39 Hadis
01
Misykatul Mashabih # 15/3407
وَعَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ يَنْهَاكُمْ أَنْ تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ مَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللَّهِ أَوْ ليصمت»
Atas kewenangannya, Rasulullah SAW bersabda: "Tuhan melarang kamu bersumpah demi nenek moyangmu. Siapa pun yang bersumpah, hendaklah dia bersumpah demi Tuhan." Atau diam”
02
Misykatul Mashabih # 15/3408
وَعَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَحْلِفُوا بِالطَّوَاغِي وَلَا بِآبَائِكُمْ» . رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Abd al-Rahman bin Samurah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jangan bersumpah demi tiran atau demi ayahmu.” Diriwayatkan oleh Muslim
03
Misykatul Mashabih # 15/3409
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
" مَنْ حَلَفَ فَقَالَ فِي حَلِفِهِ: بِاللَّاتِ وَالْعُزَّى فَلْيَقُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ. وَمَنْ قَالَ لِصَاحِبِهِ: تَعَالَ أقامرك فليتصدق "
Atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dia berkata: “Barangsiapa bersumpah dan mengucapkan dalam sumpahnya: Demi Al-Laat dan Al-Uzza, maka hendaklah dia berkata: Tidak ada tuhan selain Allah. Dan barangsiapa berkata kepada temannya: Ayo, izinkan aku berjudi denganmu, maka hendaklah dia bersedekah.”
04
Misykatul Mashabih # 15/3410
وَعَنْ ثَابِتِ بْنِ الضَّحَّاكِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ حَلَفَ عَلَى مِلَّةٍ غَيْرِ الْإِسْلَامِ كَاذِبًا فَهُوَ كَمَا قَالَ وَلَيْسَ عَلَى ابْنِ آدَمَ فِيمَا لَا يَمْلِكُ وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ فِي الدُّنْيَا عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَعَنَ مُؤْمِنًا فَهُوَ كَقَتْلِهِ وَمَنْ قَذَفَ مُؤْمِنًا بِكُفْرٍ فَهُوَ كَقَتْلِهِ وَمَنِ ادَّعَى دَعْوَى كَاذِبَةً لِيَتَكَثَّرَ بِهَا لَمْ يَزِدْهُ اللَّهُ إِلَّا قِلَّةً»
Dari hadits Thabit bin Al-Dahhak beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bersumpah pada agama selain Islam, maka ia berbohong, maka ia adalah seperti yang dikatakannya dan bukan Anak Adam, maka ia termasuk dalam apa yang tidak dimilikinya, dan barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri demi sesuatu di dunia, maka ia akan dihukum karenanya pada hari kiamat, dan barangsiapa yang mengutuk seorang mukmin maka akan dihukum karenanya. kekafiran, maka itu seperti membunuhnya. Dan barangsiapa yang membuat klaim palsu untuk melipatgandakannya, maka Allah tidak akan menambahinya kecuali sedikit.”
05
Misykatul Mashabih # 15/3411
وَعَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَنِّي وَاللَّهِ إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَا أَحْلِفُ عَلَى يَمِينٍ فَأَرَى غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا إِلَّا كَفَّرْتُ عَنْ يَمِينِي وَأَتَيْتُ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ»
Atas wewenang Abu Musa, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Demi Tuhan, Insya Allah, saya tidak akan bersumpah dan melihat orang lain lebih baik dari itu.” إِلَّا كَفَّرْتُ عَنْ يَمِينِي وَأَتَيْتُ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ»
06
Misykatul Mashabih # 15/3412
Abd al-Rahman bin Samura (RA)
وَعَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ لَا تَسْأَلِ الْإِمَارَةَ فَإِنَّكَ إِنْ أُوتِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا وَإِنْ أُوتِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا وَإِذَا حَلَفْتَ عَلَى يَمِينٍ فَرَأَيْتَ غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا فَكَفِّرْ عَنْ يَمِينِكَ وَأْتِ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ» . وَفِي رِوَايَةٍ: «فَأْتِ الَّذِي هُوَ خير وَكفر عَن يَمِينك»
Dari hadis Abd al-Rahman bin Samurah, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Abd al-Rahman bin Samurah, janganlah kamu meminta kepemimpinan.” Jika kamu diberinya karena suatu pertanyaan, maka kamu dititipkan padanya, dan jika kamu diberikan itu karena suatu pertanyaan selain dari suatu pertanyaan, maka kamu akan membantunya, dan jika kamu bersumpah dan kamu melihat selain itu, itu lebih baik dari itu, maka perbaikilah sumpahmu dan berikanlah yang lebih baik.” Dan dalam riwayatnya: “Maka carilah yang lebih baik dan perbaikilah sumpahmu.”
