138 Hadis
01
Misykatul Mashabih # 21/4159
Umar bin Abu Salama (RA)
عَن عمر بن أبي سَلمَة قَالَ: كُنْتُ غُلَامًا فِي حِجْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصفحة. فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «سم الله وكل يَمِينك وكل مِمَّا يليك»
Dari riwayat Umar bin Abi Salamah, dia berkata: Aku masih kecil di pangkuan Rasulullah SAW, dan tanganku mengembara di atas halaman. Kemudian Rasulullah SAW bersabda kepadaku, “Sebutkan Tuhan, makanlah tangan kananmu, dan makanlah apa yang mengikutimu.”
02
Misykatul Mashabih # 21/4160
وَعَن حُذَيْفَة قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الشَّيْطَانَ يَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ أَنْ لَا يُذْكَرَ اسْم الله عَلَيْهِ» . رَوَاهُ مُسلم
Berdasarkan hadis Hudhayfah, Rasulullah SAW bersabda: “Iblis menghalalkan makanan jika tidak disebutkan nama Tuhan di atasnya.” Diriwayatkan oleh Muslim
03
Misykatul Mashabih # 21/4161
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ ". رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Jabir beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika seseorang masuk ke dalam rumahnya dan mengingat Allah ketika dia masuk dan ketika dia makan, dia berkata: Setan: Kamu tidak mempunyai tempat untuk tidur atau makan malam, dan ketika dia masuk, dia tidak menyebut Tuhan ketika dia masuk. Setan berkata: Kamu datang untuk bermalam, dan jika Dia menyebut Tuhan ketika dia makan, dia berkata: “Kamu telah bermalam dan makan malam.” Diriwayatkan oleh Muslim.
04
Misykatul Mashabih # 21/4162
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ» . رَوَاهُ مُسلم
Dari Ibnu Umar beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, dan jika ia minum, maka hendaklah ia minum dengan tangan kanannya.” . Diriwayatkan oleh Muslim
05
Misykatul Mashabih # 21/4163
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَأْكُلَنَّ أَحَدُكُمْ بِشِمَالِهِ وَلَا يَشْرَبَنَّ بِهَا فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بهَا» . رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenangnya, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak seorang pun di antara kalian boleh makan atau minum dengan tangan kirinya, karena Setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” Diriwayatkan oleh Muslim
06
Misykatul Mashabih # 21/4164
وَعَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ بِثَلَاثَةِ أَصَابِعَ وَيَلْعَقُ يَدَهُ قَبْلَ أَن يمسحها. رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Ka’b bin Malik beliau berkata: Rasulullah SAW, biasa makan dengan tiga jari dan menjilat tangannya sebelum menyekanya. Diriwayatkan oleh Muslim
07
Misykatul Mashabih # 21/4165
وَعَنْ جَابِرٌ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِلَعْقِ الْأَصَابِعِ وَالصَّفْحَةِ وَقَالَ:
" إِنَّكُمْ لَا تَدْرُونَ: فِي أَيَّهِ الْبَرَكَةُ؟ ". رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Berdasarkan otoritas Jabir: Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memerintahkan menjilat jari dan halaman dan berkata: “Kamu tidak tahu: di manakah berkah itu?” Diriwayatkan oleh Muslim
08
Misykatul Mashabih # 21/4166
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلَا يمسحْ يدَه حَتَّى يلعقها أَو يلعقها»
Berdasarkan hadis Ibnu Abbas, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian makan, janganlah ia mengusap tangannya hingga ia menjilatnya.”
