Jami at-Tirmidzi — Hadis #28177
Hadis #28177
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ، عَنْ كَثِيرِ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ سَالِمٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " لاَ يَكُونُ الْمُؤْمِنُ لَعَّانًا " . قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ . وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ . وَرَوَى بَعْضُهُمْ بِهَذَا الإِسْنَادِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " لاَ يَنْبَغِي لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يَكُونَ لَعَّانًا " . وَهَذَا الْحَدِيثُ مُفَسِّرٌ .
Muhammad bin Bashar memberi tahu kami, Abu Amir memberi tahu kami, atas otoritas Kathir bin Zaid, atas otoritas Salim, atas otoritas Ibnu Umar, dia berkata: Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda, “Tidak akan “Orang mukmin dikutuk.” Kata Abu Issa, dan atas wewenang Abdullah bin Masoud. Ini adalah hadis yang bagus dan aneh. Beberapa di antara mereka meriwayatkannya. Dengan rantai penularan ini, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, “Seorang mukmin tidak boleh menjadi seorang yang mengutuk.” Hadits ini dijelaskan.
Diriwayatkan oleh
Abdullah bin Umar (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 27/2019
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 27: Kebaikan dan Silaturahmi