Bab 12
Kembali ke Bab
01
Misykatul Mashabih # 12/3041
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَنَا أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ فَمَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ وَلَمْ يَتْرُكْ وَفَاءً فَعَلَيَّ قَضَاؤُهُ. وَمَنْ تَرَكَ مَالًا فَلِوَرَثَتِهِ» . وَفِي رِوَايَة: «من ترك دينا أَو ضيَاعًا فَلْيَأْتِنِي فَأَنَا مَوْلَاهُ» . وَفِي رِوَايَةٍ: «مَنْ تَرَكَ مَالًا فَلِوَرَثَتِهِ وَمَنْ تَرَكَ كَلًّا فَإِلَيْنَا»
Atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Nabi, sallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Aku mempunyai hak yang lebih besar terhadap orang-orang yang beriman dari pada mereka sendiri. Maka barangsiapa meninggal dunia karena hutang dan tidak meninggalkan pelunasan... Maka aku harus mengqadhanya. Dan siapa yang meninggalkan harta, maka itu menjadi miliknya ahli warisnya." Dan dalam riwayatnya: “Barangsiapa meninggalkan hutang atau kerugian, hendaklah dia datang kepadaku, karena akulah tuannya.” Dan dalam sebuah narasi:
02
Misykatul Mashabih # 12/3042
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلْحِقُوا الْفَرَائِضَ بِأَهْلِهَا فَمَا بَقِيَ فَهُوَ لِأَوْلَى رَجُلٍ ذكر»
Dari Ibnu Abbas ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Serahkan kewajiban kepada orang yang berhak, dan sisanya menjadi tanggungan laki-laki yang paling berhak.”
03
Misykatul Mashabih # 12/3043
وَعَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَرِثُ الْمُسْلِمُ الْكَافِرَ وَلَا الْكَافِرُ الْمُسْلِمَ»
Dari Osama bin Zaid beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Seorang muslim tidak mewarisi dari orang kafir dan tidak pula orang kafir mendapat warisan dari orang muslim.”
04
Misykatul Mashabih # 12/3044
وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَوْلَى الْقَوْمِ مِنْ أَنْفُسِهِمْ» . رَوَاهُ البُخَارِيّ
Atas wewenang Anas radhiyallahu 'anhu, atas wewenang Nabi SAW, beliau bersabda: "Dialah yang menguasai umat dari dirinya sendiri." Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
05
Misykatul Mashabih # 12/3045
وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ابْنُ أُخْتِ الْقَوْمِ مِنْهُم».
Atas wewenangnya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Keponakan salah satu umat.”
06
Misykatul Mashabih # 12/3047
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَتَوَارَثُ أَهْلُ مِلَّتَيْنِ شَتَّى» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَابْن مَاجَه
وَرَوَاهُ التِّرْمِذِيّ عَن جَابر
وَرَوَاهُ التِّرْمِذِيّ عَن جَابر
Dari hadis Abdullah bin Amr beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Orang-orang dari dua aliran yang berbeda tidak mewarisi harta warisan.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah
Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dari Jabir
07
Misykatul Mashabih # 12/3048
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْقَاتِلُ لَا يَرِثُ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَابْن مَاجَه
Dari Abu Hurairah beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Pembunuh tidak mendapat warisan.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah
08
Misykatul Mashabih # 12/3049
وَعَنْ بُرَيْدَةَ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَعَلَ لِلْجَدَّةِ السُّدُسَ إِذَا لَمْ تَكُنْ دونهَا أم. رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari Riwayat Buraidah: Nabi Muhammad SAW menganugerahkan kepada neneknya seperenam jika tidak ada ibu selain dia. Diriwayatkan oleh Abu Dawood
09
Misykatul Mashabih # 12/3050
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا اسْتَهَلَّ الصَّبِيُّ صُلِّيَ عَلَيْهِ وَورث» . رَوَاهُ ابْن مَاجَه والدارمي
Dari hadis Jabir beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Jika ada anak laki-laki yang memulai, hendaknya didoakan salat jenazah untuknya dan ahli warisnya.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Al-Darimi
10
Misykatul Mashabih # 12/3051
وَعَنْ كَثِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَوْلَى الْقَوْمِ مِنْهُمْ وَحَلِيفُ الْقَوْمِ مِنْهُمْ وَابْنُ أُخْتِ الْقَوْمِ مِنْهُمْ» . رَوَاهُ الدَّارمِيّ
Atas wewenang Katsir bin Abdullah, atas wewenang ayahnya, dan atas wewenang kakeknya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Pemimpin umat di antara mereka dan sekutu umat.” Salah satu dari mereka dan keponakan dari salah satu dari mereka.” Diriwayatkan oleh Al-Darimi
11
Misykatul Mashabih # 12/3052
وَعَن الْمِقْدَام قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَنَا أَوْلَى بِكُلِّ مُؤْمِنٍ مِنْ نَفْسِهِ فَمَنْ تَرَكَ دَيْنًا أَوْ ضَيْعَةً فَإِلَيْنَا وَمَنْ تَرَكَ مَالًا فَلِوَرَثَتِهِ وَأَنَا مَوْلَى مَنْ لَا مَوْلَى لَهُ أَرِثُ مَالَهُ وَأَفُكُّ عَانَهُ وَالْخَالُ وَارِثُ مَنْ لَا وَارِثَ لَهُ يَرِثُ مَالَهُ وَيَفُكُّ عَانَهُ» . وَفِي رِوَايَةٍ: «وَأَنَا وَارِثُ مَنْ لَا وَارِثَ لَهُ أَعْقِلُ عَنْهُ وَأَرِثُهُ وَالْخَالُ وَارِثُ مَنْ لَا وَارِثَ لَهُ يَعْقِلُ عَنْهُ ويرثه» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Dari hadis Al-Miqdam beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Aku lebih berhak atas setiap mukmin dari pada dirinya sendiri. Maka barangsiapa yang meninggalkan hutang atau harta, maka datanglah kepada kami.” Dan siapa yang meninggalkan harta, maka itulah ahli warisnya, dan aku adalah wali dari seseorang yang tidak mempunyai wali. Aku mewarisi hartanya dan menebusnya, dan paman dari pihak ibu adalah ahli warisnya. Siapa yang tidak mempunyai ahli waris, dialah yang mewarisi. kekayaannya dan menebus bebannya.” Dan dalam riwayatnya: “Saya adalah ahli waris dari orang yang tidak mempunyai ahli waris. Aku mewarisi darinya dan mewarisi darinya, dan paman dari pihak ibu adalah ahli waris dari orang yang tidak mempunyai ahli waris. Dia mewarisi darinya dan mewarisi darinya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
12
Misykatul Mashabih # 12/3053
وَعَن وائلة بْنِ الْأَسْقَعِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَحُوزُ الْمَرْأَةُ ثَلَاثَ مَوَارِيثَ عَتِيقَهَا وَلَقِيطَهَا وَوَلَدَهَا الَّذِي لَاعَنَتْ عَنْهُ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ وَأَبُو دَاوُد وَابْن مَاجَه
Dari hadis Wa’ila bin Al-Asqa’ beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Seorang wanita mempunyai tiga harta warisan: laki-laki yang merdeka, anak yang terlantar, dan anak yang dilaknatnya.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah)
13
Misykatul Mashabih # 12/3054
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَيُّمَا رَجُلٍ عَاهَرَ بِحُرَّةٍ أَوْ أَمَةٍ فَالْوَلَد ولد زنى لَا يَرث وَلَا يُورث» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari Amr bin Shuaib, dari ayahnya, dari kakeknya: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa yang berzina dengan perempuan merdeka atau budak perempuan, maka anak itu adalah anak hasil zina, bukan Dia yang mewarisi atau yang tidak mewaris.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
14
Misykatul Mashabih # 12/3055
وَعَنْ عَائِشَةَ: أَنَّ مَوْلًى لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاتَ وَتَرَكَ شَيْئًا وَلَمْ يَدَعْ حَمِيمًا وَلَا وَلَدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَعْطُوا مِيرَاثَهُ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ قَرْيَتِهِ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ
Berdasarkan riwayat Aisyah: Seorang hamba Rasulullah SAW, wafat dan tidak meninggalkan apa pun, namun ia tidak meninggalkan pasangan intim atau seorang anak. Rasulullah SAW bersabda: Beliau bersabda: “Berikan warisannya kepada seorang laki-laki dari desanya.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood dan Al-Tirmidzi
15
Misykatul Mashabih # 12/3056
وَعَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ: مَاتَ رَجُلٌ مِنْ خُزَاعَةَ فَأُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِيرَاثِهِ فَقَالَ: «الْتَمِسُوا لَهُ وَارِثًا أَوْ ذَا رَحِمٍ» فَلَمْ يَجِدُوا لَهُ وَارِثًا وَلَا ذَا رَحِمٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أعْطوا الْكُبْرَ مِنْ خُزَاعَةَ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَفِي رِوَايَةٍ لَهُ: قَالَ: «انْظُرُوا أَكْبَرَ رَجُلٍ مِنْ خُزَاعَة»
Berdasarkan riwayat Buraydah, dia berkata: Seorang laki-laki dari Khuza'a meninggal dunia, dan warisannya dibawa kepada Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan dia berkata: “Carilah dia ahli waris atau kerabat.” Dia tidak melakukannya. Mereka mencarikannya seorang ahli waris dan tidak ada sanak saudara. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Berikanlah sesepuh Khuza’ah.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood Dalam riwayatnya: Dia berkata: “Lihatlah seseorang yang lebih tua dari Khuza’ah.”
16
Misykatul Mashabih # 12/3057
وَعَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: إِنَّكُمْ تقرؤون هَذِهِ الْآيَةَ: (مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوصُونَ بِهَا أَو دين)
وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى بِالدّينِ قبل الْوَصِيَّةِ وَأَنَّ أَعْيَانَ بَنِي الْأُمِّ يَتَوَارَثُونَ دُونَ بَنِي الْعَلَّاتِ الرَّجُلُ يَرِثُ أَخَاهُ لِأَبِيهِ وَأُمِّهِ دُونَ أَخِيهِ لِأَبِيهِ ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَفِي رِوَايَةِ الدَّارِمِيِّ: قَالَ: «الْإِخْوَةُ مِنَ الْأُمِّ يَتَوَارَثُونَ دُونَ بَنِي الْعَلَّاتِ. . .» إِلَى آخِره
وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى بِالدّينِ قبل الْوَصِيَّةِ وَأَنَّ أَعْيَانَ بَنِي الْأُمِّ يَتَوَارَثُونَ دُونَ بَنِي الْعَلَّاتِ الرَّجُلُ يَرِثُ أَخَاهُ لِأَبِيهِ وَأُمِّهِ دُونَ أَخِيهِ لِأَبِيهِ ". رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَفِي رِوَايَةِ الدَّارِمِيِّ: قَالَ: «الْإِخْوَةُ مِنَ الْأُمِّ يَتَوَارَثُونَ دُونَ بَنِي الْعَلَّاتِ. . .» إِلَى آخِره
Daripada saudara laki-lakinya kepada ayahnya.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan dalam riwayat Al-Darimi: Beliau berkata: “Saudara laki-laki dari pihak ibu mewarisi harta warisan tanpa adanya keturunan dari marga-marga. . dll.
17
Misykatul Mashabih # 12/3058
وَعَنْ جَابِرٍ قَالَ: جَاءَتِ امْرَأَةُ سَعْدِ بْنِ الرَّبِيعِ بِابْنَتَيْهَا مِنْ سَعْدِ بْنِ الرَّبِيعِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ هَاتَانِ ابْنَتَا سَعْدِ بْنِ الرَّبِيعِ قُتِلَ أَبُوهُمَا مَعَكَ يَوْمَ أُحُدٍ شَهِيدًا وَإِنَّ عَمَّهُمَا أَخَذَ مَالَهُمَا وَلَمْ يَدَعْ لَهُمَا مَالًا وَلَا تُنْكَحَانِ إِلَّا وَلَهُمَا مَالٌ قَالَ: «يَقْضِي اللَّهُ فِي ذَلِكَ» فَنَزَلَتْ آيَةُ الْمِيرَاثِ فَبَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى عَمِّهِمَا فَقَالَ: «أَعْطِ لِابْنَتَيْ سَعْدٍ الثُّلُثَيْنِ وَأَعْطِ أُمَّهُمَا الثُّمُنَ وَمَا بَقِيَ فَهُوَ لَكَ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غريبٌ
Dari hadis Jabir, beliau berkata: Istri Saad bin Al-Rabi' membawa kedua putrinya dari Saad bin Al-Rabi' kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan berkata: Ya Rasulullah, ini adalah putri-putri Saad bin al-Rabi'. Ayah mereka terbunuh bersamamu sebagai syahid pada hari Uhud, dan paman mereka mengambil uang mereka dan tidak pergi. Mereka mempunyai kekayaan, dan mereka tidak boleh menikah kecuali mereka mempunyai kekayaan. Dia berkata: “Tuhan akan memutuskan tentang itu.” Kemudian diturunkanlah ayat tentang warisan, maka Rasulullah SAW diutus kepada paman mereka bersabda: “Berikanlah dua pertiga kepada putri-putri Sa’d dan berikan ibu mereka seperdelapan, dan sisanya adalah milikmu.” Diriwayatkan oleh Ahmed Al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah, dan Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits hasan gharieb.
18
Misykatul Mashabih # 12/3059
وَعَنْ هُزَيْلِ بْنِ شُرَحْبِيلَ قَالَ: سُئِلَ أَبُو مُوسَى عَنِ ابْنَةٍ وَبِنْتِ ابْنٍ وَأُخْتٍ فَقَالَ: للْبِنْت النّصْف وَللْأُخْت النّصْف وائت ابْنَ مَسْعُودٍ فَسَيُتَابِعُنِي فَسُئِلَ ابْنُ مَسْعُودٍ وَأُخْبِرَ بقول أبي مُوسَى فَقَالَ: لقد ضللت إِذن وَمَا أَنَا مِنَ الْمُهْتَدِينَ أَقْضِي فِيهَا بِمَا قَضَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لِلْبِنْتِ النِّصْفُ وَلِابْنَةِ الِابْنِ السُّدُسُ تَكْمِلَةَ الثُّلُثَيْنِ وَمَا بَقِيَ فَلِلْأُخْتِ» فَأَتَيْنَا أَبَا مُوسَى فَأَخْبَرْنَاهُ بِقَوْلِ ابْنِ مَسْعُودٍ فَقَالَ: لَا تَسْأَلُونِي مَا دَامَ هَذَا الحبر فِيكُم. رَوَاهُ البُخَارِيّ
Semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian: “Anak perempuan mendapat setengahnya, dan anak perempuan laki-laki mendapat seperenam untuk menyelesaikan dua pertiganya, dan sisanya diberikan kepada saudara perempuannya.” Jadi kami menemui Abu Musa dan memberitahunya. Menurut Ibnu Masoud, dia berkata: Jangan tanya padaku selama ulama ini ada di antara kamu. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari
19
Misykatul Mashabih # 12/3060
وَعَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِن ابْنِي مَاتَ فَمَا لِي مِنْ مِيرَاثِهِ؟ قَالَ: «لَكَ السُّدُسُ» فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ قَالَ: «لَكَ سُدُسٌ آخَرُ» فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ قَالَ: «إِنَّ السُّدُسَ الْآخَرَ طُعْمَةٌ» . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Dari Imam Imran bin Husain beliau berkata: Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah SAW, dan berkata: Jika anakku meninggal, apa warisannya yang bisa kumiliki? Dia berkata: “Kamu mempunyai seperenam.” Ketika dia selesai, dia meneleponnya. Dia berkata: “Kamu punya yang keenam lagi.” Ketika dia pergi, dia memanggilnya, dia berkata: “Yang keenam adalah sepotong makanan.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan Al-Tirmidzi Abu Dawud dan Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits yang hasan dan shahih.
20
Misykatul Mashabih # 12/3061
وَعَنْ قَبِيصَةَ بْنِ ذُؤَيْبٍ قَالَ: جَاءَتِ الْجَدَّةُ إِلَى أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تَسْأَلُهُ مِيرَاثَهَا فَقَالَ لَهَا: مَا لَكِ فِي كِتَابِ اللَّهِ شَيْءٌ وَمَا لَكِ فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْءٌ فَارْجِعِي حَتَّى أَسْأَلَ النَّاسَ فَسَأَلَ فَقَالَ الْمُغِيرَةُ بْنُ شُعْبَةَ: حَضَرْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطَاهَا السُّدُسَ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ الله عَنهُ هَل مَعَك غَيره؟ فَقَالَ مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ مِثْلَ مَا قَالَ الْمُغيرَة فأنفذه لَهَا أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ثُمَّ جَاءَتِ الْجدّة الْأُخْرَى إِلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تَسْأَلُهُ مِيرَاثَهَا فَقَالَ: هُوَ ذَلِك السُّدس فَإِن اجْتمعَا فَهُوَ بَيْنَكُمَا وَأَيَّتُكُمَا خَلَتْ بِهِ فَهُوَ لَهَا. رَوَاهُ مَالِكٌ وَأَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَالدَّارِمِيُّ وَابْن مَاجَه
Saya hadir bersama Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan dia memberinya yang keenam. Abu Bakar radhiyallahu 'anhu berkata: Apakah kamu punya orang lain? Kemudian Muhammad bin Maslamah mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan Al-Mughirah, dan Abu Bakar radhiyallahu 'anhu melakukan itu untuknya. Kemudian nenek yang lain datang menemui Omar, semoga Allah meridhoinya. Dia bertanya kepadanya tentang warisannya, dan dia berkata: Itu yang keenam, jadi jika mereka berkumpul, itu di antara kamu, dan siapa di antara kamu yang sendirian dengannya, itu miliknya. Diriwayatkan oleh Malik, Ahmad, Al-Tirmidzi, Abu Dawud, Al-Darimi, dan Ibnu Majah
21
Misykatul Mashabih # 12/3062
وَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ فِي الْجَدَّةِ مَعَ ابْنِهَا: أَنَّهَا أَوَّلُ جَدَّةٍ أَطْعَمَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُدُسًا مَعَ ابْنِهَا وَابْنُهَا حَيٌّ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَالدَّارِمِيُّ وَالتِّرْمِذِيُّ ضَعَّفَهُ
Berdasarkan riwayat Ibnu Masoud, dia berkata tentang nenek dengan putranya: Dia adalah nenek pertama yang Rasulullah SAW memberi makan seperenam makanan bersama putranya. Dan putranya masih hidup. Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Al-Darimi, dan Al-Tirmidzi menyatakannya lemah.
22
Misykatul Mashabih # 12/3063
وَعَنِ الضَّحَّاكِ بْنِ سُفْيَانَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَتَبَ إِلَيْهِ: «أَنْ ورث امْرَأَة أَشْيَم الضبابِي مِنْ دِيَةِ زَوْجِهَا» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيح
Dari riwayat Al-Dahhak bin Sufyan: Rasulullah SAW menulis kepadanya: “Istri Ashim Al-Dhabi mewarisi uang darah suaminya.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan Abu Dawud, dan Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits yang hasan dan shahih.
23
Misykatul Mashabih # 12/3064
وَعَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ قَالَ: سَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا السُّنَةُ فِي الرَّجُلِ مِنْ أَهْلِ الشِّرْكِ يُسْلِمُ عَلَى يَدَيْ رَجُلٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ؟ فَقَالَ: «هُوَ أَوْلَى النَّاسِ بِمَحْيَاهُ وَمَمَاتِهِ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَالدَّارِمِيُّ
Dari hadis Tamim al-Dari, dia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian: Apa Sunnah tentang seorang pria dari kalangan musyrik yang menyapa seorang pria dari kalangan Muslim? Beliau bersabda: “Dialah orang yang paling berhak atas hidup dan matinya.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Darimi
24
Misykatul Mashabih # 12/3065
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: أَنَّ رَجُلًا مَاتَ وَلَمْ يَدَعْ وَارِثًا إِلَّا غُلَامًا كَانَ أَعْتَقَهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هَلْ لَهُ أَحَدٌ؟» قَالُوا: لَا إِلَّا غُلَامٌ لَهُ كَانَ أَعْتَقَهُ فَجَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِيرَاثَهُ لَهُ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَه
Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas: Seorang laki-laki meninggal dan tidak meninggalkan ahli waris kecuali seorang anak laki-laki yang telah dibebaskannya. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Apakah dia mempunyai seseorang?” Mereka berkata: Tidak, kecuali anak laki-lakinya yang telah dia bebaskan, dan Nabi Muhammad SAW, memberikan warisan kepadanya. Diriwayatkan oleh Abu Dawood dan Al-Tirmidzi Dan Ibnu Majah
25
Misykatul Mashabih # 12/3066
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يَرِثُ الْوَلَاءَ مَنْ يَرِثُ الْمَالَ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: هَذَا حَدِيثٌ إِسْنَادُهُ لَيْسَ بِالْقَوِيِّ
Atas wewenang Amr bin Shuaib, atas wewenang bapaknya, atas wewenang kakeknya, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Kesetiaan diwarisi dari siapa yang mewarisi harta.” Al-Tirmidzi meriwayatkannya dan berkata: Ini adalah hadits yang rantai penularannya tidak kuat.
26
Misykatul Mashabih # 12/3067
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا كَانَ مِنْ مِيرَاثٍ قُسِّمَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَهُوَ عَلَى قِسْمَةِ الْجَاهِلِيَّةِ وَمَا كَانَ مِنْ مِيرَاثٍ أَدْرَكَهُ الْإِسْلَامُ فَهُوَ عَلَى قِسْمَةِ الْإِسْلَامِ» . رَوَاهُ ابْن مَاجَه
Dari riwayat Abdullah bin Omar: Rasulullah SAW bersabda: “Warisan apa pun yang dibagikan pada zaman pra-Islam adalah sesuai dengan porsinya pada zaman pra-Islam.” Dan warisan apa pun yang diperoleh Islam, maka itu sesuai dengan bagian Islam.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah
27
Misykatul Mashabih # 12/3068
وَعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ حَزْمٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَاهُ كَثِيرًا يَقُولُ: كَانَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَقُولُ: عَجَبًا لِلْعَمَّةِ تُورَثُ وَلَا تَرث. رَوَاهُ مَالك
Dari riwayat Muhammad bin Abi Bakr bin Hazm bahwa beliau berkali-kali mendengar ayahnya berkata: Umar bin Al-Khattab pernah berkata: Sungguh aneh jika bibi dari pihak ayah mewarisi tetapi tidak mewarisi. Diriwayatkan oleh Malik
28
Misykatul Mashabih # 12/3069
وَعَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: تَعَلَّمُوا الْفَرَائِضَ وَزَادَ ابْنُ مَسْعُودٍ: وَالطَّلَاقَ وَالْحَجَّ قَالَا: فَإِنَّهُ من دينكُمْ. رَوَاهُ الدَّارمِيّ
Atas wewenang Omar radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Pelajari kewajiban agama, dan Ibnu Masoud menambahkan: Dan perceraian dan haji. Mereka berkata: Karena itu adalah bagian dari agamamu. Diriwayatkan oleh Al-Darimi
29
Misykatul Mashabih # 12/3070
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا حَقُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَهُ شَيْءٌ يُوصَى فِيهِ يَبِيتُ لَيْلَتَيْنِ إِلَّا وَوَصِيَّة مَكْتُوبَة عِنْده»
Dari riwayat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu, beliau bersabda: Rasulullah SAW bersabda: “Seorang muslim tidak berhak mendapat sesuatu yang diwariskan untuknya menginap selama dua malam.” “Kecuali ada surat wasiat yang ditulis bersamanya.”
30
Misykatul Mashabih # 12/3071
وَعَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَ: مَرِضْتُ عَامَ الْفَتْحِ مَرَضًا أَشْفَيْتُ عَلَى الْمَوْتِ فَأَتَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُنِي فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ: إِنَّ لِي مَالًا كَثِيرًا وَلَيْسَ يَرِثُنِي إِلَّا ابْنَتِي أَفَأُوصِي بِمَالِي كُلِّهِ؟ قَالَ: «لَا» قُلْتُ: فَثُلُثَيْ مَالِي؟ قَالَ: «لَا» قُلْتُ: فَالشَّطْرِ؟ قَالَ: «لَا» قُلْتُ: فَالثُّلُثِ؟ قَالَ: «الثُّلُثُ وَالثُّلُثُ كَثِيرٌ إِنَّكَ إِنْ تَذَرْ وَرَثَتَكَ أَغْنِيَاءَ خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَذَرَهُمْ عَالَةً يَتَكَفَّفُونَ النَّاسَ وَإِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ بِهَا حَتَّى اللُّقْمَةَ تَرْفَعُهَا إِلَى فِي امْرَأَتِكَ»
Dari hadis Saad bin Abi Waqqas, dia berkata: Aku jatuh sakit pada tahun penaklukan, dan aku sembuh total, maka Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, datang mengunjungiku, dan aku berkata: Ya Rasulullah: Aku punya banyak harta dan tidak ada yang menjadi ahli warisku kecuali putriku. Apakah saya harus mewariskan seluruh kekayaan saya? Dia berkata: “Tidak.” Saya berkata: Dua pertiga dari uang saya? Dia berkata: “Tidak.” Saya berkata: Jadi setengahnya? Dia berkata: “Tidak.” Saya berkata: Yang ketiga? Beliau bersabda: “Sepertiga, dan sepertiga itu banyak. Jika kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya, itu lebih baik dari pada kamu membiarkan mereka miskin, mengemis, dan kamu tidak menafkahkan.” Suatu pengeluaran yang kamu cari keridhaan Allah, kecuali kamu diberi pahala sampai sesuap yang kamu berikan kepada istrimu.
31
Misykatul Mashabih # 12/3072
عَن سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَ: عَادَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مَرِيضٌ فَقَالَ: «أَوْصَيْتَ؟» قُلْتُ: نَعَمْ قَالَ: «بِكَمْ؟» قُلْتُ: بِمَالِي كُلِّهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ. قَالَ: «فَمَا تَرَكْتَ لِوَلَدِكَ؟» قُلْتُ: هُمْ أَغْنِيَاءُ بِخَيْرٍ. فَقَالَ: «أوص بالعشر» فَمَا زَالَت أُنَاقِصُهُ حَتَّى قَالَ: «أَوْصِ بِالثُّلُثِ وَالثُّلُثُ كَثِيرٌ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ
Dari Saad bin Abi Waqqas, dia berkata: Rasulullah SAW, menjengukku ketika aku sakit dan berkata: “Apakah kamu sudah memberikan wasiat?” Saya berkata: Ya. Dia berkata: “Berapa harganya?” Aku berkata: Dengan seluruh uangku demi Allah. Dia berkata: “Apa yang kamu tinggalkan untuk anakmu?” Saya berkata: Mereka kaya dan berkecukupan. Beliau berkata: “Saya mewariskan zakat fitrah tersebut,” dan saya terus melewatkannya hingga… Beliau bersabda: “Saya mewariskan sepertiga, dan sepertiga itu banyak.” Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
32
Misykatul Mashabih # 12/3074
وَيُرْوَى عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا وَصِيَّةَ لِوَارِثٍ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ الْوَرَثَةُ» مُنْقَطِعٌ هَذَا لَفْظُ الْمَصَابِيحِ. وَفِي رِوَايَةِ الدَّارَقُطْنِيِّ: قَالَ: «لَا تَجُوزُ وَصِيَّةٌ لِوَارِثٍ إِلَّا أَنْ يَشَاء الْوَرَثَة»
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu keduanya, dari Nabi Muhammad SAW yang bersabda: “Tidak ada wasiat bagi seorang ahli waris kecuali ahli warisnya menghendakinya.” Ini adalah kata untuk lampu. Dan dalam riwayat Al-Daraqutni: Beliau bersabda: “Tidak boleh membuat wasiat kepada seorang ahli waris kecuali ahli waris menghendakinya.”
33
Misykatul Mashabih # 12/3075
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ وَالْمَرْأَةَ بِطَاعَةِ اللَّهِ سِتِّينَ سَنَةً ثُمَّ يَحْضُرُهُمَا الْمَوْتُ فَيُضَارَّانِ فِي الْوَصِيَّةِ فَتَجِبُ لَهُمَا النَّارُ» ثُمَّ قَرَأَ أَبُو هُرَيْرَةَ (مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَى بِهَا أَوْ دَيْنٍ غير مضار)
إِلَى قَوْله (وَذَلِكَ الْفَوْز الْعَظِيم)
رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ
إِلَى قَوْله (وَذَلِكَ الْفَوْز الْعَظِيم)
رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَأَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ
Atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Laki-laki dan perempuan boleh bekerja dalam ketaatan kepada Allah selama enam puluh tahun, kemudian kematian akan datang kepada mereka, dan mereka akan dirugikan dalam warisan tersebut, sehingga api menjadi wajib bagi mereka.” Kemudian Abu Hurairah membaca, “Setelah wasiat yang dibuat atau hutang selain Mudar) atas perkataannya (dan itulah kemenangan besar) yang diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah.
34
Misykatul Mashabih # 12/3076
عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ مَاتَ عَلَى وَصِيَّةٍ مَاتَ عَلَى سَبِيلٍ وَسُنَّةٍ وَمَاتَ عَلَى تُقًى وَشَهَادَةٍ وَمَاتَ مَغْفُورًا لَهُ» . رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ
Dari hadis Jabir beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa meninggal karena wasiat, maka matilah karena jalan dan Sunnah, dan mati karena ketakwaan dan kesaksian, maka matilah dia, maka dia akan diampuni.
35
Misykatul Mashabih # 12/3077
وَعَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ الْعَاصَ بْنَ وَائِلٍ أَوْصَى أَنْ يُعْتَقَ عَنْهُ مِائَةُ رَقَبَةٍ فَأَعْتَقَ ابْنُهُ هِشَامٌ خَمْسِينَ رَقَبَةً فَأَرَادَ ابْنُهُ عَمْرٌو أَنْ يُعْتِقَ عَنهُ الْخمسين الْبَاقِيَة فَقَالَ: حَتَّى أَسْأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبِي أَوْصَى أَنْ يُعْتَقَ عَنْهُ مِائَةُ رَقَبَةٍ وَإِنَّ هِشَامًا أَعْتَقَ عَنْهُ خَمْسِينَ وَبَقِيَتْ عَلَيْهِ خَمْسُونَ رَقَبَةً أَفَأَعْتِقُ عَنْهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّه لَو كَانَ مُسلما فأعتقتم عَنْهُ أَوْ تَصَدَّقْتَمْ عَنْهُ أَوْ حَجَجْتَمْ عَنْهُ بلغه ذَلِك» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد
Nabi Muhammad SAW bersabda: Ya Rasulullah, ayahku menghendaki seratus budak dibebaskan atas namanya, dan Hisyam membebaskan lima puluh budak atas namanya. Dan lima puluh budak tinggal bersamanya. Haruskah saya membebaskannya atas nama dia? Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya dia seorang Muslim dan kamu membebaskannya atas nama dia.” Atau kamu bersedekah atas namanya atau menunaikan haji atas namanya sampai dia mencapai titik itu.” Diriwayatkan oleh Abu Dawood
36
Misykatul Mashabih # 12/3079
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَطَعَ مِيرَاثَ وَارِثِهِ قَطَعَ اللَّهُ مِيرَاثَهُ مِنَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» . رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ
وَرَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ فِي شُعَبِ الْإِيمَانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَة رَضِي الله عَنهُ
وَرَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ فِي شُعَبِ الْإِيمَانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَة رَضِي الله عَنهُ
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang memotong harta warisan ahli warisnya, maka Allah akan memotong warisannya dari surga pada hari kiamat.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah
Diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi dalam Shu'ab Al-Iman atas wewenang Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
37
Misykatul Mashabih # 12/3046
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَتَوَارَثُ أَهْلُ مِلَّتَيْنِ شَتَّى» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَابْن مَاجَه
وَرَوَاهُ التِّرْمِذِيّ عَن جَابر
وَرَوَاهُ التِّرْمِذِيّ عَن جَابر
Dari riwayat Abdullah bin Amr beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Orang-orang dari dua aliran yang berbeda tidak mewarisi harta warisan.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah
Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dari Jabir
38
Misykatul Mashabih # 12/3078
وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَطَعَ مِيرَاثَ وَارِثِهِ قَطَعَ اللَّهُ مِيرَاثَهُ مِنَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» . رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ
وَرَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ فِي شُعَبِ الْإِيمَانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَة رَضِي الله عَنهُ
وَرَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ فِي شُعَبِ الْإِيمَانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَة رَضِي الله عَنهُ
Dari riwayat Anas beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang memotong harta warisan ahli warisnya, maka Allah akan memotong warisannya dari surga pada hari kiamat.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah
Diriwayatkan oleh Al-Bayhaqi dalam Shu'ab Al-Iman atas wewenang Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
01
Misykatul Mashabih # 12/3073
وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي خُطْبَتِهِ عَامَ حَجَّةِ الْوَدَاعِ: «إِنِ اللَّهَ قَدْ أَعْطَى كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ فَلَا وَصِيَّةَ لِوَارِثٍ» . رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ وَزَادَ التِّرْمِذِيُّ: «الْوَلَدُ لِلْفَرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ»
Dari Abu Umamah beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda dalam khotbahnya di tahun Haji Perpisahan: “Sesungguhnya Allah telah memberikan haknya kepada setiap orang.” Haknya, sehingga tidak ada warisan kepada ahli waris.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah, dan Al-Tirmidzi menambahkan: “Anak itu untuk tempat tidur, dan batu untuk pelacur.” Dan perhitungan mereka ada pada Allah.”