37 Hadis
01
Jami at-Tirmidzi # 16/1386
Ibnu Mas'ud (RA)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ سَعِيدٍ الْكِنْدِيُّ الْكُوفِيُّ، أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ، عَنِ الْحَجَّاجِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ خِشْفِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ، قَالَ قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي دِيَةِ الْخَطَإِ عِشْرِينَ بِنْتَ مَخَاضٍ وَعِشْرِينَ بَنِي مَخَاضٍ ذُكُورًا وَعِشْرِينَ بِنْتَ لَبُونٍ وَعِشْرِينَ جَذَعَةً وَعِشْرِينَ حِقَّةً ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو ‏.‏
حَدَّثَنَا أَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ، أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ، وَأَبُو خَالِدٍ الأَحْمَرُ عَنِ الْحَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ، نَحْوَهُ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ مَسْعُودٍ لاَ نَعْرِفُهُ مَرْفُوعًا إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ مَوْقُوفًا ‏.‏ وَقَدْ ذَهَبَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ إِلَى هَذَا وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ ‏.‏ وَقَدْ أَجْمَعَ أَهْلُ الْعِلْمِ عَلَى أَنَّ الدِّيَةَ تُؤْخَذُ فِي ثَلاَثِ سِنِينَ فِي كُلِّ سَنَةٍ ثُلُثُ الدِّيَةِ وَرَأَوْا أَنَّ دِيَةَ الْخَطَإِ عَلَى الْعَاقِلَةِ ‏.‏ وَرَأَى بَعْضُهُمْ أَنَّ الْعَاقِلَةَ قَرَابَةُ الرَّجُلِ مِنْ قِبَلِ أَبِيهِ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ مَالِكٍ وَالشَّافِعِيِّ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُهُمْ إِنَّمَا الدِّيَةُ عَلَى الرِّجَالِ دُونَ النِّسَاءِ وَالصِّبْيَانِ مِنَ الْعَصَبَةِ يُحَمَّلُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ رُبُعَ دِينَارٍ ‏.‏ وَقَدْ قَالَ بَعْضُهُمْ إِلَى نِصْفِ دِينَارٍ فَإِنْ تَمَّتِ الدِّيَةُ وَإِلاَّ نُظِرَ إِلَى أَقْرَبِ الْقَبَائِلِ مِنْهُمْ فَأُلْزِمُوا ذَلِكَ ‏.‏
Ali bin Saeed Al-Kindi Al-Kufi menceritakan kepada kami, Ibnu Abi Zaida menceritakan kepada kami, atas otoritas Al-Hajjaj, atas otoritas Zayd bin Jubayr, atas otoritas Khashf bin Malik, dia mengatakan saya mendengar Ibnu Masoud mengatakan bahwa Rasulullah, semoga doa dan damai sejahtera Allah besertanya, memutuskan uang darah untuk dosa dua puluh gadis Makhad, dua puluh laki-laki Banu Makhad, dan dua puluh laki-laki. Binti Labun, dua puluh jadha’ah, dan dua puluh heqqah. Katanya, dan atas wewenang Abdullah bin Amr. Abu Hisham Al-Rifai menceritakan kepada kami, Ibnu Abi Zaydah dan Abu Khaled Al-Ahmar menceritakan kepada kami tentang otoritas Al-Hajjaj ibn Artat, dan hal serupa. Abu Issa mengatakan hadits Ibnu Masoud tidak Kami ketahui Hal ini ditelusuri kembali ke Nabi kecuali dengan cara ini, dan telah diriwayatkan pada otoritas Abdullah sebagai rantai transmisi. Beberapa orang yang berilmu telah melakukan hal ini, dan itu adalah sebuah pepatah. Ahmed dan Ishaq. Para ulama sepakat bahwa uang darah itu diambil selama tiga tahun, yang setiap tahunnya sepertiga dari uang darah itu, dan mereka melihat bahwa uang darah itu salah. Aqila. Ada pula yang meyakini bahwa aqila adalah hubungan kekerabatan laki-laki melalui bapaknya. Inilah pendapat Malik dan Syafi’i. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa uang darah harus dibayarkan kepada laki-laki, bukan perempuan dan anak laki-laki dari marga. Setiap laki-laki di antara mereka dikenakan biaya seperempat dinar. Beberapa di antara mereka berkata demikian Setengah dinar, jika uang darahnya lengkap. Jika tidak, suku-suku yang paling dekat dengan mereka akan dipandang, dan mereka wajib melakukannya.
02
Jami at-Tirmidzi # 16/1387
Amr Ibn Shuayb
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ سَعِيدٍ الدَّارِمِيُّ، أَخْبَرَنَا حَبَّانُ، وَهُوَ ابْنُ هِلاَلٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَاشِدٍ، أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ مُوسَى، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ مَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا دُفِعَ إِلَى أَوْلِيَاءِ الْمَقْتُولِ فَإِنْ شَاءُوا قَتَلُوا وَإِنْ شَاءُوا أَخَذُوا الدِّيَةَ وَهِيَ ثَلاَثُونَ حِقَّةً وَثَلاَثُونَ جَذَعَةً وَأَرْبَعُونَ خَلِفَةً وَمَا صَالَحُوا عَلَيْهِ فَهُوَ لَهُمْ ‏"‏ ‏.‏ وَذَلِكَ لِتَشْدِيدِ الْعَقْلِ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏
Ahmad bin Saeed Al-Darimi menceritakan kepada kami, Hibban, yaitu Ibnu Hilal, menceritakan kepada kami, Muhammad bin Rasyid menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Musa menceritakan kepada kami, tentang Amr bin Shuaib, atas wewenang ayahnya, atas wewenang kakeknya, bahwa Rasulullah SAW, bersabda: “Barangsiapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka akan diserahkan kepada para walinya. Jika mereka menghendaki, mereka dapat membunuh orang yang terbunuh itu, dan jika mereka menghendaki, mereka dapat mengambil uang darahnya, yaitu tiga puluh heqiqah, tiga puluh judah, dan empat puluh khalifah, dan apa saja yang mereka rujuk adalah Bagi mereka. Ini untuk memperkuat pikiran. Abu Issa berkata: Hadits Abdullah bin Amr adalah hadits yang baik sekaligus ganjil.
03
Jami at-Tirmidzi # 16/1388
Ikrimah (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هَانِئٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمٍ الطَّائِفِيُّ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ جَعَلَ الدِّيَةَ اثْنَىْ عَشَرَ أَلْفًا ‏.‏
Muhammad bin Bashar menceritakan kepada kami, Muadh bin Hani menceritakan kepada kami, Muhammad bin Muslim Al-Taifi menceritakan kepada kami, atas wewenang Amr bin Dinar, atas wewenang Ikrimah, atas wewenang Ibnu Abbas, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, bahwa dia mematok uang darah sebesar dua belas ribu.
04
Jami at-Tirmidzi # 16/1389
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَخْزُومِيُّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَفِي حَدِيثِ ابْنِ عُيَيْنَةَ كَلاَمٌ أَكْثَرُ مِنْ هَذَا ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَلاَ نَعْلَمُ أَحَدًا يَذْكُرُ فِي هَذَا الْحَدِيثِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ غَيْرَ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ ‏.‏ وَرَأَى بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ الدِّيَةَ عَشَرَةَ آلاَفٍ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَأَهْلِ الْكُوفَةِ ‏.‏ وَقَالَ الشَّافِعِيُّ لاَ أَعْرِفُ الدِّيَةَ إِلاَّ مِنَ الإِبِلِ وَهِيَ مِائَةٌ مِنَ الإِبِلِ أَوْ قِيمَتُهَا ‏.‏
Saeed bin Abdul Rahman Al Makhzoumi menceritakan kepada kami, Sufyan bin Uyaynah menceritakan kepada kami, atas wewenang Amr bin Dinar, atas wewenang Ikrimah, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Ada yang serupa, namun tidak disebutkan pada riwayat Ibnu Abbas, dan dalam hadis Ibnu Uyaynah terdapat perkataan yang lebih dari ini. Abu Issa berkata, “Kami tidak mengenal siapa pun.” Dalam hadits ini disebutkan tentang kekuasaan Ibnu Abbas, selain Muhammad bin Muslim. Hadits ini di amalkan menurut sebagian orang yang berilmu, dan merupakan pernyataan. Ahmad dan Ishaq. Sebagian ahli ilmu mengira uang darah itu sepuluh ribu, demikian perkataan Sufyan al-Thawri dan orang-orang Kufah. Dan dia berkata. Al-Syafi'i Saya tidak mengetahui uang darah kecuali dari unta yang nilainya seratus ekor unta.
