91 Hadis
01
Misykatul Mashabih # 23/4514
Abu Hurairah (RA)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاء إِلا أنزل لَهُ دَوَاء» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit tanpa menurunkan obatnya.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
02
Misykatul Mashabih # 23/4515
Jabir (RA)
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءٌ الدَّاءَ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ» . رَوَاهُ مُسلم
Dari riwayat Jabir beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Setiap penyakit ada obatnya, maka jika penyakit itu diberi obat maka penyakit itu akan sembuh, Insya Allah.” Diriwayatkan oleh Muslim
03
Misykatul Mashabih # 23/4516
Ibnu Abbas (RA)
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" الشِّفَاءُ فِي ثَلَاثٍ: فِي شَرْطَةِ مِحْجَمٍ أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ أَوْ كَيَّةٍ بِنَارٍ وَأَنَا أَنْهَى أُمَّتِي عَنِ الْكَيِّ ". رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenang Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Penyembuhan itu ada dalam tiga hal: dalam cawan, dalam minuman madu, atau dalam pembakaran dengan api, dan aku larang umatku melakukan pembakaran.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
04
Misykatul Mashabih # 23/4517
وَعَن جابرٍ قَالَ: رُمِيَ أَبِي يَوْمَ الْأَحْزَابِ عَلَى أَكْحَلِهِ فَكَوَاهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Jabir, dia berkata: Ayahku dipukul pergelangan kakinya pada hari Ahzab, dan Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, membakarnya. Diriwayatkan oleh Muslim
05
Misykatul Mashabih # 23/4518
وَعَنْهُ قَالَ: رُمِيَ سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ فِي أكحله فحمسه النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ بِمِشْقَصٍ ثمَّ ورمت فحمسه الثَّانِيَة. رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenangnya, dia berkata: Saad bin Muadh terlempar di pergelangan kakinya, dan Nabi Muhammad SAW menyentuhnya dengan tangannya yang menggunakan pisau cukur, lalu dia melemparkan dan menyentuhnya untuk kedua kalinya. Diriwayatkan oleh Muslim
06
Misykatul Mashabih # 23/4519
وَعَنْهُ قَالَ: بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى أُبيِّ بن كَعْب طَبِيبا فَقَطَعَ مِنْهُ عِرْقًا ثُمَّ كَوَاهُ عَلَيْهِ. رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenangnya, dia berkata: Rasulullah SAW, mengirim seorang dokter kepada Ubayy bin Ka’b, yang memotong pembuluh darahnya dan kemudian menyetrikanya. Diriwayatkan oleh Muslim
07
Misykatul Mashabih # 23/4520
Aba Huraira menceritakan tentang mendengar Rasulullah SAW bersabda.
وَعَن أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «فِي الْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلَّا السَّامَ» . قَالَ ابْنُ شِهَابٍ: السَّامُ: الْمَوْتُ وَالْحَبَّةُ السَّوْدَاءُ: الشُّونِيزُ
Berdasarkan hadis Abu Hurairah, beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Dalam jintan hitam terdapat obat untuk segala penyakit kecuali yang beracun.” Ibnu Shihab berkata: Racun berarti kematian, dan jintan hitam berarti jintan hitam.
08
Misykatul Mashabih # 23/4521
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: أَخِي اسْتَطْلَقَ بَطْنُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اسقيه عسَلاً» فَسَقَاهُ ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ: سَقَيْتُهُ فَلَمْ يَزِدْهُ إِلَّا اسْتِطْلَاقًا فَقَالَ لَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ. ثُمَّ جَاءَ الرَّابِعَةَ فَقَالَ: «اسْقِهِ عَسَلًا» . فَقَالَ: لَقَدْ سَقَيْتُهُ فَلَمْ يَزِدْهُ إِلَّا اسْتِطْلَاقًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صَدَقَ اللَّهُ وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيكَ» . فَسَقَاهُ فَبَرَأَ
Dari riwayat Abu Saeed Al-Khudri beliau berkata: Seorang laki-laki mendatangi Nabi SAW, dan berkata: Perut saudaraku muntah, dan Rasulullah SAW bersabda: Beliau bersabda: “Beri dia minum madu.” Dia memberinya minum, lalu datang dan berkata: Aku memberinya minum, tapi itu hanya membuatnya semakin rajin, maka dia berkata kepadanya tiga kali. Kemudian dia datang untuk keempat kalinya, dia berkata: “Beri dia minum madu.” Dia berkata: Aku memberinya air, namun itu hanya menambah rasa hausnya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Allah telah mengatakan yang sebenarnya dan perut saudaramu telah berdusta.” Dia memberinya minum dan dia sembuh
09
Misykatul Mashabih # 23/4522
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحجامَة والقُسْط البحري»
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya pengobatan yang paling mujarab yang pernah kamu alami adalah bekam dan ikan bass.”
10
Misykatul Mashabih # 23/4523
He Reported God's Messenger As Saying
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُعَذِّبُوا صِبْيَانَكُمْ بِالْغَمْزِ مِنَ الْعُذْرَةِ عَلَيْكُمْ بِالْقُسْطِ»
Atas kewenangannya, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kamu menyiksa anak-anakmu dengan menyindir seseorang untuk memaafkanmu dengan keadilan.”
11
Misykatul Mashabih # 23/4524
Umm Qais (RA)
وَعَن أُمِّ قَيْسٍ قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم: «على مَ تَدْغَرْنَ أَوْلَادَكُنَّ بِهَذَا الْعِلَاقِ؟ عَلَيْكُنَّ بِهَذَا الْعُودِ الْهِنْدِيِّ فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ مِنْهَا ذَاتُ الْجَنْبِ يُسْعَطُ مِنَ الْعُذْرَةِ وَيُلَدُّ مِنْ ذَاتِ الْجنب»
Atas wewenang Ummu Qais, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Mengapa kamu menipu anak-anakmu dengan hubungan ini?” “Kamu harus patuh pada oud India ini, karena di dalamnya ada tujuh obat, termasuk radang selaput dada.
12
Misykatul Mashabih # 23/4525
Aisyah (RA)
وَعَنْ عَائِشَةَ وَرَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْحمى من فيج جَهَنَّم فَأَبْرِدُوهَا بِالْمَاءِ»
Atas wewenang Aisyah dan Rafi’ bin Khadij, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, yang bersabda: “Demam itu berasal dari air Neraka yang mendidih, maka dinginkanlah dengan air.”
13
Misykatul Mashabih # 23/4526
وَعَن أنسٍ قَالَ: رَخَّصَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الرُّقْيَةِ مِنَ الْعَيْنِ وَالْحُمَّةِ وَالنَّمْلَةِ. رَوَاهُ مُسلم
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW memberikan izin ruqyah untuk mata jahat, demam, dan semut. Diriwayatkan oleh Muslim
14
Misykatul Mashabih # 23/4527
Aisyah (RA)
وَعَن عَائِشَة قَالَتْ: أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَسْتَرْقِيَ مِنَ الْعَيْنِ
Atas otoritas Aisha, dia berkata: Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memerintahkan kita untuk mencari perlindungan dari mata air.
15
Misykatul Mashabih # 23/4528
Umm Salama (RA)
وَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى فِي بَيْتِهَا جَارِيَةً فِي وجهِها سفعة يَعْنِي صُفْرَةً فَقَالَ: «اسْتَرْقُوا لَهَا فَإِنَّ بِهَا النَّظْرَةَ»
Berdasarkan riwayat Ummu Salamah, Nabi Muhammad SAW melihat di rumahnya seorang pembantu yang mukanya bercak, artinya kuning, lalu beliau bersabda: “Jagalah dia, karena dia berpenampilan menarik.”
16
Misykatul Mashabih # 23/4529
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الرُّقَى فَجَاءَ آلُ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ كَانَتْ عِنْدَنَا رُقْيَةٌ نَرْقِي بِهَا مِنَ الْعَقْرَبِ وَأَنْتَ نَهَيْتَ عَنِ الرُّقَى فَعَرَضُوهَا عَلَيْهِ فَقَالَ: «مَا أَرَى بِهَا بَأْسًا مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَنْفَعْهُ» . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari hadis Jabir beliau berkata: Rasulullah SAW, melarang ruqyah, maka keluarga Amr bin Hazm datang dan berkata: Wahai Rasulullah, Kami mempunyai ruqyah yang dengannya kami dapat membaca ruqyah kalajengking, dan kamu mengharamkan ruqyah, maka mereka menunjukkannya kepadanya dan dia berkata: “Saya tidak melihat ada salahnya bagi kamu yang mampu.” Jika dia memberi manfaat pada saudaranya, biarlah dia memberi manfaat padanya.” Diriwayatkan oleh Muslim
17
Misykatul Mashabih # 23/4530
Auf B. Malik Al-Ashjai
وَعَن عوفِ بن مَالك الْأَشْجَعِيّ قَالَ: كُنَّا نَرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: «اعْرِضُوا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لم يكن فِيهِ شرك» . رَوَاهُ مُسلم
Dari Awf bin Malik Al-Ashja’i beliau berkata: Kami melakukan ruqyah pada masa pra-Islam, maka kami berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang hal itu? Beliau bersabda: “Tunjukkan kepadaku ruqyahmu, tidak ada salahnya ruqyah selama tidak ada kesyirikan di dalamnya.” Diriwayatkan oleh Muslim
18
Misykatul Mashabih # 23/4531
Ibnu Abbas (RA)
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْعَيْنُ حَقٌّ فَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ الْقَدَرِ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فاغسِلوا» . رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Ibnu Abbas, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: "Mata itu hak, maka jika ada sesuatu yang mendahului takdirnya, maka matalah yang mendahuluinya. Dan ketika kamu mencuci, maka cucilah." Diriwayatkan oleh Muslim
19
Misykatul Mashabih # 23/4532
عَنْ أُسَامَةَ بْنِ شَرِيكٍ قَالَ: قَالُوا: يَا رَسُول الله أفنتداوى؟ قَالَ: «نعم يَا عبد اللَّهِ تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ شِفَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ الْهَرم» . رَوَاهُ أَحْمد وَالتِّرْمِذِيّ وَأَبُو دَاوُد
Dari Osama bin Sharik beliau berkata: Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kamu berobat? Beliau bersabda: “Iya wahai Abdullah, berobatlah, karena Allah tidak menciptakan suatu penyakit tanpa menciptakan obatnya, selain satu penyakit di usia tua.” Diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Tirmidzi, dan Abu Dawood
20
Misykatul Mashabih # 23/4533
Uqba bin Amir (RA)
وَعَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُكْرِهُوا مَرْضَاكُمْ عَلَى الطَّعَامِ فَإِنَّ اللَّهَ يُطْعِمُهُمْ وَيَسْقِيهِمْ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هَذَا حَدِيث غَرِيب
Dari hadis Uqba bin Amir beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jangan paksa pasienmu untuk makan, karena Tuhanlah yang memberi mereka makan.” Dan beri mereka air.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits yang aneh.
21
Misykatul Mashabih # 23/4534
وَعَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَوَى أَسْعَدَ بْنَ زُرَارَةَ مِنَ الشَّوْكَةِ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَقَالَ: هَذَا حَدِيث غَرِيب
Atas wewenang Anas, Nabi Muhammad SAW, membakar Asaad bin Zurarah dengan duri. Al-Tirmidzi meriwayatkannya dan berkata: Ini adalah hadits yang aneh.
22
Misykatul Mashabih # 23/4535
وَعَن زيد بن أَرقم قَالَ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَتَدَاوَى مِنْ ذَاتِ الْجَنْبِ بِالْقُسْطِ البحريِّ وَالزَّيْت. رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari hadis Zaid bin Arqam beliau berkata: Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk mengobati radang selaput dada dengan costus dan minyak. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
23
Misykatul Mashabih # 23/4536
وَعَنْهُ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْعَتُ الزَّيْتَ وَالْوَرْسَ مِنْ ذَاتِ الْجَنْبِ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Atas otoritasnya, dia berkata: Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, biasa menggambarkan minyak dan perang sebagai radang selaput dada. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
24
Misykatul Mashabih # 23/4537
Asma binti Umais (RA)
وَعَن أَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَهَا: «بمَ تستَمشِينَ؟» قَالَت: بالشُّبْرمِ قَالَ: «حارٌّ حارٌّ» . قَالَتْ: ثُمَّ اسْتَمْشَيْتُ بِالسَّنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَوْ أَنَّ شَيْئًا كَانَ فِيهِ الشِّفَاءُ مِنَ الْمَوْتِ لَكَانَ فِي السَّنَا» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هَذَا حَدِيث حسن غَرِيب
Atas wewenang Asmaa binti Umays, Nabi Muhammad SAW bertanya kepadanya: “Dengan apa kamu berjalan?” Dia berkata: Dengan shabbam, dia berkata: “panas, panas.” Dia berkata: Lalu aku menarik napas dengan senna, dan Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: “Jika ada sesuatu yang bisa menyembuhkan kematian, itu pasti dengan senna.” Beliau meriwayatkan Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits hasan gharieb.
25
Misykatul Mashabih # 23/4538
وشطره الأول (صَحِيحٌ)
وَعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوُوا وَلَا تداوَوْا بحرامٍ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Babak pertama (Sahih) Dari Abu Darda’ beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obatnya, dan Dia menjadikan setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah dan jangan berobat. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
26
Misykatul Mashabih # 23/4539
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الدَّوَاءِ الْخَبِيثِ. رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ
Atas wewenang Abu Hurairah, beliau bersabda: Rasulullah SAW, melarang penggunaan obat-obatan yang berbahaya. Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah.
27
Misykatul Mashabih # 23/4540
وَعَنْ سَلْمَى خَادِمَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ: مَا كَانَ أَحَدٌ يَشْتَكِي إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَعًا فِي رَأْسِهِ إِلَّا قَالَ: «احْتَجِمْ» وَلَا وَجَعًا فِي رِجْلَيْهِ إِلَّا قَالَ: «اخْتَضِبْهُمَا» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Atas wewenang Salma, hamba Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dia berkata: Tidak ada seorang pun yang mengeluh kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, tentang rasa sakit di kepalanya kecuali Dia berkata: “Berbekam,” dan tidak ada rasa sakit di kakinya kecuali dia berkata: “Bekamlah.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
28
Misykatul Mashabih # 23/4541
وعنها قَالَت: مَا كَانَ يَكُونَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُرْحَةٌ وَلَا نَكْبَةٌ إِلَّا أَمَرَنِي أَنْ أَضَعَ عَلَيْهَا الْحِنَّاء. رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Atas wewenangnya, dia berkata: Tidak pernah ada waktu ketika Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, menderita maag atau musibah tanpa memerintahkan saya untuk mengoleskan henna padanya. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
29
Misykatul Mashabih # 23/4542
Abu Kabsha al-Anmari (RA)
وَعَن أبي كَبْشَة الْأَنْمَارِيِّ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يحتجم على هامته وَبَين كفيه وَهُوَ يَقُولُ: «مَنْ أَهْرَاقَ مِنْ هَذِهِ الدِّمَاءِ فَلَا يَضُرُّهُ أَنْ لَا يَتَدَاوَى بِشَيْءٍ لِشَيْءٍ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَابْن مَاجَه
Dari hadis Abu Kabsha Al-Anmari: Rasulullah SAW, biasa menangkupkan kepala dan sela-sela telapak tangannya sambil bersabda: “Barangsiapa yang menumpahkan darah ini, hendaklah dia dirugikan jika dia tidak berobat dengan sesuatu demi sesuatu.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah
30
Misykatul Mashabih # 23/4543
وَعَنْ جَابِرٌ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ عَلَى وَرِكِهِ مِنْ وَثْءٍ كَانَ بِهِ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari wewenang Jabir: Nabi Muhammad SAW ditangkup pinggulnya karena ada jerawat di atasnya. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
31
Misykatul Mashabih # 23/4544
Ibnu Mas'ud (RA)
وَعَن ابنِ مَسْعُود قَالَ: حَدَّثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ علن لَيْلَةَ أُسَرِيَ بِهِ: أَنَّهُ لَمْ يَمُرَّ عَلَى مَلَأٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ إِلَّا أَمَرُوهُ: «مُرْ أُمَّتَكَ بِالْحِجَامَةِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هَذَا حَدِيث حسن غَرِيب
Atas wewenang Ibnu Masoud, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, meriwayatkan di depan umum pada malam dia ditawan: bahwa dia tidak melewati sekelompok malaikat tanpa mereka memerintahkannya: “Lewati.” “Bangsa Anda kecanduan bekam.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits hasan gharieb.
32
Misykatul Mashabih # 23/4545
وَعَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ: إِنَّ طَبِيبًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ضِفْدَعٍ يَجْعَلُهَا فِي دَوَاءٍ فَنَهَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِهَا. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari riwayat Abd al-Rahman bin Utsman: Seorang dokter bertanya kepada Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, tentang seekor katak yang akan dia gunakan dalam pengobatan, namun Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, melarangnya. Dia menghindari membunuhnya. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
33
Misykatul Mashabih # 23/4546
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحْتَجِمُ فِي الْأَخْدَعَيْنِ وَالْكَاهِلِ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَزَادَ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ: وَكَانَ يحتجمُ سبعَ عشرَة وتسع عشرَة وَإِحْدَى وَعشْرين
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW biasa melakukan bekam pada kedua pipi dan pergelangan kaki. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dan Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah menambahkan: Dia biasa bercangkok selama tujuh belas, sembilan belas, dan dua puluh satu hari.
34
Misykatul Mashabih # 23/4547
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَسْتَحِبُّ الْحِجَامَةَ لِسَبْعَ عَشْرَةَ وَتِسْعَ عَشْرَةَ وَإِحْدَى وَعِشْرِينَ. رَوَاهُ فِي شرح السّنة
Atas wewenang Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu kepada keduanya, bahwa Nabi Muhammad SAW menganjurkan bekam pada hari ketujuh belas dan sembilan belas hari. Dan dua puluh satu. Diriwayatkan dalam Sharh Al-Sunnah
35
Misykatul Mashabih # 23/4548
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنِ احْتَجَمَ لِسَبْعَ عَشْرَةَ وَتِسْعَ عَشْرَةَ وَإِحْدَى وَعِشْرِينَ كَانَ شِفَاءً لَهُ مِنْ كُلِّ دَاء» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Barangsiapa yang menggunakan bekam pada hari ketujuh belas, sembilan belas, atau dua puluh satu hari, maka ia akan sembuh.” Dia mengidap segala penyakit.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
36
Misykatul Mashabih # 23/4549
وَعَن كبشةَ بنت أبي بكرةَ: أَنَّ أَبَاهَا كَانَ يُنْهِي أَهْلَهُ عَنِ الْحِجَامَةِ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ وَيَزْعُمُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَنَّ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ يَوْمُ الدَّمِ وَفِيهِ سَاعَةٌ لَا يَرْقَأُ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Berdasarkan otoritas Kabsha binti Abi Bakra: Ayahnya biasa melarang keluarganya bekam pada hari Selasa, dan dia mengklaim berdasarkan otoritas Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian: “Selasa itu adalah hari pertumpahan darah, dan ada saat di mana tidak ada pemadaman.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
37
Misykatul Mashabih # 23/4550
al-Zuhri (RA)
وَعَنِ الزُّهْرِيِّ مُرْسَلًا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مِنْ احْتَجَمَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ أَوْ يَوْمَ السَّبْتِ فَأَصَابَهُ وَضَحٌ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُدَ وَقَالَ: وَقَدْ أسْند وَلَا يَصح
Berdasarkan riwayat Al-Zuhri, berdasarkan riwayat Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang memegang gelasnya pada hari Rabu atau Sabtu lalu ia terkena wudhu, maka tidak akan ada yang mencela kecuali dia.” Diri. Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dan dia berkata: Itu telah ditransmisikan dan tidak otentik.
