277 Hadis
01
Misykatul Mashabih # 19/3787
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَصَامَ رَمَضَانَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ جَاهَدَ فِي سهل اللَّهِ أَوْ جَلَسَ فِي أَرْضِهِ الَّتِي وُلِدَ فِيهَا» . قَالُوا: أفَلا نُبشِّرُ النَّاسَ؟ قَالَ: «إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تُفَجَّرُ أنهارُ الجنَّةِ» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Tuhan dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, dan berpuasa di bulan Ramadhan, maka dia mempunyai kewajiban terhadap Tuhan.” Untuk memasukkannya ke surga, dia berjihad di dataran Tuhan atau duduk di tanah tempat dia dilahirkan.” Mereka berkata: Apakah kami tidak akan menyampaikan kabar baik kepada manusia? Beliau bersabda: “Sesungguhnya surga itu seratus tingkat yang disediakan Allah bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Antara dua tingkat itu ibarat antara langit dan bumi. Jadi jika Anda bertanya kepada Tuhan, tanyakan kepada-Nya. Surga, karena surga itu berada di tengah-tengah dan surga yang paling tinggi, dan di atasnya terdapat singgasana Yang Maha Pemurah, dan dari sana mengalir sungai-sungai surga.” Dia meriwayatkannya Al-Bukhari
02
Misykatul Mashabih # 19/3788
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَثَلُ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ الصَّائِمِ الْقَائِمِ الْقَانِتِ بِآيَاتِ اللَّهِ لَا يَفْتُرُ مِنْ صِيَامٍ وَلَا صَلَاةٍ حَتَّى يَرْجِعَ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ»
Dari hadisnya beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah adalah seperti perumpamaan orang yang berpuasa, yaitu orang yang taat pada ayat-ayat Allah dan tidak bimbang.” Puasa dan tidak shalat hingga mujahid kembali di jalan Allah.”
03
Misykatul Mashabih # 19/3789
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «انْتَدَبَ اللَّهُ لِمَنْ خَرَجَ فِي سَبِيلِهِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا إِيمَانٌ بِي وَتَصْدِيقٌ بِرُسُلِي أَنْ أَرْجِعَهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ وَغَنِيمَةٍ أَوْ أُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ»
Mengenai wewenangnya beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Allah telah menetapkan suatu amanat bagi siapa saja yang menempuh jalan-Nya, ia tidak akan menghilangkannya kecuali dengan beriman kepada-Ku dan beriman kepada Rasul-rasul-Ku.” Agar aku mengembalikannya dengan pahala dan rampasan yang diperolehnya, atau memasukkannya ke dalam surga.”
04
Misykatul Mashabih # 19/3790
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْلَا أَنَّ رِجَالًا مِنَ الْمُسْلِمِينَ لَا تَطِيبُ أَنْفُسُهُمْ أَنْ يَتَخَلَّفُوا عَنِّي وَلَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُهُمْ عَلَيْهِ مَا تَخَلَّفْتُ عَنْ سَرِيَّةٍ تَغْزُو فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوَدِدْتُ أنْ أُقتَلَ فِي سَبِيل الله ثمَّ أُحْيى ثمَّ أُقتَلُ ثمَّ أُحْيى ثمَّ أُقتَلُ ثمَّ أُحْيى ثمَّ أقتل»
Dari hadisnya beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya tidak ada sebagian umat Islam yang tidak suka, Mereka tertinggal di belakangku, dan aku tidak dapat menemukan apa pun untuk membawa mereka. dibunuh, lalu aku dihidupkan kembali, lalu aku dibunuh, lalu aku dihidupkan kembali, lalu aku dibunuh.”
05
Misykatul Mashabih # 19/3791
وَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «رِبَاطُ يَوْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا عَلَيْهَا»
Dari wewenang Sahl bin Saad, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Ikatan sehari di jalan Allah lebih baik dari dunia ini dan apa yang ada di atasnya.”
06
Misykatul Mashabih # 19/3792
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَغَدْوَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ رَوْحَةٌ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا»
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Pagi atau siang hari di jalan Allah lebih baik dari pada dunia dan seisinya.”
07
Misykatul Mashabih # 19/3793
وَعَن سلمانَ الفارسيِّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتَّانَ» . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari wewenang Salman Al-Farisi, beliau berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Melanjutkan sehari semalam di jalan Allah lebih baik dari pada berpuasa sebulan dan shalat berjamaah.” Dan jika dia mati, maka terkabullah pekerjaan yang dia kerjakan, tercukupi rezekinya, dan dia selamat dari serangan.” Diriwayatkan oleh Muslim
08
Misykatul Mashabih # 19/3794
وَعَن أبي عَبْسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا اغْبَرَّتْ قَدَمَا عَبْدٍ فِي سَبِيلِ الله فَتَمَسهُ النَّار» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari Abu Abs beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Jangan sekali-kali kaki seorang hamba tertutup debu di jalan Allah dan api menyentuhnya.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
09
Misykatul Mashabih # 19/3795
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَجْتَمِعُ كَافِرٌ وَقَاتِلُهُ فِي النَّارِ أبدا» . رَوَاهُ مُسلم
Berdasarkan hadis Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Orang kafir dan pembunuhnya tidak akan pernah bertemu di Neraka.” Diriwayatkan oleh Muslim
10
Misykatul Mashabih # 19/3796
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مِنْ خَيْرِ مَعَاشِ النَّاسِ لَهُمْ رَجُلٌ مُمْسِكٌ عِنَانَ فَرَسِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَطِيرُ عَلَى مَتْنِهِ كُلَّمَا سَمِعَ هَيْعَةً أَوْ فَزْعَةً طَارَ عَلَيْهِ يَبْتَغِي الْقَتْلَ وَالْمَوْتَ مَظَانَّهُ أَوْ رَجُلٌ فِي غُنَيْمَةٍ فِي رَأْسِ شَعَفَةٍ مِنْ هَذِهِ الشَّعَفِ أَوْ بَطْنِ وَادٍ مِنْ هَذِهِ الْأَوْدِيَةِ يُقِيمُ الصَّلَاةَ وَيُؤْتِي الزَّكَاةَ وَيَعْبُدُ الله حَتَّى يَأْتِيَهُ الْيَقِينُ لَيْسَ مِنَ النَّاسِ إِلَّا فِي خير» . رَوَاهُ مُسلم
Mengenai hadisnya, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Di antara rezeki terbaik manusia adalah seseorang yang memegang kendali kudanya di jalan Allah, terbang ketika mendengar guncangan atau ketakutan, ia terbang ke arahnya, berniat membunuh, dan kematian adalah tempatnya, atau seseorang yang harta rampasannya berada di ujung duri bumi. Hutan ini atau kedalaman salah satu lembah ini menunaikan shalat, membayar zakat, dan beribadah kepada Allah sampai kepastian datang kepadanya. Dia tidak termasuk di antara manusia kecuali di antara yang terbaik.” Diriwayatkan oleh Muslim
11
Misykatul Mashabih # 19/3797
وَعَن زيد بن خالدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي أَهْلِهِ فقد غزا»
Dari hadis Zaid bin Khalid bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mempersiapkan pejuang karena Allah, maka ia telah berperang, dan siapa yang menggantikan pejuang di antara keluarganya, maka ia telah berperang.”
12
Misykatul Mashabih # 19/3798
وَعَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «حُرْمَةُ نِسَاءِ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ كَحُرْمَةِ أُمَّهَاتِهِمْ وَمَا مِنْ رَجُلٍ مِنَ الْقَاعِدِينَ يَخْلُفُ رَجُلًا مِنَ الْمُجَاهِدِينَ فِي أَهْلِهِ فَيَخُونُهُ فِيهِمْ إِلَّا وُقِفَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فيأخذُ مِنْ عَمَلِهِ مَا شَاءَ فَمَا ظَنُّكُمْ؟» . رَوَاهُ مُسلم
Dari riwayat Buraydah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Kesucian wanita mujahidin bagi orang-orang yang duduk adalah seperti kesucian ibu-ibu mereka, dan tidak ada laki-laki yang duduk di belakang laki-laki dari kalangan Mujahidin dalam keluarganya, dan dia berkhianat di antara mereka, kecuali dia berhenti untuknya pada hari kiamat dan sebagian pekerjaannya diambil. Apa pun yang diinginkannya, bagaimana pendapatmu? . Muslim
13
Misykatul Mashabih # 19/3799
وَعَن أبي مَسْعُود الْأنْصَارِيّ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ بِنَاقَةٍ مَخْطُومَةٍ فَقَالَ: هَذِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَكَ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَبْعمِائة نَاقَة كلهَا مخطومة» . رَوَاهُ مُسلم
Dari Abu Masoud Al-Anshari beliau bersabda: Seorang laki-laki datang membawa seekor unta betina yang gundukan dan berkata: Ini demi Allah. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Untukmu.” Pada hari kiamat nanti ada tujuh ratus ekor unta betina yang semuanya belang-belang.” Diriwayatkan oleh Muslim
14
Misykatul Mashabih # 19/3800
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ بَعْثًا إِلَى بَنِي لِحْيَانَ مِنْ هُذَيْلٍ فَقَالَ: «لينبعثْ مِنْ كلِّ رجلينِ أحدُهما والأجرُ بَينهمَا» . رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Abu Saeed: Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, mengirim delegasi ke Bani Lahyan dari Hudhayl ​​​​dan berkata: “Hendaklah salah satu dari mereka mengirimkan untuk setiap dua orang dan pahalanya ada di antara mereka.” Diriwayatkan oleh Muslim
15
Misykatul Mashabih # 19/3801
وَعَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَنْ يَبْرَحَ هَذَا الدِّينُ قَائِمًا يُقَاتِلُ عَلَيْهِ عِصَابَةٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ حَتَّى تقوم السَّاعَة» . رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Jabir bin Samurah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Agama ini tidak akan ada lagi, dan sekelompok umat Islam akan memperebutkannya.” Sampai Kiamat itu tiba.” Diriwayatkan oleh Muslim
16
Misykatul Mashabih # 19/3802
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يُكَلَّمُ أَحَدٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَنْ يُكَلَّمُ فِي سَبِيلِهِ إِلَّا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَجُرْحُهُ يَثْعَبُ دَمًا اللَّوْنُ لَوْنُ الدَّمِ والريحُ ريحُ المسكِ»
Dari Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada seorangpun yang diajak bicara di jalan Allah, dan Allah lebih mengetahui siapa yang diajak bicara di jalan-Nya kecuali telah tiba hari kiamat dan lukanya bersimbah darah, berwarna darah dan berbau musk.”
17
Misykatul Mashabih # 19/3803
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنْ أَحَدٍ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يُحِبُّ أَنْ يُرْجَعَ إِلَى الدُّنْيَا وَلَهُ مَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا الشَّهِيدُ يَتَمَنَّى أَنْ يُرْجَعَ إِلَى الدُّنْيَا فَيُقْتَلَ عَشْرَ مَرَّاتٍ لِمَا يَرَى مِنَ الْكَرَامَةِ»
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak seorang pun yang masuk surga ingin kembali ke dunia selagi ia memiliki segala yang ada di bumi.” “Tidak ada kecuali seorang syahid yang ingin kembali ke dunia ini dan dibunuh sepuluh kali lipat karena apa yang dilihatnya sebagai martabat.”
18
Misykatul Mashabih # 19/3804
Masruq (RA)
وَعَنْ مَسْرُوقٍ قَالَ: سَأَلْنَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مسعودٍ عَنْ هَذِهِ الْآيَةِ: (وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ ربِّهم يُرزقون)
الْآيَةَ قَالَ: إِنَّا قَدْ سَأَلْنَا عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ:
" أَرْوَاحُهُمْ فِي أَجْوَافِ طَيْرٍ خُضْرٍ لَهَا قَنَادِيلُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَسْرَحُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ شَاءَتْ ثُمَّ تَأْوِي إِلَى تِلْكَ الْقَنَادِيلِ فَاطَّلَعَ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمُ اطِّلَاعَةً فَقَالَ: هَلْ تَشْتَهُونَ شَيْئًا؟ قَالُوا: أَيَّ شَيْءٍ نَشْتَهِي وَنَحْنُ نَسْرَحُ مِنَ الْجنَّة حيثُ شِئْنَا ففعلَ ذلكَ بهِمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَلَمَّا رَأَوْا أَنَّهُمْ لَنْ يُتْرَكُوا مِنْ أَنْ يَسْأَلُوا قَالُوا: يَا رَبُّ نُرِيدُ أَنْ تُرَدَّ أَرْوَاحُنَا فِي أَجْسَادِنَا حَتَّى نُقْتَلَ فِي سبيلِكَ مرَّةً أُخرى فَلَمَّا رَأَى أَنْ لَيْسَ لَهُمْ حَاجَةٌ تُرِكُوا ". رَوَاهُ مُسلم
Dari Masruq beliau berkata: Kami bertanya kepada Abdullah bin Masoud tentang ayat ini: (Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati, melainkan hidup. Mereka diberi rezeki oleh Tuhannya.) Ayat tersebut berbunyi: Sesungguhnya Kami telah menanyakan hal itu, dan Dia berfirman: “Jiwa mereka ada di dalam perut burung hijau yang pelitanya menempel di Arsy.” Dia akan pergi dari surga kemanapun dia mau, lalu dia berlindung pada lampu-lampu itu. Kemudian Tuhan mereka memandang mereka dengan pandangan ilmu dan berkata: Apakah kamu menginginkan sesuatu? Mereka berkata: Apapun yang kami inginkan saat kami bepergian dari surga kemanapun kami inginkan. Maka beliau melakukan hal itu kepada mereka sebanyak tiga kali, dan ketika mereka melihat bahwa mereka tidak akan dibiarkan tanpa diminta. Mereka berkata: Ya Tuhan, kami ingin jiwa kami dikembalikan ke tubuh kami agar kami dapat dibunuh lagi demi Engkau. Maka ketika mereka melihat bahwa mereka tidak memerlukannya, mereka meninggalkannya. “Diriwayatkan oleh Muslim.
