Jami at-Tirmidzi — Hadis #26268
Hadis #26268
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ يَزِيدَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ، قَالَ إِنَّمَا كَانَ الْمَاءُ مِنَ الْمَاءِ رُخْصَةً فِي أَوَّلِ الإِسْلاَمِ ثُمَّ نُهِيَ عَنْهَا .
Ahmad bin Mani’ menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al-Mubarak menceritakan kepada kami, Yunus bin Yazid menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Sahl bin Saad, atas wewenang Ubayy bin Ka’b berkata, “Air dari air hanya diperbolehkan pada awal Islam, kemudian dilarang.”
Diriwayatkan oleh
Ubayy bin Ka'b (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 1/110
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 1: Bersuci
Topik:
#Mother