300 Hadis
01
Misykatul Mashabih # 13/3080
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ»
Dari wewenang Abdullah bin Masoud, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang mampu menikah, hendaklah dia menikah.” Karena itu lebih enak dipandang dan lebih baik kesuciannya. Dan siapa yang tidak mampu, hendaknya berpuasa, karena itu adalah pahala baginya.”
02
Misykatul Mashabih # 13/3081
Sa'd bin Abu Waqqas (RA)
وَعَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَ: رَدَّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى عُثْمَان ابْن مَظْعُونٍ التَّبَتُّلَ وَلَوْ أَذِنَ لَهُ لَاخْتَصَيْنَا
Atas wewenang Saad bin Abi Waqqas, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, menanggapi selibat Utsman ibn Mazun, dan jika dia memberinya izin, kami akan diisolasi.
03
Misykatul Mashabih # 13/3082
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَات الدّين تربت يداك "
Atas wewenang Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Seorang wanita dinikahi karena empat sebab: karena uangnya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah yang religius, semoga tanganmu diberkahi.”
04
Misykatul Mashabih # 13/3083
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الدُّنْيَا كُلُّهَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَة الصَّالِحَة» . رَوَاهُ مُسلم
Dari Abdullah bin Amr beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Seluruh dunia adalah kenikmatan, dan kenikmatan terbaik di dunia adalah wanita yang shaleh.” Diriwayatkan oleh Muslim
05
Misykatul Mashabih # 13/3084
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «خَيْرُ نسَاء ركبن الْإِبِل صَالح نسَاء قُرَيْش أَحْنَاهُ عَلَى وَلَدٍ فِي صِغَرِهِ وَأَرْعَاهُ عَلَى زَوْجٍ فِي ذَاتِ يَدِهِ»
Dari hadis Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Wanita terbaik yang menunggangi unta adalah yang terbaik di antara wanita Quraisy. Dia baik terhadap seorang anak ketika dia masih kecil dan merawatnya. Sepasang di tangan yang sama."
06
Misykatul Mashabih # 13/3085
وَعَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ من النِّسَاء»
Dari Osama bin Zaid beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak pernah aku tinggalkan godaan yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada bagi wanita.”
07
Misykatul Mashabih # 13/3086
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم: «إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاء» . رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Abu Saeed Al-Khudri, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda: “Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau, dan Tuhan adalah penerusmu di dalamnya.” Maka dia akan melihat bagaimana kamu bertindak, maka takutlah terhadap dunia dan takutlah terhadap wanita, karena godaan Bani Israil yang pertama adalah dengan wanita.” Diriwayatkan oleh Muslim
08
Misykatul Mashabih # 13/3087
Abdullah bin Umar (RA)
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الشُّؤْمُ فِي الْمَرْأَةِ وَالدَّارِ وَالْفَرَسِ» . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. وَفِي رِوَايَةٍ:
" الشُّؤْمُ فِي ثَلَاثَة: فِي الْمَرْأَة والمسكن وَالدَّابَّة "
Dari Ibnu Omar beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Keburukan ada pada wanita, rumah, dan kuda.” sepakat. Dan dalam sebuah narasi: “Keburukan yang buruk terdapat pada tiga hal: seorang wanita, sebuah tempat tinggal, dan seekor binatang.”
09
Misykatul Mashabih # 13/3088
Jabir (RA)
وَعَنْ جَابِرٍ: قَالَ: كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ فَلَمَّا قَفَلْنَا كُنَّا قَرِيبًا مِنَ الْمَدِينَةِ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي حَدِيثُ عَهْدٍ بعرس قَالَ: «تَزَوَّجْتَ؟» قُلْتُ: نَعَمْ. قَالَ: «أَبِكْرٌ أَمْ ثَيِّبٌ؟» قُلْتُ: بَلْ ثَيِّبٌ قَالَ: «فَهَلَّا بِكْرًا تلاعبها وتلاعبك» . فَلَمَّا قدمنَا لِنَدْخُلَ فَقَالَ: «أَمْهِلُوا حَتَّى نَدْخُلَ لَيْلًا أَيْ عشَاء لكَي تمتشط الشعثة وتستحد المغيبة»
Dari otoritas Jabir: Dia berkata: Kami bersama Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dalam kampanye, dan ketika kami berhenti, kami dekat dengan Madinah. Aku berkata: Wahai Rasulullah, aku adalah sebuah hadits. Perjanjian pernikahan. Dia berkata: “Apakah kamu sudah menikah?” Saya berkata: Ya. Beliau bertanya, “Apakah dia masih perawan atau masih muda?” Aku berkata: Sebaliknya, Thayb berkata: “Jadi ayolah, dara, bermainlah dengannya dan bermainlah denganmu.” Ketika kami hendak masuk, beliau berkata: “Beri waktu sampai kami masuk pada malam hari, yaitu makan malam, agar rambut acak-acakan dapat disisir dan matahari terbenam dapat menyegarkan kembali.”
10
Misykatul Mashabih # 13/3089
Abu Hurairah (RA)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
" ثَلَاثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمْ: الْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَالنَّسَائِيّ وَابْن مَاجَه
Dari hadis Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga hak yang Allah berhak menolong mereka: orang yang mencari ketaatan, orang yang menikah, orang yang menginginkan kesucian, dan orang yang berjihad di jalan Allah.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Al-Nasa’i, dan Ibnu Majah
11
Misykatul Mashabih # 13/3090
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِنْ لَا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتَنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ
Atas wewenangnya beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika seseorang yang agama dan akhlaknya menyenangkan hatimu melamarmu, maka nikahlah dengannya jika kamu tidak melakukannya.” “Akan ada perselisihan di negara ini dan korupsi yang meluas.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
12
Misykatul Mashabih # 13/3091
وَعَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَم» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ
Atas wewenang Maqil bin Yasar, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Nikahlah dengan orang yang penuh kasih dan subur, karena aku akan memperbanyak bangsa melalui kamu.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Nasa’i
13
Misykatul Mashabih # 13/3092
وَعَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَالِمِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ عُوَيْمِ بْنِ سَاعِدَةَ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «عَلَيْكُمْ بِالْأَبْكَارِ فَإِنَّهُنَّ أَعْذَبُ أَفْوَاهًا وَأَنْتَقُ أَرْحَامًا وَأَرْضَى بِالْيَسِيرِ» . رَوَاهُ ابْنُ مَاجَه مُرْسلا
Atas wewenang Abd al-Rahman bin Salim bin Utbah bin Uwaym bin Sa`idah al-Anshari, atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Hendaknya kamu memilih gadis-gadis, karena mereka adalah yang paling manis mulutnya, yang paling selektif di antara rahimnya, dan orang-orang yang merasa puas dengan yang sedikit.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah mursal
14
Misykatul Mashabih # 13/3093
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَمْ تَرَ لِلْمُتَحَابِّينَ مثل النِّكَاح» . رَوَاهُ ابْن مَاجَه
Dari Ibnu Abbas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Kalian belum pernah melihat pernikahan yang dilakukan oleh orang-orang yang saling mencintai.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah
15
Misykatul Mashabih # 13/3094
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَرَادَ أَنْ يَلْقَى الله طَاهِرا مطهراً فليتزوج الْحَرَائِر» . رَوَاهُ ابْن مَاجَه
Atas wewenang Anas, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa ingin bertemu dengan Tuhan yang suci dan suci, hendaklah dia menikahi wanita merdeka.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah
16
Misykatul Mashabih # 13/3095
وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ يَقُولُ: «مَا اسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرًا لَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ إِنْ أَمْرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِنْ نَظَرَ إِلَيْهَا سرته وَإِن أقسم عَلَيْهِ أَبَرَّتْهُ وَإِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَتْهُ فِي نَفْسِهَا وَمَاله» . روى ابْن مَاجَه الْأَحَادِيث الثَّلَاثَة
Dari Abu Umamah, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bahwa dia berkata: "Tidak ada orang mukmin yang mendapatkan manfaat dari rasa takut kepada Allah yang lebih baik baginya daripada istri yang saleh. Dia menaati perintahnya, dan jika dia memandangnya, dia menyenangkannya, dan jika dia bersumpah kepadanya, dia memenuhinya, dan jika dia tidak ada darinya, dia memberi nasihat kepadanya tentang dirinya dan kekayaannya. " Ibnu meriwayatkan Apa saja ketiga hadis tersebut?
17
Misykatul Mashabih # 13/3096
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا تَزَوَّجَ الْعَبْدُ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفَ الدِّينِ فَلْيَتَّقِ اللَّهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِي»
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika seorang hamba menikah, maka ia telah melunasi separuh utangnya, maka hendaklah dia bertakwa terhadap separuh sisanya.”
18
Misykatul Mashabih # 13/3097
وَعَن عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ أَعْظَمَ النِّكَاحِ بَرَكَةً أَيْسَرُهُ مُؤْنَةً» . رَوَاهُمَا الْبَيْهَقِيّ فِي شعب الْإِيمَان
Atas wewenang Aisha, dia berkata: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Keberkahan terbesar dalam sebuah pernikahan adalah rezekinya yang paling mudah.” Al-Bayhaqi meriwayatkannya dalam Shu’ab al-Iman
19
Misykatul Mashabih # 13/3098
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنِّي تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً مِنَ الْأَنْصَارِ قَالَ: «فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّ فِي أَعْيُنِ الْأَنْصَارِ شَيْئًا» . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Hurairah beliau berkata: Seorang laki-laki mendatangi Nabi Muhammad SAW, dan berkata: Saya menikah dengan seorang wanita dari Ansar. Dia berkata: "Kalau begitu lihatlah dia. "Sesuatu di mata orang Ansar." Diriwayatkan oleh Muslim
20
Misykatul Mashabih # 13/3099
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُبَاشِرُ الْمَرْأَةُ الْمَرْأَةَ فَتَنْعَتُهَا لِزَوْجِهَا كَأَنَّهُ ينظر إِلَيْهَا»
Atas wewenang Ibnu Masoud radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Seorang wanita tidak boleh melakukan hubungan seksual dengan wanita lain jika dia mengutuknya." kepada suaminya seolah-olah dia sedang memandangnya.”
21
Misykatul Mashabih # 13/3100
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلَا الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ وَلَا يُفْضِي الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ وَلَا تُفْضِي الْمَرْأَةُ إِلَى الْمَرْأَةِ فِي ثوب وَاحِد» . رَوَاهُ مُسلم
Dari Abu Saeed beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Laki-laki tidak melihat kemaluan laki-laki, dan perempuan tidak melihat kemaluan wanita.” Seorang laki-laki tidak boleh bersatu dengan laki-laki lain dalam satu pakaian, dan seorang wanita tidak boleh menyetubuhi seorang wanita dalam satu pakaian.” Diriwayatkan oleh Muslim
22
Misykatul Mashabih # 13/3101
وَعَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِلَّا لَا يبتن رَجُلٌ عِنْدَ امْرَأَةٍ ثَيِّبٍ إِلَّا أَنْ يَكُونَ ناكحا أَو ذَا محرم» . رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Jabir radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Tidak seorang laki-laki boleh tidur dengan seorang wanita yang sudah menikah kecuali dia sudah menikah." Atau itu bulan Muharram? Diriwayatkan oleh Muslim
23
Misykatul Mashabih # 13/3102
وَعَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ الْحَمْوَ؟ قَالَ: «الْحَمْوُ الْمَوْتُ»
Dari hadis Uqba bin Amir beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Waspadalah terhadap wanita.” Seorang laki-laki bertanya: Wahai Rasulullah, pernahkah kamu melihat bapak mertua? Dia berkata: “Ayah mertua adalah kematian.”
24
Misykatul Mashabih # 13/3103
وَعَن جَابِرٍ: أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ اسْتَأْذَنَتْ رَسُولَ اللَّهِ فِي الْحِجَامَةِ فَأَمَرَ أَبَا طَيْبَةَ أَنْ يَحْجُمَهَا قَالَ: حَسِبْتُ أَنَّهُ كَانَ أَخَاهَا مِنَ الرَّضَاعَةِ أَو غُلَاما لم يَحْتَلِم. رَوَاهُ مُسلم
Dari riwayat Jabir: Ummu Salamah meminta izin kepada Rasulullah untuk melakukan bekam, maka beliau memerintahkan Abu Taybah untuk melakukan bekam untuknya. Beliau menjawab: Saya kira dia adalah saudara laki-lakinya yang sedang menyusui atau anak laki-laki yang belum pernah mengalami mimpi basah. Diriwayatkan oleh Muslim
25
Misykatul Mashabih # 13/3104
Jarir bin Abdullah (RA)
وَعَن جرير بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: سَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأمرنِي أَن أصرف بَصرِي. رَوَاهُ مُسلم
Dari riwayat Jarir bin Abdullah, dia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, tentang pemandangan yang tiba-tiba itu, dan dia memerintahkanku untuk mengalihkan pandanganku. Diriwayatkan oleh Muslim
26
Misykatul Mashabih # 13/3105
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ إِذَا أَحَدَكُمْ أَعْجَبَتْهُ الْمَرْأَةُ فَوَقَعَتْ فِي قَلْبِهِ فَلْيَعْمِدْ إِلَى امْرَأَتِهِ فَلْيُوَاقِعْهَا فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِي نَفسه» . رَوَاهُ مُسلم
Dari hadis Jabir beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Seorang wanita mendekat dalam wujud setan dan berpaling dalam wujud setan ketika salah satu dari kalian wanita itu menyukainya dan itu jatuh ke dalam hatinya, maka hendaklah dia mendatangi istrinya dan menyetubuhinya, karena hal itu akan mengembalikan apa yang ada dalam jiwanya.” Diriwayatkan oleh Muslim
27
Misykatul Mashabih # 13/3106
عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى مَا يَدْعُوهُ إِلَى نِكَاحهَا فَلْيفْعَل» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari hadis Jabir beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian melamar seorang wanita, maka jika dia mampu melihat apa yang mereka ajak, maka nikahilah dia.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
28
Misykatul Mashabih # 13/3107
Al-Mughira bin Shuba (RA)
وَعَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ خَطَبْتُ امْرَأَةً فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَلْ نَظَرْتَ إِلَيْهَا؟» قُلْتُ: لَا قَالَ: «فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا» . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَالدَّارِمِيُّ
Dari hadis Al-Mughirah bin Shu'bah, dia berkata: Aku melamar seorang wanita, dan Rasulullah SAW berkata kepadaku: "Sudahkah kamu melihatnya?" Aku berkata: Tidak. Dia berkata: “Kalau begitu lihatlah, karena lebih besar kemungkinan akan ada keharmonisan di antara kalian.” Diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Tirmidzi, Al-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Al-Darimi.