19
Misykatul Mashabih # 19/3805
عَن أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فِيهِمْ فَذَكَرَ لَهُمْ أَنَّ الْجِهَادَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْإِيمَانَ بِاللَّهِ أَفْضَلُ الْأَعْمَالِ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ قُتِلْتُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُكَفَّرُ عَنَى خَطَايَايَ؟ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «نِعْمَ إِنْ قُتِلْتَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَنْتَ صَابِرٌ مُحْتَسِبٌ مُقْبِلٌّ غَيْرُ مُدْبِرٍ» . ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «كَيْفَ قُلْتَ؟» فَقَالَ: أَرَأَيْتَ إِنْ قُتِلْتُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَيُكَفَّرُ عَنِّي خَطَايَايَ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «نَعَمْ وَأَنْتَ صَابِرٌ مُحْتَسِبٌ مُقْبِلٌ غَيْرُ مُدْبِرٍ إِلَّا الدَّيْنَ فَإِنَّ جِبْرِيلَ قَالَ لِي ذَلِكَ» . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Atas wewenang Abu Qatada bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berdiri di antara mereka dan menyebutkan kepada mereka bahwa jihad di jalan Tuhan dan beriman kepada Tuhan lebih baik. Kemudian seorang laki-laki berdiri dan berkata: Wahai Rasulullah, apakah menurutmu jika aku terbunuh atas nama Tuhan, dosa-dosaku akan terhapuskan? Kemudian Rasulullah bersabda kepadanya, semoga doa dan salam Allah besertanya: “Ya, jika kamu terbunuh di jalan Allah dan kamu bersabar dan mencari pahala, maju dan tidak mundur.” Kemudian Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berkata: “Bagaimana kamu mengatakannya?” Beliau bertanya: Pernahkah kamu mengira jika aku dibunuh atas nama Allah, apakah dosaku akan diampuni? Kemudian Rasulullah bersabda, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian: “Ya, dan kamu bersabar dan mencari pahala, dan jangan berpaling kecuali dari hutang, karena Jibril mengatakan itu kepadaku.” Diriwayatkan oleh Muslim
20
Misykatul Mashabih # 19/3806
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْقَتْلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُكَفِّرُ كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا الدّين» . رَوَاهُ مُسلم
Berdasarkan wewenang Abdullah bin Amr bin Al-Aas, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Membunuh di jalan Allah menghapuskan segalanya kecuali hutang.” Diriwayatkan oleh Muslim
21
Misykatul Mashabih # 19/3807
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
" يَضْحَكُ اللَّهُ تَعَالَى إِلَى رَجُلَيْنِ يَقْتُلُ أَحَدُهُمَا الْآخَرَ يَدْخُلَانِ الْجَنَّةَ: يُقَاتِلُ هَذَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلُ ثُمَّ يَتُوبُ اللَّهُ على الْقَاتِل فيستشهد "
Atas wewenang Abu Hurairah, Rasulullah SAW, bersabda: “Allah SWT tertawa ketika dua orang laki-laki, yang satu membunuh yang lain, masuk surga: Orang ini berperang di jalan Allah lalu terbunuh, kemudian Allah kembali kepada si pembunuh dan syahid.” "
22
Misykatul Mashabih # 19/3808
وَعَن سهل بن حنيف قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ. رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Sahl bin Hanif beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang memohon syahid kepada Allah dengan ikhlas, niscaya Allah akan menjadikannya syahid, meskipun ia mati di… tempat tidurnya.
23
Misykatul Mashabih # 19/3809
وَعَن أنسٍ أَنَّ الرُّبَيِّعَ بِنْتَ الْبَرَاءِ وَهِيَ أَمُّ حَارِثَةَ بْنِ سُرَاقَةَ أَتَتِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا تُحَدِّثُنِي عنْ حَارِثَةَ وَكَانَ قُتِلَ يَوْمَ بَدْرٍ أَصَابَهُ سَهْمٌ غَرْبٌ فَإِنْ كَانَ فِي الْجَنَّةِ صَبَرْتُ وَإِنْ كَانَ غَيْرُ ذَلِكَ اجْتَهَدْتُ عَلَيْهِ فِي الْبُكَاءِ فَقَالَ: «يَا أَمَّ حَارِثَةَ إِنَّهَا جِنَانٌ فِي الْجَنَّةِ وَإِنَّ ابْنَكِ أَصَابَ الْفِرْدَوْسَ الْأَعْلَى» . رَوَاهُ البخاريُّ
Dari Anas bahwa Al-Rabi’ binti Al-Bara’ yang merupakan ibu dari Harithah bin Suraqah, mendatangi Nabi Muhammad SAW, dan berkata: Wahai Rasulullah, maukah engkau menceritakan padaku tentang Haritha, dan dia terbunuh pada hari Badar, terkena panah barat. Jika dia di surga, aku akan bersabar, dan jika selain itu, aku akan berusaha. Dia mulai menangis dan berkata: “Wahai Ummu Haritha, dia adalah surga di surga, dan putramu telah memasuki surga tertinggi.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
24
Misykatul Mashabih # 19/3810
وَعَنْهُ قَالَ: انْطَلَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ حَتَّى سَبَقُوا الْمُشْرِكِينَ إِلَى بَدْرٍ وَجَاءَ الْمُشْرِكُونَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «قُومُوا إِلَى جَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ» . قَالَ عُمَيْرُ بْنُ الْحُمَامِ: بَخْ بَخْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" مَا يَحْمِلُكَ عَلَى قَوْلِكَ: بَخْ بَخْ؟ " قَالَ: لَا وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِلَّا رَجَاءَ أَنْ أَكُونَ مِنْ أَهْلِهَا قَالَ: «فَإِنَّكَ مِنْ أَهْلِهَا» قَالَ: فَأَخْرَجَ تَمَرَاتٍ مِنْ قَرْنِهِ فَجَعَلَ يَأْكُلُ مِنْهُنَّ ثُمَّ قَالَ: لَئِنْ أَنَا حَيِيتُ حَتَّى آكل تمراتي إِنَّهَا الْحَيَاة طَوِيلَةٌ قَالَ: فَرَمَى بِمَا كَانَ مَعَهُ مِنَ التَّمْرِ ثُمَّ قَاتَلَهُمْ حَتَّى قُتِلَ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Atas wewenangnya, beliau bersabda: Rasulullah SAW, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan para sahabatnya berangkat hingga mereka mendahului kaum musyrik ke Badar, dan kaum musyrik itu datang, dan Rasulullah mengucapkan semoga doa dan damai sejahtera Allah besertanya: “Bangunlah ke dalam taman seluas langit dan bumi.” Umayr bin Al-Hammam berkata: Bakh, Bakh, dan dia berkata kepada Rasulullah SAW: “Apa yang membuatmu berkata, ‘Bakh, bakh?’” Beliau menjawab: “Tidak, demi Tuhan, wahai Rasulullah, kecuali dengan harapan bahwa aku akan menjadi salah satu dari umatnya. Dia berkata: “Kalau begitu, kamu adalah salah satu dari umatnya.” Dia berkata: Kemudian dia mengambil kurma dari tanduknya dan mulai memakannya. Lalu dia berkata: Jika aku hidup sampai aku memakan kurmaku. Hidup itu panjang. Dia berkata: Dia membuang kurma yang ada bersamanya, lalu memeranginya sampai dia terbunuh. Diriwayatkan oleh Muslim
25
Misykatul Mashabih # 19/3811
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا تَعُدُّونَ الشَّهِيدَ فِيكُمْ؟» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ قَالَ:
" إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لِقَلِيلٌ: مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فهوَ شهيدٌ ". رَوَاهُ مُسلم
Dari Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Apakah yang kamu anggap syahid di antara kamu?” Mereka berkata: Wahai Rasulullah, barangsiapa terbunuh di jalan Allah, maka ia syahid. Beliau bersabda: “Maka, yang mati syahid di bangsaku sedikit sekali: siapa pun yang terbunuh di jalan Allah adalah syahid.” Dan siapa yang mati di jalan Allah, maka dialah syahid, dan siapa yang mati karena wabah maka ia syahid, dan siapa yang mati karena perut, ia syahid.” Diriwayatkan oleh Muslim.
26
Misykatul Mashabih # 19/3812
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنْ غَازِيَة أَو سَرِيَّة تغزو فتغتنم وَتَسْلَمُ إِلَّا كَانُوا قَدْ تَعَجَّلُوا ثُلُثَيْ أُجُورِهِمْ وَمَا مِنْ غَازِيَةٍ أَوْ سَرِيَّةٍ تَخْفُقُ وَتُصَابُ إِلَّا تمّ أُجُورهم» . رَوَاهُ مُسلم
Dari riwayat Abdullah bin Amr beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada kekuatan penyerbu atau ekspedisi yang menyerbu, merampas kekayaan, dan selamat kecuali mereka bergegas.” Dua pertiga dari gaji mereka, dan tidak ada penjajah atau kelompok perang yang gagal atau terluka tetapi gaji mereka telah dibayar penuh.” Diriwayatkan oleh Muslim
27
Misykatul Mashabih # 19/3813
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُو وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ نفاق» . رَوَاهُ مُسلم
Dari Abu Hurairah beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mati dan tidak berperang dan tidak membicarakannya pada dirinya sendiri, maka ia mati dalam keadaan munafik.” Diriwayatkan oleh Muslim
28
Misykatul Mashabih # 19/3814
وَعَن أبي مُوسَى قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: الرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلْمَغْنَمِ وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِلذِّكْرِ وَالرَّجُلُ يُقَاتِلُ لِيُرَى مَكَانُهُ فَمَنْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: «مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ الله»
Dari Abu Musa beliau bersabda: Seorang laki-laki mendatangi Nabi Muhammad SAW dan berkata: Seorang laki-laki berperang demi harta rampasan, laki-laki berperang demi laki-laki, dan laki-laki berperang agar terlihat. Sebagai gantinya, siapakah yang berada di jalan Tuhan? Beliau bersabda: “Siapapun yang berjuang agar firman Tuhan menjadi yang utama, dia berada di jalan Tuhan.”
29
Misykatul Mashabih # 19/3816
وَعَنْ أَنَسٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجَعَ مِنْ غَزْوَةِ تَبُوكَ فَدَنَا مِنَ الْمَدِينَةِ فَقَالَ: «إِنَّ بِالْمَدِينَةِ أَقْوَامًا مَا سِرْتُمْ مَسِيرًا وَلَا قَطَعْتُمْ وَادِيًا إِلَّا كَانُوا مَعَكُمْ» . وَفِي رِوَايَةٍ: «إِلَّا شَرِكُوكُمْ فِي الْأَجْرِ» . قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَهُمْ بِالْمَدِينَةِ؟ قَالَ: «وهُم بالمدينةِ حَبسهم الْعذر» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
وَرَوَاهُ مُسلم عَن جَابر
Dari Anas: Rasulullah SAW kembali dari perang Tabuk dan mendekati Madinah seraya bersabda: “Sesungguhnya di Madinah ada beberapa orang yang telah kamu lalui suatu jalan, dan kamu belum melintasi sebuah lembah kecuali mereka bersamamu.” Dan dalam riwayatnya: “Kecuali mereka membagi pahala kepadamu.” Mereka berkata: Wahai Rasulullah, dan mereka berada di kota? Beliau berkata: “Ketika mereka berada di Madinah, mereka ditahan karena suatu alasan.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan diriwayatkan oleh Muslim atas wewenang Jabir
30
Misykatul Mashabih # 19/3817
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَأْذَنَهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ: «أَحَي والدك؟» قَالَ: نَعَمْ قَالَ: «فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ» . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. وَفِي رِوَايَةٍ: «فَارْجِعْ إِلَى وَالِدَيْكَ فَأَحْسِنْ صُحْبَتَهُمَا»
Dari riwayat Abdullah bin Amr beliau berkata: Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah SAW, dan memberinya kedamaian, lalu meminta izin kepadanya untuk melakukan jihad. Dia berkata: “Apakah ayahmu masih hidup?” Dia berkata: Ya. Dia berkata: “Jadi dia berjuang dalam keduanya.” sepakat. Dan dalam riwayatnya: “Kembalilah kepada orang tuamu dan bertemanlah baik dengan mereka.”
31
Misykatul Mashabih # 19/3818
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَوْم الْفَتْح: ( «اهجرة بَعْدَ الْفَتْحِ وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فانفروا»
Atas wewenang Ibnu Abbas, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda pada hari penaklukan: “Migrasi setelah penaklukan, tetapi jihad dan niat, dan ketika Anda dimobilisasi, pergilah.”
32
Misykatul Mashabih # 19/3819
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهُمْ حَتَّى يُقَاتِلَ آخِرُهُمُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari wewenang Imran bin Husain, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sekelompok umatku akan terus memperjuangkan kebenaran, mengalahkan orang-orang yang mengakomodir mereka hingga yang terakhir di antara mereka melawan Dajjal.
33
Misykatul Mashabih # 19/3820
وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ لَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُجَهِّزْ غَازِيًا أَوْ يَخْلُفْ غَازِيًا فِي أَهْلِهِ بِخَيْرٍ أَصَابَهُ اللَّهُ بِقَارِعَةٍ قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Atas wewenang Abu Umamah, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Barang siapa yang tidak berperang dan tidak menyiapkan pejuang atau mensukseskan pejuang di antara keluarganya, maka celakalah yang menimpanya.” Allah akan memberikan kita musibah sebelum hari kiamat. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
34
Misykatul Mashabih # 19/3821
وَعَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «جَاهِدُوا الْمُشْرِكِينَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَأَلْسِنَتِكُمْ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ والدارمي
Atas wewenang Anas, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Hancurkan orang-orang musyrik dengan hartamu, jiwamu, dan lidahmu.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Al-Nasa’i dan Al-Darimi
35
Misykatul Mashabih # 19/3822
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَاضْرِبُوا الْهَامَ تُوَرَّثُوا الْجِنَانَ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حديثٌ غَرِيب
Dari Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Perbanyaklah salam, beri makan, dan nikmati semangat, maka kamu akan mewarisi surga.” Al-Tirmidzi meriwayatkannya dan berkata: Ini adalah hadits yang aneh.
36
Misykatul Mashabih # 19/3824
وَعَن فَضالَةَ بنِ عُبيدٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «كُلُّ مَيِّتٍ يُخْتَمُ عَلَى عَمَلِهِ إِلَّا الَّذِي مَاتَ مُرَابِطًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَإِنَّهُ يُنَمَّى لَهُ عَمَلُهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَيَأْمَنُ فتْنَة الْقَبْر» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَأَبُو دَاوُد
وَرَوَاهُ الدَّارمِيّ عَن عقبَة بن عَامر
Dari hadis Fadalah bin Ubaid, atas izin Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Setiap orang yang meninggal, pasti amal perbuatannya, kecuali orang yang meninggal itu dalam keadaan di jalan Allah, karena dia akan dimajukan amalnya hingga hari kiamat, dan dia akan selamat dari cobaan kubur.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Abu Dawud, dan diriwayatkan oleh Al-Darimi atas wewenang Uqba Bin Amer
37
Misykatul Mashabih # 19/3825
وَعَن معاذِ بن جبلٍ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ قَاتَلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَوَاقَ نَاقَةٍ فَقَدْ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَمَنْ جُرِحَ جُرْحًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ نُكِبَ نَكْبَةً فَإِنَّهَا تَجِيءُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَغْزَرِ مَا كَانَتْ لَوْنُهَا الزَّعْفَرَانُ وَرِيحُهَا الْمِسْكُ وَمَنْ خَرَجَ بِهِ خُرَاجٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَإِنَّ عَلَيْهِ طَابَعُ الشُّهَدَاءِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ
Dari hadis Muadz bin Jabal, beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berperang di jalan Allah dan mempunyai seekor unta betina, maka baginya surga telah ditentukan. para martir.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Al-Nasa’i.
38
Misykatul Mashabih # 19/3826
وَعَن خُرَيمِ بن فاتِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَنْفَقَ نَفَقَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كُتبَ لَهُ بسبعمائةِ ضعف» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَالنَّسَائِيّ
Dari Khurraym bin Fatik beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menafkahkan di jalan Allah maka pahalanya tujuh ratus kali lipat.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Al-Nasa'i
39
Misykatul Mashabih # 19/3827
وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَفْضَلُ الصَّدَقَاتِ ظِلُّ فُسْطَاطٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمِنْحَةُ خَادِمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ طَرُوقَةُ فَحْلٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ
Dari hadis Abu Umamah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah yang paling utama adalah menyokong tenda karena Allah dan sumbangan seorang hamba di jalan Allah.” Atau menyembelih seekor kuda jantan demi Allah.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
40
Misykatul Mashabih # 19/3828
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَلِجُ النَّارَ مَنْ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ حَتَّى يَعُودَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ وَلَا يَجْتَمِعَ عَلَى عَبْدٍ غُبَارٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَزَادَ النَّسَائِيُّ فِي أُخْرَى: «فِي مَنْخِرَيْ مُسْلِمٍ أَبَدًا» وَفِي أُخْرَى: «فِي جَوْفِ عَبْدٍ أَبَدًا وَلَا يَجْتَمِعُ الشُّحُّ وَالْإِيمَانُ فِي قَلْبِ عَبْدٍ أَبَدًا»
Dari Abu Hurairah beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menangis karena takut kepada Allah, ia tidak akan masuk Neraka hingga air susu kembali ke ambingnya.” Debu akan berkumpul pada seorang hamba di jalan Allah dan asap Neraka.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, dan Al-Nasa'i menambahkan di lain waktu: “Di lubang hidungku.” Tidak pernah seorang Muslim” dan kalimat lainnya: “Tidak pernah ada dalam hati seorang hamba, dan kekikiran serta keimanan tidak akan pernah hidup berdampingan dalam hati seorang hamba.”
41
Misykatul Mashabih # 19/3829
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" عَيْنَانِ لَا تَمَسُّهُمَا النَّارُ: عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ
Atas wewenang Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Dua mata tidak dapat disentuh oleh api: mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang bermalam berjaga di jalan Allah.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
42
Misykatul Mashabih # 19/3830
وَعَن أبي هريرةَ قَالَ: مَرَّ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشِعْبٍ فِيهِ عُيَيْنَةٌ مِنْ مَاءٍ عَذْبَةٌ فَأَعْجَبَتْهُ فَقَالَ: لَوِ اعْتَزَلْتُ النَّاسَ فَأَقَمْتُ فِي هَذَا الشِّعْبِ فَذَكَرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «لَا تَفْعَلْ فَإِنَّ مَقَامَ أَحَدِكُمْ فِي سَبِيلِ الله أفضل من صلَاته سَبْعِينَ عَامًا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَيُدْخِلَكُمُ الْجَنَّةَ؟ اغْزُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ قَاتَلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَوَاقَ نَاقَةٍ وَجَبت لَهُ الْجنَّة» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari Abu Hurairah beliau berkata: Seorang laki-laki dari para sahabat Rasulullah SAW, melewati sebuah gunung yang di dalamnya terdapat sumber air tawar. Hal itu menyenangkannya, dan dia berkata: Seandainya saja aku mengasingkan diri dari masyarakat dan tinggal di antara umat ini. Hal ini telah disebutkan kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan dia berkata: "Jangan lakukan itu, karena ada tempat di mana adakah di antara kamu yang melakukan shalat di jalan Tuhan lebih dari tujuh puluh tahun? Apakah kamu tidak ingin Tuhan mengampunimu dan memasukkanmu ke surga? Bertarunglah di jalan Tuhan. Siapa pun yang berperang di jalan Tuhan dan menunggangi unta betina, maka dijamin baginya surga." Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
43
Misykatul Mashabih # 19/3831
وَعَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «رِبَاطُ يَوْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ يَوْمٍ فِيمَا سِوَاهُ مِنَ الْمَنَازِلِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيّ
Atas wewenang Utsman radhiyallahu 'anhu, atas wewenang Rasulullah SAW, beliau bersabda: "Ikatan satu hari di jalan Allah lebih baik dari seribu hari di hari-hari lainnya." “Dari rumah-rumah.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Al-Nasa'i
44
Misykatul Mashabih # 19/3832
Abu Hurairah (RA)
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
" عَرَضَ عَلَيَّ أَوَّلُ ثَلَاثَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ: شَهِيدٌ وَعَفِيفٌ مُتَعَفِّفٌ وَعَبَدٌ أَحْسَنَ عبادةَ اللَّهِ ونصح لمواليه ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Atas wewenang Abu Hurairah, Rasulullah SAW, bersabda: “Tiga orang pertama yang masuk surga dihadirkan kepadaku: seorang syahid, seorang yang suci dan menguasai diri, dan seorang hamba yang paling beribadah kepada Tuhan dan ikhlas kepada para pengikutnya.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
45
Misykatul Mashabih # 19/3833
وَعَن عبدِ الله بنِ حُبَشيٍّ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «طُولُ الْقِيَامِ» قِيلَ: فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «جُهْدُ الْمُقِلِّ» قِيلَ: فَأَيُّ الْهِجْرَةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «مَنْ هَجَرَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ» قِيلَ: فَأَيُّ الْجِهَادِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «مَنْ جَاهَدَ الْمُشْرِكِينَ بِمَالِهِ وَنَفْسِهِ» . قِيلَ: فَأَيُّ الْقَتْلِ أَشْرَفُ؟ قَالَ: «مَنْ أُهْرِيقَ دَمُهُ وَعُقِرَ جَوَادُهُ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
وَفِي رِوَايَةِ للنسائي: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ: أيُّ الأعمالِ أفضلُ؟ قَالَ: «إِيمانٌ لَا شكَّ فِيهِ وَجِهَادٌ لَا غُلُولَ فِيهِ وَحَجَّةٌ مَبْرُورَةٌ» . قِيلَ: فَأَيُّ الصَّلَاةِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «طُولُ الْقُنُوتِ» . ثمَّ اتفقَا فِي الْبَاقِي
Berdasarkan otoritas Abdullah bin Habashi: Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, ditanya amalan manakah yang terbaik? Dia berkata: “Sudah lama berdiri.” Ditanyakan: Amal manakah yang lebih baik? Beliau menjawab: “Usaha al-Muql.” Dikatakan: Migrasi manakah yang terbaik? Beliau bersabda: “Barangsiapa meninggalkan apa yang dilarang Allah baginya.” Dikatakan: Jihad manakah yang terbaik? Beliau bersabda: “Orang yang memerangi kaum musyrik dengan harta dan nyawanya.” Dikatakan: Pembunuhan manakah yang lebih mulia? Beliau bersabda, “Yang darahnya tertumpah dan kudanya yang cacat.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dan dalam riwayat Al-Nasa’i: Nabi Muhammad SAW ditanya: Amalan manakah yang terbaik? Beliau menjawab: “Iman yang tidak ada keraguannya, jihad yang tidak ada kebatilannya, dan dalilnya. Ditanyakan: Doa manakah yang paling utama? Dia berkata: “Panjang Qunuot.” Kemudian mereka menyetujui sisanya
46
Misykatul Mashabih # 19/3834
al-Miqdam bin Ma'dikarib (RA)
وَعَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِي أوَّلِ دفعةٍ وَيَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ الْيَاقُوتَةُ مِنْهَا خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا ويزوَّجُ ثنتينِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنَ الْحُورِ الْعِينِ وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ مِنْ أَقْرِبَائِهِ ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ
Dari hadis Al-Miqdam bin Maadi Karib beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang syahid mempunyai enam ciri di sisi Allah: Dia akan diampuni pada saat pertama.” Dia akan melihat tempat duduknya di surga, dia akan terlindungi dari siksa kubur, dia akan aman dari teror yang paling besar, dan mahkota kehormatan akan ditempatkan di kepalanya. Batu mirah yang ada di dalamnya lebih baik dari dunia dan seisinya, dan dia akan mengawini tujuh puluh dua isteri dari antara gadis-gadis cantik, dan dia akan memberi syafaat bagi tujuh puluh sanak saudaranya.” Diriwayatkan olehnya. Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah
47
Misykatul Mashabih # 19/3835
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ لَقِيَ اللَّهَ بِغَيْرِ أَثَرٍ مِنْ جِهَادٍ لَقِيَ اللَّهَ وَفِيهِ ثُلْمَةٌ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَابْن مَاجَه
Dari hadis Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa bertemu Tuhan tanpa jejak jihad, maka dia akan bertemu Tuhan dengan tanda di dalam dirinya.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah
48
Misykatul Mashabih # 19/3836
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الشَّهِيدُ لَا يَجِدُ أَلَمَ الْقَتْلِ إِلَّا كَمَا يَجِدُ أَحَدُكُمْ أَلَمَ الْقَرْصَةِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ وَالدَّارِمِيُّ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ
Mengenai hadisnya beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang syahid merasakan sakitnya membunuh kecuali salah seorang di antara kalian merasakan sakitnya dicubit.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Al-Nasa’i, dan Al-Darimi, dan Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits hasan gharieb.
49
Misykatul Mashabih # 19/3837
وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
" لَيْسَ شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ قَطْرَتَيْنِ وَأَثَرَيْنِ: قَطْرَةِ دُمُوعٍ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَقَطْرَةِ دَمٍ يُهْرَاقُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَمَّا الْأَثَرَانِ: فَأَثَرٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَثَرٌ فِي فَرِيضَةٍ مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ تَعَالَى ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ
Atas wewenang Abu Umamah, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Tidak ada yang lebih dicintai Allah daripada dua tetes dan dua bekas: setetes air mata karena takut kepada Allah.” Dan setetes darah tertumpah di jalan Allah. Adapun jejaknya: jejak di jalan Allah dan jejak di salah satu kewajiban Allah. Mahakuasa." Al-Tirmidzi meriwayatkannya dan berkata: Ini adalah hadits hasan gharieb.
50
Misykatul Mashabih # 19/3838
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَرْكَبِ الْبَحْرَ إِلَّا حَاجًّا أَوْ مُعْتَمِرًا أَوْ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَإِنَّ تَحْتَ الْبَحْرِ نَارًا وَتَحْتَ النَّارِ بَحْرًا» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
Dari hadis Abdullah bin Amr beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kamu mengarungi lautan kecuali sebagai seorang peziarah, atau seorang peziarah, atau seorang pejuang karena Demi Allah, sesungguhnya di bawah laut ada api, dan di bawah api ada laut.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood