Jami at-Tirmidzi — Hadis #27059
Hadis #27059
حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ عِيسَى، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنَا الْمَسْعُودِيُّ، عَنْ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ أَبِي صَخْرَةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ، قَالَ لَمَّا أَتَى عَبْدُ اللَّهِ جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ اسْتَبْطَنَ الْوَادِيَ وَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ وَجَعَلَ يَرْمِي الْجَمْرَةَ عَلَى حَاجِبِهِ الأَيْمَنِ ثُمَّ رَمَى بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ يُكَبِّرُ مَعَ كُلِّ حَصَاةٍ ثُمَّ قَالَ وَاللَّهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ مِنْ هَا هُنَا رَمَى الَّذِي أُنْزِلَتْ عَلَيْهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ .
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنِ الْمَسْعُودِيِّ، بِهَذَا الإِسْنَادِ نَحْوَهُ . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنِ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَابْنِ عُمَرَ وَجَابِرٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ مَسْعُودٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ يَخْتَارُونَ أَنْ يَرْمِيَ الرَّجُلُ مِنْ بَطْنِ الْوَادِي بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ يُكَبِّرُ مَعَ كُلِّ حَصَاةٍ . وَقَدْ رَخَّصَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ إِنْ لَمْ يُمْكِنْهُ أَنْ يَرْمِيَ مِنْ بَطْنِ الْوَادِي رَمَى مِنْ حَيْثُ قَدَرَ عَلَيْهِ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِي بَطْنِ الْوَادِي .
Yusuf bin Issa meriwayatkan kepada kami, Waki’ meriwayatkan kepada kami, Al-Mas’udi meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Jami’ bin Shaddad Abi Sakhrah, atas wewenang Abd al-Rahman bin Yazid, katanya. Ketika Abdullah sampai di Jamarat al-Aqaba, dia pergi ke lembah, menghadap kiblat, dan mulai melemparkan Jamratah di alis kanannya, lalu Dia melempar tujuh kerikil sambil mengucapkan “Allahu Akbar” pada setiap kerikil, lalu dia berkata, “Demi Tuhan, tidak ada Tuhan selain Dia.” Dari sini dia melempar orang yang kepadanya surah diturunkan. Al-Baqarah. Hanad meriwayatkan kepada kami, Waki’ meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-Masoudi, dengan rantai penularan serupa dengannya. Katanya, dan dalam bab tentang kekuasaan Al-Fadl bin Abbas Dan putra Abbas, Ibnu Umar, dan Jabir. Abu Issa mengatakan hadits Ibnu Masoud adalah hadits yang hasan dan shahih. Hal ini dilakukan menurut orang-orang yang berilmu. Mereka memilih pria tersebut untuk melemparkan tujuh kerikil dari dasar lembah sambil mengucapkan “Allahu Akbar” pada setiap kerikil. Ada sebagian ulama yang mengizinkan, jika tidak, Dia bisa Dia melempar dari kedalaman lembah. Dia melempar dari mana pun dia mampu, meskipun tidak di kedalaman lembah.
Diriwayatkan oleh
Abd al-Rahman bin Yazid (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 9/901
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 9: Haji