204 Hadis
01
Misykatul Mashabih # 22/4304
عَن أنسٍ قَالَ: كَانَ أَحَبُّ الثِّيَابِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَلْبَسَهَا الْحِبَرَةُ
Dari riwayat Anas beliau bersabda: Pakaian yang paling dicintai Nabi Muhammad SAW adalah memakainya dengan tinta.
02
Misykatul Mashabih # 22/4305
وَعَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَبِسَ جُبَّةً رُومِيَّةً ضَيِّقَةَ الْكُمَّيْنِ
Dari riwayat Al-Mughirah bin Shu'bah: Nabi Muhammad SAW mengenakan jubah Romawi berlengan ketat.
03
Misykatul Mashabih # 22/4306
وَعَنْ أَبِي بُرْدَةَ قَالَ: أَخْرَجَتْ إِلَيْنَا عَائِشَةُ كِسَاءً مُلَبَّدًا وَإِزَارًا غَلِيظًا فَقَالَتْ: قُبِضَ رُوحُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هذَيْن
Atas wewenang Abu Burdah, dia berkata: Aisha membawakan kepada kami pakaian kempa dan pakaian tebal, dan berkata: Jiwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, diambil dalam dua hal ini.
04
Misykatul Mashabih # 22/4307
وَعَن عَائِشَة قَالَتْ: كَانَ فِرَاشُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي يَنَامُ عَلَيْهِ أَدَمًا حَشْوُهُ لِيف
Atas wewenang Aisha, dia berkata: Tempat tidur Rasulullah SAW, tempat dia tidur, terbuat dari kayu yang diisi serat.
05
Misykatul Mashabih # 22/4308
وَعَنْهَا قَالَتْ: كَانَ وِسَادُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي يَتَّكِئُ عَلَيْهِ مَنْ أَدَمٍ حشْوُهُ ليفٌ. رَوَاهُ مُسلم
Atas kewenangannya, dia berkata: Bantal Rasulullah SAW, tempat beliau bersandar, terbuat dari serat manusia yang diisi dengan serat. Diriwayatkan oleh Muslim
06
Misykatul Mashabih # 22/4309
وعنها قَالَت: بَينا نَحْنُ جُلُوسٌ فِي بَيْتِنَا فِي حَرِّ الظَّهِيرَةِ قَالَ قَائِلٌ لِأَبِي بَكْرٍ: هَذَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُقْبِلًا مُتَقَنِّعًا. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenangnya, dia berkata: Saat kami sedang duduk di rumah kami di siang hari yang terik, seseorang berkata kepada Abu Bakar: Ini adalah Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, datang dan memakai topeng. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
07
Misykatul Mashabih # 22/4310
وَعَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ: «فِرَاشٌ لِلرَّجُلِ وَفِرَاشٌ لِامْرَأَتِهِ وَالثَّالِثُ للضيف وَالرَّابِع للشَّيْطَان» . رَوَاهُ مُسلم
Dan berdasarkan hadis Jabir bahwa Rasulullah SAW bersabda kepadanya: “Satu tempat tidur untuk laki-laki, satu tempat tidur untuk istrinya, yang ketiga untuk tamu, dan yang keempat untuk setan.” Diriwayatkan oleh Muslim
08
Misykatul Mashabih # 22/4311
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَنْظُرُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى مَنْ جَرَّ إزَاره بطرا»
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Pada hari kiamat, Allah tidak akan memandang orang yang melepas pakaiannya dengan kehinaan.”
09
Misykatul Mashabih # 22/4312
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»
Berdasarkan hadis Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menarik pakaiannya karena kesombongan, maka Allah tidak akan memandangnya pada hari kiamat.”
