109 Hadis
01
Misykatul Mashabih # 16/3446
Abdullah Bin Mas'ud
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ: النَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالثَّيِّبُ الزَّانِي وَالْمَارِقُ لدينِهِ التَّارِكُ للجماعةِ "
Atas wewenang Abdullah bin Masoud, dia berkata: Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda: “Tidak boleh menumpahkan darah seorang laki-laki muslim yang bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah kecuali dalam salah satu dari tiga hal: nyawa dibalas nyawa, dan laki-laki beristri yang berzina.” “Orang yang menyimpang dari agamanya dan meninggalkan masyarakat.”
02
Misykatul Mashabih # 16/3447
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَنْ يَزَالَ الْمُؤْمِنُ فِي فُسْحَةٍ مِنْ دِينِهِ مَا لَمْ يُصِبْ دَمًا حَرَامًا» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari riwayat Ibnu Umar beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Orang mukmin tidak akan tetap suci agamanya selama dia tidak menumpahkan darah haram.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
03
Misykatul Mashabih # 16/3448
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي الدِّمَاء»
Dari wewenang Abdullah bin Masoud, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Hal pertama yang akan diadili di antara manusia pada hari kiamat adalah darah.”
04
Misykatul Mashabih # 16/3449
وَعَنِ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِ أَنَّهُ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ لَقِيتُ رَجُلًا مِنَ الْكُفَّارِ فَاقْتَتَلْنَا فَضَرَبَ إِحْدَى يَدَيَّ بِالسَّيْفِ فقطعهما ثُمَّ لَاذَ مِنِّي بِشَجَرَةٍ فَقَالَ: أَسْلَمْتُ لِلَّهِ وَفِي رِوَايَةٍ: فَلَمَّا أَهْوَيْتُ لِأَقْتُلَهُ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَأَقْتُلُهُ بَعْدَ أَنْ قَالَهَا؟ قَالَ: «لَا تَقْتُلْهُ» فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ قَطَعَ إِحْدَى يَدَيَّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَقْتُلْهُ فَإِنْ قَتَلْتَهُ فَإِنَّهُ بِمَنْزِلَتِكَ قَبْلَ أَنْ تَقْتُلَهُ وَإِنَّكَ بِمَنْزِلَتِهِ قَبْلَ أَنْ يَقُولَ كَلِمَتَهُ الَّتِي قَالَ»
Dari riwayat Al-Miqdad bin Al-Aswad beliau berkata: Wahai Rasulullah, apa yang kamu lihat jika aku bertemu dengan seorang laki-laki kafir lalu kita berkelahi dan dia menikam salah satu tanganku dengan pedang? Dia memotongnya, lalu lari dariku di bawah pohon dan berkata: Aku berserah diri kepada Tuhan. Dan di dalam riwayatnya: Ketika aku hendak membunuhnya, dia berkata: Tidak ada tuhan selain Allah. Haruskah aku membunuhnya setelah dia mengatakannya? Dia berkata: “Jangan bunuh dia.” Dia berkata: “Ya Rasulullah, dia memotong salah satu tanganku.” Rasulullah SAW bersabda: “Jangan kamu bunuh dia, jika kamu yang membunuhnya, maka dia berada pada kedudukanmu sebelum kamu membunuhnya, dan kamu berada pada kedudukannya sebelum dia mengucapkan kata-kata yang diucapkannya.”
05
Misykatul Mashabih # 16/3451
Usama bin Zaid (RA)
وَعَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ: بَعَثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى أُنَاسٍ مِنْ جُهَيْنَةَ فَأَتَيْتُ عَلَى رَجُلٍ مِنْهُمْ فَذَهَبْتُ أَطْعَنُهُ فَقَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَطَعَنْتُهُ فَقَتَلْتُهُ فَجِئْتُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ: «أقَتلتَه وقدْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ؟» قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا فَعَلَ ذَلِكَ تَعَوُّذًا قَالَ: «فهَلاَّ شقَقتَ عَن قلبه؟»
وَفِي رِوَايَةِ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «كَيْفَ تَصْنَعُ بِلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ إِذَا جَاءَتْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟» . قَالَهُ مِرَارًا. رَوَاهُ مُسلم
Atas wewenang Osama bin Zaid, dia berkata: Kami mengutus Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, kepada orang-orang dari Juhayna, dan aku bertemu dengan seorang pria dari mereka dan pergi untuk menikamnya. Dia berkata: Tidak ada tuhan selain Allah, maka aku menikamnya dan membunuhnya, maka aku mendatangi Nabi Muhammad SAW, dan memberitahunya, dan dia berkata: “Kamu membunuhnya ketika dia bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah?” Aku berkata: Wahai Rasulullah, dia melakukan itu hanya sebagai sarana mencari perlindungan. Dia berkata: “Jadi, maukah kamu membuka hatinya?” Dan dalam riwayat Jundub bin Abdullah Al-Bajli bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Bagaimana kamu bisa melakukan agar tidak ada tuhan selain Allah ketika hari itu tiba?
06
Misykatul Mashabih # 16/3452
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَتَلَ مُعَاهِدًا لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أربعينَ خَرِيفًا» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Dari hadis Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membunuh seorang pembuat perjanjian, maka ia tidak akan mencium bau surga." Dan keharumannya terasa dari jarak empat puluh musim gugur.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
07
Misykatul Mashabih # 16/3453
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهَا خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمُّهُ فِي يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جهنَّمَ خَالِدا مخلَّداً فِيهَا أبدا»
Dari Abu Hurairah beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa turun dari gunung lalu bunuh diri, maka dia akan berada di api neraka yang di dalamnya dia akan turun.” Dan siapa yang meminum racun lalu membunuh dirinya sendiri, dengan racun di tangannya, maka dia akan meminumnya di api Neraka, kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan siapa yang bunuh diri dengan besi, maka besi itu akan ada di tangannya, dan dia akan menusuk perutnya dengan besi itu di api neraka, dan kekal di dalamnya selama-lamanya.”
08
Misykatul Mashabih # 16/3454
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الَّذِي يَخْنُقُ نَفْسَهُ يَخْنُقُهَا فِي النَّارِ وَالَّذِي يَطْعَنُهَا يَطْعَنُهَا فِي النَّارِ» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenangnya, beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mencekik dirinya sendiri, maka ia akan mencekiknya di Neraka, dan siapa pun yang menusuknya, ia akan menusuknya di Neraka.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
09
Misykatul Mashabih # 16/3455
وَعَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدُ اللَّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
" كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ بِهِ جُرْحٌ فجزِعَ فأخذَ سكيّناً فحزَّ بِهَا يَدَهُ فَمَا رَقَأَ الدَّمُ حَتَّى مَاتَ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: بَادَرَنِي عَبْدِي بِنَفْسِهِ فَحَرَّمْتُ عَلَيْهِ الْجنَّة "
Dari Jundub bin Abdullah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Di antara orang-orang sebelum kamu ada seorang laki-laki yang terluka, lalu dia ketakutan, maka dia mengambil pisau dan menyayat tangannya dengan pisau itu, dan darahnya tidak berhenti sampai dia meninggal. dirinya, maka surga diharamkan baginya.”
10
Misykatul Mashabih # 16/3456
وَعَنْ جَابِرٍ: أَنَّ الطُّفَيْلَ بْنَ عَمْرٍو الدَّوْسِيَّ لَمَّا هَاجَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمَدِينَةِ هَاجَرَ إِلَيْهِ وَهَاجَرَ مَعَهُ رَجُلٌ مِنْ قَوْمِهِ فَمَرِضَ فَجَزِعَ فَأَخَذَ مَشَاقِصَ لَهُ فَقَطَعَ بِهَا بَرَاجِمَهُ فَشَخَبَتْ يَدَاهُ حَتَّى مَاتَ فَرَآهُ الطُّفَيْلُ بْنُ عَمْرٍو فِي مَنَامِهِ وَهَيْئَتُهُ حسنةٌ ورآهُ مغطيّاً يدَيْهِ فَقَالَ لَهُ: مَا صنع بِكُل رَبُّكَ؟ فَقَالَ: غَفَرَ لِي بِهِجْرَتِي إِلَى نَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: مَا لِي أَرَاكَ مُغَطِّيًا يَدَيْكَ؟ قَالَ: قِيلَ لِي: لَنْ تصلح مِنْكَ مَا أَفْسَدْتَ فَقَصَّهَا الطُّفَيْلُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ وَلِيَدَيْهِ فَاغْفِر» . رَوَاهُ مُسلم
Dari riwayat Jabir: Ketika Tufail bin Amr Al-Dawsi hijrah ke Madinah, ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, dan seorang laki-laki dari umat-Nya jatuh sakit dan ketakutan, maka ia mengambil cakarnya dan menyayat buku-buku jarinya, dan tangannya menjadi tua hingga ia meninggal. Tufayl bin Amr melihatnya di dalam Dia sedang tidur dan terlihat baik, dan dia melihatnya menutupi tangannya dan berkata kepadanya: Apa yang telah kamu lakukan terhadap semua Tuhanmu? Dia berkata: Dia memaafkanku karena berhijrah ke Nabi-Nya, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia berkata: Apa masalahnya aku melihatmu menutupi tanganmu? Dia berkata: Saya diberitahu: Anda tidak akan memperbaiki apa yang Anda rusak. Maka Tufail menceritakan hal itu kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya. Dan damai sejahtera menyertainya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Ya Tuhan, dan tangan-Nya, ampunilah.” Diriwayatkan oleh Muslim
11
Misykatul Mashabih # 16/3458
وَعَن أبي شُرَيحٍ الكعبيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
" ثُمَّ أَنْتُمْ يَا خُزَاعَةُ قَدْ قَتَلْتُمْ هَذَا الْقَتِيلَ مِنْ هُذَيْلٍ وَأَنَا وَاللَّهِ عَاقِلُهُ مَنْ قَتَلَ بَعْدَهُ قَتِيلًا فَأَهْلُهُ بَيْنَ خِيرَتَيْنِ: عَن أَحبُّوا قتلوا وَإِن أَحبُّوا أخذا العقلَ ". رَوَاهُ الترمذيُّ وَالشَّافِعِيّ. وَفِي شرح السنَّة بإِسنادِه وَصَرَّحَ: بِأَنَّهُ لَيْسَ فِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ أَبِي شُرَيْح وَقَالَ:
وَأَخْرَجَاهُ مِنْ رِوَايَةِ أَبِي هُرَيْرَةَ يَعْنِي بِمَعْنَاهُ
Atas wewenang Abu Shurayh al-Kaabi, atas wewenang Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Kemudian engkau wahai Khuza’ah membunuh laki-laki dari Hudhayl ​​ini, dan Aku dan Allah-lah yang bertanggung jawab atas barang siapa yang membunuh orang setelahnya, maka pilihan keluarganya ada dua: mereka membunuh jika mereka mencintai, dan jika mereka mencintai, mereka mengambil pikiran.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Al-Syafi’i. Dan dalam menjelaskan Sunnah beserta risalahnya beliau menyatakan: Tidak ada dalam dua kitab Sahih dari Abu Shurayh, dan beliau bersabda: Mereka mengambil dari riwayat Abu Hurairah, maksudnya menurut maknanya.
12
Misykatul Mashabih # 16/3459
وَعَنْ أَنَسٍ: أَنَّ يَهُودِيًّا رَضَّ رَأْسَ جَارِيَةٍ بَيْنَ حَجَرَيْنِ فَقِيلَ لَهَا: مَنْ فَعَلَ بِكِ هَذَا؟ أَفُلَانٌ؟ حَتَّى سُمِّيَ الْيَهُودِيُّ فَأَوْمَأَتْ بِرَأْسِهَا فَجِيءَ بِالْيَهُودِيِّ فَاعْتَرَفَ فَأَمَرَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرُضَّ رَأْسُهُ بِالْحِجَارَةِ
Dari Anas: Seorang Yahudi meremukkan kepala seorang pembantu di antara dua batu, lalu dia ditanya: Siapa yang melakukan ini padamu? Ini dan itu? Sampai orang Yahudi itu disebutkan namanya, dan dia menganggukkan kepalanya, dan orang Yahudi itu dibawa dan dikenali, maka Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memerintahkan dia untuk disingkirkan. Dengan batu
13
Misykatul Mashabih # 16/3460
وَعَنْهُ قَالَ: كَسَرَتِ الرُّبَيِّعُ وَهِيَ عَمَّةُ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ثَنِيَّةَ جَارِيَةٍ مِنَ الْأَنْصَارِ فَأَتَوُا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَ بِالْقِصَاصِ فَقَالَ أَنَسُ بْنُ النَّضْرِ عَمُّ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ لَا وَاللَّهِ لَا تُكْسَرُ ثَنِيَّتُهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا أَنَسُ كِتَابُ اللَّهِ الْقِصَاصُ» فَرَضِيَ الْقَوْمُ وَقَبِلُوا الْأَرْشَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ مَنْ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى الله لَأَبَره»
Atas wewenangnya beliau berkata: Al-Rabi' yang merupakan bibi Anas bin Malik telah memisahkan seorang budak perempuan thaniyah dari kaum Ansar, maka mereka mendatangi Nabi Muhammad SAW, dan beliau memerintahkan dengan pembalasan. Anas bin al-Nadr, paman Anas bin Malik, berkata: “Tidak, demi Tuhan, jangan patahkan tulang selangkanya ya Rasulullah.” Maka Rasulullah bersabda: Semoga doa dan salam Allah besertanya: “Wahai Anas, Kitab Tuhan itu pembalasan.” Orang-orang setuju dan menerima luka-luka itu, dan Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya hamba-hamba Allah, seandainya dia bersumpah kepada Allah, niscaya dia akan menepatinya.”
14
Misykatul Mashabih # 16/3461
وَعَن أبي جُحيفةَ قَالَ: سَأَلْتُ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ لَيْسَ فِي الْقُرْآنِ؟ فَقَالَ: وَالَّذِي فَلَقَ الْحَبَّةَ وَبَرَأَ النَّسَمَةَ مَا عِنْدَنَا إِلَّا مَا فِي الْقُرْآنِ إِلَّا فَهْمًا يُعْطَى رَجُلٌ فِي كِتَابِهِ وَمَا فِي الصَّحِيفَةِ قُلْتُ: وَمَا فِي الصَّحِيفَةِ؟ قَالَ: الْعَقْلُ وَفِكَاكُ الْأَسِيرِ وَأَنْ لَا يُقْتَلَ مُسْلِمٌ بِكَافِرٍ.
رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ
Dari Abu Juhayfah beliau berkata: Aku bertanya kepada Ali, radhiyallahu 'anhu, apakah kamu mempunyai sesuatu yang tidak ada dalam Al-Qur'an? Beliau bersabda: Demi Dzat yang membelah biji-bijian dan menciptakan ruh, kami tidak punya apa-apa kecuali apa yang ada dalam Al-Qur'an, kecuali pemahaman yang diberikan kepada manusia dalam kitabnya dan apa yang ada dalam akad. Saya berkata: dan apa isinya. Koran? Beliau bersabda: Pikiran dan rahangmu adalah tawanannya, dan bahwa seorang muslim tidak boleh dibunuh oleh orang kafir. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
15
Misykatul Mashabih # 16/3463
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَالنَّسَائِيّ ووقفَه بعضُهم وَهُوَ الْأَصَح
وَرَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ
Berdasarkan hadis Abdullah bin Amr bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Hilangnya dunia lebih mudah bagi Allah daripada membunuh seorang muslim.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Al-Nasa’i, dan sebagian dari mereka menghentikannya, dan itu lebih benar. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah atas wewenang Al-Baraa bin Aazib
16
Misykatul Mashabih # 16/3464
وَعَن أبي سعيدٍ وَأبي هريرةَ عَن رسولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَوْ أَنَّ أَهْلَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ اشْتَرَكُوا فِي دَمِ مُؤْمِنٍ لَأَكَبَّهُمُ اللَّهُ فِي النَّارِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ
Atas wewenang Abu Sa`id dan Abu Hurairah, atas wewenang Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Seandainya penghuni langit dan bumi turut serta dalam darah seorang mukmin, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam Neraka.” Al-Tirmidzi meriwayatkannya dan berkata: Ini adalah hadits yang aneh.
17
Misykatul Mashabih # 16/3465
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
" يَجِيءُ الْمَقْتُولُ بِالْقَاتِلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ نَاصِيَتُهُ وَرَأْسُهُ بِيَدِهِ وَأَوْدَاجُهُ تَشْخُبُ دَمًا يَقُولُ: يَا رَبِّ قَتَلَنِي حَتَّى يُدْنِيَهُ مِنَ العرشِ ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَالنَّسَائِيّ وَابْن مَاجَه
Atas otoritas Ibnu Abbas, atas otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dia berkata: “Orang yang terbunuh akan membawa si pembunuh pada hari kiamat dengan jambulnya, kepalanya di tangannya, dan pantatnya berlumuran darah, sambil berkata: Ya Tuhan, dia membunuhku agar dia bisa mendekatkannya ke singgasana.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Al-Nasa’i, dan Ibnu Majah
18
Misykatul Mashabih # 16/3466
Abu Umma bin Sahl bin Hunaif RA
وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَشْرَفَ يَوْمَ الدَّارِ فَقَالَ: أَنْشُدُكُمْ بِاللَّهِ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
" لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلَّا بِإِحْدَى ثلاثٍ: زِنىً بَعْدَ إِحْصَانٍ أَوْ كُفْرٌ بَعْدَ إِسْلَامٍ أَوْ قتْلِ نفْسٍ بِغَيْر حق فَقتل بِهِ "؟ فو الله مَا زَنَيْتُ فِي جَاهِلِيَّةٍ وَلَا إِسْلَامٍ وَلَا ارْتَدَدْتُ مُنْذُ بَايَعْتُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا قَتَلْتُ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ فَبِمَ تَقْتُلُونَنِي؟ رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَه وللدارمي لفظ الحَدِيث
Atas wewenang Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, bahwa Usman bin Affan radhiyallahu 'anhu mengawasi hari rumah itu dan berkata: Demi Allah, aku bersujud kepadamu, tahukah kamu? Rasulullah SAW bersabda: “Tidak boleh menumpahkan darah seorang muslim kecuali dalam salah satu dari tiga hal: zina setelah menikah atau kafir setelah… Islam atau membunuh seseorang secara tidak adil sehingga ia dibunuh? telah haram, lalu mengapa kamu membunuhku? Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Al-Nasa'i, Ibnu Majah, dan Al-Darimi mempunyai sebuah hadits?
19
Misykatul Mashabih # 16/3467
وَعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَزَالُ الْمُؤْمِنُ مُعْنِقًا صَالِحًا مَا لَمْ يُصِبْ دَمًا حَرَامًا فَإِذَا أَصَابَ دَمًا حَرَامًا بَلَّحَ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Atas wewenang Abu al-Darda’, atas wewenang Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Orang yang beriman tetap menjadi orang yang shaleh selama ia tidak menumpahkan darah haram. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
20
Misykatul Mashabih # 16/3469
وَعَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «كُلُّ ذَنْبٍ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَغْفِرَهُ إِلَّا مَنْ مَاتَ مُشْرِكًا أَوْ مَنْ يقتُلُ مُؤمنا مُتَعَمدا» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
وَرَوَاهُ النَّسَائِيّ عَن مُعَاوِيَة
Atas wewenangnya, atas wewenang Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Semoga Allah mengampuni segala dosa, kecuali orang yang meninggal karena musyrik atau orang yang dengan sengaja membunuh orang beriman.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood Diriwayatkan oleh Al-Nasa’i pada wewenang Muawiyah
21
Misykatul Mashabih # 16/3470
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُقَامُ الْحُدُودُ فِي الْمَسَاجِدِ وَلَا يُقَادُ بِالْوَلَدِ الْوَالِدُ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ والدارمي
Dari riwayat Ibnu Abbas, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Hukuman atas hukuman tidak boleh dilakukan di masjid, dan anak tidak boleh dihukum oleh ayahnya.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Al-Darimi
22
Misykatul Mashabih # 16/3471
Abu Rimtha (RA)
وَعَن أبي رِمْثَةَ قَالَ: أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ أبي فقالَ: «مَنْ هَذَا الَّذِي مَعَكَ؟» قَالَ: ابْنِي أَشْهَدُ بِهِ قَالَ: «أَمَا إِنَّهُ لَا يَجْنِي عَلَيْكَ وَلَا تَجْنِي عَلَيْهِ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَزَادَ فِي «شَرْحِ السُّنَّةِ» فِي أَوَّلِهِ قَالَ: دَخَلْتُ مَعَ أَبِي عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَأَى أَبِي الَّذِي بِظَهْرِ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم فَقَالَ: دَعْنِي أُعَالِجُ الَّذِي بِظَهْرِكِ فَإِنِّي طَبِيبٌ. فَقَالَ: «أَنْتَ رفيقٌ واللَّهُ الطبيبُ»
Atas wewenang Abu Rimthah, dia berkata: Aku mendatangi Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dengan ayahku, dan dia berkata: “Siapakah yang bersamamu ini?” Dia berkata: Anakku menjadi saksinya. Beliau bersabda: “Dia tidak akan melakukan kejahatan terhadap kamu, dan kamu tidak akan melakukan kejahatan terhadap dia.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Nasa’i, dan beliau menambahkan pada “Penjelasan Sunnah” di awal, dengan mengatakan: Aku masuk bersama ayahku. Tentang Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Ayahku melihat orang yang berada di punggung Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan berkata: Izinkan aku mengobati orang yang berada di punggungmu, karena aku adalah seorang dokter. Dia berkata: “Anda adalah seorang pendamping, dan demi Tuhan, Anda adalah dokter.”
23
Misykatul Mashabih # 16/3472
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جدِّهِ عَن سُراقةَ بنِ مالكٍ قَالَ: حَضَرْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقِيدُ الْأَبَ مِنِ ابْنِهِ وَلَا يُقِيدُ الِابْنَ من أَبِيه. رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ (لم تتمّ دراسته)
وَضَعفه
Atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya, dan atas wewenang Suraqa bin Malik, beliau berkata: Aku hadir di sisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, dengan mengikat seorang ayah dari putranya dan tidak mengikatnya seorang putra dari ayahnya. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi (tidak dipelajari) Dan kelemahannya
24
Misykatul Mashabih # 16/3473
وَعَن الْحسن عَن سَمُرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَتَلَ عَبْدَهُ قَتَلْنَاهُ وَمَنْ جَدَعَ عَبْدَهُ جَدَعْنَاهُ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ وَالدَّارِمِيُّ وَزَادَ النَّسَائِيُّ فِي رِوَايَةٍ أُخْرَى: «وَمن خصى عَبده خصيناه»
Atas wewenang Al-Hasan, atas wewenang Samurah, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang membunuh hambanya, maka akan Kami bunuh dia, dan barang siapa yang membunuh hambanya, maka Kami akan bunuh dia.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Al-Darimi, dan Al-Nasa’i menambahkan dalam riwayat yang lain: “Dan barang siapa yang mengawini hambanya, maka akan Kami jadikan dia kasim.”
25
Misykatul Mashabih # 16/3474
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
" مَنْ قَتَلَ مُتَعَمِّدًا دُفِعَ إِلَى أولياءِ المقتولِ فإِنْ شاؤوا قَتَلوا وإِنْ شَاؤوا أَخَذُوا الدِّيَةَ: وَهِيَ ثَلَاثُونَ حِقَّةً وَثَلَاثُونَ جَذَعَةً وَأَرْبَعُونَ خَلِفَةً وَمَا صَالَحُوا عَلَيْهِ فَهُوَ لَهُمْ ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang membunuh dengan sengaja maka akan diserahkan kepada para penjaga orang yang terbunuh itu, dan bila mereka menghendakinya. Mereka membunuh, dan jika mereka menghendakinya, mereka mengambil uang darahnya: dan itu adalah tiga puluh hiqqah, tiga puluh jadha, dan empat puluh khalifah, dan apapun yang mereka rujuk adalah “Bagi mereka.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
26
Misykatul Mashabih # 16/3476
وَعَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْمُسْلِمُونَ تَتَكَافَأُ دِمَاؤُهُمْ وَيَسْعَى بِذِمَّتِهِمْ أَدْنَاهُمْ وَيَرُدُّ عَلَيْهِمْ أَقْصَاهُمْ وَهُمْ يَدٌ عَلَى مَنْ سِوَاهُمْ أَلَا لَا يُقْتَلُ مُسْلِمٌ بِكَافِرٍ وَلَا ذُو عَهْدٍ فِي عَهْدِه» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ
وَرَوَاهُ ابْن مَاجَه عَن ابْن عَبَّاس
Atas wewenang Ali radhiyallahu 'anhu, atas wewenang Nabi SAW, beliau bersabda: "Darah kaum muslimin akan dibalas, dan yang terendah di antara mereka akan memohon perlindungan." Dan seburuk-buruknya mereka akan dikembalikan kepada mereka, dan mereka akan menjadi penolong bagi orang lain. “Tidak ada seorang muslim pun yang dibunuh karena orang kafir, dan tidak pula seorang akad dibunuh pada saat akadnya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood Al-Nasa’i dan diriwayatkan oleh Ibnu Majah atas wewenang Ibnu Abbas
27
Misykatul Mashabih # 16/3477
وَعَن أبي شُريحِ الخُزاعيِّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:
" مَنْ أُصِيبَ بِدَمٍ أَوْ خَبْلٍ وَالْخَبْلُ: الْجُرْحُ فَهُوَ بِالْخِيَارِ بَيْنَ إِحْدَى ثَلَاثٍ: فَإِنْ أَرَادَ الرَّابِعَةَ فَخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ: بَيْنَ أَنْ يَقْتَصَّ أَوْ يَعْفُوَ أَوْ يَأْخُذَ الْعَقْلَ فَإِنْ أَخَذَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا ثُمَّ عَدَا بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ النَّارُ خَالِدًا فِيهَا مُخَلَّدًا أبدا ". رَوَاهُ الدَّارمِيّ
Dari Abu Shurayh Al-Khuza’i beliau berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menderita darah atau demensia, dan demensia adalah lukanya, dia mempunyai pilihan.” Antara salah satu dari ketiganya: Jika dia menghendaki yang keempat, maka ambillah: Antara membalas, memaafkan, atau mengambil pikiran, dan jika dia mengambil dari Itu karena satu hal, maka setelah itu, dan setelah itu, dia akan mendapat neraka yang kekal di dalamnya selama-lamanya.” Diriwayatkan oleh Al-Darimi.
28
Misykatul Mashabih # 16/3478
وَعَن طَاوُوس عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ قُتِلَ فِي عِمِّيَّةٍ فِي رَمْيٍ يَكُونُ بَيْنَهُمْ بِالْحِجَارَةِ أَوْ جَلْدٍ بِالسِّيَاطِ أَوْ ضَرْبٍ بِعَصًا فَهُوَ خَطَأٌ عقله الْخَطَأِ وَمَنْ قَتَلَ عَمْدًا فَهُوَ قَوَدٌ وَمَنْ حَالَ دُونَهُ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَغَضَبُهُ لَا يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلَا عَدْلٌ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ
Atas wewenang Tawoos, atas wewenang Ibnu Abbas, atas wewenang Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Barangsiapa yang terbunuh dalam keadaan buta dengan cara dilempar batu atau dicambuk dengan cambuk atau dipukul dengan tongkat, maka ia adalah orang yang salah akal, dan siapa yang membunuh dengan sengaja adalah seorang budak, dan siapa yang menghalanginya akan terkena laknat Allah. Dan tidak ada ekspresi atau keadilan yang akan diterima dari kemarahannya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Nasa’i
29
Misykatul Mashabih # 16/3479
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا أُعْفِي مَنْ قَتَلَ بعدَ أَخذ الديةِ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari hadis Jabir beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Saya tidak memaafkan orang yang membunuh setelah mengambil uang darah.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
30
Misykatul Mashabih # 16/3480
وَعَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَا مِنْ رَجُلٍ يُصَابُ بِشَيْءٍ فِي جَسَدِهِ فَتَصَدَّقَ بِهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهِ دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْهُ خَطِيئَة» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَابْن مَاجَه
Dari Abu Darda’ beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada orang yang tertimpa penyakit pada tubuhnya lalu bersedekah, kecuali Allah akan meninggikannya.” derajat dan dihapuskan darinya segala dosa.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah
31
Misykatul Mashabih # 16/3482
عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ: أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخطاب قَتَلَ نَفَرًا خَمْسَةً أَوْ سَبْعَةً بِرَجُلٍ وَاحِدٍ قَتَلُوهُ قَتْلَ غِيلَةٍ وَقَالَ عُمَرُ: لَوْ تَمَالَأَ عَلَيْهِ أَهْلُ صَنْعَاءَ لَقَتَلْتُهُمْ جَمِيعًا. رَوَاهُ مَالِكٌ
وروى البُخَارِيّ عَن ابْن عمر نَحوه
Berdasarkan otoritas Saeed bin Al-Musayyab: Omar bin Al-Khattab membunuh lima atau tujuh orang, dengan satu orang dibunuh olehnya, dia pasti terbunuh dalam serangan yang kejam, dan Omar berkata: Kalau saja mereka bersekongkol melawannya. Penduduk Sanaa, aku akan membunuh mereka semua. Diriwayatkan oleh Malik Al-Bukhari meriwayatkan hal serupa dari Ibnu Umar
32
Misykatul Mashabih # 16/3483
وَعَن جُنْدبٍ قَالَ: حَدَّثَنِي فُلَانٌ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
" يَجِيءُ الْمَقْتُولُ بِقَاتِلِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ: سَلْ هَذَا فِيمَ قَتَلَنِي؟ فَيَقُولُ: قَتَلْتُهُ عَلَى مُلْكِ فُلَانٍ ". قَالَ جُنْدُبٌ: فاتَّقِها. رَوَاهُ النَّسَائِيّ
Atas otoritas Jundub, dia berkata: Si anu memberitahuku bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda: “Orang yang terbunuh akan membawa pembunuhnya pada hari kiamat dan berkata: Tanyakan kepada orang ini mengapa dia membunuhku? Dia akan menjawab: Aku membunuhnya karena aturan si fulan.” Jundub berkata: Maka berhati-hatilah. Diriwayatkan oleh Al-Nasa'i
33
Misykatul Mashabih # 16/3484
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَعَانَ عَلَى قَتْلِ مُؤْمِنٍ شَطْرَ كَلِمَةٍ لَقِيَ اللَّهَ مَكْتُوبٌ بينَ عينيهِ آيسٌ من رَحْمَة الله» . رَوَاهُ ابْن مَاجَه
Dari Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membantu membunuh seorang mukmin dengan setengah kata, maka Allah tertulis di antara kedua matanya, maka ia adalah jurang maut.” belas kasihan Tuhan. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah
34
Misykatul Mashabih # 16/3485
وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا أَمْسَكَ الرَّجُلُ الرَّجُلَ وَقَتَلَهُ الْآخَرُ يُقْتَلُ الَّذِي قتَل ويُحبسُ الَّذِي أمْسَكَ» . رَوَاهُ الدَّارَقُطْنِيّ
Atas wewenang Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu keduanya, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Jika seseorang menangkap orang lain dan orang tersebut membunuhnya, maka orang yang membunuh itu akan dibunuh dan orang tersebut dipenjarakan.” Dia menangkapnya. Diriwayatkan oleh Al-Daraqutni
35
Misykatul Mashabih # 16/3486
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «هَذِهِ وَهَذِهِ سَوَاءٌ» يَعْنِي الخِنصرُ والإبهامَ. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenang Ibnu Abbas, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Ini dan ini adalah sama,” artinya jari kelingking dan ibu jari. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
36
Misykatul Mashabih # 16/3487
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جَنِينِ امْرَأَةٍ مَنْ بَنِي لِحْيَانَ سَقَطَ مَيِّتًا بِغُرَّةِ: عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ ثُمَّ إِنَّ الْمَرْأَةَ الَّتِي قُضِيَ عَلَيْهَا بِالْغُرَّةِ تُوُفِّيَتْ فَقَضَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَنْ مِيرَاثَهَا لبنيها وَزوجهَا الْعقل على عصبتها
Dari Abu Hurairah beliau bersabda: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan mengenai janin seorang wanita dari Bani Lahyan yang mengalami keguguran tiba-tiba: seorang budak atau Kemudian wanita yang dinilai sebagai budak itu meninggal dunia, dan Rasulullah SAW memutuskan bahwa warisannya harus diberikan kepada anak laki-lakinya. Dan suaminya, sang pikiran, membuat dia gelisah
37
Misykatul Mashabih # 16/3488
وَعَنْهُ قَالَ: اقْتَتَلَتِ امْرَأَتَانِ مِنْ هُذَيْلٍ فَرَمَتْ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى بِحَجَرٍ فَقَتَلَتْهَا وَمَا فِي بَطْنِهَا فَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ دِيَةَ جَنِينِهَا غُرَّةٌ: عَبْدٌ أَوْ وَلِيدَةٌ وَقَضَى بِدِيَةِ الْمَرْأَةِ عَلَى عَاقِلَتِهَا وورَّثَها ولدَها وَمن مَعَهم
Atas wewenangnya, beliau berkata: Dua wanita dari Hudhayl ​​berkelahi, dan salah satu dari mereka melemparkan batu ke arah yang lain, sehingga menewaskan dia dan apa yang ada di perutnya. Utusan Tuhan, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memutuskan. Rasulullah SAW bersabda bahwa uang darah untuk janinnya adalah seorang budak: laki-laki atau perempuan.
38
Misykatul Mashabih # 16/3489
وَعَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ: أَنَّ امْرَأَتَيْنِ كَانَتَا ضَرَّتَيْنِ فَرَمَتْ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى بِحَجَرٍ أَوْ عَمُودِ فُسْطَاطٍ فَأَلْقَتْ جَنِينَهَا فَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الجَنينِ غُرَّةً: عبْداً أَوْ أَمَةٌ وَجَعَلَهُ عَلَى عَصَبَةِ الْمَرْأَةِ هَذِهِ رِوَايَةُ التِّرْمِذِيِّ وَفِي رِوَايَةِ مُسْلِمٍ: قَالَ: ضَرَبَتِ امْرَأَةٌ ضَرَّتَهَا بِعَمُودِ فُسْطَاطٍ وَهِيَ حُبْلَى فَقَتَلَتْهَا قَالَ: وَإِحْدَاهُمَا لِحْيَانَيَّةٌ قَالَ: فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دِيَة الْمَقْتُول عَلَى عَصَبَةِ الْقَاتِلَةِ وَغُرَّةً لِمَا فِي بَطْنِهَا
Dari riwayat Al-Mughirah bin Shu’bah: Ada dua orang wanita yang beristri, salah satu dari mereka melemparkan batu atau tenda ke arah yang lain sehingga menyebabkan dia kehilangan janinnya. Maka Rasulullah SAW menilai apakah janin itu seorang budak atau budak perempuan, dan menempatkannya di pihak perempuan. Demikianlah riwayat Al-Tirmidzi. Dan dalam riwayat Muslim: Dia berkata: Seorang wanita tertimpa tiang tenda ketika dia sedang hamil dan membunuhnya. Beliau menjawab: Salah satunya adalah Hayaniyah. Beliau bersabda: Maka Rasulullah SAW, menaruh uang darah orang yang dibunuh itu pada leher si pembunuh dan sebagian pada isi kandungannya.
39
Misykatul Mashabih # 16/3491
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
" أَلَا إِنَّ دِيَةَ الْخَطَأِ شِبْهِ الْعَمْدِ مَا كَانَ بِالسَّوْطِ وَالْعَصَا مِائَةٌ مِنَ الإِبلِ: مِنْهَا أربعونَ فِي بطونِها أولادُها ". رَوَاهُ النسائيُّ وَابْن مَاجَه والدارمي
وَرَوَاهُ أَبُو دَاوُد عَنهُ وَابْن مَاجَه وَعَن ابْن عمر. وَفِي «شَرْحِ السُّنَّةِ» لَفْظُ «الْمَصَابِيحِ» عَنِ ابْنِ عمر
Dari hadis Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Uang darah karena suatu kesalahan ibarat kesengajaan yang dilakukan dengan cambuk atau tongkat.” Seratus ekor unta: empat puluh di antaranya sedang mengandung bayi di dalam perutnya.” Diriwayatkan oleh Al-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Al-Darimi, dan diriwayatkan oleh Abu Dawud atas wewenang dia, Ibnu Majah, dan Ibnu Umar. Dalam “Sharh al-Sunnah” susunan kata “Al-Masabih” dari Ibnu Umar
40
Misykatul Mashabih # 16/3492
Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm (RA)
وَعَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَتَبَ إِلَى أَهْلِ الْيَمَنِ وَكَانَ فِي كِتَابِهِ: «أَنَّ مَنِ اعْتَبَطَ مُؤْمِنًا قَتْلًا فَإِنَّهُ قَوَدُ يَدِهِ إِلَّا أَنْ يَرْضَى أَوْلِيَاءُ الْمَقْتُولِ» وَفِيهِ: «أَنَّ الرَّجُلَ يُقْتَلُ بِالْمَرْأَةِ» وَفِيهِ: «فِي النَّفْسِ الدِّيَةُ مِائَةٌ مِنَ الْإِبِلِ وَعَلَى أَهْلِ الذَّهَبِ أَلْفُ دِينَارٍ وَفِي الْأَنْفِ إِذَا أُوعِبَ جَدْعُهُ الدِّيَةُ مِائَةٌ مِنَ الْإِبِلِ وَفِي الْأَسْنَانِ الدِّيَةُ وَفِي الشفتين الدِّيَة وَفِي البيضين الدِّيةُ وَفِي الذَّكرِ الدِّيةُ وَفِي الصُّلبِ الدِّيَةُ وَفِي الْعَيْنَيْنِ الدِّيَةُ وَفِي الرِّجْلِ الْوَاحِدَةِ نِصْفُ الدِّيَةِ وَفِي الْمَأْمُومَةِ ثُلُثُ الدِّيَةِ وَفِي الجائفَةِ ثلث الدِّيَة وَفِي المنقلة خمس عشر مِنَ الْإِبِلِ وَفِي كُلِّ أُصْبُعٍ مِنْ أَصَابِعِ الْيَدِ وَالرِّجْلِ عَشْرٌ مِنَ الْإِبِلِ وَفِي السِّنِّ خَمْسٌ مِنَ الْإِبِلِ» . رَوَاهُ النَّسَائِيُّ وَالدَّارِمِيُّ وَفِي رِوَايَةِ مَالِكٍ: «وَفِي الْعَيْنِ خَمْسُونَ وَفِي الْيَدِ خَمْسُونَ وَفِي الرِّجْلِ خَمْسُونَ وَفِي الْمُوضِحَةِ خَمْسٌ»
Atas wewenang Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm, atas wewenang ayahnya, atas wewenang kakeknya, bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, menulis kepada rakyat Yaman. Dan ada dalam kitabnya: “Barangsiapa menyerang seorang mukmin dengan membunuhnya, maka dia akan dipotong tangannya kecuali para penjaga orang yang dibunuh itu merasa puas.” Dan di dalamnya: “Laki-laki Dia akan dibunuh seperti perempuan” dan di dalamnya termasuk: “Uang darah untuk seseorang adalah seratus ekor unta, dan untuk orang-orang emas seribu dinar, dan uang darah untuk hidung, bila untanya dibayar.” Seratus ekor unta, uang darah untuk gigi, uang darah untuk bibir, uang darah untuk dua butir telur, uang darah untuk penis, uang darah untuk bagian belakang tubuh, dan uang darah untuk dua mata, separuh uang darah untuk satu kaki, sepertiga uang darah untuk budak perempuan, sepertiga uang darah untuk bangkai, lima belas ekor unta untuk satu mancala, dan masing-masing jari. Dari jari-jari tangan dan jari kaki terdapat sepuluh ekor unta, dan lima ekor unta dalam gigi. Diriwayatkan oleh Al-Nasa’i dan Al-Darimi Dan dalam riwayat Malik: “Dan di mata ada lima puluh, di tangan lima puluh, di kaki ada lima puluh, dan di penjernih ada lima.”
41
Misykatul Mashabih # 16/3493
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَوَاضِحِ خَمْسًا خَمْسًا مِنَ الْإِبِلِ وَفِي الْأَسْنَانِ خَمْسًا خَمْسًا مِنَ الْإِبِلِ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَالدَّارِمِيُّ وَرَوَى التِّرْمِذِيُّ وابنُ مَاجَه الْفَصْل الأول
Atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang ayahnya, atas wewenang kakeknya, ia berkata: Rasulullah SAW, menghabiskan lima ekor unta di toilet, dan di Giginya lima kali lipat gigi unta. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Al-Nasa’i dan Al-Darimi, dan Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah meriwayatkan bab pertama.
42
Misykatul Mashabih # 16/3495
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسلم: «الأصابعُ سواءٌ والأسنانُ سواءٌ الثَنِيَّةُ وَالضِّرْسُ سَوَاءٌ هَذِهِ وَهَذِهِ سَوَاءٌ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Atas wewenangnya beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jari-jarinya sama, giginya sama, geraham dan gerahamnya sama, yang ini dan yang itu sama.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
43
Misykatul Mashabih # 16/3496
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: خَطَبَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الفتحِ ثمَّ قَالَ: «أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّهُ لَا حِلْفَ فِي الْإِسْلَامِ وَمَا كَانَ مِنْ حِلْفٍ فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَإِنَّ الْإِسْلَامَ لَا يَزِيدُهُ إِلَّا شِدَّةً الْمُؤْمِنُونَ يَدٌ عَلَى مَنْ سِوَاهُمْ يُجِيرُ عَلَيْهِمْ أَدْنَاهُمْ وَيَرُدُّ عليهِم أقْصاهم يَردُّ سراياهم على قعيدتِهم لَا يُقْتَلُ مُؤْمِنٌ بِكَافِرٍ دِيَةُ الْكَافِرِ نِصْفُ دِيَةِ الْمُسْلِمِ لَا جَلَبَ وَلَا جَنَبَ وَلَا تُؤْخَذُ صَدَقَاتُهُمْ إِلَّا فِي دُورِهِمْ» . وَفِي رِوَايَةٍ قَالَ: «دِيَةُ الْمُعَاهِدِ نِصْفُ دِيَةِ الْحُرِّ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya, dia berkata: Rasulullah SAW, menyampaikan pidato pada tahun penaklukan, lalu beliau bersabda: “Wahai manusia, tidak ada sumpah serapah.” Dalam Islam, dan apapun sumpah yang ada pada masa pra-Islam, Islam tidak menambahnya kecuali dengan mengeraskan tangan orang-orang beriman terhadap orang lain. Dia akan membalas terhadap yang paling rendah di antara mereka dan mengusir yang paling jauh dari mereka. Dia akan mengembalikan pasukan mereka ke markas mereka. Seorang mukmin tidak dibunuh oleh orang kafir. Uang darah untuk orang kafir adalah setengah dari uang darah untuk seorang Muslim, bukan untuk penistaan, atau untuk genosida, atau untuk genosida. “Sedekah mereka hanya diambil di rumah mereka.” Dalam sebuah narasi, dia berkata: “Uang darah bagi orang yang memiliki perjanjian adalah setengah dari uang darah bagi orang merdeka.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
44
Misykatul Mashabih # 16/3497
وَعَنْ خِشْفِ بْنِ مَالِكٍ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي دِيَةِ الْخَطَأِ عِشْرِينَ بِنْتَ مَخَاضٍ وَعِشْرِينَ ابْنَ مَخَاضٍ ذُكُورٍ وَعِشْرِينَ بِنْتَ لَبُونٍ وَعِشْرِينَ جَذَعَةً وَعِشْرِينَ حِقَّةً ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَالصَّحِيحُ أَنَّهُ مَوْقُوفٌ عَلَى ابْنِ مَسْعُودٍ وَخِشْفٌ مَجْهُولٌ لَا يُعْرَفُ إِلَّا بِهَذَا الْحَدِيثِ وَرُوِيَ فِي شَرْحِ السُّنَّةِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدَى قَتِيلَ خَيْبَرَ بِمِائَةٍ مِنْ إِبِلِ الصَّدَقَةِ وَلَيْسَ فِي أَسْنَانِ إِبِلِ الصَّدَقَةِ ابْنُ مَخَاضٍ إِنَّمَا فِيهَا ابْنُ لبون
Atas wewenang Khashf bin Malik, atas wewenang Ibnu Masoud, dia berkata: Rasulullah SAW memutuskan uang darah atas kesalahan tersebut: dua puluh binti makhad dan dua puluh “Ibnu Makhad laki-laki, dua puluh Binti Labun, dua puluh Jadha’ah, dan dua puluh Haqqah.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Abu Dawud, Al-Nasa’i, dan Al-Sahih. Hal ini dikaitkan dengan Ibnu Masoud dan orang tak dikenal yang hanya diketahui dari hadits ini. Diriwayatkan dalam penjelasan Sunnah bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan Dia dibunuh di Khaybar dengan seratus ekor unta sedekah, dan gigi unta sedekah itu tidak dimiliki Ibnu Makhad, melainkan ada Ibnu Labun.
45
Misykatul Mashabih # 16/3498
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: كَانَتْ قِيمَةُ الدِّيَةِ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَمَانِمِائَةِ دِينَارٍ أَوْ ثَمَانِيَةَ آلَافِ دِرْهَمٍ وَدِيَةُ أَهْلِ الْكِتَابِ يَوْمَئِذٍ النِّصْفُ مِنْ دِيَةِ الْمُسْلِمِينَ قَالَ: فَكَانَ كَذَلِكَ حَتَّى اسْتُخْلِفَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ عَلَى أَهْلِ الذَّهَبِ أَلْفَ دِينَارٍ وَعَلَى أَهْلِ الْوَرِقِ اثْنَيْ عَشَرَ أَلْفًا وَعَلَى أَهْلِ الْبَقَرِ مِائَتَيْ بَقَرَةٍ وَعَلَى أَهْلِ الشَّاءِ أَلْفَيْ شَاةٍ وَعَلَى أَهْلِ الْحُلَلِ مِائَتَيْ حُلَّةٍ قَالَ: وَتَرَكَ دِيَةَ أَهْلِ الذِّمَّةِ لَمْ يَرْفَعْهَا فِيمَا رَفَعَ من الدِّيَة. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang ayahnya, atas wewenang kakeknya, dia berkata: Nilai uang darah pada masa Rasulullah SAW adalah delapan ratus dinar. Atau delapan ribu dirham, uang darah Ahli Kitab pada waktu itu, setengah dari uang darah kaum muslimin. Dia berkata: Dan hal itu terjadi sampai Umar ditunjuk sebagai penggantinya. Semoga Tuhan berkenan padanya. Hutangnya seribu dinar bagi orang yang mempunyai emas, uang bagi orang yang mempunyai kertas dua belas ribu, uang bagi orang yang mempunyai sapi adalah dua ratus ekor sapi, dan uang bagi orang yang mempunyai domba adalah dua ribu ekor domba, dan dua ratus jubah untuk orang yang berkeluarga. Beliau menjawab: Dan beliau mewariskan uang darah tersebut kepada orang-orang kafir, namun beliau tidak mengumpulkannya untuk apa yang beliau kumpulkan dari uang darah tersebut. Diriwayatkan oleh Abu Daud
46
Misykatul Mashabih # 16/3499
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ جَعَلَ الدِّيَةَ اثْنَيْ عَشَرَ أَلْفًا. رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَالدَّارِمِيُّ
Atas wewenang Ibnu Abbas, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bahwa dia menetapkan uang darah sebesar dua belas ribu. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Abu Dawud, Al-Nasa’i dan Al-Darimi
47
Misykatul Mashabih # 16/3500
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَوِّمُ دِيَةَ الْخَطَأِ عَلَى أَهْلِ الْقُرَى أَرْبَعَمِائَةِ دِينَارٍ أَوْ عِدْلَهَا مِنَ الْوَرِقِ وَيُقَوِّمُهَا عَلَى أَثْمَانِ الْإِبِلِ فَإِذَا غَلَتْ رَفَعَ فِي قيمتِها وإِذا هاجَتْ رُخصٌ نَقَصَ مِنْ قِيمَتِهَا وَبَلَغَتْ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا بَيْنَ أَرْبَعِمِائَةِ دِينَارٍ إِلَى ثَمَانِمِائَةِ دِينَارٍ وَعِدْلُهَا مِنَ الْوَرِقِ ثَمَانِيَةُ آلَافِ دِرْهَمٍ قَالَ: وَقَضَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَهْلِ الْبَقَرِ مِائَتَيْ بَقَرَةٍ وَعَلَى أَهْلِ الشَّاءِ أَلْفَيْ شَاةٍ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْعَقْلَ مِيرَاثٌ بَيْنَ وَرَثَةِ الْقَتِيلِ» وَقَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ عَقْلَ الْمَرْأَةِ بَيْنَ عَصَبَتِهَا وَلَا يَرِثُ القاتلُ شَيْئا. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ
Atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang ayahnya, atas wewenang kakeknya, dia berkata: Rasulullah SAW, biasa membayar uang darah atas kezaliman kepada penduduk desa. Empat ratus dinar, atau jumlah kertas yang setara, dan dia menilainya dengan harga unta. Jika bertambah maka nilainya bertambah, dan jika ada diskon maka nilainya berkurang. Nilainya pada masa Rasulullah SAW berjumlah antara empat ratus dinar hingga delapan ratus dinar, dan nilainya terbuat dari kertas. Delapan ribu dirham. Dia berkata: Dan Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengadili dua ratus ekor sapi dan orang-orang dari sapi tersebut. Dombanya adalah dua ribu ekor domba, dan Rasulullah SAW bersabda: “Pikiran adalah warisan antara ahli waris orang yang terbunuh.” Dan Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, memutuskan. Pikiran seorang wanita ada di keluarganya, dan si pembunuh tidak mendapat warisan apa pun. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Nasa’i
48
Misykatul Mashabih # 16/3501
وَعَنْهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «عَقْلُ شِبْهِ الْعَمْدِ مُغَلَّظٌ مِثْلُ عَقْلِ الْعَمْدِ وَلَا يُقْتَلُ صاحبُه» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dan atas wewenangnya, atas wewenang ayahnya, atas wewenang kakeknya, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Pikiran orang yang setengah-sengaja sama tebalnya dengan pikiran orang yang disengaja, dan pemiliknya tidak dapat dibunuh.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
49
Misykatul Mashabih # 16/3502
وَعَنْهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعَيْنِ الْقَائِمَةِ السَّادَّةِ لِمَكَانِهَا بِثُلْثِ الدِّيَةِ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد وَالنَّسَائِيّ
وَعَنْهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعَيْنِ الْقَائِمَةِ السَّادَّةِ لِمَكَانِهَا بِثُلْثِ الدِّيَةِ. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Al-Nasa’i
50
Misykatul Mashabih # 16/3503
وَعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الجَنينِ بغُرَّةٍ: عَبْدٍ أَوْ أَمَةٍ أَوْ فَرَسٍ أَوْ بَغْلٍ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَقَالَ: رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ وَخَالِدٌ الْوَاسِطِيُّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو وَلَمْ يَذْكُرْ: أَوْ فَرَسٍ أَوْ بغل
Dari Muhammad bin Amr, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW, memutuskan dalam kandungan secara mengejutkan: budak laki-laki atau perempuan. Atau seekor kuda atau bagal. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dia berkata: Hadits ini diriwayatkan oleh Hammad bin Salamah dan Khaled Al-Wasiti berdasarkan riwayat Muhammad bin Amr, dan mereka tidak menyebutkan: atau seekor kuda atau seekor bagal.