05
Jami at-Tirmidzi # 16/1390
Amr Ibn Shuayb
حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ، أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، أَخْبَرَنَا حُسَيْنٌ الْمُعَلِّمُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ فِي الْمَوَاضِحِ خَمْسٌ خَمْسٌ ‏"‏ ‏.‏ قال أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ أَنَّ فِي الْمُوضِحَةِ خَمْسًا مِنَ الإِبِلِ ‏.‏
Humaid bin Masada menceritakan kepada kami, Yazid bin Zurayi menceritakan kepada kami, Husain al-Mu’allim menceritakan kepada kami, atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang ayahnya, atas wewenang kakeknya, Nabi Muhammad SAW, bersabda, “Ada lima benda di dalam waduk.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang bagus. Hal ini ditindaklanjuti menurut masyarakat Ilmunya adalah perkataan Sufyan Al-Thawri, Al-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq, bahwa ada lima ekor unta di padang rumput.
06
Jami at-Tirmidzi # 16/1391
Ibnu Abbas (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، عَنِ الْحُسَيْنِ بْنِ وَاقِدٍ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَمْرٍو النَّحْوِيِّ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ دِيَةُ الأَصَابِعِ الْيَدَيْنِ وَالرِّجْلَيْنِ سَوَاءٌ عَشْرٌ مِنَ الإِبِلِ لِكُلِّ أُصْبُعٍ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي مُوسَى وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ عَبَّاسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ وَبِهِ يَقُولُ سُفْيَانُ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ ‏.‏
Abu Ammar menceritakan kepada kami, Al-Fadl bin Musa menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Hussein bin Waqid, atas wewenang Yazid bin Amr Al-Nahwi, atas wewenang Ikrimah, atas wewenang Ibnu Abbas, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda, “Uang darah untuk jari tangan dan kaki sama dengan sepuluh ekor unta untuk setiap jari.” kata Abu. Yesus, dan atas wewenang Abu Musa dan Abdullah bin Amr. Abu Issa berkata: Hadits Ibnu Abbas adalah hadits yang baik dan shahih, anehnya ini. Wajah. Hal ini diamalkan menurut para ahli ilmu, dan demikianlah yang dikatakan oleh Sufyan, Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq.
07
Jami at-Tirmidzi # 16/1392
Ibnu Abbas (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ هَذِهِ وَهَذِهِ سَوَاءٌ ‏"‏ ‏.‏ يَعْنِي الْخِنْصَرَ وَالإِبْهَامَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Muhammad bin Bashar meriwayatkan kepada kami, Yahya bin Sa’id meriwayatkan kepada kami, dan Muhammad bin Ja’far meriwayatkan kepada kami, mereka berkata: Syu’bah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Qatada, atas wewenang Ikrimah, atas wewenang Ibnu Abbas, atas wewenang Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda, “Yang ini dan yang itu adalah sama.” Artinya, jari kelingking dan ibu jari. Abu Issa berkata: Ini adalah hadits. Bagus BENAR.
08
Jami at-Tirmidzi # 16/1393
Abu al-Safar (RA)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ، حَدَّثَنَا أَبُو السَّفَرِ، قَالَ دَقَّ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ سِنَّ رَجُلٍ مِنَ الأَنْصَارِ فَاسْتَعْدَى عَلَيْهِ مُعَاوِيَةَ فَقَالَ لِمُعَاوِيَةَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِنَّ هَذَا دَقَّ سِنِّي ‏.‏ قَالَ مُعَاوِيَةُ إِنَّا سَنُرْضِيكَ وَأَلَحَّ الآخَرُ عَلَى مُعَاوِيَةَ فَأَبْرَمَهُ فَلَمْ يُرْضِهِ فَقَالَ لَهُ مُعَاوِيَةُ شَأْنَكَ بِصَاحِبِكَ ‏.‏ وَأَبُو الدَّرْدَاءِ جَالِسٌ عِنْدَهُ قَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏
"‏ مَا مِنْ رَجُلٍ يُصَابُ بِشَيْءٍ فِي جَسَدِهِ فَيَتَصَدَّقُ بِهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ بِهِ دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْهُ بِهِ خَطِيئَةً ‏"‏ ‏.‏ قَالَ الأَنْصَارِيُّ أَأَنْتَ سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ سَمِعَتْهُ أُذُنَاىَ وَوَعَاهُ قَلْبِي ‏.‏ قَالَ فَإِنِّي أَذَرُهَا لَهُ ‏.‏ قَالَ مُعَاوِيَةُ لاَ جَرَمَ لاَ أُخَيِّبُكَ ‏.‏ فَأَمَرَ لَهُ بِمَالٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏ وَلاَ أَعْرِفُ لأَبِي السَّفَرِ سَمَاعًا مِنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ وَأَبُو السَّفَرِ اسْمُهُ سَعِيدُ بْنُ أَحْمَدَ وَيُقَالُ ابْنُ يُحْمِدَ الثَّوْرِيُّ ‏.‏
Ahmad bin Muhammad meriwayatkan kepada kami, Abdullah bin Al-Mubarak meriwayatkan kepada kami, Yunus bin Abi Ishaq meriwayatkan kepada kami, Abu Al-Safar meriwayatkan kepada kami, dia berkata: Ada seorang laki-laki dari kaum Quraisy yang menajamkan gigi seorang laki-laki dari Ansar, dan Muawiyah memusuhinya, maka dia berkata kepada Muawiyah, wahai Amirul Mukminin, orang ini telah mematahkan gigiku. Muawiyah, kami akan memuaskan Anda. Yang lain bersikeras pada Muawiyah, tapi dia menyetujuinya, tapi dia tidak memuaskannya. Muawiyah berkata kepadanya, “Bagaimana dengan temanmu?” Dan Abu al-Darda'. Duduk bersamanya, Abu Darda’ berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada seorang pun yang tertimpa musibah pada tubuhnya lalu ia bersedekah.” Kecuali Allah meninggikan derajatnya karena hal itu dan menghapuskan dosa apa pun karenanya.” Al-Ansari berkata, “Apakah kamu mendengarnya dari Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian?” Dia berkata, “Saya mendengarnya.” Telingaku dan hatiku menyadarinya. Dia berkata, “Saya serahkan padanya.” Mu’awiyah berkata, “Jangan tersinggung, saya tidak akan mengecewakanmu.” Jadi dia memesan uang untuknya. kata Abu Issa. Ini adalah hadis yang aneh. Kami hanya mengetahuinya dari sudut pandang ini. Saya tidak tahu apakah bapak kitab tersebut mendengar sesuatu dari Abu al-Darda’, dan bapak kitab tersebut bernama Sa’id ibn Ahmad, disebut juga Ibnu Ahmad Al-Thawri.
09
Jami at-Tirmidzi # 16/1394
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ خَرَجَتْ جَارِيَةٌ عَلَيْهَا أَوْضَاحٌ فَأَخَذَهَا يَهُودِيٌّ فَرَضَخَ رَأْسَهَا بِحَجَرٍ وَأَخَذَ مَا عَلَيْهَا مِنَ الْحُلِيِّ ‏.‏ قَالَ فَأُدْرِكَتْ وَبِهَا رَمَقٌ فَأُتِيَ بِهَا النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ ‏"‏ مَنْ قَتَلَكِ أَفُلاَنٌ ‏"‏ ‏.‏ قَالَتْ بِرَأْسِهَا لاَ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ فَفُلاَنٌ ‏"‏ ‏.‏ حَتَّى سُمِّيَ الْيَهُودِيُّ فَقَالَتْ بِرَأْسِهَا أَىْ نَعَمْ ‏.‏ قَالَ فَأُخِذَ فَاعْتَرَفَ فَأَمَرَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَرُضِخَ رَأْسُهُ بَيْنَ حَجَرَيْنِ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ لاَ قَوَدَ إِلاَّ بِالسَّيْفِ ‏.‏
Ali bin Hajar meriwayatkan kepada kami, Yazid bin Harun meriwayatkan kepada kami, Hammam meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Qatada, atas wewenang Anas, dia berkata, “Seorang gadis keluar dengan mengenakan syal.” Kemudian seorang Yahudi mengambilnya, menghancurkan kepalanya dengan batu, dan mengambil perhiasan itu. Dia berkata, “Kemudian dia tersadar, dan ada darah di tubuhnya, maka dia dibawa kepada Nabi, semoga doa dan damai Allah besertanya.” Dan damai sejahtera menyertainya Dia berkata, “Orang yang membunuhmu adalah si fulan.” Dia berkata sambil menggelengkan kepalanya, “Tidak.” Dia berkata, “Si Anu,” sampai orang Yahudi itu disebutkan namanya. Dia berkata sambil menggelengkan kepalanya. Ya, katanya, jadi dia dibawa dan mengaku, maka Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memerintahkan dia untuk dikuburkan di antara dua batu. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang bagus. BENAR. Hal ini diamini oleh sebagian orang yang berilmu, dan itu adalah pendapat Ahmad dan Ishaq. Sebagian ahli ilmu berkata: Tidak ada bahan bakar kecuali dengan pedang.
