Bab 14
Kembali ke Bab
01
Misykatul Mashabih # 14/3382
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَعْتَقَ رَقَبَةً مُسْلِمَةً أَعْتَقَ اللَّهُ بِكُلِّ عُضْوٍ مِنْهُ عُضْوًا مِنَ النَّارِ حَتَّى فَرْجَهُ بِفَرْجِهِ»
Dari hadis Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memerdekakan seorang budak muslim, maka Allah akan membebaskan seluruh tubuhnya dari api hingga kelepasan-Nya dengan kelegaannya.”
02
Misykatul Mashabih # 14/3383
وَعَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَجِهَادٌ فِي سَبِيلِهِ» قَالَ: قُلْتُ: فَأَيُّ الرِّقَابِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «أَغْلَاهَا ثَمَنًا وَأَنْفَسُهَا عِنْدَ أَهْلِهَا» . قُلْتُ: فَإِنْ لَمْ أَفْعَلْ؟ قَالَ: «تُعِينُ صَانِعًا أَوْ تَصْنَعُ لِأَخْرَقَ» . قُلْتُ: فَإِنْ لَمْ أَفْعَلْ؟ قَالَ: «تَدَعُ النَّاسَ مِنَ الشَّرِّ فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ تَصَدَّقُ بهَا على نَفسك»
Atas wewenang Abu Dzar, dia berkata: Saya bertanya kepada Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian: Pekerjaan manakah yang terbaik? Dia berkata: “Iman kepada Tuhan dan jihad di jalan-Nya.” Dia berkata: Aku berkata: Hamba yang manakah yang lebih baik? Dia berkata: “Ini adalah harga yang paling mahal dan nilai terbaik bagi masyarakatnya.” Saya berkata: Bagaimana jika saya tidak melakukannya? Beliau bersabda: “Anda menunjuk seorang pembuat atau Anda membuat sesuatu.” Menjadi kikuk. Saya berkata: Bagaimana jika saya tidak melakukannya? Beliau bersabda, “Kamu menghindarkan manusia dari keburukan, karena sedekahlah yang kamu sedekahkan kepada dirimu sendiri.”
03
Misykatul Mashabih # 14/3384
عَن الْبَراء بن عَازِب قَالَ: جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: عَلِّمْنِي عَمَلًا يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ قَالَ: «لَئِنْ كُنْتَ أَقْصَرْتَ الْخُطْبَةَ لَقَدْ أَعْرَضْتَ الْمَسْأَلَةَ أَعْتِقِ النَّسَمَةَ وَفك الرَّقَبَة» . قَالَ: أَو ليسَا وَاحِدًا؟ قَالَ:
" لَا عِتْقُ النَّسَمَةِ: أَنْ تَفَرَّدَ بِعِتْقِهَا وَفَكُّ الرَّقَبَةِ: أَنْ تُعِينَ فِي ثَمَنِهَا وَالْمِنْحَةَ: الْوَكُوفَ وَالْفَيْءَ عَلَى ذِي الرَّحِمِ الظَّالِمِ فَإِنْ لَمْ تُطِقْ ذَلِكَ فَأَطْعِمِ الْجَائِعَ وَاسْقِ الظَّمْآنَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ فَإِنْ لم تطق فَكُفَّ لِسَانَكَ إِلَّا مِنْ خَيْرٍ ". رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ فِي شعب الْإِيمَان
" لَا عِتْقُ النَّسَمَةِ: أَنْ تَفَرَّدَ بِعِتْقِهَا وَفَكُّ الرَّقَبَةِ: أَنْ تُعِينَ فِي ثَمَنِهَا وَالْمِنْحَةَ: الْوَكُوفَ وَالْفَيْءَ عَلَى ذِي الرَّحِمِ الظَّالِمِ فَإِنْ لَمْ تُطِقْ ذَلِكَ فَأَطْعِمِ الْجَائِعَ وَاسْقِ الظَّمْآنَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ فَإِنْ لم تطق فَكُفَّ لِسَانَكَ إِلَّا مِنْ خَيْرٍ ". رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ فِي شعب الْإِيمَان
Dari hadis Al-Baraa bin Azib, dia berkata: Seorang Badui mendatangi Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan berkata: Ajari aku amal yang akan memasukkanku ke surga. Dia berkata: “Jika kamu lalai.” Khotbahnya: Anda telah mengemukakan persoalannya: bebaskan jiwa dan bebaskan budak. Beliau bertanya: Ataukah mereka bukan satu? Beliau bersabda: "Tidak ada emansipasi angin: yang Dia khususkan untuk emansipasinya dan kebebasan seorang budak: agar dia ditentukan harganya, dan hibahnya: wakaf dan fay' pada sanak saudara yang zalim, maka jika kamu tidak sanggup menanggungnya. Maka berilah makan kepada orang yang lapar dan minumlah kepada orang yang haus, dan ajaklah yang shaleh dan jauhi kemunkaran. Jika kamu tidak dapat menahannya, maka tahanlah lidahmu kecuali yang baik." Diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi. Pada orang-orang yang beriman
04
Misykatul Mashabih # 14/3385
وَعَن عَمْرو بن عبسة أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِيُذْكَرَ اللَّهُ فِيهِ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ وَمَنْ أَعْتَقَ نَفْسًا مُسْلِمَةً كَانَتْ فِدْيَتَهُ مِنْ جَهَنَّمَ. وَمَنْ شَابَ شَيْبَةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْم الْقِيَامَة» . رَوَاهُ فِي شرح السّنة
Dari Amr bin Absa, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membangun masjid untuk mengingat Allah di dalamnya, maka akan dibangunkan baginya sebuah rumah di surga, dan barangsiapa yang membebaskan jiwa, maka itu adalah tebusannya dari neraka. Diriwayatkan dalam Sharh Al-Sunnah
05
Misykatul Mashabih # 14/3386
عَن الغريف بن عَيَّاش الديلمي قَالَ: أَتَيْنَا وَاثِلَة بن الْأَسْقَع فَقُلْنَا: حَدِّثْنَا حَدِيثًا لَيْسَ فِيهِ زِيَادَةٌ وَلَا نُقْصَانٌ فَغَضِبَ وَقَالَ: إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَقْرَأُ وَمُصْحَفُهُ مُعَلَّقٌ فِي بَيْتِهِ فَيَزِيدُ وَيَنْقُصُ فَقُلْنَا: إِنَّمَا أَرَدْنَا حَدِيثًا سَمِعْتَهُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم فَقَالَ: أَتَيْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَاحِبٍ لَنَا أَوْجَبَ يَعْنِي النَّارَ بِالْقَتْلِ فَقَالَ: «أعتقوا عَنهُ بِعِتْق الله بِكُل عُضْو مِنْهُ عُضْو أَمنه من النَّار» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ
Dari hadits Al-Gharif bin Ayyash Al-Dailami beliau berkata: Kami mendatangi Wathilah bin Al-Asqa’ dan berkata: Beritahukan kami sebuah hadits yang tidak ada penambahan dan pengurangannya. Dia menjadi marah dan berkata: Salah satu dari kalian Biarkan dia membaca sementara Al-Qur'annya tergantung di rumahnya, dan dia akan menambah dan mengurangi, maka kami berkata: Kami hanya menyebutkan hadits yang saya dengar dari Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Dia berkata: Kami datang kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, tentang salah satu sahabat kami yang mewajibkan, artinya Api Neraka, untuk membunuh, dan dia berkata: “Bebaskan dia atas nama dia sebagaimana Tuhan membebaskan setiap bagian dari dirinya.” Anggota yang aman dari api neraka.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Nasa’i
06
Misykatul Mashabih # 14/3387
وَعَن سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ الشَّفَاعَةُ بِهَا تُفَكُّ الرَّقَبَة» . رَوَاهُ الْبَيْهَقِيّ فِي «شعب الْإِيمَان»
Dari hadis Samurah bin Jundub beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah yang paling utama adalah syafaat yang dapat membebaskan seorang budak.” Diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi dalam “Syu’ab Al-Iman”
07
Misykatul Mashabih # 14/3388
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَعْتَقَ شِرْكًا لَهُ فِي عَبْدٍ وَكَانَ لَهُ مَالٌ يَبْلُغُ ثَمَنَ الْعَبْدِ قُوِّمَ الْعَبْدُ قِيمَةَ عَدْلٍ فَأُعْطِيَ شُرَكَاؤُهُ حِصَصَهُمْ وَعَتَقَ عَلَيْهِ الْعَبْدُ وَإِلَّا فَقَدْ عَتَقَ مِنْهُ مَا عَتَقَ»
Dari riwayat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu kepada keduanya, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa memerdekakan salah seorang budaknya dan mempunyai harta sebesar harga budak itu, maka nilailah budak itu dengan nilai yang pantas, kemudian berikan bagiannya kepada sekutu-sekutunya, maka budak itu akan terbebas darinya. Jika tidak, ia akan membebaskan apa yang telah dibebaskan darinya.
08
Misykatul Mashabih # 14/3389
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ أَعْتَقَ شِقْصًا فِي عَبْدٍ أُعْتِقَ كُلُّهُ إِنْ كَانَ لَهُ مَالٌ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ اسْتَسْعَى الْبعد غير مشقوق عَلَيْهِ»
Dari hadis Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memerdekakan sebagian dari seorang budak, maka ia akan terbebas sepenuhnya, jika ia mempunyai uang; jika tidak, ia mempunyai harta yang dapat ia nikmati tanpa kesulitan.”
09
Misykatul Mashabih # 14/3390
وَعَن عمرَان بن حُصَيْن: أَنَّ رَجُلًا أَعْتَقَ سِتَّةَ مَمْلُوكِينَ لَهُ عِنْدَ مَوْتِهِ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ غَيْرُهُمْ فَدَعَا بهم رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَزَّأَهُمْ أَثْلَاثًا ثُمَّ أَقْرَعَ بَيْنَهُمْ فَأَعْتَقَ اثْنَيْنِ وَأَرَقَّ أَرْبَعَةً وَقَالَ لَهُ قَوْلًا شَدِيدًا. رَوَاهُ مُسْلِمٌ وَرَوَاهُ النَّسَائِيُّ عَنْهُ وَذَكَرَ: «لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ لَا أُصَلِّيَ عَلَيْهِ» بَدَلَ: وَقَالَ لَهُ قَوْلًا شَدِيدًا وَفِي رِوَايَةِ أَبِي دَاوُدَ: قَالَ: «لَوْ شَهِدْتُهُ قَبْلَ أَنْ يُدْفَنَ لَمْ يُدْفَنْ فِي مَقَابِر الْمُسلمين»
Berdasarkan riwayat Imran bin Husain: Seorang laki-laki membebaskan enam orang budaknya ketika dia meninggal. Dia tidak mempunyai kekayaan selain mereka, maka Rasulullah SAW, menyerukan kepada mereka. Maka dia membagi mereka menjadi tiga bagian, lalu dia membuang undi di antara mereka, membebaskan dua orang dan memperbudak empat orang, dan dia mengucapkan kata-kata kasar kepadanya. Diriwayatkan oleh Muslim Al-Nasa’i meriwayatkan hal itu atas wewenangnya, dan dia berkata: “Aku berpikir untuk tidak mendoakannya,” malahan: “Dan dia mengucapkan kata-kata kasar kepadanya.” Dan dalam riwayat Abu Dawud: Dia berkata: “Jika “Saya melihatnya sebelum dia dikuburkan. Dia tidak dimakamkan di pemakaman Muslim.”
10
Misykatul Mashabih # 14/3391
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَجْزِي وَلَدٌ وَالِده إِلَّا أَن يجده مَمْلُوكا فيشتر بِهِ فيعتقه» . رَوَاهُ مُسلم
Dari Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Seorang anak laki-laki tidak akan membalas budi ayahnya, kecuali ia mendapati ayahnya adalah miliknya, membelinya, dan membebaskannya.” Diriwayatkan oleh Muslim
11
Misykatul Mashabih # 14/3392
وَعَنْ جَابِرٍ: أَنَّ رَجُلًا مِنَ الْأَنْصَارِ دَبَّرَ مَمْلُوكًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ غَيْرُهُ فَبَلَغَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «مَنْ يَشْتَرِيهِ مني؟» فَاشْتَرَاهُ نعيم بن النَّحَّامِ بِثَمَانِمِائَةِ دِرْهَمٍ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: فَاشْتَرَاهُ نُعَيْمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْعَدَوِيُّ بثمانمائة دِرْهَم فجَاء بِهَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَفَعَهَا إِلَيْهِ ثُمَّ قَالَ: «ابْدَأْ بِنَفْسِكَ فَتَصَدَّقْ عَلَيْهَا فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ فَلِأَهْلِكَ فَإِنْ فَضَلَ عَنْ أَهْلِكَ شَيْءٌ فَلِذِي قَرَابَتِكَ فَإِنْ فَضَلَ عَنْ ذِي قَرَابَتِكَ شَيْءٌ فَهَكَذَا وَهَكَذَا» يَقُولُ: فَبين يَديك وَعَن يَمِينك وَعَن شمالك
Berdasarkan riwayat Jabir: Seorang laki-laki dari kaum Anshar mengurus suatu harta dan tidak mempunyai harta milik orang lain. Itu sampai kepada Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia berkata: "Siapa yang akan membelinya? Dari saya? Naim bin Al-Nahham membelinya seharga delapan ratus dirham. setuju. Dan dalam riwayat Muslim: Nu`aym ibn Abd membelinya. Tuhan Al-Adawi memberinya delapan ratus dirham, maka dia membawanya kepada Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia memberikannya kepadanya dan kemudian berkata: “Mulailah dari dirimu sendiri dan berikan itu dalam amal. “Sesuatu, maka itu untuk keluargamu, dan jika ada sisa dari keluargamu, maka itu untuk kerabatmu, dan jika ada yang tertinggal untuk kerabatmu, maka ini dan itu.” Beliau bersabda: Di antara kedua tanganmu, di sebelah kananmu, dan di sebelah kirimu