07
Misykatul Mashabih # 15/3413
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ فَرَأَى خَيْرًا مِنْهَا فَلْيُكَفِّرْ عَنْ يَمِينِهِ وليفعل» . رَوَاهُ مُسلم
Berdasarkan hadis Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa bersumpah dan melihat sesuatu yang lebih baik darinya, maka hendaklah dia mengingkari sumpahnya dan melakukannya.” Diriwayatkan oleh Muslim
08
Misykatul Mashabih # 15/3414
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَاللَّهِ لَأَنْ يَلَجَّ أَحَدُكُمْ بِيَمِينِهِ فِي أَهْلِهِ آثَمُ لَهُ عِنْدَ الله نم أَنْ يُعْطِيَ كَفَّارَتَهُ الَّتِي افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْهِ»
Atas wewenangnya, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Demi Allah, jika salah seorang di antara kalian memasukkan tangan kanannya ke dalam keluarganya, maka ia berdosa di hadapan Allah.
09
Misykatul Mashabih # 15/3415
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَمِينُكَ عَلَى مَا يُصَدِّقُكَ عَلَيْهِ صَاحبك» . رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenangnya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sumpahmu didasarkan pada apa yang ditegaskan oleh temanmu kepadamu.” Diriwayatkan oleh Muslim
10
Misykatul Mashabih # 15/3416
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْيَمِينُ عَلَى نِيَّةِ الْمُسْتَحْلِفِ» . رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenangnya beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sumpah itu didasarkan pada niat orang yang mengucapkan sumpah.” Diriwayatkan oleh Muslim
11
Misykatul Mashabih # 15/3417
عَن عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: أُنْزِلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ: (لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ)
فِي قَوْلِ الرَّجُلِ: لَا وَاللَّهِ وَبَلَى وَاللَّهِ. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَفِي شَرْحِ السُّنَّةِ لَفْظُ الْمَصَابِيحِ وَقَالَ: رَفَعَهُ بَعْضُهُمْ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Ayat ini diturunkan: (Tuhan tidak akan meminta pertanggungjawabanmu atas apa yang sia-sia dalam sumpahmu) Dalam perkataan pria itu: Tidak, demi Tuhan, tapi ya, demi Tuhan. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, dan dalam penjelasan Sunnahnya, dia menyebutkan kata “al-Masabih” dan berkata: Ada di antara mereka yang meriwayatkannya atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu.