29
Misykatul Mashabih # 13/3108
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ امْرَأَةً فَأَعْجَبَتْهُ فَأَتَى سَوْدَةَ وَهِيَ تَصْنَعُ طِيبًا وَعِنْدَهَا نِسَاءٌ فَأَخْلَيْنَهُ فَقَضَى حَاجَتَهُ ثُمَّ قَالَ: «أَيُّمَا رَجُلٍ رَأَى امْرَأَةً تُعْجِبُهُ فَلْيَقُمْ إِلَى أَهْلِهِ فَإِنَّ مَعَهَا مثل الَّذِي مَعهَا» . رَوَاهُ الدَّارمِيّ
Dari Ibnu Masoud, dia berkata: Rasulullah SAW, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, melihat seorang wanita yang menyukainya, maka dia pergi ke Sawda dan dia membuat parfum, dan dia ada di sana. Maka dia meninggalkannya dan dia memenuhi kebutuhannya, lalu dia berkata: “Laki-laki siapa yang melihat wanita yang disukainya, hendaknya dia pergi ke keluarganya, karena dia yang bersamanya seperti yang bersamanya.” Dia menceritakannya Darami
30
Misykatul Mashabih # 13/3109
وَعَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Atas wewenangnya, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, beliau bersabda: “Wanita itu adalah orang yang tertutup, maka ketika dia keluar, setan mendekatinya.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
31
Misykatul Mashabih # 13/3110
وَعَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَلِيٍّ: «يَا عَلِيُّ لَا تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّ لَكَ الْأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الْآخِرَةُ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ والدارمي
Atas wewenang Buraydah, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda kepada Ali: “Wahai Ali, janganlah mengikuti pandangan dengan melihat, karena kamu memiliki yang pertama dan kamu tidak memiliki akhirat. Diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Tirmidzi, Abu Dawood dan Al-Darimi.
32
Misykatul Mashabih # 13/3111
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا زَوَّجَ أَحَدُكُمْ عَبْدَهُ أَمَتَهُ فَلَا يَنْظُرَنَّ إِلَى عَوْرَتِهَا» . وَفِي رِوَايَةٍ: «فَلَا يَنْظُرَنَّ إِلَى مَا دُونُ السُّرَّةِ وَفَوْقَ الرُّكْبَةِ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya, atas wewenang Nabi Muhammad SAW yang bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian mengawinkan budak laki-lakinya dengan budak perempuannya, maka janganlah ia menunggu.” Ke bagian pribadinya. Dan dalam riwayatnya: “Mereka tidak boleh melihat apa yang ada di bawah pusar dan di atas lutut.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
33
Misykatul Mashabih # 13/3112
وَعَنْ جَرْهَدٍ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الْفَخِذَ عَوْرَةٌ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَأَبُو دَاوُد
Berdasarkan otoritas Jarhad: Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: “Tidakkah kamu mengetahui bahwa paha itu pribadi?” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Abu Dawood
34
Misykatul Mashabih # 13/3113
وَعَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ: «يَا عَلِيُّ لَا تُبْرِزْ فَخِذَكَ وَلَا تَنْظُرْ إِلَى فَخِذِ حَيٍّ وَلَا مَيِّتٍ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَابْن مَاجَه
Atas wewenang Ali radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda kepadanya: "Wahai Ali, jangan tunjukkan pahamu dan jangan melihat paha orang yang hidup." Tidak mati. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah
35
Misykatul Mashabih # 13/3114
وَعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَحْشٍ قَالَ: مَرَّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَعْمَرٍ وَفَخذه مَكْشُوفَتَانِ قَالَ: «يَا مَعْمَرُ غَطِّ فَخِذَيْكَ فَإِنَّ الفخذين عَورَة» . رَوَاهُ فِي شرح السّنة
Dari riwayat Muhammad bin Jahsh beliau berkata: Rasulullah SAW melewati Mu’mar dengan pahanya terbuka. Dia berkata: “Wahai Mu’ammar, tutupi pahamu, untuk paha “Awrah.” Diriwayatkan dalam Sharh Al-Sunnah
36
Misykatul Mashabih # 13/3115
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِيَّاكُمْ وَالتَّعَرِّيَ فَإِنَّ مَعَكُمْ مَنْ لَا يُفَارِقُكُمْ إِلَّا عِنْدَ الْغَائِطِ وَحِينَ يُفْضِي الرَّجُلُ إِلَى أَهْلِهِ فَاسْتَحْيُوهُمْ وَأَكْرِمُوهُمْ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari riwayat Ibnu Umar beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Waspadalah terhadap ketelanjangan, karena ada di antara kamu yang tidak berpisah darimu kecuali ketika buang air besar dan ketika… “Laki-laki itu akan pergi ke keluarganya, maka hidupkanlah mereka dan hormati mereka.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
37
Misykatul Mashabih # 13/3116
Umm Salama (RA)
وَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ: أَنَّهَا كَانَتْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَيْمُونَةُ إِذْ أقبل ابْن مَكْتُومٍ فَدَخَلَ عَلَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «احْتَجِبَا مِنْهُ» فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَيْسَ هُوَ أَعْمَى لَا يُبْصِرُنَا؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَفَعَمْيَاوَانِ أَنْتُمَا؟ أَلَسْتُمَا تُبْصِرَانِهِ؟» رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُد
Dari riwayat Ummu Salamah: Dia bersama Rasulullah SAW, dan Maymunah ketika Ibnu Maktum datang dan memasukinya, dan Rasulullah SAW bersabda: Dia SAW bersabda: “Sembunyikan dirimu dari dia.” Maka aku bertanya, wahai Rasulullah, bukankah dia buta dan tidak dapat melihat kami? Kemudian Rasulullah berkata, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian
38
Misykatul Mashabih # 13/3117
وَعَنْ بَهْزِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلَّا مِنْ زَوْجَتِكَ أَو مَا ملكت يَمِينك» فَقلت: يَا رَسُول الله أَفَرَأَيْت إِن كَانَ الرَّجُلُ خَالِيًا؟ قَالَ: «فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ يستحيى مِنْهُ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ
Berdasarkan wewenang Bahz bin Hakim, berdasarkan wewenang ayahnya, dan berdasarkan wewenang kakeknya, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Lindungi auratmu, kecuali dari isterimu atau apa yang kamu miliki.” Tangan kananmu.” Aku berkata: Wahai Rasulullah, pernahkah kamu melihat jika laki-laki itu kosong? Dia berkata: “Tuhan lebih berhak merasa malu daripada dia.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Abu Dawood Dan Ibnu Majah
39
Misykatul Mashabih # 13/3118
وَعَنْ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا كَانَ ثالثهما الشَّيْطَان» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Atas wewenang Omar, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dia bersabda: “Tidak ada laki-laki yang berduaan dengan seorang wanita kecuali sepertiga dari mereka adalah Setan.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
40
Misykatul Mashabih # 13/3119
وَعَنْ جَابِرٌ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا تَلِجُوا عَلَى الْمُغَيَّبَاتِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ أَحَدِكُمْ مَجْرَى الدَّمِ» قُلْنَا: وَمِنْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «وَمِنِّي وَلَكِنَّ الله أعانني عَلَيْهِ فَأسلم» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Atas otoritas Jabir, atas otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dia berkata: “Jangan menuruti hal yang ghaib, karena Setan akan mengambil darah dari siapa pun di antara kamu.” Kami berkata: Dan dari kamu. Wahai Rasulullah? Dia berkata: “Ini dari saya, tapi Tuhan membantu saya dan dia masuk Islam.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
41
Misykatul Mashabih # 13/3120
وَعَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى فَاطِمَةَ بِعَبْدٍ قَدْ وَهَبَهُ لَهَا وَعَلَى فَاطِمَةَ ثَوْبٌ إِذَا قَنَّعَتْ بِهِ رَأْسَهَا لَمْ يَبْلُغْ رِجْلَيْهَا وَإِذَا غَطَّتْ بِهِ رِجْلَيْهَا لَمْ يَبْلُغْ رَأْسَهَا فَلَمَّا رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَلْقَى قَالَ: «إِنَّهُ لَيْسَ عَلَيْكِ بَأْسٌ إِنَّمَا هُوَ أَبُوكِ وغلامك» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dan atas wewenang Anas bahwa Nabi Muhammad SAW, membawakan Fatima seorang budak yang telah dia berikan kepadanya, dan Fathimah harus mengenakan pakaian yang jika dia menutupi kepalanya dengan itu, tidak akan sampai ke kakinya, tetapi jika dia menutupi kakinya dengan itu, maka itu tidak akan sampai ke kepalanya. Ketika Rasulullah SAW melihat apa yang diterimanya, dia berkata: “Tidak ada yang salah denganmu, tapi dia adalah ayahmu dan anak laki-lakimu.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
42
Misykatul Mashabih # 13/3121
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ عِنْدَهَا وَفِي الْبَيْتِ مُخَنَّثٌ فَقَالَ: لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أُمَيَّةَ أَخِي أُمِّ سَلَمَةَ: يَا عَبْدَ اللَّهِ إِنْ فَتَحَ اللَّهُ لَكُمْ غَدًا الطَّائِفَ فَإِنِّي أَدُلُّكَ عَلَى ابْنَةِ غَيْلَانَ فَإِنَّهَا تُقْبِلُ بِأَرْبَعٍ وَتُدْبِرُ بِثَمَانٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يدخلن هَؤُلَاءِ عَلَيْكُم»
Dari Ummu Salamah: Nabi Muhammad SAW sedang bersamanya dan ada seorang banci di rumah itu, maka beliau berkata kepada Abdullah bin Abi Umayyah saudara Ummu Salamah: Wahai Abdullah, jika besok Tuhan membukakan Taif untukmu, maka aku akan mengarahkanmu kepada putri Ghaylan, karena dia mendekat dengan empat wajah dan berbalik.
43
Misykatul Mashabih # 13/3122
al-Miswar bin Makhrama (RA)
وَعَنِ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ قَالَ حَمَلْتُ حَجَرًا ثقيلاً فَبينا أَنَا أَمْشِي سَقَطَ عَنِّي ثَوْبِي فَلَمْ أَسْتَطِعْ أَخْذَهُ فَرَآنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِي: «خُذْ عَلَيْكَ ثَوْبَكَ وَلَا تَمْشُوا عُرَاة» . رَوَاهُ مُسلم
Dari riwayat Al-Miswar bin Makhramah, dia berkata: Aku membawa sebuah batu yang berat, dan ketika aku sedang berjalan, bajuku terjatuh, dan aku tidak dapat mengambilnya, dan Rasulullah SAW melihatku. Dia, damai dan berkah besertanya, berkata kepadaku: “Pakailah pakaianmu dan jangan berjalan telanjang.” Diriwayatkan oleh Muslim
44
Misykatul Mashabih # 13/3123
وَعَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: مَا نَظَرْتُ أَوْ مَا رَأَيْتُ فَرْجَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم قطّ. رَوَاهُ ابْن مَاجَه
Atas wewenang Aisha, dia berkata: Saya tidak pernah melihat atau melihat aurat Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah
45
Misykatul Mashabih # 13/3124
وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَنْظُرُ إِلَى مَحَاسِنِ امْرَأَةٍ أَوَّلَ مَرَّةٍ ثُمَّ يَغُضُّ بَصَرَهُ إِلَّا أَحْدَثَ اللَّهُ لَهُ عِبَادَةً يَجِدُ حلاوتها» . رَوَاهُ أَحْمد
Atas wewenang Abu Umamah, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Tidak ada seorang muslim pun yang pertama kali melihat kecantikan seorang wanita lalu menundukkan pandangannya tanpa Allah menciptakan baginya suatu bentuk ibadah yang di dalamnya ia menemukan manisnya.” Diriwayatkan oleh Ahmed
46
Misykatul Mashabih # 13/3125
وَعَنِ الْحَسَنِ مُرْسَلًا قَالَ: بَلَغَنِي أَنَّ رَسُولَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَعَنَ اللَّهُ النَّاظِرَ وَالْمَنْظُورَ إِلَيْهِ» . رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ فِي شُعَبِ الْإِيمَانِ
Tentang kewenangan Al-Hasan sebagai mursal, beliau berkata: Saya diberitahu bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Semoga Allah melaknat orang yang memandangnya dan orang yang dipandang.” Diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi dalam Shu’ab Al-Iman
47
Misykatul Mashabih # 13/3126
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُنْكَحُ الْأَيِّمُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ وَلَا تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ» . قَالُوا: يَا رَسُول الله وَكَيف إِذْنهَا؟ قَالَ: «أَن تسكت»
Dari Abu Hurairah beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kamu menikah dengan seorang budak perempuan sebelum kamu dimintai nasehatnya, dan jangan kamu nikahi seorang perempuan yang masih perawan sebelum dia dimintai izin.” Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, dan bagaimana izinnya? Dia berkata: “Diam.”
48
Misykatul Mashabih # 13/3127
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْأَيِّمُ أَحَقُّ بِنَفْسِهَا مِنْ وَلِيِّهَا وَالْبِكْرُ تَسْتَأْذِنُ فِي نَفْسِهَا وَإِذْنُهَا صِمَاتُهَا» . وَفِي رِوَايَةٍ: قَالَ: «الثَّيِّبُ أَحَقُّ بِنَفْسِهَا مِنْ وَلِيِّهَا وَالْبِكْرُ تُسْتَأْمَرُ وَإِذْنُهَا سُكُوتُهَا» . وَفِي رِوَايَةٍ: قَالَ: «الثَّيِّبُ أَحَقُّ بِنَفْسِهَا مِنْ وَلِيِّهَا وَالْبِكْرُ يَسْتَأْذِنُهَا أَبُوهَا فِي نَفْسِهَا وَإِذْنُهَا صِمَاتُهَا» . رَوَاهُ مُسلم
Berdasarkan hadis Ibnu Abbas, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Hak seorang budak wanita lebih besar daripada walinya, dan perawan harus meminta izin untuk dirinya sendiri.” Dan telinganya tuli.” Dan dalam riwayatnya: Beliau bersabda: “Wanita yang sudah menikah lebih berhak atas dirinya daripada walinya, dan hendaknya diangkat seorang perawan, dan izinnya adalah diamnya.” Dan di dalam riwayatnya: Beliau bersabda: “Wanita yang sudah menikah lebih berhak atas dirinya sendiri dari pada walinya, dan seorang perawan wajib ditinggal oleh ayahnya untuk dirinya sendiri, dan izinnya adalah telinganya yang tuli.” Diriwayatkan oleh Muslim
49
Misykatul Mashabih # 13/3128
وَعَن خنساء بنت خذام: أَنْ أَبَاهَا زَوَّجَهَا وَهِيَ ثَيِّبٌ فَكَرِهَتْ ذَلِكَ فَأَتَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَدَّ نِكَاحَهَا. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ مَاجَه: نِكَاح أَبِيهَا
Dari riwayat Khansa binti Khudham: Ayahnya menikahkannya padahal dia sudah menikah, namun dia tidak menyukai hal itu, maka dia menemui Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan dia membatalkan pernikahannya. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan dalam riwayat Ibnu Majah: Menikahi ayahnya
50
Misykatul Mashabih # 13/3129
وَعَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَزَوَّجَهَا وَهِيَ بِنْتُ سَبْعِ سِنِينَ وَزُفَّتْ إِلَيْهِ وَهِيَ بِنْتُ تِسْعِ سِنِينَ وَلُعَبُهَا مَعَهَا وَمَاتَ عَنْهَا وَهِيَ بِنْتُ ثَمَانِيَ عَشْرَةَ. رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Aisyah, Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, menikahinya ketika dia berusia tujuh tahun, dan dia menikah dengannya ketika dia berusia sembilan tahun, dan dia bermain dengannya. Dia meninggal ketika dia berusia delapan belas tahun. Diriwayatkan oleh Muslim