12
Misykatul Mashabih # 14/3393
عَن الْحسن عَن سَمُرَة عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «من ملك ذَا رحم محرم فَهُوَ حُرٌّ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَه
Atas wewenang Al-Hasan, atas wewenang Samurah, atas wewenang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang bersabda: “Barangsiapa memiliki sanak saudara mahramnya, maka ia bebas.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah
13
Misykatul Mashabih # 14/3394
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا وَلَدَتْ أَمَةُ الرَّجُلِ مِنْهُ فَهِيَ مُعْتَقَةٌ عَنْ دُبُرٍ مِنْهُ أَوْ بَعْدَهُ» . رَوَاهُ الدَّارِمِيُّ
Atas wewenang Ibnu Abbas, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Jika budak perempuan laki-laki melahirkannya, maka dia terbebas darinya atau setelahnya.” Diriwayatkan oleh Al-Darimi
14
Misykatul Mashabih # 14/3395
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: بِعْنَا أُمَّهَاتِ الْأَوْلَادِ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ فَلَمَّا كَانَ عُمَرُ نَهَانَا عَنْهُ فَانْتَهَيْنَا. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari hadis Jabir, dia berkata: Kami menjual ibu dari anak-anak tersebut pada masa Rasulullah SAW, dan Abu Bakar, namun ketika Umar berkuasa, dia melarang kami melakukan hal tersebut. Jadi kami selesai. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
15
Misykatul Mashabih # 14/3396
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَعْتَقَ عَبْدًا وَلَهُ مَالٌ فَمَالُ الْعَبْدِ لَهُ إِلَّا أَنْ يَشْتَرِطَ السَّيِّدُ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ
Dari riwayat Ibnu Omar beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memerdekakan seorang budak dan mempunyai uang, maka uang budak itu menjadi miliknya, kecuali majikannya menghendaki.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah
16
Misykatul Mashabih # 14/3397
وَعَن الْمَلِيحِ عَنْ أَبِيهِ: أَنَّ رَجُلًا أَعْتَقَ شِقْصًا مِنْ غُلَامٍ فَذَكَرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «لَيْسَ لِلَّهِ شَرِيكٌ» فَأَجَازَ عتقه. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Berdasarkan riwayat Al-Malih, berdasarkan riwayat ayahnya: Seorang laki-laki membebaskan seorang anak laki-laki, dan dia menyebutkan hal itu kepada Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia berkata: “Allah tidak mempunyai sekutu,” maka dia mengizinkannya. Bebaskan dia. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
17
Misykatul Mashabih # 14/3398
وَعَن سفينة قَالَ: كُنْتُ مَمْلُوكًا لِأُمِّ سَلَمَةَ فَقَالَتْ: أُعْتِقُكَ وَأَشْتَرِطُ عَلَيْكَ أَنْ تَخْدُمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا عِشْتَ فَقُلْتُ: إِنْ لَمْ تَشْتَرِطِي عَلَيَّ مَا فَارَقْتُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا عِشْتُ فَأَعْتَقَتْنِي وَاشْتَرَطَتْ عَلَيَّ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ
Dan atas wewenang sebuah kapal, dia berkata: Aku adalah milik Ummu Salamah, dan dia berkata: Aku membebaskanmu, dan aku tetapkan agar kamu mengabdi pada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, selama kamu hidup. Maka aku berkata: Jika engkau tidak menetapkan bahwa aku tidak akan meninggalkan Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, selama aku hidup, maka dia membebaskanku dan membuat ketentuan tentangku. Beliau meriwayatkannya dari Abu Dawud dan Ibnu Majah
18
Misykatul Mashabih # 14/3399
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْمُكَاتَبُ عَبْدٌ مَا بَقِيَ عَلَيْهِ مِنْ مُكَاتبَته دِرْهَم» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya, atas wewenang Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang bersabda: "Orang yang menulis adalah seorang budak. Tidak ada satu dirham pun yang tersisa dari tulisannya." . Diriwayatkan oleh Abu Dawood
19
Misykatul Mashabih # 14/3400
وَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا كَانَ عِنْدَ مكَاتب إحداكن وَفَاء فلنحتجب مِنْهُ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ
Atas wewenang Ummu Salamah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika ada pemenuhan dalam jabatan salah satu dari kalian, marilah kita menutup diri darinya.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah
20
Misykatul Mashabih # 14/3401
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
" مَنْ كَاتَبَ عَبْدَهُ عَلَى مِائَةِ أُوقِيَّةٍ فَأَدَّاهَا إِلَّا عَشْرَ أَوَاقٍ أَوْ قَالَ: عَشْرَةَ دَنَانِيرَ ثُمَّ عَجَزَ فَهُوَ رَقِيقٌ ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَأَبُو دَاوُد وَابْن مَاجَه
" مَنْ كَاتَبَ عَبْدَهُ عَلَى مِائَةِ أُوقِيَّةٍ فَأَدَّاهَا إِلَّا عَشْرَ أَوَاقٍ أَوْ قَالَ: عَشْرَةَ دَنَانِيرَ ثُمَّ عَجَزَ فَهُوَ رَقِيقٌ ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَأَبُو دَاوُد وَابْن مَاجَه
Atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa menulis kepada hambanya sejumlah seratus uqiyah dan membayarnya kecuali sepuluh uqiyah, atau berkata: Sepuluh dinar, lalu gagal, maka dia adalah seorang budak.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah
21
Misykatul Mashabih # 14/3402
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا أَصَابَ الْمُكَاتَبُ حَدًّا أَوْ مِيرَاثًا وَرِثَ بِحِسَابِ مَا عَتَقَ مِنْهُ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَفِي رِوَايَةٍ لَهُ قَالَ: «يُودَى الْمُكَاتَبُ بِحِصَّةِ مَا أَدَّى دِيَةَ حر وَمَا بَقِي دِيَة عبد» . وَضَعفه
الفص الثَّالِث
الفص الثَّالِث
Dari Ibnu Abbas, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Jika seseorang yang diberi warisan menerima siksa atau warisan, maka dia mewarisi berdasarkan apa yang dibebaskannya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Tirmidzi, dan dalam riwayatnya ia berkata: “Barangsiapa yang diserahkan, maka dia mendapat bagian dari apa yang dia bayarkan sebagai uang darah bagi orang merdeka dan sisanya sebagai uang darah bagi seorang budak.” Dan kelemahannya
Lobus ketiga
22
Misykatul Mashabih # 14/3403
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ الْأَنْصَارِيِّ: أَنَّ أُمَّهُ أَرَادَتْ أَنْ تَعْتِقَ فَأَخَّرَتْ ذَلِكَ إِلَى أَنْ تُصْبِحَ فَمَاتَتْ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ: فَقُلْتُ لِلْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ: أَيَنْفَعُهَا أَنْ أَعْتِقَ عَنْهَا؟ فَقَالَ الْقَاسِمُ: أَتَى سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم فَقَالَ: " إِنَّ أُمِّي هَلَكَتْ فَهَلْ يَنْفَعُهَا أَنْ أَعْتِقَ عَنْهَا؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «نعم» . رَوَاهُ مَالك
Riwayat Abd al-Rahman bin Abi Amra al-Ansari: Ibunya ingin dibebaskan, maka dia menundanya hingga pagi hari, lalu meninggal. Abd berkata Yang Maha Pemurah: Maka aku berkata kepada Al-Qasim bin Muhammad: Apakah bermanfaat baginya jika aku terbebas darinya? Al-Qasim berkata: Saad bin Ubadah datang menemui Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Dia berkata: "Ibuku telah meninggal. Apakah ada manfaatnya jika aku membebaskannya?" Maka Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata: “Ya.” Diriwayatkan oleh Malik.
23
Misykatul Mashabih # 14/3404
وَعَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ قَالَ: تُوُفِّيَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ فِي نَوْمٍ نَامَهُ فَأَعْتَقَتْ عَنْهُ عَائِشَةُ أُخْتُهُ رِقَابًا كَثِيرَةً. رَوَاهُ مَالك
Atas wewenang Yahya bin Saeed, dia berkata: Abd al-Rahman bin Abi Bakar meninggal dalam tidurnya, maka saudara perempuannya Aisha membebaskan banyak budak atas namanya. Diriwayatkan oleh Malik
24
Misykatul Mashabih # 14/3405
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنِ اشْتَرَى عَبْدًا فَلَمْ يَشْتَرِطْ مَاله فَلَا شَيْء لَهُ» . رَوَاهُ الدَّارمِيّ
Dari riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu keduanya, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membeli seorang budak dan tidak menagih uangnya, maka ia tidak mendapat apa-apa.” “Untuk dia.” Diriwayatkan oleh Al-Darimi