12
Misykatul Mashabih # 15/3418
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ وَلَا بِأُمَّهَاتِكُمْ وَلَا بِالْأَنْدَادِ وَلَا تَحْلِفُوا بِاللَّهِ إِلَّا وَأَنْتُمْ صَادِقُونَ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ
Dari Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kamu bersumpah demi bapak bapakmu, demi ibumu, atau demi kaum yang sederajat, dan jangan pula bersumpah demi Allah, kecuali kamu adalah orang-orang yang jujur.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Nasa’i
13
Misykatul Mashabih # 15/3419
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ أَشْرَكَ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu keduanya, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah, maka ia melakukan kemusyrikan." Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
14
Misykatul Mashabih # 15/3420
وَعَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ حَلَفَ بِالْأَمَانَةِ فَلَيْسَ منا» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Atas wewenang Buraydah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bersumpah jujur, ia tidak termasuk di antara kami.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
15
Misykatul Mashabih # 15/3421
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" مَنْ قَالَ: إِنِّي بَرِيءٌ مِنَ الْإِسْلَامِ فَإِنْ كَانَ كَاذِبًا فَهُوَ كَمَا قَالَ وَإِنْ كَانَ صَادِقًا فَلَنْ يَرْجِعَ إِلَى الْإِسْلَامِ سَالِمًا ". رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ
Atas wewenangnya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mengatakan: Saya bebas dari Islam, maka jika dia berbohong, maka dia benar, dan jika dia mengatakan yang sebenarnya, maka dia tidak akan kembali ke Islam tanpa cedera.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Al-Nasa’i dan Ibnu Majah
16
Misykatul Mashabih # 15/3422
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اجْتَهَدَ فِي الْيَمِينِ قَالَ: «لَا وَالَّذِي نفس أَبُو الْقَاسِم بِيَدِهِ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari Abu Sa`id al-Khudri beliau bersabda: Setiap kali Rasulullah SAW berusaha untuk mengambil sumpah, beliau akan berkata: “Tidak, demi Dzat yang jiwa Abu al-Qasim berada di tangannya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
17
Misykatul Mashabih # 15/3423
وَعَن أبي هُرَيْرَة قَالَ: كَانَتْ يَمِينُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَلَفَ: «لَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَابْن مَاجَه
Dari hadis Abu Hurairah, dia berkata: Sumpah Rasulullah SAW adalah ketika dia bersumpah: “Tidak, dan aku mohon ampun kepada Tuhan.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah
18
Misykatul Mashabih # 15/3424
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله ليه وَسَلَّمَ قَالَ:
" مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ فَقَالَ: إِنْ شَاءَ اللَّهُ فَلَا حِنْثَ عَلَيْهِ ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَالدَّارِمِيُّ وَذَكَرَ التِّرْمِذِيُّ جَمَاعَةً وَقَفُوهُ عَلَى ابْنِ عُمَرَ
Atas wewenang Ibnu Umar, Rasulullah SAW, bersabda: “Barangsiapa bersumpah dan berkata: Insya Allah, dia tidak akan mengingkarinya.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Abu Dawud, Al-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Al-Darimi, dan Al-Tirmidzi menyebutkan sekelompok orang yang sependapat dengan Ibnu Umar.
19
Misykatul Mashabih # 15/3425
Abul Ahwas Auf b. Malik (RA)
عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ ابْنَ عَم لي آتيه فَلَا يُعْطِينِي وَلَا يَصِلُنِي ثُمَّ يَحْتَاجُ إِلَيَّ فَيَأْتِينِي فَيَسْأَلُنِي وَقَدْ حَلَفْتُ أَنْ لَا أُعْطِيَهُ وَلَا أَصِلَهُ فَأَمَرَنِي أَنْ آتِيَ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ وَأُكَفِّرَ عَنْ يَمِينِي. رَوَاهُ النَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَفِي رِوَايَةٍ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ يَأْتِينِي ابْنُ عَمِّي فَأَحْلِفُ أَنْ لَا أُعْطِيَهُ وَلَا أَصِلَهُ قَالَ: «كَفِّرْ عَنْ يَمِينِكَ»
Awf bin Malik, dari riwayat ayahnya, berkata: Aku berkata: Wahai Rasulullah, pernahkah kamu melihat sepupuku datang kepadanya, tetapi dia tidak memberiku apa pun atau berdoa kepadaku, lalu dia membutuhkanku dan datang kepadaku? Kemudian dia meminta kepadaku, dan aku telah bersumpah untuk tidak memberikannya atau menyimpannya. Maka dia memerintahkanku untuk melakukan yang terbaik dan menebus sumpahku. Diriwayatkan oleh Al-Nasa’i dan Ibnu Majah, dan dalam salah satu riwayatnya beliau berkata: Aku berkata: Ya Rasulullah, sepupuku datang kepadaku dan aku bersumpah bahwa aku tidak akan memberikannya atau menjaganya. Dia berkata: “Tebuslah sumpahmu.”
