Jami at-Tirmidzi — Hadis #28176
Hadis #28176
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ خِرَاشٍ الْبَغْدَادِيُّ، حَدَّثَنَا حَبَّانُ بْنُ هِلاَلٍ، حَدَّثَنَا مُبَارَكُ بْنُ فَضَالَةَ، حَدَّثَنِي عَبْدُ رَبِّهِ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ " إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَىَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلاَقًا وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَىَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ وَالْمُتَفَيْهِقُونَ " . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ فَمَا الْمُتَفَيْهِقُونَ قَالَ " الْمُتَكَبِّرُونَ " . قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ . وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ . وَرَوَى بَعْضُهُمْ هَذَا الْحَدِيثَ عَنِ الْمُبَارَكِ بْنِ فَضَالَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرٍ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ وَهَذَا أَصَحُّ . وَالثَّرْثَارُ هُوَ الْكَثِيرُ الْكَلاَمِ وَالْمُتَشَدِّقُ الَّذِي يَتَطَاوَلُ عَلَى النَّاسِ فِي الْكَلاَمِ وَيَبْذُو عَلَيْهِمْ .
Ahmad bin Al-Hasan bin Kharash Al-Baghdadi menceritakan kepada kami, Hibban bin Hilal menceritakan kepada kami, Mubarak bin Fadalah menceritakan kepada kami, Abd Rabbuh bin Saeed, atas wewenang Muhammad bin al-Munkadir, atas wewenang Jabir, bahwa Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata: “Sesungguhnya yang paling aku sayangi dan paling dekat denganku adalah Orang yang paling baik akhlaknya di hari kiamat, dan orang yang paling membenciku dan yang paling jauh dariku. Para penggosip di hari kiamat. Dan orang-orang yang suka mengobrol dan membesar-besarkan. Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, para pengobrol dan ekstremis telah mengajari kami, tapi bagaimana dengan ekstremis?” Dia berkata. “Orang-orang yang sombong.” Abu Issa berkata, dan berdasarkan Abu Hurairah, ini adalah hadis yang baik dan aneh dari sudut pandang ini. Beliau meriwayatkan, sebagian dari mereka meriwayatkan hadits ini atas wewenang Al-Mubarak bin Fadala, atas wewenang Muhammad bin Al-Munkadir, atas wewenang Jabir, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, dan tidak disebutkan seorang hamba di dalamnya. Tuhannya Ibnu Saeed, dan ini lebih tepat. Al-Thathar adalah orang yang banyak bicara dan suka berkata-kata kasar, berkata kasar kepada orang lain dan memfitnahnya.
Diriwayatkan oleh
Jabir (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 27/2018
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 27: Kebaikan dan Silaturahmi