Jami at-Tirmidzi — Hadis #26281
Hadis #26281
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ حُرَيْثٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ رُبَّمَا اغْتَسَلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم مِنَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ جَاءَ فَاسْتَدْفَأَ بِي فَضَمَمْتُهُ إِلَىَّ وَلَمْ أَغْتَسِلْ " . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ لَيْسَ بِإِسْنَادِهِ بَأْسٌ . وَهُوَ قَوْلُ غَيْرِ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَالتَّابِعِينَ أَنَّ الرَّجُلَ إِذَا اغْتَسَلَ فَلاَ بَأْسَ بِأَنْ يَسْتَدْفِئَ بِامْرَأَتِهِ وَيَنَامَ مَعَهَا قَبْلَ أَنْ تَغْتَسِلَ الْمَرْأَةُ . وَبِهِ يَقُولُ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ .
Hanad meriwayatkan kepada kami, Waki’ meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Harits, atas wewenang Al-Sha’bi, atas wewenang Masruq, atas wewenang Aisyah, yang mengatakan: Barangkali Nabi Muhammad SAW, mandi untuk menghindari kenajisan. Kemudian dia datang dan menghangatkan dirinya bersamaku, jadi aku memeluknya tetapi tidak mandi.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang tidak ada kenajisan dalam rantai penularannya.” Dan itu benar Pernyataan lebih dari satu ulama di kalangan sahabat Nabi SAW, dan para pengikutnya, bahwa jika seorang laki-laki mandi, maka tidak ada salahnya dia menghangatkan diri bersama istrinya. Dan dia tidur dengannya sebelum wanita itu mandi. Inilah yang dikatakan oleh Sufyan al-Thawri, al-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq.
Diriwayatkan oleh
Aisyah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 1/123
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 1: Bersuci