Jami at-Tirmidzi — Hadis #28303
Hadis #28303
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، قال: حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، قَالَ أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ رِبْعِيِّ بْنِ حِرَاشٍ، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
" لاَ يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُؤْمِنَ بِأَرْبَعٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنِّي مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ بَعَثَنِي بِالْحَقِّ وَيُؤْمِنُ بِالْمَوْتِ وَبِالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ وَيُؤْمِنُ بِالْقَدَرِ " .
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ، عَنْ شُعْبَةَ، نَحْوَهُ إِلاَّ أَنَّهُ قَالَ رِبْعِيٌّ عَنْ رَجُلٍ، عَنْ عَلِيٍّ، . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي دَاوُدَ عَنْ شُعْبَةَ، عِنْدِي أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ النَّضْرِ وَهَكَذَا رَوَى غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ رِبْعِيٍّ عَنْ عَلِيٍّ . حَدَّثَنَا الْجَارُودُ قَالَ سَمِعْتُ وَكِيعًا يَقُولُ بَلَغَنَا أَنَّ رِبْعِيًّا لَمْ يَكْذِبْ فِي الإِسْلاَمِ كِذْبَةً .
Mahmoud bin Ghaylan menceritakan kepada kami, dia berkata: Abu Dawud menceritakan kepada kami, dia berkata Syu`bah menceritakan kepada kami, atas otoritas Mansour, atas otoritas Rab’i bin Harash, atas otoritas Ali, dia berkata bahwa Rasulullah SAW, bersabda, “Tidak ada seorang hamba pun yang akan beriman sampai dia beriman pada empat kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Utusan Allah.” Dia mengutus aku dengan kebenaran, dan dia percaya pada kematian dan kebangkitan setelah kematian, dan dia percaya pada takdir.” Mahmoud bin Ghaylan menceritakan kepada kami, Al-Nadr menceritakan kepada kami Ibnu Shumail, tentang otoritas Syu’bah, serupa dengan itu, kecuali bahwa Raba’i berkata, atas otoritas seorang laki-laki, atas otoritas Ali, . Abu Issa mengatakan hadits Abu Dawud pada riwayat Syu’bah saya punya Lebih shahih dari hadits an-Nadr, sehingga diriwayatkan oleh lebih dari satu orang, berdasarkan otoritas Mansour, berdasarkan otoritas Ruba’i, berdasarkan otoritas Ali. Al-Jaroud bercerita kepada kami, katanya, saya mendengar Waki' berkata. Kami telah mengetahui bahwa seorang pria triwulanan tidak pernah berbohong tentang Islam.
Diriwayatkan oleh
Ali bin Abi Thalib (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 32/2145
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 32: Takdir