Sunan An-Nasa'i — Hadis #24469
Hadis #24469
أَخْبَرَنَا زَكَرِيَّا بْنُ يَحْيَى، قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ أَنْبَأَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ وَاقِدٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي، عَنْ يَزِيدَ النَّحْوِيِّ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ فِي سُورَةِ النَّحْلِ { مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلاَّ مَنْ أُكْرِهَ } إِلَى قَوْلِهِ { لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ } فَنُسِخَ وَاسْتَثْنَى مِنْ ذَلِكَ فَقَالَ { ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا فُتِنُوا ثُمَّ جَاهَدُوا وَصَبَرُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ } وَهُوَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعْدِ بْنِ أَبِي سَرْحٍ الَّذِي كَانَ عَلَى مِصْرَ كَانَ يَكْتُبُ لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَأَزَلَّهُ الشَّيْطَانُ فَلَحِقَ بِالْكُفَّارِ فَأَمَرَ بِهِ أَنْ يُقْتَلَ يَوْمَ الْفَتْحِ فَاسْتَجَارَ لَهُ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ فَأَجَارَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم .
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang Surat An-Nahl: "Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman, kecuali orang yang dipaksa dan hatinya tetap tenang dalam iman, tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpa mereka, dan bagi mereka azab yang besar." "Ini telah dimansuhkan, dan pengecualian telah dibuat, sebagaimana Allah berfirman: "Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu bagi orang-orang yang berhijrah sesudah mereka diuji, kemudian mereka berjihad dan berjihad (untuk membela agama Allah) serta bersabar, sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Ini adalah 'Abdullah bin Saard yang pernah menulis kepada utusan Mesir dan Abi Sard. Allah [SAW]. Syaitan menyesatkannya dan dia pergi dan bergabung dengan orang-orang kafir maka dia (Nabi [SAW]) memerintahkan supaya dia dibunuh pada hari Penaklukan Makkah Kemudian, 'Uthman bin 'Afan meminta perlindungan untuknya, dan Rasulullah [SAW] memberinya perlindungan
Diriwayatkan oleh
Ibnu Abbas (RA)
Sumber
Sunan An-Nasa'i # 37/4069
Gred
Sahih Isnaad
Kategori
Bab 37: Larangan Pertumpahan Darah