09
Misykatul Mashabih # 21/4167
وَعَن جَابر قَالَ: النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:
" إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدَكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَيْءٍ مِنْ شَأْنِهِ حَتَّى يَحْضُرَهُ عِنْدَ طَعَامِهِ فَإِذَا سَقَطَتْ من أحدكُم لقْمَة فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى ثُمَّ ليأكلها وَلَا يَدعهَا للشَّيْطَان فَإِذا فرع فليلعق أصَاب فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي: فِي أَيِّ طَعَامِهِ يَكُونُ الْبركَة؟ ". رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Jabir, beliau bersabda: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Iblis hadir bersama salah seorang di antara kalian dalam segala hal yang menyangkut dirinya, hingga ia menemaninya saat ia makan.” Maka jika ada sepotong makanan yang jatuh dari salah satu kalian, hendaklah ia menghilangkan kotoran yang ada di dalamnya, lalu makanlah dan jangan serahkan kepada setan. Jika ada ranting yang menjilatnya, maka hendaklah ia menjilat yang tertular itu, karena ranting itu tidak mengetahui: Makanan manakah yang mendapat keberkahan? “Diriwayatkan oleh Muslim
10
Misykatul Mashabih # 21/4168
وَعَن أبي جُحَيْفَة قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم: «لَا آكل مُتكئا» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari Abu Juhaifah, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Saya tidak makan sambil berbaring.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
11
Misykatul Mashabih # 21/4169
وَعَن قَتَادَة عَنْ أَنَسٍ قَالَ: مَا أَكَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى خِوَانٍ وَلَا فِي سُكُرَّجَةٍ وَلَا خُبِزَ لَهُ مُرَقَّقٌ قِيلَ لِقَتَادَةَ: على مَ يَأْكُلُون؟ قَالَ: على السّفر. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dan atas wewenang Qatada, atas wewenang Anas, beliau bersabda: Nabi Muhammad SAW, tidak makan di atas piring, di dalam sereal, atau di atas roti yang tidak beragi. Dikatakan kepada Qatada: Pada Mereka makan? Dia berkata: Sedang bepergian. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
12
Misykatul Mashabih # 21/4170
وَعَن أنس قَالَ: مَا أَعْلَمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَغِيفًا مُرَقَّقًا حَتَّى لَحِقَ بِاللَّهِ وَلَا رَأَى شَاةً سَمِيطًا بِعَيْنِهِ قَطُّ. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari riwayat Anas beliau berkata: Saya tidak mengetahui bahwa Nabi Muhammad saw, pernah melihat sepotong roti yang terkelupas sampai dia bergabung dengan Allah, dan dia juga belum pernah melihat seekor domba yang berminyak dengan matanya sendiri. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
13
Misykatul Mashabih # 21/4171
وَعَن سهل بن سعد قَالَ: مَا رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّقِيَّ مِنْ حِينِ ابْتَعَثَهُ اللَّهُ حَتَّى قَبَضَهُ اللَّهُ وَقَالَ: مَا رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْخُلًا مِنْ حِين ابتعثهُ الله حَتَّى قبضَهُ قِيلَ: كَيْفَ كُنْتُمْ تَأْكُلُونَ الشَّعِيرَ غَيْرَ مَنْخُولٍ؟ قَالَ: كُنَّا نَطْحَنُهُ وَنَنْفُخُهُ فَيَطِيرُ مَا طَارَ وَمَا بَقِي ثريناه فأكلناه. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari wewenang Sahl bin Saad, dia berkata: Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, tidak melihat al-Naqi sejak Tuhan mengirimnya sampai Tuhan mengambilnya, dan dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, tidak melihat Semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Dia diayak sejak Allah mengutusnya sampai Dia mengambilnya. Dikatakan: Bagaimana kamu memakan jelai yang tidak diayak? Beliau bersabda: Kami biasa menggilingnya dan meniupnya, dan apa pun yang terbang, kami memperkaya apa yang tersisa dan memakannya. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
14
Misykatul Mashabih # 21/4172
وَعَن أبي هُرَيْرَة قَالَ: مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِنْ كرهه تَركه
Dari hadis Abu Hurairah beliau bersabda: Nabi Muhammad SAW tidak pernah mencela suatu makanan. Jika dia menginginkannya, dia memakannya, dan jika dia tidak menyukainya, dia meninggalkannya.
15
Misykatul Mashabih # 21/4176
وَعَنْهُ أَنَّ رَجُلًا كَانَ يَأْكُلُ أَكْلًا كَثِيرًا فَأَسْلَمَ فَكَانَ يَأْكُلُ قَلِيلًا فَذَكَرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَأْكُلُ فِي مِعًى وَاحِدٍ وَالْكَافِرُ يَأْكُلُ فِي سبعةِ أمعاء» . رَوَاهُ البُخَارِيّ.
