Jami at-Tirmidzi — Hadis #27235
Hadis #27235
حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ دِينَارٍ الْكُوفِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبَانَ الْوَرَّاقُ، عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْلَى الأَسْلَمِيِّ، عَنْ أَبِي فَرْوَةَ، يَزِيدَ بْنِ سِنَانٍ عَنْ زَيْدٍ، وَهُوَ ابْنُ أَبِي أُنَيْسَةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهُ صلى الله عليه وسلم كَبَّرَ عَلَى جَنَازَةٍ فَرَفَعَ يَدَيْهِ فِي أَوَّلِ تَكْبِيرَةٍ وَوَضَعَ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ . وَاخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي هَذَا فَرَأَى أَكْثَرُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ أَنْ يَرْفَعَ الرَّجُلُ يَدَيْهِ فِي كُلِّ تَكْبِيرَةٍ عَلَى الْجَنَازَةِ . وَهُوَ قَوْلُ ابْنِ الْمُبَارَكِ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ . وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ لاَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ إِلاَّ فِي أَوَّلِ مَرَّةٍ . وَهُوَ قَوْلُ الثَّوْرِيِّ وَأَهْلِ الْكُوفَةِ . وَذُكِرَ عَنِ ابْنِ الْمُبَارَكِ أَنَّهُ قَالَ فِي الصَّلاَةِ عَلَى الْجَنَازَةِ لاَ يَقْبِضُ يَمِينَهُ عَلَى شِمَالِهِ . وَرَأَى بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنْ يَقْبِضَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ كَمَا يَفْعَلُ فِي الصَّلاَةِ . قَالَ أَبُو عِيسَى يَقْبِضُ أَحَبُّ إِلَىَّ .
Al-Qasim bin Dinar Al-Kufi menceritakan kepada kami, Ismail bin Aban Al-Warraq menceritakan kepada kami, atas wewenang Yahya bin Ya’la Al-Aslami, atas wewenang Abu Farwa, Yazid Ibnu Sinan, atas wewenang Zaid, dan dialah Ibnu Abi Unaisa, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Sa’id bin Al-Musayyab, atas wewenang Abu Hurairah, bahwa Rasulullah, semoga doa dan damai sejahtera Allah menyertainya Beliau mengucapkan takbir pada suatu pemakaman dan mengangkat tangannya pada takbir pertama dan meletakkan tangan kanannya di atas kiri. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis aneh yang hanya kita ketahui. Inilah pemandangannya. Para ulama berbeda pendapat mengenai hal ini, sebagian besar ulama di antara para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam, dan ada pula yang berpendapat bahwa Pria itu mengangkat tangannya setiap kali takbir di pemakaman. Demikian pandangan Ibnu al-Mubarak, al-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq. Ada pula yang mengatakan bahwa orang-orang yang berilmu tidak mengangkat tangannya kecuali yang pertama kali. Demikian pendapat Al-Thawri dan penduduk Kufah. Diriwayatkan dari Ibnu Al-Mubarak demikian katanya Dalam salat jenazah, hendaknya ia tidak mengatupkan tangan kanan ke tangan kiri. Sebagian orang yang berilmu berpendapat bahwa hendaknya ia mengatupkan tangan kanannya ke tangan kirinya, seperti yang dilakukannya dalam Sholat. Abu Issa berkata, “Hal yang paling aku sukai adalah mengepalkan tanganmu.”
Diriwayatkan oleh
Abu Hurairah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 10/1077
Tingkat
Hasan
Kategori
Bab 10: Jenazah