20
Misykatul Mashabih # 15/3426
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَا: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَنْذُرُوا فَإِنَّ النَّذْرَ لَا يُغْنِي مِنَ الْقَدَرِ شَيْئًا وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ من الْبَخِيل»
Dari riwayat Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu, mereka berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kamu bersumpah, karena sumpah itu tidak ada gunanya. Takdir adalah sesuatu, tetapi itu hanya diambil dari orang yang kikir.
21
Misykatul Mashabih # 15/3427
وَعَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلَا يَعْصِهِ» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenang Aisyah, Rasulullah SAW, bersabda: “Barangsiapa bersumpah untuk menaati Tuhan, hendaklah dia menaati-Nya, dan siapa pun yang bersumpah untuk tidak menaati-Nya, janganlah dia membangkang.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
22
Misykatul Mashabih # 15/3428
وَعَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا وَفَاءَ لِنَذْرٍ فِي مَعْصِيَةٍ وَلَا فِيمَا لَا يَمْلِكُ الْعَبْدُ» . رَوَاهُ مُسْلِمٌ وَفِي رِوَايَةٍ: «لَا نَذْرَ فِي مَعْصِيّة الله»
Dari Imam Imran bin Husain beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada pemenuhan nazar karena kemaksiatan atau apa yang tidak dimiliki oleh seorang hamba.” Diriwayatkan oleh Muslim, dan dalam riwayatnya: “Tidak ada nazar untuk mendurhakai Allah.”
23
Misykatul Mashabih # 15/3429
وَعَن عقبَة بن عَامر عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «كَفَّارَةُ النَّذْرِ كَفَّارَةُ الْيَمِينِ» . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Atas wewenang Uqba bin Aamer, atas wewenang Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Peniadaan nazar adalah penebusan sumpah.” Diriwayatkan oleh Muslim
24
Misykatul Mashabih # 15/3430
Ibnu Abbas (RA)
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: بَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ إِذا هُوَ بِرَجُل قَائِم فَسَأَلَهُ عَنْهُ فَقَالُوا: أَبُو إِسْرَائِيلَ نَذَرَ أَنْ يَقُومَ وَلَا يَقْعُدَ وَلَا يَسْتَظِلَّ وَلَا يَتَكَلَّمَ وَيَصُومَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مُرُوهُ فَلْيَتَكَلَّمْ وَلْيَسْتَظِلَّ وَلْيَقْعُدْ وَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ» . رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Ketika Nabi Muhammad SAW sedang menyampaikan khotbah, ketika beliau melihat seorang laki-laki berdiri, beliau bertanya kepadanya tentang hal tersebut, dan mereka berkata: Abu Israel bersumpah untuk berdiri, tidak duduk, tidak berteduh, tidak berbicara, dan berpuasa, maka Nabi Muhammad SAW bersabda: Marwah Biarkan dia berbicara, berteduh, duduk, dan menuntaskan puasanya. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
25
Misykatul Mashabih # 15/3431
وَعَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى شَيْخًا يُهَادَى بَيْنَ ابْنَيْهِ فَقَالَ: «مَا بَالُ هَذَا؟» قَالُوا: نَذَرَ أَنْ يَمْشِيَ إِلَى بَيت الله قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى عَنْ تَعْذِيبِ هَذَا نَفسه لَغَنِيّ» . وَأمره أَن يركب.
وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: «ارْكَبْ أَيُّهَا الشَّيْخُ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكَ وَعَن نذرك»
Berdasarkan riwayat Anas, Nabi Muhammad SAW melihat seorang lelaki tua dibimbing di antara kedua putranya, lalu beliau bertanya: “Ada apa dengan ini?” Mereka berkata: Dia bersumpah untuk berjalan ke Rumah Tuhan. Beliau bersabda: “Sesungguhnya cukuplah Allah SWT atas siksa orang ini.” Dia memerintahkannya untuk naik. Dan dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairah, beliau berkata: “Berkendaralah wahai Syekh, Allah Mahabebas darimu dan dari nazarmu.”