10
Jami at-Tirmidzi # 16/1395
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، نَحْوَهُ وَلَمْ يَرْفَعْهُ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ أَبِي عَدِيٍّ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ سَعْدٍ، وَابْنِ، عَبَّاسٍ وَأَبِي سَعِيدٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَعُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ وَابْنِ مَسْعُودٍ وَبُرَيْدَةَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو هَكَذَا رَوَاهُ ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَرَوَى مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، وَغَيْرُ، وَاحِدٍ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ، فَلَمْ يَرْفَعْهُ وَهَكَذَا رَوَى سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ، عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ، مَوْقُوفًا وَهَذَا أَصَحُّ مِنَ الْحَدِيثِ الْمَرْفُوعِ ‏.‏
Muhammad bin Bashar meriwayatkan kepada kami, Muhammad bin Ja’far meriwayatkan kepada kami, Syu’bah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ya’la bin Ata’, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abdullah bin Amr, serupa dengan itu tetapi dia tidak meriwayatkannya. Kata Abu Issa, dan ini lebih shahih dari hadis Ibnu Abi Adi. Katanya, dan dalam bab tentang kekuasaan Saad dan Ibnu, Abbas dan ayahku Saeed, Abu Hurairah, Uqba bin Amir, Ibnu Masoud, dan Buraydah. Abu Issa mengatakan hadits Abdullah bin Amr, begitulah cara beliau meriwayatkan. Ibnu Abi Adi, atas wewenang Syu’bah, atas wewenang Ali bin Ata’, atas wewenang bapaknya, atas wewenang Abdullah bin Amr, atas wewenang Rasulullah SAW. Dan Muhammad bin Jafar, Dan lebih dari satu, atas wewenang Syu’bah, atas wewenang Ya’la bin Ata, namun dia tidak meriwayatkannya. Demikianlah Sufyan al-Thawri meriwayatkan, atas wewenang Ya’la bin Ata, dengan rantai penularan. Ini lebih benar dari hadis yang dimunculkan.
11
Jami at-Tirmidzi # 16/1396
Abdullah (RA)
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحْكَمُ بَيْنَ الْعِبَادِ فِي الدِّمَاءِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَبْدِ اللَّهِ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَهَكَذَا رَوَى غَيْرُ وَاحِدٍ عَنِ الأَعْمَشِ مَرْفُوعًا وَرَوَى بَعْضُهُمْ عَنِ الأَعْمَشِ وَلَمْ يَرْفَعُوهُ ‏.‏
Mahmoud bin Ghaylan meriwayatkan kepada kami, Wahb bin Jarir meriwayatkan kepada kami, Syu'bah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-A'mash, atas wewenang Abu Wa'il, atas wewenang Abdullah, beliau bersabda: Rasulullah bersabda: Allah SWT, semoga doa dan damai sejahtera Allah besertanya, “Yang pertama-tama diadili di antara seorang hamba adalah darah.” Abu Issa berkata, “Hadits Abdullah adalah hadits yang baik dan shahih.” Dengan demikian, ada lebih dari satu orang yang meriwayatkannya berdasarkan riwayat Al-A’mash, yang rantai penularannya dapat ditelusuri hingga Nabi Muhammad SAW, dan ada pula yang meriwayatkan berdasarkan riwayat Al-Amash, namun mereka tidak meriwayatkannya sebagai rantai penularan.
12
Jami at-Tirmidzi # 16/1397
Abdullah (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِنَّ أَوَّلَ مَا يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فِي الدِّمَاءِ ‏"‏ ‏.‏
Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Amash, atas wewenang Abu Wa’il, atas wewenang Abdullah, beliau bersabda: Rasulullah SAW, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda: “Hal pertama yang harus diputuskan di antara para pelayan adalah pertumpahan darah.”
13
Jami at-Tirmidzi # 16/1398
Abul-hakam al-Bajali (RA)
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ، حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، عَنِ الْحُسَيْنِ بْنِ وَاقِدٍ، عَنْ يَزِيدَ الرَّقَاشِيِّ، حَدَّثَنَا أَبُو الْحَكَمِ الْبَجَلِيُّ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ، وَأَبَا، هُرَيْرَةَ يَذْكُرَانِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ لَوْ أَنَّ أَهْلَ السَّمَاءِ وَأَهْلَ الأَرْضِ اشْتَرَكُوا فِي دَمِ مُؤْمِنٍ لأَكَبَّهُمُ اللَّهُ فِي النَّارِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ ‏. ‏وَأَبُو الْحَكَمِ الْبَجَلِيُّ هُوَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي نُعْمٍ الْكُوفِيُّ.
Al-Hussein bin Harits meriwayatkan kepada kami, Al-Fadl bin Musa meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-Hussein bin Waqid, atas wewenang Yazid Al-Raqashi, Abu Al-Hakam Al-Bajli meriwayatkan kepada kami, katanya, saya mendengar Abu Sa`id al-Khudri dan Abu Hurairah menyebutkan atas wewenang Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, yang berkata, “Seandainya saja orang-orang surga Dan penduduk bumi ikut ambil bagian dalam darah orang mukmin, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam Neraka.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang aneh. Dan Abu Al-Hakam Al-Bajli Dia adalah Abd al-Rahman bin Abi Naam al-Kufi.
14
Jami at-Tirmidzi # 16/1399
Suraqah bin Malik bin (RA)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ، حَدَّثَنَا الْمُثَنَّى بْنُ الصَّبَّاحِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنْ سُرَاقَةَ بْنِ مَالِكِ بْنِ جُعْشُمٍ، قَالَ حَضَرْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُقِيدُ الأَبَ مِنِ ابْنِهِ وَلاَ يُقِيدُ الاِبْنَ مِنْ أَبِيهِ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لاَ نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ سُرَاقَةَ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَلَيْسَ إِسْنَادُهُ بِصَحِيحٍ رَوَاهُ إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنِ الْمُثَنَّى بْنِ الصَّبَّاحِ ‏.‏ وَالْمُثَنَّى بْنُ الصَّبَّاحِ يُضَعَّفُ فِي الْحَدِيثِ ‏.‏ وَقَدْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ أَبُو خَالِدٍ الأَحْمَرُ عَنِ الْحَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَنْ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ مُرْسَلاً وَهَذَا حَدِيثٌ فِيهِ اضْطِرَابٌ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنَّ الأَبَ إِذَا قَتَلَ ابْنَهُ لاَ يُقْتَلُ بِهِ وَإِذَا قَذَفَ ابْنَهُ لاَ يُحَدُّ ‏.‏
Ali bin Hajar meriwayatkan kepada kami, Ismail bin Ayyash meriwayatkan kepada kami, Al-Muthanna bin Al-Sabbah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya, Atas wewenang Suraqa bin Malik bin Jasham, dia berkata, “Aku hadir bersama Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, di hadapan ayah dari putranya tetapi tidak dengan putra dari ayahnya.” Dia berkata Abu Issa, ini adalah hadits yang kita tidak mengetahui hadits Suraqah kecuali melalui jalur ini, dan rantai penularannya tidak shahih. Diriwayatkan oleh Ismail bin Ayyash atas wewenang Al-Muthanna bin Al-Sabbah. Al-Muthanna bin Al-Sabbah dilemahkan dalam hadis tersebut. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Khaled Al-Ahmar atas wewenang Al-Hajjaj bin Artah, atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya, atas wewenang Umar, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Hadits ini diriwayatkan atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang Ini adalah hadits yang mengandung kerancuan. Adapun amalan ini menurut ahli ilmu adalah jika seorang ayah membunuh anaknya, maka dia tidak akan dibunuh demi dia, dan jika dia memfitnah anaknya. Tak terbatas...
15
Jami at-Tirmidzi # 16/1400
Umar bin Khattab (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الأَشَجُّ، حَدَّثَنَا الأَحْمَرُ، عَنِ الْحَجَّاجِ بْنِ أَرْطَاةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏
"‏ لاَ يُقَادُ الْوَالِدُ بِالْوَلَدِ ‏"‏ ‏.‏
Abu Sa`id al-Ashjaj menceritakan kepada kami, al-Ahmar menceritakan kepada kami, atas wewenang al-Hajjaj ibn Artat, atas wewenang Amr ibn Shuaib, atas wewenang ayahnya, atas wewenang kakeknya, atas wewenang Umar ibn Al-Khattab berkata: Saya mendengar Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengatakan: “Ayah tidak dipimpin oleh anaknya.”
16
Jami at-Tirmidzi # 16/1401
Ibnu Abbas (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مُسْلِمٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ طَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ لاَ تُقَامُ الْحُدُودُ فِي الْمَسَاجِدِ وَلاَ يُقْتَلُ الْوَالِدُ بِالْوَلَدِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لاَ نَعْرِفُهُ بِهَذَا الإِسْنَادِ مَرْفُوعًا إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مُسْلِمٍ ‏.‏ وَإِسْمَاعِيلُ بْنُ مُسْلِمٍ الْمَكِّيُّ قَدْ تَكَلَّمَ فِيهِ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ قِبَلِ حِفْظِهِ ‏.‏
Muhammad bin Bashar menceritakan kepada kami, Ibnu Abi Adi menceritakan kepada kami, atas otoritas Ismail bin Muslim, atas otoritas Amr bin Dinar, atas otoritas Tawus, atas otoritas Ibnu Abbas, Atas otoritas Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Hukuman tidak boleh dijatuhkan di masjid-masjid, dan ayah tidak boleh dibunuh demi anaknya.” Abu Issa berkata: Hadits ini tidak Kita mengetahuinya melalui rantai penularan yang ditelusuri kembali ke Nabi Muhammad SAW kecuali dari hadis Ismail bin Muslim. Beberapa orang dari Ismail bin Muslim Al-Makki angkat bicara mengenai hal tersebut. Pengetahuan dengan melestarikannya
17
Jami at-Tirmidzi # 16/1402
Abdullah Bin Mas'ud
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ الثَّيِّبُ الزَّانِي وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عُثْمَانَ وَعَائِشَةَ وَابْنِ عَبَّاسٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ مَسْعُودٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Hanad menceritakan kepada kami, Abu Muawiyah menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Amash, atas wewenang Abdullah bin Murrah, atas wewenang Masruq, atas wewenang Abdullah bin Masoud, katanya, katanya Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, “Tidak boleh menumpahkan darah seorang laki-laki Islam yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah Utusan Allah kecuali dengan salah satu dari tiga Pezina yang sudah menikah, nyawanya dibalas nyawanya, orang yang meninggalkan agamanya dan memisahkan diri dari masyarakat.” Katanya, dan pada bab tentang kekuasaan Utsman, Aisyah, dan Ibnu Abbas. Abu Issa mengatakan hadits Ibnu Masoud adalah hadits yang hasan dan shahih.
18
Jami at-Tirmidzi # 16/1403
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا مَعْدِيُّ بْنُ سُلَيْمَانَ، هُوَ الْبَصْرِيُّ عَنِ ابْنِ عَجْلاَنَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ أَلاَ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا مُعَاهِدَةً لَهُ ذِمَّةُ اللَّهِ وَذِمَّةُ رَسُولِهِ فَقَدْ أَخْفَرَ بِذِمَّةِ اللَّهِ فَلاَ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ خَرِيفًا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏
Muhammad bin Bashar meriwayatkan kepada kami, Maadi bin Sulaiman, dialah Al-Basri, meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ibnu Ajlan, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Dan beliau bersabda: “Barangsiapa yang membunuh suatu jiwa dengan membuat perjanjian di bawah lindungan Allah dan lindungan Rasul-Nya untuknya, maka ia telah mempermalukan dirinya sendiri di bawah lindungan Allah dan tidak mencium baunya.” Surga, dan sesungguhnya keharumannya terasa dari jarak tujuh puluh musim gugur.” Katanya, dan dalam bab tentang kekuasaan Abu Bakra. Abu Issa mengatakan hadits Abu Hurairah Sebuah hadits yang baik dan shahih yang diriwayatkan melalui lebih dari satu riwayat, atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, dan semoga Allah SWT memberinya shalawat dan salam.
19
Jami at-Tirmidzi # 16/1404
Ibnu Abbas (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَيَّاشٍ، عَنْ أَبِي سَعْدٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَدَى الْعَامِرِيَّيْنِ بِدِيَةِ الْمُسْلِمِينَ وَكَانَ لَهُمَا عَهْدٌ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏ وَأَبُو سَعْدٍ الْبَقَّالُ اسْمُهُ سَعِيدُ بْنُ الْمَرْزُبَانِ ‏.‏
Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Yahya bin Adam menceritakan kepada kami, atas wewenang Abu Bakr bin Ayyash, atas wewenang Abu Saad, atas wewenang Ikrimah, atas wewenang Ibnu Abbas, bahwa Nabi Muhammad SAW, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, membayarkan uang darah kepada orang Amir sebagai tebusan bagi kaum Muslimin, dan mereka mempunyai perjanjian dari Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Abu Issa mengatakan hadis ini. Dia adalah orang asing dan kita tidak mengenalnya kecuali dari aspek ini. Abu Saad nama penjual kelontong adalah Sa'id ibn al-Marzban.
20
Jami at-Tirmidzi # 16/1405
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، وَيَحْيَى بْنُ مُوسَى، قَالاَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا الأَوْزَاعِيُّ، حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ، حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ، حَدَّثَنِي أَبُو هُرَيْرَةَ، قَالَ لَمَّا فَتَحَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مَكَّةَ قَامَ فِي النَّاسِ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ ‏
"‏ وَمَنْ قُتِلَ لَهُ قَتِيلٌ فَهُوَ بِخَيْرِ النَّظَرَيْنِ إِمَّا أَنْ يَعْفُوَ وَإِمَّا أَنْ يَقْتُلَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ وَأَنَسٍ وَأَبِي شُرَيْحٍ خُوَيْلِدِ بْنِ عَمْرٍو ‏.‏
Mahmoud bin Ghaylan dan Yahya bin Musa menceritakan kepada kami, mereka berkata: Al-Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, Al-Awza'i menceritakan kepada kami, Yahya bin Abi Katsir menceritakan kepadaku, Abu Salamah menceritakan kepadaku, Abu Hurairah menceritakan kepadaku, dia berkata, ketika Tuhan menaklukkan Mekah demi Rasul-Nya, dia berdiri di antara orang-orang dan mengucap syukur kepada Tuhan dan memujinya. Kemudian beliau bersabda, “Dan barangsiapa yang membunuh seseorang, maka ia mempunyai dua pilihan: mengampuni atau dibunuh.” Katanya, dalam bab Wael bin Hajr, Anas, Abu Shuraih, Khuwaylid bin Amr.
21
Jami at-Tirmidzi # 16/1406
Abu Shuraih al-Ka'bi (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيُّ، عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْكَعْبِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ مَكَّةَ وَلَمْ يُحَرِّمْهَا النَّاسُ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يَسْفِكَنَّ فِيهَا دَمًا وَلاَ يَعْضِدَنَّ فِيهَا شَجَرًا فَإِنْ تَرَخَّصَ مُتَرَخِّصٌ فَقَالَ أُحِلَّتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ فَإِنَّ اللَّهَ أَحَلَّهَا لِي وَلَمْ يُحِلَّهَا لِلنَّاسِ وَإِنَّمَا أُحِلَّتْ لِي سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ثُمَّ هِيَ حَرَامٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ثُمَّ إِنَّكُمْ مَعْشَرَ خُزَاعَةَ قَتَلْتُمْ هَذَا الرَّجُلَ مِنْ هُذَيْلٍ وَإِنِّي عَاقِلُهُ فَمَنْ قُتِلَ لَهُ قَتِيلٌ بَعْدَ الْيَوْمِ فَأَهْلُهُ بَيْنَ خِيرَتَيْنِ إِمَّا أَنْ يَقْتُلُوا أَوْ يَأْخُذُوا الْعَقْلَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَحَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَرَوَاهُ شَيْبَانُ أَيْضًا عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ مِثْلَ هَذَا ‏.‏ - وَرُوِيَ عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْخُزَاعِيِّ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ مَنْ قُتِلَ لَهُ قَتِيلٌ فَلَهُ أَنْ يَقْتُلَ أَوْ يَعْفُوَ أَوْ يَأْخُذَ الدِّيَةَ ‏"‏ ‏.‏ وَذَهَبَ إِلَى هَذَا بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ ‏.‏
Muhammad bin Bashar meriwayatkan kepada kami, Yahya bin Saeed meriwayatkan kepada kami, Ibnu Abi Dhib meriwayatkan kepada kami, Saeed bin Abi Saeed Al-Maqbari meriwayatkan kepada saya, atas wewenang ayah saya Shurayh Al-Kaabi, bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda, “Tuhan telah menjadikan Mekah suci, tetapi manusia tidak menjadikannya suci, siapa pun yang beriman kepada Tuhan.” Dan pada hari kiamat, mereka tidak akan menumpahkan darah di dalamnya, dan tidak pula mereka akan menanam pohon di sana. Namun jika pemberi konsesi memberikan kelonggaran, dia berkata, “Hal itu halal bagi Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian.” Allah menghalalkannya bagiku dan tidak menghalalkannya bagi manusia. Sebaliknya, dihalalkan bagiku selama satu jam di siang hari, kemudian diharamkan hingga hari kiamat, lalu Kalian, hai kaum Khuza'ah, telah membunuh orang dari Hudhayl ​​ini, dan aku bertanggung jawab atas dia. Jadi siapapun yang membunuh seseorang setelah hari ini, keluarganya berada di antara dua pilihan. Entah mereka membunuh atau mengambil pikiran.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Dan hadits Abu Hurairah merupakan hadits yang baik dan shahih. Dan dia menceritakannya Syayban juga meriwayatkan wibawa Yahya bin Abi Kathir seperti ini. Jika seseorang terbunuh, dia berhak membunuh, memaafkan, atau mengambil uang darahnya.” Sebagian ulama menganut pandangan ini, dan inilah pendapat Ahmad. Dan Ishak...
22
Jami at-Tirmidzi # 16/1407
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قُتِلَ رَجُلٌ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَدُفِعَ الْقَاتِلُ إِلَى وَلِيِّهِ فَقَالَ الْقَاتِلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا أَرَدْتُ قَتْلَهُ ‏.‏ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ أَمَا إِنَّهُ إِنْ كَانَ صَادِقًا فَقَتَلْتَهُ دَخَلْتَ النَّارَ ‏"‏ ‏.‏ فَخَلَّى عَنْهُ الرَّجُلُ ‏.‏ قَالَ وَكَانَ مَكْتُوفًا بِنِسْعَةٍ ‏.‏ قَالَ فَخَرَجَ يَجُرُّ نِسْعَتَهُ ‏.‏ قَالَ فَكَانَ يُسَمَّى ذَا النِّسْعَةِ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَالنِّسْعَةُ حَبْلٌ ‏.‏
Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Abu Muawiyah menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Amash, atas wewenang Abu Shalih, atas wewenang Abu Hurairah, dia berkata: Ada seorang laki-laki terbunuh pada masa pemerintahan Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Beliau memberi salam, lalu si pembunuh diserahkan kepada walinya, dan si pembunuh berkata, “Ya Rasulullah, demi Tuhan, saya tidak ingin membunuhnya.” Maka Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata Beliau bersabda: “Tetapi jika dia adalah orang yang jujur ​​dan kamu membunuhnya, maka kamu akan masuk neraka.” Lalu pria itu meninggalkannya. Dia berkata, dan dia mengenakan syal. Dia berkata, jadi dia pergi. Dia menyeret tas pelananya. Katanya, dia dipanggil Dzul-Nasa’ah. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Dan kantong pelananya adalah tali.
23
Jami at-Tirmidzi # 16/1408
Buraidah (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا بَعَثَ أَمِيرًا عَلَى جَيْشٍ أَوْصَاهُ فِي خَاصَّةِ نَفْسِهِ بِتَقْوَى اللَّهِ وَمَنْ مَعَهُ مِنَ الْمُسْلِمِينَ خَيْرًا فَقَالَ ‏
"‏ اغْزُوا بِسْمِ اللَّهِ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ قَاتِلُوا مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ اغْزُوا وَلاَ تَغُلُّوا وَلاَ تَغْدِرُوا وَلاَ تُمَثِّلُوا وَلاَ تَقْتُلُوا وَلِيدًا ‏"‏ ‏.‏ وَفِي الْحَدِيثِ قِصَّةٌ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ وَشَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ وَعِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ وَأَنَسٍ وَسَمُرَةَ وَالْمُغِيرَةِ وَيَعْلَى بْنِ مُرَّةَ وَأَبِي أَيُّوبَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ بُرَيْدَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَكَرِهَ أَهْلُ الْعِلْمِ الْمُثْلَةَ ‏.‏
Muhammad bin Bashar menceritakan kepada kami, Abd al-Rahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, atas wewenang Alqamah bin Marthad, atas wewenang Sulaiman bin Buraidah, atas wewenang bapaknya, beliau bersabda, bilamana Rasulullah SAW mengirim seorang panglima untuk memimpin pasukan, beliau akan memerintahkannya secara pribadi untuk bertakwa kepada Allah dan orang-orang yang bersamanya. Dia memperlakukan kaum Muslim dengan baik, dan dia berkata, "Bertempurlah atas nama Tuhan dan di jalan Tuhan. Perangi orang-orang yang tidak beriman kepada Tuhan. Perangi, dan jangan melebih-lebihkan, jangan menipu, jangan memutilasi, dan jangan berkata, "Kamu membunuh seorang anak kecil." Dan di dalam hadis tersebut terdapat sebuah cerita. Dia berkata, dan mengenai masalah ini, atas wewenang Abdullah bin Masoud, Shaddad bin Aws, dan Imran bin Husain, Anas, Samra, Al-Mughirah, Ali bin Murrah, dan Abu Ayyub. Abu Issa mengatakan hadits Buraydah merupakan hadits yang baik dan shahih. Dia tidak menyukainya. Orang yang berilmu ideal
24
Jami at-Tirmidzi # 16/1409
Shaddad bin Aws (RA)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، حَدَّثَنَا خَالِدٌ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ أَبِي الأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيِّ، عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ أَبُو الأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيُّ اسْمُهُ شُرَحْبِيلُ بْنُ آدَةَ ‏.‏
Ahmad bin Mani’ menceritakan kepada kami, Husyaim menceritakan kepada kami, Khaled menceritakan kepada kami, atas wewenang Abu Qilaba, atas wewenang Abu Al-Ash’ath Al-San’ani, atas wewenang Shaddad bin Aws, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan atas segala sesuatu, maka ketika kamu membunuh, maka bunuhlah dengan baik, dan ketika kamu menyembelih Maka sembelihlah dengan baik, dan hendaklah kalian masing-masing mengasah pedangnya dan biarkan kurbannya dibersihkan.” Dia berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Abu Al-Ash'ath Al-San'ani Namanya Shurahbil bin Adah
25
Jami at-Tirmidzi # 16/1410
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ سَعِيدٍ الْكِنْدِيُّ الْكُوفِيُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي الْجَنِينِ بِغُرَّةٍ عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ ‏.‏ فَقَالَ الَّذِي قُضِيَ عَلَيْهِ أَنُعْطِي مَنْ لاَ شَرِبَ وَلاَ أَكَلَ وَلاَ صَاحَ فَاسْتَهَلَّ فَمِثْلُ ذَلِكَ يُطَلُّ ‏.‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ إِنَّ هَذَا لَيَقُولُ بِقَوْلِ شَاعِرٍ بَلْ فِيهِ غُرَّةٌ عَبْدٌ أَوْ أَمَةٌ ‏"‏ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنْ حَمَلِ بْنِ مَالِكِ بْنِ النَّابِغَةِ وَالْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُهُمُ الْغُرَّةُ عَبْدٌ أَوْ أَمَةٌ أَوْ خَمْسُمِائَةِ دِرْهَمٍ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُهُمْ أَوْ فَرَسٌ أَوْ بَغْلٌ ‏.‏
Ali bin Saeed Al-Kindi Al-Kufi menceritakan kepada kami, Ibnu Abi Zaida menceritakan kepada kami, atas wewenang Muhammad bin Amr, atas wewenang Abu Salamah, atas wewenang Abu Hurairah, beliau bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam membuat keputusan mengenai janin yang mempunyai ubun-ubun seorang budak laki-laki atau perempuan. The one on whom the ruling was made said, “Should we give one who neither drinks nor eats nor Dia berteriak dan mulai, dan sesuatu yang mirip dengan itu muncul. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya ini diucapkan oleh seorang penyair, namun didalamnya terdapat godaan seorang budak laki-laki atau perempuan.” Atas wewenang Hamal bin Malik bin Al-Nabigha dan Al-Mughirah bin Shu'bah. Abu Issa mengatakan hadits Abu Hurairah adalah hadits yang baik dan shahih. Hal ini menurut para ahli ilmu. Sebagian dari mereka berkata: Laki-laki asing adalah budak laki-laki atau perempuan atau lima ratus dirham. Dan sebagian dari mereka berkata, Seekor kuda atau bagal...
26
Jami at-Tirmidzi # 16/1411
Mughirah Bin Shu'bah
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلاَّلُ، حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عُبَيْدِ بْنِ نَضْلَةَ، عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، أَنَّ امْرَأَتَيْنِ، كَانَتَا ضَرَّتَيْنِ فَرَمَتْ إِحْدَاهُمَا الأُخْرَى بِحَجَرٍ أَوْ عَمُودِ فُسْطَاطٍ فَأَلْقَتْ جَنِينَهَا فَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي الْجَنِينِ غُرَّةٌ عَبْدٌ أَوْ أَمَةٌ وَجَعَلَهُ عَلَى عَصَبَةِ الْمَرْأَةِ ‏.‏
قَالَ الْحَسَنُ وَأَخْبَرَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ مَنْصُورٍ، بِهَذَا الْحَدِيثِ نَحْوَهُ ‏.‏ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Al-Hasan bin Ali Al-Khalal meriwayatkan kepada kami, Wahb bin Jarir meriwayatkan kepada kami, Syu'bah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Mansour, atas wewenang Ibrahim, atas wewenang Ubaid bin Nadlah, Atas wewenang Al-Mughirah bin Shu'bah, bahwa dua orang wanita yang beristri saling melempar batu atau tenda sehingga menyebabkan dia kehilangan janinnya. Maka Rasulullah SAW menetapkan bahwa janin harus menjadi ubun-ubun seorang budak laki-laki atau perempuan dan meletakkannya di sisi perempuan. Al-Hasan berkata, dan Zayd ibn Zayd memberitahu kami. Hubab, atas wewenang Sufyan, atas wewenang Mansour, dengan hadis ini dan sejenisnya. Ini adalah hadis yang baik dan shahih.
27
Jami at-Tirmidzi # 16/1412
Abu Juhaifah (RA)
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، أَنْبَأَنَا مُطَرِّفٌ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، حَدَّثَنَا أَبُو جُحَيْفَةَ، قَالَ قُلْتُ لِعَلِيٍّ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ هَلْ عِنْدَكُمْ سَوْدَاءُ فِي بَيْضَاءَ لَيْسَ فِي كِتَابِ اللَّهِ قَالَ لاَ وَالَّذِي فَلَقَ الْحَبَّةَ وَبَرَأَ النَّسَمَةَ مَا عَلِمْتُهُ إِلاَّ فَهْمًا يُعْطِيهِ اللَّهُ رَجُلاً فِي الْقُرْآنِ وَمَا فِي الصَّحِيفَةِ ‏.‏ قُلْتُ وَمَا فِي الصَّحِيفَةِ قَالَ فِيهَا الْعَقْلُ وَفِكَاكُ الأَسِيرِ وَأَنْ لاَ يُقْتَلَ مُؤْمِنٌ بِكَافِرٍ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَلِيٍّ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَمَالِكِ بْنِ أَنَسٍ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ قَالُوا لاَ يُقْتَلُ مُؤْمِنٌ بِكَافِرٍ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ يُقْتَلُ الْمُسْلِمُ بِالْمُعَاهِدِ ‏.‏ وَالْقَوْلُ الأَوَّلُ أَصَحُّ ‏.‏
Ahmad bin Mani’ memberitahu kami, Husyaim memberitahu kami, Mutarrif memberitahu kami, atas wewenang Al-Sha’bi, Abu Juhayfa memberitahu kami, katanya, saya berkata kepada Ali, wahai Amirul Mukminin Apakah kamu mempunyai warna hitam dan putih? Itu tidak ada dalam Kitab Tuhan. Beliau menjawab, Tidak. Demi orang yang membelah biji-bijian dan menyembuhkan nafas, aku tidak mengenalnya kecuali pengertian. Allah akan memberinya manusia yang ada di dalam Al-Qur'an dan yang ada di dalam gulungan kitab. Aku berkata, dan apa yang ada di dalam gulungan itu, dia berkata, “Di dalamnya terdapat akal budi dan penebusan seorang tawanan, dan bahwa seorang mukmin tidak boleh dibunuh demi orang kafir.” Katanya, dan atas wewenang Abdullah bin Amr. Abu Issa berkata: Hadits Ali adalah hadits yang baik dan shahih. Ini harus ditindaklanjuti kapan Sebagian ulama, seperti pendapat Sufyan al-Thawri, Malik bin Anas, al-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq, mengatakan bahwa seorang mukmin tidak boleh dibunuh demi orang kafir. Beberapa ahli mengatakan bahwa seorang Muslim harus dibunuh karena membuat perjanjian. Pepatah pertama lebih tepat.
28
Jami at-Tirmidzi # 16/1413
Amr Ibn Shuayb
حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ أَحْمَدَ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ لاَ يُقْتَلُ مُسْلِمٌ بِكَافِرٍ ‏"‏ ‏.‏
وَبِهَذَا الإِسْنَادِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ دِيَةُ عَقْلِ الْكَافِرِ نِصْفُ دِيَةِ عَقْلِ الْمُؤْمِنِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو فِي هَذَا الْبَابِ حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏ وَاخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي دِيَةِ الْيَهُودِيِّ وَالنَّصْرَانِيِّ فَذَهَبَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي دِيَةِ الْيَهُودِيِّ وَالنَّصْرَانِيِّ إِلَى مَا رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَقَالَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ دِيَةُ الْيَهُودِيِّ وَالنَّصْرَانِيِّ نِصْفُ دِيَةِ الْمُسْلِمِ ‏.‏ وَبِهَذَا يَقُولُ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ وَرُوِيَ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ أَنَّهُ قَالَ دِيَةُ الْيَهُودِيِّ وَالنَّصْرَانِيِّ أَرْبَعَةُ آلاَفِ دِرْهَمٍ وَدِيَةُ الْمَجُوسِيِّ ثَمَانُمِائَةِ دِرْهَمٍ ‏.‏ وَبِهَذَا يَقُولُ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ وَالشَّافِعِيُّ وَإِسْحَاقُ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ دِيَةُ الْيَهُودِيِّ وَالنَّصْرَانِيِّ مِثْلُ دِيَةِ الْمُسْلِمِ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَأَهْلِ الْكُوفَةِ ‏.‏
Issa bin Ahmad meriwayatkan kepada kami, Ibnu Wahb meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Usama bin Zayd, atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang ayahnya, atas wewenang kakeknya, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bersabda, “Seorang Muslim tidak boleh dibunuh karena orang kafir.” Dengan rantai penularan ini, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, “Uang darah untuk pikiran orang kafir adalah setengah dari uang darah.” Pikiran orang beriman. Abu Issa mengatakan bahwa hadits Abdullah bin Amr tentang hal ini adalah hadits yang baik. Para ulama berbeda pendapat mengenai uang darah. Yahudi dan Kristen. Sebagian ahli ilmu mengenai uang darah bagi orang Yahudi dan Nasrani mengikuti apa yang diriwayatkan dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam. Dia berkata: Omar bin Abdul Aziz: Uang darah bagi seorang Yahudi dan seorang Kristen adalah setengah dari uang darah bagi seorang Muslim. Demikianlah yang dikatakan oleh Ahmad bin Hanbal, dan diriwayatkan dari Umar bin Al-Khattab mengatakan bahwa uang darah bagi seorang Yahudi dan seorang Nasrani adalah empat ribu dirham, dan uang darah bagi seorang Majusi adalah delapan ratus dirham. Dan dengan ini dia berkata Malik bin Anas, Al-Syafi’i, dan Ishaq. Sebagian ulama berpendapat bahwa uang darah seorang Yahudi dan seorang Nasrani sama dengan uang darah seorang Muslim. Demikianlah ucapan Sufyan Al-Thawri dan penduduk Kufah.
29
Jami at-Tirmidzi # 16/1414
Samurah (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ سَمُرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏
"‏ مَنْ قَتَلَ عَبْدَهُ قَتَلْنَاهُ وَمَنْ جَدَعَ عَبْدَهُ جَدَعْنَاهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَقَدْ ذَهَبَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنَ التَّابِعِينَ مِنْهُمْ إِبْرَاهِيمُ النَّخَعِيُّ إِلَى هَذَا وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْهُمُ الْحَسَنُ الْبَصْرِيُّ وَعَطَاءُ بْنُ أَبِي رَبَاحٍ لَيْسَ بَيْنَ الْحُرِّ وَالْعَبْدِ قِصَاصٌ فِي النَّفْسِ وَلاَ فِيمَا دُونَ النَّفْسِ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُهُمْ إِذَا قَتَلَ عَبْدَهُ لاَ يُقْتَلُ بِهِ وَإِذَا قَتَلَ عَبْدَ غَيْرِهِ قُتِلَ بِهِ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَأَهْلِ الْكُوفَةِ ‏.‏
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Abu Awanah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Qatada, atas wewenang Al-Hasan, atas wewenang Samurah, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang membunuh hambanya, Kami bunuh dia, dan siapa yang menyakiti hambanya, Kami bunuh dia.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis hasan gharieb, dan sebagian ulama di kalangan pengikutnya mengatakan Diantaranya adalah Ibrahim Al-Nakha'i dan beberapa ulama antara lain Al-Hasan Al-Basri dan Ata' bin Abi Rabah, berkata: Tidak ada perbedaan antara orang merdeka dan budak. Pembalasan terhadap jiwa atau apa pun selain jiwa. Demikian pernyataan Ahmad dan Ishaq. Ada pula yang berkata: Jika dia membunuh hambanya, maka dia tidak akan dibunuh karenanya. Jika seorang budak membunuh orang lain, dia akan dibunuh untuknya. Demikian pandangan Sufyan Al-Thawri dan penduduk Kufah.
30
Jami at-Tirmidzi # 16/1415
Sa'eed bin al-Musayyab (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، وَأَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، وَأَبُو عَمَّارٍ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، أَنَّ عُمَرَ، كَانَ يَقُولُ الدِّيَةُ عَلَى الْعَاقِلَةِ وَلاَ تَرِثُ الْمَرْأَةُ مِنْ دِيَةِ زَوْجِهَا شَيْئًا ‏.‏ حَتَّى أَخْبَرَهُ الضَّحَّاكُ بْنُ سُفْيَانَ الْكِلاَبِيُّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَتَبَ إِلَيْهِ ‏
"‏ أَنْ وَرِّثِ امْرَأَةَ أَشْيَمَ الضِّبَابِيِّ مِنْ دِيَةِ زَوْجِهَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ ‏.‏
Qutaybah, Ahmad bin Mani', Abu Ammar dan lebih dari satu orang meriwayatkan kepada kami. Mereka berkata: Sufyan bin Uyaynah meriwayatkan kepada kami, berdasarkan wewenang Al-Zuhri, berdasarkan wewenang Sa’id bin Al-Musayyab, bahwa Umar pernah mengatakan bahwa uang darah itu wajib diberikan kepada perempuan yang merdeka, dan perempuan itu tidak mewarisi apa pun dari uang darah suaminya. Hingga Al-Dahhak bin Al-Dahhak memberitahunya Sufyan Al-Kalabi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menulis kepadanya “untuk mewarisi istri Ashim Al-Dhababi dari uang darah suaminya.” kata Abu. Ya Tuhan, ini adalah hadis yang baik dan shahih. Hal ini dilakukan menurut orang-orang yang berilmu.
31
Jami at-Tirmidzi # 16/1416
Imran bin Husain (RA)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ، أَنْبَأَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، قَالَ سَمِعْتُ زُرَارَةَ بْنَ أَوْفَى، يُحَدِّثُ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ، أَنَّ رَجُلاً، عَضَّ يَدَ رَجُلٍ فَنَزَعَ يَدَهُ فَوَقَعَتْ ثَنِيَّتَاهُ فَاخْتَصَمُوا إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ ‏"‏ يَعَضُّ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ كَمَا يَعَضُّ الْفَحْلُ لاَ دِيَةَ لَكَ ‏"‏ ‏.‏ فَأَنْزَلَ اللَّهُ ‏(‏وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ ‏)‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ وَسَلَمَةَ بْنِ أُمَيَّةَ وَهُمَا أَخَوَانِ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Ali bin Khashram menceritakan kepada kami, Issa bin Yunus menceritakan kepada kami, atas otoritas Syu'bah, atas otoritas Qatada, dia berkata, Saya mendengar Zurara bin Awfa, berbicara atas otoritas Imran Ibnu Husain mengatakan bahwa ada seorang pria yang menggigit tangan orang lain, lalu dia menarik tangannya dan lipatannya terlepas. Mereka berselisih dengan Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia berkata, “Salah satu dari kalian akan menggigit.” “Adiknya, seperti seekor kuda jantan yang menggigit, tidak ada uang darah untukmu.” Kemudian Allah turunkan (dan luka adalah pembalasan). Katanya, dan atas wewenang Ya’la bin Umayyah. Dan Salama bin Umayyah, dan mereka bersaudara. Abu Issa berkata: Hadits Imran bin Husain adalah hadits yang baik dan shahih.
32
Jami at-Tirmidzi # 16/1417
Bahz bin Hakim (RA)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ سَعِيدٍ الْكِنْدِيُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم حَبَسَ رَجُلاً فِي تُهْمَةٍ ثُمَّ خَلَّى عَنْهُ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ بَهْزٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏ وَقَدْ رَوَى إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ هَذَا الْحَدِيثَ أَتَمَّ مِنْ هَذَا وَأَطْوَلَ ‏.‏
Ali bin Saeed Al-Kindi menceritakan kepada kami, Ibnu Al-Mubarak menceritakan kepada kami, atas otoritas Muammar, atas otoritas Bahz bin Hakim, atas otoritas ayahnya, atas otoritas kakeknya, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: Dia memenjarakan seseorang atas tuduhan, lalu membebaskannya. Beliau menjawab: Dan pada bab tentang kekuasaan Abu Hurairah. Abu Issa berkata: Hadits Bahz, berdasarkan otoritas ayahnya, berdasarkan otoritas Kakeknya adalah seorang hadis yang baik. Ismail bin Ibrahim narrated on the authority of Bahz bin Hakim. This hadith is more complete than this and longer.
33
Jami at-Tirmidzi # 16/1418
Sa'id bin Zaid bin Amr bin Nufail (RA)
حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ، وَحَاتِمُ بْنُ سِيَاهٍ الْمَرْوَزِيُّ، وَغَيْرُ، وَاحِدٍ، قَالُوا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَوْفٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَمْرِو بْنِ سَهْلٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ نُفَيْلٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ سَرَقَ مِنَ الأَرْضِ شِبْرًا طُوِّقَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ ‏"‏ ‏.‏ وَزَادَ حَاتِمُ بْنُ سِيَاهٍ الْمَرْوَزِيُّ فِي هَذَا الْحَدِيثِ قَالَ مَعْمَرٌ بَلَغَنِي عَنِ الزُّهْرِيِّ وَلَمْ أَسْمَعْ مِنْهُ زَادَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ ‏"‏ مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ ‏"‏ ‏.‏ وَهَكَذَا رَوَى شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ هَذَا الْحَدِيثَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَمْرِو بْنِ سَهْلٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَرَوَى سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَمْرِو بْنِ سَهْلٍ ‏.‏ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏
Salama bin Shabib, Hatim bin Siyah Al-Maruzi, dan lebih dari satu orang meriwayatkan kepada kami. Mereka berkata: Abd al-Razzaq meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Muammar, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Talha bin Abdullah bin Awf, atas wewenang Abdul Rahman bin Amr bin Sahl, atas wewenang Saeed bin Zaid bin Amr bin Nufayl, atas wewenang Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman: “Barangsiapa yang terbunuh ketika mempertahankan hartanya, maka ia syahid, dan barang siapa yang mencuri sebidang tanah, pada hari kiamat ia akan dikelilingi oleh tujuh negeri.” Dia menambahkan. Hatem bin Siyah Al-Maruzi dalam hadits ini, Muammar berkata: Saya diberitahu tentang wewenang Al-Zuhri, tetapi saya tidak mendengar kabar darinya. Beliau menambahkan dalam hadits ini: “Barangsiapa dibunuh Berapapun kekayaannya, dia adalah seorang syahid.” Maka demikianlah Shuaib bin Abi Hamzah meriwayatkan hadits ini atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Talha bin Abdullah, atas wewenang Abd al-Rahman bin Amr bin Sahl, atas wewenang Sa`id bin Zayd, atas wewenang Nabi Muhammad SAW. Sufyan bin Uyaynah meriwayatkan tentang wewenang al-Zuhri, atas wewenang Thalhah bin Abdullah, atas wewenang Saeed bin Zaid, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, dan Sufyan tidak disebutkan di dalamnya, atas wewenang Abdul Rahman bin Amr bin Sahl. Dan ini adalah sebuah hadis. Baik dan benar...
34
Jami at-Tirmidzi # 16/1419
Abdullah Ibin Amr (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُطَّلِبِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَسَنِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ طَلْحَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏
"‏ مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَلِيٍّ وَسَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَابْنِ عُمَرَ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَجَابِرٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو حَدِيثٌ حَسَنٌ وَقَدْ رُوِيَ عَنْهُ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ ‏.‏ وَقَدْ رَخَّصَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ لِلرَّجُلِ أَنْ يُقَاتِلَ عَنْ نَفْسِهِ وَمَالِهِ ‏.‏ وَقَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ يُقَاتِلُ عَنْ مَالِهِ وَلَوْ دِرْهَمَيْنِ ‏.‏
Muhammad bin Bashar menceritakan kepada kami, Abu Amir Al-Aqdi menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Al-Muttalib menceritakan kepada kami, atas wewenang Abdullah bin Al-Hasan, atas wewenang Ibrahim Bin Muhammad bin Thalhah, atas wewenang Abdullah bin Amr, atas wewenang Nabi Muhammad SAW yang bersabda: “Barangsiapa terbunuh dalam menjaga hartanya maka ia syahid.” Katanya, atas wewenang Ali, Sa`id bin Zaid, Abu Hurairah, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, dan Jabir. Abu Issa mengatakan hadits Abdullah bin Amr adalah hadits hasan, dan diriwayatkan darinya melalui lebih dari satu riwayat. Beberapa orang yang berilmu telah mengijinkan seseorang untuk berperang demi dirinya sendiri dan uangnya. Dan dia berkata Ibnu Al-Mubarak memperjuangkan uangnya, meskipun dua dirham.
35
Jami at-Tirmidzi # 16/1420
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَسَنِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ طَلْحَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَهُ ‏.‏
Muhammad bin Bashar menceritakan kepada kami, Abdul Rahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, atas otoritas Abdullah bin Al-Hassan, atas otoritas Ibrahim bin Muhammad Ibn Talha, atas otoritas Abdullah Ibn Amr, atas otoritas Nabi Muhammad SAW, dan yang serupa.
36
Jami at-Tirmidzi # 16/1421
Zaid (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَوْفٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ، قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏
"‏ مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ ‏.‏ وَهَكَذَا رَوَى غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ نَحْوَ هَذَا ‏.‏ وَيَعْقُوبُ هُوَ ابْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ الزُّهْرِيُّ ‏.‏
Abd bin Humaid menceritakan kepada kami, dia berkata: Yaqoub bin Ibrahim bin Saad memberitahuku, ayahku menceritakan kepada kami, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Abu Ubaidah bin Muhammad bin Ammar bin Yasser, atas wewenang Talha bin Abdullah bin Awf, atas wewenang Saeed bin Zaid, berkata: Aku mendengar Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengatakan, “Barangsiapa yang terbunuh Barang siapa yang menjaga hartanya maka ia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena membela agamanya maka ia syahid, dan barangsiapa yang terbunuh karena membela darahnya maka ia syahid, dan barangsiapa yang terbunuh karena membela keluarganya maka ia syahid. Seorang martir. Katanya ini adalah hadis yang bagus. Dan lebih dari satu orang meriwayatkan hal seperti ini dari Ibrahim bin Saad. Dan Yakub adalah anak Ibrahim bin Saad bin Ibrahim bin Abdul Rahman bin Awf Al-Zuhri.
37
Jami at-Tirmidzi # 16/1422
Sahl bin Abi Hatamah (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ بُشَيْرِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ، قَالَ يَحْيَى وَحَسِبْتُ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ، أَنَّهُمَا قَالاَ خَرَجَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَهْلِ بْنِ زَيْدٍ وَمُحَيِّصَةُ بْنُ مَسْعُودِ بْنِ زَيْدٍ حَتَّى إِذَا كَانَا بِخَيْبَرَ تَفَرَّقَا فِي بَعْضِ مَا هُنَاكَ ثُمَّ إِنَّ مُحَيِّصَةَ وَجَدَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ سَهْلٍ قَتِيلاً قَدْ قُتِلَ فَدَفَنَهُ ثُمَّ أَقْبَلَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم هُوَ وَحُوَيِّصَةُ بْنُ مَسْعُودٍ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَهْلٍ وَكَانَ أَصْغَرَ الْقَوْمِ ذَهَبَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ لِيَتَكَلَّمَ قَبْلَ صَاحِبَيْهِ قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ كَبِّرِ الْكُبْرَ ‏"‏ ‏.‏ فَصَمَتَ وَتَكَلَّمَ صَاحِبَاهُ ثُمَّ تَكَلَّمَ مَعَهُمَا فَذَكَرُوا لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَقْتَلَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَهْلٍ فَقَالَ لَهُمْ ‏"‏ أَتَحْلِفُونَ خَمْسِينَ يَمِينًا فَتَسْتَحِقُّونَ صَاحِبَكُمْ أَوْ قَاتِلَكُمْ ‏"‏ ‏.‏ قَالُوا وَكَيْفَ نَحْلِفُ وَلَمْ نَشْهَدْ قَالَ ‏"‏ فَتُبَرِّئُكُمْ يَهُودُ بِخَمْسِينَ يَمِينًا ‏"‏ ‏.‏ قَالُوا وَكَيْفَ نَقْبَلُ أَيْمَانَ قَوْمٍ كُفَّارٍ فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَعْطَى عَقْلَهُ ‏.‏
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلاَّلُ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ بُشَيْرِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ، وَرَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ، نَحْوَ هَذَا الْحَدِيثِ بِمَعْنَاهُ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي الْقَسَامَةِ وَقَدْ رَأَى بَعْضُ فُقَهَاءِ الْمَدِينَةِ الْقَوَدَ بِالْقَسَامَةِ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَهْلِ الْكُوفَةِ وَغَيْرِهِمْ إِنَّ الْقَسَامَةَ لاَ تُوجِبُ الْقَوَدَ وَإِنَّمَا تُوجِبُ الدِّيَةَ ‏.‏ آخِرُ أَبْوَابِ الدِّيَاتِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ‏.‏
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Al-Layth bin Saad meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Yahya bin Saeed, atas wewenang Bashir bin Yasar, atas wewenang Sahl bin Abi Hathamah, Yahya berkata Dan aku mengandalkan wewenang Rafi' ibn Khadij bahwa mereka berkata: Abdullah ibn Sahl ibn Zayd dan Muhayyisah ibn Masoud ibn Zayd pergi keluar padahal mereka sedang berada di luar. Di Khaibar Mereka berpencar beberapa lama di sana, dan kemudian Muhayyisa menemukan Abdullah bin Sahl tewas. Dia menguburkannya, lalu dia pergi menemui Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Dia, Huwayysa bin Masoud, dan Abd al-Rahman bin Sahl, dan dia adalah orang termuda di antara manusia. Abd al-Rahman pergi untuk berbicara di hadapan kedua temannya. Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berkata kepadanya, “Banggalah.” Dia tetap diam dan kedua temannya berbicara. Kemudian dia berbicara kepada mereka dan mereka menyebutkan kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bahwa dia telah dibunuh. Abdullah bin Sahl berkata kepada mereka, “Maukah kalian bersumpah lima puluh kali dan kemudian kalian layak menjadi sahabat atau pembunuh kalian?” Kata mereka. Dan bagaimana kita dapat bersumpah jika kita tidak memberikan kesaksian? Dia berkata, “Kemudian orang-orang Yahudi akan membebaskanmu dengan lima puluh sumpah.” Mereka bertanya, “Bagaimana kami bisa menerima sumpah orang kafir?” Ketika dia melihat Itu adalah Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dia memberikan pikirannya. Al-Hasan bin Ali Al-Khallal memberitahu kami, Yazid bin Harun memberitahu kami, Yahya bin Saeed dari Bashir bin Yassar, dari Sahl bin Abi Hathamah, dan Rafi’ bin Khadij, serupa dengan hadis ini maknanya. Abu Issa berkata Ini adalah hadis yang hasan dan shahih. Hadits ini diamalkan menurut para ahli ilmu mengenai pembagian, dan sebagian ahli hukum Madinah menganggapnya boleh. Dengan sumpah... Sebagian ulama Kufah dan sebagian lainnya mengatakan bahwa pembagian itu tidak memerlukan pengorbanan, melainkan memerlukan uang darah. Bab terakhir tentang uang darah. Dan puji bagi Tuhan.