10
Misykatul Mashabih # 22/4313
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «بَيْنَمَا رَجُلٌ يَجُرُّ إِزَارَهُ مِنَ الْخُيَلَاءِ خُسِفَ بِهِ فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ فِي الْأَرْضِ إِلى يومِ الْقِيَامَة» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Tentang otoritasnya, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda: "Ketika seseorang sedang menyeret pakaiannya karena kesombongan, maka pakaian itu tertelan dan berguling-guling di tanah hingga ke tanah. Pada hari kiamat. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
11
Misykatul Mashabih # 22/4314
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الْإِزَارِ فِي النَّارِ» . رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Dari Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada yang lebih rendah dari mata kaki pakaian itu yang dimasukkan ke dalam neraka.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
12
Misykatul Mashabih # 22/4315
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَأْكُلَ الرَّجُلُ بِشِمَالِهِ أَو يمشي فِي نعل وَاحِد وَأَن يشْتَمل الصماء أَو يجتني فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ كَاشِفًا عَنْ فَرْجِهِ. رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Jabir beliau bersabda: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam melarang laki-laki makan dengan tangan kiri atau berjalan dengan satu sepatu, dan memasukkan perempuan tuli atau perempuan yang memakai pakaian. Seseorang memperlihatkan bagian pribadinya. Diriwayatkan oleh Muslim
13
Misykatul Mashabih # 22/4319
وعن عمر وأنس وابن الزبير وأبي أمامة رضي الله عنهم أجمعين عن النبي صلى الله عليه وسلم قال :
" من لبس الحرير في الدنيا لم يلبسه في الآخرة "
Atas wewenang Omar, Anas, Ibnu al-Zubayr, dan Abu Umamah radhiyallahu 'anhu kepada mereka semua, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dia berkata: “Siapa pun yang memakai sutra di dunia, tidak akan memakainya di akhirat.”
14
Misykatul Mashabih # 22/4320
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّمَا يَلْبَسُ الْحَرِيرَ فِي الدُّنْيَا مَنْ لَا خَلَاقَ لَهُ فِي الْآخِرَة»
Dari Ibnu Umar beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang memakai sutra di dunia hanyalah orang yang tidak mendapat bagian di akhirat.”
15
Misykatul Mashabih # 22/4321
وَعَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ: نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَشْرَبَ فِي آنِيَةِ الْفِضَّةِ وَالذَّهَبِ وَأَنْ نَأْكُلَ فِيهَا وَعَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ وَأَنْ نَجْلِسَ عَلَيْهِ
Berdasarkan wewenang Hudhayfah, beliau bersabda: Rasulullah SAW melarang kita minum dari bejana perak dan emas, atau memakannya. Sutra dan brokat dan untuk diduduki
16
Misykatul Mashabih # 22/4322
وَعَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: أُهْدِيَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم حُلّة سِيَرَاءَ فَبَعَثَ بِهَا إِلَيَّ فَلَبِسْتُهَا فَعَرَفْتُ الْغَضَبَ فِي وَجْهِهِ فَقَالَ: «إِنِّي لَمْ أَبْعَثْ بِهَا إِلَيْكَ لِتَلْبَسَهَا إِنَّمَا بَعَثْتُ بِهَا إِلَيْكَ لِتُشَقِّقَهَا خُمُراً بَين النساءِ»
Atas wewenang Ali radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku diberi sebagai hadiah kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, pakaian Shira', dan dia mengirimkannya kepadaku, dan aku memakainya dan mengenali kemarahan dalam dirinya. Dia menghadapnya dan berkata: “Aku tidak mengirimkannya kepadamu agar kamu dapat memakainya, tetapi aku mengirimkannya kepadamu agar kamu dapat berbagi anggur di antara para wanita.”
17
Misykatul Mashabih # 22/4324
وَعَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ إِلَّا هَكَذَا وَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إصبعيه: الْوُسْطَى والسبابة وضمهما
وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: أَنَّهُ خَطَبَ بِالْجَابِيَةِ فَقَالَ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ إِلَّا مَوْضِعَ إِصْبَعَيْنِ أَوْ ثَلَاث أَو أَربع
Atas wewenang Umar radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Muhammad SAW melarang memakai sutra kecuali dengan cara ini, dan Rasulullah SAW mengangkat kedua jari-Nya: jari tengah dan jari telunjuk dan menyatukannya. Dan dalam riwayat Muslim: Dia melamar seorang wanita yang memakai jabiya dan berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, melarang Dia, damai dan berkah besertanya, menjauhkan diri dari memakai sutra kecuali jika cocok untuk dua, tiga, atau empat jari.
18
Misykatul Mashabih # 22/4325
Asma’ daughter of Abu Bakr brought out a mantle of royal Persian quality with a gore of brocade and hemmed front and back with brocade, and said
وَعَن أسماءَ بنت أبي بكر: أَنَّهَا أَخْرَجَتْ جُبَّةَ طَيَالِسَةٍ كِسْرَوَانِيَّةٍ لَهَا لِبْنَةُ ديباجٍ وفُرجَيْها مكفوفَين بالديباجِ وَقَالَت: هَذِه جبَّةُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَتْ عِنْدَ عَائِشَةَ فَلَمَّا قُبِضَتْ قَبَضْتُهَا وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَلْبَسُهَا فَنَحْنُ نَغْسِلُهَا للمَرضى نستشفي بهَا. رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Asma’ binti Abi Bakar: Dia mengeluarkan jubah dari kain kepar yang terbuat dari sutra dengan panel brokat, dan sisinya ditutupi dengan brokat, dan dia berkata: Ini adalah jubah Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Dia bersama Aisha, dan ketika dia mengambil miliknya, Nabi Muhammad SAW memakainya. Kami mencucinya untuk orang sakit dan menyembuhkan diri kami sendiri dengannya. Diriwayatkan oleh Muslim
19
Misykatul Mashabih # 22/4326
وَعَن أنسٍ قَالَ: رَخَّصَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلزُّبَيْرِ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ فِي لبس الْحَرِير لحكة بهما
وَفِي رِوَايَة لمُسلم قَالَ: إنَّهُمَا شكوا من الْقمل فَرخص لَهما فِي قمص الْحَرِير
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW memberikan izin kepada Al-Zubayr dan Abd al-Rahman bin Awf memakai sutra karena gatal. Dan dalam riwayat Muslim beliau berkata: Mereka mengeluhkan kutu, maka beliau memberi mereka baju sutra.
20
Misykatul Mashabih # 22/4328
عَن أم سَلمَة قَالَتْ: كَانَ أَحَبُّ الثِّيَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقَمِيصَ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُد
Atas wewenang Ummu Salamah, dia berkata: Pakaian Rasulullah SAW yang paling dicintai, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, adalah kemeja. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Abu Dawood
21
Misykatul Mashabih # 22/4329
وَعَن أسماءَ بنت يزِيد قَالَتْ: كَانَ كُمُّ قَمِيصِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الرُّصْغِ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ
Dari riwayat Asma binti Yazid, dia berkata: Lengan baju Rasulullah SAW, sampai ke pergelangan tangan. Al-Tirmidzi meriwayatkannya dan berkata: Ini adalah hadits hasan gharieb.
22
Misykatul Mashabih # 22/4330
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا لَبِسَ قَمِيصًا بَدَأَ بميامنه. رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari hadis Abu Hurairah beliau bersabda: Setiap kali Rasulullah SAW mengenakan baju, beliau memulainya dari sisi kanannya. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
23
Misykatul Mashabih # 22/4331
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِزْرَةُ الْمُؤْمِنِ إِلَى أَنْصَافِ سَاقَيْهِ لَا جُنَاحَ عَلَيْهِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَعْبَيْنِ مَا أَسْفَلَ مِنْ ذَلِكَ فَفِي النَّارِ» قَالَ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ «وَلَا يَنْظُرُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَابْن مَاجَه
Atas wewenang Abu Saeed Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Cawat seorang mukmin memanjang hingga pertengahan tulang keringnya." Tidak ada kesalahan baginya atas apa yang ada di antara dirinya dan Ka'bah. Apa pun yang berada di bawah, itulah yang masuk neraka.” Dia mengatakan itu tiga kali, “dan Tuhan tidak akan menunggu.” Pada hari kiamat bagi orang yang sembarangan menyeret pakaiannya. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah
24
Misykatul Mashabih # 22/4332
وَعَن سَالم عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْإِسْبَالُ فِي الْإِزَارِ وَالْقَمِيصِ وَالْعِمَامَةِ مِنْ جَرَّ مِنْهَا شَيْئًا خُيَلَاءَ لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيّ وَابْن مَاجَه
Dan atas wewenang Salim, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: "Menumpahkan pakaian, baju, dan sorban, siapa pun yang memakainya, bukanlah suatu kesombongan. Allah akan memandangnya pada hari kiamat." Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Al-Nasa’i dan Ibnu Majah
25
Misykatul Mashabih # 22/4333
وَعَن أبي كبشةَ قَالَ: كَانَ كِمَامُ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُطْحًا. رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حديثٌ مُنكر
Atas wewenang Abu Kabsha, dia berkata: Lengan para Sahabat Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, basah. Al-Tirmidzi meriwayatkannya dan berkata: Ini adalah hadits yang tercela.
26
Misykatul Mashabih # 22/4335
وَعَن أم سَلمَة قَالَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ ذَكَرَ الْإِزَارَ: فَالْمَرْأَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «تُرْخِي شِبْرًا» فَقَالَتْ: إِذًا تَنْكَشِفُ عَنْهَا قَالَ: «فَذِرَاعًا لَا تَزِيدُ عَلَيْهِ» . رَوَاهُ مَالِكٌ وَأَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ وَابْن مَاجَه
وَفِي رِوَايَةِ التِّرْمِذِيِّ وَالنَّسَائِيِّ عَنِ ابْنِ عُمَرَ فَقَالَتْ: إِذًا تَنْكَشِفُ أَقْدَامُهُنَّ قَالَ: «فَيُرْخِينَ ذِرَاعًا لَا يزدن عَلَيْهِ»
Atas wewenang Ummu Salamah, dia berkata kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, ketika dia menyebutkan pakaian: Bagaimana dengan wanita itu, ya Rasulullah? Dia berkata: "Santai rentang tangan." Dia berkata: “Kalau begitu, bukalah.” Beliau bersabda, “Satu hasta, jangan melebihinya.” Diriwayatkan oleh Malik, Abu Dawud, Al-Nasa’i, dan Ibnu Majah, dan dalam riwayat Al-Tirmidzi Al-Nasa’i, dari riwayat Ibnu Umar, berkata: Ketika kaki mereka tidak tertutup, beliau berkata: “Kemudian mereka akan memanjang satu hasta, tetapi tidak lebih dari itu.”
27
Misykatul Mashabih # 22/4336
Mu'awiya bin Qura (RA)
وَعَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَهْطٍ مِنْ مُزَيْنَةَ فَبَايَعُوهُ وَإِنَّهُ لَمُطْلَقُ الْأَزْرَارِ فَأَدْخَلْتُ يَدِي فِي جَيْبِ قَمِيصِهِ فَمَسِسْتُ الْخَاتم. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dan atas wewenang Muawiyah bin Qurra, atas wewenang ayahnya, dia berkata: Aku datang kepada Nabi Muhammad SAW, dalam kelompok Muzainah, dan mereka berjanji setia kepadanya, dan dialah yang paling baik ikatannya. Jadi aku memasukkan tanganku ke dalam saku bajunya dan menyentuh cincin itu. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
28
Misykatul Mashabih # 22/4337
وَعَن سَمُرَة أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْبَسُوا الثِّيَابَ الْبِيضَ فَإِنَّهَا أَطْهَرُ وَأَطْيَبُ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَه
Berdasarkan hadis Samurah, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Pakailah pakaian yang berwarna putih, karena lebih suci dan menyenangkan, dan kafanilah jenazahmu dengan pakaian tersebut.” Diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Tirmidzi, Al-Nasa’i, dan Ibnu Majah
29
Misykatul Mashabih # 22/4338
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اعْتَمَّ سَدَلَ عِمَامَتَهُ بَيْنَ كَتِفَيْهِ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ
Dari riwayat Ibnu Omar beliau bersabda: Setiap kali Rasulullah SAW menutup sorbannya, maka beliau menurunkan sorbannya di antara kedua bahunya. Al-Tirmidzi meriwayatkannya dan berkata: Ini adalah hadits hasan gharieb.
30
Misykatul Mashabih # 22/4339
وَعَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ: عَمَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَدَلَهَا بَيْنَ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
Berdasarkan wewenang Abd al-Rahman bin Awf, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memberiku penutup mata dan membentangkannya di antara tanganku dan di belakangku. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
31
Misykatul Mashabih # 22/4340
وَعَن ركَانَة عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «فَرْقُ مَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْمُشْرِكِينَ الْعَمَائِمُ عَلَى الْقَلَانِسِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَإِسْنَاده لَيْسَ بالقائم
Atas wewenang Rukana, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Yang membedakan kami dengan orang-orang musyrik adalah sorban dan kerudung.” Al-Tirmidzi meriwayatkannya dan berkata: Ini adalah hadits hasan gharieb dan tidak ada rantai penularannya.
32
Misykatul Mashabih # 22/4341
وَعَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أُحِلَّ الذَّهَبُ وَالْحَرِيرُ لِلْإِنَاثِ مِنْ أُمَّتِي وَحُرِّمَ عَلَى ذُكُورِهَا» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَالنَّسَائِيّ وَقَالَ التِّرْمِذِيّ: هَذَا صَحِيح
Berdasarkan hadis Abu Musa Al-Asy’ari, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Emas dan sutra dibolehkan bagi kaum perempuan sebangsaku dan haram bagi kaum laki-laki.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Al-Nasa’i, dan Al-Tirmidzi berkata: Ini shahih.
33
Misykatul Mashabih # 22/4342
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اسْتَجَدَّ ثَوْبًا سَمَّاهُ بِاسْمِهِ عِمَامَةً أَوْ قَمِيصًا أَوْ رِدَاءً ثُمَّ يَقُولُ «اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا كسوتَنيه أَسأَلك خَيره وخيرَ مَا صُنِعَ لَهُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ
Berdasarkan wewenang Abu Saeed Al-Khudri, dia berkata: Setiap kali Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, menemukan sepotong pakaian, dia akan memberinya nama, sorban, kemeja, atau jubah. Kemudian dia bersabda, "Ya Allah, puji bagi-Mu saat Engkau memberiku pakaian. Aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan apa yang dilakukan padanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan keburukan apa yang dilakukan padanya." Beliau meriwayatkannya Al-Tirmidzi dan Abu Dawud
34
Misykatul Mashabih # 22/4343
وَعَن معاذِ بن أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " مَنْ أَكَلَ طَعَامًا ثُمَّ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا الطَّعَامَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَزَادَ أَبُو دَاوُدَ: " وَمَنْ لَبِسَ ثَوْبًا فَقَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ "
Dari hadis Muadh bin Anas bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa makan makanan lalu berkata: Segala puji bagi Tuhan yang memberiku makanan ini dan memberiku makanan ini.” Tanpa kuasa atau kekuatan apa pun dari saya, dosa-dosanya yang lalu telah diampuni.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, dan Abu Dawud menambahkan: “Dan siapa pun yang mengenakan pakaian, Dia berkata: Segala puji bagi Tuhan yang telah membekaliku dengan ini dan membekaliku dengannya tanpa ada daya dan kekuatan dari pihakku. Dia diampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang.
35
Misykatul Mashabih # 22/4344
وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا عَائِشَةُ إِذَا أَرَدْتِ اللُّحُوقَ بِي فَلْيَكْفِكِ مِنَ الدُّنْيَا كَزَادِ الرَّاكِبِ وَإِيَّاكِ وَمُجَالَسَةَ الْأَغْنِيَاءِ وَلَا تَسْتَخْلِقِي ثَوْبًا حَتَّى تُرَقِّعِيهِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ صَالِحِ بْنِ حَسَّانَ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ: صَالِحُ بْنُ حَسَّانَ مُنكر الحَدِيث
Atas wewenang Aisha, dia berkata: Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, berkata kepadaku: “Wahai Aisha, jika kamu ingin menyusulku, biarlah dunia ini cukup untukmu sebagai bekal pengendara.” “Berhati-hatilah saat duduk bersama orang kaya dan jangan membuat pakaian tanpa menambalnya.” Al-Tirmidzi meriwayatkannya dan berkata: Ini adalah hadits yang aneh. Kita mengetahuinya hanya dari hadis Shalih bin Hassan. Muhammad bin Ismail berkata: Salih bin Hassan mengingkari hadits tersebut.
36
Misykatul Mashabih # 22/4345
عَن أبي أُمَامَة إِياس بن ثعلبةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلَا تَسْمَعُونَ؟ أَلَا تَسْمَعُونَ أَنَّ الْبَذَاذَةَ مِنَ الْإِيمَانِ أَنَّ الْبَذَاذَةَ مِنَ الْإِيمَانِ؟» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari Abu Umamah Iyas bin Tha'labah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Tidakkah kamu mendengarkan? Pernahkah kamu mendengar bahwa maksiat adalah sebagian dari iman dan maksiat adalah sebagian dari iman? . Diriwayatkan oleh Abu Dawood
37
Misykatul Mashabih # 22/4346
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شهرةٍ منَ الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» . رَوَاهُ أَحْمد وَأَبُو دَاوُد وَابْن مَاجَه
Dari Ibnu Umar beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memakai pakaian kemasyhuran di dunia, maka Allah akan memberinya pakaian kehinaan pada hari kiamat.” . Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah
38
Misykatul Mashabih # 22/4347
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ» . رَوَاهُ أَحْمد وَأَبُو دَاوُد
Atas wewenangnya, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang meniru suatu kaum, dialah salah satu dari mereka.” Diriwayatkan oleh Ahmed dan Abu Dawood
39
Misykatul Mashabih # 22/4349
وَعَنْ سُوَيْدِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَبْنَاءِ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" مَنْ تَرَكَ لُبْسَ ثوبِ جمالٍ وَهُوَ يقدرُ عَلَيْهِ وَفِي رَاوِيه: تَوَاضُعًا كَسَاهُ اللَّهُ حُلَّةَ الْكَرَامَةِ وَمَنْ تَزَوَّجَ لِلَّهِ تَوَجَّهُ اللَّهُ تَاجَ الْمُلْكِ ". رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
وَرَوَى التِّرْمِذِيُّ مِنْهُ عَنْ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ حَدِيث اللبَاس
Atas wewenang Suwaid bin Wahb, atas wewenang seorang laki-laki dari putra-putra para Sahabat Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, atas otoritas ayahnya, dia berkata: Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: Dan dia bersabda: “Barang siapa yang meninggalkan pakaian yang indah padahal dia mampu, dan dalam perawinya: kerendahan hati, maka Tuhan akan menutupinya dengan pakaian yang bermartabat, dan siapa pun yang menikah karena Allah.” Semoga Tuhan memahkotainya dengan mahkota kerajaan.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dan Al-Tirmidzi meriwayatkan darinya berdasarkan riwayat Muadh bin Anas, hadits tentang pakaian
40
Misykatul Mashabih # 22/4350
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ يُرَى أَثَرَ نِعْمَتِهِ على عَبده» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang ayahnya, atas wewenang kakeknya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Allah senang melihat pengaruh rahmat-Nya terhadap hamba-Nya.
41
Misykatul Mashabih # 22/4351
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: أَتَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَائِرًا فَرَأَى رَجُلًا شَعِثًا قد تفرق شعرُه فَقَالَ: «مَا كَانَ يَجِدُ هَذَا مَا يُسَكِّنُ بِهِ رَأْسَهُ؟» وَرَأى رجلا عَلَيْهِ ثيابٌ وسِخةٌ فَقَالَ: «مَا كَانَ يَجِدُ هَذَا مَا يَغْسِلُ بِهِ ثَوْبَهُ؟» . رَوَاهُ أَحْمد وَالنَّسَائِيّ
Atas wewenang Jabir, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, datang kepada kami sebagai pengunjung dan melihat seorang lelaki acak-acakan yang rambutnya acak-acakan. Dia berkata: “Orang ini tidak menemukan apa pun untuk menenangkannya.” Kepalanya? Dia melihat seorang pria mengenakan pakaian kotor dan berkata: “Orang ini tidak dapat menemukan apa pun untuk mencuci pakaiannya?” . Diriwayatkan oleh Ahmad dan Al-Nasa’i
42
Misykatul Mashabih # 22/4352
Abul Ahwas (RA)
وَعَن أبي الأحوصِ عَن أبيهِ قَالَ: أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى ثَوْبٌ دُونٌ فَقَالَ لِي: «أَلَكَ مَالٌ؟» قُلْتُ: نَعَمْ. قَالَ: «مِنْ أَيِّ الْمَالِ؟» قُلْتُ: مِنْ كُلِّ الْمَالِ قَدْ أَعْطَانِي اللَّهُ منَ الإِبلِ وَالْبَقر وَالْخَيْلِ وَالرَّقِيقِ. قَالَ: «فَإِذَا آتَاكَ اللَّهُ مَالًا فَلْيُرَ أَثَرُ نِعْمَةِ اللَّهِ عَلَيْكَ وَكَرَامَتِهِ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالنَّسَائِيُّ وَفِي شَرْحِ السُّنَّةِ بِلَفْظِ الْمَصَابِيحِ
Atas wewenang Abu Al-Ahwas, atas wewenang ayahnya, dia berkata: Aku mendatangi Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dengan mengenakan pakaian tipis, dan dia berkata kepadaku: “Apakah kamu punya uang?” Saya berkata: Ya. Dia berkata: “Dari uang apa?” Aku berkata: Dari segala harta yang dianugerahkan Allah kepadaku, antara lain unta, sapi, kuda, dan budak. Beliau bersabda: “Jika Allah memberimu kekayaan, biarlah terlihat.” Pengaruh rahmat dan martabat Tuhan atas dirimu.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan Al-Nasa’i, dan dalam penjelasan Sunnah, dengan kalimat “Al-Masabih.”
43
Misykatul Mashabih # 22/4353
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: مَرَّ رَجُلٌ وَعَلَيْهِ ثَوْبَانِ أَحْمَرَانِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَأَبُو دَاوُد
Dari riwayat Abdullah bin Amr, beliau berkata: Seorang laki-laki lewat dengan memakai dua baju berwarna merah, dan dia memberi salam kepada Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, tetapi dia tidak menanggapinya. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Abu Dawood
44
Misykatul Mashabih # 22/4354
وَعَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا أَرْكَبُ الْأُرْجُوَانَ وَلَا أَلْبَسُ الْمُعَصْفَرَ وَلَا أَلْبَسُ الْقَمِيصَ الْمُكَفَّفَ بِالْحَرِيرِ» وَقَالَ: «أَلَا وَطِيبُ الرِّجَالِ رِيحٌ لَا لَوْنَ لَهُ وَطِيبُ النِّسَاءِ لَوْنٌ لَا ريح لَهُ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Berdasarkan riwayat Imran bin Husain bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Saya tidak mengendarai kendaraan berwarna ungu, tidak mengenakan pakaian kuning, dan tidak mengenakan kemeja.” “Yang dibungkus dengan sutra” lalu beliau bersabda: “Parfum laki-laki wanginya tidak berwarna, dan parfum wanita baunya tidak berwarna.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
45
Misykatul Mashabih # 22/4355
Abu Raihana (RA)
وَعَن أبي ريحانةَ قَالَ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ عَشْرٍ: عَنِ الْوَشْرِ وَالْوَشْمِ وَالنَّتْفِ وَعَنْ مُكَامَعَةِ الرَّجُلِ الرَّجُلَ بِغَيْرِ شِعَارٍ وَمُكَامَعَةِ الْمَرْأَةِ الْمَرْأَةَ بِغَيْرِ شِعَارٍ وَأَنْ يَجْعَلَ الرَّجُلُ فِي أَسْفَلِ ثِيَابِهِ حَرِيرًا مِثْلَ الْأَعَاجِمِ أَوْ يجعلَ على مَنْكِبَيْه حَرِير مِثْلَ الْأَعَاجِمِ وَعَنِ النُّهْبَى وَعَنْ رُكُوبِ النُّمُورِ وَلُبُوسِ الْخَاتَمِ إِلَّا لِذِي سُلْطَانٍ ". رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ
Dari hadis Abu Rayhana, beliau bersabda: Rasulullah SAW, melarang sepuluh hal: menyikat gigi, menato, mencabut, dan seorang laki-laki bersetubuh dengan laki-laki lain tanpa seorang wanita menyetubuhi seorang wanita tanpa berhubungan intim, dan bagi seorang laki-laki menjadikan bagian bawah bajunya sutra seperti orang asing, atau membuat di pundaknya ada sutra seperti milik orang asing, dan dia menjauhkan diri dari menjarah, dan menunggangi harimau, dan dari memakai meterai, kecuali satu. otoritas.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan al-Nasa’i.
46
Misykatul Mashabih # 22/4356
وَعَن عَليّ قَالَ: نَهَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ خَاتَمِ الذَّهَبِ وَعَنْ لُبْسِ الْقَسِّيِّ وَالْمَيَاثِرِ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَفِي رِوَايَة لأبي دَاوُد قَالَ: نهى عَن مياثر الأرجوان
Atas wewenang Ali, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, melarang saya memakai cincin emas dan memakai busur dan pakaian dalam. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Abu Dawud, Al-Nasa’i, dan Ibnu Majah. Dalam riwayat Abu Dawud beliau berkata: Beliau mengharamkan rambut berwarna ungu.
47
Misykatul Mashabih # 22/4357
وَعَنْ مُعَاوِيَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَرْكَبُوا الْخَزَّ وَلَا النِّمَارَ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ
Dari hadis Muawiyah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jangan menunggang kuda atau unta.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Nasa’i
48
Misykatul Mashabih # 22/4358
وَعَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ: أَنَّ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْمِيثَرَةِ الْحَمْرَاءِ. رَوَاهُ فِي شرح السّنة
Berdasarkan otoritas Al-Baraa bin Azib: Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, melarang penggunaan mitrara merah. Diriwayatkan dalam Sharh Al-Sunnah
49
Misykatul Mashabih # 22/4359
Abu Rimtha al-Taimi (RA)
وَعَن أبي رِمْثةَ التيميِّ قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهِ ثَوْبَانِ أَخْضَرَانِ وَلَهُ شَعَرٌ قَدْ عَلَاهُ الشَّيْبُ وَشَيْبُهُ أَحْمَرُ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَفِي رِوَايَةٍ لِأَبِي دَاوُدَ: وَهُوَ ذُو وَفْرَةٍ وَبِهَا رَدْعٌ من حناء
Dari Abu Rimthah al-Taymi, dia berkata: Aku datang kepada Nabi Muhammad SAW, dengan mengenakan dua pakaian berwarna hijau dan rambut yang sudah beruban di atasnya, dan sebagian lagi berwarna merah. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan dalam riwayat Abu Dawud: Berlimpah dan memiliki pencegah henna.
50
Misykatul Mashabih # 22/4360
وَعَنْ أَنَسٍ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ شَاكِيًا فَخَرَجَ يَتَوَكَّأُ عَلَى أُسَامَةَ وَعَلَيْهِ ثَوْبُ قِطْرٍ قَدْ تَوَشَّحَ بِهِ فَصَلَّى بهم. رَوَاهُ فِي شرح السّنة
Dari Anas: Nabi Muhammad SAW sedang mengeluh, lalu dia keluar untuk bersandar pada Usamah, dengan mengenakan pakaian katun yang telah dia bungkus, maka dia shalat bersama mereka. Diriwayatkan dalam Sharh Al-Sunnah