وَرَوَى مُسْلِمٌ عَنْ أَبِي مُوسَى وَابْنِ عُمَرَ الْمسند مِنْهُ فَقَط.
وَفِي أُخْرَى لَهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَافَهُ ضَيْفٌ وَهُوَ كَافِرٌ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَاةٍ فَحُلِبَتْ فَشَرِبَ حِلَابَهَا ثُمَّ أُخْرَى فَشَرِبَهُ ثُمَّ أُخْرَى فَشَرِبَهُ حَتَّى شَرِبَ حِلَابَ سَبْعِ شِيَاهٍ ثُمَّ إِنَّهُ أَصْبَحَ فَأَسْلَمَ فَأَمَرَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَاةٍ فَحُلِبَتْ فَشَرِبَ حِلَابَهَا ثُمَّ أَمَرَ بِأُخْرَى فَلَمْ يَسْتَتِمَّهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمُؤْمِنُ يَشْرَبُ فِي مِعًى وَاحِدٍ وَالْكَافِرُ يشربُ فِي سَبْعَة أمعاء»
Atas kewenangannya, seorang laki-laki yang tadinya makan banyak kemudian masuk Islam, namun makannya sedikit. Dia menyebutkan hal itu kepada Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia berkata: “Sesungguhnya orang beriman makan dengan satu usus, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh usus.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari. Muslim meriwayatkan dari riwayat Abu Musa dan Ibnu Umar, yang hanya rantai penularannya saja. Dan dalam riwayatnya yang lain, dari riwayat Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW kedatangan tamu kafir, maka Rasulullah SAW memberikan perintah. Dengan seekor domba, ia diperah, lalu ia meminum pemerahnya, lalu yang lain, dan ia meminumnya, lalu yang lain, dan ia meminumnya, sampai pemerah susu dari tujuh ekor domba itu minum, lalu ia Di pagi hari, dia masuk Islam, maka Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memerintahkan dia untuk membawa seekor domba dan domba itu diperah, dan dia meminum susunya. Lalu dia memesan lagi, tapi dia tidak memberinya makan. Rasulullah SAW bersabda: “Orang mukmin minum dari satu usus, dan orang kafir minum dari tujuh usus.”
16
Misykatul Mashabih # 21/4177
وَعَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «طَعَامُ الِاثْنَيْنِ كَافِي الثلاثةِ وطعامِ الثلاثةِ كَافِي الْأَرْبَعَة»
Atas wewenangnya, Rasulullah SAW bersabda: “Makanan dua orang cukup untuk tiga orang, dan makanan tiga orang cukup untuk empat orang.”
17
Misykatul Mashabih # 21/4178
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «طَعَامُ الْوَاحِدِ يَكْفِي الِاثْنَيْنِ وَطَعَامُ الِاثْنَيْنِ يَكْفِي الْأَرْبَعَةَ وَطَعَامُ الْأَرْبَعَةِ يَكْفِي الثمانيَة» . رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Jabir beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Makanan satu orang cukup untuk dua orang, dan makanan dua orang cukup untuk empat orang.” Makanan untuk empat orang cukup untuk delapan orang.” Diriwayatkan oleh Muslim
18
Misykatul Mashabih # 21/4179
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «التَّلْبِينَةُ مُجِمَّةٌ لِفُؤَادِ الْمَرِيضِ تَذْهَبُ بِبَعْض الْحزن»
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Talbinah menguatkan hati orang yang sakit dan menghilangkan" Dengan sedikit kesedihan "
19
Misykatul Mashabih # 21/4180
Anas bin Malik (RA)
وَعَنْ أَنَسٍ أَنَّ خَيَّاطًا دَعَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِطَعَامٍ صَنَعَهُ فَذَهَبْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَرَّبَ خُبْزَ شَعِيرٍ وَمَرَقًا فِيهِ دُبَّاءُ وَقَدِيدٌ فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَتَبَّعُ الدُّبَّاءَ مِنْ حَوَالَيِ الْقَصْعَةِ فَلَمْ أَزَلْ أُحِبُّ الدباءَ بعد يومِئذٍ