26
Misykatul Mashabih # 15/3433
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: أَنَّ سَعْدَ بن عبَادَة رَضِي الله عَنْهُم اسْتَفْتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَذْرٍ كَانَ عَلَى أُمِّهِ فَتُوُفِّيَتْ قَبْلَ أَنْ تَقْضِيَهُ فَأَفْتَاهُ أَنْ يَقْضِيَهُ عَنْهَا
Atas wewenang Ibnu Abbas: Saad bin Ubadah radhiyallahu 'anhu, bertanya kepada Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, sebuah fatwa tentang sumpah yang telah dia buat kepada ibunya, dan ibunya meninggal sebelum itu. Dia yang melaksanakannya, maka dia memberinya fatwa untuk memenuhinya atas namanya.
27
Misykatul Mashabih # 15/3434
وَعَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ مِنْ تَوْبَتِي أَنْ أَنْخَلِعَ مِنْ مَالِي صَدَقَةً إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمْسِكْ بَعْضَ مَالِكَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ» . قُلْتُ: فَإِنِّي أُمْسِكُ سَهْمِي الَّذِي بِخَيْبَر. وَهَذَا طرف من حَدِيث مطول
Dari hadis Ka’b bin Malik beliau berkata: Aku berkata: Wahai Rasulullah, sebagian dari taubatku adalah aku menyedekahkan sebagian hartaku kepada Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah bersabda: Ya Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian: “Simpanlah sebagian dari uangmu, dan itu akan lebih baik bagimu.” Aku berkata: Aku akan menyimpan panahku di Khaybar. Ini adalah bagian dari hadis yang panjang
28
Misykatul Mashabih # 15/3435
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا نَذْرَ فِي مَعْصِيَةٍ وَكَفَّارَتُهُ كَفَّارَةُ الْيَمِينِ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيّ
Atas wewenang Aisyah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada nazar dosa, dan penebusannya adalah penebusan sumpah.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Al-Tirmidzi dan Al-Nasa'i
29
Misykatul Mashabih # 15/3436
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ نَذَرَ نَذْرًا لم يسمه فَكَفَّارَتُهُ كَفَّارَةُ يَمِينٍ. وَمَنْ نَذَرَ نَذْرًا لَا يُطِيقُهُ فَكَفَّارَتُهُ كَفَّارَةُ يَمِينٍ. وَمَنْ نَذَرَ نَذْرًا أَطَاقَهُ فَلْيَفِ بِهِ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَه وَوَقفه بَعضهم على ابْن عَبَّاس
Dari hadis Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bersumpah namun tidak menyebutkan namanya, maka kabatnya adalah kafir sumpahnya.” Dan barangsiapa yang mengucapkan nazar yang tidak sanggup ditanggungnya, maka penebusan dosanya adalah penebusan sumpahnya. Dan barangsiapa yang bernazar dan mampu menunaikannya, maka hendaklah dia menunaikannya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah, dan ada pula yang mengaitkannya dengan Ibnu Abbas.
