya dan berkata kepadanya: Jika salah satu dari kalian memberi salam kepada salah satu dari kalian ketika dia sedang shalat, maka dia tidak boleh berbicara dan harus memberi isyarat dengan tangannya. Diriwayatkan oleh Malik
16
Mishkatul Mashabih # 0/1017
Ibnu Mas'ud (RA)
(قال) فصلى رسول الله صلى الله عليه وسلم الظهر في خمس ركعات. فقيل له: زادت الصلاة؟ فسأل (عليه السلام) ماذا حدث؟ فقال الصحابة تصلي خمسا فصلى ركعات. فسجد (عليه السلام) بعد السلام سجدتين. وفي مصدر آخر قوله صلى الله عليه وسلم: وأنا بشر. كما ترتكب الأخطاء، فأنا مخطئ أيضًا. إذا كنت مخطئًا، فسوف تذكرني. إذا شك أحدكم في الصلاة فليفكر في الصواب، وليتم الصلاة على الظن الصحيح. ثم يسلم ويسجد سجدتين. (البخاري، مسلم) [1]
(Dia berkata) Rasulullah (SAW) melakukan shalat Zuhur lima rakaat. Dia diberitahu, Shalatnya diperbanyak? Dia (saw) bertanya apa yang terjadi? Para sahabat berkata, kamu shalat lima waktu. Dia mengerjakan rakaat. Beliau (saw) melakukan dua sujud setelah membalas salam. Dan di sumber lain ada kata-kata yang beliau (saw) katakan, Saya juga seorang manusia. Sebagaimana kamu melakukan kesalahan, maka aku juga salah. Jika aku salah, kamu akan mengingatkanku. Jika ada di antara kalian yang ragu dengan shalatnya, hendaklah ia memikirkan hal yang benar dan sempurnakanlah shalatnya dengan pemikiran yang benar. Kemudian dia membalas salam dan melakukan dua sujud. (Bukhari, Muslim) [1]
17
Mishkatul Mashabih # 0/1019
Abdullah ibn Buhaynah (RA)
وقد أمر النبي صلى الله عليه وسلم الصحابة بصلاة الظهر. وقرأ الركعتين الأوليين (الركعة الثالثة إلا الجلوس في اللقاء الأول) قائما لا جالسا. ووقف معه آخرون أيضاً. وحتى إذا قضى الصلاة وانتظر الناس أن يرد السلام كبر صلى الله عليه وسلم جالسا فسجد سجدتين قبل أن يسلم ثم رد السلام. (البخاري، مسلم) [1]
Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) menyuruh para sahabat melaksanakan shalat Zuhur. Dia membacakan dua rakaat pertama (untuk rakaat ketiga kecuali duduk pada pertemuan pertama) sambil berdiri, bukan duduk. Yang lain juga berdiri bersamanya. Bahkan ketika dia selesai shalat dan orang-orang menunggunya membalas salam, dia (saw) bertakbir sambil duduk dan sujud dua kali sebelum membalas salam, lalu membalas salam. (Bukhari, Muslim) [1]
18
Mishkatul Mashabih # 0/1020
Imran bin Husain (RA)
وقد صلى معهم النبي صلى الله عليه وسلم. أخطأ في وسط الصلاة. وقدم سجدتين. ثم قرأ التحية ورد السلام. (الإمام الترمذي، قال: هذا حديث حسن غريب) [١]
Nabi (saw) berdoa bersama mereka. Dia melakukan kesalahan di tengah shalat. Dia melakukan dua sujud. Kemudian dia membaca Attahiyyatu dan membalas salam. (Imam Tirmidzi; Katanya, hadits ini Hasan Gharib) [1]
19
Mishkatul Mashabih # 0/1021
Mughirah Bin Shu'bah
وَعَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّهِ ﷺ: إِذَا قَامَ الْإِمَامُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ فَإِنْ ذَكَرَ قَبْلَ أَنْ يَسْتَوِيَ قَائِمًا فَلْيَجْلِسْ وَإِنِ اسْتَوى قَائِمًا فَلَا يَجْلِسْ وَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ
Dari hadis Al-Mughirah bin Syu'bah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: Jika seorang imam berdiri dalam dua rakaat, maka jika dia ingat sebelum dia berdiri, maka dia harus berdiri. Biarkan dia duduk, tetapi jika dia berdiri tegak, maka dia tidak boleh duduk, dan dia harus melakukan dua sujud sahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah
20
Mishkatul Mashabih # 0/1023
Abd al-Rahman bin Auf (RA)
وَعَنْ عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللّهِ ﷺ يَقُول: «مَنْ صَلّى صَلَاةً يَشُكُّ فِي النُّقْصَانِ فَلْيُصَلِّ حَتّى يَشُكَّ فِي الزِّيَادَةِ» . رَوَاهُ أَحْمدُ
Dari Abd al-Rahman bin Awf, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat dengan ragu-ragu akan berkurangnya, maka hendaklah dia shalat sampai dia meragukan bertambahnya.” Diriwayatkan oleh Ahmed
21
Mishkatul Mashabih # 0/1024
Ibnu Abbas (RA)
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: سَجَدَ النَّبِيُّ ﷺ بِالنَّجْمِ وَسَجَدَ مَعَهُ الْمُسْلِمُونَ وَالْمُشْرِكُونَ وَالْجِنُّ وَالْإِنْسُ. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari Ibnu Abbas beliau bersabda: Nabi SAW sujud di depan bintang, dan umat Islam, musyrik, jin, dan manusia sujud bersamanya. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
22
Mishkatul Mashabih # 0/1025
Abu Hurairah (RA)
قال: سجدنا مع النبي صلى الله عليه وسلم على سورة الانشقاق وسورة العلق. (مسلم) [1]
Beliau berkata, Kami sujud bersama Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) pada Surat Inshikbaq dan Surat Al-Alaq. (Muslim) [1]
23
Mishkatul Mashabih # 0/1027
Zayd ibn Thabit (RA)
قال قرأت سورة النظام بين يدي رسول الله صلى الله عليه وسلم. ولم يسجد له. (البخاري، مسلم) [1]
Dia berkata, saya membacakan Surah Nazam di depan Rasulullah (saw). Dia tidak bersujud padanya. (Bukhari, Muslim) [1]
24
Mishkatul Mashabih # 0/1028
Ibnu Abbas (RA)
فقال: سجدة سورة سعد ليست بواجبة. وطبعاً رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يسجد لهذه السورة. [1]
Katanya, Sajdah Surat Saad tidak wajib. Tentu saja saya melihat Nabi (saw) sujud di depan surah ini. [1]
25
Mishkatul Mashabih # 0/1029
Mujahid (RA)
وَفِي رِوَايَةٍ: قَالَ مُجَاهِدٌ: قُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ: أَأَسْجُدُ فِي (ص)؟ فَقَرَأَ: ﴿وَمِنْ ذُرِّيَّتِه دَاوٗدَ وَسليمنَ﴾ [الأنعام 6 : 84] حَتّى أَتى ﴿فَبِهُدهُمْ اَقْتَدِهْ﴾ [سورة الأنعام 6 : 90] ، فَقَالَ: نَبِيُّكُمْ ﷺ مِمَّنْ أَمِرَ أَن يَقْتَدِيَ بِهِمْ. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dan di dalam riwayatnya: Mujahid berkata: Aku berkata kepada Ibnu Abbas: Apakah aku harus sujud di (SAW)? Maka dia membaca: “Dan di antara keturunannya ada Daud dan Sulaiman” [Al-An’am 6:84] sampai dia datang: “Kalau begitu ikutilah teladannya” [Surat Al-An’am 6:90], dan dia berkata: Nabimu, shalawat dan salam. Dari orang-orang yang diperintahkan untuk meneladaninya. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
26
Mishkatul Mashabih # 0/1031
Uqbah bin Amir (RA)
وَعَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللّهِ فُضِّلَتْ سُورَةُ الْحَجِّ بِأَنَّ فِيهَا سَجْدَتَيْنِ؟ قَالَ: «نَعَمْ وَمَنْ لَمْ يَسْجُدْهُمَا فَلَا يَقْرَأْهُمَا». رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هذَا حَدِيثٌ لَيْسَ إِسْنَادُه بِالْقَوِيِّ. وَفِي «الْمَصَابِيحِ» : «فَلَا يَقْرَأْهَا» كَمَا فِي شَرْحِ السُّنَّةِ
Dari hadis Uqba bin Amir beliau berkata: Aku berkata, Ya Rasulullah, apakah surat Al-Hajj disukai karena mengandung dua sujud? Beliau bersabda: “Ya, dan siapa pun yang tidak sujud, maka jangan membacanya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Tirmidzi dan berkata: Ini adalah hadits yang rantai penularannya tidak kuat. Dan dalam “Al-Masabih”: “Dia tidak boleh membacanya,” seperti dalam Sharh Sunnah
27
Mishkatul Mashabih # 0/1032
Abdullah bin Umar (RA)
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ سَجَدَ فِىْ صَلَاةِ الظُّهْرِ ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ فَرَأَوْا أَنَّه قَرَأَ تَنْزِيْلَ السَّجْدَةَ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari Ibnu Omar: Nabi Muhammad SAW sujud pada saat salat Dzuhur, kemudian beliau berdiri dan rukuk, dan mereka melihat bahwa beliau telah membaca wahyu sujud tersebut. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
28
Mishkatul Mashabih # 0/1033
The said Rabi ['Abdullah ibn 'Umar (RA)]
قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقرأ بين أيدينا القرآن. وكان إذا وصل إلى آية السجدة يسجد بالتكبير. وكنا نسجد معه. (أبو داود) [1]
Katanya, Rasulullah SAW biasa membacakan Al-Qur'an di depan kita. Ketika sampai pada ayat Sajdar, dia akan bersujud dengan mengucapkan takbir. Kami biasa sujud bersamanya. (Abu Dawud) [1]
29
Mishkatul Mashabih # 0/1034
Abdullah bin Umar (RA)
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّه قَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللّهِ ﷺ قَرَأَ عَامَ الْفَتْحِ سَجْدَةً فَسَجَدَ النَّاسُ كُلُّهُمْ مِنْهُمُ الرَّاكِبُ وَالسَّاجِدُ عَلَى الْأَرْضِ حَتَّى إِنَّ الرَّاكِبَ لَيَسْجُدُ عَلى يَدِه. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
Dari hadis Ibnu Umar beliau bersabda: Rasulullah SAW, membacakan sujud pada tahun penaklukan, dan seluruh orang sujud, termasuk penunggangnya dan yang sujud di tanah, sampai-sampai penunggangnya sujud dengan tangan. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
30
Mishkatul Mashabih # 0/1036
Aisyah (RA)
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللّهِ ﷺ يَقُولُ فِي سُجُودِ الْقُرْآنِ بِاللَّيْلِ: «سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَه وَشَقَّ سَمْعَه وَبَصَرَه بِحَوْلِه وَقُوَّتِه» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW pernah bersabda tentang sujud Al-Qur'an di malam hari: "Wajahku sujud kepada Dzat yang menciptakannya, dan pendengaranku menjadi tegang." Dan penglihatannya dengan kekuatan dan kekuatannya. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Al-Tirmidzi, dan Al-Nasa’i, dan Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits yang hasan dan shahih.
31
Mishkatul Mashabih # 0/1038
Ibnu Mas'ud (RA)
عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَرَأَ (وَالنَّجْمِ)، فَسَجَدَ فِيهَا وَسَجَدَ مَنْ كَانَ مَعَه غَيْرَ أَنَّ شَيْخًا مِنْ قُرَيْشٍ أَخَذَ كَفًّا مِنْ حَصًى أَوْ تُرَابٍ فَرَفَعَه إِلى جَبْهَتِه وَقَالَ: يَكْفِيْنِىْ هذَا. قَالَ عَبْدُ اللّهِ: فَلَقَدْ رَأَيْتُه بَعْدُ قُتِلَ كَافِرًا. وَزَادَ الْبُخَارِيُّ فِي رِوَايَةٍ: وَهُوَ أُمَيَّةُ بْنُ خَلْفٍ. (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)
Dari riwayat Ibnu Masoud: Nabi SAW membacakan (dan bintang), lalu dia sujud di dalamnya dan orang-orang yang bersamanya ikut sujud, kecuali seorang syekh dari kaum Quraisy mengambil segenggam kerikil atau Dia mengumpulkan debu dan mengangkatnya ke keningnya dan berkata: Ini cukup bagiku. Abdullah berkata: Saya melihatnya setelah dia dibunuh sebagai seorang kafir. Al-Bukhari menambahkan dalam sebuah riwayat: Umayyah bin Khalaf. (sepakat)
32
Mishkatul Mashabih # 0/1039
Ibnu Abbas (RA)
قال: سجد النبي صلى الله عليه وسلم في سورة سعد وقال: سجد داود (ع) في سورة سعد لإجابة الدعاء. وننحني امتنانًا لتوبته. (النسائي) [1]
Dia berkata, Nabi (damai dan berkah Allah besertanya) sujud di Surah Saad dan berkata, Dawood (A.S.) sujud di Surah Saad untuk pengabulan doa. Dan kami bersujud syukur atas pertobatannya. (Nasa'i) [1]
33
Mishkatul Mashabih # 0/1040
Abdullah bin Umar (RA)
قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا يحرص أحدكم على الصلاة عند طلوع الشمس أو غروبها. وقال في لغة الوصف: "إذا طلعت الشمس انقطعت الصلاة عن الصلاة حتى لا تنجلي الشمس. وكذلك إذا غربت الشمس انقطعت الصلاة حتى تغرب الشمس تماما. ولا ترغبوا في الصلاة وقت طلوع الشمس وغروبها، فإن الشمس لها قرنان من الشيطان يطلع من وسطهما" (البخاري ومسلم) [1] .
Beliau bersabda, Rasulullah (Sallallahu Alaihi Wasallam) bersabda: Janganlah seorangpun di antara kalian berusaha untuk salat pada saat matahari terbit dan terbenam. Dalam bahasa uraian beliau bersabda, “Bila matahari terbit, bulatan itu akan meninggalkan shalat, sehingga matahari belum begitu cerah. Demikian pula ketika matahari terbenam, maka shalatnya akan terhenti sampai matahari terbenam sempurna.
34
Mishkatul Mashabih # 0/1041
Uqbah bin Amir (RA)
وَعَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ: ثَلَاثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللّهِ ﷺ يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيْهِنَّ أَو نَقْبُرَ فِيْهِنَّ مَوْتَانَا: حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتّى تَرْتَفِعَ وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتّى تَمِيْلَ الشَّمْسُ وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتّى تَغْرُبَ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari hadis Uqba bin Amir beliau bersabda: Ada tiga jam yang di dalamnya Rasulullah SAW melarang kita salat atau menguburkan jenazah: ketika matahari terbit, matahari terbit hingga terbit, dan ketika siang terbit hingga terbenamnya matahari, dan ketika matahari terbenam hingga terbenamnya. Diriwayatkan oleh Muslim
35
Mishkatul Mashabih # 0/1042
Abu Sa'eed Al Khudri (RA)
قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا صلاة بعد صلاة الفجر حتى تطلع الشمس. ولا صلاة بعد صلاة العصر حتى تغرب الشمس. (البخاري، مسلم) [1]
Beliau menjawab: Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada lagi shalat setelah shalat Subuh sampai matahari terbit. Dan tidak ada shalat setelah shalat Asar sampai matahari terbenam. (Bukhari, Muslim) [1]
36
Mishkatul Mashabih # 0/1046
Zubair ibn Mut'im (RA)
وَعَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: «يَا بَنِىْ عَبْدَ مَنَافٍ لَا تَمْنَعُوْا أَحَدًا طَافَ بِهذَا الْبَيْتِ وَصَلّى أَيَّةَ سَاعَةٍ شَاءَ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيّ
Dari hadis Jubayr bin Mutim bahwa Nabi SAW bersabda: “Wahai Bani Abd Manaf, janganlah menghalangi siapa pun untuk mengelilingi Rumah ini dan shalat pada jam berapa pun yang dia inginkan.” Siang atau malam." Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Al-Nasa’i.
37
Mishkatul Mashabih # 0/1048
Abul Khalil Abu Qatadah (RA)
قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم يكره صلاة الظهر حتى تغرب الشمس إلا يوم الجمعة. وقال أيضاً: تسخن جهنم ظهراً كل يوم إلا الجمعة. [أبو داود؛ قال - ولم يلق أبو الخليل أبا قتادة (رضي الله عنه) (فهذا الحديث ليس بسند متسائل).] [1]
Beliau bersabda, Rasulullah (damai dan berkah Allah besertanya) menganggap makruh melaksanakan shalat di siang hari hingga matahari terbenam, kecuali pada hari Jumat. Beliau juga mengatakan, Neraka dipanaskan pada siang hari setiap hari kecuali hari Jumat. [Abu Dawud; katanya - Abul Khalil tidak bertemu dengan Abu Qatadah (RA) (jadi hadits ini bukan Sanad Muttasil).] [1]
38
Mishkatul Mashabih # 0/1050
আবূ বাসরাহ্ আল গিফারী (রাঃ)
قال: أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن نصلي صلاة العصر في مكان يقال له المخمس. ثم قال: إن هذه الصلاة كتبت على من كان قبلكم فأفسدوها. فمن حافظ على هذه الصلاة فله أجر مرتين. (وقال أيضًا: لا صلاة بعد صلاة العصر حتى يقوم الشهيد). وشاهد نجم. (مسلم) [1]
Katanya, Rasulullah (Sallallahu Alaihi Wasallam) menyuruh kita salat Asar di tempat bernama Mukhammas. Kemudian beliau bersabda: Sholat ini diwajibkan bagi orang-orang sebelum kamu, namun mereka merusaknya. Maka orang yang berhati-hati dalam shalat ini akan mendapat pahala dua kali lipat. (Dia juga mengatakan ini,) 'Tidak ada lagi shalat setelah shalat Asar, sampai muncul syahid. Dan Shahid adalah seorang bintang. (Muslim) [1]
39
Mishkatul Mashabih # 0/1051
Mu'awiyah (RA)
وَعَنْ مُعَاوِيَةَ قَالَ: إِنَّكُمْ لَتُصَلُّوْنَ صَلَاةً لَقَدْ صَحِبْنَا رَسُولَ اللّهِ ﷺ فَمَا رَأَيْنَاهُ يُصَلِّيهِمَا وَلَقَدْ نَهى عَنْهُمَا يَعْنِي الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعَصْرِ. رَوَاهُ البُخَارِيُّ
Dari hadis Muawiyah beliau berkata: Kalian sedang salat yang kami temani Rasulullah SAW, namun kami tidak melihatnya salat, dan dia melarangnya, maksudnya dua rakaat setelah sore hari. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
40
Mishkatul Mashabih # 0/1052
Abu Dzar Al-Ghifari (RA)
ووقف على باب الكعبة وقال من عرفني فقد عرفني. ومن لا يعرفني فليعلم أني جندب. سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: بعد صلاة الفجر قبل طلوع الشمس. حتى صلاة العصر وبعدها حتى غروب الشمس لا صلاة إلا في مكة فقط في مكة فقط في مكة. (أحمد، راين) [1]
Dia berdiri di pintu Ka'bah dan berkata, Dia yang mengenalku, mengenalku. Dan mereka yang belum mengenal saya harus tahu bahwa saya adalah 'Jundub'. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Setelah salat Subuh, sebelum matahari terbit. sampai dan sesudah salat 'Ashar sampai maghrib tidak ada salatnya, hanya di Makkah, hanya di Makkah, hanya di Makkah. (Ahmed, Rayeen) [1]
41
Mishkatul Mashabih # 0/1053
Abdullah bin Umar (RA)
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّهِ ﷺ: «صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلَاةَ الْفَذِّ بِسْبَعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً». (مُتَّفق عَلَيْهِ)
Dari Ibnu Omar beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sholat berjamaah lebih utama dari sholat individu sebanyak dua puluh tujuh derajat.” (sepakat)
42
Mishkatul Mashabih # 0/1054
Abu Hurairah (RA)
قال: فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: والذي نفسي بيده. اعتقدت أنني سأطلب من بعض (الخادم) أن يجمع الحطب. عندما يتم جمع الحطب، سأأمر بالصلاة (العشاء). الأذان للصلاة عند الانتهاء، سأأمر شخصًا ليؤم الصلاة. ثم سأخرج للبحث عن هؤلاء الناس (الذين لم يأتوا للصلاة في الجماعة دون سبب). وفي مصدر آخر: قال الرسول صلى الله عليه وسلم: لآتين قوماً لا يصلون فأحرقهم وبيوتهم. والذي نفسي بيده مقيدة! وإذا علم أحد ممن لا يحضر صلاة الجماعة أنه يوجد في المسجد عظم مع لحم أو ظلفين جيدين، فإنه يجب عليه أن يحضر صلاة العشاء. (البخاري، مسلم) [1]
Beliau bersabda, Rasulullah (Sallallahu Alaihi Wasallam) bersabda: Demi Yang Maha Suci yang di tangan-Nya hidupku. Saya pikir saya akan memerintahkan beberapa (Khadim) untuk mengumpulkan kayu. Ketika kayu sudah terkumpul, saya akan memerintahkan adzan ('Isya). azan Jika sudah selesai, saya akan memerintahkan seseorang untuk memimpin sholat. Kemudian aku akan keluar mencari orang-orang itu (yang tidak datang salat berjamaah tanpa alasan apa pun). Dalam sumber lain: Rasulullah SAW bersabda, Aku akan mendatangi orang-orang yang shalatnya tidak muncul dan Aku akan membakar mereka beserta rumahnya. Aku bersumpah demi Dia yang nyawaku terikat di tangannya! Barangsiapa di antara orang-orang yang tidak ikut shalat berjamaah mengetahui bahwa terdapat tulang-tulang daging atau dua kuku yang baik (sapi dan kambing) di dalam masjid, maka ia wajib menghadiri shalat Isya. (Bukhari, Muslim) [1]
43
Mishkatul Mashabih # 0/1056
Abdullah bin Umar (RA)
لقد أذن بالصلاة في ليلة شتوية باردة في نهر بارد. لا مزيد من المعلومات, شكرا! صلوا في بيوتكم. ثم قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يأمر المؤذن فيؤذن في الليالي الباردة الممطرة. بعد أن أعطى كما لو كان يقول: "احذر!" صلوا في مواقفكم الخاصة. (البخاري، مسلم) [1]
Dia mengumandangkan adzan pada malam musim dingin di aliran sungai yang dingin. Terima kasih banyak, sungguh! Berdoalah di rumahmu sendiri. Kemudian beliau berkata, Rasulullah (sallallahu alayhi wa sallam) biasa memerintahkan muazin untuk mengumandangkan adzan di malam yang dingin dan hujan. Setelah memberi seolah berkata, 'Awas! Berdoalah di posisi Anda masing-masing.' (Bukhari, Muslim) [1]
44
Mishkatul Mashabih # 0/1058
Aisyah (RA)
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللّهِ ﷺ يَقُوْلُ: لَا صَلَاةَ بِحَضْرَةِ طَعَامٍ وَلَا هُوَ يُدَافِعُهُ الْأَخْبَثَانِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada shalat di hadapan makanan, dan dia tidak membelanya. Dua orang jahat. Diriwayatkan oleh Muslim
45
Mishkatul Mashabih # 0/1061
‘আবদুল্লাহ ইবনু মাস্‌‘উদ (রাঃ)-এর বিবি যায়নাব (রাঃ)
وقد أوصانا رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا تتطيب امرأة منكم إذا خرجت إلى المسجد. (مسلم) [1]
Rasulullah SAW berpesan kepada kita: Janganlah ada wanita di antara kamu yang menggunakan wewangian ketika pergi ke Masjid. (Muslim) [1]
46
Mishkatul Mashabih # 0/1063
Abdullah bin Umar (RA)
فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا تمنعوا أزواجكم المسجد. ولكن البيت خير لهم من الصلاة. (أبو داود) [1]
Beliau bersabda, Rasulullah (Sallallahu Alaihi Wasallam) bersabda: Jangan larang istrimu datang ke Masjid. Namun rumah itu lebih baik bagi mereka untuk berdoa. (Abu Dawud) [1]
47
Mishkatul Mashabih # 0/1064
Ibnu Mas'ud (RA)
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّهِ ﷺ: صَلَاةُ الْمَرْأَةِ فِي بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهَا فِي حُجْرَتِهَا وَصَلَاتُهَا فِي مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهَا فِي بَيْتِهَا . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
Dari Ibnu Masoud beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: Sholat seorang wanita di rumahnya lebih utama dari pada sholatnya di kamarnya dan sholatnya di kamar tidurnya. Lebih baik daripada dia berdoa di rumah. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
48
Mishkatul Mashabih # 0/1066
Abu Musa Al-Asy'ari (RA)
قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: كل عين زانية. والمرأة التي تتطيب وتذهب إلى مجلس الرجال فكذلك أي زانية. (الترمذي، وأبو داود، والنسائي) [1]
Dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Setiap mata adalah zina. Dan perempuan yang memakai minyak wangi lalu pergi ke tempat pertemuan laki-laki, maka ia seperti itu, yaitu pezinah. (Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa'i) [1]
49
Mishkatul Mashabih # 0/1067
Ubai bin Ka'b (RA)
قال: صلى بنا رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم الفجر. فرد (عليه السلام) السلام، وقال: هل حضر فلان؟ فقال الصحابة: لا، فقال صلى الله عليه وسلم: فهل حضر فلان؟ قال الصحابة: لا، ثم قال صلى الله عليه وسلم: «إن هاتين الصلاتين (الفجر والعشاء) في سائر الصلوات شاقتان على المنافقين». فإذا كنت تعلم كم بين هاتين الصلاتين من الفضيلة، فعليك أن تصلي ولو كنت جاثيا على ركبتيك. الصف الأول من الصلاة مثل صف الملائكة. إذا كنت تعرف فضائل الصف الأول، فحاول الوصول مبكرًا للمشاركة. والصلاة منفرداً مع غيره أفضل من الصلاة منفرداً. وإذا صليت مع اثنين فلك أجر أكبر من صلاتك مع شخص واحد. وكلما كثرت الصلاة جماعة كلما كانت عند الله محبوبة (أبو داود، النسائي) [1]
Katanya, Rasulullah (Sallallahu Alaihi Wasallam) memimpin salat Subuh bersama kami pada suatu hari. Beliau (saw) membalas salamnya dan berkata, Apakah ada orang ini dan itu? Para sahabat berkata, Tidak. Beliau (saw Wa Sallam) berkata lagi, Apakah ada orang anu yang hadir? Para sahabat berkata, Tidak. Kemudian beliau (saw) berkata, Di antara semua shalat, dua shalat ini (Subuh dan Isya) sangat sulit bagi orang-orang munafik. Jika anda mengetahui berapa besarnya antara dua shalat ini Keutamaan, maka hendaknya anda datang untuk shalat walaupun anda sedang berlutut. Shalat baris pertama seperti baris Malaikah (malaikat). Jika Anda mengetahui keutamaan baris pertama, usahakan datang lebih awal untuk berpartisipasi. Dan sendirian Sholat berjamaah bersama orang lain lebih pahalanya dibandingkan sholat sendirian. Dan jika shalat berjamaah dengan dua orang, maka pahalanya lebih besar dibandingkan shalat dengan satu orang. Dan semakin banyak orang yang berdoa bersama, semakin banyak pula disisi Allah SWT (Abu Dawud, Nasa'i) [1]
50
Mishkatul Mashabih # 0/1068
Abu al-Darda' (RA)
وَعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّهِ ﷺ: مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمُ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدِ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ
Dari Abu Darda’ beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada tiga orang di suatu desa atau orang Badui yang tidak shalat, melainkan dirasuki setan. Kalian harus berjamaah, karena serigala hanya memakan hewan yang tersesat. Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawood dan Al-Nasa’i