Atas dasar Anas, bahwa seorang penjahit mengundang Nabi, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, untuk memakan makanan yang dia buat, maka saya pergi bersama Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia membawakan roti jelai dan kaldu. Ada kadal dan tupai di dalamnya, dan saya melihat Nabi Muhammad SAW sedang melacak kadal dari sekitar lahan. Saya masih menyukai beruang setelah hari itu
20
Misykatul Mashabih # 21/4181
وَعَن عَمْرو بنِ أُميَّةَ أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يحتزمن كتف الشَّاة فِي يَدِهِ فَدُعِيَ إِلَى الصَّلَاةِ فَأَلْقَاهَا وَالسِّكِّينَ الَّتِي يَحْتَزُّ بِهَا ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى وَلَمْ يتَوَضَّأ
Atas wewenang Amr bin Umayyah, dia melihat Nabi Muhammad SAW memegang bahu domba di tangannya. Dia dikumandangkan untuk salat, lalu dia melemparkannya dan pisau yang dia pegang, lalu dia berdiri. Dia salat namun tidak berwudhu
21
Misykatul Mashabih # 21/4182
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ الْحَلْوَاء وَالْعَسَل. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenang Aisha radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, menyukai permen dan madu. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
22
Misykatul Mashabih # 21/4183
وَعَنْ جَابِرٌ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَ أَهْلَهُ الْأُدْمَ. فَقَالُوا: مَا عِنْدَنَا إِلَّا خَلٌّ فَدَعَا بِهِ فَجَعَلَ يَأْكُلُ بِهِ وَيَقُولُ: «نِعْمَ الْإِدَامُ الْخَلُّ نِعْمَ الْإِدَامُ الْخَلُّ» . رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Jabir bahwa Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bertanya kepada keluarganya. Mereka berkata: Kami hanya mempunyai cuka. Maka dia memanggilnya dan mulai memakannya sambil berkata: “Alangkah baiknya cuka itu, betapa baiknya pula cuka itu.” Diriwayatkan oleh Muslim
23
Misykatul Mashabih # 21/4184
وَعَن سعيد بنِ زيدٍ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْكَمْأَةُ مِنَ الْمَنِّ وَمَاؤُهَا شِفَاءٌ لِلْعَيْنِ» . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: «مِنَ الْمَنِّ الَّذِي أنزلَ اللَّهُ تَعَالَى على مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام»
Berdasarkan wewenang Saeed bin Zaid, dia berkata: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Truffle adalah bagian dari manna, dan airnya menyembuhkan mata.” sepakat. Dan dalam riwayat Muslim: “Dari manna yang diturunkan Tuhan Yang Maha Esa kepada Musa, saw.”
24
Misykatul Mashabih # 21/4185
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ الرُّطَبَ بِالْقِثَّاءِ
Dari wewenang Abdullah bin Jaafar, dia berkata: Aku melihat Rasulullah SAW sedang makan kurma dan mentimun.
25
Misykatul Mashabih # 21/4186
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَرِّ الظَّهْرَانِ نَجْنِي الْكَبَاثَ فَقَالَ: «عَلَيْكُم بالأسْوَدِ مِنْهُ فإِنَّه أَطْيَبُ» فَقِيلَ: أَكُنْتَ تَرْعَى الْغَنَمَ؟ قَالَ: «نَعَمْ وهلْ منْ نبيٍّ إِلاَّ رعاها؟»
Dan atas wewenang Jabir, dia berkata: Kami bersama Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memetik kismis hitam, dan dia berkata: “Kamu harus menggunakan yang hitam, karena lebih baik.” Dikatakan: Apakah kamu memelihara domba? Dia berkata: “Ya, dan adakah nabi yang tidak merawatnya?”
26
Misykatul Mashabih # 21/4187
وَعَن أنس قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُقْعِيًا يَأْكُلُ تَمْرًا وَفِي رِوَايَةٍ: يَأْكُلُ مِنْهُ أكلا ذريعا. رَوَاهُ مُسلم
Dari Anas, dia berkata: Aku melihat Nabi Muhammad SAW, duduk dan makan kurma, dan dalam satu riwayat: dia makan kurma dalam jumlah banyak. Diriwayatkan oleh Muslim
27
Misykatul Mashabih # 21/4188
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَقْرِنَ الرَّجُلُ بَيْنَ التَّمْرَتَيْنِ حَتَّى يستأذِنَ أَصْحَابه
Dari riwayat Ibnu Umar beliau berkata: Rasulullah SAW melarang seseorang menggabungkan dua buah kurma hingga ia meminta izin kepada para sahabatnya.
28
Misykatul Mashabih # 21/4189
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَجُوعُ أَهْلُ بَيْتٍ عِنْدَهُمُ التَّمْرُ» . وَفِي رِوَايَةٍ: قَالَ: «يَا عَائِشَةُ بَيْتٌ لَا تَمْرَ فِيهِ جِيَاعٌ أَهْلُهُ» قَالَهَا مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا. رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sekeluarga yang mempunyai kurma tidak akan kelaparan." Dalam riwayatnya: Beliau bersabda: “Wahai Aisyah, ada sebuah rumah yang tidak dilewati oleh orang-orang lapar.” Dia mengatakannya dua atau tiga kali. Diriwayatkan oleh Muslim
29
Misykatul Mashabih # 21/4190
وَعَن سعدٍ قَالَ: سمعتُ رسولَ الله يَقُولُ: «مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةٍ لَمْ يضرَّه ذَلِك الْيَوْم سم وَلَا سحر»
Dari Saad beliau berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang bangun di pagi hari dengan tujuh buah kurma Ajwa, maka racun dan ilmu gaib tidak akan mencelakakannya pada hari itu.”
30
Misykatul Mashabih # 21/4191
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ فِي عَجْوَةِ الْعَالِيَةِ شِفَاءً وَإِنَّهَا تِرْيَاقٌ أَوَّلَ البكرة» . رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Aisyah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya di ajwa tinggi itu ada obatnya, dan itu penawarnya di awal pagi." Diriwayatkan oleh Muslim
31
Misykatul Mashabih # 21/4192
وَعَنْهَا قَالَتْ: كَانَ يَأْتِي عَلَيْنَا الشَّهْرُ مَا نُوقِدُ فِيهِ نَارًا إِنَّمَا هُوَ التَّمْرُ وَالْمَاءُ إِلَّا أَنْ يُؤْتَى بِاللُّحَيْمِ
Atas wewenangnya, dia berkata: Akan tiba pada kami satu bulan di mana kami akan menyalakan api, tetapi yang ada hanyalah kurma dan air, kecuali daging yang dibawa.
32
Misykatul Mashabih # 21/4193
وَعَنْهَا قَالَتْ: مَا شَبِعَ آلُ مُحَمَّدٍ يَوْمَيْنِ مِنْ خُبْزِ بُرٍّ إِلَّا وَأَحَدُهُمَا تمر
Atas otoritasnya, dia berkata: Keluarga Muhammad tidak kenyang dengan roti gandum selama dua hari, kecuali salah satunya adalah kurma.
33
Misykatul Mashabih # 21/4194
وَعَنْهَا قَالَتْ: تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا شَبِعْنَا مِنَ الأسودين
Atas otoritasnya, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, meninggal dan kami tidak puas dengan yang hitam.
34
Misykatul Mashabih # 21/4195
An-Nu'man ibn Bashir (RA)
وَعَن النّعمانِ بن بشيرٍ قَالَ: أَلَسْتُمْ فِي طَعَامٍ وَشَرَابٍ مَا شِئْتُمْ؟ لَقَدْ رَأَيْتُ نَبِيَّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا يَجِدُ مِنَ الدَّقَلِ مَا يَمْلَأُ بَطْنَهُ. رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Al-Numan bin Bashir beliau berkata: Apakah kamu tidak bebas makan dan minum apapun yang kamu mau? Saya melihat Nabi Anda, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia dapat menemukan cukup minuman untuk mengisi perutnya. Diriwayatkan oleh Muslim
35
Misykatul Mashabih # 21/4196
وَعَن أَيُّوب قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أُتِيَ بِطَعَامٍ أَكَلَ مِنْهُ وَبَعَثَ بِفَضْلِهِ إِلَيَّ وَإِنَّهُ بَعَثَ إِلَيَّ يَوْمًا بِقَصْعَةٍ لمْ يأكُلْ مِنْهَا لأنَّ فِيهَا ثُومًا فَسَأَلْتُهُ: أَحْرَامٌ هُوَ؟ قَالَ: «لَا وَلَكِنْ أَكْرَهُهُ مِنْ أَجْلِ رِيحِهِ» . قَالَ: فَإِنِّي أَكْرَهُ مَا كرهْت. رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Ayyub, dia berkata: Setiap kali Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dibawakan makanan, dia akan memakannya dan mengirimkan hadiahnya kepadaku, dan dia mengirimkannya kepadaku suatu hari nanti. Dengan mangkuk, dia tidak memakannya karena mengandung bawang putih, maka aku bertanya kepadanya: Apakah dilarang? Dia berkata: “Tidak, tapi saya benci karena baunya.” Dia berkata: Aku benci apa yang aku benci itu. Diriwayatkan oleh Muslim
36
Misykatul Mashabih # 21/4197
وَعَنْ جَابِرٌ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ أَكَلَ ثُومًا أَوْ بَصَلًا فَلْيَعْتَزِلْنَا» أَوْ قَالَ: «فَلْيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا أَوْ لِيَقْعُدْ فِي بَيْتِهِ» . وَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِقِدْرٍ فِيهِ خَضِرَاتٌ مِنْ بُقُولٍ فَوَجَدَ لَهَا رِيحًا فَقَالَ: «قَرِّبُوهَا» إِلَى بَعْضِ أَصْحَابِهِ وَقَالَ: «كُلْ فَإِنِّي أُنَاجِي مَنْ لَا تُناجي»
Dan berdasarkan hadis Jabir bahwa Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: "Siapa pun yang makan bawang putih atau bawang bombay harus mengasingkan diri dari kami," atau dia berkata: "Biarkan dia mengasingkan diri dari masjid kami atau duduk di rumahnya. Dan Nabi, semoga Allah SWT dan shalawat besertanya, dibawakan sebuah pot berisi sayuran kacang-kacangan, dan dia mencium bau dari mereka dan berkata: "Bawakan lebih dekat" kepada beberapa sahabatnya, dan dia berkata: "Makanlah, karena aku akan berkomunikasi dengan seseorang yang tidak kamu ajak berkomunikasi.”
37
Misykatul Mashabih # 21/4198
وَعَن المِقدامِ بن معدي كرب عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «كيلوا طَعَامك يُبَارك لكم فِيهِ» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenang Al-Miqdam bin Maadi Karb, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dia berkata: “Makanlah makananmu dan itu akan diberkati untukmu.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
38
Misykatul Mashabih # 21/4199
وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَفَعَ مَائِدَتَهُ قَالَ: «الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلَا مُوَدَّعٍ وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبُّنَا» . رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Dan atas wewenang Abu Umamah, bahwa setiap kali Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, mengangkat mejanya, dia akan berkata: “Alhamdulillah, puji-pujian yang besar, baik dan berkah.” Tuhan kita sudah cukup, dan tidak ada seorangpun yang dapat diampuni atau ditiadakan. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
39
Misykatul Mashabih # 21/4200
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى لَيَرْضَى عنِ العبدِ أنْ يأكلَ الأكلَةَ فيحمدُه عَلَيْهِ أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا» . رَوَاهُ مُسْلِمٌ وسنذكرُ حَدِيثي عائشةَ وَأبي هريرةَ: مَا شَبِعَ آلُ مُحَمَّدٍ وَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الدُّنْيَا فِي «بَابِ فَضْلِ الْفُقَرَاءِ» إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT ridha terhadap seorang hamba yang memakan makanannya dan memuji-Nya atau meminum minumannya.” Dan dia memuji dia untuk itu.” Diriwayatkan oleh Muslim, dan kami akan menyebutkan hadits Aisha dan Abu Hurairah: Keluarga Muhammad tidak puas dan Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, pergi. Dan kedamaian dari dunia ini dalam “Bab Memfavoritkan Orang Miskin”, Insya Allah.
40
Misykatul Mashabih # 21/4201
Abu Ayyub Al-Ansari (RA)
عَن أبي أَيُّوب قَالَ: كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُرِّبَ طَعَامٌ فَلَمْ أَرَ طَعَامًا كَانَ أَعْظَمَ بَرَكَةً مِنْهُ أَوَّلَ مَا أَكَلْنَا وَلَا أَقَلَّ بَرَكَةً فِي آخِرِهِ قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ هَذَا؟ قَالَ: «إِنَّا ذَكَرْنَا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ حِينَ أَكَلْنَا ثُمَّ قَعَدَ مَنْ أَكَلَ وَلَمْ يُسَمِّ اللَّهَ فَأَكَلَ مَعَهُ الشَّيْطَانُ» . رَوَاهُ فِي شرح السّنة
Atas wewenang Abu Ayyub, dia berkata: Kami bersama Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan makanan dipersembahkan, dan saya tidak melihat makanan yang lebih berkah dari apa yang pertama kami makan, tidak kurang. Sebuah berkah pada akhirnya. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana ini? Beliau bersabda: “Kami menyebut nama Allah di atasnya ketika kami makan, lalu sebagian dari mereka duduk.” Dia makan dan tidak menyebut nama Tuhan, maka Setan pun makan bersamanya.” Diriwayatkan dalam Sharh Al-Sunnah
41
Misykatul Mashabih # 21/4202
وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَنَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اللَّهَ عَلَى طَعَامِهِ فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ أوَّلَه وآخرَه ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَأَبُو دَاوُد
Atas otoritas Aisha, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian makan dan lupa menyebut Tuhan atas makanannya, hendaklah dia berkata: Dengan menyebut nama Tuhan, di awal dan di akhir.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Abu Dawood
42
Misykatul Mashabih # 21/4203
وَعَن أُميَّةَ بن مَخْشِيٍّ قَالَ: كَانَ رَجُلٌ يَأْكُلُ فَلَمْ يُسَمِّ حَتَّى لَمْ يَبْقَ مِنْ طَعَامِهِ إِلَّا لُقْمَةٌ فَلَمَّا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ قَالَ: بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ فَضَحِكَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ: «مَا زَالَ الشَّيْطَانُ يَأْكُلُ مَعَهُ فَلَمَّا ذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ اسْتَقَاءَ مَا فِي بَطْنه» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari riwayat Umayyah bin Makhshi beliau berkata: Seorang laki-laki sedang makan dan tidak mengucapkan Bismillah sampai tidak ada sisa makanannya kecuali sesuap makanan. Ketika dia mengangkatnya ke mulutnya, dia berkata: Dengan Nama Tuhan. Di awal dan di akhir, Nabi Muhammad SAW tertawa lalu bersabda: “Setan terus makan bersamanya, maka ketika dia menyebut nama Tuhan, Dia memuntahkan apa yang ada di perutnya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
43
Misykatul Mashabih # 21/4204
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا فَرَغَ مِنْ طَعَامِهِ قَالَ: «الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِينَ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَابْن مَاجَه
Atas wewenang Abu Saeed Al-Khudri, dia berkata: Ketika Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, selesai makan, dia akan mengatakan: “Segala puji bagi Tuhan yang memberi kami makan dan memberi kami minuman.” Dan Dia menjadikan kita Muslim.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah
44
Misykatul Mashabih # 21/4206
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الطَّاعِمُ الشَّاكِرُ كَالصَّائِمِ الصابر» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
وَابْن مَاجَهْ وَالدَّارِمِيُّ عَنْ سِنَانِ بْنِ سَنَّةَ عَنْ أَبِيه
Dari hadis Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang memberi makan dengan penuh syukur ibarat orang yang sabar berpuasa.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi Dan Ibnu Majah dan Al-Darimi, atas wewenang Sinan bin Sunnah, atas wewenang ayahnya
45
Misykatul Mashabih # 21/4207
وَعَن أبي أيوبٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَكَلَ أَوْ شَرِبَ قَالَ: «الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَ وَسَقَى وَسَوَّغَهُ وَجَعَلَ لَهُ مخرجا» رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari hadis Abu Ayyub beliau bersabda: Setiap kali Rasulullah SAW makan atau minum, beliau mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang memberi makan dan minum serta yang memungkinkan dan memberi jalan keluarnya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
46
Misykatul Mashabih # 21/4208
وَعَن سلمانَ قَالَ: قَرَأْتُ فِي التَّوْرَاةِ أَنَّ بَرَكَةَ الطَّعَامِ الْوُضُوءُ بَعْدَهُ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «بَرَكَةُ الطَّعَامِ الْوُضُوءُ قَبْلَهُ وَالْوُضُوءُ بعدَه» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَأَبُو دَاوُد
Dari Salman beliau berkata: Saya membaca di dalam Taurat bahwa keberkahan makanan adalah wudhu setelahnya. Saya sebutkan itu kepada Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian: “Keberkahan makanan adalah wudhu sebelum dan wudhu setelahnya.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Abu Dawood
47
Misykatul Mashabih # 21/4210
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ مِنَ الْخَلَاءِ فَقُدِّمَ إِلَيْهِ طَعَامٌ فَقَالُوا: أَلَا نَأْتِيكَ بِوَضُوءٍ؟ قَالَ: «إِنَّمَا أُمِرْتُ بِالْوُضُوءِ إِذَا قُمْتُ إِلَى الصَّلَاةِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَأَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ
وَرَوَاهُ ابْن مَاجَه عَن أبي هُرَيْرَة
Atas wewenang Ibnu Abbas, Nabi Muhammad SAW keluar dari toilet dan diberikan makanan kepadanya, lalu mereka berkata: Maukah kami membawakanmu wudhu? Beliau berkata: “Saya hanya diperintahkan untuk berwudhu ketika saya berdiri untuk shalat.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Al-Nasa’i. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu Hurairah
48
Misykatul Mashabih # 21/4211
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَّهُ أُتِيَ بِقَصْعَةٍ مِنْ ثَرِيدٍ فَقَالَ: «كُلُوا مِنْ جَوَانِبِهَا وَلَا تَأْكُلُوا مِنْ وَسَطِهَا فَإِنَّ الْبَرَكَةَ تَنْزِلُ فِي وَسَطِهَا» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَالدَّارِمِيُّ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هَذَا حَدِيثٌ حسن صَحِيح
Atas wewenang Ibnu Abbas, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian: Dia dibawakan semangkuk bubur dan berkata: “Makanlah dari sisinya dan jangan makan dari tengahnya.” Karena keberkahan turun di tengah-tengahnya.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Darimi, dan Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits yang baik dan shahih.
49
Misykatul Mashabih # 21/4212
وَعَن عبد الله بن عَمْرو قَالَ: مَا رُئِيَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ مُتَّكِئًا قَطُّ وَلَا يَطَأُ عقبه رجلَانِ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari riwayat Abdullah bin Amr beliau berkata: Rasulullah SAW, tidak pernah terlihat sedang berbaring dan tidak ada dua orang laki-laki yang menginjak kakinya. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
50
Misykatul Mashabih # 21/4213
Abdullah B. Al-Harits B. Jaz
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ قَالَ: أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِخُبْزٍ وَلَحْمٍ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ فَأَكَلَ وَأَكَلْنَا مَعَهُ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى وَصَلَّيْنَا مَعَهُ وَلَمْ نَزِدْ عَلَى أَنْ مَسَحْنَا أَيْدِيَنَا بِالْحَصْبَاءِ. رَوَاهُ ابْن مَاجَه
Dari riwayat Abdullah bin Al-Harits bin Jazza’ beliau berkata: Rasulullah SAW datang membawa roti dan daging ketika beliau berada di masjid dan makan. Kami makan bersamanya, lalu dia bangun dan berdoa, dan kami berdoa bersamanya, tidak lebih dari menyeka tangan kami dengan kerikil. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah