9 Hadis
01
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 52/370
al-Nu'man ibn Bashir Say (RA)
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، قَالَ‏:‏ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ، يَقُولُ‏:‏ أَلَسْتُمْ فِي طَعَامٍ وَشَرَابٍ مَا شِئِتُمْ‏؟‏ لَقَدْ رَأَيْتُ نَبِيَّكُمْ صلى الله عليه وسلم، وَمَا يَجِدُ مِنَ الدَّقَلِ، مَا يَمْلأُ بَطْنَهُ‏.‏
Qutaibah bin Saeed meriwayatkan kepada kami, mengatakan: Abu Al-Ahwas meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Samak bin Harb, dia berkata: Saya mendengar Al-Nu'man bin Bashir berkata: Bukankah kamu dalam makanan dan minuman, apapun yang kamu inginkan? Saya melihat Nabi Anda, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan apa pun yang dia temukan memenuhi perutnya.
02
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 52/371
Aisyah (RA)
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ‏:‏ إِنْ كُنَّا آلَ مُحَمَّدٍ نَمكُثُ شَهْرًا مَا نَسْتَوْقِدُ بِنَارٍ، إِنْ هُوَ إِلا التَّمْرُ وَالْمَاءُ‏.‏
Harun bin Ishaq meriwayatkan kepada kami, dia berkata: Abdah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Hisham bin Urwa, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Aisyah, dia berkata: Jika kami Muhammad: Kami akan tinggal selama sebulan, dan kami tidak akan menyalakan api apa pun kecuali kurma dan air.
03
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 52/372
Abu Talha (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ أَبِي زِيَادٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سَيَّارٌ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سَهْلُ بْنُ أَسْلَمَ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي مَنْصُورٍ، عَنْ أَنَسٍ، عَنْ أَبِي طَلْحَةَ، قَالَ‏:‏ شَكَوْنَا إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، الْجُوعَ وَرَفَعْنَا عَنْ بُطُونِنَا عَنْ حَجَرٍ، فَرَفَعَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، عَنْ بَطْنِهِ عَنْ حَجَرَيْنِ قَالَ أَبُو عِيسَى‏:‏ هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ حَدِيثِ أَبِي طَلْحَةَ لا نَعْرِفُهُ إِلا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ، وَمَعْنَى قَوْلِهِ‏:‏ وَرَفَعْنَا عَنْ بُطُونِنَا عَنْ حَجَرٍ حَجَرٍ، كَانَ أَحَدُهُمْ يَشُدُّ فِي بَطْنِهِ الْحَجَرَ مِنَ الْجُهْدِ وَالضَّعْفِ الَّذِي بِهِ مِنَ الْجُوعِ‏.‏
Abdullah bin Abi Ziyad menceritakan kepada kami, dia berkata: Sayyar menceritakan kepada kami, dia berkata: Sahl bin Aslam menceritakan kepada kami, atas wewenang Yazid bin Abi Mansour, atas wewenang Anas, atas wewenang Abu Thalhah, berkata: Kami mengadu kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, tentang kelaparan, dan kami mengangkat batu dari perut kami, maka Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, mengeluh. Dengan otoritas perutnya, dengan otoritas dua buah batu, Abu Issa berkata: Ini adalah hadits yang aneh dari hadits Abu Thalhah. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur ini, dan maknanya dari firman-Nya: Dan Kami angkat batu demi batu dari perut kami. Salah satunya adalah menarik batu di perutnya karena usaha dan kelemahan yang ada pada dirinya karena kelaparan.
04
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 52/373
Abu Hurairah (RA)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ أَبُو مُعَاوِيَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عُمَيْرٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ‏:‏ خَرَجَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فِي سَاعَةٍ لا يَخْرُجُ فِيهَا، وَلا يَلْقَاهُ فِيهَا أَحَدٌ، فَأَتَاهُ أَبُو بَكْرٍ، فَقَالَ‏:‏ مَا جَاءَ بِكَ يَا أَبَا بَكْرٍ‏؟‏، قَالَ‏:‏ خَرَجْتُ أَلْقَى رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَأَنْظُرُ فِي وَجْهِهِ، وَالتَّسْلِيمَ عَلَيْهِ، فَلَمْ يَلْبَثْ أَنْ جَاءَ عُمَرُ، فَقَالَ‏:‏ مَا جَاءَ بِكَ يَا عُمَرُ‏؟‏، قَالَ‏:‏ الْجُوعُ يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ صلى الله عليه وسلم‏:‏ وَأَنَا قَدْ وَجَدْتُ بَعْضَ ذَلِكَ، فَانْطَلَقُوا إِلَى مَنْزِلِ أَبِي الْهَيْثَمِ بْنِ التَّيْهَانِ الأَنْصَارِيِّ، وَكَانَ رَجُلا كَثِيرَ النَّخْلِ وَالشَّاءِ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ خَدَمٌ، فَلَمْ يَجِدُوهُ، فَقَالُوا لامْرَأَتِهِ‏:‏ أَيْنَ صَاحِبُكِ‏؟‏ فَقَالَتِ‏:‏ انْطَلَقَ يَسْتَعْذِبُ لَنَا الْمَاءَ، فَلَمْ يَلْبَثُوا أَنْ جَاءَ أَبُو الْهَيْثَمِ بِقِرْبَةٍ يَزْعَبُهَا، فَوَضَعَهَا ثُمَّ جَاءَ يَلْتَزِمُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَيُفَدِّيهِ بِأَبِيهِ وَأُمِّهِ، ثُمَّ انْطَلَقَ بِهِمْ إِلَى حَدِيقَتِهِ فَبَسَطَ لَهُمْ بِسَاطًا، ثُمَّ انْطَلَقَ إِلَى نَخْلَةٍ فَجَاءَ بِقِنْوٍ فَوَضَعَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ أَفَلا تَنَقَّيْتَ لَنَا مِنْ رُطَبِهِ‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي أَرَدْتُ أَنْ تَخْتَارُوا، أَوْ تَخَيَّرُوا مِنْ رُطَبِهِ وَبُسْرِهِ، فَأَكَلُوا وَشَرِبُوا مِنْ ذَلِكَ الْمَاءِ فَقَالَ صلى الله عليه وسلم‏:‏ هَذَا وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مِنِ النَّعِيمِ الَّذِي تُسْأَلُونَ عَنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ظِلٌّ بَارِدٌ، وَرُطَبٌ طَيِّبٌ، وَمَاءٌ بَارِدٌ فَانْطَلَقَ أَبُو الْهَيْثَمِ لِيَصْنَعَ لَهُمْ طَعَامًا فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ لا تَذْبَحَنَّ ذَاتَ دَرٍّ، فَذَبَحَ لَهُمْ عَنَاقًا أَوْ جَدْيًا، فَأَتَاهُمْ بِهَا فَأَكَلُوا، فَقَالَ صلى الله عليه وسلم‏:‏ هَلْ لَكَ خَادِمٌ‏؟‏، قَالَ‏:‏ لا، قَالَ‏:‏ فَإِذَا أَتَانَا، سَبْيٌ، فَأْتِنَا فَأُتِيَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِرَأْسَيْنِ لَيْسَ مَعَهُمَا ثَالِثٌ، فَأَتَاهُ أَبُو الْهَيْثَمِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ اخْتَرْ مِنْهُمَا فَقَالَ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، اخْتَرْ لِي فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم‏:‏ إِنَّ الْمُسْتَشَارَ مُؤْتَمَنٌ، خُذْ هَذَا، فَإِنِّي رَأَيْتُهُ يُصَلِّي، وَاسْتَوْصِ بِهِ مَعْرُوفًا فَانْطَلَقَ أَبُو الْهَيْثَمِ إِلَى امْرَأَتِهِ، فَأَخْبَرَهَا بِقَوْلِ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَقَالَتِ امْرَأَتُهُ‏:‏ مَا أَنْتَ بِبَالِغٍ حَقَّ مَا، قَالَ فِيهِ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِلا بِأَنْ تَعْتِقَهُ، قَالَ‏:‏ فَهُوَ عَتِيقٌ، فَقَالَ صلى الله عليه وسلم‏:‏ إِنَّ اللَّهَ لَمْ يَبْعَثْ نَبِيًّا وَلا خَلِيفَةً إِلا وَلَهُ بِطَانَتَانِ‏:‏ بِطَانَةٌ تَأْمُرُهُ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَاهُ عَنِ الْمُنْكَرِ، وَبِطَانَةٌ لا تَأْلُوهُ خَبَالا، وَمَنْ يُوقَ بِطَانَةَ السُّوءِ فَقَدْ وُقِيَ‏.‏
Muhammad bin Ismail menceritakan kepada kami, dia berkata: Adam bin Abi Iyas menceritakan kepada kami, dia berkata: Shayban Abu Muawiyah menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdul Malik menceritakan kepada kami Bin Umair, atas wewenang Abu Salama bin Abdul Rahman, atas wewenang Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, keluar pada jam ketika dia tidak keluar. Di sana, tidak ada yang akan menemuinya di sana. Maka Abu Bakar mendatanginya dan berkata: Apa yang membawamu wahai Abu Bakar? Dia berkata: Saya pergi menemui Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Aku menatap wajahnya dan menyapanya. Tidak lama kemudian Umar datang dan berkata: Apa yang membawamu wahai Umar? Dia berkata: Lapar ya Rasulullah. Beliau, semoga doa dan damai sejahtera Allah besertanya, berkata: Saya menemukan sebagian dari itu, maka mereka pergi ke rumah Abu al-Haytham ibn al-Tayhan al-Ansari, seorang yang mempunyai banyak pohon palem. Dan dia tidak mempunyai pembantu, sehingga mereka tidak menemukannya, maka mereka berkata kepada istrinya: Dimanakah temanmu? Dia berkata: Dia telah pergi mencari perlindungan bagi kita. Air, dan tidak lama kemudian Abu al-Haytham datang dengan membawa kantong air, yang diaduknya, ditaruhnya, dan kemudian datang bergabung dengan Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan menebusnya dengan ayahnya. dan ibunya, kemudian dia pergi bersama mereka ke kebunnya dan membentangkan permadani untuk mereka, kemudian dia pergi ke pohon palem dan membawa Qanoo dan meletakkannya, dan Nabi berkata, “Sholatlah Semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian: Maukah kamu menyucikan bagi kami sebagian dari kesegarannya? Dia berkata: Wahai Rasulullah, saya ingin Anda memilih, atau memilih, sebagian kesegaran dan kesegarannya. Lalu mereka makan dan minum dari air itu, lalu beliau, semoga Allah SWT dan saw, bersabda: Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, inilah salah satu kebahagiaan yang akan ditanyakan kepadamu pada Hari Kebangkitan. Hari Kiamat adalah tempat yang sejuk, lembab, dan dinginnya air. Jadi Abu Al-Haytham pergi menyiapkan makanan untuk mereka, dan Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda: Jangan menyembelih hewan betina. Dia berbalik dan menyembelih seekor unta betina atau seekor anak unta untuk mereka, dan membawanya kepada mereka, lalu mereka makan. Kemudian dia, semoga doa dan damai sejahtera Allah besertanya, berkata: Apakah kamu mempunyai seorang pembantu? Dia berkata: Tidak. Dia berkata: Jadi ketika seorang tawanan datang kepada kami, dia datang kepada kami, dan Nabi SAW dibawa dengan dua kepala, tanpa kepala ketiga, maka Abu al-Haytham mendatanginya, dan Nabi SAW bersabda: Pilihlah. Dari mereka beliau berkata: Wahai Rasulullah, pilihlah untukku. Nabi Muhammad SAW bersabda: Penasihat itu dapat dipercaya. Ambil yang ini. Karena aku melihatnya berdoa, dan dia memintanya untuk bersikap baik, maka Abu Al-Haytham menemui istrinya dan memberitahunya tentang sabda Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia berkata: Istrinya: Anda tidak dapat memenuhi hak, yang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, katakan tentang hal itu, kecuali Anda membebaskannya. Dia berkata: Dia dibebaskan, jadi dia, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berkata Dan damai sejahtera menyertainya: Allah tidak mengutus seorang nabi atau khalifah kecuali ia mempunyai dua rombongan: rombongan yang memerintahkannya melakukan apa yang shaleh dan melarangnya dari kemunkaran, dan rombongan yang tidak Engkau perlakukan sebagai orang bodoh, dan siapa yang terlindung dari jeratan keburukan, maka ia terlindungi.
05
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 52/374
Sa'd bin Abi Waqqas (RA)
حدثنا عمر بن إسماعيل بن مجالد بن سعيد، حدثني أبي عن بيان حدثني قيس بن حازم، قال‏:‏ سمعت سعد بن أبي وقاص يقول‏:‏ إني لأَوْل رَجل أَهْرَقَ دَمًا فِي سَبِيلِ اللهِ ‏,‏ وَإِنْي لأَوْل رَجلٍ رَمَى بِسَهْمٍ فِى سَبِيلِ اللهِ َلقَدْ رَأَيْتُنِي أغزوا فِي الْعِصَابَةَ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمْدٍ صلى الله عليه وسلم مَا نَأكُلْ إلاَّ وَرَقَ الشَجَرِ وَالْحُبْلَةَ حَتَّى تَقَرَحَتْ أَشْدَاقُنَا وَإِنْ أَحَدُنَا لَيَضَعُ كَمَا تَضَعُ الشَّاةُ وَالبَعِير وَأَصْبَحَتْ بَنُو أَسَدٍ يَعَزِّرُونَنِى فِي الدِّينِ ‏,‏ لَقَدْ خِبْتُ إذَنْ وَخَسِرْت وَضَلَ عَمَلِي‏.‏‏.‏
Umar bin Ismail bin Majlid bin Saeed menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepadaku berdasarkan riwayat Bayan, Qais bin Hazim menceritakan kepadaku, dia berkata: Aku mendengar Saad bin Abi Waqqas berkata: Akulah orang pertama yang menumpahkan darah di jalan Allah, dan akulah orang pertama yang menembakkan panah di jalan Allah. Anda melihat saya menyerbu bersama sekelompok sahabat Muhammad, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Kami hanya makan daun pohon. Dan wanita hamil itu sampai pipi kami memborok, dan salah satu dari kami melahirkan seperti domba atau unta melahirkan, dan anak-anak Asad mulai menuduhku agamaku. Lalu aku kecewa dan tersesat dan pekerjaanku jadi sesat.
06
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 52/375
Khalid bin Umair (RA)
حدثنا محمد بن بشار ‏,‏ حدثنا صفوان بن عيسى ‏,‏ حدثنا محمد بن عمرو بن عيسى أبو نعامة العدوي ‏,‏ قال‏:‏ سمعت خَالِدِ بْنِ عُمَيْرٍ ‏,‏ وشويسًا ‏,‏ أبا الرقاد قالا‏:‏ بعث عمر بن الخطاب عُتْبَةُ بْنُ غَزْوَانَ وقَالَ انطلق أنت ومن معك ‏,‏ حتى إذا كنتم في أقصى أرض العرب ‏,‏ وأدنى بلاد أرض العجم ‏,‏ فأقبلوا حتى إذا كانوا بالمربد وجدوا هذا المكان ‏,‏ فقالوا‏:‏ ما هذه‏؟‏ هذه البصرة‏.‏ فسارواحتى إذا بلغوا حيال الجسر الصغير ‏,‏ فقالوا‏:‏ هاهنا أمرتم ‏,‏ فنزلوا فذكروا الحديث بطوله‏.‏‏.‏
Muhammad bin Bashar memberitahu kami, Safwan bin Issa memberitahu kami, Muhammad bin Amr bin Issa Abu Naama al-Adawi memberitahu kami, dia berkata: Saya mendengar Khaled bin Umair, dan Shuwaysa, Abu Al-Raqqad, berkata: Umar bin Al-Khattab mengutus Utbah bin Ghazwan dan berkata, “Pergilah, kamu dan orang-orang yang bersamamu.” Sekalipun kalian berada di negeri terjauh bangsa Arab dan negeri terbawah bangsa Persia, maka datanglah sampai ketika mereka berada di Al-Mabad, mereka menemukan tempat tersebut. Mereka berkata: Apa ini? Ini Basrah. Maka mereka berjalan hingga sampai di sisi jembatan kecil itu, dan mereka berkata: Ini kamu disuruh, maka mereka turun dan menyebutkan hadits tersebut secara lengkap.
07
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 52/376
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ أَسْلَمَ أَبُو حَاتِمٍ الْبَصْرِيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ‏:‏ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم‏:‏ لَقَدْ أُخِفْتُ فِي اللهِ وَمَا يَخَافُ أَحَدٌ، وَلَقَدْ أُوذِيتُ فِي اللهِ وَمَا يُؤْذَى أَحَدٌ، وَلَقَدْ أَتَتْ عَلَيَّ ثَلاثُونَ مِنْ بَيْنِ لَيْلَةٍ وَيَوْمٍ، وَمَا لِي وَلِبِلالٍ طَعَامٌ يَأْكُلُهُ ذُو كَبِدٍ، إِلا شَيْءٌ يُوَارَيِهِ إِبِطُ بِلالٍ‏.‏
Abdullah bin Abdul Rahman menceritakan kepada kami, dia berkata: Ruh bin Aslam Abu Hatim Al-Basri menceritakan kepada kami, dia berkata: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, Dia berkata: Tsabit meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Anas, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata: Aku bertakwa demi Allah dan tidak ada seorang pun yang takut, dan aku dirugikan demi Allah. Dan tidak ada seorang pun yang dirugikan, dan tiga puluh malam tiga puluh siang telah tiba kepadaku, dan Bilal dan aku tidak mempunyai makanan yang dapat dimakan oleh orang yang mempunyai hati, kecuali sesuatu yang dia sembunyikan di bawah ketiaknya. Bilal.
08
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 52/377
Anas bin Malik (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا عَفَّانُ بْنُ مُسْلِمٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا أَبَانُ بْنُ يَزِيدَ الْعَطَّارُ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ‏:‏ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، لَمْ يَجْتَمِعْ عِنْدَهُ غَدَاءٌ وَلا عَشَاءٌ مِنْ خُبْزٍ وَلَحْمٍ، إِلا عَلَى ضَفَفٍ‏.‏
Abdullah bin Abdul Rahman meriwayatkan kepada kami, dia berkata: Affan bin Muslim meriwayatkan kepada kami, dia berkata: Aban bin Yazid Al-Attar meriwayatkan kepada kami, dia berkata: meriwayatkan kepada kami Qatada, atas wewenang Anas bin Malik: Nabi Muhammad SAW, tidak berkumpul untuk makan siang atau makan malam roti dan daging, kecuali di bank.
09
Ash-Shama'il Al-Muhammadiyah # 52/378
Naufal bin Lyas al-Hudhali (RA)
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي فُدَيْكٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ مُسْلِمِ بْنِ جُنْدُبٍ، عَنْ نَوْفَلِ بْنِ إِيَاسٍ الْهُذَلِيِّ، قَال‏:‏ كَانَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ لَنَا جَلِيسًا، وَكَانَ نِعْمَ الْجَلِيسُ، وَإِنَّهُ انْقَلَبَ بِنَا ذَاتَ يَوْمٍ، حَتَّى إِذَا دَخَلْنَا بَيْتَهُ وَدَخَلَ فَاغْتَسَلَ، ثُمَّ خَرَجَ وَأُتَيْنَا بِصَحْفَةٍ فِيهَا خُبْزٌ وَلَحْمٌ، فَلَمَّا وُضِعَتْ بَكَى عَبْدُ الرَّحْمَنِ، فَقُلْتُ لَهُ‏:‏ يَا أَبَا مُحَمَّدٍ، مَا يُبْكِيكَ‏؟‏ فَقَالَ‏:‏ هَلكَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، وَلَمْ يَشْبَعْ هُوَ وَأَهْلُ بَيْتِهِ مِنْ خُبْزِ الشَّعِيرِ فَلا أَرَانَا أُخِّرْنَا لِمَا هُوَ خَيْرٌ لَنَا‏.‏
Abdul bin Humaid menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Ismail bin Abi Fudaik menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Abi Dhib menceritakan kepada kami, atas wewenang Muslim bin Jundub, atas wewenang Naufal bin Iyas al-Hudhali, berkata: Abd al-Rahman bin Awf adalah sahabat kami, dan dia adalah sahabat terbaik, dan dia berbalik melawan kami. Itu Suatu hari, ketika kami masuk ke rumahnya dan dia masuk dan mandi, lalu dia keluar dan membawakan kami sepiring berisi roti dan daging. Saat ditempatkan, Abd al-Rahman menangis. Maka aku bertanya padanya: Wahai Abu Muhammad, apa yang membuatmu menangis? Dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, binasa, dan dia dan keluarganya tidak puas dengan roti. Saya tidak berpikir kita harus menunda jelai demi mendapatkan yang terbaik bagi kita.