38
Misykatul Mashabih # 23/4551
He reported in mursal form that God’s messenger said
وَعَنْهُ مُرْسَلًا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنِ احْتَجَمَ أَوِ اطَّلَى يَوْمَ السَّبْتِ أَوِ الْأَرْبِعَاءِ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ فِي الوَضَحِ» . رَوَاهُ فِي شرح السّنة
Dan atas wewenangnya, atas wewenang seorang rasul, Rasulullah SAW, bersabda: “Barangsiapa yang meminum cangkirnya atau memperpanjangnya pada hari Sabtu atau Rabu, maka janganlah dia menyalahkan siapa pun kecuali dirinya sendiri.
39
Misykatul Mashabih # 23/4552
وَعَنْ زَيْنَبَ امْرَأَةِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ رَأَى فِي عُنُقِي خَيْطًا فَقَالَ: مَا هَذَا؟ فَقُلْتُ: خَيْطٌ رُقِيَ لِي فِيهِ قَالَتْ: فَأَخَذَهُ فَقَطَعَهُ ثُمَّ قَالَ: أَنْتُمْ آلَ عَبْدَ اللَّهِ لَأَغْنِيَاءٌ عَنِ الشِّرْكِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُول: «إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ» فَقُلْتُ: لِمَ تَقُولُ هَكَذَا؟ لَقَدْ كَانَتْ عَيْنِي تُقْذَفُ وَكُنْتُ أَخْتَلِفُ إِلَى فُلَانٍ الْيَهُودِيِّ فَإِذَا رَقَاهَا سَكَنَتْ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ: إِنَّمَا ذَلِكِ عَمَلُ الشَّيْطَانِ كَانَ يَنْخَسُهَا بِيَدِهِ فَإِذَا رُقِيَ كُفَّ عَنْهَا إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكِ أَنْ تَقُولِي كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «أَذْهِبِ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءٌ لَا يُغَادِرُ سقما» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Berdasarkan riwayat Zainab istri Abdullah bin Masoud, bahwa Abdullah melihat ada benang di leherku dan berkata: Apa ini? Maka aku berkata: Sebuah benang yang di dalamnya dibuatkan ruqyah untukku. Dia berkata: Maka dia mengambilnya dan memotongnya, lalu berkata: Kamu keluarga Abdullah bebas dari kemusyrikan. Saya mendengar Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Beliau bersabda: “Sesungguhnya Ruqyah, jimat dan jimat adalah kemusyrikan.” Lalu aku berkata: Mengapa kamu berkata demikian? Mataku muntah-muntah dan aku sedang berbicara dengan si anu, seorang Yahudi. Ketika beliau mengucapkan qiyyah kepada mereka, mereka menjadi tenang. Abdullah berkata: Itu adalah pekerjaan Setan. Dia menusuknya dengan tangannya, dan ketika dia membacanya, dia menghentikannya. Cukuplah engkau berkata sebagai Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, biasa mengatakan: "Hilangkan penderitaan, Tuhan manusia, dan sembuhkan, Engkaulah Penyembuhnya. Tidak ada obat kecuali milikMu, obat yang tidak dapat disembuhkan." “Dia meninggalkan penyakitnya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
40
Misykatul Mashabih # 23/4553
وَعَن جَابر قَالَ: سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النُّشْرَةِ فَقَالَ: «هُوَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Berdasarkan wewenang Jabir, dia berkata: Nabi Muhammad SAW ditanya tentang buletin itu, dan dia berkata: “Itu adalah pekerjaan Setan.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
41
Misykatul Mashabih # 23/4554
Abdullah bin Umar (RA)
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَا أُبَالِي مَا أَتَيْتُ إِنْ أَنَا شَرِبْتُ تِرْيَاقًا أَوْ تَعَلَّقْتُ تَمِيمَةً أَوْ قُلْتُ الشِّعْرَ مِنْ قِبَلِ نَفْسِي» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari Abdullah bin Omar beliau berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Saya tidak peduli dengan apa yang saya alami, apakah saya meminum obat penawarnya atau menjadi terikat padanya.” Sebagai jimat, atau saya sendiri yang membacakan puisinya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
42
Misykatul Mashabih # 23/4555
Al-Mughira bin Shuba (RA)
وَعَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ اكْتَوَى أَوِ اسْتَرْقَى فَقَدْ بَرِئَ مِنَ التَّوَكُّلِ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيّ وَابْن مَاجَه
Dari hadis Al-Mughirah bin Shu'bah, beliau bersabda: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa yang menyembunyikan amanahnya atau mencari keringanan, maka ia bebas dari amanah.” Diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah
43
Misykatul Mashabih # 23/4556
وَعَنْ عِيسَى بْنِ حَمْزَةَ قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى عبدِ الله بن عُكيم وَبِهِ حُمْرَةٌ فَقُلْتُ: أَلَا تُعَلِّقُ تَمِيمَةً؟ فَقَالَ: نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ ذَلِكَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَعَلَّقَ شَيْئًا وُكِلَ إِليهِ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari hadis Issa bin Hamzah, dia berkata: Aku mendatangi Abdullah bin Uqaym dan dia mengalami ruam, lalu aku berkata: Apakah kamu tidak memakai jimat? Beliau menjawab: Kami berlindung kepada Allah dari hal tersebut. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa terikat pada sesuatu dan dipercayakan padanya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
44
Misykatul Mashabih # 23/4558
Imran bin Husain (RA)
وَعَن عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا رُقْيَةَ إِلَّا مِنْ عَيْنٍ أَوْ حُمَةٍ» . رَوَاهُ أَحْمد وَالتِّرْمِذِيّ وَأَبُو دَاوُد
وَرَوَاهُ ابْن مَاجَه عَن بُرَيْدَة
Dari hadis Imran bin Husain bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada ruqyah kecuali mata atau demam.” Diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Tirmidzi, dan Abu Dawood Diriwayatkan oleh Ibnu Majah atas wewenang Buraidah
45
Misykatul Mashabih # 23/4559
Anas bin Malik (RA)
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا رُقْيَةَ إِلَّا مِنْ عَيْنٍ أَوْ حُمَةٍ أَوْ دَمٍ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada ruqyah kecuali dari mata, demam, atau darah.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
46
Misykatul Mashabih # 23/4560
وَعَن أَسمَاء بنت عُميس قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ وَلَدَ جَعْفَرٍ تُسْرِعُ إِلَيْهِمُ الْعَيْنُ أَفَأَسْتَرْقِي لَهُمْ؟ قَالَ: «نَعَمْ فَإِنَّهُ لَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابِقُ الْقَدَرِ لَسَبَقَتْهُ العينُ» . رَوَاهُ أَحْمد وَالتِّرْمِذِيّ وَابْن مَاجَه
Dari Asma’ binti Umays beliau berkata: Ya Rasulullah, mata jahat menyerang keturunan Ja’far. Haruskah saya mencari perlindungan bagi mereka? Beliau bersabda: “Ya, karena jika sesuatu mendahului takdir, maka matalah yang mendahuluinya.” Diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah
47
Misykatul Mashabih # 23/4561
Syifa' Binti 'Abdullah
وَعَن الشَّفاءِ بنت عبد الله قَالَتْ: دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا عِنْدَ حَفْصَةَ فَقَالَ: «أَلَا تُعَلِّمِينَ هَذِهِ رُقْيَةَ النَّمْلَةِ كَمَا عَلَّمْتِيهَا الْكِتَابَةَ؟» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari Al-Syifa binti Abdullah, dia berkata: Rasulullah SAW masuk saat aku bersama Hafsa dan berkata: “Tidakkah kamu mengajarkan ruqyah ini kepada semut sebagaimana kamu mengajarinya menulis? .
48
Misykatul Mashabih # 23/4562
وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ قَالَ: رَأَى عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ سَهْلَ بْنَ حُنَيْفٍ يَغْتَسِلُ فَقَالَ: وَاللَّهِ مَا رَأَيْتُ كَالْيَوْمِ وَلَا جِلْدَ مُخَبَّأَةٍ قَالَ: فَلُبِطَ سَهْلٌ فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقِيلَ لَهُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ لَكَ فِي سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ؟ وَاللَّهِ مَا يَرْفَعُ رَأْسَهُ فَقَالَ: «هَلْ تَتَّهِمُونَ لَهُ أَحَدًا؟» فَقَالُوا: نَتَّهِمُ عَامِرَ بْنَ رَبِيعَةَ قَالَ: فَدَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامِرًا فَتُغُلِّظَ عَلَيْهِ وَقَالَ: «عَلَامَ يَقْتُلُ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ؟ أَلَا بَرَّكْتَ؟ اغْتَسِلْ لَهُ» . فَغَسَلَ لَهُ عَامِرٌ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ وَمِرْفَقَيْهِ وَرُكْبَتَيْهِ وَأَطْرَافَ رِجْلَيْهِ وَدَاخِلَةَ إِزَارِهِ فِي قَدَحٍ ثُمَّ صُبَّ عَلَيْهِ فَرَاحَ مَعَ النَّاسِ لَيْسَ لَهُ بَأْس. رَوَاهُ فِي شَرْحِ السُّنَّةِ وَرَوَاهُ مَالِكٌ وَفِي رِوَايَتِهِ: قَالَ: «إِن الْعين حق تَوَضَّأ لَهُ»
Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif beliau berkata: Amer bin Rabi'ah melihat Sahl bin Hunaif sedang mandi, lalu beliau berkata: Demi Allah, aku belum pernah melihat hal seperti ini hari ini. Dan tidak ada kulit yang tersembunyi. Dia berkata: Jadi Sahl bingung, dan dia mendatangi Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia diberitahu: Wahai Rasulullah, apakah kamu ada hubungannya dengan Sahl bin Hanif? Demi Tuhan, dia tidak mengangkat kepalanya dan berkata: “Apakah kamu menuduh seseorang menentang dia?” Mereka berkata: Kami menuduh Amer bin Rabi'ah. Dia berkata: Maka Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memanggil Amer dan menjadi kasar padanya dan berkata: “Mengapa salah satu dari kalian harus membunuh saudaranya?” Apakah kamu belum diberkati? “Mandi untuknya.” Maka Amer membasuh mukanya untuknya. Tangannya, sikunya, lututnya, ujung kakinya, dan bagian dalam pakaiannya, dimasukkan ke dalam mangkuk, lalu disiram air ke atasnya, dan dia bersukacita bersama orang-orang, dan tidak ada bahaya di dalamnya. Diriwayatkan dalam Syarh al-Sunnah, dan diriwayatkan oleh Malik, dan dalam riwayatnya: Dia berkata: “Mata jahat adalah hak yang harus berwudhu.”
49
Misykatul Mashabih # 23/4563
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنَ الْجَانِّ وَعَيْنِ الْإِنْسَانِ حَتَّى نَزَلَتِ الْمُعَوِّذَتَانِ فَلَمَّا نزلت أَخذ بهما وَترك سِوَاهُمَا. رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هَذَا حَدِيث حسن غَرِيب
Dari Abu Saeed Al-Khudri beliau bersabda: Rasulullah SAW, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, sedang mencari perlindungan dari jin dan mata manusia sampai kedua pengusir setan itu terungkap, dan ketika mereka terungkap Dia mengambil mereka dan meninggalkan yang lain. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits hasan gharieb.
50
Misykatul Mashabih # 23/4564
وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَلْ رُئِيَ فِيكُمُ الْمُغَرِّبُونَ؟» قُلْتُ: وَمَا الْمُغَرِّبُونَ؟ قَالَ: «الَّذِينَ يَشْتَرِكُ فِيهِمُ الْجِنُّ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Atas wewenang Aisha, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadaku: “Apakah ada orang asing yang terlihat di antara kamu?” Saya bertanya: Siapakah orang-orang Barat itu? Beliau menjawab: “Orang-orang yang ikut serta bersama jin.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood