Jami at-Tirmidzi — Hadis #28790
Hadis #28790
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، عَنْ سُفْيَانَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ
" أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا وَإِنْ كَانَتْ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ فِيهِ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا مَنْ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ " . قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلاَّلُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ، بِهَذَا الإِسْنَادِ نَحْوَهُ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَإِنَّمَا مَعْنَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ نِفَاقُ الْعَمَلِ وَإِنَّمَا كَانَ نِفَاقُ التَّكْذِيبِ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم هَكَذَا رُوِيَ عَنِ الْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ شَيْئًا مِنْ هَذَا أَنَّهُ قَالَ النِّفَاقُ نِفَاقَانِ نِفَاقُ الْعَمَلِ وَنِفَاقُ التَّكْذِيبِ .
Mahmoud bin Ghaylan menceritakan kepada kami, Ubayd Allah bin Musa menceritakan kepada kami, atas wewenang Sufyan, atas wewenang Al-A’mash, atas wewenang Abdullah bin Murrah, atas wewenang Masruq, atas wewenang Abdul Allah bin Amr, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, bersabda: “Barang siapa yang mempunyai empat sifat dalam dirinya, maka ia adalah seorang munafik, dan jika ia mempunyai salah satu di antara sifat-sifat itu, maka ia termasuk dalam dirinya.” Ciri-ciri kemunafikan hingga ditinggalkan oleh orang yang berbohong ketika berbicara, mengingkari janji ketika bertengkar, tidak bersyukur ketika berselisih, dan khianat ketika berjanji. Dia mengatakan ini. Sebuah hadits yang baik dan shahih. Al-Hasan bin Ali Al-Khallal meriwayatkan kepada kami, Abdullah bin Numayr meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-Amash, atas wewenang Abdullah bin Murrah, dengan ini Rantai penularannya serupa. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang hasan dan shahih. Maknanya menurut para ahli ilmu adalah kemunafikan pekerjaan, padahal kemunafikan itu mengingkari zaman Rasulullah SAW. Maka dari itu ada yang diriwayatkan dari Al-Hasan Al-Bashri, bahwa beliau berkata: Kemunafikan adalah kemunafikan. Kemunafikan Pekerjaan dan kemunafikan berbohong...
Diriwayatkan oleh
Abdullah Ibin Amr (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 40/2632
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 40: Iman