30
Misykatul Mashabih # 15/3437
وَعَن ثَابت بن الضَّحَّاك قَالَ: نَذَرَ رَجُلٌ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَنْحَرَ إِبِلًا بِبُوَانَةَ فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَلْ كَانَ فِيهَا وَثَنٌ مِنْ أَوْثَانِ الْجَاهِلِيَّةِ يُعْبَدُ؟» قَالُوا: لَا قَالَ: «فَهَلْ كَانَ فِيهِ عِيدٌ مِنْ أَعْيَادِهِمْ؟» قَالُوا: لَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أوف بِنَذْرِك فَإِنَّهُ لَا وَفَاءَ لِنَذْرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ وَلَا فِيمَا لَا يَمْلِكُ ابْنُ آدَمَ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari riwayat Tsabit bin Al-Dahhak beliau berkata: Seorang laki-laki bersumpah pada masa Rasulullah SAW, untuk menyembelih unta di Bawana, maka ia mendatangi Rasulullah SAW. Maka dia memberitahukannya, dan Rasulullah SAW bersabda: "Apakah di sana ada salah satu berhala zaman pra-Islam? Apakah dia disembah? Mereka berkata: Tidak. Dia berkata: "Apakah ada salah satu hari raya mereka di sana?" Mereka berkata: Tidak, maka Rasulullah SAW bersabda: Penuhi nazarmu, karena tidak ada pemenuhan nazar jika tidak menaati Allah atau apa yang tidak dimiliki oleh anak Adam. . Diriwayatkan oleh Abu Dawood
31
Misykatul Mashabih # 15/3438
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جده رَضِي الله عَنهُ أَنَّ امْرَأَةً قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي نَذَرْتُ أَنْ أَضْرِبَ عَلَى رَأْسِكَ بِالدُّفِّ قَالَ: «أَوْفِي بِنَذْرِكِ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
وَزَادَ رَزِينٌ: قَالَتْ: وَنَذَرْتُ أَنْ أَذْبَحَ بِمَكَانِ كَذَا وَكَذَا مَكَانٌ يَذْبَحُ فِيهِ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالَ: «هَلْ كَانَ بِذَلِكِ الْمَكَانِ وَثَنٌ مِنْ أَوْثَانِ الْجَاهِلِيَّةِ يُعْبَدُ؟» قَالَتْ: لَا قَالَ: «هَلْ كَانَ فِيهِ عِيدٌ مِنْ أَعْيَادِهِمْ؟» قَالَتْ: لَا قَالَ: «أَوْفِي بِنَذْرِك»
Atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya radhiyallahu 'anhu, bahwa seorang wanita berkata: Wahai Rasulullah, aku telah bersumpah akan memukul kepalamu dengan rebana. Dia berkata: “Penuhi sumpahmu.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dan Razin menambahkan: Dia berkata: Saya bersumpah untuk menyembelih di tempat ini dan itu, tempat di mana orang menyembelih. Jaman pra Islam, lalu dia berkata: “Apakah ada berhala jaman pra Islam yang disembah di tempat itu?” Dia berkata: Tidak. Dia bertanya: “Apakah ada salah satu perayaan mereka di sana?” Dia berkata: Tidak. Dia berkata: “Penuhi sumpahmu.”
32
Misykatul Mashabih # 15/3439
وَعَن أبي لبَابَة: أَنَّهُ قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ مِنْ تَوْبَتِي أَنْ أَهْجُرَ دَارَ قَوْمِي الَّتِي أَصَبْتُ فِيهَا الذَّنْبَ وَأَنْ أَنْخَلِعَ مِنْ مَالِي كُلِّهِ صَدَقَةً قَالَ: «يُجْزِئُ عَنْكَ الثُّلُثُ» . رَوَاهُ رزين
Dari Abu Lubabah: Dia berkata kepada Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian: Bagian dari pertobatan saya adalah saya meninggalkan rumah orang-orang saya di mana saya melakukan dosa dan saya menceraikan diri saya sendiri. Dari hartaku semuanya adalah sedekah. Beliau bersabda, “Cukuplah sepertiganya bagimu.” Diriwayatkan oleh Razin
33
Misykatul Mashabih # 15/3440
وَعَن جَابر بن عبد الله: أَنَّ رَجُلًا قَامَ يَوْمَ الْفَتْحِ فَقَالَ: يَا رَسُول الله لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِنْ فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْكَ مَكَّةَ أَنْ أُصَلِّيَ فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ رَكْعَتَيْنِ قَالَ: «صلى الله عَلَيْهِ وَسلم هَهُنَا» ثمَّ عَاد فَقَالَ: «صل هَهُنَا» ثُمَّ أَعَادَ عَلَيْهِ فَقَالَ: «شَأْنَكَ إِذًا» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد والدارمي
Dari riwayat Jabir bin Abdullah: Seorang laki-laki berdiri pada hari penaklukan dan berkata: Wahai Rasulullah, kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, jika Tuhan menaklukkan Mekah untukmu, aku boleh berdoa di Rumah Suci. Dua rakaat. Dia berkata: “Semoga doa dan kedamaian Tuhan menyertai dia di sini.” Kemudian dia kembali dan berkata: “Sholatlah di sini.” Kemudian dia mengulanginya lagi dan berkata: “Kalau begitu, bagaimana denganmu?” Diriwayatkan oleh Abu Dawud Dan Darmi
34
Misykatul Mashabih # 15/3441
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: أَنَّ أُخْتَ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ مَاشِيَة وَأَنَّهَا لَا تطِيق ذَلِكَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنْ مَشْيِ أُخْتِكَ فَلْتَرْكَبْ وَلْتُهْدِ بَدَنَةً» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالدَّارِمِيُّ وَفِي رِوَايَةٍ لِأَبِي دَاوُدَ: فَأَمَرَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَرْكَبَ وَتُهْدِيَ هَدْيًا وَفِي رِوَايَةٍ لَهُ: فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللَّهَ لَا يَصْنَعُ بِشَقَاءِ أُخْتِكَ شَيْئًا فَلْتَرْكَبْ ولتحج وتكفر يَمِينهَا»
Dari Ibnu Abbas: Saudari Uqba bin Amir radhiyallahu 'anhu bersumpah untuk menunaikan haji dengan hewan ternak, namun dia tidak sanggup menanggungnya, maka Nabi bersabda, “Doakan semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian: “Sesungguhnya Tuhan tidak bergantung pada berjalannya saudara perempuanmu, maka biarlah dia menunggangi dan membimbing unta.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Darimi, dan dalam riwayat Oleh Abu Dawud: Kemudian Nabi Muhammad SAW memerintahkannya untuk menunggangi dan membawa hewan kurban. Dalam riwayatnya: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak berbuat apa-apa terhadap kesengsaraan saudara perempuanmu, maka hendaklah dia menumpang dan menunaikan haji serta mengqadha sumpahnya.”
35
Misykatul Mashabih # 15/3442
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ عُقْبَةَ بن عَامر سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أُخْتٍ لَهُ نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ حَافِيَةً غَيْرَ مُخْتَمِرَةٍ فَقَالَ: «مُرُوهَا فَلْتَخْتَمِرْ وَلْتَرْكَبْ وَلْتَصُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ والدارمي
Dan atas riwayat Abdullah bin Malik bahwa Uqba bin Amer bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, tentang saudara perempuannya yang telah berikrar untuk menunaikan haji tanpa alas kaki dan tidak mengenakan penutup. Beliau bersabda: “Suruh dia meninggalkan pakaiannya, berkendara, dan berpuasa selama tiga hari.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Al-Tirmidzi, Al-Nasa’i, dan Ibnu Majah Dan Darmi
36
Misykatul Mashabih # 15/3443
وَعَن سعيد بن الْمسيب: أَنَّ أَخَوَيْنِ مِنَ الْأَنْصَارِ كَانَ بَيْنَهُمَا مِيرَاثٌ فَسَأَلَ أَحَدُهُمَا صَاحِبَهُ الْقِسْمَةَ فَقَالَ: إِنْ عُدْتَ تَسْأَلُنِي الْقِسْمَةَ فَكُلُّ مَالِي فِي رِتَاجِ الْكَعْبَةِ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ: إِنَّ الْكَعْبَةَ غَنِيَّةٌ عَنْ مَالِكَ كَفِّرْ عَنْ يَمِينِكَ وَكَلِّمْ أَخَاكَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَا يَمِينَ عَلَيْكَ وَلَا نَذْرَ فِي مَعْصِيَةِ الرَّبِّ وَلَا فِي قَطِيعَةِ الرَّحِمِ وَلَا فِيمَا لَا يملك» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari Saeed bin Al-Musayyab: Dua bersaudara Ansar mempunyai warisan, dan salah satu dari mereka bertanya kepada pemiliknya tentang pembagiannya, dan dia berkata: Jika Anda kembali dan bertanya kepada saya tentang pembagian itu, maka semua yang saya lakukan tidak ada hubungannya dengan dekorasi Ka'bah. Omar berkata kepadanya: Ka'bah tidak cukup untuk uangmu. Tebuslah sumpahmu dan bicaralah kepada saudaramu, karena aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada sumpah atau nazar terhadapmu mengenai kemaksiatan kepada Tuhan, atau memutuskan tali silaturahmi, atau mengenai apa yang tidak dimilikinya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
37
Misykatul Mashabih # 15/3444
عَن عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:
" النَّذْرُ نَذْرَانِ: فَمَنْ كَانَ نَذَرَ فِي طَاعَةٍ فَذَلِكَ لِلَّهِ فِيهِ الْوَفَاءُ وَمَنْ كَانَ نَذَرَ فِي مَعْصِيَةٍ فَذَلِكَ لِلشَّيْطَانِ وَلَا وَفَاء فِيهِ وَيُكَفِّرُهُ مَا يُكَفِّرُ الْيَمِينَ ". رَوَاهُ النَّسَائِيُّ
Dari wewenang Imran bin Husain, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “A vow is two vows: whoever makes a vow of obedience, that is for God and there is no fulfillment in it. And whoever makes a vow of disobedience, that is for Satan and there is no fulfillment in it.” Dan yang menghapuskan hal itu adalah menghapuskan sumpah.” Diriwayatkan oleh Al-Nasa'i
38
Misykatul Mashabih # 15/3445
وَعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْتَشِرِ قَالَ: إِنَّ رَجُلًا نَذَرَ أَنْ يَنْحَرَ نَفْسَهُ إِنْ نَجَّاهُ اللَّهُ مِنْ عَدُوِّهِ فَسَأَلَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَهُ: سَلْ مَسْرُوقًا فَسَأَلَهُ فَقَالَ لَهُ: لَا تَنْحَرْ نَفْسَكَ فَإِنَّكَ إِنْ كُنْتَ مُؤْمِنًا قَتَلْتَ نَفْسًا مُؤْمِنَةً وَإِنْ كُنْتَ كَافِرًا تَعَجَّلْتَ إِلَى النَّارِ وَاشْتَرِ كَبْشًا فَاذْبَحْهُ لِلْمَسَاكِينِ فَإِنَّ إِسْحَاقَ خَيْرٌ مِنْكَ وَفُدِيَ بِكَبْشٍ فَأَخْبَرَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ: هَكَذَا كُنْتُ أَرَدْتُ أَنْ أُفْتِيَكَ. رَوَاهُ رَزِينٌ
Dari riwayat Muhammad ibn al-Muntashir beliau berkata: Seorang laki-laki bersumpah akan menyembelih dirinya sendiri jika Tuhan menyelamatkannya dari musuhnya, maka dia bertanya kepada Ibnu Abbas dan dia berkata kepadanya: Tanyakan apa yang dicuri. Maka dia bertanya kepadanya, dan dia berkata kepadanya: Jangan menyembelih dirimu sendiri, karena jika kamu seorang yang beriman, kamu akan membunuh jiwa yang beriman, dan jika kamu seorang yang kafir, kamu akan segera masuk Neraka. Dan belilah seekor domba jantan dan sembelihlah untuk orang miskin, karena Ishak lebih baik darimu. Seekor domba jantan dikorbankan, lalu dia memberitahu Ibnu Abbas, dan dia berkata: Inilah yang ingin saya lakukan. Aku memberimu fatwa. Diriwayatkan oleh Razin
01
Misykatul Mashabih # 15/3406
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَكْثَرُ مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يحلف: «لَا ومقلب الْقُلُوب» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenang Ibnu Omar radhiyallahu 'anhu keduanya, Nabi Muhammad SAW sering bersumpah: “Tidak, demi orang yang menjungkirbalikkan hati.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari